cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 4 (2021)" : 27 Documents clear
Karakterisasi Morfologi Fase Generatif Padi Lokal Asal Desa Teluk Mutiara Kecamatan Sungai Laur Kabupaten Ketapang sri astuti astuti; Asnawati Asnawati Asnawati; Nur Arifin Arifin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49217

Abstract

ABSTRAKBeras merupakan makanan pokok untuk masyarakat Indonesia. Di Ketapang Kalimantan Barat memiliki berbagai varietas padi lokal yang belum di karakterisasi, yang memiliki sifat kelebihan dan kelemahan suatu varietas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi dan hubungan kekerabatan fase generatif beberapa padi lokal asal Desa Teluk Mutiara Kecamatan Sungai Laur Kabupaten Ketapang. Penelitian di laksanakan pada lahan sawah di Desa Teluk Mutiara. Waktu penelitian dari Desember 2019 – April 2020. Penelitian bersifat deskriptif di laksanakan dengan metode RAL. Data pengamatan di olah dengan program NTSys.rtc versi 2.11. Setiap varietas padi yang di tanam terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 sampel. Variabel yang di amati sesuai dengan Panduan Sistem Karakterisasi Dan Evaluasi Tanaman Padi (Balai Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 2003). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel jumlah bulir dalam satu malai, permukaan bulir, permukaan gabah, bulu ujung gabah, warna bulu ujung gabah dan panjang biji memiliki karakter yang sama variabel lainnya memiliki perbedaan karakter. Kekerabatan yang paling dekat adalah padi lokal Mukuk Merah dan Jeroneh dengan indeks kesamaan 0,95%. Hubungan kekerabatan terjauh adalah pada 0,70% yaitu padi lokal Kekayun.                                                                                                               Kata Kunci : karakteristik morfologis, hubungan kekerabatan, padi lokal.
ANALISIS SEBARAN SALINITAS DAN KESUBURAN TANAH PADA LAHAN TEPI PANTAI KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH Rossie W. Nusantara, Sulakhudin, Jodi Arigowo
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.50143

Abstract

ABSTRAKSalinitas merupakan jumlah garam yang terdapat dalam suatu volume tanah. Peningkatan luas lahan salin setiap tahun mengakibatkan salinitas menjadi masalah dunia. Lahan salin pada umumnya dapat ditemukan pada daerah pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut dan intrusi air asin lebih dari 3 bulan dalam setahun, dengan jumlah Na+ dalam tanah lebih dari 8%. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sungai Kunyit. Kecamatan Sungai Kunyit satu di antara daerah yang berada di tepi pantai  memperoleh pengaruh pasang surut air laut. Daerah yang berada di tepi pantai yang merupakan sumber salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  pengaruh keberadaan salinitas terhadap lahan yang ada di sekitar pantai berdasarkan jarak dan tingkat kesuburan tanah.  Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit dengan jarak dimulai dari 5 m dari pantai sampai 1 km menjauhi pantai. Beberapa sifat kimia tanah yang dianalisis pada penelitian ini meliputi DHL, pH, kejenuhan basa, C-organik, KTK, P-total, K-total, ESP dan bobot isi tanah. Sampel tanah akan dianalisis di Laboratorium dan diolah menggunakan software Microsoft Excel 2016. Salinitas pada lokasi penelitian tergolong dalam kriteria sangat rendah. Tingkat salinitas ini tidak mempengaruhi kesuburan tanah pada lahan sekitar lokasi penelitian. Nilai salinitas tertinggi terdapat pada jarak 100 m dari laut yaitu sebesar 0,27 dS/m. Nilai salinitas yang tinggi diduga dipengaruhi oleh kandungan Na+, C-organik, KTK dan tekstur tanah. Salinitas tanah pada lokasi penelitian di pengaruhi oleh kondisi lingkungan yang terdapat di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian jarak pantai tidak memiliki pengaruh besar terhadap tingkat salinitas tanah dari sumber salinitas hingga jarak 1 km tingkat salinitas yang diperoleh tergolong sangat rendah.Kata Kunci : Analisis sebaran, Kesuburan tanah, Salinitas tanah Sungai Kunyit.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH ALUVIAL Yeni Oktavia; Dini Anggorowati; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49257

Abstract

ABSTRAKTerung (Solanum melongena)  adalah jenis sayuran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan tanah Aluvial sebagai media tumbuh untuk budidaya terung gelatik dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti kesuburan yang bervariasi dari satu daerah ke daerah lainnya dengan ketersediaan unsur hara yang umumnya rendah. Upaya mengatasi kekurangan unsur hara pada tanah aluvial dapat dilakukan dengan penambahan Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil  terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Gang Asia Jaya, Jalan Harapan Jaya Kota Baru Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor dengan 5 taraf perlakuan konsentrasi Pupuk Organik Cair yaitu p1 = 1 ml/liter; p2 = 2 ml/liter; p3 = 3 ml/liter; p4 = 4 ml/liter; p5 = 5 ml/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman 2 mst, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun,volume akar, waktu berbunga, berat kering tanaman, tinggi tanaman 3 mst, tinggi tanaman 4 mst , jumlah buah pertanaman, berat per buah dan berat buah. Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada pemberian Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul dengan konsentrasi 3 ml/liter menghasilkan tinggi tanaman terung gelatik sebesar 7,43 cm. Kata Kunci: Aluvial, Pupuk Organik Cair, Terung Gelatik
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakchoy pada Tanah Gambut Apriana Bella; Dwi Zulfita; Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49580

Abstract

Peningkatan produksi sawi pakchoy pada tanah gambut perlu diimbangi dengan teknik budidaya yang baik, salah satunya dengan mengaplikasikan POC daun lamtoro sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC daun lamtoro yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pakchoy pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu penelitian dimulai dari tanggal 18 Agustus sampai 4 Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). POC daun lamtoro diaplikasikan dengan berbagai konsentrasi. Perlakuan yang dimaksud adalah p1( 5 ml/liter air ); p2 (10 ml/liter air); p3 (15 ml/liter air); p4 (20  ml/liter air); p5 (25  ml/liter air). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga tanaman sampel seluruh nya yaitu 100 tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC daun lamtoro dengan konsentrasi 20 ml/liter air secara umum dapat memberikan pertumbuhan dan hasil pakchoy yang terbaik pada tanah gambut, tetapi dengan pemberian POC daun lamtoro konsentasi 15 ml/liter air sudah efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil pakchoy pada tanah gambut. Kata Kunci : POC daun latoro, sawi pakchoy, tanah gambut
EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN DESA SONGGA KECAMATAN MENYUKE KABUPATEN LANDAK Rini Hazriani Riduansyah Darmawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49335

Abstract

ABSTRAKKemampuan lahan merupakan potensi lahan untuk penggunaan berbagai sistem pertanian secara umum untuk penggunaan lahan berkelanjutan. Kemampuan lahan adalah salah satu metode untuk mengetahui daya dukung lahan. Desa Songga merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi karakteristik lahan, menentukan sub kelas kemampuan lahan, dan memberikan saran penggunaan lahan berdasarkan sub kelas kemampuan lahan di Desa Songga Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Lokasi penelitian di Desa Songga Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Metode yang digunakan adalah metode survey. Parameter yang di amati dan dianalisis pada penilitian ini meliputi iklim, lereng, tekstur tanah, permeabilitas, kedalaman efektif tanah, drainase tanah, bahaya erosi, batuan/kerikil, ancaman banjir/genangan, dan reaksi tanah (pH).Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat satuan lahan, yang terdiri dari satu kelas kemampuan lahan, yaitu kelas kemampuan lahannya kelas IV, dengan sub kelas kemampuan lahan IV-es, dimana faktor penghambat daerah perakaran, erosi tidak ada, ringan sampai sedang, dan kelerengan. Kata kunci : Desa Songga Kabupaten Landak, Evaluasi Kemampuan Lahan, Karakteristik Lahan, Satuan Lahan
KAJIAN SIFAT KIMIA TANAH PADA TIGA TIPE LAHAN PASCA TAMBANG EMAS TANPA IZIN DI DESA MANDOR KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Urai Suci Yulies, Rinto Manurung, Nyaing
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.50374

Abstract

ABSTRAK Aktivitas penambangan emas menyebabkan kerusakan tanah, yaitu kemasaman tanah tinggi, tekstur tanah yang berpasir serta miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk  mengkaji  beberapa  sifat  kimia  tanah  di  area  pertambangan  emas  tanpa  ijin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling pada 3 tipe lahan pasca tambang emas dan Penilaian Karakteristik Tanah (PPT, 1983). Analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Waktu penelitian berlangsung dari bulan Februari sampai Juli2021.  Titik  pengamatan  menggunakan  sistem  diagonal  pada luasan  50  meter untuk setiap lokasi penelitian. Sampel tanah utuh dan komposit diambil pada kedalaman 0-30 cm  untuk  masing-masing  lokasi  penelitian.  Parameter  sifat  kimia  tanah  terdiri  dari Reaksi tanah (pH), C-organik, N-total, P-tersedia, K-dapat ditukar, Ca-dapat ditukar, Mg- dapat ditukar, Na-dapat ditukar, Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan basa tanah dan parameter pendukung meliputi tekstur dan warna tanah. Analisis data penelitian menggunakan  penilaian  sifat  kimia tanah  berdasarkan  ketersediaan  unsur hara  yang terkandung di lokasi penelitian. Kriteria sifat kimia tanah ketiga tipe lahan penelitian sebagai berikut : pH kriteria rendah hingga sangat rendah, C-organik kriteria rendah hingga sangat rendah, N-total kriteria rendah hingga sangat rendah, P-tersedia hutan sekunder tinggi dan lahan semak maupun lahan tambang sangat rendah, K-dapat ditukar sangat rendah, Ca-dapat ditukar dan Mg-dapat ditukar kriteria sangat rendah, Na-dapat ditukar rendah hingga sangat rendah, KTK kriteria rendah hingga sangat rendah dan KB kriteria rendah. Kata kunci : sifat kimia tanah, Mandor, pasca PETI, pasir
EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN DESA SONGGA KECAMATAN MENYUKE KABUPATEN LANDAK Rini Hazriani Riduansyah Darmawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49188

Abstract

ABSTRAKKemampuan lahan merupakan potensi lahan untuk penggunaan berbagai sistem pertanian secara umum untuk penggunaan lahan berkelanjutan. Kemampuan lahan adalah salah satu metode untuk mengetahui daya dukung lahan. Desa Songga merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi karakteristik lahan, menentukan sub kelas kemampuan lahan, dan memberikan saran penggunaan lahan berdasarkan sub kelas kemampuan lahan di Desa Songga Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Lokasi penelitian di Desa Songga Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Metode yang digunakan adalah metode survey. Parameter yang di amati dan dianalisis pada penilitian ini meliputi iklim, lereng, tekstur tanah, permeabilitas, kedalaman efektif tanah, drainase tanah, bahaya erosi, batuan/kerikil, ancaman banjir/genangan, dan reaksi tanah (pH).Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat satuan lahan, yang terdiri dari satu kelas kemampuan lahan, yaitu kelas kemampuan lahannya kelas IV, dengan sub kelas kemampuan lahan IV-es, dimana faktor penghambat daerah perakaran, erosi tidak ada, ringan sampai sedang, dan kelerengan. Kata kunci : Desa Songga Kabupaten Landak, Evaluasi Kemampuan Lahan, Karakteristik Lahan, Satuan Lahan
PEMBERIAN ABU KAYU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BABY MENTIMUN PADA TANAH GAMBUT Nye Putri Julia; Setia Budi; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48932

Abstract

Pemberian abu kayu dan NPK pada tanah gambut dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai untuk tanaman baby mentimun pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi abu kayu dan NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman baby mentimun pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP’S Agro Jl. Sui Raya Dalam, Kota Pontianak berlangsung dari 4 Februari  – 16 Maret 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah abu kayu dengan 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk NPK. Masing-masing faktor diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Faktor pertama adalah Abu Kayu (A) a1 = Abu Kayu 310 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, a2 = Abu Kayu 430 g/polybag setara dengan 28 ton/ha, a3 = Abu Kayu 552 g/polybag setara dengan 36 ton/ha. Faktor kedua adalah pupukNPK (N) n1 =  pupuk NPK 16 g/polybag setara dengan 200 kg/ha, n2 = pupuk NPK 24 g/polybag setara dengan 300 kg/ha, n3 = pupuk NPK 32 g/polybag setara dengan 400 kg/ha Variabel yang diamati yaitu, berat kering tanaman, volume akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya interaksi dari pemberian abu kayu dan NPK pada variabel volume akar yaitu abu kayu 28 ton/ha yang setara 430 g/polybag dengan NPK 400 kg/ha yang setara 32 g/polybag. Pemberian abu kayu dosis 36 ton/ha berbeda nyata dengan 20 ton/ha dan 28 ton/ha terhadap berat kering sedangkan pemberian NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kata kunci : Abu kayu, baby mentimun, gambut, pupuk NPK.
PENGARUH BOKASI LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Rizqi Ahmad Ardli; TATANG ABDURRAHMAN; basuni MSI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49386

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman bawang merah pada umumnya dihadapkan pada permasalahan kondisi tanah aluvial yang cenderung mempunyai sifat fisik yang kurang baik dan unsur hara yang rendah, sehingga perlu menambahkan bahan organik seperti bokasi limbah baglog jamur tiram dan NPK yang diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi interaksi antara bokasi limbah baglog jamur tiram dan NPK dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP’S Agro, Kota Pontianak berlangsung dari Januari sampai Maret 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram dengan 3 taraf (10 ton/ha, 20 ton/ha, dam 30 ton/ha). Faktor kedua yaitu pemberian NPK dengan 3 taraf (400 kg/ha, 500 kg/ha, dan 600 kg/ha).Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi dari pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram dan pupuk NPK diperoleh hanya pada pada variabel  jumlah anakan 2 minggu setelah tanam (MST). Pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram dapat meningkatkan tinggi tanaman 2 dan 4 MST, jumlah daun 4, 6, dan 8 MST, jumlah anakan 2 dan 4 MST, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan jumlah umbi. Perlakuan pupuk NPK dapat meningkatkan tinggi tanaman 2, 4, 6, dan 8 MST, jumlah daun 4, 5, dan 8 MST, berat basah umbi dan jumlah umbi. Pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram 20 ton/ha  dan  NPK 500 kg/ha dosis yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial.Kata kunci : aluvial, baglog jamur tiram, bawang merah, bokasi, NPK. 
FORMULASI PERMEN JELLY SIRSAK (Annona Muricata Linn) DENGAN JERUK SAMBAL (Citrus amblycarpa) erwan sattu m ali
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49262

Abstract

Soursop fruit is a source of vitamin C, has a distinctive taste and aroma, which is sweet, sour and contains vitamins and minerals that are useful for containing a high enough water content so that it is very easy to damage during storage. Jelly candy is a candy made from water or fruit juice and gelling material, which has a transparent appearance and has a certain texture and elasticity. One of the factors that affect the quality of jelly candy is gelling material (hydrocolloid). The study was conducted on different concentrations of chili orange to get soursop jelly candy with chewy consistency and quality according to SNI (Indonesian National Standard). This study aims to obtain the right concentration of soursop juice and chili orange juice in the manufacture of soursop juice jelly candy based on physicochemical and sensory characteristics. This study used a randomized block design with 1 treatment factor, namely the concentration of chili orange which consisted of 6 levels of treatment with 3 replications for each treatment so that 18 samples were obtained. The results showed that the best treatment was found in the concentration of 80 grams of soursop juice, 20 grams of chili orange with physicochemical test results in the form of water content (15.40 %), ash content (0.49 %), hardness level (0.21 kg force). . The best sensory characteristics of jelly are color 3.7 (slightly yellow), sweetness 2.93 (sweet), soursop aroma 2.73 (yes), texture 2.83 (slightly chewy) favorite 3.43 (like).Keywords: Orange chili sauce, Jelly candy, Soursop

Page 1 of 3 | Total Record : 27