cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Curvanomic
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 868 Documents
ANALISIS HUBUNGAN KAUSALITAS PENDAPATAN NASIONAL DENGAN DEPOSITO SYARIAH DAN DEPOSITO NON SYARIAH DI INDONESIA (PERIODE 2004-2013) B01111007, DIKA B01111007 ANUGRAH JANUARI
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aimed to analyze the causal relationship between the national income and the Sharia-compliant savings and non-Sharia-compliant savings in Indonesia from 2004-2013 where the Sharia-compliant savings was the dependent variable (Y1) and non-Sharia-compliant savings (Y2), while the national income (GDP) as the independent variable (X). The testing stages used the OLS (Ordinary Least Square) method, stationarity test, cointegration test and granger causality test.The research findings indicated that the national income (GDP) had a positive and significant influence on the Sharia and non-Sharia-compliant savings. The last test conducted was was the causality test and the result was that there was a two-way causal relationship between the national income and the Sharia-compliant savings, and there was a two-way causal relationship between the national income and the non-Sharia-compliant savings. However, as for the causal relationship between the variabel (Y) there was a one-way causal relationship between non-Sharia-compliant savings and Sharia-compliant savings.Keywords: Sharia-compliant savings, non-Sharia-compliant savings, National Income.
JUDUL : PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) DAN RETURN ON ASSET (ROA) TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA B21108049, Iin Mutmainnah
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banking has an important role in business especially related to the fund availability as investment and working capital. The good financial performance of banks will be responded by capital market in the form of increasing stock price. This research aims to know whether the banks performance that represented by capital (Capital Adequacy Ratio) and profitability (Return on Asset) simultaneously and partially influence banks stock return. The sample was taken by using purposive judgement sampling method so that the researcher gets three years research period which covers ten banks that are listed and their stocks are actively traded in Indonesian Stock Exchange (IDX). Analysis result shows that Capital Adequacy Ratio (CAR) and Return On Asset (ROA) simultaneously and partially influence stock return. Regressions coefficient shows that the influence of ROA is bigger than the influence of CAR. The relationship between independent variables (CAR and ROA) with dependent variable (banks stock return) is very strong. Simultaneously, those two variables can explain 68,3% the change in stock return, while the rests are explained by other variable which are not observed. Keywords: Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA) and Stock Return
PENGARUH PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN BARAT B01110005, MARDI LESTARI
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis  seberapa besar Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengunakan data panel (cross section dan time series) ) melalui model regresi linier berganda (regresi multiple) alat bantu program eviews dengan pendekatan random effect model. Observasi data sebanyak 70 pada 14 Kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat selama periode 2008 sampai 2012. Hasil dari penelitian ini menunjukan dari hasil uji t dengan t-tabel sebesar (33.74923 > 1.996) dan signifikan pada taraf 5 persen bahwa variabel pajak daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah di kabupaten/kota provinsi Kalimantan Barat dan retribusi daerah dari t-tabel nilai t-hitung dari Retribusi Daerah lebih kecil dari t-tabel (-0.382840 < 1.996) dan tidak signifikan pada taraf 5 persen bahwa retribusi daerah berpengaruh negatif dan tidak signifikan di kabupaten/kota provinsi Kalimantan Barat, kemudian  dari hasil uji f yang menunjukkan bahwa F hit > F tabel yakni sebesar (548.0043 > 3.15) dengan probabilitas F Statistik sebesar 0.000000 lebih kecil dari 0.05, bahwa pajak daerah dan retribusi daerah berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan asli kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat   Kata Kunci : Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Pendapatan Asli Daerah
ANALISIS STRUKTUR PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PADA DAERAH PEMEKARAN B01106040, Lena
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otonomi daerah tercermin pada keinginan sebagian daerah untuk memekarkan diri dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setelah diberlakukannya otonomi daerah, pemekaran wilayah menjadi kecenderungan baru yakni kesempatan untuk memperoleh keuntungan dana, baik dari pemerintah pusat maupun dari penerimaan daerah sendiri. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis keuangan daerah Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Kubu Raya dilihat dari kontribusi PAD, BHP/BP dan DAU, serta untuk mengetahui dan menganalisis perbandingan keuangan daerah. Penelitian ini adalah penelitian berbentuk deskriptif yaitu merupakan suatu bentuk penggambaran fenomena yang terjadi dari subjek penelitian, dan data yang digunakan adalah laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Sekadau, Kabuapten Melawi, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Kubu Raya dari tahun 2008-2011. Hasil penelitian secara umum menunjukkan perbedaan-perbedaan penting dalam mencapai kinerja keuangan pemerintah kabupaten tersebut. Kinerja keuangan diukur dengan Derajat Otonomi Fiskal (DOF), yaitu kemampuan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah guna membiayai pembangunan. Kinerja keuangan pemerintah dilihat dari kontribusi PAD pada keempat kabupaten yang memiliki rata-rata kontribusi terendah yakni Kabupaten Kayong Utara sebesar 1,60 % dan tertinggi Kabupaten Sekadau sebesar 3,22 %. Dan berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan derajat otonomi fiskal PAD keempat kabupaten tersebut termasuk kategori sangat kurang. Hasil kontribusi BHP/BP terendah Kabupaten Kubu Raya yakni 6,02 % dan tertinggi Kabupaten Sekadau sebesar 8,14%. Dan menunjukkan bahwa keempat daerah tersebut secara keseluruhan termasuk kategori sangat kurang dalam hal penerimaan bagi hasil. Sedangkan dari hasil kontribusi DAU menunjukkan keempat daerah memiliki ketergantungan yang cukup terhadap sumber-sumber penerimaan keuangan dari pusat dalam bentuk DAU. Maka hasil perhitungan DOF (PAD, BHP/BP dan DAU) menunjukkan bahwa daerah yang memberikan kontribusi yang besar terhadap APBD pada keempat kabupaten yaitu Kabupaten Sekadau. Kata kunci : Otonomi daerah, Laporan Keuangan, Derajat Otonomi Fiskal, PAD, BHP/BP, DAU dan Kinerja Keuangan.
“Potensi Penerimaan Pajak Reklame Sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah Di Kota Pontianak” B01108043, MUHAMMAD IQBAL
Jurnal Curvanomic Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam SKRIPSI ini penulis mengambil judul "Potensi Pendapatan Pajak Advertising Sebagai Sumber Pendapatan Daerah " PAD "di Pontianak" Peran Pendapatan Daerah (PAD) sangat penting sebagai sumber pembiayaan pemerintah daerah sebagai patokan dalam pelaksanaan otonomi daerah, di mana proporsi pendapatan terhadap total pendapatan merupakan indikasi dari keuangan pemerintah daerah. Sumber PAD sebenarnya diharapkan menjadi salah satu solusi untuk pendanaan lokal dan diharapkan menjadi pendukung utama dalam aktivitas pendanaan - kegiatan daerah. Semakin banyak kebutuhan daerah yang dapat dibiayai dengan PAD, semakin tinggi kualitas otonominya.adapun Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan kejelasan mengenai: 1. Untuk menganasis potensi penerimaan pajak Reklame di Kota Pontianak. 2.Untuk menganalisis tingkat kontribusi Pemungutan Pajak Reklamedi Kota PontianakPada Tahun 2011 kontribusi pajak reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah dengan tingkat persentase efektif sebesar 10.97%. Sedangkan pada tahun 2014 kontribusi pajak reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah sebesar 9.99% kontribusi Pajak Reklame ini mengalami penurunan efektif sebesar 0.98% hal ini dikarenakan realisasi Pendapatan Asli Daerah secara keseluruhan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 1,35% sedangkan Pajak Reklame hanya sebesar 1,2% sehingga mempengaruhi persentase kontribusi pajak reklama itu sendiri. Demikian juga dengan Tahun 2013 dimana potensi Pajak Reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah mengalami penurunan sebesar 5.53%, penurunan kontribusi Pajak Reklame terhadap pendapatan asli daerah tersebut mengalami penurunan tingkat efektif sebesar 4.46% dikarenakan besarnya peningkatan realisasi Pendapatan Asli Daerah secara keseluruhan tidak sebanding dengan peningkatan kontribusi pajak reklame.Kata kunci: Potensi dan Kontribusi Pajak Reklame
Analisis Kredit Macet Pada Anggota Credit Union Stella Maris Siantan B01111036, Yustinus Roby
Jurnal Curvanomic Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Kredit Macet Pada Anggota Credit Union Stella Maris Siantan, Kecamatan Pontianak Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya kredit macet pada Credit Union Stella Maris di Siantan. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif dengan mendeskripsikan apakah tujuan penggunaan kredit, jangka waktu pengembalian kredit, pekerjaan anggota, tingkat pendidikan, tanggungan di dalam keluarga, dan pekerjaan sampingan mempengaruhi terjadinya kredit macet. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dari anggota dan Credit Union Stella Maris Siantan pada tahun 2013-2015. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan penyebaran angket kuesioner kepada anggota yang mengalami kredit macet, dengan responden sebanyak 90 orang. Kemudian hasil penelitian dipaparkan dan dideskripfikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota Credit Union Stella Maris Siantan yang mengalami kredit macet disebabkan oleh penggunaan kredit untuk kegiatan konsumtif, melakukan pengembalian kredit jangka menengah. sebagian besar bekerja sebagai buruh, memiliki tanggungan 3-4 orang di dalam keluarga, berpendidikan tingkat SMA serta tidak memiliki pekerjaan sampingan.       Kata Kunci: Anggota, Credit Union, Kredit, dan Kredit Macet.
PERAN GANDA PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI DESA SUMGAI DERAS KECAMATAM TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBU RAYA B1011141005, JUMAIDAH AFRIANTI
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan di Desa Sungai Deras kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis kontribusi pendapatan tenaga kerja perempuan dalam meningkatkan pendapatan keluarga, menganalisis besarnya pengeluaran keluarga tenaga kerja perempuan mengenai pangan dan non pangan dan menganalisis motivasi yang mendorong tenaga kerja perempuan untuk bekerja. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari lapangan serta data sekunder sebagai data pendukung yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), dan data mengenai kependudukan yang diperoleh dari kantor Desa Sungai Deras, maupun publikasi lainnya yang terkait. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian terhadap kontribusi perempuan yang bekerja, pengeluaran pangan dan non pangan keluarga, serta motivasi yang mendorong tenaga kerja perempuan untuk bekerja menggunakan analisis deskriptif berupa bentuk tabel dan persentase.Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi perempuan yang bekerja sangat dominan pengaruhnya terhadap pendapatan keluarga. Sebagian besar 53% responden berkontribusi terhadap pendapatan keluarga adalah kategori sedang (>25%-<50%) yang didominasi oleh jenis pekerjaan buruh tani. Hasil analisis pengeluaran yang paling dominan adalah pengeluaran pangan dibandingkan dengan pengeluaran non pangan, dimana pengeluaran pangan yang paling besar adalah terdiri dari jenis pekerjaan petani dan bidan swasta/ dukun kampung terlatih. Sedangkan untuk pengeluaran non pangan yang lebih besar dari pengeluaran pangan adalah jenis pekerjaan buruh tani, PNS/ POLRI, dan karyawan perusahaan swasta. Hasil analisis mengenai motivasi yang mendorong perempuan untuk bekerja alasan yang pertama adalah karena ingin membantu suami, kedua demi menyekolahkan anak-anaknya, ketiga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, keempat banyaknya tanggungan keluarga, kelima upah yang diterima lumayan tinggi, dan yang terakhir jarak lokasi rumah dan tempat kerja dekat.  Kata Kunci: Kontribusi, pengeluaran pangan dan non pangan, motivasi kerja
ANALISIS PENGARUH SUKU BUNGA, INFLASI DAN PENDAPATAN PERKAPITA TERHADAP KREDIT TERSALUR PADA BANK PEMERINTAH DI KALIMANTAN BARAT B01107078, Pontya Novresia Osyi
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study entitled "The Effect of Interest Rates, Inflation and the per capita income to Credit channeled the State Bank in West Kalimantan". The problem in this study was "Is there any effect of interest rates, inflation and per capita income on loans at state banks in West Kalimantan". While the goal of this research is to examine and analyze the effect of interest rates, inflation and per capita income of the loan lending. The model used in this study is the multiple linear regression models using econometric approaches and methods used are associative method to see the effect or the relationship between interest rates, inflation and per capita income to West Kalimantan. From the research that has been done can be concluded that the interest rate (X1) significantly affects the amount of bank lending to the government in West Kalimantan, while inflation and per capita income are not significant.
ANALISIS PENGARUH PELAYANAN DAN CITRA TERHADAP KEINGINAN MASYARAKAT UNTUK MENGGUNAKAN JASA LAYANAN GADAI PADA PEGADAIAN SYARI’AH DI KOTA PONTIANAK NINGRUM B21107027, DIAH RETNO
Jurnal Curvanomic Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shariah-based economicdevelopmentinIndonesia isgrowing veryrapidly, while thebusiness entitythat applies the principlesof Shari'ahin the operationssuch asbankingShariah, Shariahinsurance, Shariahmutual funds, capitalmarketsandpawn shopsShari'ahshari'ah'ah. Whichbecamethe focus ofdiscussioninthis studyis thePawnshopPontianak CityShari'ahasstate-owned enterprisesthatarechannelingcreditto the publicon the basis ofthelienlawsbased onShariahprinciples. Servicesandimagebecamethe primaryvariablein this studywith the aimtodetermine the effect ofthese variablesonthecustomer's decisionto use the serviceslienonShariahPawnshopPontianak City. The methodology usedisthe typeandsourceof data, populationandsample, data collection methods, data analysis techniquesincludingmultiple regression analysis, the classical assumption, koefisisendetermination, t testand thepartialF testsimultaneously. The hypothesis ofthis studyis theserviceandthe image ofpawnshopsShari'ah, partiallypositive and significant impactoncustomerdecisions. WhilesimultaneousservicesandpawnshopsimageShari'ahpositive and significant impactonthecustomer's decisionto usepawnservicesinShariahPawnshopPontianak City. From the results of this study indicate that the quality of service and the image of pawnshops Shari'ah, partially and simultaneously have a positive and significant impact on the customer's decision to use the services of lien in Sharia Pawnshop Pontianak. Thus the hypothesis that service quality has positive influence on customer decisions, the image of Shariah Pawnshop positive effect on the customer's decision and mortgage services and image simultaneously Shari'ah positive effect on the customer's decision is received.
Pengaruh Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013-2017 Sartika, Lili
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2013-2017 LILI SARTIKAUniversitas TanjungpuraABSTRAKPenelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran terbuka kabupaten/kota provisnsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Jenis data yang digunakan adalah data panel yaitu gabungan time series dan cross section. Analisis data menggunakan regresi berganda dengan teknik PLS ( Pooled Least Square). Pengolahan data menggunakan program eviews 9 dengan menggunakan tingkat kesalahan 5% atau 0,05. Untuk menganalisis data panel, ada tiga model regresi yang dapat digunakan. Model Estimasi Regresi Data Panel : 1. Commont Effect/Pooled PLS; 2. Model Fixed Effect; 3. Model Random Effect. Untuk menguji model/persamaan pada penelitian ini akan digunakan uji statistik yaitu ujit, uji F, uji R2.Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk probability value sebesar 0.2356 ≥ 0.05 memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi probability value sebesar 0.1243 ≥ 0.05 memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Dan tingkat pengangguran terbuka probability value sebesar 0.5627 ≥ 0.05 memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan.Kata kunci : Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran Terbuka 1.    PENDAHULUANKemiskinan merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh semua negara didunia termasuk negara yang sedang berkembang seperti negara Indonesia. Kemiskinan menjadi masalah besar yang telah membuat pemerintah memberikan perhatian khusus dalam merancang kebijakan untuk mengentaskan kemiskinan. Permasalahan kemiskinan akibat ketidakmerataan pembangunan yang tidak langsung menekan tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Menurut Kuncoro (2000), pertumbuhan ekonomi, pendidikan yang rendah, terbatasnya lapangan kerja, terbatasnya modal, dan beban keluarga merupakan  merupakan faktor yang dapat menimbulkan masalah kemiskinan.Untuk mengatasi masalah kemiskinan, baik itu dari peran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang telah diuraikan. Menurut Todaro (2011) faktor yang mempengaruhi dari tinggi rendahnya tingkat kemiskinan adalah pendapatan yang rendah yang menimbulkan kesenjangan dalam distribusi pendapatan dan mengakibatkan rendahnya standar hidup.2.     TINJAUAN PUSTAKA 2.1  KemiskinanMenurut Kuncoro (2000) kemiskinan merupakan ketidakmampuan untuk memenuhi biaya hidup minimum. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang miskin dapat dilihat dari kemampuannya dalan memenuhi standar hidup dan kemampuan berdasarkan pendapatannya. Kemiskinan merupakan sebuah permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat dimana terdapat kondisi ketidakmampuan dalam memenuhi kehidupannya sehari hari baik itu pemenuhan pangan, sandang, maupun papan. Hal ini dikarenakan banyak nya yang terjadi dari masyarakat yang memiliki penghasilan yang sangat rendah dan juga rendahnya kualitas sumberdaya manusia itu sendiri. Dimana di negara berkembang memiliki jumlah penduduk yang tinggi dan terjadi ketidakmerataan kesejahteraan masyarakat yang memicu ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat.2.2  Pertumbuhan PendudukMenurut Malthus pertumbuhan penduduk saja tidak cukup untuk berlansungnya pembangunan ekonomi. Akan tetapi, pertumbuhan penduduk adalah akibat dari proses pembangunan. Sebagaimana ditulis Malthus: “ pertambahan penduduk tidak bisa terjadi tanpa peningkatan kesejahteraan yang sebanding.” Jika tingkat akumulasi modal meningkat, permintaan atas tenaga kerja juga meningkat. Kondisi inindapat mendorong pertumbuhan penduduk. Akan tetapi pertumbuhan penduduk saja tidak meningkatkan kesejahteraan. Pertumbuhan penduduk akan meningkatkan kesejahteraan hanya bila pertumbuhan penduduk tersebut meningkatkan permintaan efektif dan peningkatan pada permintaan efektif akan menyebabkan meningkatkan kesejahteraan (Jhingan, 2003). 2.3   Pertumbuhan EkonomiMenurut teori klasik Adam Smith dalam Murni (2006) mengatakan bahwa output akan berkembang sejalan dengan perkembangan penduduk. Akibatnya pertambahan penduduk dipandang sebagai faktor yang akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Mengingat output berkembang sejalan dengan perkembangan penduduk Total Produk Nasional maka ketika itu belum berlaku konsep the low of diminishing returns. 2.4   Tingkat Pengangguran TerbukaMenurut Payman J.Simanjuntak (1998) pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan. Menurut teori Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah  orang yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan sesuatu usaha baru, dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan.Berikut landasan teori mengenai pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pengeluaran pemerintah serta pendukung dengan hasil penelitian-penelitian terdahulu, penulis menyusun prosedur penelitian yang di gambarkan dalam model penelitian seperti pada gambar dibawah ini : Gambar 2.1Kerangka Konseptual Penelitian                  2.1.2        Hipotesis PenelitianBerdasarkan latar belakang diatas maka hipotesis dari penelitian ini yaitu:H1. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Pertumbuhan penduduk  terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat.H2. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Pertumbuhan ekonomi terhadap   tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat.H3. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Tingkat pengangguran terbuka terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat.3.    METODE PENELITIANData yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Jenis data yang digunakan adalah data panel yaitu gabungan time series dan cross section. Karena data panel memiliki beberapa objek dan beberapa periode waktu. Sumber data diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, dan dari berbagai literatur yang relavan dengan pokok penelitian. Analisis data menggunakan regresi berganda dengan teknik PLS ( Pooled Least Square). Pengolahan data menggunakan program eviews 9 dengan menggunakan tingkat kesalahan 5% atau 0,05. Untuk menganalisis data panel, ada tiga model regresi yang dapat digunakan. Model Estimasi Regresi Data Panel : 1. Commont Effect/Pooled PLS; 2. Model Fixed Effect; 3. Model Random Effect. Untuk menguji model/persamaan pada penelitian ini akan digunakan uji statistik yaitu ujit, uji F, uji R2. 4.     HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANDalam pemilihan model regresi data panel, terdapat 3 model yang akan digunakan dalam menentukan pemilihan model mana yang terbaik untuk dipakai dalam mengestimasi data panel 3 jenis model tersebut yaitu model Commont Effect, model Fixed Effect dan model Random Effect. Dari ketiga model tersebut, maka harus dipilih salah satu jenis model yang akan digunakan dalam persamaan regresi data panel. Regresi ini dilakukan pada 14 Kabupaten /Kota di Provinsi Kalimantan Barat dalam kurun waktu 2013 sampai 2017. Berikut adalah hasil data menggunakan E-views 9.Tabel 4.1Hasil Uji Chow dan Uji Hausman Alat UjiProbabilitasR2Sum Square ResidualTaraf SigKeputusanUji Chow0,00000,2177445,64230,05Fixed EffectUji Hausman0,27650,975214,09250,05Random EffectSumber : Hasil Olahan EviewsBerdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai probalilitas dari Uji Chow sebesar 0,0000 < taraf signifikan 0,05 yang artinya model Fixed Effect lebih baik dari pada model Commont Effect. Dan setelah mendapatkan model yang terpilih dari Uji Chow tersebut maka dilanjutkan lagi dengan Uji Hausman yang dimana dilihat dari nilai probabilitasnya sebesar 0,2713 > taraf signifikan 0,05 yang artinya Random Effect lebih baik dari model Fixed Effect, maka model yang direkomendasikan adalah model Random Effect.4.1  Pengaruh Pertumbuhan Penduduk terhadap Kemiskinan                 Berdasarkan uji t menunjukkan veriabel pertumbuhan penduduk memiliki arah hubungan positif dan tidak signifikan dimana jika dilihat dari nilai probabilitasnya sebesar 0,3476 atau lebih besar dari taraf signifikan sebesar 0.05. Artinya apabila variabel pertumbuhan penduduk meningkat maka kemiskinan juga dapat meningkat. Jumlah penduduk yang meningkat akan menimbulkan jumlah tenaga kerja yang banyak juga, dilihat dari banyaknya masyarakat dan para sarjana yang ada di kabupaten/kota Kalimantan Barat yang sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Jumlah penduduk yang relatif tinggi tersebut mengakibatkan kesempatan kerja terbatas dan  angkatan kerja tidak dapat tertampung secara keseluruhan. Seperti yang kita ketahui bahwa didalam dunia kerja pendidikan dan keahlian maupun keterampilan seseorang sangat penting untuk meningkatkan produktifitas dan hasil produksi. 4.2  Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemiskinan                 Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dengan menggunakan model regresi data panel menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat, jika dilihat dari nilai probabilitas 0,8841 lebih besar dari taraf signifikan yang digunakan sebesar 0,05. Artinya pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan, dan apabila pertumbuhan ekonomi meningkat maka tingkat kemiskinan juga meningkat.    Pertumbuhan ekonomi bila dilihat dari data Kalimantan Barat tahun 2013 sampai dengan 2017 memang mengalami trend kenaikan dan penurunan. Akan tetapi kenyataannya pertumbuhan ekonomi ini belum dikatakan berhasil. Tercatat masih banyaknya jumlah penduduk yang miskin, setta lapangan pekerjaan yang menurun. Penduduk miskin pada tahun 2017 sebesar 7,88%  padahal pertumbuhan ekonomi sebesar 5.17% ditahun 2017. Pertumbuhan ekonomi yang dikatakan baik apabila pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan berkurangnya kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi belum dikatakan efektif dalam mengurangi kemiskinan, karena pertumbuhan ekonomi belum merata dalam setiap golongan pendapatan termasuk dalam golongan penduduk miskin. 4.3  Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap KemiskinanHasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Diketahui tingkat pengangguran terbuka memiliki nilai probabilitas 0,9670 atau lebih besar dari taraf signifikan 5% atau 0,05 dimana artinya tingkat pengangguran terbuka tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Menurut Sukirno (2016), efek buruk dari pengangguran adalah mengurangi pendapatan masyarakat yang pada akhirnya mengurangi tingkat kemakmuran dan kesejahteraan yang telah dicapai seseorang. Menurunnya kesejahteraan masyarakat yang disebabkan pengangguran yang meningkat akan menyebabkan peningkatan pada kemiskinan di suatu daerah tersebut. Mereka yang menganggur tidak dapat memiliki pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Apabila di suatu negara pengangguran itu buruk maka akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi kesejahteraan masyarakat dan kemiskinan akan  meningkat baik jangka pendek maunpun dalam jangka panjang.5.        KESIMPULAN DAN SARAN 5.1    KESIMPULANDisimpulkan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan berdasarkan hasil dan pembahasan, maka kesimpulannya adalah sebagai berikut:1. Pertumbuhan Penduduk mempunyai nilai koefisien sebesar 0.240105 ini menunjukkan jika pertumbuhan mengalami kenaikan sebesar 1% maka tingkat kemiskinannya akan mengalami peningkatan sebesar 0.240105%. dan pengaruh pertumbuhan penduduk di Kalimanan Barat positif dan tidak signifikan.2. Pertumbuhan Ekonomi mempunyai nilai koefisien sebesar 0.074590 ini menunjukkan jika pertumbuhan mengalami kenaikan sebesar 1% maka tingkat kemiskinannya akan mengalami peningkatan sebesar 0.074590%. dan pengaruh pertumbuhan ekonomi di Kalimanan Barat positif dan tidak signifikan.3. Tingkat Pengangguran Terbuka mempunyai nilai koefisien sebesar 0.023067 ini menunjukkan jika pertumbuhan mengalami kenaikan sebesar 1% maka tingkat kemiskinannya akan mengalami peningkatan sebesar 0.023067%. dan pengaruh tingkat pengangguran terbuka di Kalimanan Barat positif dan tidak signifikan.5.2 SARANDari kesimpulan yang telah dipaparkan di atas maka peneliti dengan ini memberikan saran sebagai berikut :1. Pertumbuhan penduduk yang semakin  meningkat akan tetapi tidak dibarengi dengan dengan kualitas sumber daya manusia serta lapangan pekerjaan yang memadai maka akan berdampak pada peningkatan kemiskinan di daerah tersebut.2. Peningkaan pertumbuhan ekonomi harus diimbangi dengan kenaikan lapangan kerja yang timbul akibat peningkatan investasi dengan lebih memilih untuk menarik investor pada sektor padat karya dengan dibarengi perbaikan pada infrastruktur.3. Pemerintah harus mengupayakan penyaluran tenaga kerja sebanyak-banyaknya agar mengurangi masalah pengangguran di Kalimantan Barat. Dalam skala kecil penggangguran sendiri belum terlalu menyebabkan masalah sosial, namun dalam skala besar pengangguran yang tinggi dapat menyebabkan masalah sosial yang lainnya salah satunya seperti tindakan kriminal yang terjadi di daerah lainnya diluar Kalimantan Barat.DAFTAR PUSTAKAAzizah, E. W., Sudarti & Kusuma, H. (2018). Pengaruh Pendidikan, Pendapatan Perkapita Dan Jumlah Penduduk Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmu Ekonomi, volume 2, nomor 1, 2018Badan Pusat Statistik. 2013. Data kemiskinan menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat 2009-2013. Pontianak : Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik. 2017. Data kemiskinan menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat 2014-2017. Pontianak : Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik. 2017. Data Tingkat pengangguran Terbuka menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat 2013-2017. Pontianak : Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik. 2017. Data Pertumbuhan Ekonomi menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat 2013-2017. Pontianak : Badan Pusat Statistik.Boediono.(2009). Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE-YogyakartaDeswantoro,D,B., Ismail A, & Hendarmin. (2017). Pengaruh Belanja Daerah Berdasarkan Klasifikasi Ekonomi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010-2015. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, vol 6, no 3, 187-210Hambasari, D. P., & Inggit, K. (2016). Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pertumbuhan Penduduk Dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Jawa Timur Tahun 2004-2014. Jurnal Ekonomi dan Bisnia, volume 1, nomor 2, September 2016Herman. (2018). Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kota Pekan Baru.  Equilibrium, volume 6, nomor 2, Juli 2018Kuncoro, Mudrajad. (2000). Ekonomi Pembangunan, Teori Masalah, dan Kebijakan. Yogyakarta : UPP AMP YKPNKuncoro, Mudrajad.  (2013). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta : Erlangga.Meydiasari, D. A., & Soejoto, A. (2017). Pengaruh Tingkat Pengangguran Dan Pendidikan Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia. Jurnal Pendidikan Ekonomi, volume 5, nomor 3, 2017Jingan, M.L. (2003). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Murni, Asfia. (2006). Ekonomika Makro. Bandung : Refika  AditamaPutra,Windhu.(2018). Perekonomian Indonesia, Penerapan Beberapa Teori Ekonomi Pembangunan di Indonesia. Depok : PT Raja Grafindo Persada.Rohani. (2016). Pengaruh Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. Artikel Skripsi Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar. Safuridar. (2017). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kemiskinan Di Kabupaten Aceh Timur. Ihtiyadh, volume 1, nomor 1, September 2017Simanjutak. (1998). Pengantar Ekonomi  Sumber Daya Manusia. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas IndonesiaSugiyono. (2014). Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Penerbit AlfabetaSukirno, Sadono. (2016). Makro Ekonomi  Teori Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo PersadaSukirno, Sadono. (2016). Makro Ekonomi Modern : Perkembangan Pemikiran Dari Klasik Hingga Keynesian Baru. Jakarta : PT Raja Grafindo PersadaTodaro, Michael P. (2011). Pembangunan Ekonomi Edisi Kesebelas Jilid 1, Jakarta : ErlanggaWahyuningsih, Y. E., & Zamzami. (2014). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto Dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Indonesia, volume 1, nomor 1, Mei 2014Yacoub,Yarlina. (2012). Pengaruh Tingkat Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Eksos, volume 8, nomor 3, Oktober 2012Yustie, R., & Heriqbaldi, U. (2014). Pengaruh Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2007-2011. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, nomor 1, April 2014  

Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi More Issue