cover
Contact Name
Gary Raya Prima
Contact Email
garyrayaprima@unsil.ac.id
Phone
+6281383733569
Journal Mail Official
akselerasi@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi no. 24, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Akselerasi Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 27157296     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Ilmu teknik sipil yang meliputi: bidang ilmu struktur, manajemen transportasi (pelabuhan, jalan, dan jembatan), pengembangan sumber daya air (PSDA), geoteknik, dan manajemen konstruksi/manajemen proyek.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021): Februari" : 7 Documents clear
PEMILIHAN TRASE PENINGKATAN JALAN AKSES SITU RAWA GEDE DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS Wahyu Gendam Prakoso; Heny Purwanti; Budi Arief
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2764

Abstract

AbstrakSalah satu infrastruktur penting dalam pengembangan daerah tujuan wisata ialah ketersediaan jalan dan jembatan. Situ Rawa Situ Rawa Gede terletak di Desa Sirnajaya Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Bogor merupakan salah satu objek tujuan wisata potensial yang memiliki keterbatasan akses jalan dan jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk memilih trase peningkatan jalan akses menuju ke objek wisata Situ Rawa gede sebagai bagian pengembangan desa wisata Sirnajaya. Metode yang digunakan dalam penentuan alternatif trase tersebut adalah importance performance analysis dengan melibatkan aspek teknis, ekonomi, lingkungan dan sosial. Responden terdiri dari unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, Pengurus BUMDES Sinar makmur dan pengunjung Situ Rawa Gede. Importance performance analysis memberikan urutan kriteria terpenting dalam penentuan trase jalan yakni slope maksimum 46,90%, jarak tempuh 20,45%, waktu tempuh 17,05%, dan biaya peningkatan jalan dan jembatan 15,30%. Selanjutnya dengan menggunakan pembobotan kriteria disusun skor penilaian yang digunakan untuk menentukan prioritas alternatif yang dipilih. Alternatif II dipilih sebagai alternatif trase terbaik dari 3 alternatif yang tersedia dengan skor total sebesar 30,9. Kata Kunci : Analytic Heirarchy Process, Importance Performance Analysis, Situ Rawa Gede, trase jalan.
ANALISIS CURAH HUJAN PENYEBAB BANJIR BANDANG DI UJUNG BERUNG, BANDUNG Segel Ginting
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2760

Abstract

Banjir bandang di Ujungberung terjadi sebanyak 3 kali selama tahun 2019. Kejadian banjir ini terjadi pada sungai yang sama. Kejadian banjir tersebut disebabkan oleh hujan yang sangat tinggi di hulu sungai yang sudah padat pemukiman. Kejadian hujan yang menyebabkan banjir bandang tersebut memiliki tingkat probabilitas yang sangat tinggi sampai dengan kecil, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis yang telah dilakukan. Kejadian banjir bandang yang pertama disebabkan oleh hujan dengan periode ulang 88 tahun, kejadian banjir bandang ke dua tidak terindetifikasi, dan kejadian banjir bandang ketiga memiliki kala ulang sekitar 25 tahun. Analisis tersebut berdasarkan pada kejadian hujan sesuai dengan durasi hujannya, namun jika dilakukan analisis berdasarkan kejadian hujan harian, maka kejadian banjir bandang pertama disebabkan oleh hujan dengan kala ulang 30 tahunan, kejadian banjir bandang ke dua disebabkan oleh hujan kala ulang 3 tahunan, dan banjir bandang ketiga disebabkan oleh hujan kala ulang 5 tahun. Kata kunci: banjir bandang, analisis frekuensi, lengkung intensitas, banjir di hulu sungai.
PENERAPAN METODE EMPIRIS DI DAS BATANG LEMBANG UNTUK PERHITUNGAN DEBIT BANJIR RANCANGAN Novia Komala Sari; pengki Irawan
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2765

Abstract

AbstrakAnalisis debit banjir dalam perencanaan suatu bangunan air merupakan proses yang tidak dapat dipisahkan. Debit banjir rancangan dihitung untuk memperkirakan kemungkinan besaran debit yang akan ditanggung oleh bangunan tesebut. DAS batang lembang merupakan salah satu das di kabupaten solok yang berhulu di danau diatas. Penelitian dimaksudkan untuk mengevaluasi penggunaan metode empiris dalam menghitung debit banjir menggunakan data hujan dan membandingkan dengan data debit terukur. Metode empiris yang digunakan adalah metode Rasional, Hasper, Weduwen, HSS Nakayasu dan HSS Synder Alexevev. Hasil analisis data menunjukkan metode yang mendekati dengan debit terukur adalah HSS Nakayasu. Hal ini terlihat dari rata - rata persentase penyimpangan terkecil dibandingkan metode lainnya yaitu sebesar 32%. Debit banjir rencana dengan data debit pada periode ulang 2 tahun sebesar 54.04 m3/s, periode ulang 5 tahun sebesar 104.43 m3/s, periode ulang 10 tahun sebesar 147.46 m3/s, periode ulang 25 tahun sebesar 203.39 m3/s, periode ulang 50 tahun sebesar 269.74 m3/s dan periode ulang 100 tahun sebesar 335.99 m3/s. Debit banjir rancangan dengan HSS Nakayasu pada periode ulang 2 tahun sebesar 96.63 m3/s, periode ulang 5 tahun sebesar 122.91 m3/s, periode ulang 10 tahun 168.71 m3/s, periode ulang 25 tahun sebesar 250.79 m3/s, periode ulang 50 tahun sebesar 335.05 m3/s, dan periode ulang 100 tahun sebesar 444.72 m3/s.Kata Kunci : Debit banjir, metode empiris, hidrograf satuan sintetis, periode ulang.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DENGAN BUNDARAN (STUDI KASUS: BUNDARAN CIBIRU BANDUNG) Muhammad Rois Anshorulloh; Nina Herlina; Gary Raya Prima
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2761

Abstract

Bundaran Cibiru merupakan pertemuan antara Jalan Cibiru, Jalan Cipadung, dan Jalan Soekarno Hatta. Aktivitas dari hambatan samping yang sangat tinggi pada bundaran cibiru mempengaruhi kinerja pada ruas jalan tesebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di bundaran cibiru salah satunya yaitu kemacetan. Pengamatan langsung di lokasi penelitian dilakukan selama 1 minggu. Pengamatan dilakukan pada jam puncak arus lalu lintas yang diasumsikan periode waktu pagi pukul 06:00 - 08:00 WIB, siang pukul 11:00 - 13:00 WIB, sore pukul 16:00 - 18:00 WIB. Penggunaan drone sebagai alat bantu perekaman data volume lalu lintas. Data lebar jalan didapatkan di lapangan dengan mengukur langsung dengan menggunakan meteran pada setiap pendekat. Ketika semua data primer dan sekunder telah didapatkan maka akan dianalisis dengan berpedoman pada MKJI 1997. Dari hasil penelitian diperoleh volume terbanyak sebanyak 9402 kendaraan pada hari Senin 02 Desember 2019 pukul 06.00-08.00 WIB. Dengan derajat kejenuhan tertinggi mencapai 1,6. Berdasarkan hasil analisis kinerja bagian jalinan bundaran berpedoman MKJI 1997, maka terdapat beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan yang terdapat pada bundaran cibiru salah satunya yaitu pembukaan akses pintu tol Gedebage untuk umum. Kata Kunci : Bundaran, Kemacetan, Transportasi.
KEBUTUHAN AIR MINUM NAGARI MALAMPAH KECAMATAN TIGO NAGARI KABUPATEN PASAMAN Adi Marta; Ana Susanti Yusman; Rumilla Harahap
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2762

Abstract

AbstrakSalah satu cara pemenuhan kebutuhan air di perkotaan yaitu melalui PDAM, dengan menambahkan jumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) terutama di daerah yang mengalami kesulitan air bersih. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui prediksi kebutuhan air bersih di wilayah Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari serta menganalisa perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum. Penelitian ini menggunakan studi metode deskriptif kuantitatif. Data yang diperlukan antara lain, data jumlah penduduk yang diproyeksikan sampai tahun 2035 , data debit aliran,dan data kapasitas produksi. Data Existing dari Jumlah Penduduk pada tahun 2019  adalah 9621 Jiwa. Dari hasil perhitungan kebutuhan air domestik   tahun 2035 adalah 885.000 l/hari. Kebutuhan air non domestik existing adalah 165.700 l/hr ,Debit air baku = 302 l/det dengan rencana dimensi intake 7 x 3.5 x 3 m.Rencana pipa yang akan dipasang untuk pipa GI diameter 300 milimeter sepanjang 3.047 meter, pipa GI diameter 250 milimeter sepanjang 1.142 meter, pipa HDPE diameter 250 milimeter sepanjang 2.787 meter, pipa HDPE diameter 200 milimeter sepanjang 7.375 meter, pipa HDPE diameter 150 milimeter 5.865 meter, pipa HDPE 100 mm sepanjang 1.235 meter, sedangkan pipa HDPE diameter 75 milimeter  sepanjang 5.072 mm jadi total pipa yang akan dipasang sepanjang 23.477 meter. Kata kunci: Kebutuhan Air, Instalasi Pengolahan Air, Pertumbuhan Penduduk, Proyeksi Penduduk, Cakupan Pelayanan.
MEMBANGUN APLIKASI PROGRAM OPTIMASI PENGELOLAAN AIR IRIGASI DENGAN VISUAL BASIC OF APLPLICATION (VBA) (STUDI KASUS PADA DAERAH IRIGASI BENDUNG MUHARA) Supyan Solihudin Hidayat; Asep Kurnia Hidayat; Pengki Irawan
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2763

Abstract

AbstrakPengembangan program aplikasi optimasi pengelolaan air irigasi merupakan hal baru dalam dunia teknik sipil khusunya irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem aplikasi optimasi pengelolaan air irgasi yang kemudian diberi nama OBLinP-APS v.01 dan menganalisis hasil dari aplikasi OBLinP-APS v.01. Metode optimasi yang digunakan dalam studi ini berbasis program linier yang dikombinasikan dengan teknik simulasi. Model optimasi dibentuk dengan cara mengombinasikan kelakuan sistem dengan tujuan sistem, selanjutnya dipilih algoritma yang cocok untuk diterapkan ke dalam model optimasi tersebut. Sedangkan untuk rancangan aplikasi pada studi ini menggunakan VBA (Visual Basic for Application) yang terdapat pada Microsoft Office Excel versi 2010. Hasil perancangan aplikasi sistem pengelolaan air irigasi hasilnya sama dengan perhitungan manual dan dapat digunakan untuk mempercepat proses perhitungan optimasi lahan. Sistem yang dibangun sudah bisa menghasilkan grafik walaupun pada prosesnya penyesuaian skala grafik harus dilakukan secara manual karena kekurangan dari program tersebut. Hasil perhitungan yang dihasilkan aplikasi tentu lebih detail dan rinci serta sesuai dengan kaidah hasil perhitungan manual, artinya hasil luaran dari aplikasi sama dengan hasil perhitungan manualnya. Kata kunci : Aplikasi VBA, Bendung Muhara, irigasi, optimasi.
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 Vella Anggreana
Akselerasi Vol 2, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v2i2.2756

Abstract

Perkerasan pada umumnya menggunakan bahan campuran dari aspal dan juga memiliki sifat elastis jika menerima beban di atasnya. Sampai saat ini belum ada rumus khusus yang dibuat untuk merencanakan tebal perkerasan di tanjakan, padahal perkerasan jalan ditanjakan akan berbeda kondisinya dibandingkan dengan perkerasan dijalan datar sehingga kebutuhan tebal perkerasannya pun tidak sama. Untuk itu akan dihitung berapa ketebalan perkerasan jalan tersebut baik itu di jalan datar maupun ditanjakan menggunakan rumus AASHTO 1993. Dari hasil analisa nilai Modulus Resilien (MR) berdasarkan nilaiCBR, didapat nilai MR pada jalan datar sebesar 6447,34 psi, sedangkan nilai MR pada jalan tanjakan sebesar 4144,27 psi.Hasil yang didapat dari perhitungan pada kedua kondisi tersebut memberikan nilai ketebalan lapisan yang berbeda. Untuk perkerasan di jalan datar didapat tebal ATB = 11 cm, Base A = 14 cm, dan Base B = 40 cm, sedangkan untuk perkerasan ditanjakan didapat tebal ATB = 12 cm, Base A = 13 cm, Base B = 60 cm. Selain itu dihitung juga nilai Modulus Elastis (E) tanah dasar dari kedua kondisi jalan, yaitu jalan datar didapat nilai E = 68,711 psi dan nilai E di jalan tanjakan E = 62,586 psi. Dari hasil analisa tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan Metode AASHTO’ 1993 ketebalan perkerasan pada jalan datar dan jalan tanjakan menghasilkan perbedaan nilai ketebalan perkerasan yang signifikan. Oleh karena itu, diharapkan agar perencana lebih teliti lagi apabila merencanakan suatu perencanaan jalan sehingga perkerasan tersebut tidak cepat rusak. disamping itu juga disarankan agar Bina Marga mempunyai metode khusus untuk merencanakan tebal perkerasan jalan di tanjakan.Kata kunci: Metode AASHTO 1993, perkerasan jalan di tanjakan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7