cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
almufi.seduj@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapt. Piere Tendean No.109, Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93563
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Sulawesi Tenggara Educational Journal
ISSN : 28077458     EISSN : 28077474     DOI : DOI: https://doi.org/10.54297
Sultra Educational Journal (Seduj) adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara. Seduj terbit tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Seduj menjadi sarana publikasi bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang ilmu pendidikan dalam menerbitkan artikel hasil penelitian maupun artikel telaah konseptual. Ruang lingkup kajian Seduj mencakup: Metode belajar dan Pembelajaran, Guru dan Siswa, Teknologi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 3: Desember (2022)" : 9 Documents clear
Kreativitas Guru Akidah Akhlak dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X MA Ma’arif Rembang Asmuni Zain
Sultra Educational Journal Vol 2 No 3: Desember (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v2i3.380

Abstract

Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara satu individu dengan individu yang lainnya dan antara individu dengan lingkungannya. Semua orang meyakini bahwa guru memiliki andil yang cukup besar terhadap keberhasilan pembelajaran disekolah. Kreativitas guru diharapkan akan meningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak di MA Ma’arif Rembang. Untuk mencapai tujuan diatas, digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, yaitu peneliti berangkat ke lapangan untuk mengadakan pengamatan secara intensif, terperinci, dan mendalam pada kasus yang terjadi, yaitu mendeskripsikan dan menginterprestasikan data-data yang ada untuk menggambarkan realitas sesuai dengan fenomena yang sebenarnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kreativitas guru pendidikan agama islam dalam pembelajaran akidah akhlak di MA Ma’arif Rembang yaitu, membuat siswa suka pelajaran akidah akhlak, menggunakan media pembelajaran yang menarik, memberikan ice breaking sebelum memulai pembelajaran, melakukan pembelajaran diluar kelas, dan memberi teladan yang baik.
Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Geografi di MAN I Koto Baru Silviya Chaniago; Dewi Fitri Yeni; Merika Setiawati
Sultra Educational Journal Vol 2 No 3: Desember (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v2i3.400

Abstract

Judul penelitian ini yaitu “Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Geografi di MAN I Koto Baru”. Yang mana tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil dari Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Geografi Di MAN I Koto Baru. Subjek dalam penelitian ini seorang guru mata pelajaran geografi. Data yang didapatkan peneliti menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan guru mata pelajaran geografi, yang dianalisis dengan beberapa pertanyaan. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan kurikulum merdeka belajar pada kelas X di sekolah MAN I Koto Baru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kurikulum merdeka belajar ini belum terlihat dikarenakan kurikulum merdeka belajar masih masih tahap awal yang dijalankan belum sampai satu semester, jadi masih dalam proses penyesuian, jika dalam segi praktek kurikulum merdeka belajar ini sangat cocok digunakan dalam pembelajaran hal ini dapat kita lihat dari programnya seperti ekstrakulikuler, intrakulikuler dan projek penguantan profil pelajar pancasila. Faktor yang menghambat penerapan kurikulum merdeka belajar yaitu kekurangan fasilitas pembelajaran dan kualitas guru untuk menerapkan kurikulum merdeka belajar masih rendah hal ini dikarenakan perubahan kurikulum begitu cepat. untuk mengetahui kekurangan kurikulum merdeka belajar, belum terlihat kekurangannya hal ini dikarenakan setiap kurikulum sudah dirancang dengan sebaik mungkin dengan tujuan memperbaiki proses pembelajaran, tetapi tergantung kesiapan pihak sekolah yang menerapkannya. Kelebihan kurikulum merdeka belajar yaitu guru bebas mendesain pembelajaran, waktu belajar yang fleksibel dan mendidik siswa agar mempunyai kepribadian yang mandiri.
Internalisasi Shalat melalui Bacaan Manuskrip Fathul Qorib (Kitab Fikih Madzhab Syafi’i) : Kajian Filologi Inggrid Amanda Muharramah; Ernida Hamid
Sultra Educational Journal Vol 2 No 3: Desember (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v2i3.393

Abstract

Pada penerapan shalat, diperlukan internalisasi ataupun penghayatan mengenai seperti apa ibadah itu dilakukan, apa yang wajib dicermati, serta apa yang menimbulkan shalat jadi tidak sah. Bila tidak mengenali perihal itu, berdampak shalat jadi salah, sia- sia, serta akhirnya meninggalkan shalat. Sehingga, untuk mengatasi perihal itu, melewati membaca Fathul Qorib jadi kedudukan penting akan internalisasi fikih shalat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi fikih shalat melalui bacaan manuskrip Fathul Qorib yang merupakan kitab fikih madzhab Syafi’i. Untuk mencapai tujuan di atas, maka penelitian ini menggunakan metode filologi, karena penelitian ini merupakan kajian filologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa internalisasi shalat dapat terlaksana dengan baik melalui bacaan manuskrip Fathul Qorib (Kitab Fikih Madzhab Syafi’i).
Perbandingan antara Hasil Evaluasi Quizizz dan Non Quizizz pada Siswa Kelas III di SDS Kingdom Academy Serlince Lintjewas
Sultra Educational Journal Vol 2 No 3: Desember (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v2i3.415

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan hasil evaluasi peserta didik yang menggunakan Quizizz sebagai alat penilaian dan hasil evaluasi peserta didik yang menggunakan alat penilaian non Quizizz dalam hal ini alat penilaian konvensional berupa lembar tes. Metode penelitian yang digunakan berupa Quasi Eksperimen Desain berupa post-test only kontrol design yang terdiri dari dua variabel, satu variabel bebas (alat evaluasi Quizizz) dan satu variabel terikat (hasil evaluasi). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas III yang terdiri dari kelas III A 19 siswa, dan III B 19 siswa. Teknik analisis data menggunakan uji Mann-Whihney - U dengan bantuan program IBM SPSS Statistic 24. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil evaluasi pada peserta didik yang menggunakan Quizizz sebagai alat penilaian dan hasil evaluasi pada peserta didik yang tidak menggunakan Quizizz sebagai alat penilaian.
Model Pembelajaran pada Mata Kuliah Koreografi di Prodi Pendidikan Tari Universitas Lampung Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari; Afrizal Yudha Setiawan; Dwitya Juwita
Sultra Educational Journal Vol 2 No 3: Desember (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v2i3.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan model pembelajaran pada mata kuliah koreografi di Prodi Tari Universitas Lampung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi motivasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Prodi Pendidikan Tari Universitas Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata kuliah yang berjenis koreografi terdiri dari mata kuliah Koreografi Tradisi, Komposisi Koreografi Pendidikan dan Koreografi non Tradisi. Pada mata kuliah Koreografi Tradisi menghasilkan produk karya seni berupa koreografi tunggal dan kelompok yang diwujudkan pada ruang konvensional (stage prosenium). Pada mata kuliah Komposisi Koreografi Pendidikan menghasilkan karya video tari yang mengedepankan proses kreatif alih wahana (ruang konvensional menuju ruang digital). Produk mata kuliah Koreografi Non Tradisi berupa karya seni yang diwujudkan melalui proses kreatif mahasiswa dalam ruang sosial. Ketiga mata kuliah tersebut merupakan pembelajaran berbasis proyek dengan kinerja kelompok. Komponen model pembelajaran koreografi dapat dilihat berdasarkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered approach), strategi pembelajaran yang diterapkan pada membentuk beberapa kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran (group learning), sementara metode pembelajaran yang digunakan terdiri dari ceramah, presentasi, diskusi, dan evaluasi langsung. Secara keseluruhan, model pembelajaran pada mata kuliah koregrafi yang digunakan adalah Project Based Learning, dengan dimulai dari fase menentukan gagasan konsep, merancang model koreografi, menyepakati jadwal, bimbingan kemajuan karya, pementasan ujian karya, hingga evaluasi karya.
Analisis Kemampuan Analitycal Thinking Siswa Kelas 5 pada Mata Pelajaran Metamatika di SD Negeri 1 Bukur Sanita Rienda Hayuning Pramiandari; Nourma Oktaviarini
Sultra Educational Journal Vol 2 No 3: Desember (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v2i3.418

Abstract

Siswa kelas 5 SD Negeri 01 Bukur mengalami permasalahan menyelesaikan soal matematika materi bangun ruang. Permasalahan timbul akibat kurangnya kemampuan analitis (Analytical thinking) dalam mengerjakan latihan soal. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Permasalahan yang ditemukan adalah kurangnya kemampuan siswa untuk meramalkan kesimpulan dari informasi yang sesuai. Data hasil penelitian menunjukkan: 1) memberikan alasan mengapa sebuah jawaban terhadap suatu masalah masuk akal dengan presentase 100%, 2) menganalisis pertanyaan dan memberikan contoh yang mendukung dengan presentase 85%, 3) menggunakan data yang mendukung untuk menjelaskan mengapa cara yang digunakan serta jawabannya benar dengan presentasse 100%, 4) membuat kesimpulan dan informasi yang sesuai dengan presentase 81%. 5) meramalkan kesimpulan dari informasi yang sesuai yaitu dengan presentase 74%. Kesimpulan penelitian ini adalah kesulitan yang memiliki tingkat prosentase paling tinggi yaitu pada indikator 1 memberikan alasan mengapa sebuah jawaban terhadap suatu masalah masuk akal dan indikator 3 menggunakan data yang mendukung untuk menjelaskan mengapa cara yang digunakan serta jawabannya adalah benar yaitu masing-masing mencapai presentase 100%.
Hasil Belajar Siswa ditinjau dari Penggunaan Model Problem Based Learning Vilkhiyam Vilkhiyam; Yuliana Yuliana; Ritayani Ritayani; Zulfani Sesmiarni; Herlina Rasyid
Sultra Educational Journal Vol 2 No 3: Desember (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v2i3.419

Abstract

Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA Negeri 1 Lembah Melintang, masalah yang ditemukan yaitu belum optimalnya hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang nilainya belum mencapai Kriteria Kelulusan Minimal (KKM) yaitu 75. Sekitar 50 % nilai pengetahuan siswa masih dibawah KKM dan untuk nilai keterampilan 56 % dibawah KKM dalam mata pelajaran PAI. Untuk mengatasi hal tersebut cara yang akan digunakan adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang menyenangkan melalui pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XII IPA 1 SMAN 1 Lembah Melintang setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi pernikahan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) proses pelaksanaan PTK mempunyai empat komponen pokok, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Lembah Melintang yang dilaksanakan pada 3 siklus. Metode pengumpulan data adalah observasi dan tes hasil belajar. Analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil analisis data yang diperoleh persentase hasil belajar siswa dalam pembelajaran PAI menggunakan media kahoot sebesar 44% untuk nilai pengetahuan dan 68% untuk nilai keterampilan pada siklus pertama. pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dalam pembelajaran PAI menyebabkan hasil belajar siswa meningkat pada siklus II sebesar 69% untuk nilai pengetahuan dan 83% untuk nilai keterampilan sedangkan 94% untuk nilai pengetahuan dan 100% untuk nilai keterampilan pada siklus III. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran PAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Teamwork Pelaksanaan Pendidikan Islam Suharjo Suharjo; Tabrani Tabrani; Ahmad Shabri; Maspan Maspan
Sultra Educational Journal Vol 2 No 3: Desember (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v2i3.421

Abstract

Kerja sama tim atau lebih dikenal dengan teamwork adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengontrolan anggota tim untuk bekerja sama, berkomunikasi secara efektif dan menginspirasi kepercayaan untuk menghasilkan tindakan kolektif yang terkoordinasi agar mencapai semua target secara efektif serta efisien. Di dalam lembaga pendidikan Islam teamwork menjadi sangat penting membangun efektivitas pendidikan Islam. Kerja sama dalam membangun visi dan misi yang sudah disepakati menjalin hubungan harmonis diantara anggota organisasi. Untuk itu teamwork di dalam lembaga pendidikan Islam sangat penting dan mempunyai kedudukan yang harus diperhatikan di dalam menjalankan sistem pendidikan Islam
Peningkatan Hasil Belajar Tajwid Peserta Didik melalui Media Audio Visual di SMA Yulisna Yulisna; Hendri Ikhwansyah; Nur Asnah; Istimiranti Istimiranti; Nursinpelna Nursinpelna; Aprisal Aprisal
Sultra Educational Journal Vol 2 No 3: Desember (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v2i3.422

Abstract

Pendidikan pada saat sekarang mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Sehingga ada sebutan abad 21 atau 4.0 serba teknologi. Begitu juga dengan kemampuan pendidik dituntut dalam pengembangan kompetensinya agar hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Hal ini tidak terlepas dari strategi atau metode yang digunakan agar peserta didik lebih merasa merdeka belajar. Begitu juga dengan tahfiz Quran sekarang sangat digaungkan sebagai pedoman hidup bagi manusia. Sehingga peserta didik selain hafal al-quran juga hendaknya mampu membaca sesuai tajwid dan mengetahui hukum bacaan yang dibacanya. untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka peneliti menggunakan pemanfaatan media audio visual dalam pembelajaran. Adapun tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tajwid peserta didik melalui media audio visual dan pemanfaatan media audio visual dalam pembelajaran. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian tindakan kelas. Sedangkan sumber data yang saya ambil adalah sumber data utama atau primer yaitu peserta didik kelas XI IPS4 SMAN 1 Sungai Aur Pasaman Barat terdiri dari 4 laki laki 8 perempuan.. Sedangkan untuk data pelengkap atau skunder saya ambil dari guru sebagai observer ketika proses pembelajaran berlangsung selama 3 siklus yaitu siklus 1, siklus 2 dan siklus 3. Dalam penelitian ini terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan tes tertulis. Dari hasil yang peneliti peroleh hasil belajar tajwid peserta didik mengalami peningkatan dengan menggunakan media audio visual. Ini dibuktikan dengan persentase hasil belajar pada tahap 1 59 %, tahap 2 66% dan tahap 3 100%. Dari hasil inilah peneliti berasumsi bahwa hasil belajar mengalami peningkatan. Karena semua peserta didik sudah melebihi batas KKM yang ditentukan sekolah yaitu 70.

Page 1 of 1 | Total Record : 9