cover
Contact Name
Rajab Ritonga
Contact Email
editor@caraka.web.id
Phone
+62811133471
Journal Mail Official
editor@caraka.web.id
Editorial Address
Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia) Jl. Pasar Atas No 3, Kompleks Setramas Kota Cimahi, Bandung http://idscience.id/
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Caraka : Indonesia Journal of Communication
ISSN : -     EISSN : 27456595     DOI : https://doi.org/10.25008/caraka
Core Subject : Education,
CARAKA Indonesian Journal of Communication is a peer-reviewed journal organized and published by the Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia). Accepted paper will be available online (free access), and there will be no publication fee. The author will get their own personal copy of the paperwork. The journal consists of online and print versions, published biannually at the end of June and December of the current year. As a scientific periodical, the journal is subject to standard provisions of peer reviews conducted by Communication Scholars from various universities. All submitted manuscripts will go through the double-blind peer review and editorial review before being granted with acceptance for publication. CARAKA Indonesian Journal of Communication is for publications focusing on social life in which communication occurs through the use of various media. The manuscripts to be published include the results of research, theoretical thinking, and the study of various phenomena of human life in communication. CARAKA Indonesian Journal of Communication is for publications focusing on social life in which communication occurs through the use of various media. The manuscripts to be published include the results of research, theoretical thinking, and the study of various phenomena of human life in communication. The area of research of JISKI are, but not limited to: Communication and National Resilience Communication and Policies Communication, War, and Conflicts Health Communication Globalization and Social Impact Media, Democracy and Integration Media Literacy and Media Education Media and Tourism Media and Development Media, Popular Culture, and Society Media and Religion Media and Identity Politics, Hegemony, and the Media Gender and Sexuality in the Media The Social Media and Subcultures Youth and Media Globalization Information Communication Technology (ICT) and Power Audience Analysis
Articles 124 Documents
Internalisasi Makna Keagamaan melalui Interaksi Simbolik dalam Pengajian Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al Idrus Banten Zaeni Rokhi Rokhi; Muhammad Qori Qordofa; Tantan Hermansah; Muhammad Fanshoby
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol. 7 No. 1 (2026): CARAKA : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v7i1.274

Abstract

Pengajian kitab kuning merupakan inti tradisi intelektual pesantren yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi ilmu keislaman, tetapi juga sebagai media komunikasi simbolik dalam pembentukan identitas dan nilai keagamaan santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi makna keagamaan melalui interaksi simbolik dalam pengajian kitab kuning di Pondok Pesantren Al Idrus Lebak Banten. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi terhadap kiai serta lima orang santri sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian kitab kuning merupakan arena interaksi simbolik yang membentuk struktur makna, identitas religius, dan praktik sosial santri. Proses internalisasi nilai keagamaan berlangsung melalui integrasi antara pembelajaran kitab kuning dan pengalaman kehidupan religius sehari-hari. Kiai berperan sebagai significant other yang menjadi sumber rujukan nilai melalui keteladanan, nasihat, dan penjelasan teks keagamaan. Interaksi sosial yang berlangsung secara berulang dalam tradisi pengajian membentuk identitas santri sebagai bagian dari komunitas keilmuan Islam yang menjunjung tinggi adab, disiplin, dan penghormatan terhadap otoritas keilmuan. Selain itu, praktik keagamaan seperti shalat berjamaah, pengajian rutin, dan perilaku santun menjadi manifestasi dari nilai-nilai religius yang telah terinternalisasi dalam kehidupan sosial santri. Berdasarkan perspektif interaksionisme simbolik George Herbert Mead, penelitian ini menegaskan bahwa simbol, komunikasi, dan pengalaman kolektif memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran diri dan makna keagamaan di lingkungan pesantren.
Pemaknaan Konten Media Sosial tentang Sumber Daya Alam Papua di Akun Instagram @Natgeoindonesia Mohammad Ardiansyah Masriyah; Sukma Alam
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol. 7 No. 1 (2026): CARAKA : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v7i1.284

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk cara berkomunikasi dan mengakses informasi. Media sosial, khususnya Instagram, kini tidak hanya menjadi ruang berbagi momen pribadi, tetapi juga sarana penyebaran informasi dan edukasi. Salah satu akun yang aktif menyuarakan isu lingkungan dan kekayaan alam Indonesia adalah @natgeoindonesia, yang secara konsisten mengangkat konten tentang Papua dan masyarakat adatnya. Penelitian ini berangkat dari pentingnya memahami bagaimana audiens merespons dan memaknai konten semacam ini. Dengan menggunakan teori Analisis Resepsi Stuart Hall, pendekatan kualitatif, serta paradigma konstruktivisme, penelitian ini memposisikan audiens sebagai subjek aktif yang membentuk makna atas pesan yang diterima. Melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan, ditemukan tiga posisi pemaknaan: dominan (mendukung penuh pesan pelestarian lingkungan dan peran masyarakat adat), negosiasi (menghargai pesan namun mengkritisi minimnya representasi aspek sosial-politik), dan oposisi (menilai konten terlalu simbolis dan tidak merepresentasikan realitas kompleks di lapangan). Proses pemaknaan ini dipengaruhi oleh latar belakang masing-masing, seperti pengalaman pribadi, tingkat pendidikan, dan intensitas penggunaan media sosial. Tiga faktor utama yang membentuk resepsi adalah kerangka pengetahuan, relasi produksi, dan infrastruktur teknis. Temuan ini menegaskan bahwa resepsi terhadap konten media sosial bersifat dinamis dan kontekstual, sehingga penting bagi pengelola media untuk merancang strategi komunikasi yang lebih inklusif dan relevan dengan keragaman perspektif audiens.
Pembentukan Citra Politik melalui Public Speaking Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Indramayu Yusuf Romadhon Munif; Muhammad Fanshoby; Ahmad Jundillah Al Hafidz; Mayadah El Hawani
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol. 7 No. 1 (2026): CARAKA : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v7i1.288

Abstract

Komunikasi merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia yang berperan penting dalam penyampaian informasi, pembentukan persepsi, serta pembangunan citra individu maupun lembaga. Dalam konteks komunikasi politik, kemampuan public speaking menjadi kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh pejabat publik untuk menyampaikan kebijakan, program kerja, dan informasi pembangunan kepada masyarakat secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan citra politik melalui kemampuan public speaking Pimpinan DPRD Kabupaten Indramayu dalam penyebaran informasi yang berkaitan dengan current image atau citra yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan current image dilakukan melalui aktivitas public speaking yang disebarluaskan menggunakan berbagai media digital, seperti Youtube, Instagram, Facebook, serta website resmi DPRD Kabupaten Indramayu. Pemanfaatan media tersebut memungkinkan informasi mengenai kebijakan, program, dan kegiatan DPRD tersampaikan kepada masyarakat secara lebih luas, sehingga berkontribusi terhadap pembentukan citra politik pimpinan DPRD di ruang publik.
Antara Negosiasi dan Kritik: Analisis Resepsi Penonton mengenai Hegemoni Maskulinitas dalam Film “Deadpool & Wolverine” Farah Nabila Ardani; Aprilyanti Pratiwi
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol. 7 No. 1 (2026): CARAKA : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v7i1.298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interpretasi penonton terhadap nilai-nilai patriarki dan hegemoni maskulinitas dalam film “Deadpool & Wolverine” (2024). Kerangka teoritis yang digunakan adalah teori encoding-decoding Stuart Hall. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui analisis dokumenter, mengkaji pernyataan resmi dari para pembuat film mengenai makna yang dimaksudkan dari film tersebut, dan wawancara mendalam dengan lima mahasiswa sebagai penonton film. Data dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi tematik, dan interpretasi menggunakan model encoding-decoding Stuart Hall untuk mengidentifikasi posisi interpretatif penonton terkait representasi maskulinitas dalam film. Temuan tersebut menunjukkan bahwa semua informan menempati posisi membaca yang dinegosiasikan sebagai sikap decoding dominan mereka. Mereka mengapresiasi upaya film tersebut untuk menggambarkan bentuk maskulinitas yang lebih ekspresif dan rentan secara emosional, sekaligus mempertanyakan reproduksi struktur patriarki yang tertanam dalam narasi yang didominasi laki-laki. Tidak ada informan yang menunjukkan pembacaan hegemonik-dominan murni atau pembacaan oposisi yang konsisten; penerimaan dan penolakan bersifat selektif dan individual. Gender dan modal budaya muncul sebagai variabel kunci yang membentuk kerangka interpretatif: informan perempuan lebih konsisten mengidentifikasi ketidaksetaraan gender struktural, sedangkan informan laki-laki lebih fokus pada dinamika internal maskulinitas. Temuan ini mengkonfirmasi argumen Hall bahwa decoding relatif otonom dari encoding, dan menunjukkan bahwa ambiguitas ideologis film superhero menciptakan ruang yang produktif untuk negosiasi makna penonton. Penelitian ini berkontribusi pada studi penerimaan audiens dalam konteks budaya populer Indonesia dan memberikan implikasi praktis bagi representasi gender yang lebih berimbang dalam sinema superhero.

Page 13 of 13 | Total Record : 124