cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4: Oktober" : 8 Documents clear
Pengaruh Kombinasi Tepung Wortel (Daucus carota L) dan Tepung Buah Merah (Pandanus conoideus Lam) pada Tampilan Warna Ikan Nemo (Amphiprion percula) Saban, Andi N.; Muskita, Wellem; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.126 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung wortel dan tepung buah merah dalam pakan terhadap tingkat kecerahan warna ikan nemo, Amphiprion percula. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan yaitu pakan A (25% tepung wortel), pakan B (25% tepung buah merah) dan pakan C (12,5% tepung wortel+12,5% tepung buah merah) dan pakan D (komersil). Parameter yang diamati adalah tingkat kecerahan warna (selisih warna akhir – warna awal), pertumbuhan mutlak dan pengukuran kualitas air. Tingkat kecerahan warna ditentukan dengan menggunakan metode score sheet dengan melibatkan panelis pada awal dan akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerahan warna orange tertinggi didapatkan pada ikan nemo yang diberi pakan C sebesar 0.43, kemudian diikuti pakan B, A dan D masing-masing sebesar 0.4, 0.3 dan 0.2. Tingkat kecerahan warna hitam tertinggi terdapat pada pakan C (0.38), kemudian diikuti pakan B, D dan A masing-masing sebesar 0.35, 0.22 dan 0.16. Tingkat kecerahan warna putih tertinggi didapatkan pada ikan yang diberi pakan C sebesar 0.63, kemudian diikuti pakan B, D dan A masing-masing sebesar 0.5, 0.34 dan 0.23. Hasil analisa statistic menunjukkan bahwa kombinasi tepung wortel dan tepung buah merah dalam pakan tidak member pengaruh nyata terhadap tingkat kecerahan warna dan pertumbuhan mutlak ikan nemo. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung wortel dan tepung buah merah dalam pakan dapat meningkatkan kecerahan warna orange, HItam dan putih pada ikan nemo.Kata Kunci : Tingkat Kecerahan Warna, Tepung Wortel, Tepung Buah Merah, Ikan Nemo, Amphiprion percula
Pengaruh Pergantian Air terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Belut Sawah (Monopterus albus) yang Dipelihara pada Media Tanpa Lumpur Yusriadi, Andi; Idris, Muhammad; Patadjai, Rahmad S.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.262 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4357

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pergantian air terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup belut sawah (Monopterus albus) yang dipelihara pada media tanpa lumpur. Penelitian ini dilaksanakan selama 100 hari sejak bulan Februari sampai Mei 2017. Pada studi ini, peneliti menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Perlakuan A = Sistim Air Mengalir; Perlakuan B = Ganti air 50% 2 kali seminggu; Perlakuan C = Ganti air 100% 1 kali seminggu;  PerlakuanD = Ganti air 100% 2 kali seminggu, dan masing-masing perlakuan diulangi sebanyak 3 kali. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan ganti air 100% dua kali seminggu menghasilkan pertumbuhan belut sawah terbaik, yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Kata Kunci : Pergantian Air, Pertumbuhan, Belut Sawah (Monopterus albus)
Analisa Kualitas Fisik dan Kimia Pakan Formulasi Abalon (Haliotis asinina) yangMenggunakan Rumput Laut Berbeda sebagai Campuran Binder Fajriah, Karimatul; Patadjai, Andi B.; Effendy, Irwan J.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.296 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atraktabilitas, stabilitas dan kandungan nutrisi pakan formulasi abalon (H.asinina) yang menggunakan jenis rumput laut berbeda sebagai bahan perekat. Penelitian ini dilakukan di PT. Sumber Laut Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan uji atraktabilitas adalah metode deskriptif sedangkan untuk uji stabilitas dan kandungan nutrisi disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan pakan formulasi dengan binder berbeda.  Tepung terigu dan tepung E.cottoniidigunakan sebagai perlakuan A dan B, sedangkan tepung G.verrucosa dan tepung U.fasciata digunakan sebagai perlakuan C dan D.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dengan campuran tepung E.cottonii sebagai binder memiliki atraktabilitas yang paling tinggi.  Untuk nilai stabilitas yang paling tinggi ditunjukkan oleh pakan formulasi yang menggunakan terigu sebagai binder kemudian secara berurutan diikuti oleh tepung E.cottonii, tepung G.verrucosa, dan tepung U.fasciata sebagai campuran binder.  Hasil analisa sidik ragam (ANOVA) untuk kandungan nutrisi, yaitu karbohidrat, protein, lemak, serat kasar, abu dan air antar perlakuan tidak berbeda signifikan.Kata Kunci:Binder, Haliotis asinina, Pakan Formulasi, Uji Fisik dan Kimia
Pengaruh Pemberian Pakan Cacing Tanah dengan Rezim Pakan Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsunganhidup Belut Sawah (Monopterus albus) Naimrudin, .; Idris, Muhammad; Hamzah, Muhaimin
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.111 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan cacing tanah dengan rezim pakan berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup belut sawah (M. albus), Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2016  di Fasilitas Budidaya Air Tawar Milik Masyarakat Kelurahan Andounohu, Kecamatan Poasia,  Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga  ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah rezim pakan dengan dosis 5% / hari, 5% / 2 hari, 10 % / 2 hari  dan 15 % / 3 hari. Hewan uji yang digunakan adalah belut sawah berukuran 24 – 26 g yang dipelihara selama 100 hari. Wadah pemeliharaan adalah cincin sumur sebanyak 12 buah dengan diameter 90 cm (luas 0,63585 m2). Selama pemeliharaan, belut sawah diberi pakan sesuai perlakuan sebanyak setiap kali sehari pada sore hari. Nilai pertumbuhan mutlak selama penelitian berkisar antara 29,66 - 59,33g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,28 - 0,59 %, rasio  konversi pakan berkisar antara 18,28 - 22,20, dan kelangsungan hidup 100%. Hasil penelitian menunjukan bahwa rezim pakan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, dan kelangsungan  hidup belut sawah. Kata Kunci : rezim pakan, cacing tanah, pertumbuhan, kelangsungan hidup, belut sawah, Monopterus albus.
Pengaruh Dosis Pupuk Nitrophoska terhadap Pertumbuhan Nannochloropsis sp. Sahira, .; Muskita, Wellem; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.645 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4354

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk nitrophoska terhadap pertumbuhan (kepadatan sel) Nannochloropsis sp. dan mengetahui berapa konsentrasi optimum pupuk nitrophoska ini terhadap pertumbuhan Nannochloropsis sp. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari 300 ppm nitrophoska (Perlakuan A), 600 ppm nitrophoska (Perlakuan B) dan 900 ppm nitrophoska (Perlakuan C). Variabel yang diamati adalah kepadatan sel dan pertumbuhan sel Nannochloropsis sp. Hasil penelitian menunjukan kepadatan sel tertinggi pada 900 ppm nitrophoska (34x106 sel/ml) diikuti 600 ppm pupuk nitrophoska (31x106 sel/ml) dan 300 ppm nitrophoska yaitu (27x106 sel/ml). Sedangkan pertumbuhan sel pada paling tertinggi yaitu 900 ppm pupuk nitrophoska and diikuti 600 ppm pupuk nitrophoska dan 300 ppm pupuk nitrophoska. Hasil Analisis Ragam menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Kualitas air selama penelitian (suhu, salinitas, dan pH) masih dalam keadaan optimal dalam pertumbuhan Nannochloropsis sp. Kesimpulannya dosis pupuk nitrophoska yang diberikan berpengaruh terhadap pertumbuhan sel Nannochloropsis sp.Kata kunci: Dosis, Pupuk Nitrophoska, Kepadatan Sel, Laju Pertumbuhan  Sel,  Nannochloropsis sp.
Pengaruh Pemberian Pelet Dengan Level Protein Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Belut Sawah (Monopterus albus) Pada Media Kultur Bokashi Saleh, Muhammad Y.; Idris, Muhammad; Pangerang, Utama K.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.566 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4355

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pelet dengan level protein berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup belut sawah (Monopterus albus) pada media kultur bokashi. Penelitian ini dilaksanakan selama 100 hari (Januari - April 2017), menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakukan (Perlakuan A = Pakan dengan Protein 36%; Perlakuan B = Pakan dengan Protein 42%; dan Perlakuan C = Pakan dengan Protein 48%) dan 3 kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan level protein tidak menunjukkan perbedaan nyata pada semua parameter yang diukur. Level protein pakan sebesar 36% dapat digunakan pada budidaya belut sawah di media kultur bokashi.Kata Kunci : Protein Pakan, Pertumbuhan, Belut Sawah (Monopterus albus)
Ukuran Telur dan Larva Abalon Haliotis asinina dari Induk yang Diberi Pakan Rumput LautGracillaria arcuata dan Ulva fasciata Hak, Ainul; Kurnia, Agus; Yusnaini, .
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.347 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4351

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengeahui ukuran telur dan larva abalon dari induk yang diberi pakan jenis Gracillaria arcuata dan Ulva fasciata. Penelitian ini dilakukan selama 111 hari sejak tanggal 2 November 2016 sampai tanggal 20 Februari 2017 dari pemilihan induk sampai pemijahan.Penelitian ini menggunakan pemijahan secara alami dan induk abalon jantan dan betina dipisahkan wadah pemijahannya.Induk abalon telah mencapai tingkat kematangan gonad (TKG) ke 2, Abalon dipelihara didalan keranjang 30x30 cm sebanyak 3 individu dalam satu wadah, kemudian wadah keranjang dimasukkan ke dalam bak fiber yang berkapasitas 1000liter air laut. Induk abalon dipelihara sampai mencapai TKG 3 dan 4 dan siap untuk dipijahkan, Induk abalon yang telah matang gonad dipindahkan ke dalam wadah berkapasitas 70 liter air laut. Telur dan larva yang berhasil menetas diukur dibawah mikroskop binokuler 100x perbesaran menggunakan eyepiece.Variabel yang diamati adalah diameter telur, panjang larva. Data yang di dapatkan dianalisis dengan analisis statistik menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter telur abalon dari induk yang diberi pakan jenis G. arcuata dan U. fasciatatidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan ukuran telur antara 150-200 µm dan panjang larva antara 210-230 µm.kesimpulan penelitian ini adalah kualitas pakan alami jenis G. arcuata dan U. fasciata memiliki pengaruh yang sama terhadap diameter telur dan panjang larva abalon.Kata Kunci : Abalon, Telur, Larva
Pengaruh Bobot Awal yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Karagenan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii yang Terserang Epifit dalam Rakit Jaring Apung Yusup, Silfi; Kasim, Ma'ruf; Balubi, Abdul M.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.635 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4356

Abstract

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu komoditi  laut  yang  sangat  populer dalam perdagangan dunia. Masalah yang sering dihadapi dalam kegiatan budidaya rumput laut adalah adanya gangguan hama berupa epifit yang menyebabkan rumput laut mati. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November-Desember 2016, Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Bibit rumput laut diperoleh dari perairan pantai Lakeba Kota Bau-bau Provinsi Sulawesi Tenggara. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancang Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan dan 3 ulangan diantaranya (A 25 g),  (B 20 g) dan (C 15 g). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pertumbuhan mutlak dan kadar keragenan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perbedaan bobot awal rumput laut tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap pertumbuhan mutlak dan kadar karagenan. Pertumbuhan mutlak berkisar antara 3.03 g - 3.4 g sedangkan kadar karagenan berkisan antara 23.42 % - 26.63 %. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan berat bobot awal rumput laut K. alvarezii (25 g, 20 g, dan 15 g) yang dipelihara di rakit jaring apung tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan mutlak dan kadar kareganan. Kata Kunci: Rumput laut K. alvarezii, Pertumbuhan Mutlak, Kadar Karagenan

Page 1 of 1 | Total Record : 8