cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4: Oktober" : 5 Documents clear
Potensi Ubi Jalar Varietas Sukuh Manis (Ipoemea batatas L) Sebagai Prebiotik Yang Berperan Dalam Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Ilham, Muhamad; Nur, Indriyani; Hamzah, Muhaimin
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.629 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i4.10549

Abstract

Salah satu inovasi dalam budidaya udang adalah penambahan prebiotik dalam pakan dengan pertimbangan memaksimalkan tingkat kecernaan udang sehingga pertumbuhan menjadi lebih baik. Salah satunya adalah penggunaan prebiotik ubi jalar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak ubi jalar (EUJ) varietas sukuh manis terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Perlakuan yang diberikan yaitu A: Pakan Komersil (PK); B: 99% PK + 1% Ekstrak Ubi Jalar (EUJ); dan C: 98% PK + 2% EUJ, diberikan kepada udang vanname dengan pemberian pakan 3 kali sehari dengan dosis 5% dari berat tubuh selama 42 hari. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pertumbuhan mutlak dan tingkat kelangsungan hidup L. vannamei.  Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada pakan control sebesar 4,63±1,11 g dengan tingkat kelangsungan hidup 100 ±0,00%. Hasil ANOVA menunjukkan nilai rata-rata pertumbuhan mutlak dan kelangsungan hidup udang vannamei yang diberi pakan dengan penambahan prebiotik ekstrak ubi jalar menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata dengan udang yang diberi pakan komersil. Kata kunci: prebiotik, ekstrak ubi jalar sukuh manis, tingkat kecernaan, pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname
Substitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Maggot Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Febrianti, Erica; Muskita, Wellem H.; Astuti, Oce; Kurnia, Agus; Hamzah, Muhaimin; ., Yusnaini
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.068 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i4.10570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan dan tepung maggot dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname L. vannamei. Tiga jenis pakan perlakuan dibuat dengan kandungan persentasi tepung ikan tongkol dan  tepung  maggot 25% TI Tongkol + 5% TM (pakan A),  20% TI Tongkol + 10% TM (pakan B) dan  15% TI Tongkol + 15% TM (pakan C), yang disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Frekuensi pemberian pakan dilakukan sebanyak 2 kali sehari dengan dosis 5% dari bobot tubuh selama 45 hari pemeliharaan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, rasio konversi pakan, retensi protein, konsumsi pakan dan kelangsungan hidup.  Hasil dari penelitian ini adalah pertumbuhan mutlak, LPS dan efisiensi pakan udang vaname masing-masing sebesar 6,14-6,49 g, 2,47-2,66% dan 56,57-62,41%. Nilai rasio konversi pakan, retensi potein dan konversi pakan udang vaname yang diberi pakan uji berkisar antara 1,62-1,76, 41,04-69,17% dan 10,05-11,14 g, secara berturut-turut. Dan kelangsungan hidup  udang vaname selama penelitian adalah 100%. Analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian pakan uji yang berbeda menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada setiap nilai variabel pengamatan. Kata Kunci: Tepung Ikan Tongkol, Tepung Maggot, Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Udang Vaname
Pengaruh Perbedaan Komposisi Media Berbasis Bokashi terhadap Pertumbuhan Biomassa Cacing Sutera (Tubifex sp.) yang Dibudidayakan dengan Metode Rak Bertingkat dan Sistem Resirkulasi ., Armin; Idris, Muhammad; Hamzah, Muhaimin
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.986 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i4.10545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media bokashi yang terbaik dalam mendukung  pertumbuhan biomassa cacing sutera. Komposisi media bokashi yang di ujikan terdiri dari perlakuan A (25% KA, 25% KS 50% JP), perlakuan B (25% DH, 25% AT, 50% JP), perlakuan C (25% DH, 25% KA, 50% JP) dan perlakuan D (33.33% AT, 33.33% KS, 33.33% JP).  Media bokashi dicampur dengan tanah lumpur berpasir dengan perbandingan 1:1.  Penelitian ini dilakukan selama 45 hari pemeliharaan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah desain Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBL) yang terdiri dari 4 perlakuan, 4 ulangan, 4 baris dan 4 kolom. Bibit cacing yang digunakan memiliki ukuran 1-2,5 cm dengan kepadatan 83 g/wadah dan diberi pakan ampas tahu dengan dosis 0,25 kg/ m2 setiap hari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), populasi cacing sutera dan kualitas air media.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan mutlak cacing sutera adalah 14,75±0,96 g/wadah,  20±0,82 g/wadah, 17±0,82 g/wadah, 11±0,82 g/wadah, pada perlakuan A,B,C,D secara berturut-turut (P=0,00<0,05). Disimpulkan bahwa Perlakuan B dengan komposisi media dedak halus 25%, ampas tahu 25% dan jerami padi 50%, menghasilkan pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan populasi cacing sutera terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Kata kunci : media berbasis bokashi, pertumbuhan mutlak dan populasi cacing sutera, Tubifex sp.
Pengaruh Sumber Protein yang Berbeda Sebagai Bahan Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Rajungan (Portunus pelagicus) Saputra, Eka; Hamzah, Muhaimin; Muskita, Wellem H.
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.985 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i4.10546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan yang diberi pakan buatan dengan  sumber protein yang berbeda (tepung ikan (TI), tepung kepala udang (TKU), dan tepung  keong bakau (TKB). Tiga jenis pakan buatan dengan perbedaan persentasi sumber protein yaitu 26% TI + 20% TKU + 20% (Perlakuan A); 20 % TI +26% TKU + 20% TKB (Perlakuan B) dan 20% TI +20% TKU + 26% TKB (Perlakuan C) diujikan pada 24 ekor rajungan (bobot awal ± 30-54 g) yang dipelihara pada kantung jaring apung. Pemeliharaan dilakukan selama 60 hari dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 kali sehari yaitu pada jam 5 sore dan jam 10 malam. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, panjang dan lebar karapaks serta tingkat kelangsungan hidup rajungan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai rata-rata pertumbuhan bobot mutlak  rajungan berkisar antara 5,91-17,11 g.  Pertumbuhan panjang karapaks rajungan  berkisar antara 0,37-0,52 cm dan lebar karapaks sebesar 0,32 cm. Tingkat kelangsungan hidup rajungan pada semua perlakuan adalah 100%.  Hasil analisa anova menunjukkan bahwa kombinasi sumber protein TI, TKU dan TKB dalam pakan bautan  memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap panjang dan lebar karapaks serta tingkat kelangsungan hidup rajungan.Kata kunci: Kombinasi sumber protein, pakan buatan, pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan
Analisis Pertumbuhan Perbedaan Jenis Bibit Rumput Laut Kotoni (Kappaphycus Alvarezii) Yang Dipelihara Pada Kondisi Perairan Berbeda Zailan, LD. Zulkifli; Patadjai, Rahmad Sofyan; Balubi, Abdul Muis
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.907 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i4.10547

Abstract

Rumput laut K. alvarezii adalah salah satu komoditi perikanan dengan nilai ekonomis dan potensi ekspor tinggi, permasalahan bibit dan lokasi budidaya adalah faktor penentu kegiatan budidaya rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pertumbuhan rumput laut dengan jenis dan lokasi budidaya berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan faktorial dengan 2 faktor, lokasi budidaya  sebagai faktor 1 dan jenis bibit sebagai faktor 2. Terdapat 3 lokasi budidaya yaitu muara suangai, agak jauh dari muara sungai (± 300 m), dan jauh dari muara sungai (± 600 m), sedangkan bibit rumput laut yang digunakan adalah bibit lokal dan bibit hasil kultur jaringan. Pemeliharaan K. alvarezii  dilaksanakan selama 42 hari, pada bulan Februari-Maret 2018, di Perairan Desa Bungin Permai, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) dan kualitas air. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada bibit hasil kultur jaringan yang dipelihara pada lokasi agak juah dari muara sungai untuk bibit kultur jaringan (268.00 ± 35.96 g), dan nilai terendah diperoleh pada bibit lokal di lokasi muara sungai untuk bibit lokal (175.00 ± 23.90 g). Sedangkan rata-rata laju pertumbuhan spesifik tertinggi sebesar 7.66 ± 1.45 %/hari pada bibit kultur jaringan di lokasi agak jauh dari muara sungai dan LPS terendah sebesar 6.86 ± 1.31 %/hari  pada bibit lokal di lokasi dekat muara sungai. Dapat disimpulkan bahwa faktor bibit berpengaruh lebih besar terhadap pertumbuhan K. alvarezii dibandingkan dengan faktor lingkungan. Kata kunci : lokasi budidaya, rumput laut hasil kultur jaringan, rumput laut lokal, pertumbuhan dan kelangsungan hidup K. alvarezii

Page 1 of 1 | Total Record : 5