cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Update
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,621 Documents
PENGARUH KOMPETENSI DAN PROMOSI JABATAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT POS INDONESIA WILAYAH SINTANG admin, RENI WIDAYANTI B1021131070
Jurnal Manajemen Update Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is find out the influence of competency and promotion to the performance of PT Pos Indonesia Sintang’s employees. The data used is primary data (from questionnaires) and the samples was 52 people. The multiple linear regressions is used as the analysis technique and hypothesis testing used t test and f test as well as the coefficient of determination. The analytical method used is multiple linear regression analysis using SPSS v.20.0. The results of data analysis showed that the competency and promotion partially positive and significant impact on employee performance of PT Pos Indonesia Sintang’s. The higher level of the competency that the employee has, the better and optimal performance can also be produced. Similarly with the promotion, the better and higher promotion which is received by the employee, the more optimal performance will be generated. Keywords: Competency, promotion, and Employees’ Performance.
PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO (DER), RETURN ON EQUITY (ROE), PRICE EARNING RATIO (PER), DAN PRICE TO BOOK VALUE (PBV) TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA B11109132, MUHAMMAD IRFAN
Jurnal Manajemen Update Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham perusahaan Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara parsial. Variable yang digunakan dalam penelitian ini adalah Debt To Equity Ratio (DER), Return On Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), dan Price To Book Value (PBV) sebagai variable independen dan return saham sebagai variable dependen. Sampel yang diambil sebanyak 12 perusahaan Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2008 – 20012. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sample yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id. Dalam analisis data, penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan program SPSS for Windows 17.0. Hasil analisis menunjukan bahwa variable Debt To Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), dan Price To Book Value (PBV) berpengaruh signifikan terhadap return saham sedangkan variable Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, sedangkan secara simultan menunjukkan bahwa rasio rasio Debt To Equity Ratio (DER), Return On Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), dan Price To Book Value (PBV) berpengaruh signifikan terhadap return saham dengan kemampuan prediksi dari keempat variable secara simultan adalah sebesar 66,3% sedangkan sisanya 33.7% dipengaruhi oleh faktor lain.   Kata kunci: Return saham, Debt To Equity Ratio (DER), Return On Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), dan Price To Book Value (PBV)
CALENDAR ANOMALIES OF JANUARY EFFECT, DAY OF THE WEEK EFFECT AND SIZE EFFECT TOWARD STOCK RETURN ON GO PUBLIC COMPANY LISTED INDONESIA STOCK EXCHANGE PERIOD 2013 – 2017 Aprilia, Nanda B1024141010
Jurnal Manajemen Update Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An efficient capital market hypothesis says that markets that efficiently react quickly to relevant information. In an efficient market, the market will quickly react to new information coming in so that a new equilibrium price will be reached quickly. In practice in the capital market phenomena appear that show deviations that are contrary to the concept of efficient capital markets (market anomaly). The pupose of this research to investors because  Investors need information to assess the risks involved in their investments and to estimate returns on the investment. With the information obtained, investors can determine the position of selling, buying or holding a stock. These anomalies including the January Effect, Day of The Week Effect and Size Effect. The data used in this study are secondary data from companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the study period from January 2013 to December 2017. The samples used in this study were 55 issuers with purposive sampling method. The statistical analysis used in this study is by multiple regression analysis with dummy variables for January effects and Day of The Week effect while different T tests for firm size effects. The results of hypothesis testing with multiple linear regression analysis with Independent variables, namely January Efeect, Day Of The Week Effect, and Size Effect and Dependent variables namely Stock Return. Based on the results of multiple linear regression test analysis using dummy variables showing that the January Effect of each variable has a significant influence on Stock return and on the day of the week effect on Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday and  Friday also has a significant effect on stock returns. While the size effet based on the results of the independent t-test on the size effect variable of a company has a significant effect (<0.05) which means that the size of a company has an impact on a company's stock return, where the company is measured based on total asset.
ANALISIS PROFITABILITAS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DU PONT SYSTEM PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR ROKOK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA fifi, Nurfianti B1021141048
Jurnal Manajemen Update Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profitabilitas perusahaan berupa return on investment (ROI) dan return on equity (ROE) pada perusahaan sub sektor rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu PT.Gudang Garam.Tbk, PT. Hanjaya Mandala Sampoerna. Tbk, PT.Bentoel Internasional Investama Tbk serta PT. Wismilak Inti Makmur, Tbk. Sumber data yang digunakan didalam penelitian ini ialah laporan keuangan keempat perusahaan tersebut pada periode 2013-2017.Analisis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini ialah dengan menggunakan pendekatan Du Pont System untuk mengetahui profitabilitas perusahaan serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan dari profitabilitas tersebut baik ROI maupun ROE perusahaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas pada keempat perusahaan mengalami fluktuasi selama lima tahun terakhir. Penyebab fluktuasi yang terjadi pada perusahaan baik pada ROI disebabkan oleh fluktuasi yang teradi pada net profit margin dan total asset turnover sedangkan penyebab fluktuasi pada ROE disebabkan oleh fluktuasi yang teradi pada return on investment dan equity multiplier pada perusahaan.Kata kunci: Return On Invesment (ROI), Return On Equity (ROE), Du Pont SystemDAFTAR PUSTAKA Freddy, Daulat dan Hidawati. Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Metode Du Pont    System ( Studi Pada Perusahaan Food dan Beverage yang Terdaftar di Bei Periode 2008-2010). Forum Ilmiah, Volume 11 Nomor 2, Mei 2014.Harahap, Syafri, Sofyan. “Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan”. Penerbit: PT. Raja Grafindo persada. Jakarta, 2013.Jumingan, “Analisis Laporan Keuangan”. Cetakan ketiga. Penerbit: PT Bumi Aksara. Jakarta. 2009.Nurzakiah, Analisis profitabilitas dan Du Pont System pada PT. PLN ( Persero) Wilayah Kalimantan Barat cabang Pontianak. Skripsi Universitas Tanjungpura Pontianak, 2005.Prina A, Ryandra., Sri Mangesti Rahayu dan Topowijono.  Analisis Kinerja Keuangan  Perusahaan dengan Menggunakan Metode Du Pont System ( Studi pada UD. Az Zahra Food Periode Tahun 2011-2013). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), Vol. 16 No. 1 November 2014Putri, Kiki Prasetyaning, Penerapan Du Pont System untuk Mengukur Profitabilitas Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI). Skripsi Universitas Nusantara PGRI Kediri, 2015.Rahayu, Ayu Novitri. Analisis Profitabilitas dengan Menggunakan Pendekatan Du Pont System Pada Perusahaan Sektor Property dan Real Estate yang terdaftar di Jakarta Islamic Index. Skripsi UIN Raden Fatah Palembang, 2017.Riyanto, Bambang “Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan”. Edisi keempat. Penerbit: BPFE. Yogyakarta. 1995.Sari, Maya. Analsis Du Pont System Sebagai Dasar Penilaian Kinerja Keuangan Pada PT. Aneka Gas Industri. Jurnal Ilmiah Kohesi Vol.1 No 1 April 2017.Sari, Ratna Kurnia. Penerapan Du Pont System Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan ( Studi Kasus: PT. Metrodata Elektronics, Tbk Periode 2011-2014). Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNIST) Maret 2016, pp. 297~302.Sartono, Agus. “ Manajemen Keuangan”. Edisi keempat. Penerbit: BPFE Yogyakarta. 2011.Sujarweni, V Wiratna. “Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi”. Cetakan pertama. Penerbit:  PUSTAKABARUPRESS. Yogyakarta. 2015.http://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/. Diunduh tahun 2018http://www.validnews.co/Pasar-Besar--Asing-Berkibar-FgO. Diunduh tahun 2018https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/03/24/berapa-pendapatan-pemerintah-dari-cukai-rokok. Diunduh tahun 2018
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (StudiEmpirisPada Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia) admin, SUMI VIRRIYANTI B11111026
Jurnal Manajemen Update Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze how the influence of the financial performance of companies to Disclosure of Corporate Social Responsibility. Financial performance using five variables Return on Assets , Debt to Equity Ratio , Current Ratio , company size , and Operating Cash Flow. This study uses empirical data from the Consumer Goods Industry Sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2011-2014 . The population amounted to 41 companies using sample selection by purposive sampling technique acquired 20 companies which will be used as a sample. Measurement of corporate social responsibility is based on thecategory of the Global Reporting Index (GRI) version 3.0 is seen in the company's annual financial report.                Results of research conducted can be concluded that the financial performance in proxied by the Current Ratio has significant influence on Corporate Social Responsibility. Other variables are Return On Assets, Debt to Equity Ratio , company size , and Operating Cash Flow do not have a significant effect on Corporate Social Responsibility.   Keywords : Financial Performance , Return on Assets , Debt to Equity Ratio ,Current Ratio , Company Size , Operating Cash Flow , Corporate Social Responsibility.  
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEDISIPLINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BANK INDONESIA PROVINSI KALIMANTAN BARAT B31111136, ARIF WIBOWO
Jurnal Manajemen Update Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how the influence of organizational culture and discipline the performance of employees at Bank Indonesia Representative Office in West Kalimantan. The study uses research methods Causal research with qualitative and quantitative approaches. Collecting data using primary and secondary data obtained by distributing questionnaires in Bank Indonesia province of West Kalimantan. The sample in this study using the census sampling, with a sample of 40 people who are employees of the Bank Indonesia province of West Kalimantan. Results from the study showed that the organizational culture and discipline significantly influence performance Employees of Bank Indonesia Province Of West Kalimantan. Keywords: Organizational Culture, Discipline and Employee Performance
Pengaruh Kualitas Produk, Citra Merek, dan Diskon Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Sepatu Merek Fladeo Virdha, Virdha Delanovaliyanisa B11111016
Jurnal Manajemen Update Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK, DAN DISKON TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA SEPATU MEREK FLADEO Virdha Delanovaliyanisa, S.MProgram Studi Manajemen PemasaranFakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas TanjungpuraPontianak ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kualitas produk, citra merek, dan diskon terhadap minat beli sepatu merek Fladeo. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membutuhkan sepatu untuk kegiatan sehari-hari. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampelyaitu purposive sampling. Model analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, citra merek, dan diskonbisa memprediksi atau menjelaskan pengaruhnya terhadap minat beli. Hasil penelitian uji t dari variabel kualitas produk, citra merek, dan diskon berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Kata kunci :  kualitas produk, citra merek, diskon, dan minat beli PENDAHULUANLATAR BELAKANGDalam era yang serba modern seperti saat ini, tingkat persaingan bisnis yang tinggi membuat perusahaan berlomba-lomba untuk mempertahankan dan memenangkan persaingan pasar serta memperluas eksistensinya. Banyak perusahaan sejenis yang akan selalu berusaha memperebutkan pasar yang sama, seperti bisnis ritel. Maka dari itu pemasar perlu mengetahui dan mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, serta karakter yang dimiliki konsumen.Perusahaan pada hakikatnya ingin menjadi pemimpin pasar pada persaingan yang dihadapi dalam dunia bisnis. Hal tersebut menuntut perusahaan untuk berpikir lebih kritis dan reaktif terhadap persaingan yang terjadi. Perusahaan dituntut untuk menggunakan strategi yang tepat dalam rangka mempertahankan produk agar tetap diminati oleh pelanggan lama dan menciptakan pelanggan baru. Perusahaan dapat menjadi pemimpin pasar melalui perjuangan yang panjang dalam memenangkan persaingan bisnis sehingga mampu menguasai pangsa pasar terbesar; hasil inovasi kreatif  atau memang menjadi pihak yang pertama dalam memasuki pasar dengan produknya yang spesifik (Tjiptono, 2013).Dunia bisnis produk sepatu berlomba-lomba supaya dapat menarik minat para konsumen, dan memutuskan untuk membeli serta menggunakan produknya. Hal ini juga merupakan langkah ataupun cara suatu perusahaan memberikan kepuasan terhadap konsumen-konsumen mereka yang sudah menggunakan produk-produk sepatu jenis tertentu sebelumnya.Di Indonesia banyak perusahaan yang menjual sepatu, oleh karena itu masyarakat dihadapkan pada pilihan-pilihan merek yang ada. Banyaknya perusahaan yang menjadi produsen sepatu tersebut maka terciptalah persaingan di segmen sepatu. Persaingan yang terjadi pada produsen sepatu sangat kompetitif. Masing-masing dari perusahaan sepatu  memiliki produk yang memiliki kualitas yang baik. Perusahaan yang bersaing dalam dunia sepatu antar lain Fladeo, Yongki Komaladi, Nevada, St Morizt, dan lain-lain. Diantara merek-merek sepatu yang terkenal peneliti tertarik untuk memilih merek Fladeo.Salah satu perusahaan yang menjadi market leader dalam penjualan sepatu adalah fladeo. Fladeo merupakan salah satu produsen sepatu yang terkemuka. Sepatu dan sandal Fladeo mempunyai banyak jenis produk, seperti Fladeo Ladies dan Fladeo Mens. Fladeo Ladies yang terdiri dari flatshoes, wedges, sepatu kerja dan sandal untuk wanita sedangkan Fladeo mens terdiri dari sepatu kerja dan sandal untuk pria. Tujuannya, tak lain adalah untuk meningkatkan gaya hidup masyarakat Indonesia agar bisa tampil lebih baik dalam berpenampilan.Pada Tabel 1 menunjukan beberapa merek sepatu yang masuk ke dalam Top Brand Index pada tahun 2014:Tabel 1Beberapa Merek Sepatu Yang Masuk Ke DalamTop Brand Index Pada Tahun 2017TAHUN2017MEREKTBITOPFLADEO31,0%TOPBATA19,3%TOPYONGKI KOMALADI12,3%TOPBUCCHERI6,6% NEVADA5,8% DONATELLO3,1% Sumber: www.topbrand-awardBerdasarkan Tabel 1 diatas menunjukkan bahwa sepatu dengan merek Fladeo menduduki posisi pertama dan memiliki persentase yang paling tinggi yaitu 31,0%. Ini menunjukan bahwa sepatu dengan merek Fladeo paling banyak diminati oleh para konsumen. Pada merek Fladeo kategori sepatu telah masuk dalam Top Brand Index dan mendapatkan posisi pertama, ini membuktikan bahwa merek Fladeo paling banyak diminati para konsumen.Minat beli yang dilakukan oleh seorang konsumen dilakukan atas dasar keingingan dan kebutuhannya terhadap suatu produk. Dari Kualitas produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan dapat menjadi faktor yang dipertimbangkan terhadap keputusan pembelian pada sepatu, salah satunya pada sepatu merek fladeo . Dilihat dari kualitas produk sepatu dengan merek fladeo bahwa penjualan dan pangsa pasarnya meningkat, namun masih mengalami persaingan dengan sepatu merek Yongki Komaladi.Kualitas produk juga merupakan salah satu faktor konsumen untuk menentukan minat pembelian pada produk. Produk mempunyai kualitas yang baik tentu respon dari konsumen juga akan baik sehingga memberikan kemudahan dalam memasarkan produk tersebut. Dimana kualitas Produk menurut Kotler& Amstrong (2012:49) menyatakan bahwa “Kualitas Produk merupakan karakteristik produk yang tergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan atau diimpliksikan. Pengertian Kualitas Produk sangat beraneka ragam, Menurut Boetsh dan Denis yang dikutip oleh Tjiptono (2004) Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Pendapat tersebut dapat dimaksudkan bahwa seberapa besar kualitas yang diberikan yang berhubungan dengan produk barang beserta faktor pendukungnya memenuhi harapan konsumen, produk tersebut semakin berkualitas.Oleh sebab itu, perusahaan fladeo harus bisa memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh konsumen, jika belum mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh konsumen, maka kualitas produk yang di keluarkan oleh perusahaan fladeo tersebut tetap dinilai sebagai suatu yang memiliki kualitas yang rendah. Disamping harus mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh konsumen, baik buruknya suatu kualitas barang yang dihasilkan juga dapat dilihat dari konsistensi keterpenuhan harapan dan kebutuhan konsumen. Dilihat saat ini, kualitas produk yang diberikan perusahaan fladeo khususnya pada produk sepatu dapat dibilang kualitasnya telah memenuhi standar persyaratan konsumen. Menurut hasil penelitian Sundalangi, dkk (2014) dan Sulistyari (2012) menyebutkan bahwa Kualitas Produk memiliki pengaruh yang besar terhadap minat beli. Produk yang diterima oleh para konsumen adalah produk yang benar-benar dapat memuaskan konsumen. Dari sisi kualitas produk juga, sangat sesuai dengan apa yang konsumen inginkan dan memiliki kualitas produk yang dapat memuaskan konsumen.Selain dari sisi kualitas produk, minat beli konsumen pada sepatu fladeo juga tidak terlepas dari faktor citra merek dari produk tersebut. Citra terhadap merek berhubungan dengan sikap yang berupa keyakinan dan preferensi terhadap suatu merek. Konsumen yang memiliki citra merek yang positif terhadap suatu merek, akan lebih memungkinkan untuk melakukan pembelian. Dimana merek adalah nama, istilah, tanda, symbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari satu atau kelompok penjual dan membedakannya dari produk lain (Kotler & Amstrong, 2012:275).Citra merek mengacu pada skala memori akan sebuah merek, yang berisikan interpretasi konsumen atas atribut, kelebihan penggunaan, situasi, para pengguna, dan karakteristik pembuat dari produk/merek tersebut. Citra merek adalah persepsi yang merupakan refleksi memori konsumen akan asosiasinya pada merek tersebut (Kotler&Keller, 2012:346). Karena itu sikap dan tindakan konsumen terhadap suatu merek sangat ditentukan oleh Citra merek tersebut, dengan kata lain Citra merek adalah salah satu unsur penting yang mendorong konsumen untuk membeli sebuah produk, dan menjadi pertimbangan saat melakukan pembelian.Semakin baik citra merek yang melekat pada produk tersebut, maka kosumen akan semakin tertarik untuk membeli, karena konsumen beranggapan bahwa suatu produk dengan citra merek yang sudah terpecaya lebih memberikan rasa aman ketika konsumen itu menggunakan produk yang akan dibeli. Pada penelitian terdahulu Semuel, dkk (2014) dan Randi (2016) menyebutkan bahwa pengaruh citra merek memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat beli suatu produk. Apabila suatu produk tersebut sudah sangat dikenal oleh banyak konsumen, memiliki citra yang baik menurut konsumen, maka dengan mudah konsumen akan mendapatkan produk tersebut, dan konsumen sangat puas apabila menggunakan produk dengan citra merek yang baik, dan citra merek juga sangat berpengaruh terhadap minat beli konsumen.Selain dari faktor kualitas produk dan citra merek, minat juga dipengaruhi oleh diskon. Discount atau potongan harga merupakan salah satu bentuk dari promosi penjualan yang sering diterapkan oleh pemasar yang lebih ditujukan kepada konsumen akhir. Konsumen menyukai discount karena konsumen mendapat pengurangan kerugian dari potongan harga langsung dari suatu produk. Menurut Kotler & Keller (2012), umumnya perusahaan tidak memberi discount pada semua produk. Pemberian discount disesuaikan dengan waktu maupun tipe pembelian produknya. Misalnya pakaian kaftan diberi discount setelah lewat masa lebaran dan discount diberikan kepada pembeli karena membeli produk dalam jumlah yang besar. Menurut hasil penelitian Sundalangi, dkk (2014) menyebutkan bahwa diskon atau potongan harga memiliki pengaruh  terhadap minat beli konsumen. Konsumen memiliki persepsinya sendiri terhadap discount. Bagaimana konsumen memandang harga (tinggi, rendah, dan wajar) mempunyai pengaruh yang kuat terhadap maksud membeli dan kepuasan membeli. Produk yang diberikan discount menimbulkan peningkatan persepsi konsumen terhadap penghematan dan nilai yang didapat dari harga acuan. Sehingga konsumen bisa melihat dari segi kualitas yang diberikan oleh perusahaan fladeo yang sudah terbukti baik dan bagus. Ketika perusahaan fladeo memberikan diskon dengan kualitas produk yang baik maka akan banyak konsumen yang berminat untuk membeli sepatu fladeo tersebut, dan penjualan sepatu fladeo akan meningkat. Sehingga citra merek yang dimilikioleh perusahaan fladeo akan tetap terjaga dan semakin dikenal oleh masyarakat banyak. Dari pemaparan di atas, Peneliti tertarik untuk meneliti proses yang melatarbelakangi minat beli konsumen ditinjau dari kualitas produk, citra merek (brand image) dan diskon pada sepatu merek fladeo, maka penelitian ini diberi judul : “Pengaruh Kualitas Produk, Citra Merek (Brand Image), dan Diskon Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Sepatu Merek Fladeo”.   RUMUSAN MASALAHBerdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :Apakah Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli konsumen pada sepatu merek Fladeo?Apakah Citra Merek berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli konsumen pada sepatu merek Fladeo?Apakah Diskon berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli konsumen pada sepatu merek Fladeo ? TUJUAN PENELITIANTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengujidan menganalisis :Untuk mengetahui pengaruh Kualitas Produk  terhadap Minat Beli konsumen pada sepatu merek Fladeo.Untuk mengetahui pengaruh Citra Merek terhadap Minat Beli konsumen pada sepatu merek fladeo.Untuk mengetahui pengaruh Diskon terhadap Minat Beli konsumen pada sepatu merek Fladeo. TINJAUAN PUSTAKAKUALITAS PRODUKProduk didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai, atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler dan Amstrong, 2012:4). Menurut Kotler dan Amstrong (2012) kualitas adalah karakteristik dari produk dalam kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan dan bersifat laten. Laksana (2008:89) dalam Bagaskara (2014) Kualitas Produk adalah sejumlah keistimewaan produk, yang memenuhi keinginan pelanggan, dengan demikian memberikan kepuasan atas penggunaan produk. Menurut Kotler and Amstrong (2012) arti dari kualitas produk adalah kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya ,hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya.Menurut Kotler dan Amstrong (2012) kualitas produk didefenisikan sebagai kemampuan produk untuk menunjukan berbagai fungsi termasuk didalamnya ketahanan, handal, ketepatan dan kemudahan dalam penggunaan. Kualitas produk merupakan kemampuan sebuah produk atau jasa dalam memperagakan fungsinya, yang termasuk dalam keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk dan atribut produk lainnya (Kotler dan Amstrong, 2012:84).CITRA MEREKMerek merupakan identitas dari barang atau jasa. Merek merupakan nama, istilah, tanda atau lambang, desain, warna, gerak, atau kombinasi atribut-atribut lainnya yang diharapkan dapat memberikan identitas dan diferensiasi terhadap produk pesaing (Tjiptono, 2012:104). Sebuah merek yang terkenal dan terpercaya merupakan asset yang tidak ternilai. Merek berkembang menjadi sumber asset terbesar dan merupakan faktor penting dalam kegiatan pemasaran perusahaan. Keahlian yang paling unik dari pemasar professional adalah kemampuannya untuk menciptakan, memelihara dan melindungi serta meningkatkan merek. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan para pemasar yang menyebutkan bahwa pemberian merek adalah seni dan bagian paling pentingdalam pemasaran. Dikarenakan salah satu keputusan pemasaran yang penting dalam strategi produk adalah keputusan tentang merek.Feldwick dalam Tjiptono (2012:49) menyatakan bahwa “Brand image atau brand description, yakni deskripsi tentang asosiasi dan keyakinan konsumen terhadap merek tertentu”. Menurut Kotler dan Keller (2012:346), citra merek merupakan persepsi dan keyakinan konsumen, seperti tercermin dalamasosiasi yang terjadi dalam memori konsumen mengenai merek suatu produk yang dilihat, dipikirkan dan dibayangkan”. Gusniar (2011) mengemukakan bahwa Citra merek merupakan representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu. Brand image menurut Tjiptono (2012:49) adalah deskripsi tentang asosiasi dan keyakinan konsumen terhadap merek tertentu.Brand image itu sendiri memiliki arti kepada suatu pencitraan sebuah produk dibenak konsumen secara missal. Setiap orang akan memiliki pencitraan yang sama terhadap sebuah merek. Daripengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa citra merek adalah sekumpulan asosiasi merek yang terjadi dalam ingatan konsumen.DISKON HARGAPotongan harga/diskon merupakan salah satu jenis dari promosi penjualan. Potongan harga adalah pengurangan produk dari harga normal dalam periode tertentu. Sedangkan promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan secara meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan (Tjiptono, 2012:229). Kotler dan Keller (2012:219) mengatakan promosi penjualan (Sales promotion) merupakan bahan inti dalam kampanye pemasaran, terdiri dari koleksi alat insentif, sebagian besar jangka pendek, yang dirancang untuk menstimulasikan pembelian yang lebih cepat atau lebih besar atas produk atau jasa tertentu oleh konsumen atau perdagangan. Foster (2008:70) menyebutkan bahwa menurut Levy dan Weitz, alat-alat promosi penjualan berupa diskon, event khusus, demonstrasi dalam toko, kupon, dan kontes.Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa diskon adalah pengurangan harga secara langsung terhadap produk tertentu pada periode waktu tertentu, serta pembelian potongan harga yang diberikan penjual kepada pembeli. Pemberian diskon ditetapkan sesuai dengan kebijakan dan tujuan dari masing-masing perusahaan. Strategi harga diskon dari harga yang sudah tertentu seharusnya didekati secara hati-hati karena hal itu dapat menurunkan harga rata-rata yang akan diterima dan mengurangi kontribusi dari setiap penjaulan. Diskon secara yang selektif yang ditujukan bagi segmen pasar tertentu mungkin akan menarik pelanggan baru dan mengisi kapasitas yang tadinya tidak akan terpakai. Diskon volume kadang-kadang memperkuat loyalitas pelanggan korporat besar yng tadinya mungkin akan menyebar pembelinnya di antara beberapa pemasok yang berbeda.MINAT BELIMinat Beli Konsumen adalah inisiatif responden dalam pengambilan keputusan untuk membeli sebuah produk. Model terperinci perilaku konsumen tersebut menjelaskan bahwa rangsangan pemasaran yang terdiri dari variabel marketing mix yaitu produk, harga, tempat, promosi sebagai komponen utama dalam pemasaran. Menurut Oentoro (2012) minat beli konsumen adalah inisiatif responden dalam pengambilan keputusan untuk membeli sebuah produk. Model terperinci perilaku konsumen tersebut menjelaskan bahwa rangsangan pemasaran yang terdiri dari variabel marketing mix yaitu produk, harga, tempat, promosi sebagai komponen utama dalam pemasaran. Komponen utama tersebut juga dipengaruhi oleh adanya rangsangan lainnya yaitu bersifat eksternal yaitu ekonomi, teknologi, politik, budaya.Beberapa faktor yang membentuk minat beli konsumen (Kotler dan Amstrong, 2012) yaitu :1. Sikap orang lain, sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternatif yang disukai seseorang akan bergantung pada dua hal yaitu, intensitas sifat negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.2. Faktor situasi yang tidak terantisipasi, faktor ini nantinya akan dapat mengubah pendirian konsumen dalam melakukan pembelian. Hal tersebut tergantung dari pemikiran konsumen sendiri, apakah dia percaya diri dalam memutuskan akan membeli suatu barang atau tidak.Menurut (Schiffman dan Kanuk, 2010), minat beli dianggap sebagai pengukuran kemungkinan konsumen membeli produk tertentu, dimana tingginya minat beli akan berdampak pada kemungkinan yang cukup besar dalam terjadinya keputusan pembelian. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESISBerdasarkan tinjauan pustaka, penelitian terdahulu dan hubungan antar variabel maka dapat disusun suatu kerangka pemikiran dalam penelitian ini, seperti yang disajikan dalam gambar berikut:           Gambar 1. Kerangka PenelitianHipotesis dalam penelitian ini adalah :H1     : Kualitas Produk (X1) berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli (Y).H2     : Citra Merek (X2)  berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli (Y).H3     : Diskon (X3) berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli (Y). METODE PENELITIANPenelitian menggunakan penelitian kausalitas. Menurut Ferdinand (2014:5) kausalitas adalah penelitian yang ingin mencari penjelasan dalam bentuk hubungan sebab-akibat (cause-effect)antar beberapa konsep atau beberapa variabel. Penelitian ini diarahkan untuk menggambarkan adanya hubungan sebab-akibat yang digambarkan dalam suatu variabel kemudian ditarik kesimpulan.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara kuesioner,studi kepustakaan, dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membutuhkan sepatu untuk kegiatan sehari-haridengan jumlah sampel 100 orang. Teknikpengambilansampelpadapenelitianini menggunakan teknikpurposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan reliabilitas, analisis statistic deskriptif, uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan linieritas, analisis regresi linier berganda, serta pengujian hipotesis dengan menggunakanuji koefisien regresi secara parsial (Uji t) dan koefisien determinasi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA Analisis regresi linier berganda digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk membuktikan hipotesis mengenai pengaruh kualitas produk, citra merek, dan diskon secara parsial maupun secara bersama-sama terhadap minat beli. Perhitungan statistik dalam analisis regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bantuan program computerSPSS for Windows versi 16.0. Pada analisis regresi linier berganda persamaan strukturalnya adalah :Y1Minat Beli = b1Kualitas Produk + b2 Citra Merek + b3 DiskonTabel 2Hasil Uji Analisis Regresi Linear BergandaCoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientstSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)1.614.272 5.941.000Kualitas Produk.229.073.3133.141.002Citra Merek.207.071.2982.904.005Diskon.180.075.2152.391.019a. Dependent Variable: Minat Beli Sumber: data primer diolah, 2018Model persamaan regresi yang dapat ditulis dari hasil tersebut dalam bentuk persamaan regresi sebagai berikut :Y = 0,313X1+ 0,298X2+ 0,215X3Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :-       Koefisien regresi variabel kualitas produk mempunyai pengaruh positif terhadap minat beli. Artinya semakin tinggi kualitas produk maka semakin meningkat pula minat beli.-       Koefisien regresi variabel citra merek mempunyai pengaruh positif terhadap minat beli. Artinya semakin tinggi citra merek maka semakin meningkat pula minat beli.-       Koefisien regresi variabel diskonmempunyai pengaruh positif terhadap minat beli. Artinya semakin tinggi kegiatan diskon maka semakin meningkat pula minat beli. PENGUJIAN HIPOTESISUJI SIGNIFIKANSI PARAMETER INDIVIDUAL (UJI t)Uji parsial digunakan untuk menguji pengaruh ikatan kualitas produk, citra merek, dan diskonterhadap minat beli secara parsial. Uji parsial dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel kualitas produk,citra merek, dan diskon secara parsial terhadap minat beli konsumen untuk membeli sepatu merek Fladeo. Hasil analisis statistik uji t dapat dilihat sebagai berikut:Tabel 3 Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t)CoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientstSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)1.614.272 5.941.000Kualitas Produk.229.073.3133.141.002Citra Merek.207.071.2982.904.005Diskon.180.075.2152.391.019a. Dependent Variable: Minat Beli Sumber: data primer diolah, 2018Berdasarkan hasil uji t (uji parsial) pada Tabel 3, maka dapat disimpulkan bahwa:-     Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Hal ini ditunjukkan oleh hasil nilai signifikasi variabel kualitas produk yang lebih kecil dari α 0,05 yaitu sebesar 0,002.-     Citra merek berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Hal ini ditunjukkan oleh hasil nilai signifikasi variabel citra merek yang lebih kecil dari α 0,05 yaitu sebesar 0,005.-     Diskon berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Hal ini ditunjukkan oleh hasil nilai signifikasi variabel diskonyang lebih kecil dari α 0,05 yaitu sebesar 0,019.UJI KOEFISIEN DETERMINASI (R2)Koefisien determinasi R2 persamaan pertama ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel kualitas produk, citra merek, dan diskon secara keseluruhan dalam menjelaskan variabel minat beli. Hasil analisis koefisien determinasi dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut :Tabel 4Koefisien Determinasi R2Model SummaryModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate1.708a.501.486.35899a. Predictors: (Constant), Diskon, Kualitas Produk, Citra Merek     Sumber: data primer diolah, 2018Berdasarkan Tabel 4, diperoleh hasil analisis SPSS model summary menunjukan bahwa besarnya R square adalah 0,501 atau 50,1%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel Kualitas Produk, Citra Merek, dan Diskon terhadap Minat Beli sebesar 50,1%. Sementara sisanya sebesar 49,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti harga, promosi, wom. PEMBAHASANKualitas Produk Berpengaruh Signifikan Terhadap Minat BeliBerdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama membuktikan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi X1 yang positif sebesar 0,313 dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari α 0,05.Sebagian besar responden memberikan tanggapan adanya penilaian setuju yang tinggi tehadap kualitas produk sepatu Fladeo. Hal ini ditunjukkan dengan sepatu merek Fladeo memberikan kenyamanan saat di pakai, memiliki banyak tipe yang sesuai dengan kebutuhan, memiliki daya tahan yang lama/tidak mudah rusak, dan memiliki model/desain yang menariksehingga mampu meningkatkan konsumen dalam minat beli dalam membeli sepatu Fladeo. Selain itu, dapat dijelaskan bahwa kualitas produk merupakankemampuan sebuah produk atau jasa dalam memperagakan fungsinya, yang termasuk dalam keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk dan atribut produk lainnya (Kotler, 2008:84).Suatubarangdikatakanberkualitas apabila mempunyai nilai guna yang melampauiharapandanekspektasikonsumenataskepemilikanbarangataujasatersebut.Persaingan yang semakinketat yang adasekarangini, perusahaandituntutuntukmenawarkanproduk yang berkualitasdan yang mampumempunyainilai yang lebihbiladibandingkandenganprodukpesaingnya.Sebab, denganadanyakualitasproduk yang baikdanterpercayamakakonsumenakanselalumengingatproduktersebut. Salah satutujuandaripelaksanaankualitasprodukadalahuntukmempengaruhikonsumendalammenentukanpilihannyauntukmenggunakanprodukbuatannya, sehinggamemudahkankonsumendalam menentukan minat beli.Temuan di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa minat beli  sepatu Fladeo dikarenakan oleh faktor kualitas produk yang dimiliki oleh sepatu Fladeo. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan olehSundalangi (2014) dan Sulistyari (2012) yang menyatakan bahwa Kualitas Produkberpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli. Citra Merek Berpengaruh Signifikan Terhadap Minat BeliBerdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua membuktikan bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi X2 yang positif sebesar 0,298 dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 yang lebih kecil dari α 0,05.Sebagian besar responden memberikan tanggapan adanya penilaian setuju yang tinggi tehadap citra merek sepatu Fladeo. Hal ini ditunjukkan dengan sepatu merek Fladeo merupakan merek terkenal, merek sepatu Fladeo mudah untuk diingat, merek Fladeo merupakan merek terpercaya, dan merek Fladeo memiliki logo yang khas sehingga mampu meningkatkan konsumen dalam minat beli dalam membeli sepatu Fladeo.Menurut Kotler dan Keller (2009:346) Citra Merek yaitu persepsi dan keyakinan konsumen, seperti tercermin dalam asosiasi yang terjadi dalam memori konsumen mengenai merek suatu produk yang dilihat, dipikirkan dan dibayangkan.Merek suatu produk menciptakan citradari produk itu sendiri di benak pikiran konsumen dan menjadikan motivasi dasar bagi konsumen dalam memilih suatu produk. Merek merupakan hal penting dan mempunyai pengaruh dalam keputusan pembelian. Pelanggan lebih memilih merek yang sudah dikenal karena merasa aman dengan sesuatu yang dikenal dan beranggapan merek tersebut kemungkinan bisa diandalkan dan kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan. Dengandemikian merek mempengaruhi minat beli. Semakin baik citra merek bagi konsumen, semakin meningkat juga minat beli produk dengan merek tersebut.Temuan di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa minat beli sepatu Fladeo dikarenakan oleh faktor citra merek yang dimiliki oleh sepatu Fladeo. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan olehPradipta (2015) dan Sulistyari (2012)yang menyatakan bahwa Citra Merekberpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli.DiskonBerpengaruhSignifikan Terhadap Minat BeliBerdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga membuktikan bahwa diskonberpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi X3 yang positif sebesar 0,215 dengan nilai signifikansi sebesar 0,019 yang lebih kecil dari α 0,05.Sebagian besar responden memberikan tanggapan adanya penilaian setuju yang tinggi tehadap diskonyang ditawarkan penjual sepatu Fladeo. Hal ini ditunjukkan dengan menyukai pembelian dengan potongan harga (diskon), membeli dengan potongan harga (diskon) lebih hemat, dan merasa sebagai smart shoppersehingga mampu meningkatkan konsumen dalam minat beli terhadap sepatu Fladeo.Potongan harga adalah pengurangan produk dari harga normal dalam periode tertentu. Sedangkan promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan secara dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan (Tjiptono, 2008:229).Strategi harga diskon dari harga yang sudah tertentu seharusnya didekati secara hati-hati karena hal itu dapat menurunkan harga rata-rata yang akan diterima dan mengurangi kontribusi dari setiap penjaulan. Diskon secara yang selektif yang ditujukan bagi segmen pasar tertentu mungkin akan menarik pelanggan baru dan mengisi kapasitas yang tadinya tidak akan terpakai.Temuan di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa minat beli konsumen pada sepatu Fladeodikarenakan oleh faktor diskon yang diterapkan penjual dalam menjual sepatu Fladeo. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan olehSundalangi (2014) yang menyatakan bahwa Diskonberpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli. KESIMPULANBerdasarkan pengujian dan hasil analisis yang telah dilakukan pada peneltian ini, maka dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut :Berdasarkan hasil penelitiandengan menggunakan data empiris menunjukkan bahwa kualitas produk memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat belisepatu merek Fladeo.Berdasarkan hasil penelitiandengan menggunakan data empiris menunjukkan bahwa citra merek memiliki pengaruh yang positifdan signifikan terhadap minat belisepatu merek Fladeo.Berdasarkan hasil penelitiandengan menggunakan data empiris menunjukkan bahwa diskon memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat belisepatu merek Fladeo. SARANBerdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat dikemukakan saran sebagai berikut :Bagi Perusahaan-       Mengingat temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa minat belisepatu merek Fladeo secara signifikan dipengaruhi oleh kualitas produk,maka disarankan kepada pihak manajemen perusahaan untuk membuat sepatu desain yang menarik dan membuat daya tahan sepatu Fladeo agar bisa digunakan dengan jangka waktu yang panjang.-       Mengingat temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa minat belisepatu merek Fladeo secara signifikan dipengaruhi oleh citra merek, maka disarankan kepada pihak manajemen perusahaan untuk membuat citra merek sepatu Fladeo lebih baik agar masyarakat dapat lebih mengenal dan mengingat sepatu merek Fladeo.-       Mengingat temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa minat belisepatu merek Fladeo secara signifikan dipengaruhi oleh diskon, maka disarankan kepada pihak penjual produk sepatu merek Fladeo untuk menetapkan harga diskon yang menarik agar menarik perhatian konsumen dalam membeli sepatu merek Fladeo.Bagi penelitian selanjutnya, penulis merekomendasikan untuk menambahkan lagi variabel-variabel lain yang diduga juga dapat mempengaruhi minat beli seperti personal selling, nilai pelanggan, atribut produk, bauran pemasaran (marketing mix) selain dari variabel kualitas produk, citra merek, dan diskon. DAFTAR PUSTAKABagaskara, Abraham Mahendra. 2014. “Pengaruh Kualitas Produk,Harga, Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Vario Di Semarang’’. Foster, B. 2008. Manajemen Ritel. Alfabeta : BandungFerdinand, Agusty. 2014. Metode Penelitian Manajemen . UNDIP :  Semarang.Gusniar, Bella. 2011. Pengaruh Citra Merek (brand image) Harga dan Kualitas Produk Tehadap Keputusan Pembeian Produk Hand and Body Lotioan merek Citra (Study pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Binsis Universitas Dian Nuswant).Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2012. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jilid 1. Erlangga. Jakarta.& Kevin L. Keller. 2012. Manajemen Pemasaran, Edisi ke 12, jilid 2, Indeks, Jakarta.& Kevin L. Keller. 2012. Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Edisi ke 13. Jakarta : Erlangga.Oentoro Deliyanti. 2012. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi Kesembilan, Jilid 1 dan jilid 2. Jakarta, Prehalindo, Penerbit LaksBang PRESSindo, Yogyakarta.Pradipta, Hesti Octavia. 2015. Pengaruh Citra Merek, Periklanan Terhadap minat Beli Konsumen Thermometer Onemed Di Surabaya.Randi, Vol. 3 No. 2 2016. Pengaruh Citra Merek Terhadap Minat Beli Pada Makanan Fast Food Ayam Goreng (Studi Pada Konsumen Texas Chicken Pekanbaru).  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Administrasi Bisnis FISIP Universitas Riau.Semuel, Hatane dkk,  Vol. 8, No. 2 2014. Analisis eWOM, Brand Image, Brand Trust dan Minat Beli Produk Smartphone Surabaya. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra.Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. 2010. Perilaku Konsumen Edisi Ketujuh. Jakarta:   PT. Indeks Group Media.Sundalangi, Marchelyno dkk. 2014 . Pengaruh Kualitas Produk, Daya Tarik Iklan, Dan Potongan Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Pizza Hut Manado. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas SamRatulangi, ManadoSulistyari, 2012. Analisis Pengaruh Citra Merek, Kualiatas produk, dan Harga Terhadap Minat Beli Produk Oriflame. (Studi Kasus Mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas Diponegoro Semarang).Tjiptono, Fandy. 2004. Persfektif Manajemen dan Pemasaran Kontemporer. Andi : Yogyakarta.                           .2012. Manajemen Jasa. Edisi Kedua. Andi : Yogyakarta.. 2013. Strategi Pemasaran. Andi : Yogyakarta.
Pengaruh Komunikasi Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan PT. Pegadaian (Persero) Kota Pontianak Tio, Tio Parizky B1021131091; Setiawan, Ary Setiawan Ary
Jurnal Manajemen Update Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh komunikasi dan budaya organisasi sebagai variabel independen terhadap kinerja karyawan PT. Pegadaian (Persero) Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan 2 variabel independen yaitu Komunikasi dan budaya organisasi dengan 1 variabel dependen yaitu kinerja karyawan.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Pegadaian (Persero) Kota Pontianak. Metode penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Data diperoleh dari kuesioner yang kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda melalui software SPSS 16.00 for windows.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel komunikasi dan variabel budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan pada PT. Pegadaian (Persero) Kota Pontianak.Kata Kunci : Komunikasi, Budaya Organisasi, Dan Kinerja Karyawan
PENGARUH CITRA TOKO, KERAGAMAN PRODUK, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN (STUDI PADA SUPERMARKET “FOKUS” DI KABUPATEN KETAPANG) admin, EDIYANTO B11111025
Jurnal Manajemen Update Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya kemajuan di bidang perekonomian selama ini telah banyak membawa perkembangan yang pesat pula dalam bidang usaha. Sejalan dengan hal tersebut banyak bermunculan perusahaan dagang yang bergerak pada bidang perdagangan eceran yang berbentuk toko, minimarket, toserba, pasar swalayan, dan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra toko, keragaman produk, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen. Perusahaan yang diteliti adalah Supermarket “Fokus” di Jl. R. Suprapto Kabupaten Ketapang. Popolasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Ketapang dan sampel penelitian ini sebanyak 100 orang masyarakat Kabupaten Ketapang. Data dalam penelitian berupa data primer dan sekunder. Alat uji dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menemukan 1) citra toko berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen, 2) keragaman produk berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen, 3) kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen.     Kata kunci: citra toko, keragaman produk, kualitas layanan, dan loyalitas konsumen
PENGARUH KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA, MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA PEGAWAI PADA PDAM TIRTA KHATULISTIWA PONTIANAK B31111111, Anggi Fristiani
Jurnal Manajemen Update Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan memberikan bukti empiris apakah variabel Kompensasi, Lingkungan Kerja, dan Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan di perusahaan daerah PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak. Penelitian ini menggunakan analisis Path dengan program SPSS 16. Populasi yang digunakan adalah Karyawan di PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak. Sampel yang digunakan sebanyak 98 orang Karyawan. Hasil dari analisis path jalur 1 diperoleh hasil yaitu, Y = 0,206X1 + 0,718X2 +0,215X3. Variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen dari hasil uji t membuktikan semua variabel independen (Kompensasi, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja) mempunyai pengaruh positif terhadap variable dependen yaitu Kepuasan Kerja serta Koefisien determinasi (adjusted R2) yang diperoleh sebesar 0,921. Hal ini berarti 92.10% Kepuasan Kerja di pengaruhi oleh Kompensasi, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja , sisanya 7.90 dipengaruhi variabel lain. Hasil analisis path jalur 2 diperoleh hasil yaitu, Y = 0,125X1 + 0,431X2 + 0,373X3 + 0,293Z. Variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen dari hasil uji t membuktikan bahwa semua variabel independen (Kompensasi, Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja dan KepuasanKerja) mempunyai pengaruh positif terhadap variable dependen yaitu Kinerja Karyawan serta Koefisien determinasi (adjusted R2) yang diperoleh sebesar 0,950. Hal ini berarti 95.00% Kinerja Karyawan dipengaruhi oleh variabel Kompensasi, Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan, dan sisanya yaitu 5,00 % dipengaruhi oleh variabel lain.Hasil analisis mempunyai 2 variabel yaitu Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja yang lebih baik tidak melewati Kepuasan Kerja sebagai mediasi untuk meningkatkan Kinerja Karyawan dan ada 1 variabel yaitu Kompensasi yang lebih tinggi pengaruhnya terhadap Kinerja Karyawan harus di mediasi KepuasanKerja.   Kata kunci : Kompensasi, Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan

Page 28 of 163 | Total Record : 1621


Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 4 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 10, No 3 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 10, No 2 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 10, No 1 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 9, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 9, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 9, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Manajemen More Issue