cover
Contact Name
Trisya Septiana
Contact Email
trisya.septiana@eng.unila.ac.id
Phone
+6281266014480
Journal Mail Official
jpi@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Program Profesi Insinyur Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 27225771     DOI : https://doi.org/10.23960/jpi
Core Subject : Social, Engineering,
Dalam jurnal ini akan dimuat artikel-artikel ilmiah berbagai bidang Profesi Insinyur, seperti bidang teknik sipil, teknik arsitektur, teknik kimia, teknik pertanian, teknik kimia, teknik elektro, teknik geofisika, teknik, geodesi, teknik informatika, material, konversi energi dan mekanika struktur serta konstruksi-perancangan dan bidang lain yang terkait dengan profesi insininyur. Dewan redaksi diisi oleh Dosen, Peneliti dan Praktisi bidang Profesi Insinyur dan beberapa mitra bestari yang direkrut dari luar. Jurnal Profesi Insinyur diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024)" : 8 Documents clear
Analisa Geometrik Dan Perkerasan Lentur Ruas Jalan Perwari Sebagai Jalan Alternatif di Kota Palembang Sumatera Selatan A, Feryadi; Mardiana, Mardiana; Septiana, Trisya
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.117

Abstract

Pada ruas jalan AKBP. Cek Agus sering mangalami kemacetan terutama pada jam-jam pagi dan jam-jam sore menjelang malam. Untuk mengurai kemacetan tersebut maka, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang berupaya membangun ruas jalan alternatif yang baru yaitu Jalan Perwari. Untuk membangun ruas jalan baru tentunya diperlukan metode yang efektif dan perencanaan yang baik guna memenuhi unsur keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Adapaun hasil penelitian rencana jalan Perwari termasuk kriteria jalan perkotaan yang memiliki superelevasi maksimum 8% dan jalan tersebut termasuk kategori jalan arteri sekunder kelas II yang memiliki kecepatan rencana 30-60km/jam. Panjang rencana jalan tersebut 1,595 m' dengan lebar ideal badan jalan 7 meter serta bahu kiri dan kanan masing-masing 2 meter. Hasil analisis dari perhitungan alinemen menunjukkan bahwa rencana trace jalan mempunyai 6 tikungan dimana tipe spiral-circle-spiral (SCS) 5 tikungan dan full circle (FC) 1 tikungan serta memiliki kelandaian yang relatif datar yaitu 0,0164%. Perkerasan jalan menggunakan perkerasan lentur dengan ketebalan lapis perkerasan AC-WC tebal 40mm, AC-BC tebal 60mm, AC Base tebal 145mm dan lapis pondasi aggregat A tebal 300mm.
Keterpaduan Infrastruktur Terpadu Antar Sektor Untuk Mendukung Pengembangan Wilayah Kabupaten Pringsewu Purmawan, Hari; Kustiani, Ika; Sarkowi, Sarkowi
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.118

Abstract

Pembangunan akan terkait dengan hampir semua dimensi kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan harus dapat menjadikan pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai sasaran yang harus dicapai. Salah satu sasaran dalam pembangunan adalah pengembangan wilayah yang dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya, merekatkan dan menyeimbangkan pembangunan nasional dan kesatuan wilayah nasional, meningkatkan keserasian antar-kawasan, keterpaduan antar sektor pembangunan melalui proses penataan ruang dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu strategi pembangunan yang digunakan untuk mengatasi masalah ketimpangan antar-wilayah adalah strategi keterkaitan (linkages) antar-wilayah. Pembangunan infrastruktur diarahkan juga untuk mendukung pengurangan disparitas antar wilayah (perkotaan, pedesaan dan perbatasan), juga untuk pengurangan urbanisasi, peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar, serta peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya untuk menjaga stabilitas dan kesatuan nasional. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur perlu berlandaskan pada pendekatan pengembangan wilayah secara terpadu oleh seluruh sektor yang bertitik tolak dari sebuah rencana yang sinergi dan mengacu kepada aktivitas ekonomi, sosial, keberlanjutan lingkungan hidup, potensi wilayah dan kearifan lokal, dan rencana tata ruang wilayah.
Persamaan Gompertz Termodifikasi Untuk Menentukan Pertumbuhan Bakteri Metanogen Pada Produksi Biogas Werena , R D; Wahyuningtyas , D; Halim, L; Syabrina, M
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.119

Abstract

Pertumbuhan mikroorganisme didefinisikan sebagai fase kecepatan pertumbuhan tertentu, yang dimulai pada titik nol dan meningkat sampai nilai maksimum (μm) dalam jangka waktu tertentu. Pada fase akhir, kecepatan pertumbuhan menurun dan akhirnya berhenti, sehingga nilai asymptote (A) dapat dihitung. Untuk memprediksi pertumbuhan mikroorganisme dalam biodigester, diperlukan model matematis yang sesuai dengan pola pertumbuhan bakteri, dalam hal ini metode persamaan Gompertz. Metode yang digunakan untuk menganalisis pertumbuhan mikroorganisme adalah persamaan Gompertz termodifikasi. Konstanta matematis µm,
Pengaruh Parkir On Street Terhadap Derajat Kejenuhan Jalan Pahlawan Kemarung Kota Baturaja Andriati, Lika; Despa, Dikpride; Purba, Aleksander
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.120

Abstract

Parkir on Street pada badan jalan akan menimbulkan banyak permasalahan, salah satunya adalah kemacetan dan tundaan. Kemacetan dapat terjadi karena menurunnya kapasitas jalan yang ada. Kegiatan parkir di pinggir jalan (on street) sangat berpengaruh pada kinerja jalan saat ada peningkatan volume kendaraan yang begitu tinggi akan terhambat oleh aktivitas kendaraan yang keluar masuk pakir di pinggir jalan sehingga menyebabkan berkurangnya kapasitas jalan pada ruas jalan tersebut. Penurunan kapasitas jalan dapat disebabkan oleh berkurangnya lajur efektif pada jalan, karena sebagian lajur digunakan untuk parkir on street. Jalan Pahlawan Kemarung merupakan salah satu jalan di Kota Baturaja yang mendapat izin parkir on street oleh stakeholder terkait, yang lokasinya berada tepat di pusat Kota Baturaja. Dalam kondisi yang paling ramai, 2 lajur jalan ini akan digunakan untuk parkir oleh pengujung toko di sepanajang jalan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh parkir on street terhadap kinerja ruas Jalan Pahlawan Kemarung di Kota Baturaja. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan perhitungan derajat kejenuhan dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) dengan berbagai skenario parkir. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada kondisi paling ramai, terjadi penurunan kapasitas jalan sebesar 50,6% dan derajat kejenuhan sebesar 46,5% pada kondisi dimana terdapat 2 lajur yang digunakan untuk parkir on street di Jalan Pahlawan Kemarung KH. Ramli Kota Baturaja.
Identifikasi Ketidaksesuaian Penggunaan Lahan Pada Kawasan Sempadan Situ Terhadap Rencana Tata Ruang Choiriyyah, Nova; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.121

Abstract

Situ Ciledug merupakan salah satu dari 7 Situ yang ada di Kota Tangerang Selatan. Situ yang berlokasi di Jalan Siliwangi, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang. Pada awalnya memiliki luas 32 Ha, namun kini luas Situ hanya 20,52 Ha dengan luas sempadan 31,84 Ha. Hal itu terjadi karena banyaknya alih fungsi lahan yang dipergunakan untuk daerah permukiman, bisnis dan industri. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dilakukan Identifikasi Ketidaksesuaian Penggunaan Lahan Pada Kawasan Sempadan Situ Ciledug Terhadap Rencana Tata Ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kota Tangerang Selatan terhadap rencana tata ruang khususnya pada lokasi Situ Ciledug sebagai bahan evaluasi dan bahan pengambilan kebijakan lebih lanjut. Metode analisis yang digunakan adalah analisis survei, analisis kesesuaian kebijakan pemanfaatan ruang dengan penggunaan lahan pada sempadan situ, analisis ketidaksesuaian penggunaan lahan sempadan situ berdasarkan kriteria pemanfaatan ruang. Berdasarkan analisa permasalahan didapatkan beberapa kesimpulan yaitu Penggunaan lahan yang ada di Sempadan Situ Ciledug terbagi atas 12 (dua belas) klasifikasi, dengan sebagian besar yaitu penggunaan lahan perumahan seluas 3,93 ha. Pola ruang sempadan Situ Ciledug yaitu sebagai Kawasan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) memiliki luas 0,92 ha. Sementara untuk kawasan sempadan danau atau waduk memiliki luas 7,7 ha. Jumlah bangunan di Sempadan Situ Ciledug memiliki jumlah 450 unit bangunan. Fungsi bangunan yang dilakukan analisis terbagi atas 77 (tujuh puluh tujuh) klasifikasi. Bangunan yang memiliki kesesuaian fungsi lahan yaitu berjumlah 22 (dua puluh dua) unit bangunan, dan tidak sesuai berjumlah 494 (empat ratus sembilan puluh empat) unit bangunan.
Identifikasi Ketidaksesuaian Penggunaan Lahan Di Kawasan Permukiman Kecamatan Pamulang Dan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan 2020 – 2022 Wulandari, Retno; Despa, Dikpride; Mardiana, Mardiana
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.122

Abstract

Daerah perkotaan mempunyai kondisi penggunaan lahan dinamis, sehingga perlu terus dipantau perkembangannya, karena seringkali pemanfaatan lahan tidak sesuai dengan peruntukannya dan tidak memenuhi syarat. Pemantauan terhadap penggunaan lahan pada kawasan lindung dan budidaya secara menerus dan menyeluruh perlu dilakukan agar pemanfaatan lahan lebih terkoordinasi, tetap memperhatikan kelestarian alam dan lingkungan, serta mencegah penggunaan lahan yang bersifat merugikan. Ketidaksesuaian Penggunaan Lahan Di Kawasan Permukiman Kecamatan Pamulang Dan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan akan menjadi salah satu instrument dalam memperoleh informasi terkait dengan perubahaan penggunaan lahan yang nantinya berhubungan dengan arahan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Kecamatan Pamulang Dan Ciputat Timur agar terwujud tertib Tata Ruang. Metode yang digunakan meliputi Analisis Kebijakan, Updating Kawasan Permukiman, Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Pada Kawasan Permukiman, dan Analisa Simpangan Penggunaan Lahan Pada Kawasan Permukiman. Dari total luas Pola Ruang Kawasan Permukiman di Wilayah Kecamatan Ciputat Timur dan Kecamatan Pamulang, berdasarkan kategori kesesuaian penggunaan lahan di dalamnya didapatkan hasil, katergori sesuai seluas 2.698,15 Ha (82,75%), kategori belum sesuai seluas 478,98 Ha (14,69%), kategori tidak sesuai seluas 83,32 Ha (2,56%). Secara keseluruhan besaran luas penggunaan lahan yang tidak sesuai masih sangat kecil dan yang belum sesuai berdasarkan hasil survey lapangan terdiri atas kebun campuran, pekarangan atau tanah kosong. Penggunaan lahan dengan kategori belum sesuai ini masih dapat dikendalikan perwujudannya agar tetap sesuai dengan Pola Ruang Kawasan Permukiman karena perizinan pembangunan yang akan diberikan wajib sesuai dengan Pola Ruang Kawasan Permukiman.
Perkuatan Dinding Diatas Kusen Pintu Dan Jendela Menggunakan Metode Beton Latei Agar Tidak Mudah Retak Ariotomo, Yusuf; Suharno, Suharno; Kustiani, Ika
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.123

Abstract

berat atau pengaruh cuaca. Oleh karena itu, perlu dilakukan perkuatan pada dinding tersebut agar lebih kokoh dan tidak mudah retak. Perkuatan dapat dilakukan dengan pemasangan bantalan atau balok, penguatan struktur dinding, penggunaan bahan bangunan yang tepat, dan perawatan dinding yang baik. Artikel ini membahas cara perkuatan dinding di atas kusen pintu dan jendela untuk menghindari retak serta menambah kekokohan struktur dinding. Penting untuk mengikuti prosedur dan memperhatikan faktor keamanan dalam melakukan perkuatan agar tidak menimbulkan bahaya bagi penghuni rumah.Dinding di atas kusen pintu dan jendela rumah sering mengalami kerusakan akibat beban yang terlalu berat atau pengaruh cuaca. Perkuatan dapat dilakukan dengan pemasangan bantalan atau balok, penguatan struktur dinding, penggunaan bahan bangunan yang tepat, dan perawatan dinding yang baik. Perkuatan dinding tersebut dapat membantu menjaga keindahan rumah dan juga keselamatan penghuni rumah. Artikel ini penting untuk dijadikan acuan dalam memperbaiki kerusakan pada dinding di atas kusen pintu dan jendela rumah
Revitalisasi Pengelolaan Data Spasial dalam mewujudkan Penyelenggaraan Informasi Geospasial Berkualitas dan Satu Data Indonesia Provinsi Lampung serta Pelayanan Publik Pahlupi, Belli; Afriani, Lusmeilia; Despa, Dikpride
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.125

Abstract

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28F mengamanatkan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Informasi dalam arti luas sebagaimana diamanatkan dalam pasal tersebut adalah termasuk Informasi Geospasial (IG). Peraturan Presiden nomor 39 tahun 2020 tentang Satu Data Indonesia (SDI) mengamanatkan penyelenggaraan SDI baik tingkat pusat maupun pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota), dengan prinsip satu standar data, satu meta data, satu interoperabilitas dan satu kode referensi/data induk, meliputi: data statistik, data spasial dan data keuangan negara. SDI diselenggarakan dengan visi “mewujudkan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses dan dibagipakaikan antar instansi pemerintah untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan”, dan/atau agar tidak terjadinya tumpang tindih data yang akan berimplikasi pada kebijakan penyelenggaraan pemerintah, dilakukan dengan metode perencanaan data, pengumpulan data, pemeriksaan data dan penyebarluasan data. Dalam penyelenggaraan SDI, dilakukan pelayanan publik berupa interoperabilitas (berbagi pakai data) melalui media teknologi informatika portal data pemerintah Provinsi Lampung (http://opendata.lampungprov.go.id), dan dapat juga diakses oleh masyarakat. Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Informasi Geospasial, dilakukan melalaui kegiatan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pengamanan, penyebarluasan serta penggunaan data dan informasi geospasial. Standar yang digunakan dalam penyelenggaraan informasi geospasial mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Informasi Geospasial nomor 6 tahun 2021 tentang Pedoman Standar Data dan Struktur Data dan Format Data Baku Metadata Spasial. Hasil pengolahan data spasial berpengaruh pada peningkatan kualitas dan informasi geospasial. Dengan pengolahan berpedoman standar, akan meningkatkan kualitas informasi geospasial, meningkatkan pelayanan sehingga terwujudnya good governance dan SDI Provinsi Lampung.

Page 1 of 1 | Total Record : 8