cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 4" : 15 Documents clear
PENGARUH KOMPOS LIMBAH KULIT KOPI DAN PUPUK ORGANIK CAIR KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL Dedy Usmayadi; Purwaningsih Purwaningsih; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58127

Abstract

Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang memiliki potensi sebagai lahan pertanian, namun tanah aluvial memiliki kesuburan tanah yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kompos kulit kopi dan pupuk organik cair keong mas yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis yang ditanam pada tanah aluvial.Penelitian menggunakan metode eksperimen faktorial rancangan acak lengkap yang terdiri dari faktor pertama adalah kompos kulit pisang (K0 terdiri dari k1 = 10 ton/ha k2 = 15 ton/ha dan k3 = 20 ton/ha, sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair keong mas (P) terdiri dari p1 = 150 ml/l; p2 = 250 ml/l; dan p3 = 350 ml/l, dengan berbagai variasi 3. variabel pengamatan terdiri dari volume akar, berat kering tanaman, umur berbunga, jumlah polong/ tanaman dan berat segar.Hasil penelitian ini pertumbuhan dan hasil tanaman buncis ditentukan dengan kompos kulit kopi dan pupuk organik keong mas. Dosis efektif diperoleh sebesar 10 ton/ha dan konsentrasi 150 ml/l.Jumlah polong/tanaman buncis lebih dominan faktor tunggal kompos kulit kopi dan pupuk organik cair keong mas masing-masing pada dosis 15 ton/ha dan konsentrasi 350 ml, Kata kunci : Aluvial, Buncis, Kompos kulit kopi, POC keong mas
KARAKTERISTIK KIMIA TANAH ULTISOL DI LAHAN KARET UNGGUL MASYARAKAT DI DESA RABAK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Septyandi Yusas, Denah Suswanti, Bambang Widiarso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.57575

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi sifat kimia tanah ultisol dan memberikan saran pemupukan pada tiga pengelolaan lokasi karet unggul masyarakat di Desa Rabak Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Metode penelitian dimulai dari persiapan survei, dan wawancara kepada petani yang memiliki lahan. Penelitian dilakukan di 3 lokasi yang berbeda kepemilikan. Setiap lokasi diambil 5 titik sub sampel tanah menggunakan cara (sistem diagonal) dengan kedalaman  0-30 cm dan 30-60 cm. Sampel tanah dikompositkan per masing-masing lokasi kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis sesuai dengan parameter pengamatan, dan penyajian hasil. Hasil penelitian bahwa bahwa reaksi tanah pH pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 4,26-4,61 (sangat masam sampai masam), Karbon organik tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 2,54-0,79 % (sedang sampai sangat rendah), Nitrogen total tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 0,11-034 % (sedang sampai rendah), Fospor tersedia tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 10,23-30,19 ppm (tinggi sampai rendah), Kalium (K)-dd tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 0,03-0,09 cmol (+) kg-1  (sangat rendah), Kapasitas Tukar Kation tanah pada kedalaman 0-30 cm dan  30-60 cm berkisar 10,11-5,44 cmol (+) kg-1  (rendah), Kejenuhan Basah Tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 9,24-17,42 % (sangat rendah), Tekstur tanah yaitu lempung liat berdebu dan lempung, dan bobot isi pada kedalaman 0-30 cm berkisar 0,93-1,08 g/cm3 (sedang).Kata Kunci: Karet Unggul, Sifat Kimia Tanah, Tanah Ultisols.
APLIKASI KOMPOS KULIT PISANG DAN TRICHODERMA SP SEBAGAI BIO-AKTOVATOR PADA TANAH ULTISOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI Anik Handayani; Purwaningsih Purwaningsih; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58202

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi tetapi juga juga karena buahnya yang memiliki kombinasi warna, rasa dan nilai nutrisi yang lengkap. Tanaman cabai rawit dapat tumbuh di setiap jenis tanah. Tanah ultisol merupakan satu diantara jenis tanah yang berpotensi untuk dijadikan media tanam hanya saja tanah jenis ultisol memiliki kekurangannya seperti sifat fisik dan biologi.  Upaya yang dapat dilakukan agar tanah ultisol ini dapat menjadi media tanam yang baik bagi tanaman cabai rawit perlu di tambahkan bahan organik seperti penggunaan kompos kulit pisang dan penambahan Trichoderma sp. Tujuan utama penelitian ini adalah melihat interaksi antara kompos kulit pisang dan Trichoderma sp pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di KIPS Agro Sungai Raya Dalam ujung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL Faktoria). Kompos kulit pisang sebagai taraf perlakuan terdiri dari 4 taraf yaitu k1= 300 gram/plybag, k2= 600 gram/plybag, k3= 900 gram/polybag, k4= 1200 gram/polybag dan Trichoderma sp sebagai taraf kedua terdiri dari dua taraf perlakuan yaitu b1= tanpa Trichoderma sp serta b2= 15 gram/polybag, sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dan disetiap ulangan memiliki 3 sampel. Variabel yang diamatai adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, julmah buah per tanaman, berat buah per tanmaan dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi terjadi pada volume akar dan berat kering tanaman, secara mandiri kompos kulit pisang berpengaruh nyata pada variabel jumlah cabang umur 9 MST, volum akar, berat kering dan jumlah buah per tanaman. Kesimpulan penelitian ini yaitu pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik diperoleh dengan pemberian kompos kulit pisang 900 gram/polybag dan Trichoderma sp 15 gram/polybag. Pemberian kompos kulit pisang dengan dosis diatas 600 gram/polybag memberikan pengaruh yang baik untuk pertumbuhan tanaman cabai rawit yaitu pada jumlah cabang dan pada dosis diatas 300 gram/polybag memberikan pengaruh yang baik pula pada hasil tanaman cabai rawit yaitu pada jumlah buah pertanaman.
AKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN GLIFOSAT DAN 2,4-D AMINA TERHADAP KENTOSAN Erika Nur Rahma Dhini; Sarbino Sarbino; Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58395

Abstract

Kentosan berasal dari biji kelapa sawit yang tumbuh di piringan dan gawangan yang dapat mengganggu aktivitas perawatan tanaman kelapa sawit. Pengendalian kentosan dapat dilakukan dengan beberapa metode salah satunya dengan penggunaan herbisida. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat aktivitas herbisida campuran bahan aktif glifosat 480 g/l dan 2,4-d amina 865 g/l terhadap kentosan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2021 selama 3 bulan di Rumah Kawat dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 5 perlakuan, 5 ulangan. Variabel yang diamati yaitu gejala keracunan dan bobot kering kentosan setelah aplikasi herbisida. Hasil penelitian menunjukkan herbisida campuran berbahan aktif glifosat + 2,4-d amina menunjukkan nilai indek kombinasi sebesar 0,83 (IK ≤ 1) sehingga herbisida campuran bersifat tidak antagonis.Kata kunci : 2,4-D Amina ,Herbisida Campuran, Glifosat, Kentosan, Pengendalian
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI DECANTER SOLID DAN PUPUK MAGNESIUM TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY PADA TANAH PMK Ery Susanto; Agustina Listiawati; Basuni Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.57835

Abstract

Pemanfaatan tanah PMK sebagai media pembibitan memiliki beberapa kendala seperti tingkat kesuburan rendah. Kendala ini bisa di atasi dengan pemberian bahan organik seperti bokashi decanter solid. Penambahan magnesium juga dibutuhkan di main nursery, karena magnesium berfungsi dalam proses fotosintesis dan berbagai reaksi enzimetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi yang terbaik antara pemberian bokashi decanter solid dan pupuk magnesium terhadap pertumbuhan kelapa sawit di main nursery pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Dusun Sungai Mayam, Kecamatan Meliau, Kalimantan Barat pada tanggal 26 Oktober 2021 sampai 26 Februari 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah bokashi decanter solid yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 27 ton/ha, 83 ton/ha dan 139 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk magensium yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 220 kg/ha, 420 kg/ha, dan 620 kg/ha, sehingga ada 9 kombinasi perlakuan. Variabel pengamatan meliputi : pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter batang, jumlah pelepah daun, volume akar dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara bokashi decanter solid dan pupuk magnesium pada variabel pertambahan tinggi tanaman 2, 3, dan 4 bulan setelah tanam. Pemberian dosis bokashi decanter solid 83 ton/ha dan pupuk magnesium 420 kg/ha memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan kelapa sawit di main nursery pada tanah PMK.
PENGARUH ABU SERBUK KAYU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH GAMBUT Antonia Nabella; Wasi'an Wasi'an; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58236

Abstract

Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan salah satu tanaman komoditas hortikultura penting yang multiguna sebagai sayuran, minuman jus, bahan baku industri, kosmetika bahkan sebagai bahan obat-obatan. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman tomat dihadapkan pada beberapa kendala yaitu kandungan unsur hara dan pH (keasaman tanah)  yang rendah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman tomat. Usaha yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain dengan cara menambahkan abu serbuk kayu (yang diperoleh dari hasil pembakaran bahan serbuk gergaji) dan pemberian pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis interaksi abu serbuk kayu dan pupuk NPK untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang terbaik pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sungai Raya Dalam Ujung, Dusun Parit Buluh, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari tanggal 2 Maret 2022 sampai 27 Mei 2022. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor perlakuan dan diperoleh 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap unit perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga total tanaman adalah 108 tanaman. Faktor pertama terdiri dari abu serbuk kayu yang terdiri dari 3 taraf yaitu : b1 = 55,1 ton/ha, b2 = 76,7 ton/ha dan b3 = 98,2 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk NPK Mutiara (16-16-16) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: k1 = 300 kg/ha, k2 = 450 kg/ha dan k3 = 600 kg/ha. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pemberian abu serbuk kayu dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut. Pemberian abu serbuk kayu 76,7 ton/ha dan pupuk NPK 450 kg/ha menunjukkan dosis yang efisien untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut.Kata Kunci   : Abu Serbuk Kayu, Pupuk NPK, Tanah Gambut, Tomat
PENGARUH PEMBERIAN ABU KAYU DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH PADA MEDIA GAMBUT Cornelia Fitriani; Rahmidiyani Rahmidiyani; Iwan Sasli
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58312

Abstract

Peluang pengembangan upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman lobak dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan sub optimal salah satunya adalah lahan gambut. Tanah gambut dihadapkan pada berbagai kendala diantaranya kemasaman tanah yang tinggi, ketersedian hara dan kejenuhan basa yang rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan penggunaan abu kayu. Pemberian abu kayu dapat memperbaiki sifat kimia yakni meningkatkan pH tanah gambut serta memperbaiki sifat biologi yang dapat merangsang aktivitas mikroorganisme guna mempercepat proses dekomposisi bahan organik pada tanah gambut. Perbaikan pH tanah akan meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman dan upaya peningkatan kualitas umbi lobak dapat dilakukan dengan pemberian pupuk kalium. Penelitian bertujuan untuk mencari pengaruh interaksi dan dosis terbaik dari pemberian abu kayu dan pupuk kalium untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada media gambut. Penelitian dilaksanakan di Rumah Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak di Jalan Prof. H. Hadari Nawawi. Penelitian berlangsung dari tanggal 11 Januari sampai dengan 12 Maret 2021. Penelitian menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu abu kayu (A) dan pupuk kalium (P). Setiap perlakuan terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri 4 tanaman sampel. Perlakuan terdiri dari a1 (408 g/polybag atau setara dengan 24,5 ton/ha), a2 (558 g/polybag atau setara dengan 33 ton/ha), a3 (705 g/polybag atau setara dengan 42,3 ton/ha), p1 (0,8 g/polybag atau setara dengan 50 kg/ha), p2 (1,6 g/polybag atau setara dengan 100 kg/ha) dan p3 (2,5 g/polybag atau setara dengan 150 kg/ha). Kombinasi perlakuan yang dimaksud yaitu, a1p1, a1p2, a1p3, a2p1, a2p2,a2p3, a3p1, a3p2,dan a3p3. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah jumlah daun (helai), berat segar tanaman (g), panjang umbi (cm), diameter umbi (cm), berat segar umbi (g), dan berat kering tanaman (g). Berdasarkan hasil penelitian bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian abu kayu dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada media gambut. Pemberian abu kayu dosis 558 g/polybag atau setara dengan 24,5 ton/ha sudah cukup efisien untuk pertumbuhan dan hasil lobak putih pada media gambut. Pemberian pupuk kalium pada berbagai dosis perlakuan memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada media gambut. Kata Kunci : Abu Kayu, Lobak Putih, Media Gambut, Pupuk Kalium 
PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK NPK DAN POC KULIT PISANG PADA TANAH ALUVUAL Mutini Mutini; Rini Susana; Wasi'an Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58422

Abstract

Tanaman lobak putih adalah salah satu tanaman sayuran yang dikonsumsi bagian daun dan umbinya. Produksi lobak di Kalimantan Barat tahun 2020 sebesar 2,8 ton/ha sedangkan pada tahun yang sama produktifitas hanya 16 ton/ha. Rendahnya produktivitas tanaman lobak salah satunya disebabkan masih kurang tepatnya teknik budidaya yang digunakan. Peningkatan produktifitas dapat dilakukan dengan memperbaiki kesuburan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk NPK dan konsentrasi POC kulit pisang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada tanah aluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu kombinasi dosis pupuk NPK dan POC kulit pisang, terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 25 satuan percobaan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga jumlah tanaman yaitu 100 tanaman. Taraf perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut: P1= 100 kg/ha NPK Setara dengan 0,4 g/polybag + 500 ml/l POC Kulit Pisang, P2 = 250 kg/ha NPK Setara dengan 1 g/polybag + 400 ml/l POC Kulit Pisang, P3= 400 kg/ha NPK Setara dengan 1,6 g/polybag + 300 ml/l POC Kulit Pisang, P4= 550 kg/ha NPK Setara dengan 2,2 g/polybag + 200 ml/l POC Kulit, Pisang P5= 700 kg/ha NPK Setara dengan 2,8 g/polybag + 100 ml/l POC Kulit Pisang. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah : Panjang umbi, Diameter umbi, luas daun, Berat segar tanaman, Berat segar umbi, Berat kering bagian atas, Berat kering umbi. Berdasarkan hasil penelitian kombinasi pupuk NPK dan POC kulit pisang berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan yaitu berat segar tanaman, berat kering bagian atas, berat kering umbi, berat segar umbi, luas daun, panjang umbi dan diameter umbi. Kombinasi 700 kg/ha pupuk NPK + 100 ml/l POC merupakan perlakuan hasil lobak tertinggi pada tanah alluvial. Kata Kunci     : Lobak Putih, Pupuk NPK, POC Kulit Pisang, Tanah Aluvial.
PEMANFAATAN BAKTERI PELARUT FOSFAT DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR PELEPAH PADA PADI CIHERANG MERAH Fransiska Mada Sela; Fadjar Rianto; Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58318

Abstract

Bakteri pelarut fosfat Paenibacillus alvei selain mampu melarutkan fospat, juga membentuk indole acetic acid (IAA) dan siderofor, serta berperan sebagai biokontrol. Penyakit hawar pelepah padi disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani Kuhn. Penyakit ini mudah ditemukan pada setiap musim tanam, sehingga sulit dikendaliakn. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan padi Ciherang Merah yang diberi perlakuan isolat BPF terhadap serangan R. solani pada kondisi tanah sulfat masam. Penelitian dirancang, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 taraf perlakuan berupa isolat BPF isolat 4A (P1), 6A (P2), konsorsium 4A dan 6A (P3), dan kontrol (P4). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Pengamatan dilakukan setiap minggu hingga padi berumur 7 MST. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah tanaman, berat basah akar, berat kering tanaman, berat kering akar, insidensi serangan, keparahan penyakit, kemampuan bakteri uji menekan keparahan penyakit, dan tingkat ketahanan tanaman terhadap penyakit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemanfaatan BPF dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah pada padi Ciherang Merah memiliki tingkat ketahanan yang berbeda jika dibandingkan dengan kontrol yang tergolong rentan. BPF isolat 6A, dan konsorsium 4A dan 6A tergolong tahan, serta BPF isolat 4A agak rentan terhadap penyakit hawar pelepah. Kerusakan tanaman berbanding terbalik dengan perkembangan insidensi serangan yang cenderung terus meningkat, karena perlakuan pemberian BPF menekan keparahan penyakit dan memicu pertumbuhan padi Ciherang Merah di tanah sulfat masam.Kata Kunci: Paenibacillus alvei,  Hawar  Pelepah  Padi,  Padi Ciherang Merah, Biokontrol
RESPON TANAMAN KACANG TANAH AKIBAT PENBERIAAN ABU SERBUK KAYU DAN PUPUK NPK PADA TANAH GAMBUT Hidayat Hidayat; Rahmidiyani Rahmidiyani; Surchman Surchman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58193

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi terbaik antarakombinasi dosis abu serbuk kayu dan pupuk NPK pada tanaman kacang tanah di tanahgambut. Penelitian di laksanakan di lahan gambut Dusun Rimba Jaya Desa Sungai DuriKecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Waktu penelitian± 3 bulan di mulai dari 13 April 2020 sampai 19 juli 2020. Rancangan penelitian yangdi gunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 2 faktor dengan 3 taraf perlakuan. Faktor abu serbuk kayu yang terdiri dari a1=18 ton/ha, a2=27 ton/ha, a3=35 ton/ha dan faktor pupuk NPK yang terdiri dari m1=150 kg/ha, m2=250 kg/ha, m3=300 kg/ha. Penanaman di lakukan dengan cara benih di letakan di tiap-tiap lubang tanam dengan jumlah dua benih per lubang tanam dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm antara tanaman. Variabel pengamatan di lakukan pada tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman dan jumlah biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu serbuk kayu dan pupuk NPK berpengaruh nyata pada semua variabel pengamatan. Abu serbuk kayu dosis 2,7 kg/ha dan pupuk npk 250 kg/ha memberikan hasil terbaik pada variabel berat polong per tanaman dan jumlah polong per tanaman.Kata Kunci: Abu Serbuk Kayu, Pupuk NPK, Tanah Gambut, Kacang Tanah.

Page 1 of 2 | Total Record : 15