cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019): June 2019" : 8 Documents clear
PENGARUH PENUNDAAN PENJEPITAN TALI PUSAT TERHADAP KADAR HB BAYI DAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT Siti Rochmaedah; Natsir Nugroho; Atik Hodikoh
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.156 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.329

Abstract

Latar Belakang: Bayi masih terhubung dengan ibu saat lahir melalui tali pusat yang merupakan bagian dari plasenta. Bayi akan terpisah dari plasenta melalui penjepitan dan pemotongan tali pusat, dan kegiatan ini termasuk dalam manajemen aktif kala III persalinan, tetapi waktu yang optimal untuk melakukan penjepitan dan pemotongan tali pusat masih kontroversi dan berlangsung hingga kini. Tujuan: Mengidentifikasi pengaruh penundaan penjepitan tali pusat terhadap kadar Hb bayi dan lama pelepasan tali pusat. Metodologi: Rancangan penelitian menggunakan posttest-only with control group design. Teknik pemilihan sampel menggunakan consecutive sampling. Besar sampel 20 responden per kelompok. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan. Uji perbedaan kedua kelompok menggunakan independent t-test. Hasil: Terdapat perbedaan rerata kadar Hb bayi dengan p value 0.03 < 0.05 dan tidak terdapat perbedaan lama pelepasan tali pusat dengan p value 0.06 > 0.05. Kesimpulan & saran: Penundaan penjepitan tali pusat berpengaruh terhadap kadar Hb bayi dan tidak berpengaruh terhadap lama pelepasan tali pusat. Penundaan penjepitan tali pusat dapat dijadikan alternatif kebijakan dalam manajemen aktif kala III persalinan. Kata kunci: Penundaan penjepitan tali pusat, Hb bayi, Pelepasan tali pusat
POTRET SARANA AIR BERSIH SUMUR GALI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANIA KOTA AMBON La Basri
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.848 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.327

Abstract

Salah satu jenis sarana penyediaan air bersih yang banyak diusahakan oleh pemerintah sebagai sumber air bersih adalah sumur gali. Banyak masyarakat pedesaan dan kota besar memperoleh persediaan airnya dari sumur, yang digunakan untuk kegiatan keperluan sehari-hari. Sekitar 45% masyarakat yang ada di Indonesia menggunakan sumur sebagai sarana air bersih dan diperkirakan sekitar 45% dari masyarakat yang menggunakan sumur tersebut 75% menggunakan jenis sumur gali (Chandra, 2007). Penelitian ini betujuan untuk mengetahui Konstruksi dan Kualitas fisik air sumur gali di Desa Nania Kota Ambon. Populasi dalm penelitian ini yaitu seluruh sumur gali yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Nania Kota Ambon yang berjumlah 77 buah, dan yang menjadi sampel adalah sumur yang digunakan sebanyak 56 sumur gali. Data dikumpulkan dengan menggunakan Formulir Inspeksi Sanitasi (Form IS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Sumur Gali yang tidak memenuhi syarat kontruksi bangunan sebanyak 35 buah sumur gali. Kualitas fisik air sumur gali terdapat 19 buah sumur gali tidak memenuhi syarat. Kata kunci: Sumur Gali, Kualitas fisik, Konstruksi sumur gali
PEMERIKSAAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KOTARAJA KOTA JAYAPURA PAPUA Evi Afriani Mongan; Herlando Sinaga
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.477 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.319

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) disebut juga Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan infeksi yang sebagian besar menular melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. Wanita hamil lebih rentan menderita Infeksi Menular Seksual (IMS) akibat perubahan-perubahan yang terjadi selama kehamilan, baik perubahan dalam respon imun, hormonal maupun anatomis, yang dapat mengubah manifestasi klinis IMS serta menimbulkan masalah tersendiri dalam diagnosis dan pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hasil pemeriksaan Penyakit Infeksi Menular Seksual pada ibu hamil di Puskesmas Kotaraja yaitu pada Sifilis dan HIV. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pemeriksaan laboratorium. Waktu penelitian berlangsung dari tanggal 1 Mei-1 Juni 2018 dengan lokasi penelitian di laboratorium Puskesmas Kotaraja. Sampel penelitian ini adalah serum ibu hamil yang berjumlah 40 sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Imunokromatografi atau Rapid Diagnostic Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 40 sampel serum ibu hamil diperoleh hasil reaktif Sifilis sebanyak 3 sampel (8%) dan non reaktif sebanyak 37 sampel (92%) sedangkan untuk HIV diperoleh hasil reaktif sebanyak 2 sampel (5%) dan non reaktif sebanyak 38 sampel (95%). Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa meskipun angka prevalensi Sifilis dan HIV di Puskesmas Kotaraja masih rendah, namun tetap jadi perhatian khusus untuk mencegah terinfeksi Sifilis dan HIV pada ibu hamil dan juga penularan yang dapat ditularkan dari ibu kepada janin yang dikandungnya. Kata kunci: Infeksi menular seksual, Sifilis, HIV, Ibu hamil
PENGARUH INTERVENSI AROMATHERAPI PALA TERHADAP LAMA WAKTU TIDUR MENCIT Wahyuni Aziza
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.73 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.338

Abstract

Prevalensi gangguan tidur setiap tahun cenderung meningkat, hal ini juga sesuai dengan peningkatan usia dan berbagai penyebabnya. Kaplan dan Sadock melaporkan kurang lebih 40-50% dari populasi usia lanjut menderita gangguan tidur.Banyak intervensi yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan tidur diantaranya obat tradisonal dengan menggunakan pala yang didestilasi menjadi minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi aromatherapi pala terhadap lama waktu mencit dengan metode eksperimen yaitu memberikan intervensi aromaterapi bakar pada mencit dan diukur lama waktu tidur sebelum dan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata lama waktu tidur mencit setelah pemberian aromaterapi pala pada kelompok intervensi 1 dengan dosis 2,5% adalah 2,88 detik, pada kelompok intervensi 2 dengan dosis 5% adalah 4,26 detik, sedangkan pada kelompok intervensi 3 dengan dosis 7,5% adalah 5,31 detik. Kesimpulan penelitian, Ada pengaruh aromaterapi pala terhadap lama waktu tidur mencit antara kelompok intervensi 1, intervensi 2, intervensi 3 dan kelompok kontrol dengan p value 0,001 (< 0,005). Sedangkan kelompok yang aromaterapi pala berefek paling besar pada kelompok intervensi 3 dengan mean 5,31 Kata kunci: Aromatherapy, Pala, Gangguan tidur
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KADER DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN IBU BALITA KE POSYANDU DI DESA GASARIBU KECAMATAN LAGUBOTI KABUPATEN TOBA SAMOSIR Rina Marlina Manalu; Dosma Ida Nababan; Maria lumban toruan
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.913 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.317

Abstract

The health system can function optimally if supported by empowering people and as a form of empowerment is their guidance Posyandu cadre and mothers who bring their babies to Posyandu. Guidance cadres would improve their knowledge so that changing the behavior for implementation of knowledge. The purpose of this study was to analyze the relationship between service quality and compliance cadres with a visit to Posyandu toddler's mother in the village of Gasaribu District of Laguboti Toba Samosir. The study design used is cross sectional. The population mothers with toddlers were registered in the region of in the village of Gasaribu District of Laguboti Toba Samosir with a sample size of 50 respondents. Independent variable is the quality of service cadre, while the dependent variable is the compliance visit to the Posyandu toddler's mother. Measuring instrument uses closed questionnaire to measure guidance and registers Posyandu cadres Posyandu to measure compliance visit to the Posyandu toddler's mother. Data were analyzed with chi square test Results: There was a significant correlation between the quality of service cadres with compliance visits mothers (p = 0.005). Posyandu already actively supported also by the mother's educational background is sufficient. Guidance given Posyandu cadres can encourage mothers to come to Posyandu. The cadre who has worked with both fast and precise, and further enhance its services, especially in the field of service quality cadres. Keywords: Quality of service cadre, Compliance visits
ASUHAN KEPERAWATAN GANGUAN MOBILISASI FISIK PADA KLIEN DENGAN STROKE NON HEMORRAGIC DI RUANGAN NEUROLOGI RSUD DR. M. HAULUSSY AMBON Martini Tidore
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.83 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.325

Abstract

Stroke merupakan suatu penyakit deficit neurologisakit yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak yang terjadi secara mendadak dan menimbulkan gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah pada otak yang terganggu. Penulis dapat memberikan gambaran tentang Proses Asuhan Keperawatan Ganguan Mobilisasi Fisik Pada Klien Stroke Non Hemorragic. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus menggunakan proses keperawatan. Dilaksanakan selama 5 hari tanggal 25 sampai 29 Mei 2018 di Ruangan Neurologi RSUD Dr. M. Haulussy, Ambon. Subjek penelitian adalah “Tn. E.W” dan “Tn. G.T” dengan Stroke Non Hemorragic. Penelitian di dapatkan Klien I “Tn. E.W” datang dengan keluhan masuk RS karena terjadi kelumpuhan pada tubuh bagian kiri sejak tanggal 19 Mei 2018. Pasien sehingga tidak dapat bergerak, istri. Pasien mengatakan Pasien sebelum masuk RS pernah rawat di rumah sakit sebelumnya. Pada saat pengkajian tanggal 25 Mei 2018 10:00 WIT, Pasien dalam keadaan tirah baring dan sulit untuk bergerak, Klien II “Tn. E.W” datang dengan keluhan masuk RS karena terjadi kelumpuhan pada tubuh bagian kanan sejak tanggal 17 Mei 2018. Pasien sehingga tidak dapat bergerak. Pada saat pengkajian tanggal 25 Mei 2018 10:30 WIT, pasien dalam keadaan tirah baring dan sulit untuk bergerak. Masalah keperawatan, yang didapatkan pada klien I dan II dengan Stroke Non Hemorragic dengan prioritas masalah adalah: Hambatan mobilisasi fisik berhubungan dengan kelemahan neuromuskular.Setelah dilakukan implementasi keperawatan, diagnose keperawatan hambatan mobilsasi fisik dapat teratasi. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Stroke Non Hemorragic
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DAN SENAM HIPERTENSI TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH DAN PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KECAMATAN NUSANIWE AMBON Dene Fries Sumah
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.527 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.322

Abstract

Hipertensi menjadi permasalahan utama bidang kesehatan. Hipertensi merupakan penyakit kronis yang jika tidak dikelola dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi penyakit lainnya. Hipertensi membutuhkan penanganan yang komprehensif dalam mengontrol tekanan darah, baik itu secara farmakologis dan non-farmakologis. Terdapat banyak cara penanganan non-farmakologis untuk meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tekanan darah yaitu salah satunya adalah dengan pendidikan kesehatan dan senam hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada pengaruh pendidikan kesehatan dan senam hipertensi terhadap tekanan darah dan pengetahuan pasien hipertensi. Penelitian menggunakan desain quasi eksperiment pre and post test control group design, teknik pengambilan sampel simple random sampling yang melibatkan 103 responden terbagi menjadi 2 kelompok, 77 responden pada kelompok intervensi dan 26 responden pada kelompok kontrol. Hasil penelitian mayoritas responden laki-laki (66%), berusia 56-65 tahun (84,5%), dengan tingkat pendidikan dasar (60%), diet rendah garam III (66%), perokok ringan (58,3%), peminum alkohol menengah jenis sopi (54%). Hasil uji statistik non-parametrik Wilcoxon didapatkan ada perbedaan signifikan sebelum dengan sesudah intervensi selama empat minggu terhadap pengetahuan, TD sistolik, dan TD diastolik dengan p=0.000. Hasil uji regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan dan senam hipertensi memberikan pengaruh signifikan terhadap TD sistolik (p=0.003), sedangkan TD diastolik (p= 0.024). Nilai Pseudo R Square membuktikan bahwa pendidikan kesehatan dan senam hipertensi memberikan kontribusi terhadap TD diastolik sebesar 78,4%, sedangkan kontribusi terhadap TD sistolik sebesar 75%. Nilai odds ratio menunjukkan responden yang mendapatkan pendidikan kesehatan dan senam hipertensi berpeluang mengalami penurunan TD sistolik sebesar 0.53 sedangkan TD diastolik mengalami penurunan sebesar 1.8, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penelitian ini merekomendasikan perlunya latihan senam hipertensi untuk mengontrol tekanan darah pasien hipertensi. Puskesmas disarankan untuk mengembangkan senam hipertensi serta promosi kesehatan sebagai bagian dari praktik mandiri keperawatan dengan membentuk peer group atau klub senam hipertensi yang dikoordinir oleh pihak Puskesmas atau penanggung jawab program. Kata kunci: Pendidikan kesehatan, Senam hipertensi, Tekanan darah
STUDI KEPADATAN TIKUS DAN EKTOPARASIT DI PASAR GUDANG ARANG KELURAHAN BENTENG KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON Farha Assagaff
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.78 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.326

Abstract

Faktor lingkungan biotik dan abiotik akan mempengaruhi dinamika populasi tikus. Suatu populasi tikus domestik, peridomestik dan silvatik akan beragam dalam struktur umur, fase perkembangan, atau komposisi genetik dari individu-individu penyusunnya diduga mempunyai perbedaan keragaman komposisi ektoparasit yang menempatinya (Mulyono, et al.2009). Pasar dapat mendukung kehidupan tikus. Keberadaan tikus beserta pinjalnya di pasar perlu diwaspadai, agar tidak terjadi penularan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tikus dan ektoparasit pada tikus di Pasar Gudang Arang Kelurahan Benteng Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Populasi adalah semua tikus dan ektoparasit yang berada disekitar lokasi penangkapan tikus yaitu Pasar Gudang Arang Kelurahan Benteng Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Sementara itu, sampel adalah tikus dan ektoparasit yang berhasil tertangkap dan ditemukan pada saat penelitian. Untuk mendapatkan ektoparasit, tikus yang tertangkap kemudian dibius menggunakan klorofom. Kemudian tikus disisir. Proses penyisiran harus berlawanan arah dengan rambut badan tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tikus yang tertangkap sebanyak 3 ekor. Jenis tikus yang tertangkap Tikus Got (Rattus norvegicus). Setelah dilakukan penyisiran, tidak diperoleh ektoparasit yang menempel pada tikus. Simpulan dalam penelitian ini adalah kepadatan tikus di pasar Gudang Arang atau persentase keberhasilan penangkapan (trap success) sebesar 8,33%. Namun tetap diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini bagi masyarakat (penjual) tetap melakukan upaya pemberantasan dan pengendalian tikus. Kata kunci: Tikus, Ektoparasit, Pasar

Page 1 of 1 | Total Record : 8