cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: Januari" : 6 Documents clear
Uji Adaptasi Benih Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) Berbagai Ukuran Bobot Yang Dipelihara Pada Salinitas Air Laut Khairunnisa, .; Patadjai, Rahmad Sofyan; Abidin, La Ode Baytul
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.676 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu adaptasi terbaik, ukuran bobot, tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan tertinggi pada salinitas air laut. Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari yaitu pada bulan Mei hingga Juni 2018, bertempat di Laboratorium Unit Produksi dan Pembesaran. 120 ekor ikan nila merah dipelihara dalam 12 akuarium (10 ekor/akuarium) dan diisi air tawar 10 L. Penelitian ini menggunakkan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 4 perlakuan: adaptasi 7 hari (perlakuan A), Adaptasi 14 hari (perlakuan B), adaptasi 21 hari (perlakuan C), adaptasi 28 hari (perlakuan D) dan 3 kelompok bobot awal berbeda: 2 g (kelompok I), 6 g (kelompok II) dan 10 g (kelompok III). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila merah berkisar antara 96,67% hingga 100%. Persentase tertinggi kerusakan sirip ekor dan sirip punggung yang diamati berada pada adaptasi 7 hari, masing-masing 10% dan 7,5%. Rasio konversi pakan terendah adalah 3,39 dan 3,51 masing-masing pada 7 hari dan 21 hari ikan yang diadaptasi. Pertumbuhan mutlak tertinggi adalah 1,05 g selama adaptasi 21 hari. Selain itu, ukuran bobot awal tertinggi adalah 0,76 g berada pada kelompok ukuran 6 g (II). Simpulan penelitian ini adalah waktu adaptasi selama 21 hari (C) adaptasi dapat diterapkan untuk pertumbuhan nila merah yang optimal di pelihara dalam air laut.Kata Kunci: benih Ikan nila merah, salinitas, waktu adaptasi dan ukuran bobot.
Pengaruh Jenis Pakan Segar Terhadap Pertumbuhan Biomassa Calon Indukan Lobster Batik (Panulirus longipes) yang Dipelihara pada Dasar Perairan Ikhsan, Muhammad; Yusnaini, .; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.773 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6378

Abstract

Lobster batik (Panulirus longipes) adalah salah satu komoditas perikanan nilai ekonomis tinggi yang sudah banyak dibudidayakan pada berbagai wilayah indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan segar terhadap pertumbuhan biomassa calon indukan lobster batik yang dipelihara di dasar perairan. Penelitian ini telahdilakasakan pada bulan April sampai Juli 2017, bertempat di desa Tapulaga. Wadah penelitian adalah kurungan dasar yang telah didesain khusus dengan ukuran 210x60x60 cm yang kemudian dibagi menjadi 3 petak bagian. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah lobster batik dengan ukuran 180-250 g dengan total keseluruhan 18 ekor. Jenis pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan teri, cumi-cumi dan cacing laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan variabel yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahawa tiap perlakuan memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap keseluruhan variabel yang diamati. Di mana pertumbuhan mutlak tertinggi berada pada lobster yang diberi pakan C (23 g ± 9,07), begitu pula pada laju pertumbuhan spesifik (0,11 %/hari ± 0,04). Sedangkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi berada pada lobster yang diberi pakan A dan C (100% ± 0). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pakan C yang terdiri atas cacing laut mampu meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup lobster.Kata Kunci: Lobster batik (Panulirus longipes), Pakan Segar, Pertumbuhan.
Inventarisasi Parasit Serta Akumulasi Logam Berat Nikel (Ni) Terhadap Ikan Bandeng (Chanos chanos) yang Dibudidayakan di Tambak Kumala, Sri; Nur, Indriyani; Emiyarti, .
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.872 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis parasit pada ikan bandeng sertaakumulasi logam berat nikel (Ni) pada ikan bandeng yang dipelihara di Tambak Desa Tapunggaya Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara. Jumlah sampel ikan bandeng (Chanos chanos) yang dibudidayakan di tambak dalam waktu pemeliharaan 2 bulan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga (3) kali masing-masing (5) ekor tiap minggu selama (1) minggu persampling (total 15 ekor ikan bandeng untuk pengamatan parasit yang menyerang tubuh organisme). Pemeriksaan parasit dilakukan pada organ insang dan kulit (ektoparasit) dan organ usus dan hati (endoparasit) sedangkan pemeriksaan nikel dilakukan pada air . Hasil penelitian ditemukan dua jenis ektoparasit yaitu Ergasilus sp. dan dua jenis endoparasit yaitu Ergasilus dan Nematoda. Jenis parasit dengan intensitas tertinggi terdapat pada nematoda dengan nilai intensitas 8,8ind/ekor dan yang terendah Ergasilus sp. 0 ind/ekor atau tidak ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat serangan parasit pada nematoda masih tergolong infeksi parasit sedang dan Ergasilus sp. tergolong infeksi parasit ringan. Nilai prevalensi tertinggi terdapat pada parasit jenisNematodayang memperoleh nilai prevalensi yaitu 100% pada sampling II yang termasuk dalam kategori “sedang” sedangkan nilai prevalensi terendah terdapat pada parasit jenis Ergasilus sp. 0% pada sampling I yang tidak ditemukannya parasit. Faktor kondisi menunjukan ikan kurang gemuk dengan nilai berkisar antara 1,173-1,525. Kandungan logam berat Nipada air menunjukkan hasil meningkat tiap samplingnya dengan perolehan nilai yaitu 0.263, 0.271 dan 0.280 ppm.Kata kunci :Chanos chanos, Parasit, Prevalensi, Intensitas, Nikel (Ni).
Pengaruh Jumlah Inti Terhadap Pertumbuhan Dan Ketebalan Lapisan Mutiara Pada Kerang Pteria penguin Satria, .; Muskita, Wellem H.; Yusnaini, .
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.639 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah inti terhadap pertumbuhan dan ketebalan lapisan mutiara pada kerang Pteria penguin menggunakan metode tali gantung pada rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan yakni bulan Agustus-Desember 2018 di Perairan Palabusa Kecamatan Lea-Lea Kabupaten Buton, menggunakan Rancangan Acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu perlakuan A (satu inti kiri), perlakuan B(dua inti kiri) dan perlakuan C(2 inti kiri + 1 inti kanan) dengan 5 ulangan individu setiap perlakuan. Parameter yang diamati pertumbuhan dan ketebalan lapisan mutiara pada kerang P. penguin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pertumbuhan mutlak lebarcangkang tertinggi pada perlakuan A yaitu 18,76 mm, pertumbuhan mutlak tinggi cangkang tertinggi pada perlakuan C yaitu 14,25 mm dan pertumbuhan mutlak tebal cangkang tertinggi pada perlakuan A yaitu 1,52 mm. Ketebalan lapisan Base (dasar) mutiara tertinggi pada perlakuan A yaitu 0,29 mm dan ketebalan lapisan Top (kuba) mutiara tertinggi pada perlakuan A yaitu 0,16 mm. Penambahan jumlah inti mutiara tidak memberikan pengaruh sifnifikan terhadap pertumbuhan dimensicangkang dan ketebalan lapisan mutiara.Penelitian ini menyimpulkan bahwa jumlah inti yang dapat diimplantasikan pada kerang P. penguin minimal 3 inti per individu kerang.Kata kunci : Jumlah inti, Pertumbuhan, Ketebalan lapisan mutiara, Pteria penguin
Studi Perkembangan Tingkat Kematngan Gonad (TKG) II ke III Induk Jantan dan Betina Abalon (Haliotis asinina) dengan Pemberian Pakan Makroalga Berbeda yang Dipelihara Pada Sistem Raceway Rasak Mulki; Agus Kurnia; Muhammad Idris; Irwan Junaidi Effendy
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.287 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan Gracillaria verrucosa dan G. arcuata terhadap waktu matang gonad pada induk abalon jantan dan betina H. asinina yang dipelihara pada system Raceway. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2016 selama 48 hari bertempat di Hatchery Abalon PT. Sumber Laut Nusantara kerjasama LP2T-SPK, Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Faktorial. Faktor yang di uji yaitu: (1) induk abalon dengan jenis kelamin berbeda (ukuran 6-7cm), (2) jenis pakan berbeda, yakni G. verrucosa dan G. arcuata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan induk abalon jantan dan betina (H. asinina) untuk mencapai matang gonad (dari TKG II hingga TKG III) pada perlakuan JA (induk jantan dengan pakan G. verrucosa) adalah 42 hari, pada perlakuan BA (induk betina dengan pakan G. verrucosa) adalah 42 hari, pada perlakuan JB (induk jantan dengan pakan G. arcuata) adalah 39 hari, dan pada perlakuan BB (induk betina dengan pakan G. arcuata) selama 40 hari. Sementara nilai rata-rata konsumsi pakan harian pada induk betina yang diberi pakan G. arcuata yaitu 16.67 g/hari dan induk abalon betina yang diberi pakan G. verrucosa yaitu 14.67 g/hari, lalu induk abalon jantan yang diberi pakan G. verrucosa 11.93 g/hari dan induk abalon jantan yang diberi pakan G. arcuata yaitu 8.48 g/hari. Pemberian pakan makroalga (G. verrucosa dan G. arcuata) tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap waktu matang gonad induk jantan dan betina abalon (H. asinina) yang dipelihara pada sistem Raceway. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai TKG II ke III induk abalon jantan dan betina abalon, dapat diberikan pakan G. verrucosa dan G. arcuataKata kunci : Induk abalon, Konsumsi pakan, TKG, Sistem raceway
Pengaruh Ukuran Awal Tinggi Cangkang Terhadap Pertumbuhan dan Ketebalan Lapisan Mutiara Pasca Implantasi pada Kerang Mutiara Mabe (Pteria penguin) Musair, Irdayanti; Yusnaini, .; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.686 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran awal tinggi cangkang terhadap pertumbuhan dan ketebalan lapisan mutiara pasca implantasi pada kerang Pteria penguin. Penelitian ini dilaksanakan selama lima bulan dan bertempat di perairan Palabusa Selat Buton Kota Bau-bau Sulawesi Tenggara. Terdapat 15 individu kerang yang diimplantasi pada ukuran yang berbeda yaitu ukuran tinggi cangkang 60-80 mm, 81-100 mm, dan 101-120 mm, masing-masing perlakuan terdiri dari 5 kali ulangan. Kerang ditempatkan secara acak pada rakit budidaya dengan metode tali gantung pada kedalaman 1 m. Parameter yang diukur meliputi tinggi, lebar, tebal cangkang, bobot basah kerang dan pengukuran ketebalan lapisan mutiara meliputi top dan base yang dilakukan pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak tinggi dan lebar cangkang tertinggi berurut-turut sebesar 17,15 mm dan 18,39 mm pada ukuran cangkang 60-80 mm, sedangkan tebal cangkang tertinggi sebesar 3,37 mm pada ukuran cangkang 81-100 mm, dan bobot basah kerang tertinggi sebesar 52,60 g pada ukuran cangkang 101-120 mm. Rata-rata ketebelan lapisan mutiara yang terbentuk berkisar 0,15-0,22 mm dan 0,230,33 mm, masing-masing pada bagian top dan base. Ukuran cangkang memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak tinggi dan lebar cangkang, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan mutlak tebal cangkang bobot basah kerang dan ketebalan lapisan mutiara, Penelitian ini menyimpulkan bahwa ukuran cangkang 60-120 mm dapat digunakan sebagai benih implantasi untuk menghasilkan mutiara pada kerang mutiara mabe (Pteria penguin).Kata kunci : Pteria penguin, ukuran cangkang, pertumbuhan, ketebalan lapisan mutiara.

Page 1 of 1 | Total Record : 6