cover
Contact Name
Reni Suryanti
Contact Email
jpppolbangtanbogor@gmail.com
Phone
+628128822179
Journal Mail Official
renisuryanti@pertanian.go.id
Editorial Address
Bogor Agricultural Develpoment Polytechnic Jln. Aria Surialaga No 1, Pasir Kuda Bogor 16119
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pertanian
ISSN : 19075893     EISSN : 25990403     DOI : https://doi.org/10.51852/jpp.v16i1.460
This journal contains the results of research related to developing issues in the field of agricultural extension based on the needs of the community or farmer groups. published articles include research articles and literature studies.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2011)" : 10 Documents clear
ANALISIS SEGMENTASI PASAR SUSU KAMBING BERDASARKAN KARAKTERISTIK KONSUMEN DI WILAYAH BOGOR Arif Nindyo Kisworo
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.803 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v6i1.305

Abstract

This study was aimed to analyze the market segmentation of goat milk in the region of Bogor, as well as consumer characteristics and beneficial aspects that affect consumer interest in consuming goat milk. This analysis is to serve as database in formulating the marketing strategies of goat milk. This study commenced in December 2009 and ended in March 2010 in Bogor and its surrounding areas. The subjects of this study were dairy goat breeders, agents and retailers of goat milk, and individuals goat milk consumers. This study was conducted throught observation and field survey, questionnaires, interviews and, data analysis and data processing. The parameters of this study are consumer characteristics and some factors that influence the purchasing behavior of goat milk. The data were analyzed by descriptif and cluster analysis. The results of this study showed that consumer market segmentation based on the terms of the benefits of goat milk products expected, are consumers who care about the health, productive consumer which age of 21 to 60 years, relatively high educated and working as private employees, state employees and civil servants of Javanese and Sundanese. Goat milk consumers in the area of Bogor is not dominated by Arabs and Chinese ethnic, but mainly from the Sundanese and Javanese. Improving the image of goat milk as a health drink can be done with the promotion of media products through advertising, distribution, and by improving customer service.
PENGARUH PEMUASAAN TERHADAP UMUR PERMULAAN BERTELUR DAN BOBOT TELUR PERTAMA PADA BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) Nani Zurahmah
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.01 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v6i1.307

Abstract

This experiment was conducted to investigate the effect of fasting at grower period (3 to 6 weeks of age) on the onset of laying (sexual maturity age) and the first egg weight of Japanese quail (Coturnix coturnix japonica). Three hundred and forty female of Japanese quails at 3 week of age were used in this experiment. The treatments were P0 (without fasting or control), P1 (skip-a-day fasting), P2 (nighttime fasting: 18.00 p.m to 06.00 a.m.), and P3 (daytime fasting: 06.00 a.m to 18.00 p.m.). The fasting treatments affected significantly (P<0.01) on delaying the onset of laying (sexual maturity) (P0 = 40.6 days; P1 = 49.2 days; P2 = 45.3 days; P3 = 45.2 days), but did not affect the first egg weight (P0 = 8.8 g; P1 = 9.7 g; P2 = 8.8 g; P3 = 9.7 g).
DETEKSI PERMULAAN KEBUSUKAN DAGING AYAM BROILER YANG DIJUAL PADA SUHU KAMAR (28 – 30OC) DI BEBERAPA KIOS DAGING PASAR TRADISIONAL KABUPATEN BOGOR Dwi Windiana
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.194 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v6i1.309

Abstract

Sampel penelitian adalah ayam broiler yang diambil dari dua pasar tradisional yang berbeda. Dari setiap pasar diambil dua kios yang menjual ayam broiler dalam bentuk utuh maupun potongan. Sebagai kontrol, digunakan ayam broiler dari farm yang disembelih pada jam 5.00 WIB. Rata-rata daging ayam broiler bentuk potongan yang dibeli di pasar sudah positif uji postma pada jam ke-5 (jam 12.00 WIB) dihitung dari saat pengambilan sampel. (jam 5.00 WIB). Sedangkan kontrol (karkas ayam bentuk potongan dari farm) positif uji postma pada jam ke-11 (jam 16.00 WIB). Saat awal kebusukan terjadi, pH sampel karkas ayam broiler bentuk potongan dada adalah 5,8 sedangkan bagian paha 5,6. Rata-rata daging ayam broiler bentuk utuh yang dibeli di pasar sudah positif uji postma pada jam ke-5 (jam 12.00 WIB) dihitung dari saat pengambilan sampel. (jam 5.00 WIB). Sedangkan kontrol (karkas ayam bentuk utuh dari farm) positif uji postma pada jam ke-11 (jam 16.00 WIB). Saat awal kebusukan terjadi, pH sampel karkas ayam broiler bentuk utuh dada adalah 5,7 sedangkan bagian paha 6,5.
PENGURANGAN CHILLING INJURY PADA BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum) MELALUI Aloe vera Coating SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Novita Herdiana
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.875 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v6i1.311

Abstract

Tomat tergolong sayuran buah yang bersifat mudah rusak. Penurunan mutu buah tomat selama penyimpanan dapat diatasi dengan penyimpanan dingin dengan mengaplikasikan edible film pada tomat. Penyimpanan dengan suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan chilling injury sehingga mutu menurun. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi gejala chilling injury adalah Aloe vera coating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan mutu tomat (Lycopersicum esculentum) yang disimpan pada suhu dingin, yaitu 5oC dan 10oC setelah perlakuan Aloe vera coating pada konsentrasi 100% dan 50%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan aloe vera coating pada buah tomat yang disimpan pada suhu 5oC dan 10oC dapat memperkecil kenaikan persentase ion leakage. Aloe vera coating dengan konsentrasi 100% efektif mengurangi peningkatan PHdan susut bobot buah tomat.
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI PADI SAWAH DI KAMPUNG UDAPI HILIR DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI Aminudin Aminudin
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.814 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v6i1.312

Abstract

Peningkatan produksi padi di Manokwari saat ini mencapai 3,120 ton/ha GKG. Upaya peningkatan produksi masih sangat terbuka karena dukungan potensi lahan yang luas dan produktivitasnya baru, tetapi upaya tersebut tidak mudah karena terkendala oleh terbatasnya benih dan pupuk akibat harganya yang mahal, sehingga perlu upaya alternatif untuk mengatasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji penggunaan bokashi sebagai pupuk alternatif dalam rangka meningkatkan produksi padi dan pendapatan petani di Desa Udapi Hilir Distrik Prafi Kabupaten Manokwari. Hasil kajian tersebut kemudian digunakan sebagai materi penyuluhan dalam rangka meningkatkan pengetahuan petani. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap, yaitu (1) kajian materi penyuluhan berupa pembuatan pupuk bokashi dan aplikasi bokashi dikombinasikan dengan pupuk buatan di lapangan dalam bentuk Trial Plot dan (2) kegiatan penyuluhan dan evaluasinya.  Hasil kajian menunjukkan bahwa produktivitas gabah yang pemupukannya merupakan kombinasi bokashi dengan pupuk NPK mampu meningkatkan produksi gabah, yaitu sebesar 6 ton/ha. Hasil produksi ini memberikan keuntungan sebesar Rp 6.755.000,00 dengan nilai R/C 1,82 yang berarti sangat layak. Sedangkan hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan terjadinya peningkatan respons petani terhadap materi penyuluhan. Dari semula kategori kurang dan sedang menjadi kategori baik, karena materinya menarik dan terbukti mampu meningkatkan hasil produksi gabah.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG PENGUATAN CALON PENYULUH PERTANIAN AHLI UNTUK PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN Yoyon Haryanto
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.928 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v6i1.313

Abstract

The improvement of understanding for agricultural extension worker candidates on the duties and function of agricultural extension and food security in the STPP Bogor had never been properly measured. Characteristics of area of origin, formal education, non formal education, field of expertise and mastery level of perception the material were all factors supporting the strengthening of agricultural extension worker in STPP Bogor. The aim of this research was to analyze the candidates understanding of agricultural extension worker on basic tasks and functions, food security, and to formulate strategies that support the curriculum development of these competencies. The method used in this study was complete enumeration which processed by descriptive, correlation, and multiple regression analysis. The result of this study showed that factor influencing the basic tasks and functions, and food security was the characteristic of local origin. This result was also strengthened with the relationship between the origin of agricultural extension worker candidate against level of understanding of the basic tasks and functions, and knowledge of food security. Agricultural extension worker candidate from West Indonesian Region had better understanding than Central and East Indonesian Regions. Shared commitment among all parties involved in the process of education and increased capacity of agricultural extension worker candidates in providing agricultural extension agents who had a double competence was essential to improve understanding on duties and function.
PENGARUH DOSIS PUPUK NITROGEN DAN JUMLAH TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CAISIM (Brassica sp) Jati Purwani; Dwiwanti Sulistyowati
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.23 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v6i1.315

Abstract

Caisim (Brassica sp) is one of the most vegetables that grow well depending on climate and soil factors. Caisim planting in pots or polybags is an alternative way of vegetable planting in limited land. Fertilizing is an important factor in increasing caisim production, especially urea. On the other hand, to obtain the optimal caisim production in pots can be achieved by increasing the number of plants in pots. It is necessary to study the optimal number of plants per pot interaction with the provision of fertilizers (especially N). The pot experiment was done in a green house of University Farm, Institut Pertanian Bogor (IPB). The treatments consisted of 2 factors, the first factor was the levels of urea applications and the second factor was the number of plants per pot. Randomized Block Design was used with three replications. The results of the experiment show that maximum yield for the number of 1 plant/pot is 77,08 g/pot with 61,09 ppm urea. The maximum yield for 2 and 3 plants/pot were 185,26 g/pot and 221,23 g/pot with 143,11 and 163,76 ppm urea respectively. The results showed that the highest yield of caisim (Brassica sp) was obtained by the treatment of 3 plants/pot with 163 ppm urea.
HUBUNGAN ANTARA SEKOLAH LAPANGAN DENGAN ADOPSI TEKNOLOGI PTT PADI SAWAH (Studi kasus Desa Munjuljaya, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta) Achmad Musyadar; Nawangwulan W; Kusmana Kusmana
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.781 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v6i1.316

Abstract

Kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang dipadukan dengan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dinilai cukup berhasil dalam memacu peningkatan produksi beras. Pada tahun 2008, produksi padi dalam negeri meningkat 5,46% dibandingkan tahun 2007, yaitu sebesar 60,28 juta ton, sehingga secara relatif swasembada beras tercapai. Peningkatan produktivitas padi di Munjuljaya diduga karena adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang mendorong sikap individu alumni SL-PTT untuk melakukan adopsi inovasi. Kajian hubungan antara Sekolah Lapangan (SL) dengan adopsi teknologi PTT merupakan evaluasi sumatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat hubungan antar variabel serta materi terlemah dalam adopsi teknologi PTT padi sawah. Kegiatan kajian dilaksanakan di Kelurahan Munjuljaya Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta selama dua bulan yaitu pada tanggal 26 Oktober hingga tanggal 22 Desember 2010. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara terhadap responden untuk menggali data primer. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Sekolah Lapangan dengan adopsi teknologi PTT padi sawah, dengan tingkat hubungan sangat kuat. Berdasarkan hasil analisis Konkordansi Kendall W, materi yang terlemah dalam adopsi teknologi PTT padi sawah adalah pengertian tentang BWD dan cara menentukan kebutuhan pupuk Urea berdasarkan Tabel BWD.
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KELOMPOKTANI DALAM AGROINDUSTRI TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) DI KECAMATAN CUGENANG KABUPATEN CIANJUR PROVINSI JAWA BARAT Sugeng Widodo; Asiah Nurdin
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.055 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v6i1.318

Abstract

Pengembangan kelompoktani merupakan salah satu komponen pokok dalam keseluruhan rancangan Revitalisasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK). Namun hingga saat ini sedikitnya kajian yang dilakukan terkait upaya pengembangan kemampuan kelompok dalam agroindustri tomat yang dilakukan petani, serta sedikitnya kajian yang dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya pelaksanaan agroindustri tomat dalam penyuluhan menyebabkan agroindustri tomat belum dapat dilaksanakan secara maksimal. Kajian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui hal tersebut.  Kajian dilaksanakan di Kecamatan Cugenang, Kabupeten Cianjur, Jawa Barat. Metode kajian yang dipakai adalah hipotesis asosiatif yang merupakan dugaan tentang adanya hubungan antar variabel. Responden dipilih secara purposive sampling di desa Sukamulya sebanyak 30 orang. Untuk menguji hipotesis asosiatif adalah Korelasi Product Moment. Data diolah dengan mengunakan program SPSS versi 12.0. Sedangkan metode yang digunakan untuk mengetahui peningkatan pengembangan pengetahuan sasaran sebelum dan sesudah dilaksanakannya penyuluhan adalah mengunakan pre test dan post test. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan teknis memiliki nilai yang paling kecil dibandingkan kemampuan sosial dan ekonomis, sehingga agroindustri tidak berkembang. Selain itu diketahui faktor yang menyebabkan rendahnya agroindustri memiliki korelasi nyata positif dengan kemampuan teknis. Berdasarkan hasil pendekatan penyuluhan yang dilaksanakan diperoleh peningkatan pengetahuan satu tingkat kriteria penilaian dibandingkan sebelum dilaksanakan penyuluhan. Dari kajian ini dirumuskan suatu rekomendasi bahwa dalam upaya pengembangan kemampuan kelompok dalam agroindustri, diperlukan adanya koordinasi yang baik dan berkesinambungan antara instansi terkait dalam proses penyuluhan. Upaya pengembangan kemampuan kelompok tidak dapat dilakukan dengan waktu yang relatif singkat.
PENGEMBANGAN WILAYAH BERBASIS KETAHANAN PANGAN Tri Ratna Saridewi; Amelia Nani Siregar
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.48 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v6i1.319

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui keterkaitan komoditas pangan dengan kehidupan petani, (2) Mengetahui preferensi pola makan petani, (3) Mengetahui respon petani terhadap program ketahanan pangan dan (4) Menyusun rencana pengembangan desa berbasis ketahanan pangan. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni sampai dengan September di Kabupaten dan Kota Bogor. Responden penelitian sebanyak 21 orang anggota kelompok tani yang ditentukan secara purposive, dengan pertimbangan petani tersebut adalah sasaran program ketahanan pangan. Hasil penelitian ini adalah (1) Komoditas pangan unggulan di desa contoh adalah padi, (2) Padi adalah komoditas pangan yang mempnunyai keterkaitan paling tinggi dengan kehidupan masyarakat desa, namun curahan waktu untuk usahatani padi sangat sedikit, (3) Beras adalah bahan makanan pokok bagi petani, sedangkan pangan non beras non terigu hanya sebagai makanan tambahan (snack), (4) Program ketahanan pangan belum mampu mengubah preferensi masyarakat desa terhadap beras dan dinamika kehidupan masyarakat dan (5) Pengembangan desa berbasis ketahanan pangan lebih diarahkan kepada pengembangan potensi desa, dukungan pemerintah untuk investasi di bidang pertanian dan intensifikasi pertanian.

Page 1 of 1 | Total Record : 10