cover
Contact Name
Lut Dora
Contact Email
info@sttkalvari.ac.id
Phone
+6285398639223
Journal Mail Official
info@sttkalvari.ac.id
Editorial Address
Perum Banua Asri 1 Blok O,, Buha, Kec. Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 27989860     EISSN : 27989771     DOI : 10.53814
Core Subject : Religion, Education,
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan Nomor ISSN: 2798-9771 (Online), 2798-9860 (Print). Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado yaitu Bulan Januari dan Juli. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ELEOS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Agama Kristen
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2022): Januari 2022" : 7 Documents clear
Polemik Memakan Darah: Studi Kasus dalam Sidang di Yerusalem Walean, Jefrie
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.508 KB) | DOI: 10.53814/eleos.v1i2.6

Abstract

Abstract: This study aims to find answers to the controversy about halal and haram eating blood based on investigations in the trial in Jerusalem. The polemic of eating blood has become a theological controversy among Christians from time to time. Controversy due to differences of opinion because it has a background of diverse theological assumptions. This polemic can actually be resolved if the relational perception is a win-win solution. Is in today's life the prohibition on eating blood in the Old Testament still applies and is it still a disaster for mankind? This study uses a qualitative method with library research and analysis using the principles of hermeneutic interpretation. This study concludes that the doctrinal culmination point related to the blood-eating polemic is one of the factors that breaks relations between Christian groups so that it becomes an interesting "hot" issue.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jawaban kontroversi tentang halal dan haram makan darah berdasarkan penelusuran dalam sidang di Yerusalem. Polemik makan darah telah menjadi kotroversi teologis dikalangan Kristen dari masa ke masa. Kontroversi akibat perbedaan pendapat karena memiliki latar belakang asumsi teologis yang beragam. Polemik ini sejatinya dapat diselesaikan jika persepsi relasional yang bersifat win-win solution. Apakah dalam kehidupan sekarang larangan memakan darah dalam Perjanjian Lama masih berlaku dan masih masih merupakan suatu kebinasaan bagi umat manusia? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan riset pustaka dan analisa menggunakan prinsip-prinsip penafsiran hermeneutik. Penelitian ini menyimpulan titik kulminasi doktrinal terkait polemik makan darah menjadi salah satu pemecah hubungan antar golongan orang Kristen sehingga menjadi isu yang menarik.
Kajian Tipologi Yunus di Perut Ikan dan Yesus di Perut Bumi sebagai Antitipe Setiawan, Markus; Sunyono, Jawa Agriani; Rimun, Robinson; Purba, Jhon Leonardo Presley
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.109 KB) | DOI: 10.53814/eleos.v1i2.7

Abstract

Abstract: The prophet Jonah is a typology of Jesus Christ himself as Jesus revealed to the Pharisees. Therefore there are some similarities between Jonah and Jesus but there are also differences where Jesus is the antitype of Jonah. Through a descriptive qualitative approach with a literature study method, this paper aims to study the typology of the event that Jonah stayed in the belly of a fish for three days as a type in the Old Testament which describes the event of the fulfillment of the prophecy of the redemption of Jesus Christ as an antitype in the New Testament. The conclusion of this study is that Jonah was in the belly of a huge fish for three days, which is a picture of Jesus to state the events of His death for three days in the heart of the earth. From the perspective of language equivalent Yunus is a typology that functions as an antitype to Jesus, where Jonah did not actually die physically but Jesus actually died physically and then came back to life, Yunus is a prophet while Jesus is the Son of God himself who has more authority from Jonah, Jonah's proclamation of God's salvation to the inhabitants of Nineveh occurred only once while Jesus Christ's preaching of salvation for mankind occurred until now and in the future, Jonah is not like Jesus because Jonah fled from God's calling and work, while Jesus from the beginning accepted God's mission for the salvation of mankind. But there are also similarities in the revelation of salvation, where through Jonah salvation was revealed to the repentant people of Nineveh and through Jesus salvation was revealed to all repentant mankind.Abstrak: Nabi Yunus merupakan tipologi dari Yesus Kristus sendiri sebagaimana yang dinyatakan Yesus kepada orang-orang Farisi. Karenanya terdapat beberapa kesamaan antara Yunus dengan Yesus namun terdapat juga perbedaan dimana Yesus menjadi antitipe dari Yunus. Melalui pendekatan kualitatif desktiptif dengan metode studi literature, paper bertujuan melakukan kajian tipologi peristiwa Yunus tinggal dalam perut ikan selama tiga hari sebagai tipe dalam Perjanjian Lama yang menggambarkan peristiwa penggenapan nubuatan akan karya penebusan Yesus Kristus sebagai antitipe di dalam Perjanjian Baru. Kesimpulan penelitian ini adalah Yunus berada dalam perut ikan besar selama tiga hari merupakan gambaran Yesus untuk menyatakan peristiwa kematianNya selama tiga hari di perut bumi. Dari perspektif language equivalent Yunus merupakan tipologi yang berfungsi sebagai antitipe terhadap Yesus, dimana Yunus tidak benar-benar mati secara fisik tapi Yesus benar-benar mati secara fisik dan kemudian hidup kembali, Yunus adalah seorang nabi sedangkan Yesus adalah Anak Allah sendiri yang memiliki otoritas lebih dari Yunus, pemberitaan Yunus akan keselamatan Tuhan kepada penduduk Niniwe terjadi hanya sekali sedangkan pemberitaan Yesus Kristus akan keselamatan bagi umat manusia terjadi hingga saat ini dan yang akan datang, Yunus tidak sama seperti Yesus karena Yunus melarikan diri dari panggilan dan pekerjaan Allah, sedangkan Yesus sejak awal menerima tugas misi Allah untuk keselamatan manusia. Namun terdapat juga kesamaan dalam penyataan keselamatan, dimana melalui Yunus keselamatan dinyatakan kepada penduduk Niniwe yang bertobat dan melalui Yesus keselamatan dinyatakan kepada seluruh umat manusia yang bertobat.
Pengaruh Pemahaman Tenaga Kependidikan tentang Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional terhadap Kinerja Guru Lembaga Pendidikan Kristiani Baruno, Yosep Heristyo Endro; Kuntari J, Valentina Dwi
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.67 KB) | DOI: 10.53814/eleos.v1i2.8

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effect of education personnel's understanding of the National Education System Act on teacher performance. This research was conducted at the Christian Education Institute, precisely at Solomon 3 Junior High School and at Pringsurat Catholic Elementary School, Temanggung, Central Java. The method used in this study is a quantitative correlation research method, where the sample in this study is the education staff in each of these schools, totaling 56 people. The research instrument used was a questionnaire, while the data analysis technique used normality test, homogeneity test, linearity test and Pearson Bivariate correlation test. The final results of this study are: the understanding of education personnel about the National Education System Act has a significant effect on teacher performance.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman tenaga kependidikan tentang Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional terhadap kinerja guru. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pendidikan Kristiani tepatnya di Sekolah Menengah Pertama Salomo 3 dan di Sekolah Dasar Katolik Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif korelasional, dimana sampel dalam penelitian ini adalah para tenaga kependidikan di masing-masing sekolah tersebut yang berjumlah 56 orang. Instrumen penelitian yang dipakai menggunakan angket, sedangkan tehnik analisis datanya menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji linearitas dan uji korelasi Bivariat Pearson. Hasil akhir penelitian ini adalah: pemahaman tenaga kependidikan tentang Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru.
Konsep Pisah Ranjang dalam Sifat tak-terputuskan Perkawinan Katolik: Analisis Kanon 1151-1155 Adon, Mathias; Dominggus, Hyronimus
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.248 KB) | DOI: 10.53814/eleos.v1i2.9

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to examine the meaning of "separate bed" in the concept of the unbreakable nature of a Catholic marriage. The Catholic Church in essence highly values ​​the essential nature of marriage, which is one and indivisible. This also emphasizes that the Catholic Church does not want a divorce. The church only recognizes "bed separation" in the context of husband and wife who want to separate. The Code of Canon Law (Can. 1151-1155) is very clear and detailed what this “bed separation” means. In addition, "separate bed" is an opportunity for husband and wife who are separated to introspect each other. This research was conducted using a library research method which is descriptive in a Catholic Church Law perspective. From this research, We found the basic point of what the meaning of “separation of bed” in the Catholic Church is that distinguishes it from the road to divorce. In other words, separation in the Catholic Church will not eliminate the unbreakable nature of marriage, unless death separates it.Abstrak: Penelitian studi ini memiliki tujuan menelaah makna “pisah ranjang” dalam konsep sifat tak-terputuskannya Perkawinan Katolik. Gereja Katolik pada intinya sangat menghargai sifat hakiki dalam perkawinan yakni satu dan tak-terputuskan. Hal ini pun mau menegaskan bahwa Gereja Katolik tidak menginginkan adanya perceraian. Gereja hanya mengenal “pisah ranjang” untuk konteks suami-istri yang memang ingin berpisah. Kitab Hukum Kanonik (Kan. 1151-1155) dengan sangat jelas dan terperinci bagaimana arti dari “pisah ranjang” ini. Selain itu, “pisah ranjang” sejatinya menjadi kesempatan untuk suami-istri yang berpisah untuk saling menginstropeksi diri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian studi pustaka yang bersifat deskriptif dalam perspektif Hukum Gereja Katolik. Dari penelitian ini, kami menemukan titik dasar apa makna “pisah ranjang” dalam Gereja Katolik yang membedakannya dengan jalan menuju perceraian. Dengan kata lain, berpisah dalam Gereja Katolik tidak akan menghilangkan sifat tak-terputuskan Perkawinan, kecuali maut memisahkannya.
Peran Guru Profesional dalam memajukan Pendidikan di Era Industri 4.0 Petrus, Wadison; Nainggolan, Dewi Suri Agustina; Talizaro Tafonao
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.225 KB) | DOI: 10.53814/eleos.v1i2.10

Abstract

Abstract: The purpose of writing this article is to see what obstacles are faced by teachers in improving educational progress in the industrial era 4.0. This research is based on the community's point of view that education is the main aspect in bringing about change for the progress of the nation. This can be seen from the appreciation of the community in encouraging their children to go to school, because through education they can be freed from the shackles of ignorance and backwardness. However, this expectation has not been achieved due to the many obstacles faced by teachers in improving their professionalism in teaching as explained in this article. This paper uses a qualitative method by examining the professional role of teachers in advancing education in the industrial era 4.0. The author collects data through the study of journal articles, books and scientific works that can be trusted to support the author's analysts in writing this article. The results obtained in this study are teachers understand the meaning of professionalism in the world of education, problems in the world of education, rights and obligations in educational change, the function of the teacher's role in supporting educational progress in the industrial era 4.0. Thus, improving education in the industrial era 4.0 is the responsibility of every teacher.Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini adalah melihat apa saja kendala yang dihadapi oleh guru dalam meningkatkan kemajuan pendidikan di era industri 4.0. Penelitian ini didasarkan dari pandang masyarakat bahwa pendidikan merupakan aspek utama dalam membawa perubahan bagi kemajuan bangsa. Hal ini terlihat dari apresiasi masyarakat dalam mendorong anak-anaknya untuk bersekolah, karena melalui pendidikan dapat dimerdekakan dari belenggu kebodohan dan keterbelakangan. Namun harapan ini masih belum tercapai disebabkan karena banyak kendala yang hadapi oleh guru dalam meningkatkan profesionalnya dalam mengajar sebagaimana penjelasan dalam artikel ini. Tulisan ini mengunakan metode kualitatif dengan mengkaji peran profesional guru dalam memajukan pendidikan di era industri 4.0. Penulis mengumpulkan data melalui kajian artikel jurnal, buku dan karya ilmiah yang dapat dipercaya untuk mendukung analis penulis  dalam penulisan artikel ini. Hasil yang diperoleh dalam kajian ini adalah guru memahami makna profesional dalam dunia pendidikan, masalah dalam dunia pendidikan, Hak dan Kewajiban dalam perubahan pendidikan, fungsi peran guru dalam mendukung kemajuan pendidikan di era industri 4.0. Dengan demikian bahwa peningkatan pendidikan di era industri 4.0 merupakan tanggung jawab setiap guru.
Metode Mengajar Yesus Untuk Pertumbuhan Spiritualitas Siswa Kristen Lakaoni, Judhi Kurniawan
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v1i2.96

Abstract

Abstract: Teaching methods are the methods a teacher uses to relate Bible truths to his students. It cannot be denied that the effectiveness of teaching is largely determined by the methods used in communicating the lessons that have been prepared. Teachers should not ignore Jesus' teaching method in the teaching process because it is Jesus' teaching method that can provide growth in students' spirituality. Jesus' teaching methods were stories, lecture methods, discussion methods and question and answer methods. The purpose of the learning carried out by Jesus was for His disciples to know their Father in heaven personally and believe that Jesus is the only way of salvation (John 14:6-14) and to be able to lead other people to the path of salvation that has been found in Jesus Christ. Another goal is for every student to become a witness to Christ in words and behavior so that he becomes salt and light in the world (Matthew 5:13). Abstrak: Metode mengajar adalah metode yang dipakai seorang guru untuk menghubungkan kebenaran Alkitab dengan para muridnya. Tak dapat disangkal bahwa efektivitas suatu pengajaran sangat ditentukan oleh metode yang dipakai dalam usaha mengkomunikasikan pelajaran yang sudah dipersiapkan. Metode mengajar Yesus tidak boleh diabaikan oleh guru dalam proses mengajar karena metode mengajar Yesuslah yang dapat memberi pertumbuhan bagi spiritualitas siswa. Metode mengajar Yesus yaitu cerita, metode ceramah, metode diskusi dan metode tanya jawab. tujuan pembelajaran yang dilakukan Yesus adalah agar murid-murid-Nya mengenal Bapa di sorga secara pribadi dan meyakini bahwa hanya Yesus satu-satunya jalan keselamatan (Yohanes 14:6-14) serta dapat membawa orang lain kepada jalan keselamatan yang telah ditemukan di dalam Yesus Kristus. Tujuan lain yaitu agar setiap murid menjadi saksi kristus dalam perkataan dan tingkah laku sehingga menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13).
Praktik Pendidikan Spiritual Keluarga Israel Kuno Priode sebelum Pembuangan sampai sesudah Pembuangan ke Babel Bilote, Enice; Gunawan, Yani; Makaganza, Telly
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The practice of spiritual education in ancient Israelite families implements a highly stringent and serious approach in educating their children, especially in spiritual education within the family. This is rooted in the belief that spiritual values and traditions are inseparable components of their identity and selfhood as the chosen people of God. The Israelites believe and consider it crucial the commandments of God through Moses to educate and teach their children with full responsibility. This research aims to investigate the practices of spiritual education in ancient Israelite families, particularly the role of parents in fulfilling their responsibilities in educating their children in accordance with the commandments of God. The method used is qualitative-descriptive to discover the practices of spiritual education in families both before and after the Babylonian exile. The results of this research will present the practices of spiritual education in ancient Israelite families that touch upon all aspects of their lives, thus serving as a reference for Christian families in conducting spiritual education within the family to grow in faith and belief in God. Abstrak: Praktik Pendidikan kerohanian keluarga Israel Kuno menerapkan pendekatan yang sangat ketat dan serius dalam mendidik anak-anak mereka terutama pendidikan spiritual dalam keluarga. Hal Ini berakar pada keyakinan bahwa nilai-nilai spiritual dan tradisi merupakan komponen yang tak terpisahkan dari identitas dan jati diri mereka sebagai umat pilihan Allah. Orang Israel meyakini dan menganggap penting perintah Allah melalui Musa untuk mendidik dan mengajar anak-anak mereka dengan penuh tanggungjawab. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki praktik pendidikan spiritual keluarga Israel Kuno, khususnya peran orang tua dalam memenuhi tanggung jawab mereka dalam mendidik anak-anak mereka sesuai dengan perintah Allah. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskritif untuk menemukan praktik-praktik Pendidikan spiritual dalam keluarga baik sebelum pembuangan ke Babel maupun setelahnya. Hasil dari penelitian ini akan menyajikan praktik pendidikan spiritual keluarga Israel Kuno yang menyentuh seluruh aspek kehidupan mereka, dengan demikian diharapkan menjadi acuan bagi-keluarga Kristen dalam melakukan pendidikan spriritual di dalam keluarga sehingga bertumbuh dalam iman dan keyakinan kepada Allah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7