Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9 No 2 (2018): December 2018"
:
9 Documents
clear
MENCEGAH ANTRIAN KENDARAAN ANGKUTAN BARANG DI PELABUHAN PENYEBERANGAN MERAK BANTEN
Toni C.M Korah;
Joko Septanto;
Fauzi Fauzi;
Tri Yuli Andaru;
Hotland Silaban
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.163 KB)
Sektor Transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam jaringan pelayanan mobilitas orang dan barang serta kendaraan, Pelabuhan Penyeberangan Merak Lintas Merak-Bakauheni sering terjadi antrean kendaraan angkutan barang yang akan melakukan penyeberangan ke Pulau Sumatera yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar dari segi materiil maupun finansial. Anteran kendaraan tersebut terjadi akibat tidak beroperasinya beberapa Kapal Ro-ro yang diakibatkan karena banyak yang melakukan pemeliharaan rutin tahunan / docking. Sehingga kapasitas muat kapal yang beroperasi menjadi berkurang sedangkan kendaraan angkutan barang terus bertambah setiap tahunnya dan diperkirakan akan mengakibatkan terjadi antrean yang cukup panjang. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap system pelayanan dari fasilitas operasi yang telah tersedia di Pelabuhab merak tersebut
KONEKTIVITAS ANGKUTAN KERETA API DENGAN ANGKUTAN JALAN ( STUDI KASUS : STASIUN CIBITUNG, BEKASI )
Subarto Subarto;
Gloria Novita C;
Jamal Subastian;
Abadi Sastrodiyoto
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.423 KB)
Angkutan kereta Api sebagai bagian penting dari sistim angkutan umum di Indonesia dan merupakan salah satu elemen dari sistem transportasi perkotaan yang memegang peran yang sangat penting bagi suatu daerah atau wilayah. Salah satu indikator dari wilayah yang dapat ditandai, antara lain dengan melihat kondisi sistem transportasi khususnya angkutan umumnya. Di samping itu, rute angkutan umum yang baik harus dapat dapat menjangkau seluruh wilayah dan memenuhi kepentingan beberapa pihak terkait seperti penumpang (user), pengelola (operator) dan pemerintah (regulator), namun agar lebih optimal angkutan KA harus didukung oleh peyanan angkutan angkutan umum berbasis jalan sehingga tercipta konektivitas antara berbagai jenis pelayanan.
PERENCANAAN JALUR SEPEDA YANG TERINTEGRASI DI KOTA BEKASI
Khusnul Khotimah;
Sudirman Anggada;
Bobby Agung Hermawan;
Made Arka Hermawan
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (328.854 KB)
Penelitian “Perencanaan Jalur Sepeda yang Humanis dan Terintegrasi di Pusat Kota Bekasi†dimaksudkan sebagai bahan masukan dalam perumusan kebijakan pembangunan jalur sepeda/ guna mendukung program transportasi yang ramah lingkungan serta mendukung pengambilan kebijakan dalam penyelenggaraan angkutan umum terintegrasi di wilayah Bekasi. Pengumpulan data dalam perencanaan Jalur Sepeda Yang Humanis dan Terintegrasi  meliputi survei prefernsi penggunaan sepeda, survei geometric dan perlengkapan jalan, survei karakteristk lalu lintas. Dalam teknik analisa data diperoleh karakteristik responden, desain ruang parkir, dan manajemen parkir di Lingkungan STTD. Dari hasil analisis koridor jalur sepedayang direkomendasikan di Kota Bekasi dengan konsep keterhubungan antar bangkitan perjalanan dalam hal ini area pemukiman dengan area tarikan perjalanan yaitu simpul transportasi stasiun kereta maupun area komersil. 3 (tiga) koridor jalur sepeda tersebut adalah Perumahan Prima Harapan-Stasiun Bekasi dengan Rute Jalan Raya Perjuangan yang terdiri dari 3 (tiga) segmen jalan; Perumahan Kemang Pratama-Summarecon Bekasi dengan Rute Jalan Boulevar Selatan, Jl. Boulevar Ahmad Yani, Jl. Ahmad Yani, dan Jalan Raya Pekayon; Perumahan Wisma Jaya-Stasiun Bekasi dengan rute Jalan Raya Perjuangan, Jalan Agus Salim, dan Jalan Mekarsari. Â
SOLUSI PENANGANAN PENUMPUKAN PENUMPANG STASIUN DURI AKIBAT PENGOPERASIAN KA BANDARA
Bambang Drajat;
Nomin Nomin;
Eka Arista;
J.R.C Hosang;
Utut Widyanto
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (619.091 KB)
Pada saat ini kereta bandara pola pengoperasiannya memiliki frekuensi 18 kereta pulang pergi perharinya, dan dalam proses operasinya kereta bandara ini transit di stasiun Duri untuk melakukan perpindahan masinis dikarenakan track layout stasiun Duri tidak memungkinkan untuk kereta bandara berjalan langsung menuju stasiun antara Batu Ceper maupun stasiun akhir Stasiun Bandara. Dari proses transit di stasiun Duri ini terdapat masalah penumpukan penumpang kereta api Commuter Line, karena para penumpang Commuter Line baik yang bertujuan ke stasiun Angke maupun stasiun Tanah Abang ketika ingin berpindah kereta harus berjalan dari peron yang berada di ujung menuju ke peron yang baik berada di tengah maupun diujung yang lain. Selain masalah penumpukan penumpang juga terdapat masalah lebar peron guna menampung penumpang ketika menunggu kereta, karena selain ada kekurangan dari segi kenyamanan penumpang, sisi keselamatan penumpang pun kurang terjaga serta frekuensi perjalanan berkurang sehingga waku tunggu kereta bertambah lama.
EVALUASI FASILITAS DARATAN PELABUHAN PENYEBERANGAN TANJUNG KALIAN MUNTOK KABUPATEN BANGKA BARAT
Chairul Insani I;
Anwar Tuip;
Bambang Setiawan;
Purboyo Purboyo
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (645.923 KB)
Pelabuhan Crossing Tanjung Kalian, Muntok adalah Crossing Port yang melayani jalur Tanjung Kalian - Tanjung Api-api, yang dikelola oleh PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bangka. Pelabuhan ini sangat erat kaitannya dengan peningkatan ekonomi dan perkembangan masyarakat Bangka-Belitung, karena perannya sebagai pintu gerbang untuk perdagangan dan pariwisata.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fasilitas seperti keberadaan Gangway dan penempatan konter penjualan tiket untuk penumpang sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2016, dan Lampiran II Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Peraturan Nomor SK.2681 / AP / DRJD / 2006 tentang pengoperasian Pelabuhan Persimpangan pada tanggal 4 September 2006, prosedur untuk Layanan bagi Penumpang.Untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa pelabuhan, perlu memperhatikan kondisi fasilitas darat pelabuhan yang ada sementara kondisi saat ini masih memiliki beberapa kerugian seperti tidak adanya gang yang digunakan untuk pejalan kaki ke dan dari kapal. Agar tidak mengganggu kendaraan yang akan keluar dari kapal, serta penempatan counter penumpang yang tidak cocok sehingga membuat penumpang enggan membeli tiket terlebih dahulu yang berakibat ketika kapal siap memuat mereka berdesakan untuk membeli tiket.
PENCEGAHAN ANJLOKAN TERKAIT PERUBAHAN TRACK LAY OUT BARU DI STASIUN MANGGARAI
Joko Septanto;
Fauzi Fauzi;
Rianto Rili;
Uriansyah Pratama;
Noval Seda Winata
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (467.825 KB)
Stasiun Manggarai merupakan persimpangan kereta api dari daerah Bekasi, Bogor, Tanah Abang, Gambir dan Depo Bukit Duri. Terkait dengan bertambahnya pergerakan lalu lintas kereta api yang melintas Stasiun Manggarai seperti adanya kereta bandara dan penambahan frekwensi kereta api perkotaan menuntut adanya pembangunan Stasiun Manggarai baru yang direncanakan akan dibangun secara elevated rail way. Untuk itu diperlukan penambahan fasilitas pelayanan stasiun guna menunjang kegiatan naik turun penumpang dan kegiatan operasi kereta api. Dikarenakan frekwensi kereta api yang akan bertambah, maka emplasemen akan berubah yang berakibat perubahan track layout di Stasiun Manggarai untuk mengurai kepadatan pergerakan lalu lintas kereta api.
ANALISIS FAKTOR KEPUASAAN PENUMPANG BUS TRANS SARBAGITA MENUJU BANDARA UDARA I GUSTI NGURAH RAI
Adi Susanto;
Dewa Putu Punia;
Bayu Kusumo P;
Ujang Cahyono
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.134 KB)
Dengan adanya fasilitas angkutan umum Bus Trans Sarbagita yang dapat digunakan menuju Bandar Udara Ngurah Rai, diharapkan masyarakat lebih memilih angkutan umum tersebut untuk akses masuk ataupun keluar bandara.Untuk itupenelitian ini diperlukan untuk menginvestigasi berbagai faktor yang menyebabkan calon penumpang pesawat enggan menggunakan bus trans sarbagita sebagai pilihan moda untuk menuju maupun meninggalkan bandara. bus trans sarbagita masih memiliki persentase yang rendah yaitu sebesar 2.84% sebagai moda transportasi yang menjadi pilihan responden sebagai angkutan menuju bandara. Mobil pribadi berada pada urutan tertinggi dengan persentase sebesar 32.82%. Dengan menggunakan metode pendekatan analisis faktor dari 8 variabel yang dianggap dapat memengaruhi pemilihan responden dalam menggunakan transportasi bus trans sarbagita atau kendaraan pribadi dapat direduksi menjadi 2 faktor saja yaitu “Faktor Subyektif†meliputi faktor kenyamanan, keamanan, keselamatan, kebersihan, dan kemudahan aksesibilitas; kemudian yang kedua merupakan “Faktor Obyektif†meliputi waktuperjalanan, totalbiayaperjalanan, dan kehandalan. Penggunaan Aplikasi Moovit dapat membantu pengguna untuk mendapatkan kepastian mendapatkan jasa pelayanan. Operator diharapkan untuk segera meningkatkan pelayanannya salah satunya dengan mengunakan aplikasi berbasis teknologi
EVALUASI KINERJA CAKUPAN LAYANAN TRAYEK ANGKUTAN PERKOTAAN DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT
Arini Dewi Lestari;
Raidedo Silalahi
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (371.393 KB)
Lalu lintas dan angkutan jalan merupakan salah satu bagian yang vital dalam sisitiom transportasi. Masih banyaknya daerah yang belum terlayani angkutan umum menyebabkan terjadinya kesulitan aksesibilitas didaerah tersebut. Oleh sebab itu perlu dilakukan peningkatan kinerja jaringan trayek angkutan kota di wilayah kota administrasi Jakarta Barat. Oleh sebab itu penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kinerja cakupan layanan trayek angkutan perkotaan di Kota administrasi Jakarta Barat. Dalam penyelesaian Kertas Kerja Wajib ini, penulis menggunakan metodologi penelitian yang bersifat komparatif atau perbandingan. Hasil Penelitian Masih perlu dilakukan penataan ulang terhadap trayek angkutan kota karena masih adanya daerah yang belum terlayani di seputaran kecamatan Taman sari. Setelah adanya penataan rata rata jarak berjalan kaki orang ke fasilitas angkutan umum yang semula adalah 355,35 m berubah menjadi 345,97 m, Cakupan pelayanan angkutan perkotaan di Kota Administrasi Jakarta Barat yang semula sebesar 90% berubah menjadi 94% sehingga terlihat aksesbilitas pada daerah belum terlayani meningkat.
PENGARUH PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR (JALAN SUDIRMAN – PROF. HAMKA) TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN DI KABUPATEN PASAMAN BARAT
Dewa Putu Wawan Darmadi;
I Made Arka Hermawan;
Ujang Cahyono
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.898 KB)
Pembangunan Jalan Lingkar (Jalan Sudirman – Prof. Hamka) di Kabupaten Pasaman Barat bertujuan untuk mengantisipasi penurunan tingkat pelayanan dan mengurangi volume lalu lintas di ruas jalan arteri primer yang menjadi satu-satunya akses masuk menuju Seimpang Empat, yang juga merupakan jalur akses vital bagi perekonomian dan rantai pasok. Dengan adanya jalan lingkar ini diharapkan perjalanan menerus yang melewati Kabupaten Pasaman Barat yang saat ini melewati jalan arteri primer di perkotaan beralih ke jalan Lingkar (Jalan Sudirman – Prof. Hamka). Metode yang digunakan dalam mengevaluasi kinerja jaringan jalan yaitu dengan membandingkan kinerja jalan pada saat sebelum dilakukan pembangunan jalan lingkar (do nothing) dengan kinerja jalan pada saat setelah dilakukan pembangunan jalan lingkar (do something), setelah dilakukan perbandingan maka akan dianalisis sejauh mana pengaruh pembangunan jalan lingkar (Jalan Sudirman – Prof. Hamka) terhadap jaringan jalan di wilayah tersebut baik eksisting maupun di masa mendatang. Pada tahun rencana setelah jalan lingkar (Jalan Sudirman – Prof. Hamka) dibangun kinerja jaringan di Kabupaten Pasaman Barat meningkat menjadi 51 km/jam dari sebelumnya 47 km/jam pada tahun 2022. Pada tahun 2027 , kecepatan meningkat dari 39 km/jam menjadi 46 km/jam. Kinerja ruas Jalan Sudirman juga meningkat dari v/c rasio 0,92 menjadi 0,45 serta kecepatan dari 40 km/jam menjadi 70 km/jam pada tahun 2022. Tahun 2027, Jalan Sudirman mengalami peningkatan dari v/c rasio 1,01 menjadi 0,63 dan kecepatan dari 38 km/jam menjadi 60 km/jam. Adanya pembangunan jalan lingkar baik pada tahun 2022 maupun 2027 akan meningkatkan kinerja jaringan dan kinerja ruas di wilayah studi.