cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Update
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,621 Documents
PENGARUH PROFITABILITAS, PERTUMBUHAN, STRUKTUR AKTIVA DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL ( Pada Perusahaan Property Dan Real Estate Yang Terdaftar Di BEI) B31111016, Deva Restira
Jurnal Manajemen Update Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research were to found out and analyzed the influence of profitability, growth, structure of assets and the size of the company to the capital structure on a property and real-estate companies that listed on the Indonesia Stock Exchange. This research used secondary data that sourced from the financial statements of the Property and Real-estate company period 2010-2014 obtained from Indonesia Stock Exchange website. The selection of the sample in this research used purposive sampling method, with the 34 samples of Property and Real-estate company period 2010-2014 that obtained from Indonesia Stock Exchange website. This research used capital structure as the dependent variable and profitability, growth and structure of assets and the size of the company as independent variable. An analytical technique used was multiple linear regression analysis technique. The results showed that profitability and the size of the company doesn't significantly to capital structure while the growth and structure of assets have significant influence towards the capital structure. The magnitude of the determination coefficient adjusted R2 was 0.118. This means that 11.8 percent variable of capital structure can be explained by the independent variable in this research, while the rest 88.2 percent was explained by other variables out of this research model. Keywords: Capital Structure, Profitability, Growth, Structure Of Assets, The Size Of The Company.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Budaya Organisasi serta dampaknya terhadap Kinerja Karyawan Kantor PT PLN (PERSERO) Wilayah Kalimantan Barat Area Pontianak admin, Robertus Jilson B11112051
Jurnal Manajemen Update Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis : 1) pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Budaya Organisasi;  2) pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan; 3) pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kausal. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan kantor PT PLN (Persero) wilayah Kalimantan Barat area Pontianak. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel sensus. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis jalur (Path Analysis) dengan menggunakan program SPSS versi 23.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Gaya Kepemimpinan berpengaruh dan signifikan terhadap Budaya Organisasi; 2) Gaya Kepemimpinan berpengaruh dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan; 3) Budaya Organisasi berpengaruh dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan.   Kata kunci : Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Kinerja Karyawan
PENGARUH ASSET GROWTH, CURRENT RATIO, EPS, DER DAN FIRM SIZE TERHADAP BETA SAHAM PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR TEKSTIL DAN GARMEN PADA PERIODE 2012 SAMPAI 2016 Wati, Misnawati B11112016
Jurnal Manajemen Update Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.186 KB)

Abstract

ABSTRAK Pasar modal diartikan sebagai sebuah wahana yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Risiko merupakan factor penting dalam keputusan investasi. Risiko berkaitan dengan ketidak pastian tentang tingkat return atau kemungkinan perbedaan antara kembalian sesungguhnya (actual return) dengan expected return. Investasi yang mempunyai tingkat kembalian yang tinggi mempunyai tingkat risiko yang tinggi. Berdasarkan karakteristik ini investor ingin memaksimumkan tingkat kembalian yang tertinggi pada suatu tingkat risiko tertentu.Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh Asset Growth,Current Rasio, EPS, DER dan Firm Size terhadap Beta Saham pada perusahaan Sub Sektor Tekstil dan Garmen pada periode 2012 sampai 2016.Jenis metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan metode kuantitatif. Adapun jumlah sampel yang digunakan di dalam penelitian ini berjumlah 65. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan data panel, uji asumsi klasik dan uji hipotesis.Hasil analisis data menunjukan bahwa (1) Asset Growth berpengaruh positif dan signifikan terhadap Beta Saham, (2) Current Rasio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Beta Saham, (3) Earning Per Share berpengaruh negative dan signifikan terhadap Beta Saham, (4) Debt To Earning Rasio berpengaruh positif dan signifika nterhadap Beta Saham, (5) Firm Size berpengaruh negative dan signifikan terhadap Beta Saham. Kata Kunci:Asset Growth, Current Rasio, Earning Per Share, Debt To Earning Rasio, Firm SizedanBeta Saham.DAFTAR PUSTAKAAnthony N. Robert, Govindarajan Vijay. 2015. Sistem Pengendalian Manajemen. Jakarta: Selemba Empat. Brimigham, Eugene dan Joel, Houston. 2013. Dasar- DasarManajemen Keuangan. Jakarta: Selemba Empat. Caecelia, Carrolina. Cahyadi, Sendy.”Kajian Emperis Variabel Makroekonomi dan Mikroekonomi Terhadap Beta Saham Pada Perusahaan  yang Terdaftar di Kompas 100 Periode 2009-2013”. Jurnal Akuntansi. Cahyono, YA Didit. 2015.“Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko ekuitas pada perusahaan yang terdaftar di bursa efek indonesia”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asset growth, size terhadap risiko ekuitas pada perusahaan yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2001 sampai 2003”. Media Bisnis, Vol.7, No.1, hal.111-117. Chairiyah, Mir’atul.2009.” Pengaruh asset growth, roe, tato, asset turnover dan eps terhadap beta saham”. UNP.Chandra, Ade Yulian. 20112.“ Analisis variabel yang mempengaruhi beta saham pada perusahaan yang terdaftar di jakarta islamic index bursa efek indonesia”.Chen, Ming. 2014. “Analisis pengaruh perekonomian makro dan mikro yang berpengaruh pada risiko sistematis saham periode 2007 sampai 2013”. Jurnal Nominal, vol.3, No.2. Dwiarti, Rina. 2011.” Analisis faktor-faktor keuangan terhadap resiko sistematik di bursa efek jakarta. Jatim: UPN.Fahmi, Irham. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta. Fidiana. 2010. “Pengaruh tingkat suku bunga, tingkat inflasi, dan rasio keuangan terhadap beta saham”. Jurnal Investasi Vol.6, No.1, hal.31-46. Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketujuh. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gujarati, Damodar N. 2012. Dasar-Dasar Ekonometrika. Jakarta: Salemba Empat. ----------. 2018. Analisis Multivariar dan Ekonometrika Teori dan Aplikasi dengan Eviews 10. Edisi Kedua. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Handayani, Wuri Desi. 2014. “ Pengaruh financial leverega, luikiditas, pertumbuhan asset, dan ukuran perusahaan terhadap beta saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia”.Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis, vol.1, No.2, 169-182. Harahap, Sofyan Syafri. 2013. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Hartono, Jogiyanto. 2010. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE. ----------. 2015. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Kesepuluh. Yogyakarta: BPFE. Http://poskotanews.com/2016/01/23/menperin-industri-tekstil-berkontribusi-besar-pertumbuhan-ekonomi/. Husnan, Suad. 2015. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. Jama’an. 2008.” Pengaruh mekanisme corporate governance dan kualitas kantor akuntan publik terhadap integritas informasi laporan keuangan”. Semarang: Universitas Diponegoro. Jones, Charles p. 2004. Analysis Investment and Management. London : Mcgraw-Hill Book.Kasmir. 2011. Analisis Laporan Keuangan. Rajawali Pers. Jakarta.Kusuma, Lila Indra. 2016.” Pengaruh Aseset Growth, DER, ROE, TATO dan EPS Terhadap Beta Saham Pada Perusahaan yang Masuk Dalam Kelompok Jakarta Islamic Indeks 2013-2015”. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan.Lestari, Puji. 2017.” Analisis Pengaruh Faktor Fudamental Perusahaan Terhadap Beta Saham Perusahaan yang Terdaftar Pada Indeks Kompas 100.Nachrowi, Djalal. Usman, Hardius. 2010. Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika Untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan. Jakarta: Universitas Indonesia.Prakoso. 2010. Menganalisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Beta Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan yang Tercatat dalam Indeks Kompas 100 di Bursa Efek Indonesia 2007-2010).Rachmawati, Sisca .2009.” Analisis pengaruh faktor fundamental terhadap resiko sistematik pada saham LQ 45 yang terdaftar di bei periode 2006-2008. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.Santoso, Imam. 2013. Manajemen data Untuk Analisis Data Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Gosyen Publishing. Sartono, Agus. 20011. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE. ----------. 2014. . Edisi 4. Yogyakarta: BPFE. Sawir, Agnes. 2015. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Simatupang, Mangasa. 2010. Pengetahuan Praktis Investasi Saham dan Reksa Dana. Jakarta: Mitra Wacana Media. Soeroso, Anditya. 2013. “Faktor fundamental ( current ratio, total debt to equity ratio, total asset turn over, return on invesment  ) terhadap risiko sistematik pada industri food and beverages di bursa efek indonesia” Jurnal EMBA, Vol.1, No.4, hal.1687-1696. Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Tandelilin, Eduardus. 2011. Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi. Edisi Pertama. Yogyakarta: KANISIUS. ----------. 2010. Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: KANISIUS. Wahyu, Denik Koko dan Khotimah, Khusnul Siti. 2014. “ Faktor fundamental yang mempengaruhi beta saham perusahaan industri di bursa efek indonesia”. Majalah ilmiah “ Dian Ilmu”, april 2014, vol.13 No.2 Widarjono, Agus. 2013. Ekonometrika, Pengantar dan Aplikasi. Yogyakarta: YKPN Winarno, Wing Wahyu. 2011. Analisis Ekometrika dan Statistika Dengan Eviews. Yogyakarta: YKPN. www.idx.co.id. www.yahoo.finance.co.id. Yustiantomo, Budi Suseno.2009.” Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi beta saham studi kasus perbandingan perusahaan finance dan manufaktur yang listing di bei pada tahun 2005-2007. Semarang : Universitas Diponegoro
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN SELF ESTEEM TERHADAP KINERJA KARYAWAN STUDI PADA PT.TEBAR TANDAN TENERAH-SAMPOERNA AGRO TBK DI KABUPATEN LANDAK EZRA, TRI EEBEL EZRA B11112144
Jurnal Manajemen Update Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN SELF ESTEEM TERHADAP KINERJA KARYAWAN STUDI PADA PT.TEBAR TANDAN TENERAH-SAMPOERNA AGRO TBK DI KABUPATEN LANDAKTRI EBEL EZRAB11112111Email: triebel.ezra@yahoo.co.id ABSTRAK      Penelitian ini dilakukan karena ditemui adanya masalah kepuasan kerja dan self esteem yang dialami karyawan, dan di khawatirkan akan berdampak buruk bagi kinerja mereka. Tujuan penilaian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja dan pengaruh self esteem terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kantoran di semua divisi yang berjumlah sebanyak 40 orang karyawan. Metode sampling yang di gunakan adalah dengan menggunakan sampel jenuh, yaitu mengambil seluruh populasi karyawan yang ada untuk dijadikan sampel dalam penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan uji hipotesis menggunakan uji t (parsial) serta koefisien determinasi.     Hasil analisis data menunjukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan karena nilai (thitung) sebesar 6,113 > nilai (ttabel) 2,023 dan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Sedangkan self esteem diketahui tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan karena memiliki nilai (thitung)sebesar 1,601< nilai (ttabel) 2,023 dan dengan nilai signifikansinya 0,118 > 0,05. Kata kunci: kepuasan kerja, self esteem, kinerja   BAB IPENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang      Sumber daya manusia adalah salah satu aset terpenting yang dimiliki perusahaan, karena semampu apapun perusahaan menghasilkan modal namun jika tidak di gerakan oleh tenaga manusia, maka tidak akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan. Peranan sumber daya manusia bagi perusahaan tidak hanya dilihat dari hasil produktivitas kerja tetapi juga dilihat dari kualitas kerja yang dihasilkan. Oleh karena itu, kinerja karyawan merupakan  hal yang patut mendapat perhatian penting dari pihak perusahaan.     Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja dari karyawannya. Menurut Bangun (2012) “Kinerja adalah hasil perkerjaan yang dicapai seseorang berdasarkan persyaratan-persyaratan pekerjaan, yang artinya kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh karyawan dalam sebuah periode yang ditentukan. Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang dianggap sangat penting oleh perusahaan dalam upaya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Zainal, et al., 2014).     Namun tidak semua karyawan mampu memenuhi harapan dari manajemen perusahaan, oleh karenanya perusahaan harus melakukan penilaian terhadap kinerja karyawan. Menurut Mondy (2008) Penilaian kerja adalah “sistem formal untuk menilai dan mengevaluasi kinerja tugas individu dan tim”. Kegiatan penilaian ini dianggap penting, karena dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan serta memberikan umpan balik kepada karyawan tentang kinerja mereka.     Dalam upaya peningkatan kinerja karyawan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah faktor kepuasan kerja. Menurut  Bangun (2012) “Kepuasan kerja adalah penilaian ke atas suatu pekerjaan apakah menyenangkan atau tidak menyenangkannya untuk dikerjakan”.     Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual. Setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan nilai yang berlaku pada dirinya. Menurut Zainal, et al (2014) makin tinggi penilaian terhadap kegiatan dirasakan sesuai dengan keinginan individu, maka makin tinggi kepuasannya terhadap kegiatan tersebut, dengan demikian kepuasan kerja merupakan evaluasi yang menggambarkan seseorang atas perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas atau tidak puas dalam bekerja.     Selain faktor kepuasan kerja, faktor lainnya yang harus diperhatikan untuk peningkatan kinerja karyawan adalah faktor self esteem. Menurut Korman (1970) dan Brockner (1988) dalam Ertanto (2011) menyatakan bahwa “self esteem karyawan merupakan penjelasan yang sentral atau utama dari kinerja atau performasi karyawan”. Pernyataan tersebut sudah cukup menjelaskan bahwa baik buruknya kinerja karyawan sedikit banyak memang di pengaruhi oleh Self esteem.     Menurut Luthans (2015) “Self esteem berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menilai diri dan citra diri”, sedangkan pendapat lainya dikemukakan oleh Rosenberg dalam Srisayekti, et al (2015) “self esteem merupakan suatu evaluasi positif ataupun negatif terhadap diri sendiri”. Dengan kata lain self esteem adalah bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.     Self esteem dipandang sebagai salah satu aspek penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Manakala seseorang tidak dapat menghargai dirinya sendiri, maka akan sulit baginya untuk dapat menghargai orang-orang di sekitarnya. Jika hal demikian terjadi di dalam tubuh organisasi perusahaan, maka akan sangat menghambat perusahaan untuk bergerak maju dan bersaing dikarenakan adanya penurunan kinerja karyawan sebagai dampak dari kurangnya rasa saling menghargai antar karyawan.     Fenomena yang terjadi pada karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak diketahui sedikitnya jumlah karyawan yang bermasalah dengan absensi namun meski demikian pekerjan yang dikerjakan mereka terkadang masa penyelesaiannya memakan waktu yang lebih lama jika dibandingkan seharusnya.     Melihat hal tersebut penulis berasumsi bahwa adanya masalah dengan pemberian apresiasi dari perusahaan kepada karyawan yang membuat karyawan mengalami ketidakpuasan dalam pekerjaannya, dan juga kurangnya performasi karyawan untuk memenuhi kebutuhan pencapaian prestasi sebagai dampak dari rendahnya self esteem karyawan, yang jika dibiar terus menerus masalah ini pada akhirnya bisa berdampak pada kinerja karyawan.     Jika dilihat dari penelitian terdahulu, belum ada temuan yang konsisten mengenai peningkatan kinerja dipengaruhi oleh kepuasan kerja dan self esteem, misalnya dalam penelitian yang dilakukan oleh Prasetya, Handayani, dan Purbandari (2013) menemukan adanya pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja, temuan tersebut kontra sekali dengan temuan yang di peroleh subakti (2013) didapat bahwa tidak adanya pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja. Dari penelitian Prasetya, dkk (2013) juga ditemukan bahwa self esteem tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja, sedangkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Sebayang dan Sembiring (2017) dan Judge & Bono (2001) ditemukan adanya pengaruh simultan yang signifikan dari self esteem terhadap kinerja karyawan.     Dari peristiwa tersebut, penulis tertarik untuk meneliti pengaruh kepuasan kerja dan self esteem terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak.1.2.Rumusan Masalah      Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan pokok yang perlu dikaji lebih lanjut dalam penelitian ini yaitu :1. Apakah  Kepuasan kerja berpengaruh  terhadap Kinerja Karyawan. PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak ?2. Apakah Self Esteem berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak ?1.3.  Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini dilakukan adalah :1. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak.2. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh Self Esteem terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak.1.4. Manfaat Penelitian     Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat memiliki manfaat sebagai berikut :1. Bagi akademisi, menambah wawasan ilmu tentang pengaruh kepuasan kerja (job satisfaction) dan harga diri (self esteem) terhadap kinerja (performance) dan penerapan teori-teori yang ada dalam masalah sesungguhnya.2. Bagi pihak manajemen, semoga dapat menjadi informasi yang berharga dalam rangka pengambilan keputusan, khususnya dalam kepentingan pengembangan dan pembangunan manajemen sumber daya manusia yang dimilikinya.3. Bagi peneliti lain, penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar atau acuan untuk penelitian selanjutnya sehingga lebih mampu memberikan hasil yang lebih baik dan relevan. BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1.  Kinerja      Menurut Bangun (2012) “kinerja (performance) adalah hasil pekerjaan yang dicapai seseorang berdasarkan persyaratan-persyaratan pekerjaan (job requirement)”. Sementara itu menurut Simanjuntak dalam Zainal, et al (2014) “kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu”. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil yang dicapai oleh seorang karyawan atas pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya selama kurun waktu tertentu.2.2 Self esteem     Menurut Rosenberg (1965) dalam Srisayekti & Setiady (2015) “self esteem merupakan suatu evaluasi positif ataupun negatif terhadap diri sendiri”. Hal senanda juga di ungkapkan oleh Luthans (2007) yang berpendapat bahwa Self esteem atau penghargaan diri  berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menilai dan citra diri. Dengan kata lain self esteem adalah bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.2.3. Kepuasan Kerja     Menurut Wexley & Yukl (2003) dalam Bangun (2012) mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan generalisasi sikap-sikap terhadap pekerjaannya. Bermacam-macam sikap seseorang terhadap pekerjaannya mencerminkan pengalaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkan dalam pekerjaannya serta harapa-harapannya terhadap pengalaman masa depan. Pekerjaan yang menyenangkan untuk dikerjakan  dapat dikatakan bahwa pekerjaan itu memberi kepuasan bagi pemangkunya. Kejadian sebaliknya, ketitdakpuasan akan diperoleh bila suatu pekerjaan tidak menyenangkan untuk dikerjakan.2.4. Hubungan Antar Variabel2.4.1.Hubungan Kepuasan Kerja dengan  Kinerja    Signifikansi hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja dikemukakan oleh Vroom (1960) dan Strauss (1968) dalam Prasetya, et a (2013) yang menyatakan bahwa produktivitas dapat ditingkatkan melalui peningkatan kepuasan kerja, karena kepuasan kerja memberikan semangat kepada pekerja untuk meningkatkan produktivitas. Menurut Bilha dkk (1997) dalam Prasetya, et al (2013) yang menyatakan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu kepuasan kerja, kebutuhan berprestasi, dan motivasi. 2.4.2.Hubungan Self esteem dengan Kinerja     Seseorang yang merasa dirinya begitu berharga dan berarti cenderung untuk melakukan yang terbaik dalam setiap tugas dan tanggungjawabnya, baik sebagai anggota organisasi maupun sebagai individual. Perasaan-perasaan Self esteem, pada kenyataannya terbentuk oleh keadaan kita dan bagaimana orang lain memperlakukan kita (Prasetya, dkk., 2013). Orang yang mempunyai Self esteem yang kuat akan mampu membina relasi yang lebih baik dan sehat dengan orang lain, bersikap sopan, dan menjadikan dirinya menjadi orang yang berhasil (Sapariyah, 2011 dalam Prasetya, dkk., 2013). Dengan demikian maka akan meningkatkan kinerja individualnya. Meta analisis yang dilakukan oleh Judge dan Bono (2001) dalam Prasetya, dkk.,(2013) menemukan ada hubungan positif antara Self esteem dan kinerja individual.2.5. Kerangka Pemikiran      Gambar 2.1: Kerangka Konseptual 2.5.1.Hipotesis Penelitian    Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka berpikir, maka hipotesis yang dirumuskan adalah:H1 : Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.H2 : Self esteem berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.   BAB IIIMETODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian  Jenis penelitian pada penulisan ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut Hermawan (2008) penelitian “kuantitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang bersifat obyektif, mencakup pengumpulan dan analisis data kuantitatif serta menggunakan metode pengujian statistik”.3.2. Populasi   Pengumpulan data dalam sebuah penelitian sangatlah diperlukan, itu semua dilakukan guna membantu penulis dalam rangka mengetahui karakteristik data yang ada dalam penelitian ini. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan kantor PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak di semua divisi yang berjumlah 40 orang.3.3. Sampel  Sampel yang di ambil untuk penelitian ini adalah seluruh populasi karyawan kantoran PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak di semua divisi yang berjumlah 40 karyawan, yang artinya peneliti menggunakan sampel jenuh.3.4. Teknik Pengumpulan Data1.Wawancara (interview)   Menurut Esterberg (2002) dalam Sugiyono (2010) “wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topic tertentu”. Untuk mendapatkan informasi di PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak, peneliti mewawancarai beberapa pihak yaitu kepala HRD, Manajer cabang, dan beberapa karyawan yang perlu diwawancarai.2. Kuesioner    Menurut Sugiyono (2011) “kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”. Adapun dalam penelitian ini kuesioner tentang kepuasan kerja, self esteem  dan kinerja karyawan yang ditujukan kepada para pegawai PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak. Isi dari kuesioner merupakan pertanyaan-pertanyaan tertutup untuk memperoleh data mengenai identitas responden, kepuasan kerja, self esteem  dan kinerja karyawan.Studi Kepustakaan    Pengambilan data dengan buku dan literature untuk mendapatkan teori-teori yang dapat mendukung penulis dalam melakukan penelitian.3.5. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional    Menurut Sugiyono (2011) berpendapat bahwa “Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari sehinga diperoleh informasi tentang hal tesebut, kemudian ditarik kesimpulannya”. Variabel bebas dalam penelitian ini ini adalah kepuasan kerja dan self esteem, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja.    Definisi operasional dalam penelitian ini adalah:Kinerja (Y)Kepuasan Kerja (X1)Self Esteem (X2)3.6.  Uji Instrumen3.6.1. Uji Validitas    Menurut Sugiyono (2011) “Validitas merupakan derajad ketepatan antara data yang terjasi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti”.  Dengan demikian valid adalah data “yang tidak berbeda” antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian Berdasarkan definisi tersebut, maka validitas dapat diartikan sebagai suatu karakteristik dari ukuran terkait dengan tingkat pengukuran sebuah alat test (kuesioner) dalam mengukur secara benar apa yang diinginkan peneliti untuk diukur.3.6.2. Uji Reliabilitas    Menurut Ferdinand (2007) “sebuah scale atau instrumen pengukur data dan data yang dihasilkan disebut reliable atau terpercaya apabila instrumen itu secara konsisten memunculkan hasil yang sama setiap kali dilakukan pengukuran”.3.7.  Uji Asumsi Klasik3.7.1. Uji Normalitas    Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data residual terdistribusi secara normal atau tidak. Residual merupakan nilai sisa atau selisih antara nilai variabel dependen (Y) dengan variabel dependen hasil regresi (Y’). Model regresi yang baik adalah yang memiliki data residual yang terdistribusi secara normal. Uji distribusi normal adalah uji untuk mengukur apakah data kita memiliki distribusi normal sehingga dapat dipakai dalam statistik parametrik (statistik inferensial). Uji normalitas yang digunakan adalah metode Grafik P-P Plot. Jika menyebar sekitar garis dan mengikuti garis diagonal, maka residual pada model regresi tersebut berdistribusi secara normal.    Untuk itu demi memastikan bahwa data residual berdistribusi secara normal maka peneliti menambahkan uju normalitas dengan metode one sample kolmogrov-smirnov. Cara mendeteksinya yaitu dengan melihat nilai signifikasinya denga kriteria :Jika probabilitasnya (nilai Asymp. Sig (2-tailed) > 0,05 Ho diterima (data   residual berdistribusi normal)Jika probabilitasnya (nilai Asymp. Sig (2-tailed) < 0,05 Ho ditolak (data residual  tidak berdistribusi normal)3.7.2. Uji Linieritas    Uji linieritas adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mengetahui status linier tidaknya  suatu distribusi  data penelitian. Uji linieritas dilakukan untuk membuktikan bahwa masing-masing variabel bebas mempunyai hubungan  linier dengan variabel terikat.  Hasil yang diperoleh melalui uji linieritas akan menentukan teknik-teknik analisis data yang dipilih dapat digunakan atau tidak. Apabila dari hasil linieritas didapatkan kesimpulan bahwa distribusi data penelitian dikategorikan linier, maka data penelitian dapat digunakan dengan metode-metode yang ditentukan. Demikian juga sebaliknya, apabila tidak linier maka distribusi data harus dianalisis dengan metode lain.Kriteria pengujian:Jika nilai sign > 0,05 maka terdapat hubungan linier.Jika nilai sign < 0,05 maka tidak terdapat hubungan linier.3.7.3. Uji Multikolinearitas    Multikolinearitas adalah keadaan dimana terjadi hubungan linear yang sempurna atau mendekati sempurna antara variabel independen dalam model regresi. Suatu model regresi dikatakan mengalami multikolinearitas jika ada fungsi linear yang sempurna pada beberapa atau semua independen variabel dalam fungsi linear. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.     Menurut Ghozali (2011) Untuk menguji multikolinieritas dengan cara melihat nilai VIF masing-masing variabel independen, jika nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas.3.7.4. Uji Heterokedastinitas    Heteroskedastisitas adalah keadaan dimana terjadi ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.    Deteksi ada atau tidaknya heteroskedesitas dapat dilihat dari ada atau tidaknya pola tertentu pada gambar scatterplot. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka mengindikasikan bahwa telah terjadi heteroskedastisitas, uji scatterplot rentan terhadap kesalahan, untuk memastikan bahwa tidak terjadi heterokedastinitas maka peneliti menambahkan uji heterokedastinitas dengan glejser, dengan kriteria pengujian jika nilai signifikan antara variabel independen dengan residual lebih dari 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastinitas.3.8.  Uji Hipotesis       3.8.1. Regresi Linier Sederhana    Menurut Suyono (2015), “model regresi linier sederhana adalah model probabilistik yang menyatakan hubungan linier antara dua variabel dimana salah satu variabel dianggap mempengaruhi variabel yang lain”.     Model probabilistik regresi linier sederhana adalah:     Menurut Kuncoro (2011, 108) menjelaskan bahwa “koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan meodel dalam menerangkan variasi variabel terikat”. formula untuk menghitung koefisien determinasi adalah:R2 = (TSS-SSE)/TSS = SSR/TSS     Nilai koefisien determinasi adalah diantara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berati kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat bebas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan  hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.    Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukan kedalam model. Setiap tambahan satu variabel independen maka R2 pasti meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (baca memiliki nilai t yang signifikan atau tidak). oleh karena itu, banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan Adjusted R2 pada saat mengevaluasi mana model regresi yang terbaik. Adjusted R2 di hitung dari:Adjusted R2 = 1 – (n-1)  = 1-      Tidak seperti nilai R2, nilai Adjusted R2 dapat naik turun apabila satu variabel independen ditambahkan kedalam model.3.8.2. Uji Determinasi    Menurut Kuncoro (2011, 108) menjelaskan bahwa “koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan meodel dalam menerangkan variasi variabel terikat”. formula untuk menghitung koefisien determinasi adalah:R2 = (TSS-SSE)/TSS = SSR/TSS     Nilai koefisien determinasi adalah diantara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berati kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat bebas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan  hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.    Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukan kedalam model. Setiap tambahan satu variabel independen maka R2 pasti meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (baca memiliki nilai t yang signifikan atau tidak). oleh karena itu, banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan Adjusted R2 pada saat mengevaluasi mana model regresi yang terbaik. Adjusted R2 di hitung dari:Adjusted R2 = 1 – (n-1)  = 1-      Tidak seperti nilai R2, nilai Adjusted R2 dapat naik turun apabila satu variabel independen ditambahkan kedalam model3.8.3. Uji Signifikan Parsial (t)    Menurut Kuncoro (2011) menjelaskan bahwa “uji staistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat”. Hiotesis nol (H0) yang hendak diuji adalah apakah satu parameter (b1)sama dengan nol, atau:H0 : bi = o    Artinya apakah suatu variabel independen bukan merupakan penjelasan yang signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis alternatifnya (Ha),Ha : bi ≠ o     Artinya variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.     Untuk menguji kedua hipotesis ini digunakan statistik t. Statistik t dihitung dari formula sebagai berikut:t = (bi-0)/S = bi/S     Dimana S = deviasi standar yang dihitung dari akar varians. Varians (variance), atau S2, diperoleh dari SSE dibagi dengan jumlah derajat kebebasan (degree of freedom). Dengan kata lain: =     Dimana n = jumlah observasi; k = jumlah parameter dalam model termasuk intercept.BAB IVPEMBAHASAN 4.1.Hasil Uji Hipotesis4.1.1.      Pengaruh kepuasan kerja (X1) terhadap kinerja (Y)Tabel 4.20Regresi Linier SederhanaKepuasan Kerja Terhadap KinerjaCoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientsTSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)18.2712.747 6.652.000kepuasan kerja.469.077.7046.113.000Dependent Variable: kinerja     Berdasarkan hasil output SPSS pada tabel 4.20 persamaan regresi linier sederhana antara variabel kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan adalah Y=18,271 + 0,469X1. Konstanta/intersep sebesar 18,271 secara sistematis menyatakan bahwa jika nilai variabel X1 adalah 0 (nol) maka nilai Y adalah 18,271. Dengan kata lain bahwa nilai kinerja karyawan tanpa kepuasan kerja adalah 18,271 poin. Koefisien regresi yang bernilai positif menunjukan bahwa hubungan variabel kepuasan kerja memiliki hubungan yang linier dengan kinerja karyawan. artinya setiap kenaikan nilai yang terjadi pada variabel kepuasan kerja, maka variabel kinerja karyawan juga mengalami kenaikan. Dari tabel juga dapat dilihat nilai thitung = 6,113 > ttabel= 2,021 dan nilai signifikansi adalah sebesar 0,000 dengan derajat signifikansi yang dipakai adalah 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. artinya semakin tinggi tingkat kepuasan kerja maka semakin tinggi juga kinerja karyawan.         4.1.2.      Pengaruh Self Esteem (X2) terhadap kinerja (Y)Tabel 4.21Regresi Linier SederhanaSelf Esteem Terhadap KinerjaCoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientsTSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)18.67910.197 1.832.075self esteem.453.283.2511.601.118a. Dependent Variable: kinerja     Berdasarkan hasil output SPSS pada tabel 4.20 persamaan regresi linier sederhana antara variabel self esteem terhadap kinerja karyawan adalah Y=18,679 + 0,453X2. Konstanta/intersep sebesar 18,679 secara sistematis menyatakan bahwa jika nilai variabel X2 adalah 0 (nol) maka nilai Y adalah 18,679. Dengan kata lain bahwa nilai kinerja karyawan tanpa kepuasan kerja adalah 18,679 poin.   Koefisien regresi yang bernilai positif menunjukan bahwa hubungan variabel self esteem memiliki hubungan yang linier dengan kinerja karyawan. artinya setiap kenaikan nilai yang terjadi pada variabel kepuasan kerja, maka variabel kinerja karyawan juga mengalami kenaikan. Dari tabel juga dapat dilihat nilai thitung = 1,601 < ttabel= 2,021 dan nilai signifikansi adalah sebesar 0,118 dengan derajat signifikansi yang dipakai adalah 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa self esteem tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.4.2.       Uji DeterminasiTabel 4.22Uji Koefisien DeterminasiKepuasan KerjaModel Summary ModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate1.704a.496.4831.511a. Predictors: (Constant), kepuasan kerja            Dari Tabel 4.22 dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0,483 atau 48,3 %. Adjusted R Square berkisar pada angka 1-0, dengan catatan semakin besar angka Adjusted R Square maka semakin kuat hubungan dari ketiga variabel dalam model regresi. Dapat disimpulkan bahwa 48,3 % kinerja karyawan dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Sedangkan selisihnya 51,7% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain.Tabel 4.22Uji Koefisien Determinasi Self EsteemModel SummaryModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate1.251a.063.0392.059a. Predictors: (Constant), self esteem    Dari Tabel 4.23 diatas dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0,039 atau 3,9 %. Adjusted R Square berkisar pada angka 1-0, dengan catatan semakin besar angka Adjusted R Square maka semakin kuat hubungan. Dapat disimpulkan bahwa 3,9 % kinerja karyawan dipengaruhi oleh Self Esteem, sedangkan selisihnya 96,1 % dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain. 4.3.       Uji Parsial (t)Tabel 4.24Uji t (uji parsial)Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja CoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientsTSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)18.2712.747 6.652.000kepuasan kerja.469.077.7046.113.000a. Dependent Variable: kinerja     Hasil uji hipotesis variabel kepuasan kerja dapat dilihat pada tabel 4.24 diatas bahwa, kepuasan kerja memiliki nilai thitung sebesar 6,113 > 2,023 (ttabel) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian H0 ditolak  dan menerima H1, sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.        Tabel 4.25Uji t (uji parsial)Self Esteem Terhadap KinerjaCoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientsTSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)18.67910.197 1.832.075self esteem.453.283.2511.601.118a. Dependent Variable: kinerja    Hasil uji hipotesis variabel self esteem pada tabel 4.25 diatas dapat dilihat bahwa self esteem memiliki nilai thitung sebesar 1,601< 2,023 (ttabel)  dengan nilai signifikansinya 0,118 > 0,05. Dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga dapat dikatakan bahwa self esteem tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.4.4.       Pembahasan 4.4.1. Kepuasan Kerja terhadap Kinerja     Berdasarkan penghitungan statistik yang telah dilakukan dalam pengujian variabel kepuasan kerja dapat diketahui bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap baik buruknya kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak. Dapat dilihat pada tabel Uji t (parsial) kepuasan kerja memiliki nilai thitung sebesar 6,113 > 2,023 (ttabel) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian H0 ditolak  dan menerima H1, sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.4.4.2.      Self Esteem terhadap Kinerja    Berdasarkan penghitungan statistik yang telah dilakukan dalam pengujian variabel self esteem dapat diketahui bahwa self esteem berpengaruh terhadap baik buruknya kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah – Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak. Dapat dilihat pada tabel Uji t (parsial) bahwa variabel self esteem memiliki nilai thitung sebesar 1,601 > 2,023 (ttabel)  dengan nilai signifikansinya 0,118 < 0,05. Dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga dapat dikatakan bahwa self esteem tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.BAB VKESIMPULAN5.1. Kesimpulan    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepuasan kerja dan Self esteem terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk, Kabupaten Landak. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk, Kabupaten Landak.Self esteem tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk, Kabupaten Landak.5.2. RekomendasiDari hasil analisis penelitian yang telah dijelaskan diatas bahwa ditemukannya pengaruh yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk di Kabupaten Landak. Dalam hal ini dijelaskan bahwa peningkatan kinerja karyawan sangat di pengaruhi oleh kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan. Selanjutnya, adapun saran-saran sebagai pelengkap terhadap hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:Bagi perusahaan atau organisasi     Temuan dalam penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk, Kabupaten Landak. Dengan adanya temuan ini diharapkan agar pihak perusahaan untuk lebih lagi memperhatikan faktor kepuasan kerja karyawan, terutama dalam pemberian apresiasi kepada karyawan, karena dalam penelitian ini ditemukan ada masalah dalam pemberian apresiasi perusahaan terhadap karyawan.Bagi Peneliti Selanjutnya     Dengan dibuatnya penelitian ini diharapkan penelitian selanjutnya dapat menggunakan model penelitian yang berbeda pada objek yang berbeda pula. Selain itu, sebaiknya penelitian juga menggunakan responden yang lebih banyak agar mewakili seluruh popuasi dari penelitian. DAFTAR PUSTAKA Bangun, W. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga. Ertanto, Y.D. (2011). Pengaruh Gaji Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Self Esteem Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada PDAM Kabupaten Grobogan), Universitas Diponegoro, Semarang. Ferdinand, A. (2007). Metode Penelitian Manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hermawan, Asep. (2007). Penelitian Bisnis Paradigma Kuantitatif. Jakarta: Pt.Grasindo. Judge, T.A., & Bono, J.E. (2001). Relationship of Core Self-Evaluations Traits—Self-Esteem, Generalized Self-Efficacy, Locus of Control, and Emotional Stability—With Job Satisfaction and Job Performance: A Meta-Analysis. Jurnal of Applied Psychology Vol. 86, (1). Doi: 10.1037//0021-9010.86.1.80 Kuncoro, M. (2011). Metode Kuantitatif  Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi. Ed. 4. Yogyakarta: Unit Penerbit Dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Luthans, F. (2006). Perilaku Organisasi. Ed. 10. Diterjemahkan oleh: Vivin Andika Yuwono, dkk..Yogyakarta: ANDI. Markovits, Y. (2012). The Commited Workforce: Evidence From The Field. Newcastle: Cambridge Scholars Publishing. Mondy. R.W. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga. Prasetya, V.,Handayani, D., Purbandari, T. (2013). Peran Kepuasan Kerja, Self Esteem, Self Efficacy Terhadap Kinerja Individual. Madiun: Jurnal Riset Manajemen dan Akuntansi. Vol.1.(1). Sandha, T., Hartati. S.,& Fauziah.N. (2012). Hubungan antara self esteem dengan penyesuaian diri pada siswa tahun pertama krista mitra Semarang. Semarang: Jurnal Psikologi. Volume 1.(1). Sebayang, S., & Sembiring, J. (2017). Pengaruh self esteem dan self efficacy terhadap kinerja karyawan. (Studi kasus di PT. Finnet Indonesia). Bandung: Jurnal e-Proceeding of Management Vol. 4.(1). Srisayekti, W. &  Setiady.D.A. (2015). Harga-diri (Self-esteem) Terancam dan Perilaku Menghindar. Bandung: Jurnal Psikologi. Volume 42,( 2). Subakti, A.G. (2013). Pengaruh Motivasi, Kepuasan, dan Sikap Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Café X Bogor. Jakarta Barat: Jurnal BINUS Business Review. Vol. 4.(2). Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2010). Memahami Peneliltian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Sutrisno, E. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Prenada Media Group. Suyono. (2015). Analisis Regresi Untuk Penelitian. Yogyakarta: CV.Budi UtamaTanuwibowo, M.H. & Setiawan.R.(2015). Pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada (PT LESTARI PURNAMA PERKASA). Surabaya: Jurnal Manajemen Bisnis. Vol. 3.(2). Zainal, Veithzal Rival., et al. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Ed. 3. Jakarta: Rajawali Pers.  
REAKSI PASAR TERHADAP PENGUMUMAN DIVIDEN TUNAI (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI KOMPAS 100) B31112033, NURQOMARA
Jurnal Manajemen Update Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the market's reaction to the cash dividends announcement by companies listed in Compass 100. The market reaction is measured by the average abnormal return and average trading volume activity (TVA). This research used event study method to the window period for 21 days. The sample was selected with purposive sampling method, where obtained 62 companies. This research use done sample t-test and independent sample t-testas tools for statistical test. The results showed that the market respond to the cash dividends announcement with a positive and negative response. When the company announced a cash dividends, it will affect the changes of stock price. But there was no difference in the volume of stock trading before and after the cash dividends announcement. Overall, cash dividends announcement contains information that could affect stock price and is useful as a basis for investors in making investment decisions. Keywords : Dividends Announcement, Abnormal Return, Stock Trading Volume, Event Study.
Pengaruh Kompensasi Dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Di Alfamart Kantor Cabang Kota Pontianak admin, Hendry Charles Gultom B11111022
Jurnal Manajemen Update Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kompensasi dan keemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan yang dilatarbelakangi dari adanya fenomena yang terjadi pada kinerja karyawan di Alfamart Kantor Cabang Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan kompensasi dan kepemimpinan sebagai variabel independen dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen. Penelitian ini dilakukan di kantor Alfamart Cabang Kota Pontianak, dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 114 karyawan yang bekerja di Alfamart Kantor Cabang Kota Pontianak. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda, hasil menunjukan bahwa kompensasi mempunyai hubungan positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Kepemimpinan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kata kunci : Kompensasi, Kepemimpinan dan Kinerja Karyawan
PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP LABA DI SUB SEKTOR PERBANKAN YANG LISTED DI BURSA EFEK INDONESIA Rumapea, Selviani B11112024
Jurnal Manajemen Update Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap laba dari 22 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi panel dengan menggunakan aplikasi statistik yaitu Eviews 8. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR) secara simultan berpengaruh terhadap laba. Namun, secara parsial, Non Performing Loan (NPL) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap laba. Net Interst Margin (NIM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap laba. Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba.Kata kunci : Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR), LabaAgus Sartono. (2014). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. BPFE. Yogyakarta.Dahlan, S. (2005). Manajemen Lembaga Keuangan, Kebijakan Moneter dan Perbankan Edisi Kelima . Jakarta : Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia .Defri. (2012). Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Likuiditas dan Efisiensi Operasional Terhadap Profitabilitas Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI. Jurnal Manajemen, Vol 1 (1).Dendawijaya, Drs. Lukman, M.M. (2003). Manajemen Perbankan. Jakarta: Ghalia IndonesiaEng, T. S. (2013). Pengaruh NIM, BOPO, LDR, NPL dan CAR terhadap ROA Bank Internasional dan Bank Nasional Go Public Periode 2007-2011. Jurnal Dinamika Manajemen, Vol 1 (3).Ghozali, Imam (2006) Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi  ke 4. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Harmono. (2015) Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard  (Pendekatan Teori, Kasus, dan Riset Bisnis), Bumi Aksara, Jakarta. Husnan, Suad, & Pudjiastuti, d. E. (2006). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan (5 ed.). Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Idroes, Ferry, (2008).Manajemen Risiko Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Latumaerissa.R. Julius, (2012). Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta : Salemba Empat.Kasmir. (2012). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya . Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada ._____ (2013). Analisis Laporan Keuangan Edisi 1 . Jakarta : Rajawali Pers ._____ (2014). Manajemen Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Hanafi, Mamduh M, (2015). Manajemen Keuangan,  Edisi 1, Yogyakarta:  BPFE. Marliana, R., & Anan, E. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas pada BUSN Devisa di Indonesia. 1.Muljono, T. P. (1999). Analisa Laporan Keuangan . Jakarta : Djambatan .Munawir. (2002). Analisis Laporan Keuangan, Edisi Kedua, YPKN, Yogyakarta_____  (2010). Analisis Laporan Keuangan (4 ed.). Yogyakarta: Liberty.Riyadi, S. (2006). Banking Asset and Liability Management (Edisi ke-3 ed.). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.Santoso, Singgih. (2014). Statistik Multivariat Edisi Revisi. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo . Simamora, Henry. (2000). Akuntansi Manajemen.Jakarta: Salemba Empat Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D . Bandung : Alfabeta ._____ (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D . Bandung : Alfabeta ._____ (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D . Bandung : Penerbit Alfabeta. 
PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE, HARGA, DAN KEAMANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHION SECARA ONLINE DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN ( Studi Kasus : Toko Online ‘’Sale Stock Indonesia‘’) Nima, Nimayani Saputri B1021141002
Jurnal Manajemen Update Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis reseacrh aims for test and analyze the The Effect of Perceived Ease Of Use, Price and Security on Online Fashion Product Decisions and Its Impact on Customer Satisfaction in Online Shop ‘’ Sale Stock Indonesia‘’ . This reseacrh is quantitative. Population of the research are pontianak all of  people who ever make a fashion purchase in the online store Sale Stock. The sampel of 100 respondents, sampling technique that is used in this research is purposive sampling and then the data was processed by path analysis.The results of analysis for the first model show that ease of use and price have a significant effect on purchasing decision, while the security variable has no significant positive effect on purchasing decision. Predictive capability of the three variabels on purchasing decision is 51% while the remaining 49%  was influenced by other factors not included in the research model. The results of analysis for the second model show that ease of use, price, and purchasing decision have a significant effect on customers satisfaction, while the security variable has no significant effect on customers satisfaction. Predictive capability of the  variabel on customer satisfactionis 62% while the remaining 38% was influenced by other factors not included in the research model.  Keywords: ease of use, price, security,purchasing decision , customer satisfaction
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUASAN ANGGOTA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP WORD OF MOUTH (WOM) ANGGOTA YANG MENABUNG PADA CREDIT UNION (CU) HARAPAN KITA DI KABUPATEN LANDAK admin, TIMOTIUS RUKIMIN B11111089
Jurnal Manajemen Update Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan bisnis dalam bidang usaha koperasi saat ini semakin meningkat dan kompleks terutama dibidang Credit Union (CU), sehingga menyebabkan timbulnya persaingan. Lembaga-lembaga Credit Union (CU) terus berusaha mendapatkan anggota. Dengan semakin banyaknya lembaga Credit Union (CU), tentunya masyarakat banyak mempunyai alternatif dalam menggunakan jasa Credit Union (CU). Hal tersebut membuat Credit Union (CU) untuk melakukan tindakan-tindakan secara komprehensif dari berbagai aspek secara terstruktur dan terencana seperti meningkatkan kualitas pelayanan dan inovasi atribut-atribut produk yang sesuai kebutuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan  atribut produk terhadap kepuasan anggota serta dampaknya pada word of mouth (WOM) anggota pada Credit Union Harapan Kita di Kabupaten Landak. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anggota aktif yang menabung di Credit Union Harapan Kita, telah menjadi anggota minimal selama satu tahun, dan berusia 20 tahun. Sampel yang diambil untuk penelitian ini sebanyak 100 orang responden. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif berupa penelitian kausal. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Data diolah dengan program SPSS 16.0 for Windows. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik judgment sampling, dan alat analisis yang digunakan adalah Path Analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan atribut produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan anggota. Kualitas pelayanan, atribut produk dan kepuasan anggota berpengaruh signifikan terhadap word of mouth (WOM) anggota kepada Credit Union Harapan Kita di Kabupaten Landak. Kata kunci :    Kualitas Pelayanan, Atribut Produk, Kepuasan Anggota, Word Of Mouth (WOM).
ANALISIS PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA DAN NILAI TUKAR TERHADAP RETURN SAHAM PADA SEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE B31112030, HILDA INDRIYANSARI
Jurnal Manajemen Update Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih memahami apakah ada pengaruh variabel-variabel diantaranya Inflasi, Suka Bunga dan Nilai Kurs Rupiah mempengaruhi Return saham di Bursa Efek Indonesia pada sektor property dan real estate. Seperti yang telah dijelaskan pada penelitian terdahulu yang bersumber dari Jurnal dan buku teks bahwa variabel-variabel tersebut berpengaruh terhadap return saham di Bursa Efek Indonesia sangat beragam, sehingga disini penulis mencoba membahas kembali akan tetapi dengan tahun serta data-data yang berbeda. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Inflasi, Suka Bunga dan Nilai Kurs Rupiah sedangkan variabel dependennya adalah Return Saham. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan kriteria terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memiliki laporan keuangan lengkap. Sampel penelitian ini terdiri dari 20 Perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia pada sektor property dan real estate. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan statistik (regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS versi 16). Secara parsial hasil penelitian menunjukan bahwa Inflasi berpengaruh positif dan signifikan, Suku Bunga berpengaruh positif dan tidak signifikan sedangkan Nilai Kurs Rupiah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return Saham di Bursa Efek Indonesia pada sektor property dan real estat. Secara simultan menunjukkan bahwa secara bersama-sama semua variabel independent berpengaruh signifikan terhadap return saham, dimana tingkat signifikansi dilihat dari nilai sig. yang menunjukkan angka kurang dari 0,05. Kata Kunci : Inflasi, Suka Bunga,  Nilai Kurs Rupiah dan Return Saham.

Page 14 of 163 | Total Record : 1621


Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 4 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 10, No 3 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 10, No 2 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 10, No 1 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 9, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 9, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 9, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Manajemen More Issue