cover
Contact Name
Siti Aisyah
Contact Email
siti.aisy@gmail.com
Phone
+6287823177983
Journal Mail Official
edusentris_sps@upi.edu
Editorial Address
Pusat Pengembangan dan Publikasi Karya Ilmiah (P3KI) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - INDONESIA
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 23560703     EISSN : 24422592     DOI : DOI: https://doi.org/10.17509/edusentris
Core Subject : Education,
Edusentris, the Journal of Teaching and Education Studies, is published by Center for Development and Publication of Scientific Work, School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Indonesia, on March, July and December. It aims to stimulate research, encourage academic exchange, and enhance the professional development for theoretical and practical purposes of scholars and other researchers who are interested in: educational and instructional issues; teaching; schooling; formal and non-formal education; higher and vocational education; educational policies; life-long education.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2014): Juli" : 8 Documents clear
PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN INSTRUMEN DIAGNOSTIK TWO-TIER DALAM MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA TENTANG ATOM DAN MOLEKUL Laili Rachmawati
Edusentris Vol 1, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.354 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i2.141

Abstract

Bahan kajian utama dalam ilmu kimia adalah konsep. Sebagian besar konsep dalam ilmu kimia berupa konsep abstrak. Dalam pembelajaran sains, konsep abstrak sangatlah sulit dipahami sehingga memungkinkan terjadinya miskonsepsi. Salah satu konsep abstrak dalam ilmu kimia adalah konsep atom dan molekul. Dari berbagai penelitian menunjukkan siswa SMA masih mengalami kesulitan memahami konsep atom dan molekul dan banyak miskonsepsi yang ditemukan pada konsep ini. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan instrumen diagnostik two-tier dan mengidentifikasi miskonsepsi siswa tentang konsep atom dan molekul. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif yang dilakukan di SMA Negeri X Malang dengan subjek penelitian sebanyak 133 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen diagnostik two-tier dengan jumlah soal sebanyak 15 soal, yang memiliki tingkat kevalidan sebesar 91.67% dan nilaicronbach α-reliability sebesar 0.739. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan 15 jenis miskonsepsi tentang atom dan molekul yang terdiri dari 11 jenis miskonsepsi tentang konsep atom dan 4 jenis miskonsepsi tentang konsep molekul.Kata kunci: atom dan molekul, two-tier, miskonsepsi
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN BERMAIN BOLA BASKET Rahmi Stephani, Mesa; Suherman, Adang; Mulyana, R. Boyke
Edusentris Vol 1, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.385 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i2.142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis dan keterampilan bermain yang diharapkan memberikan manfaat positif terhadap pencapaian tujuan Kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan untuk mengungkap permasalahan tersebut, menggunakan metode eksperimen dengan desain randomize pretest-posttest control group design. Populasi penelitian yaitu siswa SMP Kelas VII pada SMP Laboratorium Percontohan UPI. Sampel diambil melalui cluster random sampling dengan jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 46 siswa yang terdiri dari 24 siswa pada kelompok eksperimen dan 22 siswa pada kelompok kontrol. Penelitian ini membuktikan bahwa (1) tidak terdapat peningkatan yang signifikan antara skor pre-test dan post-testkemampuan berpikir kritis pada kelompok yang menggunakan model pembelajaran inkuiri, (2) terdapat peningkatan yang signifikan antara skor pre-test dan post-testkemampuan bermain kelompok yang menggunakan model pembelajaran inkuiri, (3) tidak terdapat peningkatan yang signifikan antara skor pre-test dan post-testkemampuan berpikir kritis pada kelompok yang menggunakan model pembelajaran konvensional, (4) tidak terdapat peningkatan yang signifikan antara skor pre-test dan post-testkemampuan bermain yang kelompok yang menggunakan model pembelajaran konvensional, (5) terdapat perbedaan skor kemampuan berpikir kritis di antara kedua kelompok siswa, dan (6) terdapat perbedaan skor keterampilan bermain siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran konvensional.Kata kunci: Model pembelajaran inkuri, kemampuan berpikir kritis, keterampilan bermain.
INTEGRITASI DAN INTERKONEKSITAS ILMU-ILMU AGAMA DAN SAINS MENUJU PENDIDIKAN TINGGI ISLAM CENTER OF EXCELLENCES Andik Wahyun Muqoyyidin
Edusentris Vol 1, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.481 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i2.143

Abstract

Sejumlah pemikir dan ahli pendidikan, khususnya di Barat, makin menunjukkan kegelisahan dan kekecewaan terhadap sistem dan hasil pendidikan modern, sebagaimana terlihat dalam sejumlah artikel dan pertemuan ilmiah yang diadakan di beberapa tempat. Mereka merasakan tidak adanya korelasi antara pandangan orang modern dan hasil temuannya dengan Maha Pencipta, serta pengakuan akan adanya kehidupan di balik kehidupan di dunia ini sebagai sesuatu yang hilang dalam kerangka keberilmuwan orang-orang modern masa kini. Berangkat dari pola pikir di atas, artikel ini bertujuan membicarakan pentingnya melihat bangunan keilmuan, yang merupakan dasar berdiri tegaknya pendidikan tinggi Islam center of excellences, sebagai bangunan yang integratif dan interkoneksitas antar berbagai unsurnya, baik dalam proses penggalian maupun pencabangannya. Paradigma interkoneksitas ini berasumsi bahwa untuk memahami kompleksitas fenomena kehidupan yang dihadapi dan dijalani manusia, setiap bangunan keilmuan apapun, baik keilmuan agama (termasuk agama Islam dan agama-agama yang lain), keilmuan sosial, humaniora, maupun kealaman tidak dapat berdiri sendiri. Kerjasama, saling tegur sapa, saling membutuhkan, saling koreksi dan saling keterhubungan antar disiplin keilmuan akan lebih dapat membantu manusia memahami kompleksitas kehidupan yang dijalaninya dan memecahkan persoalan yang dihadapinya.Kata kunci: integrasi, interkoneksitas, ilmu-ilmu agama, sains, pendidikan tinggi islam.
STRATEGI ABDUKTIF-DEDUKTIF PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA SMA Ali Shodikin
Edusentris Vol 1, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.801 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i2.138

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa menggunakan strategi abduktif-deduktif. Penelitian yang dilakukan merupakan eksperimental dengan desain pretes-postes dan kelompok kontrol tidak acak (nonrandomized control group, pretest-posttest design) pada siswa kelas XI di salah satu SMA di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Analisis data penelitian dilakukan secara kuantitatif-kualitatif berdasarkan kategori kemampuan awal matematis (KAM) maupun keseluruhan. Selain peningkatan kemampuan, dianalisis pula interaksi antara pembelajaran dan KAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan strategi abduktif-deduktif lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran ekspositori.Secara lebih rinci dari kategori KAM, hanya pada kategori sedang yang menunjukkan peningkatan yang lebih baik. Sedangkan pada kategori KAM tinggi dan rendah memiliki peningkatan kemampuan penalaran yang sama. Interaksi antara pembelajaran dan KAM untuk meningkatkan kemampuan penalaran juga menunjukkan hubungan yang signifikan. Guru diharapkan mendorong siswa untuk melakukan abduksi dan deduksi dalam pembelajaran matematika.Kata kunci: strategi abduktif-deduktif, peningkatan, penalaran
KAJIAN EGOSENTRISME DAN KEILMIAHAN PADA LIRIK LAGU ANAK INDONESIA DAN BARAT Nafisa Ghanima S.
Edusentris Vol 1, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.589 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i2.144

Abstract

Perkembangan kultural anak muncul melalui proses interpsikologis—yaitu antara anak dan lingkungan sekitarnya dan intrapsikologis di dalam diri anak tersebut. Proses intrapsikologis tersebut selanjutnya akan menjadi bagian perkembangan kognitif anak. Apa dan bagaimana anak-anak belajar tentang dunia sangat ditentukan oleh alat budaya apa yang mereka pakai. Karya seni dan bahasa adalah salah satu contoh alat budaya menurutVygotsky yang berperan penting dalam perkembangan kognitif anak.Lagu anak—sebagai karya seni bahasa—membawa muatan ekspresif bagi anak-anak untuk mengkonseptualisasikan pikiran mereka.Lagu ‘Topi Saya Bundar’ dan ‘Baa Baa Black Sheep’ mengekspresikan aspek kognitif yang berbeda.‘Topi Saya Bundar’ merupakan perwujudan pembicaraan egosentrisme atau private speech anak sebagai bentuk ketidakmatangan kognitif menurut teori Piaget, sedangkan ‘Baa Baa Black Sheep’ merupakan perwujudan operasi formal yang ilmiah terhadap fenomena alam—dalam hal ini ‘domba’. Piaget dan Vygotsky memiliki pandangan kontradiktif dalam menilai aspek egosentrisme dan dampak sosiokulturalnya pada anak. Melalui ancangan linguistik kognitif, 15 lagu anak Indonesia (era 80an) dan Barat (dari Nursery Rhyme) akan dikaji secara mendalam menggunakan aspek-aspek fungsional wacana dalam analisis wacana (discourse analysis) dari Halliday (Counthard, 1998) untuk menunjukkan adanya muatan egosentrisme dan keilmiahan pada lirik lagu tersebut.Kata Kunci: egosentrisme, lagu anak, nursery rhyme
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN MERINGKAS DAN FORMAT PRESENTASI TERHADAP HASIL BELAJAR PENALARAN ARGUMENTATIF SEJARAH DI SMA Susanto Yunus Alfian
Edusentris Vol 1, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.612 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i2.139

Abstract

Penelitian kuasi eksperimen ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi pembelajaran meringkas dan format presentasi terhadap hasil belajar penalaran argumentatif sejarah di SMA. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial yang terdiri atas pretes-perlakuan-postes.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dari empat kelas pada empat SMA negeri di Kabupaten Malang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar penalaran argumentatif sejarah adalah test uraian yang terdiri dari 10 soal. Analisis data menggunakan ANCOVA 2X2. Dua variabel bebasnya adalah strategi pembelajaran meringkas yang terdiri dari graphic organizer dalam bentuk sebab akibat dan written summarizing dan format presentasi yang terdiri dari format presentasi dengan sub topik dan tanpa sub topik. Simpulan penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar penalaran argumentatif sejarah secara signifikan antara kelompok siswa yang diajar dengan meringkas dengan graphic organizer dalam bentuk sebab akibat dan writtensummarizing pada matapelajaran sejarah.Kata kunci: strategi pembelajaran meringkas, format presentasi, penalaran argumentatif sejarah
ESTETIKA SUNDA SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUNDA TRADISIONAL DALAM SAWANGAN PENDIDIKAN KARAKTER Retty Isnendes
Edusentris Vol 1, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.13 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i2.145

Abstract

Tulisan ini mengangkat estetika Sunda dalam hubungannya dengan pendidikan karakter dalam menjawab persoalan-persoalan budaya pada konteks kekinian.Tujuannya adalah memaparkan: 1) estetika Sunda dari sudut kosmologi, falsafah, dan karya sastra, dan 2) estetika Sunda dan pendidikan karakter. Data dikumpulkan melalui penelusuran pustaka. Adapun pengolahan data dilakukan dengan cara analisis dan interpretasi terhadapnya. Kesimpulan tulisan ini adalah bahwa estetika Sunda yang merupakan kearifan lokal masyarakat Sunda sangat luas jangkauan dan kaya jenisnya memperlihatkan karakter tauladan yang sudah jadi pada masyarakat Sunda, yang bila ditautkan dengan nilai pendidikan karakter yang ditawarkan Kementrian Pendidikan Nasional bersejajaran dengan 16 dari 18 nilai yang ada.Kata Kunci: Estetika Sunda, kearifan lokal, pendidikan karakter
ANALISIS KESALAHAN DAN MISKONSEPSI SISWA KELAS VIII PADA MATERI ALJABAR Rezky Agung Herutomo; Tri Edi Mulyono Saputro
Edusentris Vol 1, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.48 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i2.140

Abstract

Permasalahan yang terjadi di SMP Negeri 33 Semarang yaitu kurangnya pemahaman prosedural dan konseptual siswa dalam materi aljabar dan banyak siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal terkait materi aljabar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan dan miskonsepsi siswapada materi aljabar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Tes materi aljabar yang disusun meliputi konsep variabel, bentuk aljabar, dan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Hasil penelitian menunjukkan adanya sejumlah kesalahan dari tiap bidang materi aljabar tersebut. Kesalahan siswa dalam konsep variabel di antaranya adalah: kesalahan memahami huruf sebagai label, kurang memahami variabel sebagai sesuatu yang belum diketahui nilainya dan sebagai generalisasi bilangan, konjoining operasi penjumlahan dan perkalian, misinterpretasi terkait makna total, dan kesalahan dalam membentuk persamaan. Kesalahan siswa terkait bentuk aljabar diantaranya: miskanselasi, konjoining operasi penjumlahan dan perkalian, kurang memahami sifat distributif, dan kurang memahami operasi pecahan.Kata kunci: kesalahan, miskonsepsi, variabel, bentuk aljabar, sistem persamaan linear dua variabel

Page 1 of 1 | Total Record : 8