cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2021)" : 25 Documents clear
PERANAN AMELIORAN RED MUD DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN HARA DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA LAHAN PASCA TAMBANG BAUKSIT KABUPATEN SANGGAU Denah Suswati Asrifin Aspan Arisandi Pratama
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.46821

Abstract

Penelitian  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  red  mud  dan  pupuk kandang sapi terhadap ketersediaan N, P, dan K pada lahan pasca tambang bauksit di PT. Antam  Kabupaten  Sangau.  Penelitian  menggunakan  metode  eksperimen lapangan  dengan  pola  Rancangan  Acak  Kelompok  (RAK)  yang  terdiri  dari  4 perlakuan dengan 5   ulangan sehingga terdapat 20 petak percobaan, dimana sampel tanah  diambil  pada  kedalaman  0-30  cm dan  di analisis  di laboratorium.  Hasil penelitian  menunjukkan  perlakuan  D (4,5  kg/bedeng  red  mud  + 50 kg/bedeng pupuk  kandang sapi) dapat   meningkatkan pH tanah dari 4.77 menjadi 7,12 atau meningkat 49,3 %, meningkatkan C-organik tanah dari 1, 45 % menjadi 4,7 % atau meningkat 224,1% dan meningkatkan K yang dari 0,42 cmol(+)kg-1  menjadi 4,93 cmol(+)kg-1   atau  meningkat  1074%.  Perlakuan  C (3 kg/bedeng  red  mud  +  40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat  meningkat P tersedia dari 4,83 ppm menjadi 62,64 ppm atau meningkat 366,8%, meningkatkan pertumbuhan tinggi 144,64 cm atau meningkat  31,3%  dan diameter  batang  jagung 25,816  cm atau  meningkat 61,2%. Perlakuan B (1,5 kg/bedeng  red mud + 30 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dan perlakuan C (3 kg/bedeng red mud + 40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) sama- sama dapat  meningkatkan N total dari 0,28 % menjadi 0,55 % atau meningkat 96,4 %. Kata Kunci: Red Mud, Ketersedia Hara, Lahan Pasca Tambang
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativus LINN) DI DESA SAHAM KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Riduansyah Bambang Widiarso Yosafat Gleen
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.48530

Abstract

ABSTRAK            Evaluasi Kesesuaian lahan adalah suatu proses penilaian sumber daya lahan untuk tingkat kecocokan lahan untuk penggunaan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sifat fisika dan kimia tanah, menenetukan kelas kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman mentimun dan rekomendasi perbaikan lahan. Tahapan penelitian dimulai dari persiapan, survei pendahuluan, survei lapangan, pengambilan sampel tanah, analisis tanah dan data, serta penyajian hasil. Berdasarkan identifikasi karakteristik sifat fisika dan kimia serta hasil analisis di laboratorium pada lokasi penelitian maka didapat Jenis tanah pada lokasi penelitian berdasarkan klasifisikasi USDA Soil Taxonomy (Soil Survey Staff, 2014) didapat ada 2 Satuan Peta Tanah yaitu SPT 1 Lithic Dystrudepts dan SPT 2 Oxic Dystrudepts. Kelas kesesuaian lahan aktual pada SPT 1 dan SPT 2  adalah S3wanrna yaitu cukup sesuai dengan faktor pembatas ketersedian air, retensi hara dan hara tersedia. Setelah dilakukan perbaikan pada faktor-faktor pembatas kesesuaian lahan aktual maka didapat kesesuaian lahan potensial pada SPT 1 dan SPT 2 menjadi S2wa yaitu cukup sesuai dengan faktor pembatas kelembaban udara. Kata Kunci : Kesesuaian lahan, tanaman mentimun,karakterstik dan kualitas                                lahan.
PENGARUH BERBAGAI DOSIS BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG HIJAU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Hadili Hadili Hadili; Ir Astina MP; Ir Mulyadi Safwan, MMA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis biochar sekam padi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung hijau pada tanah PMK. Penelitian ini dimulai dari 24 Agustus sampai 9 Desember 2019. Penelitian dilaksanakan di Jl. Purnama Agung VII, Komplek Pondok Agung Permata, Kelurahan Parit Tokaya, Pontianak Selatan. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman. Perlakuan sebagai berikut : (b1) 40 g/polybag, (b2) 80 g/Polybag, (b3) 120 g/polybag, (b4) 160 g/polybag dan (b5) 200 g/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah Klorofil Daun (SPAD Unit), Volume Akar (cm3), Luas Daun (cm2), Berat Kering Tanaman (g), Jumlah Buah Pertanaman, Bobot Buah Perbuah (g) dan Bobot Buah Pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman terung hijau yang terbaik ditunjukkan dengan pemberian biochar sekam padi dengan dosis 120 g/polybag dan 160 g/polybag.
IDENTIFIKASI KADAR HARA N, P, K PADA JARINGAN DAUN TANAMAN LADA (Piper nigrum L.) PADA TANAH ULTISOL DI DESA SEMANGET KECAMATAN ENTIKONG Denah Suswati Sutarman Gafur Panser Kekar Malindo
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.48720

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan kadar hara N, P dan K pada jaringan daun tanaman lada dalam kategori tinggi, sedang dan rendah di Dusun Sekunyit Desa Semanget Kecamatan Entikong. Metode penelitian ini merupakan survey lapangan dengan pengambilan sampel tanaman dilakukan sesuai keadaan lapangan dengan metode acak. Jumlah sampel yang diambil yaitu 5- 10% dari jumlah populasi, diambil daunnya (ke 3-4 dari ujung) sebanyak 8-10 helai/pohon untuk keperluan analisis. Pengambilan sampel pada kedalaman 0 - 20 cm dengan sistem diagonal. Parameter tanah yang diukur yaitu pH tanah, parameter tanaman yang diukur yaitu N-total, P-total dan K-total. Hasil penelitian menunjukan Kadar hara N pada kebun A termasuk dalam kriteria tinggi (2,84%), sedangkan kebun B (2,50%), kebun C (2,48%) dan kebun D (1,92%) termasuk kriteria optimum. Kadar hara P pada kebun A (0,21%), kebun B (0,14%) dan kebun C (0,26%), termasuk kriteria optimum, sedangkan pada kebun D (0,59%), termasuk kriteria berlebih. Kadar hara kalium pada kebun A (2,42%), termasuk kriteria optimum, sedangkan pada kebun B (1,24%), kebun C (1,66%), dan kebun D (1,75%). Reaksi tanah (pH) pada kebun A (3,97), B (4,47), C (4,90), dan D (4,16) termasuk kriteria masam. Kata kunci : Entikong, Fosfor, Identifikasi, Kalium, Lada, Nitrogen, Tanah Ultisol.
PENGARUH KOMBINASI BOKASI JERAMI PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMANGKA PADA TANAH ALUVIAL Irwansyah Irwansyah Irwansyah; Maulidi SP M.Sc; Agus Hariyanti SP., MP
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47466

Abstract

Usaha peningkatan produksi semangka dengan perluasan lahan budidaya harus diimbangi dengan usaha intensifikasi seperti penambahan bahan organik berupa bokasi jerami dan pemupukan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi bokasi jerami padi dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil semangka pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, yaitu Perbandingan pemberian dosis bokasi jerami padi yang dikombinasi dengan pupuk NPK dengan 5 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud antara lain: A = dosis bokasi jerami padi 3 ton/ha + NPK 550 kg/ha; B = dosis bokasi jerami padi 5 ton/ha + NPK 450 kg/ha; C = dosis bokasi jerami padi 7 ton/ha + NPK 350 kg/ha; D = dosis bokasi jerami padi 9 ton/ha + NPK 250 kg/ha; E = dosis bokasi jerami padi 11 ton/ha + NPK 150 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah: panjang batang utama (cm); kadar klorofil daun (Spad Unit); volume akar (cm3); berat kering tanaman (g); jumlah buah/tanaman (buah); berat buah/buah (g); berat buah/tanaman (g); panjang buah (cm); dan lingkar buah (cm). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dosis kombinasi bokasi jerami padi 7 ton/ha + pupuk NPK 350 kg/ha adalah dosis terbaik untuk meningkatkan hasil berat buah/buah dan berat buah/tanaman.
PENGARUH PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG DI TANAH ALUVIAL Aprianto, Aprianto; Susana M.Sc, Ir. Rini; Anggorowati, M.Sc, Ir. Dini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays L) merupakan tanaman pangan penghasil karbohidrat dan merupakan sumber pangan yang penting bagi kehidupan manusia, selain gandum danpadi. Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung di tanah aluvialdapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik yang mengandung Nitrogen,Pospor dan Kalium. Penelitian ini bertujuan mencari dosis pupuk organik yangterbaik untuk pertumbuhan dan hasil jagung di tanah aluvial. Penelitian inidilaksanakan, di Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, ProvinsiKalimantan Barat, dimulai tanggal 05 Desember – 10 Maret 2020. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan dosispupuk organik dan 4 kelompok. Sehingga terdapat 20 petak/bedeng percobaan.Setiap bedengan tanaman/populasi dari 16 tanaman tersebut 4 tanaman digunakansebagai sampel untuk pengukuran variabel penelitian. Jumlah tanamankeseluruhannya adalah 320 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah p1 = 250 kg/ha, p2 = 500 kg/ha, p3 = 750kg/ha, p4 = 1000 kg/ha, p5 = 1.250 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian iniadalah tinggi tanaman, volume akar, luas daun, berat kering tanaman, berat tongkoldengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, berat 1000 biji, berat biji kering perpetak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK Organikdengan dosis 1000 kg/ha menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yangterbaik. Kata kunci : Aluvial, Jagung, Pupuk Organik. 
PENGARUH KERAPATAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SAMBUNG PUCUK JAMBU AIR MADU DELI HIJAU lestawati, Lestawati; listiawati, agustina; warganda, warganda
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu air madu Deli Hijau ( Syzygium samarangense (Blume) Merr. &Perry)merupakan salah satu komoditi unggulan terbaru yang mulai banyak dikembangkanoleh petani hortikultura di daerah kota Pontianak. Metode perbanyakan vegetatif yangefektif dalam perbanyakan jambu air madu Deli Hijau yaitu menggunakan sambungpucuk.Bibit sambung pucuk setelah buka sungkup masih memerlukan pemeliharaanyang intensif, karena bibit yang disimpan pada tempat terbuka dengan intensitascahaya yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan sel dalam tanaman. Salahsatu cara untuk mendapa tkan intensitas cahaya yang optimal dapat dilakukan denganpemberian naungan, sehingga cahaya yang diterima oleh bibit akan optimal dan dapatmendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kerapatannaungan yang terbaik terhadap pertumbuh an bibit sambung pucuk jambu air maduDeli Hijau. Penelitian dilaksanakan di Lahan Jl. Ampera, Komplek Permata Ampera,Kec. Pontianak Kota, Kalimantan Barat, selama kurang lebih 3 bulan. Metode yangdigunakan adalahmetodeRancangan Acak Lengkap (RAL), ter diri dari 5 perlakuan,5 ulangan dan 4 sampel. Perlakuann1 = tanpa naungan(kontrol),n1 = naungan 50%,n2 = naungan 60%, n3 = naungan 70%dann4 = naungan 80%. Variabel pengamatanyaitu,persentase bibit hidup (%), pertambahan panjang batang atas (cm), jumlah daun(helai), jumlah tunas (tunas) dan panjang tunas(cm).Hasil penelitian ini menunjukkanbahwakerapatan naungan berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kerapatan naungan yang terbaik untuk jumlah tunas dan dapat digunakan dalampembibitan jambu air madu Deli Hijau hasil sambung pucuk setelah buka sungkupadalah naungan 70%.Kata kunci: intensitas cahaya, jambu air madu deli hijau, naungan, sambung pucuk.
Pengaruh Perlakuan Pupuk Kandang Sapi dan Biochar terhadap Ketersediaan Hara Makro dan Pertumbuhan Jagung Manis pada Tanah Pasca PETI Sulakhudin Urai Edi Suryadi Juhari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47320

Abstract

ABSTRAKPermintaan jagung manis semakin meningkat setiap tahunnya, satu di antara upaya untuk meningkatkan produksi jagung manis adalah memanfaatkan lahan yang kurang optimal seperti tanah pasca penambangan emas tanpa izin (PETI). Tanah ini berpotensi untuk dijadikan lahan pengembangan tanaman jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang sapi dan biochar terhadap ketersediaan hara makro dan pertumbuhan tanaman jagung manis pada tanah pasca PETI. Penelitian ini merupakan percobaan dua faktor yang disusun dalam rancangan acak lengkap faktorial (RALF). Faktor pertama adalah pupuk kandang sapi (P) yang terdiri dari 4 taraf dosis yaitu perlakuan tanpa pupuk kandang sapi (P0), pupuk kandang sapi 20 ton/ha (P1), 40 ton/ha (P2) dan 60 ton/ha (P3). Faktor kedua adalah biochar (B) yang terdiri dari 4 taraf dosis yaitu perlakuan tanpa biochar (B0), biochar 6 ton/ha (B1), 12 ton/ha (B2) dan 18 ton/ha (B3). Percobaan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang sapi 60 ton/ha terbaik dalam meningkatkan ketersediaan fosfor, kalium ,magnesium dan kejenuhan basa. Pemberian biochar dosis 12 ton/ha terbaik dalam meningkatkan ketersediaan fosfor, kalium dan kalsium. Kombinasi pupuk kandang sapi dan biochar belum mampu memacu pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun.                                                                                                Kata Kunci: Biochar, Jagung Manis, Ketersediaan Hara, Pupuk Kandang Sapi, Tanah Pasca PETI.
STUDI PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI TANAH BERDASARKAN BAHAN INDUK DI DESA PASIR KECAMATAN MEMPAWAH HILIR Ari Krisnohadi Bambang Widiarso Winna Adelina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47476

Abstract

ABSTRAK Desa Pasir adalah desa terluas di Kecamatan Mempawah Hilir yang merupakan kawasan perkebunan dan pertanian pangan. Pemanfaatan lahan dalam bidang pertanian membutuhkan informasi karakteristik tanah untuk mengetahui pengelolaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat perkembangan tanah, mengetahui proses pedogenesis yang terjadi, serta mengklasifikasi tanah berdasarkan tiga sistem yaitu USDA tahun 2014, BBSDLP tahun 2016 dan klasifikasi FAO/WRB tahun 2015. Hasil penelitian ini dideskripsikan dalam peta jenis tanah skala 1:10.000. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, dari pengambilan sampel hingga analisis di laboratorium. Hasil pengamatan morfologi tanah di lapangan dan hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa, lokasi penelitian memiliki kelas lereng datar hingga curam dengan persentase 0 – 30%. Penggunaan lahan beragam yaitu semak, perkebunan kelapa sawit, dan hutan rakyat. Ditemukan 5 Satuan Peta Tanah (SPT) dengan masing-masing jenis dan perkembangan tanah yang berbeda yaitu Typic Haplofibrists dan Typic Haplohemists merupakan tanah organik lahan basah yang berasal dari bahan induk endapan organik dan proses pedogenesis yang terjadi yaitu paludisasi, ripening, dekomposisi dan humifikasi. Histic Sulfaquents merupakan tanah mineral lahan basah yang berasal dari bahan induk endapan liat, tingkat perkembangan tanah muda (recent stage) dengan susunan horizon Oa-A-Cg1-Cg2 dan proses-proses pedogenesis yang terjadi yaitu littering, ripening, dekomposisi dan gleisasi. Typic Dystrudepts merupakan tanah mineral lahan kering yang berasal dari bahan induk granit, tingkat perkembangan tanah dewasa (intermediate) dengan susunan horizon A-B-Bw-BC dan proses-proses pedogenesis yang terjadi yaitu dekomposisi dan enrichment. Typic Kanhapludults merupakan tanah mineral lahan kering yang berasal dari bahan induk granit, tingkat perkembangan tanah tua (ultimate) dengan susunan horizon A-B-Bt-BE-Bt’-BC dan proses-proses pedogenesis yang terjadi yaitu dekomposisi, illuviasi, eluviasi dan lessivage. Kata kunci : Klasifikasi Tanah, Pedogenesis, Tingkat Perkembangan Tanah.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KULIT NANAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH ALUVIAL Aprianus Yoan Collastiko; Dini Dini Anggorowati; Setia Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC limbah kulit nanas yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tomat yang terbaikdi Tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 12 Desember 2019 sampai dengan 05 Maret 2020 di lokasi yang terletak Jalan silat baru, komplek untan. Kota Pontianak. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 = 10% POC limbah kulit nanas, k2 = 15% POC limbah kulit nanas, k3= 20% POC limbah kulit nanas, k4= 25% POC limbah kulit nanas, k5 = 30% POC limbah kulit nanas. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat keringtanaman, Jumlah Buah Per tanaman, Berat Buah PerTanaman, dan Berat Per Buah. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian POC limbah kulit nanas dengan konsentrasi 15% dan 20% menunjukkan pertumbuhan yang baik pada tinggi tanaman 1 dan 2 minggu setelah tanam. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dari pemberian POC limbah kulit nanas tidak ditemukan konsentrasi yang terbaik tetapi konsentrasi yang efisien untuk pertumbuhan dan hasil tomat yaitu 10% POC limbah kulit nanas.

Page 2 of 3 | Total Record : 25