cover
Contact Name
Asmawati
Contact Email
lppm@unpal.ac.id
Phone
+628127826892
Journal Mail Official
asrimulyadi@unpal.ac.id
Editorial Address
Jl.Dharmapala No.1A, Bukit Besar, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
Published by Universitas Palembang
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil established in 2011 and ISSN Print 2089 2942, ISSN Online 2686 6676. It is a peer reviewed international journal to be of interest and use to all those concerned with research in various fields of, or closely related to Civil Engineering. The scope of the journal includes all theoretical findings and new experimental in the field of Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering and Management Enginering. Jurnal Teknik Sipil published by the Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang and distributed twice a year. Jurnal Teknik Sipil is dedicated to researchers and academics who intend publishing research, scientific ideas, and other original scientific ideas. JTE is a published scientific, open access, peerreviewed, evidence-based journal by the Civil Engineering Study Program, Faculty of Engineering, University of Palembang. Jurnal Teknik Sipil aims to provide a highly readable and valuable addition to the literature which will serve as an indispensable reference tool for years to come. The coverage of the journal includes all new theoretical and experimental findings in the fields of Engineering or any closely related fields. The journal also encourages the submission of critical review articles covering advances in recent research of such fields as well as technical notes.
Articles 124 Documents
ANALISIS KOMPARASI DAYA DUKUNG STEEL PIPE PILE BERDASARKAN DATA SPT DENGAN HASIL PDA TEST PADA PROYEK PEMBANGUNAN DERMAGA PELABUHAN DI SUBANG Saputra, Alfin Reza; Albar, Aldino Maulana; Solin, Dian Purnamawati
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/tekniksipil.v14i2.1492

Abstract

Pada umumnya bangunan berdiri di atas tanah dan/atau batuan, dimana kedua material tersebut merupakan bahan utama dalam menjaga kestabilan struktur bawah pada bangunan (pondasi). Maka diperlukan analisis daya dukung tanah agar struktur bawah tidak mengalami keruntuhan dan geser yang berlebih. Peneletian ini membahas tentang analisis daya dukung steel pipe pile berdasarkan data SPT dengan hasil PDA test dengan menggunakan rumus perhitungan Meyerhof (1956). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi daya dukung steel pipe pile pada proyek Pelabuhan di Subang pada pekerjaan pondasi bawah dermaga. Hasil penelitian menunjukan daya dukung tiang menggunakan data N-SPT metode meyerhoff (1956) mendapatkan hasil pada PT-01 = 1027,10 ton, PT-02 = 1193,82 ton dan PT-03 = 1008,60 ton, menunjukan pengaruh jenis tanah dan kualifikasi tanah mendapatkan hasil yang berbeda – beda bergantung pada kondisi tanah. Untuk hasil daya dukung tiang menggunakan PDA test mendapatkan hasil PT-01 = 1217,96 ton, PT-02 = 1409,83 ton dan PT-03 = 1513,24 ton. Dapat dikatakan bahwa steel pipe pile mampu menahan beban lebih banyak daripada hasil perhitungan teoritis. Hal ini dapat disebabkan karena kondisi tanah yang lebih juat pada saat pengujian.
ANALISIS KATEGORI GREEN CONSTRUCTION PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT ‘AISYIYAH BOJONEGORO DENGAN TOLOK UKUR GREENSHIP Maleta, Yosua Suryadarma; Mustofa, Fahmi Al-Farabby; Zainab, Siti
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/tekniksipil.v14i2.1493

Abstract

Indonesia, sebagai negara berkembang, mengalami banyak pengembangan dan pembangunan di sektor infrastruktur, termasuk gedung bertingkat. Di era sekarang ini perkembangan pembangunan gedung sangatlah pesat, faktor utama nya adalah keterbatasan lahan yang menjadikan perkembangan pembangunan gedung bertingkat ke arah vertikal. Dalam proses ini, aspek pengelolaan limbah menjadi sangat penting untuk meminimalisir dampak lingkungan. Sistem penanganan limbah yang komprehensif diperlukan untuk mengelola material sisa yang dihasilkan dari proses konstruksi melalui pengurangan, pemakaian kembali dan mendaur ulang. Pendekatan green construction dapat membantu mengurangi limbah dan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini mengidentifikasi konsep green construction pada tahap konstruksi dengan menggunakan metode identifikasi indikator dari GBCI. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Hasil evaluasi kategori polutan kimia dan polusi dari aktivitas konstruksi pembangunan Rumah Sakit ‘Aisyiyah Bojonegoro menunjukkan bahwa kedua kategori tersebut memenuhi tolok ukur Greenship dengan prosentase sebesar 100%. Maka dari itu dengan perencanaan dan pelaksanaan manajemen limbah yang baik, serta dukungan dari setiap tim yang terlibat, dampak negatif terhadap lingkungan dapat diminimalkan dan efisiensi sumber daya dapat ditingkatkan.
ANALISIS PENGARUH LIMBAH ABU AMPAS TEBU DAN BETON MIX UNTUK CAMPURAN KUAT TEKAN MUTU BETON K350 Hagana, M. Hasanul; Mulyadi, Asri; Sebastian, Ligal; Anggrainy, Rita; Inn, Goh Wan; Kodri, Irfa; Yunanda, Mega
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/tekniksipil.v14i2.1551

Abstract

Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lain, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk massa padat. Berbagai penelitian di bidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas mutu beton, sampai saat ini semakin banyak inovasi yang dikembangkan dalam pembuatan beton, salah satunya penulis memanfaatkan hasil limbah lingkungan sebagai bahan pengganti agregat pada campuran beton. Di setiap proses penggilingan tebu tidak hanya menghasilkan gula tetapi juga menghasilkan limbah abu ampas tebu. Jika limbah ini di buang secara sembarangan tentunya akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Maka perlu upaya untuk memanfaatkan limbah yang ada sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Dari hasil beberapa artikel yang penulis baca, bahwa di peroleh kandungan silikat abu ampas tebu sebesar 68,5% sehingga memiliki sifat pozzolan. Dengan demikian melalui penelitian ini penulis mencoba limbah abu ampas tebu sebagai pengganti semen dan beton mix sebagai aditif beton. Berdasarkan upaya di atas, maka tujuan penelitian ini adalah membandingkan kuat tekan beton normal dengan beton memakai bahan limbah abu ampas tebu sebagai bahan pengganti semen dan BetonMix sebagai aditif beton dalam campuran beton. Mengetahui pengaruh limbah abu ampas tebu sebagai bahan pengganti semen dan beton mix sebagai aditif beton dengan variabel tertentu terhadap kuat tekan beton. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan penulis maka dapat diambil suatu kesimpulan sebagai berikut : Berdasarkan pengujian slump dapat diketahui bahwa slump yang dicapai mulai dari beton normal, Beton dengan limbah abu ampas tebu 6%, 12%, 24% dan BetonMix 1% dari berat semen masih memenuhi slump yang disyaratkan antara 60 – 100 mm. Kuat tekan mutu beton K350 yang dihasilkan dari Pengujian benda uji pada umur beton 28 hari, yang diuji adalah beton normal, beton dengan limbah abu ampas tebu 6%, 12%, 24% dan BetonMix 1% dari berat semen adalah : Campuran mutu beton K350 normal tanpa menggunakan campuran pengganti semen pada umur 28 hari didapat kuat tekan sebesar 353,25 kg/cm2. Campuran mutu beton K350 yang menggunakan campuran limbah abu ampas tebu 6% dan BetonMix 1% dari berat semen pada umur 28 hari didapat kuat tekan sebesar 324,57 kg/cm2. Campuran mutu beton K350 yang menggunakan campuran limbah abu ampas tebu 12% dan BetonMix 1% dari berat semen pada umur 28 hari didapat kuat tekan sebesar 318,53 kg/cm2. Campuran mutu beton K350 yang menggunakan campuran limbah abu ampas tebu 24% dan BetonMix 1% dari berat semen pada umur 28 hari didapat kuat tekan sebesar 238,52 kg/cm2. Dari hasil kuat tekan yang didapat pada pengujian, beton yang menggunakan campuran limbah abu ampas tebu 6%, 12%, 24% dan BetonMix 1% dari berat semen tidak mempunyai kuat tekan yang melebihi dari Campuran mutu beton K350 normal.
ISOSEISMAL, KERENTANAN, DAN RASIO KERUSAKAN BANGUNAN RUMAH TINGGAL (Studi Kasus Gempa Bumi 2 Juli 2013 di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah) Amin, Muhammad Arrie Rafshanjani
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/tekniksipil.v12i2.1575

Abstract

Aceh Tengah dan Bener Meriah, yang terletak di jalur penunjaman lempeng Asia dan Australia, merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana gempa bumi. Pada tanggal 2 Juli 2013, gempa berkekuatan 6,1 SR mengguncang provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta isoseismal, mengetahui atenuasi dan jarak, serta menganalisis kerentanan dan rasio kerusakan bangunan rumah tinggal akibat gempa. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, penyebaran kuesioner, dan wawancara kepada responden yang mengalami langsung gempa untuk memperoleh informasi akurat mengenai kerusakan. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan software ARC-View GIS untuk menghasilkan peta isoseismal. Penelitian juga mengelompokkan data kerusakan bangunan berdasarkan intensitas gempa dan menghitung rasio kerusakan rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta isoseismal memiliki delapan gradasi warna yang menggambarkan distribusi intensitas gempa. Intensitas tertinggi IX MMI ditemukan di sekitar episenter, dengan distribusi kerusakan yang merata secara radial. Persamaan attenuasi yang ditemukan adalah Ix = 9.638 e-0.01138x. Dalam hal kerentanan bangunan, sebagian besar rumah di daerah dengan intensitas IX-V MMI tidak mengalami kerusakan (52,05%-91,08%). Rasio kerusakan rumah menunjukkan bahwa 96,25% rumah roboh, 70,08% rusak berat, 28,08% rusak sedang, dan 3,87% rusak ringan. Nilai rasio kerusakan ini sesuai dengan standar FEMA 1999. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai dampak gempa terhadap bangunan rumah tinggal dan pentingnya mitigasi bencana berdasarkan konstruksi bangunan yang tahan gempa.

Page 13 of 13 | Total Record : 124