Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN PENGARUH DIAMETER BUTIRAN TANAH TERHADAP NILAI KOHESI, C DAN SUDUT GESER DALAM,  Afriani, Lusmeilia
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Academia Ista Vol 12 No 02 Februari 2008
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.219 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v0i0.2009

Abstract

Research about the influence of soil grain size to the value of cohesion c and internal shear angle j has been done by using direct shear test apparatus. The size of this instrument is a large box 500 x 500 x 300 mm. The soil sample for this research took from Criquebeuf-sur-Seine, Seine Maritime, North French. The soil grain size are 0/25 mm, 0/50 mm and 0/80 mm and it is classified as the coarse sol type. These results were then compared with that it uses sand sample from Fountainebleau, France. This research was done in the Regional Laboratorium of Street and Bridge in Rouen. Until now, research in the coarse grain soil are very rare due to the lack of instrument and facilities. The result indicates an important things where the grain size of soil will influences the cohesion value c, and the internal shear angle j. These values can be obtained from Mohr-Coulomb curve.
TINJAUAN PENGARUH DIAMETER BUTIRAN TANAH TERHADAP NILAI KOHESI, C DAN SUDUT GESER DALAM,  Afriani, Lusmeilia
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Academia Ista Vol 12 No 02 Februari 2008
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v0i0.2009

Abstract

Research about the influence of soil grain size to the value of cohesion c and internal shear angle j has been done by using direct shear test apparatus. The size of this instrument is a large box 500 x 500 x 300 mm. The soil sample for this research took from Criquebeuf-sur-Seine, Seine Maritime, North French. The soil grain size are 0/25 mm, 0/50 mm and 0/80 mm and it is classified as the coarse sol type. These results were then compared with that it uses sand sample from Fountainebleau, France. This research was done in the Regional Laboratorium of Street and Bridge in Rouen. Until now, research in the coarse grain soil are very rare due to the lack of instrument and facilities. The result indicates an important things where the grain size of soil will influences the cohesion value c, and the internal shear angle j. These values can be obtained from Mohr-Coulomb curve.
The investigation of avalanche patterns on railroad tracks with steep slopes Afriani, Lusmeilia; Iswan, Iswan
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2020.00302.7

Abstract

This study aims to investigate the pattern of landslides on the cliffs forming the railway with steep slopes. This research was conducted at Rejosari Natar Station, South Lampung Regency, Lampung Province. The point of observation is at STA 30 + 250. The data in this study were divided into primary and secondary data. Primary data is the data that is directly obtained in the field by taking soil samples which are then processed in the laboratory. The secondary data is the soil characteristics data of the railroad structure starting from the rail load, rail bearings, ballast layers, sub-ballast layers, and sub-grade. These will be used as input in conducting railroad analysis using Plaxis modelling. Plaxis modeling requires these variables and parameters to be analyzed based on the amount of vertical settlement, total stress, and safety factor values that occur due to rail loads. Reserach found that the value of the soil safety factor was <1.25. This means that the soil condition is in a critical condition for collapse and the ground will experience landslides which can endanger the safety of the passing trains. For this reason, improvements are needed in the soil that will experience landslides
Revitalisasi Pengelolaan Data Spasial dalam mewujudkan Penyelenggaraan Informasi Geospasial Berkualitas dan Satu Data Indonesia Provinsi Lampung serta Pelayanan Publik Pahlupi, Belli; Afriani, Lusmeilia; Despa, Dikpride
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n1.125

Abstract

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28F mengamanatkan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Informasi dalam arti luas sebagaimana diamanatkan dalam pasal tersebut adalah termasuk Informasi Geospasial (IG). Peraturan Presiden nomor 39 tahun 2020 tentang Satu Data Indonesia (SDI) mengamanatkan penyelenggaraan SDI baik tingkat pusat maupun pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota), dengan prinsip satu standar data, satu meta data, satu interoperabilitas dan satu kode referensi/data induk, meliputi: data statistik, data spasial dan data keuangan negara. SDI diselenggarakan dengan visi “mewujudkan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses dan dibagipakaikan antar instansi pemerintah untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan”, dan/atau agar tidak terjadinya tumpang tindih data yang akan berimplikasi pada kebijakan penyelenggaraan pemerintah, dilakukan dengan metode perencanaan data, pengumpulan data, pemeriksaan data dan penyebarluasan data. Dalam penyelenggaraan SDI, dilakukan pelayanan publik berupa interoperabilitas (berbagi pakai data) melalui media teknologi informatika portal data pemerintah Provinsi Lampung (http://opendata.lampungprov.go.id), dan dapat juga diakses oleh masyarakat. Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Informasi Geospasial, dilakukan melalaui kegiatan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pengamanan, penyebarluasan serta penggunaan data dan informasi geospasial. Standar yang digunakan dalam penyelenggaraan informasi geospasial mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Informasi Geospasial nomor 6 tahun 2021 tentang Pedoman Standar Data dan Struktur Data dan Format Data Baku Metadata Spasial. Hasil pengolahan data spasial berpengaruh pada peningkatan kualitas dan informasi geospasial. Dengan pengolahan berpedoman standar, akan meningkatkan kualitas informasi geospasial, meningkatkan pelayanan sehingga terwujudnya good governance dan SDI Provinsi Lampung.
Implementasi Pengering Tepung Aci Di UMKM Mi Aci Pakde Sugeng Tiyuh Pulung Kencana Tulang Bawang Barat Akhyar, Gusri; Hamni, Arinal; Afriani, Lusmeilia; Sartika, Dewi; Subeki; Niswah, hamimatun
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): JITER-PM
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/jiter-pm.v2i1.6216

Abstract

Cassava flour or tapioca flour is one of the types of cassava products that has been widely developed as the main raw material for producing wet tapioca noodles. The village of Pulung Kencana in West Tulang Bawang Regency has local wisdom in the form of processed food products, such as tapioca noodles produced from cassava flour. Cassava flour is obtained from the result of tapioca or the sediment of grated cassava, which is dried for some time until it reaches a moisture content of 12%. The drying process is done naturally and highly depends on sunlight, sometimes hindered during periods without heat. Therefore, a drying tool is created using a homemade heater fueled by gas or firewood. The hot air in the pipe is blown into the drying chamber, which functions to dry the flour placed in tiers. The air moves from the bottom to the higher racks, allowing the heat to be used gradually. The drying chamber's capacity can dry 30 kg in one drying session, within 8 hours, achieving a moisture content of 12%. When using LPG, it requires 8 hours. The drying results show that the moisture content is 12%, meeting the required conditions
Pengaruh Penambahan Biochar dari Lignite pada Tanah Bekas Penambangan Batubara terhadap Potensi Immobilisasi Logam Seng (Zn) Menggunakan Batch Experiment Haviz, Muhammad; Nur, Areva Fatiha; Muhammad, Damris; Vabylita, Maria Fransisca; Afriani, Lusmeilia; Ashruri, Ashruri
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v2i2.34

Abstract

Logam berat merupakan salah satu pencemar yang dihasilkan dari kegiatan  pertambangan yang terdiri atas Zn, Cd, Pb, Cu dan As. Mobilisasi dari logam berat pada lahan tercemar, seperti pada lahan bekas tambang batubara dapat menimbulkan kerusakan pada lingkngan dan kesehatan manusia. Penambahan biochar pada tanah merupakan salah satu cara yang digunakan untuk immobilisasi logam berat. Lignite merupakan salah satu bahan baku biochar. Selama ini, llignite sangat jarang digunakan pada proses pembakaran karena karakteristiknya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel tanah dari salah satu lokasi bekas penambangan batubara di Kecamatan Muaro Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis biochar yang optimal dalam immobilisasi logam berat Zn. Sampel tanah memiliki pH yang cukup rendah, yaitu sekitar 4,9. Inkubasi logam berat Zn dengan menggunakan biochar dapat meningkatkan pH tanah hingga 7,2. Inkubasi tanah dengan biochar  dilakukan dengan menggunakan variasi konsentrasi biochar  0, 5, 10 dan 15% selama 0, 2, 4 dan 8 pekan. Immobilisasi paling tinggi terjadi pada konsentarsi biochar 5% dan pekan ke-4 dengan kapasitas penyerapan Zn sebesar 0,0043 mg/gr. Immobilisasi logam Zn terjadi karena peran dari pori biochar pada proses adsorpsi fisika.
Pengendalian Kecepatan Motor Induksi Dengan Cycloconverter Menggunakan Vector Control Dengan Filter Hybrid Harahap, Charles; Despa, Dikpride; Afriani, Lusmeilia
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n2.132

Abstract

Motor listrik berperan penting sebagai penggerak utama yang banyak digunakan pada sektor industri maupun transportasi, sehinggga diperlukan sistem kendali motor listrik. Salah satu sistem kendali motor listrik adalah pengendalian frekuensi. Pengendalian frekuensi bertujuan untuk mengatur kecepatan motor listrik yang diinginkan. Salah satu alat pengendalian frekuensi yaitu cycloconverter. Penggunaan cycloconverter menimbulkan adanya harmonisa karena termasuk jenis komponen non-linier, di mana harmonisa yang dihasilkan akan berpengaruh terhadap kualitas sistem dan berdampak kerusakan pada peralatan. Sehingga perlu adanya pemasangan filter untuk meredam frekuensi harmonisa. Penelitian ini menyajikan metode desain filter hybrid untuk mengurangi harmonisa dan pengendalian motor induksi tiga fasa dengan metode vector control untuk pengendalian motor induksi, yang mencakup keefektifan dari perancangan topologi filter pasif, aktif dan hybrid serta kehandalan respon motor. Pemodelannya menggunakan software simulink Matlab 2015A. Hasil reduksi pemodelan distorsi harmonisa menggunakan filter pasif sebesar 2,54%, aktif 14,86% dan hybrid 2,17%. Penelitian ini membuktikan bahwa filter gabungan atau hybrid filter menghasilkan total distorsi harmonisa lebih baik.
Analisa Revisi Desain pada Kinerja Pelaksanaan Konstruksi: Studi Kasus Gedung Kantor Pajak Pratama Natar Adipaty, Arneta Pratiwi; Kustiani, Ika; Afriani, Lusmeilia; Dwsbu, Chatarina Niken; Usman, Kristianto
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1246

Abstract

Abstrak   Pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Pelayanan Pajak Pratama – Natar, ditemukan masalah seperti gambar yang tidak dapat dilaksanakan, perubahan rencana kerja, dan perubahan scope pekerjaan. Tujuan penelitian adalah menganalisa faktor utama yang mempengaruhi perubahan desain dalam durasi pelaksanaan. Metode yang digunakan dengan melakukan penyebaran kuesioner sebagai data utama dan wawancara sebagai data pendukung, yang kemudian dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian dari perubahan desain pada proyek konstruksi, yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara rencana dan kondisi lapangan, mungkin berdampak signifikan terhadap durasi proyek. Perubahan ini dipicu oleh penyesuaian kondisi lapangan dan permintaan dari pihak pemilik proyek, seperti penambahan pos jaga serta instalasi air conditioner di area yang tidak direncanakan sebelumnya. Kesenjangan ini menyebabkan keterlambatan proyek, yang seharusnya telah mencapai 97% pada minggu ke-39, namun realisasinya hanya 63%. Faktor-faktor seperti penyesuaian lapangan dan permintaan pemilik proyek, termasuk penambahan fasilitas tak terduga, berkontribusi dominan terhadap keterlambatan dan peningkatan biaya kemudian dari 13 faktor yang dianalisis, faktor dominan yang mempengaruhi perubahan desain yaitu kesalahan estimasi biaya (prioritas 0,098%), ketidaktersediaan standar material (prioritas 0,085%), dan penundaan pekerjaan (prioritas 0,084%). Kesimpulan adalah bahwa perubahan desain dalam proyek konstruksi paling dominan dipengaruhi oleh faktor Kesalahan Estimasi Biaya dan Ketidaksesuaian Desain dengan Kondisi Lapangan, berdasarkan bobot prioritas tertinggi hasil metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kedua faktor ini berasal dari aspek perencanaan, yang terbukti lebih berpengaruh terhadap durasi proyek dibandingkan faktor pelaksanaan.   Kata kunci: manajemen perubahan, durasi pelaksanaan, AHP, faktor perencanaan, faktor konstruksi.   Abstract   The construction of the Pratama Tax Office Building in Natar encountered several issues, including unimplementable drawings, changes in work plans, and alterations in the project scope. This study aims to analyze the dominant factors influencing design changes that affect project duration. The research employed a questionnaire as the primary data collection method and interviews as supporting data, analyzed using the Analytical Hierarchy Process (AHP). The results indicate that design changes, triggered by discrepancies between the planning documents and actual site conditions, significantly impacted the project's timeline. These changes were largely driven by field adjustments and client requests, such as additional guard posts and unexpected air conditioning installations. The gap between plan and execution caused a delay, where the project was expected to reach 97% completion by week 39 but only achieved 63%. From the 13 factors analyzed, the most influential on design changes were cost estimation errors (priority 0.098%), unavailability of standard materials (0.085%), and work delays (0.084%). The study concludes that design changes in construction projects are predominantly influenced by planning-related factors, particularly cost estimation errors and inconsistencies between design and site conditions. These planning factors have a greater impact on project duration than those arising during execution.   Keywords: change management, project duration, AHP, planning factors, Construction factors.
ANALISIS STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG PT. BANK CENTRAL ASIA,Tbk KANTOR CABANG PEMBANTU (KCP) TANJUNG KARANG Fajriyati, Lely; Afriani, Lusmeilia; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.567

Abstract

Kantor Cabang Pembantu Bank BCA yang berada di Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung merupakan salah satu Kantor Cabang Pembantu BCA di bawah Kantor Cabang Utama Bandar Lampung, terletak di Jalan Raden Intan nomor 38 Bandar Lampung. BCA Kantor Cabang Pembantu Tanjungkarang telah berdiri sejak tahun ± 1990an dan merupakan gedung pelayanan umum yang dimiliki oleh PT. BANK BCA, Tbk yang dipergunakan untuk melayani nasabah Bank BCA untuk membuat rekening baru, membuat rekening bca bisnis, setor tunai, penarikan dana simpanan, cek saldo BCA, pengecekan BCA swift code, pembuatan BCA credit card, halo BCA dan layanan pada produk BCA lainnya. Tentunya sebagai gedung pelayanan umum yang mewakili salah satu Bank terbesar di Indonesia ini, maka keadaan gedungpun harus terlihat aman, nyaman dan kokoh yang tidak hanya diperuntukkan bagi staf atau karyawan Bank sebagai penghuni gedung namun juga bagi nasabah Bank BCA. Namun tidak demikian yang terjadi pada gedung PT. BCA Tbk, KCP Tanjung Karang pada saat penelitian ini dilakukan, secara visual terlihat kondisi bangunan sudah tidak layak dan berbahaya bagi nasabah, misalnya Pintu tidak berfungsi dengan baik, Lampu ada yang tidak menyala dan bagian gedung lain juga tidak berfungsi dengan baik.Tujuan Penelitian ini adalah : (1) Mengetahui Jenis kerusakan yang terjadi Pada Bangunan Gedung PT. BCA Tbk, KCP Tanjung Karang; (2) Mengetahui Kuat Tekan Beton Bangunan Gedung PT. BCA Tbk, KCP Tanjung Karang.Berdasarkan Pengamatan langsung di lapangan dan Pengujian Hammer Test yang dilakukan didapat kesimpulan bahwa nilai kuat tekan (fc’) beton struktur eksisting gedung kurang dari nilai kuat tekan beston struktur yang disyaratkan oleh SNI dalam Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung Standar Nasional Indonesia.
Analisis dan Perencanaan Pondasi Tiang Bored Pile pada Jembatan Jalur Ganda Kereta Api Bekri Kabupaten Lampung Tengah Wahyuddin, Muhammad; Siregar, Amril Ma`ruf; Afriani, Lusmeilia
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 7 No. 4 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v7i4.1220

Abstract

Provinsi Sumatera Selatan memiliki cadangan batubara sekitar 22,24 milyar ton. Batubara di Provinsi Sumatera Selatan 85 % dari total batubara di Pulau Sumatera. Tambang Batubara berada di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Batubara tersebut diangkut menggunakan Kereta Api Barang. Setiap kereta api terdapat 60 gerbong. Setiap gerbong dapat memuat 50 ton batubara. Pembangunan rel ganda akan meningkatkan kuantitas angkutan kereta api. Pembangunan kereta api jalur ganda dapat menghemat waktu 20-40 menit kereta api penumpang dan 30 menit bagi kereta barang. Pembangunan kereta api jalur ganda melewati wilayah Bekri, Lampung Tengah. Pembangunan tersebut memerlukan jembatan kereta api untuk melintasi sungai di Way Tipo. Jembatan kereta tersebut dibuat dengan pondasi Bored Pile. Pondasi Bored Pile tersebut memiliki diameter 1 meter. Pondasi boredpile dibuat 9 buah dan panjang 9 meter. Dari hasil analisis diperoleh nilai daya dukung ijin lebih besar dari daya dukung rencana. Hasil analisis diperoleh nilai daya dukung ijin 3273,19 kN dan daya dukung rencana 3220,13 kN. Dari hasil perhitungan, pondasi bored pile dapat menahan beban yang bekerja.  Kata kunci : pondasi, jembatan, bored pile, Fakultas Teknik, Universitas Lampung.