cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2019): September 2019" : 14 Documents clear
GAMBARAN PENYELENGGARAAN MAKANAN DI PANTI ASUHAN AL-ANSHOR AMBON Mahmud Mahmud
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.062 KB) | DOI: 10.33846/ghs4309

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia masih sering terjadi keracunan makanan seperti kasus di Boyolali provinsi Jawa Tengah, sebanyak 55 anak penghuni Balai Pelayanan Sosial Asuhan Anak Pamardi Utomo di bawah ke Rumah Sakit. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran sistem peyelenggaraan makanan di Panti Asuhan Al-Anshor Ambon. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, Populasi penelitian yaitu semua pegawai yang berada di Panti Asuhan Al-Anshor berjumlah 4 orang, Sampel penelitian adalah total sampel berjumlah 4 orang yaitu 1 orang kepala dapur dan 3 orang juru masak di Panti Asuhan Al-Anshor Ambon. Hasil: Setelah dilakukan penelitian di Panti Asuhan Al-Anshor Ambon, peneliti menemukan bahwa Sistem Penyelenggaraan Makanan mulai dari perencanaan menu, penyimpanan bahan makanan dan pengolahan bahan makanan dikategorikan kurang baik. Sedangkan pembelian bahan makanan, penerimaan bahan makanan, persiapan bahan makanan, hingga pendistribusian makanan dikategorikan baik. Dalam pendistribusian bahan makanan menggunakan sistem gabungan (sentralisasi dan desentralisasi). Kesimpulan: Sistem Penyelenggaraan Makanan di Panti Asuhan Al-Anshor tergolong kurang baik karena penyelenggaraan makanan yang dilakukan belum sesuai standar yang ada. Kata kunci: Penyelenggaraan makanan, Panti Asuhan
PENGARUH MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP LOYALITAS KUNJUNGAN BEROBAT PASIEN RAWAT INAP PADA INSTALASI RAWAT INAPANAK DI RSU HIDAYAH DELITUA 2017 Mhd Nurhidayat; Asyiah Simanjorang; Jamaluddin Jamaluddin
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.113 KB) | DOI: 10.33846/ghs4310

Abstract

Rumah Sakit Umum Hidayah Delitua merupakan rumah sakit swasta di kota Delitua yang berfungsi melayani kesehatan masyarakat. Mutu pelayanan RSU Hidayah Delitua masih belum maksimal sehingga menyebabkan loyalitas kunjungan berobat pasien rawat inap anak juga berkurang.Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahuipengaruh kualitaspelayanan yang meliputi 5 indikator yakni buktilangsung, daya tanggap, reliabilitas, jaminandan kepedulianterhadap loyalitas pasien berobat berobat pada instalasi rawat inap RumahSakit Hidayah Delitua.Jenis penelitian yang digunakan penelitian surveidengan menggunakanpendekatan explanatory. Sampel penelitian ini keluarga pasien rawat inap anak. Penentuan sampel menggunakan metode total sampling sehingga ada sebanyak 74 orang sampel penelitian. Analisis data dilakukan dengan uji regresi logistik untuk mengetahui variabel paling berpengaruh terhadap loyalitas pasien berobat. Faktor paling dominan mempengaruhi loyalitas pasien berobat pada Rumah Sakit Umum Hidayah Delitua adalah bukti fisik dan jaminan. Hal ini diindikasikan oleh nilai Exp (B) tertinggi yang dihasilkan oleh bukti fisik, yakni sebesar 8.498 disusul oleh variabel jaminan dengan nilai Exp (B) 7.750.Faktor paling dominan mempengaruhi loyalitas pasien berobat pada Rumah Sakit Umum Hidayah Delitua adalah bukti fisik dan jaminan Kata kunci: Mutu pelayanan, Loyalitas kunjungan berobat, Pasien rawat inap anak
PEMERIKSAAN NILAI HEMATOKRIT DAN KADAR ALKALI FOSFATASE PASIEN MALARIA TROPIKA +4 DI RUMAH SAKIT TK.II MARTHEN INDEY JAYAPURA Onsiana Wijayanti Tandi Datu; Herlando Sinaga; Ester Rampa
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.122 KB)

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual di dalam darah. Infeksi malaria memberikan gejala berupa demam, menggigil, anemia, dan splenomegali. Penyakit menular ini sangat dominan di daerah tropis dan sub-tropis atau kawasan tropika namun apabila diabaikan dapat menjadi menjadi penyakit serius. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Nilai Hematokrit dan Kadar Alkali Fosfatase pada penderita malaria tropika +4. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua pasien dengan diagnosa malaria yang melakukan pemeriksaan di Laboratorium Rumah Sakit Tk.II Marthen Indey. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 Sampel. Metode pemeriksaan nilai hematokrit yang digunakan adalah hematologi analizer dan kadar Alkali Fosfatase yang digunakan adalah kalorimetri. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan, dari tanggal 4 Mei sampai dengan 4 Juni 2018. Dianalisa secara deskriptif dan diperoleh hasil nilai hematokrit laki-laki yang normal 43% dan rendah 20% sedangkan nilai hematokrit perempuan yang normal 33% dan rendah 4%. Kemudian hasil kadar Alkali fosfatase laki-laki normal 47% dan rendah 6% sedangkan kadar alkali fosfatase perempuan 37% dan rendah 10%. Hasil pendekatan uji Laboratorium nilai hematokrit dan kadar Alkali fosfatase menunjukkan tidak terdapat rerata yang tinggi. Kata Kunci: Malaria Tropika +4, Nilai Hematokrit, Kadar Alkali Fosfatase
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN GASTROENTERITIS AKUT DALAM UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT DI RUANGAN ANAK RSUD dr. M. HAULUSSY Jois Nari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.214 KB) | DOI: 10.33846/ghs4311

Abstract

Gastroenteritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang pathogen.Gastroenteritis akut atau GEA merupakan kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer dan cair.Berdasarkan hasil rekam medik di RSUD dr. M.Haulussy Ambon pada tahun 2015 pasien anak yang menderita GEA sebanyak 201 anak, tahun 2016 sebanyak 177 anak dan tahun 2017sebanyak 202 anak. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan pada anak dengan gastroenteritis akut dalam pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit dengan mengunakan proses keperawatan keperawatan yaitu : pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang berbentuk studi kasus. Penelitian dilakukan selama tiga hari yaitu tanggal dari 04 sampai 06 Juli 2018 yang dilaksanakan di ruangan Anak RSUD dr.M.Haulussy Ambon dengan subjek penelitian An. C.A. dengan Gastoenteritis Akut.Hasil penelitian , melalui pengkajian tanggal 04 Juli 2018, pada An.. C.A. didapatkan data Ibu klien mengatakan klien ; BAB encer >11x/hari, mual-muntah 4 kali, lemas, pusing, klien makan ½ porsi dihabiskan, minum 4 gelas/hari, Keadaan umum lemah, mata cekung, wajah tampak pusat, turgor kulit jelek/tidak elastis, klien tampak mual-muntah, klien tampak memegang kepalanya yang pusing, konjungtiva anemis, BB saat sakit 19kg sebelum sakit 20kg membrane mukosa kering, bibir pecah-pecah, terpasang IVFD RL 20 tetes/menit pada ekstermitas kanan atas, Hematokrit 52%, kekurangan cairan sebanyak 194 CC.Setelah dilakukan tindakan tindakan keperawatan pada An.C.A. dengan gastroenteritis akutdalam perawatan selama 3x24 jam menunjukkan bahwa diagnosa/masalah keperawatan kekurangan volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan ketidakseimbangan antara intake dan output teratasi. Kata kunci: Gastroenteritis akut, Cairan dan elektrolit
FAKTOR RISIKO PADA PENOLONG PERSALINAN TERHADAP KEJADIAN PARTUS LAMA (STUDI KASUS PADA RUMAH SAKIT DAN RUMAH BERSALIN DI KOTA AMBON) Masrikat Maya Diana Claartje
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.832 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i3.339

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 228 per 100.000 Kelahiran Hidup. Penyebab kematian ibu dapat dibedakan menjadi penyebab tidak langsung (25%) dan langsung (75%). Salah satu penyebab langsung kematian ibu adalah dampak atau akibat dari partus lama. Akibat dari partus lama perlu mendapat perhatian dalam penanganannya. Faktor penolong persalinan memegang peranan penting dalam kejadian partus lama terutama dalam penerapan partograf. Propinsi Maluku memiliki kasus kematian ibu cukup tinggi yaitu 288 per 100.000 Kelahiran Hidup, sehingga diperlukan studi untuk mengetahui faktor-faktor risiko pada penolong persalinan terhadap kejadian partus lama. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor risiko penolong persalinan dengan penggunaan partograf terhadap kejadian partus lama meliputi usia, masa kerja, pengetahuan, sikap, pemberdayaan masyarakat dan kemitraan nakes-non nakes. Metode: Jenis penelitian adalah observasional dengan studi kasus kontrol, dilengkapi dengan kajian kualitatif. Jumlah sampel 28 kasus dan 28 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square test, multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Kajian kualitatif dilakukan dengan metode indepth interview dan dilakukan analisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor risiko penolong persalinan yang mempengaruhi kejadian partus lama berdasarkan analisis multivariat adalah penerapan partograf dengan pengetahuan kurang (OR=7,7; 95%CI : 2,328–25,742; p=0,001). Hasil kajian kualitatif menunjukkan bahwa pelatihan APN belum menjangkau semua bidan dan belum diterapkannya partograf dengan baik karena kurang adanya pengawasan dan keterlambatan merujuk ibu hamil tidak hanya dari bidan tetapi juga dari keputusan keluarga. Saran: perlu adanya sosialisasi penggunaan partograf, pengawasan penerapan partograf, mengadakan in house training, adanya standar operasional prosedur yang mewajibkan penggunaan partograf pada rumah sakit dan pelaksanaan GSI secara optimal. Kata kunci: Penolong persalinan, Partus lama, Faktor risiko, Kasus kontrol
PEMERIKSAAN KUALITAS AIR SECARA BAKTERI COLITINJA DAN KANDUNGAN MPN COLIFORM PADA AIR SUMUR GALI DI RT 02/RW 01 DESA POKA KECAMATAN TELUK AMBON Ulwia Ulwia; Fandi Markus Teurupun
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.474 KB) | DOI: 10.33846/ghs4314

Abstract

Air merupakan sumber daya yang paling penting dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Meningkatnya jumlah penduduk dan kegiatan pembangunan telah mengakibatkan kebutuhan air meningkat tajam. Keberadaan sumur gali di lokasi penelitian memiliki letak yang jaraknya tidak memenuhi syarat kesehatan terhadap sumber pencemar yaitu berjarak 7 meter. Selain itu konstruksi sumur serta sistem sanitasi sumur warga juga tidak memenuhi syarat kesehatan, karena di sekitar sumur tersebut, warga melakukan aktifitas dengan menggunakan sumur untuk MCK serta pembuangan air limbah rumah tangga di sekitar sumur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air secara Bakteriologi Colitinja dan MPN Coliform pada air sumur gali di RT.02/RW.01 Desa Poka Kecamatan Teluk Ambon. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh air sumur gali dari sembilan sumur gali di RT 02/RW 01 Desa Poka. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebagian air yang berasal dari empat sumur gali di RT 02 RW 01 Desa Poka dengan teknik sampling purposive sampling dan grab sampling. Berdasarkan hasil pemeriksaan bakteriologis Colitinja menunjukkan dari ke empat sampel sumur gali yang diperiksa, hasil uji laboratorium menunjukkan tiga diantaranya tidak memenuhi syarat dan satu sumur gali memenuhi syarat, sedangkan untuk hasil pemeriksaan bakteriologis Coliform menunjukkan dari empat sampel sumur gali yang diperiksa, hasil uji laboratorium menunjukkan ke empat sumur gali tidak memenuhi syarat. Berdasarkan hasil uji Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) menunjukkan bahwa jumlah kandungan Bakteriologi colitinja dan kandungan MPN coliform pada ke empat sumur gali di Desa Poka RT.02/RW.01 Kecamatan Teluk Ambon melebihi batas maksimum yang diperbolehkan. Kata kunci: Kualitas bakteriologi Colitinja, Kandungan MPN Coliform, Air sumur gali
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN WASTING PADA BALITA MELALUI ANALISIS MIX METHODS DI PUSKESMAS MEDAN SUNGGAL TAHUN 2018 Layla Rizmi Andayani Putri Tambunan; Iman Muhammad; Nur’aini Nur’aini; Syamsopyan Ishak
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.169 KB) | DOI: 10.33846/ghs4305

Abstract

Wasting adalah suatu kondisi gizi kurang akut dimana berat badan balita tidak sesuai dengan tinggi badan atau nilai z score lebih dari -2SD. Wasting dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan jasmani dan kecerdasan anak bahkan lebih buruknya akan berdampak terhadap kematian balita. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang memengaruhi kejadian wasting pada balita. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 38 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Medan Sunggal. Dari hasil penelitian responden yang memiliki tingkat pendapatan < Rp. 2.246.725,- sebanyak 25 keluarga (65,8%), responden dengan tingkat pengetahuan kurang baik sebanyak 29 responden (76,3%), responden dengan pendidikan tinggi sebanyak 25 responden (65,8%), responden yang tidak bekerja sebanyak 34 responden (89,5%), responden yang memberikan konsumsi makanan dengan kurang baik sebanyak 28 responden (73,7%) dan terdapat balita kurus sebanyak 28 balita (73,7%). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian wasting dengan konsumsi makanan (p= 0,028 < 0,05). Sedangkan dalam penelitian kualitatif, ditemukan bahwa kurangnya minat ibu dalam mengikuti kegiatan posyandu dan penyuluhan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas. Dari hasil penelitian ini diharapkan pihak Puskesmas untuk meningkatkan kegiatan monitoring yang dilakukan secara rutin serta melakukan penilaian status gizi secara berkala dan ibu selalu aktif mengikuti kegiatan posyandu yang diadakan agar status gizi anak balita dapat terkontrol dan ditangani secara baik. Kata kunci: Wasting, Balita, Konsumsi makanan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI DESA URENG KECAMATAN LEIHITU KABUPATEN MALUKU TENGAH Mahmud Mahmud
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.229 KB) | DOI: 10.33846/ghs4313

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian air susu ibu saja kepada bayi selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa memberikan makanan atau cairan lain, kecuali vitamin, mineral, dan obat yang telah diizinkan (WHO, 2010). Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, yaitu data yang menyangkut variable bebas dan variable terikat akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan (Notoatmodjo,2015). Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 22 sampai dengan 24 Juli 2019 di Desa Ureng Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Populasi ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan, sampel diambil dari total populasi sebanyak 62 orang. Analisa dilakukan untuk melihat hubungan antara variable bebas dengan variable terikat dengan SPSS, menggunakan Chi- Square dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan, pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi, sedangkan usia, pengetahuan ibu tidak terdapat hubungan. Kata kunci: Usia, Pendidikan, Pengetahuan, Pekerjaan, ASI eksklusif
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL OLEH PEKERJA SEKS DI LOKALISASI BANDAR BARU KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2018 Monika Fernonike Silaban; Juliandi Harahap; Megawati Megawati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.142 KB) | DOI: 10.33846/ghs4306

Abstract

Perilaku yang mendukung terjadinya IMS biasanya dilakukan oleh pekerja seks dengan melakukan hubungan seksual yang tidak sehat dan kurangnya kesadaran para pekerja seks dalam hal pencegahan IMS diantaranya adalah sering bergonta-ganti pasangan, melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang tidak dikenal dan masih terus berhubungan seks meskipun telah menderita infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan mengalisis pengaruh predisposisi (pengetahuan, sikap, persepsi), pendukung (ketersediaan layanan kesehatan) dan factor pendorong (dukungan tenaga kesehatan) terhadap pencagahan IMS pada wanita pekerja seks di Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Deli Serdang tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 340 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 orang berdasarkan kriteria penelitian. Data dianalisis dengan melakukan Uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000, hubungan sikap pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks dengan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000, hubungan persepsi pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks dengan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000, hubungan ketersediaan layanan kesehatan pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks kemaknaan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000 dan hubungan dukungan tenaga kesehatan pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks kemaknaan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000. Kata kunci: Pencegahan infeksi menular, HIV/AIDS
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN FREKUENSI KEJADIAN LUKA / VULNUS PADA NELAYAN DI PESISIR PANTAI DESA WAIHERU KECAMATAN BAGUALA KOTA AMBON Suardi Zurimi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.533 KB) | DOI: 10.33846/ghs4308

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan suatu perangkat yang digunakan oleh pekerja demi melindungi dirinya dari potensi bahaya serta kecelakaan kerja yang kemungkinan dapat terjadi di tempat kerja. Penggunaan APD oleh pekerja saat bekerja merupakan suatu upaya untuk menghindari paparan resiko bahaya di tempat kerja. Walaupun upaya ini berada pada tingkat pencegahan terakhir, namun penerapan alat pelindung diri ini sangat dianjurkan. Pemakaian APD yang tidak lengkap pada nelayan berhungungan dengan kejadian cedera vulnus laceratum karena dengan pemakaian APD pada ekstremitas yang lengkap dapat melindungi ekstremitas dari luka. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui efektifitas penggunaan alat pelindung diri dengan frekuensi kejadian luka / vulnus pada nelayan di pesisir pantai Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pra eksperiment dengan pendekatan one group pre test-post test design yang dimaksudkan untuk mengukur frekuensi kejadian luka / vulnus pada nelayan di pesisir pantai Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon sebelum dan sesudah penggunaan alat pelindung diri. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat selisih perbedaan rata-rata nilai antara kejadian vulnus / luka sebelum dan setelah penggunaan alat pelindung diri (APD) yaitu 0,40 dengan hasil uji statistic p value sebesar 0,000 (α < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan APD sangat efektif dalam menurunkan frekuensi kejadian luka / vulnus pada nelayan di pesisir pantai Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon. Hal ini berarti dengan diberikannya perlakuan penggunaan APD pada nelayan keramba dapat mengurangi terjadinya kejadian vulnus / luka. Hasil analisis menunjukan adanya perbedaan kejadian vulnus / luka yang signifikan sebelum dan sesudah penggunaan pada nelayan keramba dipesisir pantai Desa Waiheru Kota Ambon dengan hasil uji statistik p value sebesar 0,000. Hal ini berarti bahwa dengan penggunaan APD menyebabkan adanya penurunan frekuensi kejadian luka / vulnus pada nelayan di pesisir pantai Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon. Kata Kunci: Efektifitas, Alat pelindung diri, Vulnus / luka

Page 1 of 2 | Total Record : 14