cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Curvanomic
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 868 Documents
PERAN GANDA PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI DESA SUMGAI DERAS KECAMATAM TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBU RAYA JUMAIDAH, Jumaidah Afrianti B1011141005
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan di Desa Sungai Deras kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis kontribusi pendapatan tenaga kerja perempuan dalam meningkatkan pendapatan keluarga, menganalisis besarnya pengeluaran keluarga tenaga kerja perempuan mengenai pangan dan non pangan dan menganalisis motivasi yang mendorong tenaga kerja perempuan untuk bekerja. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari lapangan serta data sekunder sebagai data pendukung yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), dan data mengenai kependudukan yang diperoleh dari kantor Desa Sungai Deras, maupun publikasi lainnya yang terkait. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian terhadap kontribusi perempuan yang bekerja, pengeluaran pangan dan non pangan keluarga, serta motivasi yang mendorong tenaga kerja perempuan untuk bekerja menggunakan analisis deskriptif berupa bentuk tabel dan persentase.Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi perempuan yang bekerja sangat dominan pengaruhnya terhadap pendapatan keluarga. Sebagian besar 53% responden berkontribusi terhadap pendapatan keluarga adalah kategori sedang (>25%-<50%) yang didominasi oleh jenis pekerjaan buruh tani. Hasil analisis pengeluaran yang paling dominan adalah pengeluaran pangan dibandingkan dengan pengeluaran non pangan, dimana pengeluaran pangan yang paling besar adalah terdiri dari jenis pekerjaan petani dan bidan swasta/ dukun kampung terlatih. Sedangkan untuk pengeluaran non pangan yang lebih besar dari pengeluaran pangan adalah jenis pekerjaan buruh tani, PNS/ POLRI, dan karyawan perusahaan swasta. Hasil analisis mengenai motivasi yang mendorong perempuan untuk bekerja alasan yang pertama adalah karena ingin membantu suami, kedua demi menyekolahkan anak-anaknya, ketiga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, keempat banyaknya tanggungan keluarga, kelima upah yang diterima lumayan tinggi, dan yang terakhir jarak lokasi rumah dan tempat kerja dekat.  Kata Kunci: Kontribusi, pengeluaran pangan dan non pangan, motivasi kerjaDAFTAR PUSTAKAAngraeni, Q. (2012). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tenaga Kerja      Wanita Pada Sektor Perdagangan di Kota Parepare. Hasanuddin University. Diakses dari http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/1856 .Badan Pusat Statistik. (2016). Kubu Raya Dalam angka Kabupaten Kubu Raya: BPS.Bahrun., syaparuddin., Hardiani (2014). Analisis Pendapatan dan Pola Pengeluaran Rumah Tangga Miskin Di Kabupaten Sorolangun. (Vol. 2. No 1). Bertham, Y. H., Ganefianti, D. W., Andani, A (2011). Peran Perempuan Dalam Perekonomian Keluarga Dengan Memanfaatkan Sumberdaya Pertanian. (Vol. 10. No. 1).Dessyanthy, R. (2012). Studi Kelangsungan Hidup Migran Wanita (Kasus Buruh Bangunan Wanita Di Kota Makassar. (Skripsi yang dipublikasikan) Universitas Hasanuddin Makasar, Indonesia.Dewi. D. A. L. (2015). Peran Ibu Rumah Tangga Dalam Perekonomian KeluargaStudi Kasus di Desa Gunem Kabupaten Rembang. (Volume 01, no. 01).Feriyanto, N. (2014). Ekonomi sumber daya manusia dalam perspektif Indonesia. UPPSTIM YKPN Yogyakarta.Hutabarat, T. H. (2006). Realitas Upah Buruh Industri. Medan: Kelompok Pelita Sejahtera.Hutajulu, J.S. (2002). Penelitian Tentang Motivasi Kerja Dan Kondisi Sosial Ekonomi Tenaga Kerja Wanita. Jakarta: Badan Litbang Departemen Dalam Negeri.Indonesia, Presiden Republik. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.Jaidi. N (2017). Analisis Pendapatan Petani Karet Di Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas. (Skripsi yang dipublikasikan), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak, Indonesia.Klevmarken,    N. A. (2004). Estimates of a Labour Supply Function Using Alternative Measures of Hours of Work. Discussion Paper No. 1035. Uppsala University and IZA Bonn, Germany. Kusuma, A. (2017). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan Rumah Tangga Di Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak. (Skripsi dipublikasikan), Universitas Tanjungpura Pontianak, Indonesia.Melati, R.D., Zaika, Y., & Budio, S.P. (2012). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pekerja Wanita pada Proyek Konstruksi di Kota Denpasar. Rekayasa Sipil, (vol. 5. No 2).Mutawakkil, M. H. (2014). Keadilan Islam Dalam Persoalan Gender.  (V0l. 12, No. 1)Nugroho, V. A. (2007). Hubungan Antara Status Gizi Dengan Produktivitas Tenaga Kerja Wanita Di PT. Java Tobacco Gembongan Kartasura (Skripsi yang dipublikasikan), Universitas Negri Semarang, Indonesia.Priminingtyas. D. N. (2007). Analisis Social Ekonomi Peranan Perempuan Pedesaan Di Dalam Keluarga Dan Masyarakat. (Vol. 7 No. 2).Puspitasari, M., puspitawati, H., Herawati, T., (2013) peran gender, kontribusi ekonomi perempuan, dan kesejahteraan keluarga petani hortikultura. (Vol. 6. No. 1).Handayani, M. T., Artini, P. W. N. (2009). Konstribusi pendapatan rumah ibu rumah tangga pembuat olahan makanan terhadap pendapatn keluarga. (Vol. 5. No. 1).Rosenbaum, E., Greta.  G. (1995). Mother’s Labor Force Participation in New York City: A Reappraisal of the Influence of Household Extension. Journal of Marriage and Family, (Vol. 57, No. 1).Rosita, S. (2008). Pengaruh Konflik Peran Ganda dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Dosen Wanita Di Fakultas Ekonomi Universitas Jambi. (Vol. 2 No. 02).Ryanne, J. D. (2015). Peran Ibu Rumah Tangga Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Memalui Home Industry Batik Di Dusun Karangkulon Desa Wukirsari Daerah Istimewa Yogyakarta (Skripsi yang dipublikasikan) Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia.Sabri, M. (2008). Ekonomi sumber Daya manusia dalam perspektif pembangunan. PT Raja Grafindo Persada Jakarta.Sabri, Mulyadi. (2014). Ekonomi sumber Daya manusia dalam perspektif pembangunan edisi revisi. PT Raja Grafindo Persada Jakarta.Siagian, P. (2002). Kiat meningkatkan produktivitas kerja. Jakarta: Rineka Cipta.Simamora, D. R. (2014) yang berjudul Analisis Motivasi Kerja Buruh Bangunan Perempuan Di Kabupaten Kubu Raya (Skripsi dipublikasikan) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak, Indonesia.Sugiyono (2014). Metode penelitian bisnis. Alfabeta Bandung.Sumarsih, N. (2010). Strategi Survive Buruh Bangunan Studi Kasus Buruh Bangunan Di Masyarakat Pegunungan Prambanan Dusun Mlakan Desa Sambirejo Kec. Prambanan Kab. Sleman Yogyakarta (Skripsi yang dipublikasikan) Doctoral Dissertation, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia.Teguh, M. (2005). Metodologi penelitian ekonomi teori dan aplikasi. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.Wihartati, A (2016). Kontribusi Pendapatan Pekerja Wanita Pedagang Sayur Terhadap Pendapatan Keluarga Di Kota Pontianak (Skripsi yang dipublikasikan) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak, Indonesia.Winardi. (2002). Motivasi Dan Pemotivasian Dalam Manajemen. Jakarta: PT Raja Grafindo persada.Zalmi. (2015). Analisis Pendapatan dan Pola Pengeluaran Rumah Tangga Nelayan Di Wilayah Sasak Ranah Pasisia Kabupaten Pasaman Barat. (vol. 3. No. 2).  
PENGARUH PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, INFLASI DAN TINGKAT UPAH TERHADAP PENANAMAN MODAL ASING DAN PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI DI INDONESIA B01110084, OMEGA PERKASA
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Inflasi dan Tingkat Upah terhadap Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode explanatory research dengan mengunakan data panel (cross section dan time series) melalui pendekatan fixed effect model. Observasi data sebanyak 165 pada 33 Provinsi di Indonesia selama periode 2008 sampai 2012. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Produk Domestik Regional Bruto berpengaruh positif dan tidak signinifikan, Inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan, dan Tingkat Upah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penanaman Modal Asing di Indonesia, sedangkan Produk Domestik Regional Bruto berpengaruh positif dan signifikan, Inflasi berpengaruh positif dan signifikan, dan Tingkat Upah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri di Indonesia. Kata Kunci : PMA,PMDN, produk domestik regional bruto, inflasi dan tingkat upah.
ANALISIS SUB SEKTOR PERTANIAN PADA PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN PONTIANAK TAHUN 2007-2011 B01106092, Putra Kurniawan
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Sub Sektor Pertanian Pada Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Pontianak Tahun 2007-2011. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pertumbuhan dan kontribusi sub sektor pertanian di Kabupaten Pontianak dari tahun 2007-2011 serta memetakan sub sektor pertanian Kabupaten Pontianak berdasarkan pertumbuhan dan kontribusinya. Data yang di gunakan adalah data sekunder yang bersifat time series (runtut waktu). Dalam penelitian ini digunakan model basis ekonomi yang tercermin pada analisis Location Quotient (LQ) yang dilengkapi dengan analisis Typologi Klasen yang berguna untuk mengetahui sektor dan sub sektor unggulan di Kabupaten Pontianak. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode Location Quotient, sub sektor yang memiliki indeks LQ lebih besar dari satu pada sektor pertanian adalah sub sektor Tanaman Bahan Makanan, Peternakan dan Hasilnya, Kehutanan dan Perikanan. Hasil metode analisis Typologi Klasen menggunakan dua komponen yaitu pertumbuhan dan kontribusi, sub sektor yang memiliki pertumbuhan tinggi dan kontribusi tinggi adalah sub sektor tanaman bahan makanan serta peternakan dan hasinya. Sub Sektor yang memberikan pertumbuhan rendah dan kontribusi rendah adalah sub sektor kehutanan dan perikanan. ABSTRACT This study entitled "Analysis of Agricultural Sub Sector In Gross Regional Domestic Product Pontianak regency Year 2007-2011". The purpose of this study was to analyze the growth and contribution of the agricultural sub sector in Pontianak regency from years 2007-2011 as well as mapping the agriculture sub sector Pontianak regency based growth and contribution. The data used are secondary data are time series (time series). This study used a model of economic base is reflected in the Location Quotient (LQ) equipped with Typologi Klasen analysis is useful to know the sectors and sub sectors featured in Pontianak regency. Based on the results of research using the Location Quotient, sub sectors have LQ greater than one in the agricultural sector is a sub sector of Food Crops, Livestock and results, Forestry and Fisheries. Results of analysis methods Typologi Klasen uses two components, namely growth and contribution, sub sectors that have high growth and high contribution is sub sectors of food crops as well as livestock and hasinya. Sub Sector which provides low growth and low contributions are forestry and fisheries sub sectors.
Pengaruh Pendapatan Terhadap Pola Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Tanjungpura Hutauruk, Keshya Hulda Sylvia
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pendapatan terhadap pola konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (FEB UNTAN) dan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi mahasiswa FEB UNTAN berdasarkan penerima beasiswa, jenis kelamin dan tempat tinggal. Pola konsumsi mahasiswa dibagi dalam dua kategori besar yaitu konsumsi makanan dan konsumsi nonmakanan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (kuesioner). Dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 312 responden. Analisis data menggunakan persamaan regresi sederhana dengan bantuan program Eviews dan uji beda rata-rata dengan bantuan program SPSS.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi makanan dan konsumsi nonmakanan mahasiswa FEB UNTAN secara individual. Pengeluaran untuk konsumsi nonmakanan lebih besar daripada konsumsi makanan. Rata-rata pengeluaran konsumsi mahasiswa penerima beasiswa lebih rendah daripada mahasiswa bukan penerima beasiswa. Rata-rata pengeluaran konsumsi mahasiswa  laki-laki lebih rendah daripada mahasiswa perempuan. Rata-rata pengeluaran konsumsi makanan mahasiswa kos lebih tinggi daripada mahasiswa yang tidak kos (tinggal bersama orang tua) sementara rata-rata pengeluaran konsumsi nonmakanan mahasiswa kos lebih rendah daripada mahasiswa yang tidak kos.  Kata Kunci: Pendapatan, Konsumsi, Mahasiswa.           RINGKASAN Pengaruh Pendapatan Terhadap Pola Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Tanjungpura  1)   Latar BelakangKebutuhan dasar atau kebutuhan pokok merupakan hal utama yang paling penting untuk dipenuhi dalam melakukan kegiatan konsumsi. Seiring dengan perkembangan zaman dan peningkatan pendapatan yang diterima masyarakat, kebutuhan pun terus berkembang. Masyarakat tidak sekadar dituntut untuk memenuhi kebutuhan pokoknya saja, tetapi juga menyangkut kebutuhan lainnya seperti kebutuhan kesehatan, pendidikan, transportasi, komunikasi dan lain sebagainya. Mahasiswa sama halnya dengan masyarakat atau rumah tangga, juga melakukan aktivitas ekonomi sehari-hari termasuk konsumsi. Pendapatan mahasiswa berasal dari uang saku dan beasiswa (jika menerima beasiswa) yang selanjutnya digunakan oleh mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan mereka. Secara garis besar konsumsi mahasiswa dapat dikelompokkan dalam 2 kategori besar, yaitu konsumsi makanan dan nonmakanan. 2)   PermasalahanMahasiswa mudah terpengaruh untuk memenuhi gaya hidup yang tinggi, demikian juga pada mahasiswa FEB UNTAN. Gaya hidup yang tinggi mendorong mahasiswa untuk mengutamakan pemenuhan keinginan bukan kebutuhan pokok sehingga cenderung konsumtif. Gaya hidup mahasiswa yang cenderung konsumtif dapat menimbulkan masalah seperti memaksakan diri untuk membeli suatu barang/ jasa di luar kemampuan mereka. 3)   Tujuan Penelitian1.    Untuk menguji dan menganalisis pengaruh pendapatan terhadap konsumsi makanan mahasiswa FEB UNTAN.2.    Untuk menguji dan menganalisis pengaruh pendapatan terhadap konsumsi nonmakanan mahasiswa FEB UNTAN.3.    Untuk menguji dan menganalisis perbedaan pola konsumsi mahasiswa FEB UNTAN berdasarkan penerima beasiswa.4.    Untuk menguji dan menganalisis perbedaan pola konsumsi mahasiswa FEB UNTAN berdasarkan jenis kelamin.5.    Untuk menguji dan menganalisis perbedaan pola konsumsi mahasiswa FEB UNTAN berdasarkan tempat tinggal antara mahasiswa kos/ kontrak dengan mahasiswa tidak kos (tinggal bersama orang tua).    4)   Metode Penelitian          Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif karena variabel bebas dan variabel terikat berupa angka dan dianalisis berdasarkan analisis statistik untuk mendapatkan suatu informasi ilmiah dibalik angka tersebut. Penelitian ini menggunakan 2 sumber data yaitu data sekunder yang diperoleh dari Kasubag Akademik FEB UNTAN dan data primer yang diperoleh dari kuesioner yang diajukan pada mahasiswa FEB UNTAN. 5)   Hasil dan Pembahasan          Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi makanan mahasiswa FEB UNTAN. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien pendapatan (b) bertanda positif yaitu sebesar 1,042 dan p-value kurang dari tingkat signifikansi (0,000 < 0,05).          Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi nonmakanan mahasiswa FEB UNTAN. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien pendapatan (b) bertanda positif yaitu sebesar 1,001 dan p-value kurang dari tingkat signifikansi (0,000 < 0,05).Ada perbedaan konsumsi makanan dan nonmakanan antara mahasiswa penerima beasiswa dengan bukan penerima beasiswa, mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan dan mahasiswa yang kos dengan tidak kos. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Sig. (2-tailed) yang lebih kecil dari tingkat signifikansi. 6)   Kesimpulan dan RekomendasiKesimpulan:          Semakin tinggi pendapatan mahasiswa maka akan semakin tinggi pula konsumsi makanan dan konsumsi nonmakanan mahasiswa tersebut. Pengeluaran konsumsi makanan mahasiswa FEB UNTAN 71,08% dipengaruhi oleh pendapatan, sisanya 28,92% dipengaruhi oleh variabel bebas lain yang tidak diteliti. Sedangkan pengeluaran konsumsi nonmakanan mahasiswa FEB UNTAN 81,84% dipengaruhi oleh pendapatan, sisanya 18,16%  dipengaruhi oleh variabel bebas lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendapatan mahasiswa lebih besar digunakan untuk konsumsi nonmakanan daripada konsumsi makanan.     Rekomendasi:          Bagi mahasiswa, hendaknya menerapkan pembelajaran ekonomi yang telah diajarkan dengan memperhatikan tingkat prioritas kebutuhan agar membeli produk yang mempunyai nilai guna dalam jangka panjang atau berkelanjutan sehingga tidak konsumtif.          Bagi para peneliti lain yang ingin meneliti mengenai pola konsumsi dapat menambah atau menggunakan variabel lain yang belum digunakan dalam penelitian ini seperti lama menempuh kuliah dan variabel lainnya yang memberi pengaruh dominan terhadap konsumsi mahasiswa. Kemudian menambah atau menggunakan teori-teori konsumsi yang belum diaplikasikan pada penelitian ini seperti teori konsumsi oleh Heinrich Gossen, teori konsumsi oleh Irving Fisher dan teori lainnya yang berkaitan dengan konsumsi. DAFTAR PUSTAKA Andriani, N., Suandi., & Malik, A. (2014). Analisis Pendapatan Usahatani Petani Karet dan Konsumsi Pangan Rumah Tangganya di Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo. Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis. ISSN 1412-8241 Vol. 17, No. 1. Azwar, S. (2012). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Badan Pusat Statistik Kota Pontianak. (2018). Kota Pontianak dalam Angka (Pontianak Municipality in Figures) 2018. ISSN: 0215-6881. Bhakti, A. (2015). Estimasi Fungsi Konsumsi Pangan dan Non Pangan Penduduk Perkotaan Propinsi Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Sosial Budaya & Ekonomi (TINGKAP). Vol. 11, No. 2. Dumairy. (1996). Perekonomian Indonesia. Yogyakarta: Erlangga. Gujarati, D. (2000). Ekonometrika Dasar. Jakarta: Ghalia Indonesia. Gujarati, D. (2006). Ekonometrika Dasar. Terjemahan Sumarno Zain. Jakarta: Erlangga. Hanum, N. (2017). Analisis Pengaruh Pendapatan Terhadap Perilaku Konsumsi Mahasiswa Universitas Samudra di Kota Langsa. Jurnal Samudra Ekonomika. Vol. 1, No. 2. Iskandar. (2016). Implementasi Teori Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow Terhadap Peningkatan Kinerja Pustakawan. Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Khizanah Al-Hikmah. Vol. 4, No. 1. Jumhur., & Indah, D., N., K. (2018). Struktur Usia Penduduk dan Implikasinya terhadap Tabungan di Indonesia. Prosiding SATIESP 2018 FEB Universitas Tanjungpura. Kuncoro, M. (2003). Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta: Erlangga. Laily, N., & Pristyadi, B. (2003). Teori Ekonomi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Lipsey, R. G. (1997). Pengantar Mikro Ekonomi, Jilid 1 Terjemahan A. Jaka Wasana. Jakarta: Binarupa Aksara. Lutfiah, U., Yohanes H. S., & Lisa, R. (2015). Pengaruh Jumlah Uang Saku dan Kontrol Diri terhadap Pola Konsumsi Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Jurnal Pembangunan Ekonomi (JPE). Vol. 8, No. 1. Mankiw, N. Gregory. (2006). Makroekonomi edisi keenam. Jakarta: Erlangga. Nababan, S. S. M. (2013). Pendapatan dan Jumlah Tanggungan Pengaruhnya Terhadap Pola Konsumsi PNS Dosen dan Tenaga Kependidikan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (EMBA). ISSN 2303-1174.  Vol. 1, No. 4. Oktavianti, H., & Zakik. (2017). Perilaku Konsumsi Rumah Tangga dan Pengaruhnya Terhadap Kebijakan Makro Ekonomi Kabupaten Bangkalan. Jurnal Media Trend. Vol. 12, No. 1. Prasetyo, P. E. (2001). Fundamental Makro Ekonomi. Yogyakarta: Beta offset. Reksoprayitno, S. (1992). Ekonomi Makro (Analisis IS-LM dan Permintaan Penawaran Agregatif). Yogyakarta: UNY Press. Reksoprayitno, S. (2000). Ekonomi Makro Edisi Millennium. Yogyakarta: BPFE. Riadhah, C. A., & Rachmatan, R. (2016).  Perbedaan Konsumsi Hedonis pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Ditinjau dari Jenis Kelamin dan Asal Fakultas. Jurnal Ilmiah Psikologi. Vol. 3, No. 2. Rohman, A. A., & Widjaja, S. U. M. (2018). Analisis Perilaku Konsumtif dan Perilaku Menabung Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi  di Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2014. Jurnal Pembangunan Ekonomi (JPE). ISSN: 0216-7085. Vol . 11,  No. 2. Sukirno, S. (2011). Makroekonomi (Teori Pengantar) Edisi 3. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Suryati, D. (2017). Pola Konsumsi Pangan dan Non Pangan Rumah Tangga Muslim Kaya dan Rumah Tangga Muslim Miskin di Kota Bima. Jurnal Ganec Swara. Vol. 11, No. 1. Sari, E., & Rina, D. Pendekatan Hierarki Abraham Maslow Pada Prestasi Kerja Karyawan PT. Madubaru (PG Madukismo) Yogyakarta. Jurnal Perilaku dan Strategi Bisnis (JPSB). Vol. 6,  No. 1. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi dan R & D). Bandung: Alfabeta. Sujarweni, V. W. (2014). SPSS Untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Supriyanto. (2009). Metodologi Riset Bisnis. Jakarta: PT Indeks. 
PENGARUH INFLASI, KURS RUPIAH PADA DOLLAR TERHADAP PERMINTAAN JASA UMROH DI PONTIANAK B01111053, Rafino
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAda fenomena yang menarik baru-baru ini bahwa permintaan layanan umroh meningkat secara signifikan. Peningkatan ini disebabkan oleh daftar tunggu untuk keberangkatan haji yang telah menunggu beberapa tahun kemudian untuk mengambil tempat. Ini membuat masyarakat mengambil alternatif umroh pertama yang tidak harus menunggu terlalu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat inflasi dan kurs rupiah pada dolar terhadap permintaan umroh di Pontianak periode 2013-2017.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode dan analisis regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat inflasi berpengaruh positif signifikan terhadap permintaan umroh di pontianak, hasil ini tidak sesuai dengan teori dimana inflasi mempunyai hubungan negatif terhadap permintaan. Sedangkan kurs berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap permintaan umroh di pontianak, ini disebabkan karena pada prakteknya biaya umroh sudah ditetapkan dalam berbentuk paket sebelum keberangkatan dimana biro travel sudah melakukan pemesanan baik itu tiket pesawat maupun penginapan jauh sebelum keberangkatan sehingga tidak terpengaruh terhadap kenaikan kurs. Kata Kunci: Permintaan Umroh, Tingkat Inflasi, Kurs Rupiah pada Dollar  DAFTAR PUSTAKA Arif, M.N.R.A. 2010. Teori Makroekonomi Islam. Jakarta: AlfabetaNachrowi, D., & Hardius, U. 2006. Pendekatan Populer dan Praktis EKONOMETRIKA Untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan.  Jakarta: FEUIFakhrudin. 2008. Manasik Haji dan Umroh. Surabaya: PT Pustaka Tiga.Fandi ,T. 1997. Strategi Pemasaran. Yogyakarta:Penerbit AndiGhozali, I. 2001. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro.Gujarati, D & Zain, S. 2006. Ekonometrika Dasar. Jakarta:ErlanggaGujarati, D. 2003. Basic Econometrica. New York: The Mc.Graw Hill Company, inc.Hadi, A. 2006.  Indonesia  dan  Problema. Jakarta: Tunggal Samudera.Insukindro. 1993. Ekonomi Uang dan Bank. Yogyakarta: BPFE UGMJuanda, B & Junaidi. 2012. Ekonometrika Deret Waktu: Teori dan Aplikasi. IPB Press. BogorKarim, A.A. 2007. Ekonomi Mikro Islami. Edisi Ketiga. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.Karim, A.A. 2010. Ekonomi Makro Islami .Edisi Kedua. Jakarta:PT Raja GrafindoPersada.Karim, A.A. 2011. Analisis Fiqh dan Keuangan ed. Keempat.  Jakarta: Raja Grafindo PersadaKotler, P., & Amstrong. 2001. Prinsip-Prinsip Manajemen, terj. Damos Shiombing.  Jakarta: ErlanggaMarius, P.  1999.  Dasar-Dasar Pemasaran. Cetakan Pertama. Jakarta.Mas’adi, A.G. 2002. Fiqh Muamalah Konstektual. Jakarta: PT Raja Grafindo.Nanga, M. 2001. Makroekonomi:Teori, Masalah dan Kebijakan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.Payne, A. 2000.  Pemasaran Jasa. Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta.Pracoyo, T. K., & Antyo. 2007. Aspek Dasar Ekonomi Makro di Indonesia Seri Pertama. Jakarta: GrasindoRahardja, P., & Manurung, M. 2004. Pengantar Makroekonomi. Jakrta: LPFE-UIRochim, M. 2011.  Bimbingan Umroh dan Haji Lengkap. Jakarta: Penerbit Erlangga. Sutar. 2006. Tuntunan Praktis Ibadah Haji dan Umroh.  Surabaya:  Penerbit dan Percetakan Offset Indah.Sukirno, S. 2007. Makro Ekonomi Modern.  Jakarta: Raja Grafindo Persada.Widarjono, A. 2007.  Ekonometrika: Teori dan Aplikasi Untuk Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: Enkonsia FE UIIwww.bi.go.idwww.bps.go.id
Analisis Pengaruh Tingkat Upah Dan Pendidikan Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Unggulan Di Kalimantan Barat B01110113, Sinta Sukmawati
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas pada dasarnya merupakan efektivitas faktor input dalam menghasilkan output. Peningkatan jumlah tenaga kerja yang tidak disertai dengan peningkatan kinerja pekerja tersebut akan mempengaruhi proses produksi dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini berusaha menganalisis pengaruh tingkat upah dan pendidikan terhadap produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan Barat periode 2003-2012. Untuk menjawab tujuan pertama yaitu menganalisis pengaruh tingkat upah terhadap produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan  Barat, digunakan alat analisis Regresi Linear Sederhana. Sedangkan untuk menjawab tujuan kedua yaitu menganalis pengaruh tingkat pendidikan terhadap produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan Barat, digunakan analisis deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari BPS Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian mengungkapkan tingkat upah berpengaruh positif terhadap produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan Barat. Tingkat upah memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Secara individu variabel pendidikan memiliki hubungan yang negatif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan Barat.Secara bersama-sama (simultan) Upah Minimum Provinsi, pendidikan yang dilihat berdasarkan Tingkat Pendidikan Rendah (TPR) dan Tingkat Pendidikan Tinggi (TPT) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan Barat. Dari hasil analisis dapat disimpulkan semakin besar Upah Minimum Provinsi, Tingkat Pendidikan Rendah (TPR) dan Tingkat Pendidikan Tinggi (TPT) yang diberikan dan di miliki oleh tenaga kerja, maka akan semakin besar pula tingkat produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan Barat yang akan diperoleh. Kata Kunci : Tingkat Upah, Pendidikan, Produktivitas Tenaga Kerja, Sektor Unggulan.
ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL KARYAWAN FRONTLINER PADA PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk. CABANG PONTIANAK B31109048, Serianty
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perekonomian di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dari waktu ke waktu seiring dengan era globalisasi ekonomi yang dihadapi masyarakat dunia. Perusahaan yang siap berkompetisi hendaknya memiliki manajemen yang efektif. Agar tercipta manajemen yang efektif, diperlukan adanya dukungan karyawan yang kompeten di bidangnya dan memiliki komitmen terhadap perusahaan. Salah satu faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi adalah kepuasan kerja karyawan. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa sangat berkepentingan dalam membina karyawannya karena keberhasilan perusahaan jasa dalam mencapai tujuan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan karyawannya dalam memberikan pelayanan. Apabila karyawan frontliner PT Bank Central Asia, Tbk Cabang Pontianak memiliki kepuasan kerja, maka karyawan tersebut akan lebih memiliki komitmen yang lebih besar pula terhadap perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional karyawan frontliner pada PT Bank Central Asia, Tbk. Cabang Pontianak. Penelitian ini menggunakan data kuesioner yang telah diisi responden. Seluruh populasi karyawan frontliner PT Bank Central Asia, Tbk. Cabang Pontianak menjadi sampel dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS Hasil penelitian membuktikan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi dengan tingkat keyakinan 95%. Besarnya tingkat keeratan hubungan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi karyawan frontliner PT Bank Central Asia, Tbk. Cabang Pontianak adalah sebesar 0,412. Kata kunci: kepuasan kerja, komitmen organisasional
Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Pada Bidang Imfrastruktur Dan Bidang Ekonomi Di Kalimantan Barat Tahun 2011-2017 saputri, tiara
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Pengeluaran pemerintah bidang infrastruktur dan ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi. Pembangunan berkelanjutan menjadi fokus utama pada beberapa derah di Indonesia saat ini. Setiap daerah memiliki tujian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya.penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kajian empiris terhadap pengeluaran pemerintah bidang infrastruktur dan ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat yang terdiri dari 14 Kabupaten/Kota untuk membuktikan apakah terjadi pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 sampai 2017. Data yang digunakan diambil dari Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan Republik Indonesia.            Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data sekunder yang digunakan ialah data panel. Menggunakan metode analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi data panel teknik Pooled Least Square (PLS) dan menggunakan aplikasi eviews 9. Hasil dari penelitian bidang infrastruktur berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu sebesar 0.483491 dan pengeluaran pemerintah bidang ekonomi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu sebesar -0.517839. Kata Kunci : infrastruktur, ekonomi, industri, dan pertumbuhan ekonomi  RINGKASANPENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH BIDANG INFRASTRUKTUR DAN BIDANG EKONOMI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2011-20171.      Latar BelakangDalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, pengeluaran pemerintah untuk membangun sarana dan prasarana yang memadai seperti jalan, pelabuhan, dan bandara (infrastruktur) yang pada umumnya menjadi kebutuhan paling penting untuk mendorong kelancaran perekonomian daerah dan pendistribusian barang dan jasa. Ketika infrastruktur daerah baik maka akan mendorong industri-industri daerah menjadi semakin berkembang, dengan adanya perkembangan industri di daerah dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi meningkat sehingga lama kelamaan daerah tersebut dapat mandiri untuk membangun perekonomian daerahnya.2.      PermasalahanApakah pengeluaran pemerintah pada bidang infrastruktur berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat?Apakah pengeluaran pemerintah pada bidang ekonomi berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat3.      Tujuan PenelitianTujuan penelitian yang akan dicapai adalah untuk mengetahui apakah dengan adanya gencaran pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dengan mengembangkan infrastruktur disetiap daerah dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah dengan pemerintah menambah pengeluarannya pada bidang ekonomi khususnya industri akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.4.      Metode PenelitianBentuk penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dengan menggunakan data sekunder  dengan periode observasi 2011-2017. Data yang digunakan bersumber dari Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan Republik Indonesia. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda data panel dengan model regresi Fixed Effect. Data diolah dengan menggunakan Eviews 9.5.      Hasil dan PembahasanHasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah bidang infrastruktur berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu sebesar 0.483491 dan pengeluaran pemerintah bidang ekonomi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu sebesar -0.517839.  6.      Kesimpulan dan SaranKesimpulanPengaruh pengeluaran pemerintah bidang infrastruktur berpengaruh positif dan tidak signifikan dan pengeluaran pemerintah bidang ekonomi berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Sehingga kedua variabel tersebut tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.SaranPembangunan yang dilakukan harus memperlihatkan kesesuaian untuk membangun infratsruktur dan industri agar pembangunan yang dilakukan tepat sasaran dan sesuai dengan yang dibutuhkan. DAFTAR PUSTAKAAfiat, N. M. (2015). Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Perubahan Struktur Ekonomi Di Provinsi Sulawesi Tenggara. Vol.XVI Desember 2015. Jakarta: JEPArifin, I., & Wagiana, H. G. (2007). Membuka Cakrawala Ekonomi. Bandung:PT. Setia Purna InvesAristono. (2018). Pembangunan Kalbar Tidak Merata. Diakses dari https://www.pontianakpost.co.id/pembangunan-kalbar-tidak-merataAristono. (2017). Percepat Kawasan Industri Landak Dan Ketapang. Diakses dari https://www.pontianakpost.co.id/percepat-kawasan-industri-landak-dan-ketapangBachtiar, R. R. (2015). Lahan Jadi Masalah Pembangunan Kawasan Industri. Diakses dari https://www.antaranews.com/berita/489834/lahan-jadi-masalah-pengembangan-kawasan-industriBoediono. (1999). Teori Pertumbuhan Ekonomi, Yogyakarta: Penerbit STIE YKPN.Badan Pusat Statistik, 2011. Kalimantan Barat Dalam Angka 2011. Pontianak: Badan Pusat Statistik.            ------,2015.       Kalimantan Barat Dalam Angka 2015. Pontianak: BPS            ------,2016.       Kalimantan Barat Dalam Angka 2016. Pontianak: BPS            ------,2017.       Kalimantan Barat Dalam Angka 2017. Pontianak: BPS            ------,2018.       Kalimantan Barat Dalam Angka 2018. Pontianak: BPSDirektorat Jendral Perimbangan Keuangan RI. (2018).Dokumen Realisasi APBD Provisi Kalimantan Barat Tahun 2011-2017. Http://www.djpk.kemenkeu.go.id/ diakses pada 10 Oktober 2018.Dumairy. (1997). Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga.Fauzi, Y. (2016). Menperin Ungkap Banyak Kendala Bangun Kawasan Industri. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161222152908-92-181555/menperin-ungkap-banyak-kendala-bangun-kawasan-industriFriawan, D. (2008). Kondisi Pembangunan Infrastruktur di Indonesia. CSIS Vol.37.No.2 Juni 2008. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.Haryanto, P. T. (2013). Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaen/ Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2007-2011. Economics Development Analysis Journal. Volume 2 No. 3 Agustus 2013.Idris, A. (2018). Ekonomi Publik. Yogyakata:deepublish https://books.google.co.id/books?id=cmRoDwAAQBAJ&printsec=frontcover& =id&source=gbs_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false. Diakses pada 12 Febuari2019.Kamisah. (2017). Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Daerah Sektor Pendidikan,Kesehatan, dan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Vol.6,No.3. Garuda. PontianakKemenperin. (2012). Rencana Strategis Kementrian Perindustrian Tahun 2010-2014. Http://www.kemenperin.go.id/2012/p01d06-wone.html. Artikel diakses pada 5 Febuari 2019.Keusuma, C. N., & Suriani. (2015). Pengaruh Pembangunan Dasar Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia. Vol.4,No.1 Mei 2015. Banda Aceh: Banda AcehMangkoesoebroto, G. (2013). Ekonomi Publik. Yogyakarta :BPFEManurung, H. A. (2012). Model Data Panel. Vol III,No.2 Juli 2012. Jakarta: Jurnal Ekonomi dan BisnisPrabowo, D. (2019). Dampak Pembangunan Infrastruktur Tak Bisa Langsung Dirasakan. Diakses dari https://properti.kompas.com/read/2019/04/13/212646721/dampak-pembangunan-infrastruktur-tak-bisa-langsung-dirasakan.Prasetyo, P. E. (2009). Fundamental Makro Ekonomi. Yogyakarta: Beta OffsetPriadana, M. S., & Saludin, M. (2009). Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.Putri, P. I. (2014). Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja, Belanja Modal, Dan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pulau Jawa. ISSN 1979-715X. Purwokerto:JejakSumadiasa, I. K, T., Ni, M., & I G.A.P. Wirathi. (2016). .Analisis Pengaruh Pembangunan Infrastuktur Jalan, Listrik, Dan PMA Terhadap Pertumbuhan PDRB Provinsi Bali Tahun 1993-2014. ISSN:2302-0178 Juli 2016. BaliSuparno, H. (2014). Pengaruh Pengeluaran pemerintah Sektor Pendidikan, Kesehatan, Dan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Peningkatan Pembangunan Manusia di Provinsi Kalimantan Timur. Vol.2,No.1 Januari 2014. Kalimantan Timur:Kalimantan TimurSuprapto, R. (2015). Analisis Pengaruh Tenaga Kerja Dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Sektor Industri. ISBN 978-602-73690-3-0. Yogyakarta:YogyakartaSuprayitno, B. (2012). Privatisasi Jalan Tol Sebagai Solusi Dalam Memepercepat Terwujudnya Infrastruktur Jalan Tol Yang Memadai Di Indonesia. Vol.8, No.1, April 2012. Yogyakarta:YogyakartaSukirno, S. (2000). Makroekonomi Modern. Jakarta:PT. Rajagratindo PersadaSukirno, S. (2004). Pengantar Teori Makro Eko­nomi, Edisi Kedua. Jakarta:Penerbit Erlangga.Suryana. (2000). Ekonomi Pembangunan, Problema­tika, dan Pendekatan. Jakarta:Salemba Empat.Todaro, M.P., & Smith S.C. (2006). Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.Yacoub, Y., & Salahudin. H. (2013). Pengaruh Alokasi Anggaran Pendidikan, Kesehatan Dan Infrastruktur Jalan Desa Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Sekadau. Vol.1,No.1. Pontianak:Garuda.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEDAGANG SEKTOR INFORMAL DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA KOTA PONTIANAK B21111072, PERIADI
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dengan judul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pedagang Sektor Informal di Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak”. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pedagang sektor informal di Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif bentuk kausal, dan alat analisis data menggunakan SPSS. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 50 Pedagang Sektor Informal dengan menggunakan metode wawancara langsung. Dari analisis kuantitatif bentuk parsial didapatkan hasil dari uji F diperoleh nilai sig F sebesar 0,000 kurang dari 0,05 sehingga secara serempak menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen (tingkat pendidikan, jumlah tenaga kerja, dan lama usaha pedagan) terhadap variabel dependen (kinerja pedagang sektor informal) di Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak. Sedangkan dari hasil uji T di peroleh hasil bahwa vaiabel tingkat pendidikan, variabel jumlah tenaga kerja dan variabel lama usaha pedagang berpengaruh signifikan terhadap kinerja pedagang sektor informal di Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak. Nilai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,23, dengan demikian variabel tingkat pendidikan, jumlah tenaga kerja, dan lama usaha secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel kinerja pedagang sektor informal di Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak. Data tersebut menunjukan bahwa variabel bebas mampu menjelaskan presentase sumbangan terhadap naik turun besarnya kinerja pedagang 23%, sedangkan sisanya 77% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini.   Kata Kunci: Tingkat Pendidikan, Jumlah Tenaga Kerja, Dan Lama Usaha    Pedagan, dan Kinerja Pedagang Sektor Informal.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUNGGAKAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA MUNGGUK KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU Wahyudi B21110012, Abang Muhamad
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tunggakan Pembayaran Pajak Bumi Dan Bangunan di Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau”. Permasalahan dalam penelitian ini “banyaknya wajib pajak yang tidak membayar pajak bumi dan bangunan di desa mungguk kecamatan sekadau hilir, hal ini disebabkan karena wajib pajak kurang menyadari pentingnya arti pajak bagi pembangunan. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tunggakan pembayaran pajak bumi dan bangunan di dea mungguk kecamatan sekadau hilir. Pajak merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan nasional dalam rangka peningktan kesejahteraan masyarakat, berkaitan dengan hal tersebut pentingnya pengelolaan pajak menjadi pioritas bagi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung probabilitas yang menunggak serta klarifikasi faktor-faktor yang mempenggaruhi tunggakan tersebut dengan pendekatan regresi logit. Sehingga dapat ditentukan faktor mana yang probabilitas tinggi untuk menunggak. Metode dasar  penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif. Daerah yang diambil secara sengaja, yaitu kabupaten sekadau khususnya desa mungguk kecamatan sekadau hilir. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wajib pajak desa mungguk. Data yang digunakan berupa hasil kuesioner yang disebarkandidesa mungguk kecamatan sekadau hilir kabupaten sekadau.   Hasil penelitian menunjukan bahwa secara persial perubahan pendidikan wajib pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap tunggakan wajib pajak dalam pembayaran PBB, Pendapatan wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap tunggakan wajib pajak dalam membayar PBB, kemanfaatan wajib pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap tunggakan wajib pajak dalam membayar PBB, kemudahan wajib pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap tunggakan wajib pajak dalam membayar PBB dan hasil regresi model ini nilai LR Statistik menunjukan bahwa secara serempak keempat variabel independen mempengaruhi variabel dependen.   Kata kunci : Pendidikan, Pendapatan, Kemanfaatan, Kemudahan, Tunggakkan Pajak

Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi More Issue