cover
Contact Name
Akmaliyah
Contact Email
az.zahra@uinsgd.ac.id
Phone
+628562297375
Journal Mail Official
az.zahra@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Lecture Hall Building Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jalan A.H. Nasution No. 105, Cibiru Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40614 Phone: 022- 7802276 e-mail: az.zahra@uinsgd.ac.id
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies
ISSN : 27468585     EISSN : 27468593     DOI : https://doi.org/10.15575/azzahra
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies is a journal that publishes original studies on gender issues and family studies from a religious and general perspective. Another journal scope is related to the topic of gender and family which includes the various studies on women, men, children, the elderly, and people with disabilities in religious perspectives and various perspectives in the field of science.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022)" : 5 Documents clear
Keadilan Gender dan Hak-Hak Perempuan dalam Islam Muhammad Adres Prawira Negara
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i2.15840

Abstract

Pada zaman ini, membicarakan persoalan tentang perempuan masih sangat diperlukan dan difokuskan, karena perempuan belum mendapatkan hak sepenuhnya. Penyingkiran hak perempuan sebagai manusia ini disebabkan oleh kepercayaan, budaya, dan agama. Maka dari itu, pentingnya sosok Asghar Ali Engineer yang menghasilkan pemikiran berlandaskan pembebasan, dimana pembebasan ini berlaku dalam seluruh aspek, terutama pembebasan perempuan dan hak-haknya dalam Islam. Dalam penyusunan tulisan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Asghar Ali dalam karyanya menyuguhkan tentang hak-hak wanita dalam Islam yaitu nikah, warisan, mahar, kesaksian, perceraian dan sebagainya. Ia merupakan tokoh yang sangat menolak terhadap budaya patriarki yang nilai menindas kaum perempuan. Lebih lanjut Asghar Ali mengkritik berbagai penafsiran Al-Qur’an yang mengagungkan satu jenis kelamin saja, ia mempraktekan ayat-ayat Al-Qur’an dengan dua pendekatan yaitu pragmatis dan kotekstual, tujuan dari hal ini ialah adanya penafsiran ulang terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan menjadi ayat yang sesuai dengan zaman. Dengan demikian, keadilan gender bisa dicapai.
Hak Cuti Haid Tenaga Kerja Perspektif Maślaĥah Al-Mursalah dan Gender Muhammad Julijanto; Devi Andrianti
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i2.16896

Abstract

This article discusses the right to menstrual leave as stated in Article 81 of Law No. 13 of 2003 on Employment in PT Jaya Asri Garmin do. This research data was obtained through interviews with relevant parties, namely personnel, and the female workforce, observation, and documentation. This research uses theories about the understanding of labor in general, labor rights according to Law No. 13 of 2003 on Employment, Gender Concepts and Analysis, menstrual understanding, and also contains theories about Maŝlaĥah Al-Mursalah. This study found that menstrual leave rights as in Law No. 13 of 2003 on Employment have been applied at PT Inti Sukses Garmindo but replaced with money or cashed. The award of bonus to replace menstrual leave amounted to Rp 89,195, - which will be received every month. But it is not by Law No. 13 of 2003 on Employment that should replace the cashed menstrual leave rights 2 x 89,195, - every month. The application of menstrual leave rights in Law No. 13 of 2003 on Employment at PT Inti Sukses Garmindo if reviewed with Maŝlaĥah Al-Mursalah then includes maintaining the soul. If analyzed using Gender Analysis APKM (Access, Participation, Control, Benefits). With the provision of menstrual leave, it can protect against the exploitation of women because menstruating women often feel pain, dizziness, and weakness. The provision of menstrual leave can be used as a time of rest and avoid evil.
Peran Gereja dalam Menyikapi Kekerasan Terhadap Istri dalam Lingkup Domestik Yohanes Krismantyo Susanta; Yeremia Yordani Putra
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i2.16269

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dalam konteks pernikahan adalah sebuah persoalan serius dan banyak dijumpai dalam hidup sehari-hari. Tulisan ini bertujuan menyorot persoalan tersebut dari perspektif teologi Kristen sebab kekerasan tersebut juga terjadi dalam konteks keluarga-keluarga Kristen. Kekristenan, dalam hal ini gereja memiliki tanggung jawab guna mengatasi persoalan tersebut. Dengan memanfaatkan studi literatur atas sejumlah tulisan yang membahas problem tersebut, tulisan ini memperlihatkan bahwa kekerasan domestic berdampak negatif terhadap korban. Korban mengalami trauma mendalam, rasa malu, rasa bersalah, dan takut untuk mempercayai orang lain. Kekerasan terhadap istri juga dianggap sebagai fenomena budaya dan dianggap lumrah. Dalam konteks inilah gereja perlu hadir dalam memberikan pelayanan dan pendampingan. Gereja adalah instrument shalom Allah dan perlu menghadirkan pelayanan shalom kepada para istri korban kekerasan rumah tangga sebagai perwujudan dari karya Allah yang merengkuh, menyembuhkan, merawat, menyayangi dan memberdayakan.
Nasihat Syeikh Muhammad Syakir dalam Kitab Washoya Al- Abâ Lil Abnâ Hikmah Nafarozah; Akmaliyah Akmaliyah; Muhammad Nurhasan; Karman Karman
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i2.9527

Abstract

Kitab Washoya al-abâ li al abnâ merupakan kitab klasik yang sampai sekarang masih digunakan di beberapa pesantren salaf sebagai media pembelajaran akhlak. Kitab Washoya berisi nasihat-nasihat dalam kehidupan sehari-hari yang diperuntukan bagi para pelajar. Setiap Nasihat yang disampaikan Muhammad Syakir memiliki teks yang menjadi referensi dalam penulisan kitab ini. Dengan demikian, teks-teks yang berkaitan dengan teks nasihat tersebut bersumber dari alquran, hadits, ataupun teks-teks dari kitab akhlak yang lain. Untuk mencari teks-teks yang memiliki keterkaitan dengan teks nasihat tersebut peneliti menggunakan Teori Semiotika Intertekstual Julia Kristeva. Dalam Intertekstual Julia Kristeva, Setiap teks lahir tidak berdiri sendiri, ia memiliki keterkaitan dengan teks lain yang menjadi referensinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teks-teks  yang berkiatan dengan nasihat yang disampaikan Muhammad Syakir dalam kitab Washoya al-abâ li al abnâ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif.
Study of Language Features Used by Male and Female in #SaveJohnnyDepp on Instagram and Twitter Dewi Ginarti; Irman Nurhapitudin; Ruminda Ruminda; Hasanah Hj. Iksan
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i2.14388

Abstract

This study aims to determine the language features used by male and female in social media, especially Instagram and Twitter. The data used in this study are based on ten characteristics of women's language features which presented by Robin Lakoff in her book entitled Language and Women's Place. This study also uses an additional theory about the characteristics of men’s language which is presented by Jennifer Coates as a supporter of the main theory. The data collected comes from Instagram and Twitter posts containing hashtag #SaveJohnnyDepp. The results showed that male and female users use the same language characteristics, but the frequency is slightly different. The difference lies in the focus of the topics discussed and the use of language features proposed by Lakoff and Coates. This study also found that the purpose of using #SaveJohnnyDepp on Instagram and Twitter both male and female users is to provide support and ask for the justice that Johnny Depp deserves.

Page 1 of 1 | Total Record : 5