cover
Contact Name
Dita Archinirmala
Contact Email
dorotea.ditaarchinirmala@kalbe.co.id
Phone
+6281806175669
Journal Mail Official
cdkjurnal@gmail.com
Editorial Address
http://www.cdkjournal.com/index.php/CDK/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cermin Dunia Kedokteran
Published by PT. Kalbe Farma Tbk.
ISSN : 0125913X     EISSN : 25032720     DOI : 10.55175
Core Subject : Health,
Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut pencegahan, pengobatan maupun rehabilitasi. Jurnal ini ditujukan untuk membantu mewadahi publikasi ilmiah, penyegaran, serta membantu meningkatan dan penyebaran pengetahuan terkait dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. Terbit setiap bulan sekali dan disertai dengan artikel yang digunakan untuk CME - Continuing Medical Education yang bekerjasama dengan PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia)
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 43, No 1 (2016): Neurologi" : 21 Documents clear
Tuberkulosis Payudara Primer sebagai Diagnosis Banding Massa Payudara Pratama Hardjo Lugito, Nata; Gunawan, Edy; Chandra, Margaret; Kurniawan, Andree; Isbandiarti, Darti
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 1 (2016): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.898 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i1.10

Abstract

Dilaporkan kasus seorang pasien perempuan berusia 40 tahun dengan TB payudara primer, suatu bentuk TB ekstra-paru yang jarang dijumpai. Keluhan berupa benjolan payudara kanan sejak 2 minggu dan pembesaran kelenjar getah bening aksila kanan. Ultrasonografi menemukan abses dan pembesaran kelenjar getah bening. Biopsi abses menemukan gambaran infeksi Mycobacterium tuberculosis. Setelah pengobatan anti-TB selama 6 bulan, abses membaik. Gambaran klinis TB payudara bervariasi dan memiliki kemiripan dengan beberapa penyakit lainnya. TB payudara merupakan salah satu diagnosis alternatif massa payudara di daerah dengan insidens TB tinggi.
Congestive Hepatopathy dan Ischemic Hepatitis – Penyakit Hati Akibat Penyakit Jantung Kusmana, Felix
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 1 (2016): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.31 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i1.7

Abstract

Interaksi kardio-hepatik diklasifikasikan menjadi penyakit hati akibat penyakit jantung, penyakit jantung akibat penyakit hati, dan penyakit/kondisi yang menyebabkan penyakit jantung dan hati. Congestive hepatopathy dan ischemic hepatitis adalah penyakit hati akibat penyakit jantung. Backward failure menjadi mekanisme yang mendasari congestive hepatopathy, sedangkan forward failure adalah mekanisme yang mendasari ischemic hepatitis. Pada peningkatan enzim-enzim hati perlu dipertimbangkan kemungkinan gagal jantung. Pemeriksaan fisik yang lengkap dan sistematis, disertai temuan data laboratorium sangat diperlukan untuk diagnosis dan terapi.
Indikasi Pembedahan pada Trauma Kapitis Surya Atmadja, Andika
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 1 (2016): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.301 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i1.8

Abstract

Trauma merupakan penyebab terbanyak kematian pada usia di bawah 45 tahun dan lebih dari 50% merupakan trauma kapitis. Trauma kapitis merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan fisik dan mental yang kompleks. Meskipun demikian, tidak semua trauma kapitis memerlukan perawatan di rumah sakit, pencitraan dengan CT-scan, ataupun memerlukan tindakan pembedahan. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan mengenai indikasi bedah pada trauma kapitis.
Nyeri Neuropatik Tungkai Wibisono, Yusuf
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 1 (2016): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v43i1.6

Abstract

Salah satu keluhan utama di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, adalah nyeri neuropatik tungkai. Nyeri neuropatik tungkai dapat ditemukan pada penyakit-penyakit radikulopati lumbal, neuropati femoral, neuropati saphena, neuropati tibialis, dan neuropati peroneal. Nyeri neuropatik merupakan nyeri kronik yang biasanya diikuti oleh kerusakan jaringan. Pada nyeri neuropatik, serabut saraf dapat mengalami gangguan, disfungsi, ataupun kerusakan. Penatalaksanaan nyeri neuropatik pada tungkai meliputi terapi farmakologis dan non-farmakologis. Terapi farmakologis menggunakan analgesik adjuvan seperti  antikonvulsan, obat antidepresan golongan trisiklik, obat antidepresan generasi baru, dan anestesi lokal. Terapi non-farmakologis meliputi edukasi pasien, rehabilitasi, ataupun terapi bedah dengan indikasi.
Pemberian Nutrisi Terkait Perubahan Metabolisme pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Derajat 5 dengan Hemodialisis Rutin Sinaga, Wina; Dhita Alfara, Lady
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 1 (2016): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.061 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i1.12

Abstract

Pasien penyakit ginjal kronik derajat 5 mengalami suatu keadaan ginjal yang sama sekali tidak dapat mempertahankan homeostasis metabolisme tubuh, sehingga membutuhkan terapi pengganti ginjal. Terapi pengganti ginjal yang paling sering dipilih adalah hemodialisis. Gangguan fungsi ginjal dan proses hemodialisis dapat menyebabkan berbagai perubahan metabolisme, sehingga terjadi berbagai masalah nutrisi. Dibutuhkan terapi terintegrasi yang terdiri atas terapi farmakologi, terapi pengganti ginjal, terapi nutrisi, dan dukungan psikologis. Pemberian nutrisi pada pasien PGK dengan hemodialisis bertujuan untuk mengatasi gejala dan mencegah komplikasi.
Penutupan Apendiks Atrium Kiri pada Fibrilasi Atrium Non-valvular untuk Mencegah Stroke Sakasasmita, Sylvie
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 1 (2016): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.091 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i1.13

Abstract

Fibrilasi atrium dikarakteristikkan dengan adanya disorganisasi aktivitas elektrik atrium dan kontraksi atrium yang inefektif yang menimbulkan kondisi stasis dan memudahkan terbentuknya  trombus. Trombus ini sewaktu-waktu dapat lepas ke peredaran darah dan menyebabkan stroke trombo-emboli. Untuk mencegah terbentuknya trombus, antikoagulan oral seperti warfarin telah menjadi terapi standar, namun rentang terapi yang sempit dan perlunya pemeriksaan laboratorium memicu dicarinya antikoagulan oral baru, seperti dabigatran, rivaroxaban, dan apixaban. Namun, penggunaan jangka panjang antikoagulan oral ini tetap memiliki risiko terutama bagi orang-orang dengan risiko tinggi perdarahan. Masalah ini memerlukan pendekatan non-farmakologis pada penderita fibrilasi atrium, yakni penutupan apendiks atrium kiri. Beberapa studi menunjukkan efektivitas metode ini untuk mencegah stroke iskemik pada pasien fibrilasi atrium. Evaluasi menggunakan skor CHADS2 dan HAS-BLED diperlukan untuk menentukan indikasi yang tepat. Penutupan apendiks atrium kiri merupakan metode yang menjanjikan untuk mencegah stroke, khususnya pada pasien dengan risiko tinggi perdarahan.
Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Fungsi Kognitif Lanjut Usia di Jakarta Barat Riyanto Wreksoatmodjo, Budi
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 1 (2016): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.611 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i1.40

Abstract

Salah satu masalah kesehatan utama di kalangan lanjut usia adalah kemunduran fungsi kognitif. Penelitian terdahulu belum dapat memastikan pengaruh aktivitas fisik terhadap pemeliharaan fungsi kognitif. Penelitian atas 286 subjek lanjut usia di Jakarta menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik dikaitkan dengan risiko fungsi kognitif yang lebih rendah. Jenis aktivitas fisik yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif pada penelitian ini adalah olahraga aktif atau berenang, jalan kaki, dan latihan fisik. Mereka yang tidak pernah melakukan kegiatan-kegiatan tersebut berisiko 1,4 sampai 1,6 kali lebih besar untuk mempunyai fungsi kognitif yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang melakukan kegiatan-kegiatan/aktivitas fisik tersebut.
Perilaku Bullying (Perundungan) pada Anak dan Remaja -, Surilena
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 1 (2016): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1307.697 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i1.9

Abstract

Salah satu aksi kekerasan yang sering dijumpai pada anak dan remaja adalah perilaku bullying. Prevalensinya meningkat dari tahun ke tahun, namun di Indonesia belum ada data pasti. Dampak perilaku bullying sering tidak disadari baik oleh korban, pelaku, guru, maupun orang tua karena lebih bersifat psikis dan emosional, efeknya tidak dapat langsung terlihat, prosesnya berlangsung lama dan perlahan. Perlu deteksi dini agar dapat segera dicegah, dievaluasi lebih lanjut dampaknya, serta dapat diintervensi sedini mungkin.
Metode Penentuan Usia Melalui Gigi dalam Proses Identifikasi Korban Kartika Apriyono, Dwi
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 1 (2016): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1487.2 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i1.14

Abstract

Gigi dapat digunakan untuk menentukan identitas korban yang meninggal karena kecelakaan, kejahatan, ataupun karena bencana alam. Penentuan perkiraan usia gigi yang tepat menggunakan lebih dari satu metode perkiraan usia gigi dan melakukan pengukuran serta kalkulasi berulang-ulang. Metode Demirjian, Nolla, dan Gustafson adalah metode penentuan usia melalui gigi yang sering digunakan, masing-masing memiliki keunggulan dan keterbatasan. Akurasi hasil penentuan usia bergantung pada beberapa faktor yang membutuhkan beberapa penyesuaian. Penelitian lanjutan diperlukan dengan ruang lingkup sampel yang lebih besar, penggunaan teknologi yang lebih maju, dan populasi yang berbeda agar dapat meningkatkan derajat validitasnya.
Antikolinesterase untuk Gigitan Ular dengan Bisa Neurotoksik Farica Sutantoyo, Felisitas; Jaya Gunawan, Erik
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 1 (2016): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.795 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i1.39

Abstract

Kasus gigitan ular merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam daftar neglected tropical disease WHO. Jenis ular yang patut diwaspadai di Indonesia adalah Famili Elapidae dan Viperidae. Neurotoksisitas adalah fitur kunci beberapa kasus gigitan ular famili Elapidae. Kelemahan neuromuskuler akut dengan keterlibatan otot pernapasan adalah efek klinis bisa neurotoksik yang paling penting. Gejala, pola kelemahan, keterlibatan pernapasan, dan respons terhadap antibisa ular dan antikolinesterase, bervariasi tergantung spesies ular, neurotoksisitas, dan geografi. Artikel ini membahas patofisiologi neurotoksisitas bisa ular pada neuromuscular junction dan tatalaksana kasus gigitan ular terutama peran antikolinesterase pada gigitan ular dengan manifestasi neurotoksik.

Page 1 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 50 No 11 (2023): Pediatri Vol 50 No 10 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 9 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 8 (2023): Dermatiologi Vol 50 No 7 (2023): Kardiovaskular Vol 50 No 6 (2023): Edisi CME Vol 50 No 5 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 4 (2023): Anak Vol 50 No 3 (2023): Kardiologi Vol 50 No 2 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 1 (2023): Oftalmologi Vol 49, No 4 (2022): Infeksi - COVID-19 Vol 49 No 12 (2022): Dermatologi Vol. 49 No. 11 (2022): Neurologi Vol 49 No 10 (2022): Oftalmologi Vol. 49 No. 9 (2022): Neurologi Vol. 49 No. 8 (2022): Dermatologi Vol 49, No 7 (2022): Vitamin D Vol 49 No 7 (2022): Nutrisi - Vitamin D Vol 49 No 6 (2022): Nutrisi Vol 49, No 6 (2022): Nutrisi Vol 49, No 5 (2022): Jantung dan Saraf Vol 49 No 5 (2022): Neuro-Kardiovaskular Vol 49 No 4 (2022): Penyakit Dalam Vol 49 No 3 (2022): Neurologi Vol 49, No 3 (2022): Saraf Vol 49 No 2 (2022): Infeksi Vol 49, No 2 (2022): Infeksi Vol 49 (2022): CDK Suplemen-2 Vol 49 (2022): CDK Suplemen-1 Vol 49, No 1 (2022): Bedah Vol 49 No 1 (2022): Bedah Vol 48 No 11 (2021): Penyakit Dalam - COVID-19 Vol 48, No 7 (2021): Infeksi - [Covid - 19] Vol 48 No 1 (2021): Infeksi COVID-19 Vol. 48 No. 10 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 4 Vol 48 No 8 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 3 Vol 48 No 5 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 2 Vol. 48 No. 2 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 1 Vol 48, No 12 (2021): General Medicine Vol 48 No 12 (2021): Penyakit Dalam Vol 48, No 11 (2021): Kardio-SerebroVaskular Vol 48, No 10 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48, No 9 (2021): Nyeri Neuropatik Vol 48 No 9 (2021): Neurologi Vol 48, No 8 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48 No 7 (2021): Infeksi Vol 48, No 6 (2021): Kardiologi Vol 48 No 6 (2021): Kardiologi Vol 48, No 5 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48 No 4 (2021): Dermatologi Vol 48, No 4 (2021): Dermatologi Vol 48, No 3 (2021): Obstetri dan Ginekologi Vol. 48 No. 3 (2021): Obstetri - Ginekologi Vol 48, No 2 (2021): Farmakologi - Vitamin D Vol 48, No 1 (2021): Penyakit Dalam Vol 47, No 12 (2020): Dermatologi Vol 47, No 11 (2020): Infeksi Vol 47, No 10 (2020): Optalmologi Vol. 47 No. 10 (2020): Dermatologi Vol 47 No 9 (2020): Infeksi Vol 47, No 9 (2020): Neurologi Vol. 47 No. 8 (2020): Oftalmologi Vol 47, No 8 (2020): Kardiologi Vol. 47 No. 7 (2020): Neurologi Vol 47, No 7 (2020): Bedah Vol 47 No 6 (2020): Kardiologi & Pediatri Vol. 47 No. 5 (2020): Bedah Vol 47, No 5 (2020): CME - Continuing Medical Education Vol. 47 No. 4 (2020): Interna Vol 47, No 4 (2020): Arthritis Vol. 47 No. 3 (2020): Dermatologi Vol 47, No 3 (2020): Dermatologi Vol 47, No 2 (2020): Penyakit Infeksi Vol 47 No 2 (2020): Infeksi Vol 47, No 1 (2020): CME - Continuing Medical Education Vol 47, No 1 (2020): Bedah Vol 47 No 1 (2020): Bedah Vol. 46 No. 7 (2019): Continuing Medical Education - 2 Vol 46 No 12 (2019): Kardiovakular Vol 46, No 12 (2019): Kardiovaskular Vol. 46 No. 11 (2019): Pediatri Vol 46, No 11 (2019): Kesehatan Anak Vol 46, No 10 (2019): Farmasi Vol. 46 No. 10 (2019): Farmakologi - Continuing Professional Development Vol 46 No 9 (2019): Neurologi Vol 46, No 9 (2019): Neuropati Vol 46, No 8 (2019): Kesehatan Anak Vol. 46 No. 8 (2019): Pediatri Vol 46, No 7 (2019): CME - Continuing Medical Education Vol 46, No 6 (2019): Diabetes Mellitus Vol 46 No 6 (2019): Endokrinologi Vol. 46 No. 5 (2019): Pediatri Vol 46, No 5 (2019): Pediatri Vol. 46 No. 4 (2019): Dermatologi Vol 46, No 4 (2019): Dermatologi Vol 46, No 3 (2019): Nutrisi Vol. 46 No. 3 (2019): Nutrisi Vol 46, No 2 (2019): Penyakit Dalam Vol. 46 No. 2 (2019): Interna Vol 46 No 1 (2019): Obstetri-Ginekologi Vol 46, No 1 (2019): CME - Continuing Medical Education Vol 46, No 1 (2019): Obstetri - Ginekologi Vol 45, No 12 (2018): Farmakologi Vol 45 No 12 (2018): Interna Vol 45, No 11 (2018): Neurologi Vol. 45 No. 11 (2018): Neurologi Vol. 45 No. 10 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 10 (2018): Muskuloskeletal Vol 45 No 9 (2018): Infeksi Vol 45, No 9 (2018): Infeksi Vol. 45 No. 8 (2018): Dermatologi Vol 45, No 8 (2018): Alopesia Vol 45, No 7 (2018): Onkologi Vol 45 No 7 (2018): Onkologi Vol. 45 No. 6 (2018): Interna Vol 45, No 6 (2018): Penyakit Dalam Vol 45, No 5 (2018): Nutrisi Vol. 45 No. 5 (2018): Nutrisi Vol 45, No 4 (2018): Cedera Kepala Vol 45 No 4 (2018): Neurologi Vol 45, No 4 (2018): Cidera Kepala Vol. 45 No. 3 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 3 (2018): Muskuloskeletal Vol. 45 No. 2 (2018): Urologi Vol 45, No 2 (2018): Urologi Vol 45 No 1 (2018): Dermatologi Vol 45, No 1 (2018): Suplemen Vol 45, No 1 (2018): Dermatologi Vol 44, No 12 (2017): Neurologi Vol 44, No 11 (2017): Kardiovaskuler Vol 44, No 10 (2017): Pediatrik Vol 44, No 9 (2017): Kardiologi Vol 44, No 8 (2017): Obstetri-Ginekologi Vol 44, No 7 (2017): THT Vol 44, No 6 (2017): Dermatologi Vol 44, No 5 (2017): Gastrointestinal Vol 44, No 4 (2017): Optalmologi Vol 44, No 3 (2017): Infeksi Vol 44, No 2 (2017): Neurologi Vol 44, No 1 (2017): Nutrisi Vol 43, No 12 (2016): Kardiovaskular Vol 43, No 11 (2016): Kesehatan Ibu - Anak Vol 43, No 10 (2016): Anti-aging Vol 43, No 9 (2016): Kardiovaskuler Vol 43, No 8 (2016): Infeksi Vol 43, No 7 (2016): Kulit Vol 43, No 6 (2016): Metabolik Vol 43, No 5 (2016): Infeksi Vol 43, No 4 (2016): Adiksi Vol 43, No 3 (2016): Kardiologi Vol 43, No 2 (2016): Diabetes Mellitus Vol 43, No 1 (2016): Neurologi Vol 42, No 12 (2015): Dermatologi Vol 42, No 11 (2015): Kanker Vol 42, No 10 (2015): Neurologi Vol 42, No 9 (2015): Pediatri Vol 42, No 8 (2015): Nutrisi Vol 42, No 7 (2015): Stem Cell Vol 42, No 6 (2015): Malaria Vol 42, No 5 (2015): Kardiologi Vol 42, No 4 (2015): Alergi Vol 42, No 3 (2015): Nyeri Vol 42, No 2 (2015): Bedah Vol 42, No 1 (2015): Neurologi Vol 41, No 12 (2014): Endokrin Vol 41, No 11 (2014): Infeksi Vol 41, No 10 (2014): Hematologi Vol 41, No 9 (2014): Diabetes Mellitus Vol 41, No 8 (2014): Pediatrik Vol 41, No 7 (2014): Kardiologi Vol 41, No 6 (2014): Bedah Vol 41, No 5 (2014): Muskuloskeletal Vol 41, No 4 (2014): Dermatologi Vol 41, No 3 (2014): Farmakologi Vol 41, No 2 (2014): Neurologi Vol 41, No 1 (2014): Neurologi More Issue