cover
Contact Name
Tambun
Contact Email
tambunsimarsoit@gmail.com
Phone
+6281375020453
Journal Mail Official
tambunsimarsoit@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Romeby Lestari Blok C, No C14 Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi
ISSN : 23029668     EISSN : 28091183     DOI : https://doi.org/10.35335/fruitset
Core Subject : Agriculture,
Diterbitkan oleh Institute Of Computer Science (IOCS). Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Terbit perdana pada Desember 2012. Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi merupakan jurnal ilmiah yang dapat memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan penelitian dibidang agroteknologi dan Ilmu Pertanian yang mencakup bidang genetika, pemuliaan tanaman, teknologi benih, hama, gulma, dan penyakit, budidaya tanaman, Ekonomi Pertanian serta ilmu dan kesuburan tanah
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2024): April" : 5 Documents clear
ADAPTASI PENYULUH PERTANIAN DI INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID 19 Rusdiyana, Eksa; Permatasari, Putri; Yunita, Fitrin; Astari, Rizka Dwi
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan work from home (WFH) selama pandemi COVID 19 sangat membatasi kegiatan penyuluhan pertanian yang mengakibatkan adanya perubahan dalam pelayanan informasi kepada petani. Akses teknologi petani yang masih rendah menjadi tantangan penyelenggaraan penyuluhan pertanian secara online. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan adaptasi penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta implementasi penyuluhan pertanian selama pandemi COVID 19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis model interaktif. Informan penelitian ini adalah penyuluh pertanian lapang seluruh Indonesia yang dipilih secara purposive sampling menggunakan google form sebanyak 200 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penyuluh mulai melakukan adaptasi dalam melaksanakan tugas sebagai penyuluh dengan menyesuaikan berbagai kegiatan mulai perlindungan diri sendiri dengan capaian adaptasi sebesar 78,46% (3,92), perlindungan diri dengan orang lain dengan capaian adaptasi sebesar 3,55  (71,03%), dan meningkatkan produktivitas kerja dengan capaian adaptasi sebesar 3,71 (74,24%).
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT BUAH KAKAO DI KOTA PAYAKUMBUH Yudha, Pajri Ananta; Dwipa, Indra
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v12i1.4971

Abstract

Cocoa is valuable crop for Indonesian foreign exchange. The research aimed to study the damage level of cocoa pod diseases in Payakumbuh. The research was conducted in cocoa plantation of Payakumbuh from November 2023 to January 2024. Survey method was used in the study and purposive random sampling was used to determine the sampling. The criteria to determine locations were ± 0.5 hectare of cocoa plantation and age of cocoa plant ± 4 years. According to criteria, 2 districts were chosen, Lamposi Tigo Nagari and Payakumbuh Timur. In each district, 5 sub-districts were chosen and in each sub-district, 2 cocoa plantations were chosen. The imaginary diagonal line was formed to determine the sampling plants. In each cocoa plantation, 10% of plants were determined for sampling or ± 400 plants. The result showed that 2 diseases were found in cocoa pod in Payakumbuh, cocoa pod rot and anthracnose. The percentage of attacked plant by cocoa pod disease was 20,45%, the percentage of attacked pod was 5,46% and attack intensity was 4,17%. For anthracnose disease, the percentage of attacked plant was 15,42%, percentage of attacked pod was 6,62% and attack intensity was 3,94%.
POLA PENYEBARAN DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG (Scirpophaga sp) DI DISTRIK TANAH MIRING Sarawan, Devida; Sembiring, Jefri; Mendes, Johana Anike; Susanti, Diana Sri; Resubun, Mariana; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggerek batang padi adalah salah satu hama utama yang menyebabkan kerusakan dan kerugian hasil padi di Indonesia dan beberapa negara Asia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisa padat populasi, intensitas serangan dan pola penyebaran hama penggerek batang Scirpophaga sp pada tanaman padi (Oryza sativa L) di Distrik Tanah Miring. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2022, di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan dan Laboratorium  Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Musamus. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling berdasarkan wilayah yang akan diamati yaitu 5 kampung dari 15 kampung di Distrik Tanah Miring. Dari setiap kampung yang diamati, maka ditetapkan pengamatan  varietas padi yang bebeda  pada 3 petakan sampel dengan ukuran petakan minimal  1/4 (2.500 m2), dimana setiap petakan terdiri dari 5 petakan sampel pengamatan dengan ukuran 2 x 2 meter. Berdasarkan hasil penelitian, padat populasi larva penggerek batang padi, tertinggi pada varietas MR kampung Yasa Mulya (SP 2) yaitu 15 individu/petakan. Perhitungan padat populasi menentukan pola sebaran imago maupun larva hama penggerek batang padi dengan indeks morisita lebih besar dari satu (id > 1) dan id lebih kecil dari nilai MC (id < MC) dengan standar derajat morisita berdasarkan rumus 0,5 menghasilkan perhitungan pola sebaran ip < 0 atau ip lebih kecil di bawah 0, sehingga model pola sebaran imago maupun larva sama yaitu seragam atau merata (uniform). Dari pola sebaran merata maka persentase kerusakan yang di sebabkan oleh larva penggerek batang padi hanya mencapai 1,08 % yang termasuk dalam kategori serangan ringan.
OPTIMASI PROSES PEMBUATAN MAKANAN BERBASIS TEKNOLOGI EKSTRUSI UNTUK MENINGKATKAN KETERSEDIAAN GIZI DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK Megavitry, Rissa
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v12i1.5006

Abstract

This research investigates the use of extrusion technology in food production to enhance nutritional quality and organoleptic aspects. Through a literature study analysis, it was found that optimizing extrusion process parameters is key to producing products with improved nutritional availability. Organoleptic quality should also be considered to maintain product appeal to consumers. While extrusion technology offers significant potential, challenges and opportunities need to be identified and addressed to realize improvements in the food industry. This research also underscores the importance of interdisciplinary collaboration and attention to sustainability aspects in the development of extrusion-based food products.
PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN BAWANG DAUN SISTEM AEROPONIK Salsabila, Afifah; Pareira P, Boy Macklin; Ayu S, Yogina Lestari; Kristian S, Wahyu
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v12i1.5022

Abstract

Welsh onion production in Indonesia is increasing along with population growth to meet its needs. Welsh onion are often used as a flavoring ingredient (condiment) for food. However, Indonesia's land for farming is increasingly limited. Increasing the production of leeks can be achieved by cultivating leeks (Allium fistulosum L.) using an aeroponic system which does not require a lot of space. The research method used in this research is an experimental method. The research used three treatments with P1 planting distance of 6 cm, P2 planting distance of 9 cm, and P3 planting distance of 12 cm. Plant growth in the P3 treatment resulted in significantly different plant heights and plant weights compared to the P1 treatment. However, productivity in treatment P1 produced the highest value compared to other treatments

Page 1 of 1 | Total Record : 5