cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023" : 35 Documents clear
Analisis Spasial Kasus Stunting Berdasarkan Fasilitas Kesehatan dan Korelasi Faktor Risiko Lingkungan Pada Balita di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2023 : Spatial Analysis of Stunting Cases Based on Health Facilities and Correlation of Environmental Risk Factors in Toddlers in Ogan Ilir Regency in 2023 Ar Rahma, Citra Ayu; Rahmatillah Razak; Dwi Septiawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4333

Abstract

Latar belakang: Stunting dapat dipengaruhi faktor tidak langsung yang diantaranya terdiri dari faktor akses terhadap fasilitas kesehatan dan faktor lingkungan. Oleh karena itu diperlukan pengkajian mengenai hal tersebut terhadap kasus stunting sebagai masukan dalam melakukan intervensi terkait stunting khusunya pada Kabupaten Ogan ilir yang menempati posisi kedua sebagai kabupaten dengan prevalensi paling tinggi di Sumatera Selatan dengan prevalensi stunting sebesar 24,9%. Tujuan: Memetakan kasus stunting untuk mengetahui pola sebaran kejadian stunting berdasarkan persebaran fasilitas kesehatan dan menganalisis korelasi faktor risiko lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di 9 Desa Lokus Kabupaten Ogan Ilir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi case control dengan populasi seluruh balita di Kabupaten Ogan Ilir. Sampel penelitian berjumlah 201 responden dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:2 yang teridiri dari 67 kasus dan 134 kontrol. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner dan pengukuran langsung secara door to door. Analisis data yang digunakan adalah analisis spasial dengan metode overlay dan buffering serta uji korelasi pearson dan uji korelasi spearman’s. Hasil: Sebagian besar kasus membentuk pola persebaran berkelompok dan semua kasus stunting pada 9 Desa lokus Kabupaten Ogan Ilir telah berjarak <2KM dari fasilitas kesehatan. Faktor risiko lingkungan yang memiliki korelasi dengan kasus stunting pada balita adalah pencahayaan rumah (p-value = 0,037) dan suhu rumah (p-value = 0,05). Sedangkan faktor risiko lingkungan lain yang terdiri dari faktor fisik air minum meliputi variabel TDS (p-value = 0,215), kekeruhan (p-value = 0,370), suhu (p-value = 0,358) dan faktor kimia sumber air minum meliputi variabel salinitas (p-value = 0,083), pH (p-value = 0,668), DHL (p-value = 0,211), Zing (p-value = 0,994), Klorida (p-value = 0,742), Fe (p-value = 0,897), Mn (p-value = 0,187), serta faktor fisik rumah meliputi kepadatan hunian (p-value = 0,672), kelembababan (p-value = 0,307) dan persentase ventilasi (p-value = 0,855) tidak memiliki korelasi dengan kasus stunting di 9 Desa lokus Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2023. Kesimpulan: Hampir semua kasus stunting telah terjangkau fasilitas kesehatan dan faktor risiko lingkungan yang memiliki korelasi dengan kasus stunting pada 9 Desa Lokus Kabupaten Ogan Ilir adalah pencahayaan dan suhu rumah.
Hubungan Faktor Lingkungan Fisik terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2023: Hubungan Faktor Lingkungan Fisik terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2023 Azizah, Rizquita; Rahmatillah Razak; Anggun Budiastuti; Dwi Septiawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4334

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat, selain itu stunting juga diakibatkan oleh berbagai faktor salah satunya faktor lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan rumah sehat, akses air bersih, air minum, jamban sehat, pengelolaan sampah, dan rumah sehat. Metode: Penelitian ini menggunakan study case control pada populasi kejadian stunting rumah tangga di Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling diperoleh sebanyak 201 sampel dengan perbandingan 1 : 2 kasus stunting dan kontrol. Variabel faktor lingkungan fisik pada penelitian adalah air bersih, air minum, MCK, pengelolaan sampah dan rumah sehat. Pengumpulan data pada penelitian dengan melakukan analisis data sekunder dan data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner, wawancara, pengukuran kualitas air. Hasil: Tidak terdapat hubungan antara sumber air bersih, sumber air berwarna, sumber air berasa, sumber air berbau, sumber air berbusa, kecukupan air perhari, sumber alternatif, sumber air minum, pengolahan air sebelum diminum, kualitas fisik air minum TDS, kekeruhan, pH , suhu, kualitas kimia air minum klorida, Mn, faktor MCK, faktor pengolahan sampah dan faktor rumah sehat (p value = > 0,05) terhadap kejadian stunting pada rumah tangga yang memiliki balita di Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2023. Kesimpulan: Faktor lingkungan air bersih, air minum, MCK, pengolahan sampah, dan rumah sehat tidak berhubungan secara langsung dengan kejadian stunting. Tetapi faktor lingkungan harus dipenuhi persyaratan dan kualitasnya karena faktor lingkungan juga dapat menjadi penyebab tidak langsung dari kejadian stunting.
Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dalam Mempercepat Penurunan Stunting: Healthy Kitchen Program to Overcome Stunting (DASHAT) to Accelerate Reduction 0f Stunting Hesti Nur Sahadatilah; Hasan Mukmin; Rini Setiawati; MA Achlami
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4382

Abstract

Latar Belakang: kondisi stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data pada Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting masih berada pada angka 24,4% atau 5,33 juta balita. Stuntig merupakan dampak dari kondisi kekurangan gizi pada anak sejak masih dalam kandungan. Program DASHAT merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi pada anak melalui ketahanan pangan lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas program DASHAT dalam mempercepat penurunan stunting. Metode: Jenis penelitian ini adalah literatur review dimana metode ini merupakan penelitian yang menggunakan sumber data sekunder. Data based diperoleh dengan menggunakan bantuan alat pencarian referensi Publisg or Perish dengan kata kunci “Dapur Sehat Atasi Stunting” pada Google Scholar Hasil: Sosialisai, edukasi, demonstarsi dan praktek program DASHAT meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting dan pencegahannya melalui ketahanan pangan lokal yang terjangkau dan memiliki cita rasa yang diinginkan. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan ibu menjadi penting untuk mencegah resiko stunting. Salah satu upaya untuk mempercepat penurunan angka stunting adalah dengan meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stuntin dan pencegahannya. Salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi anak adalah melaui program DASHAT berdasarkan ketahanan pangan lokal.
Analisis Beban Kerja Perawat yang Memberikan Pelayanan pada Pasien Covid 19 di RSUD Kebayoran Baru : Analysis of the Workload of Nurses who Provide Services to Covid 19 Patients at the Kebayoran Baru Hospital Marbun, Dame Artha Ria; Dien Anshari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4530

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan COVID-19 di dunia saat ini yang terkonfirmasi positif 151 juta kasus. Sedangkan untuk kasus meninggal akibat COVID-19 sebanyak 3,1 juta kematian. Masih tingginya kasus COVID-19 di Indonesia, menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam mengupayakan dan mengendalikan laju penyebaran kasus COVID-19. Perawat, sebagai SDM tenaga kesehatan memberikan kontribusi yang juga besar terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit dalam hal pelayanan langsung kepada pasien. Pelayanan keperawatan adalah esensial bagi kehidupan dan kesejahteraan pasien oleh karena itu profesi keperawatan harus akuntabel terhadap kualitas asuhan yang diberikan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatatam kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam (WM) kepada koordinator yankes, kepala perawat ruangan IGD, ICU dan rawat inap, serta perawat fungsional yag bertugas di ruangan IGD, ICU, dan Rawat inap. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan beban kerja saat pandemic yang jauh berbeda dibandingkan sebelum pandemic, dalam kondisi tersebut posisi manajemen sangat penting untuk mengatur serta membuat siklus kerja yang baik, agar semua pelayanan dapat berjalan dengan baik selama pandemi covid 19. Kesimpulan: Peningkatan beban kerja perawat saat pandemi covid 19 posisi manajemn sangatlah penting untuk mengatur membuat siklus kerja yang baik, agat semua roda pelayanan di RSUD Kebayoran baru tetap berjalan dengan baik.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pencegahan Stunting pada Balita: Factors Associated with Stunting Prevention in Toddlers Ahmad Yani; Munir Salham; Irmawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.5042

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan stunting pada balita di Desa Waturalele Wilayah Kerja Puskesmas Induk Dolo. Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study dimana data yang menyangkut data variabel independen dan variabel dependen akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 orang semua ibu yang mempunyai balita berkunjung ke posyandu Desa Waturalele Wilayah Kerja Puskesmas Induk Dolo. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga faktor independen mempunyai hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan nilai p = 0.022 (p < 0.05), pola asuh dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05), dan imunisasi dasar lengkap dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05) terhadap pencegahan stunting di Desa Waturalele Wilayah Kerja Puskesmas Induk Dolo Kabupaten Sigi. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan dari ketiga faktor independen yang diteliti (pengetahuan, pola asuh, dan imunisasi dasar lengkap) didapatkan memiliki hubungan dengan variabel dependen (pencegahan stunting).

Page 4 of 4 | Total Record : 35


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2026): February 2026 Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue