cover
Contact Name
Ethyca Sari
Contact Email
lppmwb@gmail.com
Phone
+6281216086017
Journal Mail Official
lppmwb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimanuk No 20 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Prodi D3 Keperawatan
ISSN : 23391758     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Journal of Nursing D3 nursing is a journal published by STIKES william which has the aim of being able to publish the work of D3 nursing students and lecturers in the study program and can also be designated for students from other institutions and increase student interest in conducting research.
Articles 73 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MEMBACA MAHASISWA TINGKAT 3 AKPER WILLIAM BOOTH SURABAYA Aristina Halawa
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.215 KB)

Abstract

Minat membaca adalah kekuatan yang mendorong untuk memperhatikan, merasa tertarik dan senang terhadap aktivitas membaca sehingga mereka mau melakukan aktivitas membaca dengan kemauan sendiri. Di AkpernWilliam Booth mahasiswa yang mempunyai minat membaca sangatlah rendah. Faktor yang mempengaruhi antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini dilakukan di Akper William Booth Surabaya untuk mengetahui faktor apa yang paling mempengaruhi minat membaca mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi diambil dari seluruh mahasiswa tingkat 3 Akper William Booth Surabaya. Jumlah Sampel 58 responden. Metode sampling yang digunakan yaitu simple random sampling, Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa baik faktor internal maupun faktor eksternal dapat mempengaruhi minat membaca mahasiswa tingkat 3 Akper William Booth Surabaya dan faktor yang paling dominan mempengaruhi minat membaca mahasiswa yaitu faktor psikologis. Untuk mempertahankan minat membaca maka faktor-faktor yang mempengaruhi seharusnya dapat ditingkatkan dengan cara memotivasi mahasiswa agar memiliki minat membaca yang tinggi.
GAMBARAN PARTISIPASI IBU YANG MEMPUNYAI BALITA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU DI RT 0 3 / RW XII PONDOK WAGE INDAH II SIDOARJO Ni Putu Widari
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.475 KB)

Abstract

Community participation was actively participate in the process or workflow steps and monitoring programs ranging from the promotion phase, planning, implementation, and preservation activities by donating energy, thought, or in the form of material. There are several factors that affect the mother's participation in the following activities, namely Posyandu: education, age, occupation, and the order of the child in the family. The purpose of this study was to determine the level of activity in the capital following the activities of Posyandu in RT 03 / RW XII Wage Pondok Indah II Sidoarjo. This study uses a descriptive design. The method used is total sampling. Collecting data using questionnaires. The collected data was then tabulated manually. Based on the results of the study, the data obtained in the active respondents who participated in the Posyandu were 12 respondents (40%), and were not active as much as 18 respondents (60%), from these data it can be concluded that participation in the following activities have toddlers Posyandu is not active . Therefore these results are an input to the Posyandu to provide information that promotes participation Posyandu mother to visit.
Keterkaitan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Hamil Terhadap Pelaksanaan Senam Hamil Moh Alimansur; Putri Rohmawati
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.868 KB)

Abstract

Pregnant woman will have the real change of the body that is fit to foetus growth and it will have various sight. Pregnancy gymnastic will be obstained a hale and healthy body and also it can prevent the launch maternal lessening the risk of child birth (85%) maternal pervaginam without complication and yield (98%) birth live the baby with apgar normal.The research design used in this research is approach of cross sectional. The population in this research is pregnant mother in Puskesmas Sukorame, Bujel Kediri. There are 36 people. By using simple random sampling. It is obstained 33 sample of pregnant mother. The obstained variable is analyzed by using data analysis of Kendall Tau. The result of this research shows the knowledge of pregnant mother about pregnancy gymnastic is good enough (52%) the attitude of pregnant mother to pregnancy gymnastic by enough support is 68 %. Based on the statistic test of Kendall Tau is obstained the significant amount P = 0,039 and the correlation coeffisient = 0,407.From the analyzed result known that there is relationship between the knowledge with the attitude of pregnant mother to pregnancy gymnastic. That’s why it is hoped the paramedic to give counseling and also hold the practice of pregnancy gymnastic so it can improve the knowledge of pregnant mother.
STUDI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI LANSIA DI RW 06 KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO SURABAYA Erika Untari Dewi
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.164 KB)

Abstract

Gizi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan aktivitasnya yakni menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan. Lansia sangat memerlukan zat-zat gizi yang seimbang untuk membantu dalam proses beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang dialaminya serta menjaga kelangsungan pergantian sel-sel tubuh. Fenomena yang ada di RW 06 kelurahan Darmo kecamatan Wonokromo menunjukan masih terdapat lansia yang mengalami masalah gizi. Hal ini dapat dilihat pada lansia yang terlihat kurus, lemah, wajah tampak pucat, mudah terserang penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status gizi lansia di RW 06 kelurahan Darmo kecamatan Wonokromo dan menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi yang di ambil adalah 35 lansia di RW 06 kelurahan Darmo kecamatan Wonokromo yang memenuhi kriteria inklusi.pengambilan sampel menggunakan Random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 32 lansia. Data dikumpul dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian yang diperoleh dari 32 responden yaitu lansia dengan status gizi normal yaitu 25 %, lansia dengan status gizi kurang 44 %, lansia yang kurus 31 % ,lansia dengan over weight yaitu 0 % dan lansia yang obesitas 0 %. Diharapkan bagi petugas RW 06 kelurahan Darmo kecamatan Wonokromo agar memantau status gizi lansia secara berkala melalui pengukuran IMT dan bagi lansia yang mengalami kurang gizi perlu dimotivasi lagi agar mau makan walaupun nafsu makannya berkurang, sedangkan lansia yang gizinya normal perlu dimotivasi agar lebih memperhatikan dan mempertahankan status gizinya.
STUDI TENTANG FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA BALITA DI DESA PENGALANGAN RW 03 MENGANTI GRESIK Lina Mahayaty
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.597 KB)

Abstract

Tumbuh dan kembang merupakan hal utama, hakiki dan khas pada anak yang sifatnya berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang meliputi faktor lingkungan pengasuhan, faktor stimulasi dan faktor gizi. Dari berbagai faktor tersebut salah satu faktor yang lebih mempengaruhi dalam proses pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor lingkungan pengasuhan. Apabila lingkungan pengasuhan orang tua yang baik maka pertumbuhan dan perkembangan balita menjadi baik, sedangkan apabila lingkungan pengasuhan orang tua yang kurang baik, maka petumbuhan dan perkembangan balita juga menjadi kurang baik. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh penulis di Desa Pengalangan RW 03 Menganti Gresik ditemukan banyak balita yang mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian “Deskriptif”. Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengidentifikasi faktor lingkungan pengasuhan, faktor stimulasi dan faktor gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Populasi sebanyak 28 orang, sampel yang diambil adalah ibu yang balitanya mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan sebanyak 28 orang. Metode sampling yang digunakan adalah “Total sampling”. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan melakukan pemeriksaan SDIDTK. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa faktor mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yaitu lingkungan pengasuhan sebanyak 25 responden (89,3%), stimulasi sebanyak 23 responden (82,1%), dan gizi sebanyak 22 responden (78,6%). Dalam hal ini bahwa faktor – faktor tersebut mempengaruhi dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada balita, sehingga apabila pemantauan yang diberikan orang tua kurang optimal dapat mengakibatkan gangguan keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan pada balita.
GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA ANAK USIA 6-12 BULAN DI POSYANDU WIJAYA KUSUMA IV GRIYA BHAYANGKARA PERMAI SIDOARJO Pandeirot M Nancye; Yanis Endah
Jurnal Keperawatan Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.644 KB)

Abstract

Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam mengasuh anak, diharapkan ibu memperhatikan dan memberikan susu formula yang benar pada anak usia 6 – 12 bulan di Posyandu Wijaya Kusuma IV di Griya Bhayangkara Permai Sidoarjo sehingga tidak ada kesalahan yang berakibat fatal pada anak. Dari hasil pengamatan banyak para ibu memberikan susu formula kurang memperhatikan kebersihan, cara penyeterilan dan cara mambuat susu formula. Sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku ibu dalam pemberian susu formula pada anak usia 6 – 12 bulan. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai anak usia 6-12 bulan di Posyandu Wijaya Kusuma IV Sidoarjo sejumlah 25 orang. Sampling penelitian ini adalah consecutive sampling dan sample yang digunakan 22 orang. Hasil penelitian ini didapatkan perilaku ibu yang salah yaitu 14 orang (64 %) dan perilaku ibu yang benar yaitu 8 orang (36 %). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perilaku ibu dalam pemberian susu formula pada anak usia 6–12 bulan di posyandu Wijaya Kusuma IV di Griya Bhayangkara Permai Sidoarjo didapatkan berperilaku salah. Hal ini kecenderungan ibu kurang menganggap penting cara pemberian susu formula pada anak, sehingga ibu bukan mencari info tentang kesehatan anak tetapi lebih suka menonton sinetron
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG KOMPLIKASI HIPERTENSI DI RW 5 KAMPUNG MALANG SURABAYA Arinda Amba Rukmie; Hendro Djoko Tjahjono
Jurnal Keperawatan Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.85 KB)

Abstract

Hipertensi adalah keadaan meningginya tekanan darah yang abnormal dan biasanya meliputi tekanan darah sistolik dan diastolik. Komplikasi hipertensi adalah penyakit yang baru timbul disaat penyakit tekanan darah tinggi belum sembuh. Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya komplikasi hipertensi pada lansia adalah pengetahuan. Pada penderita dengan hipertensi pengetahuan sangat penting untuk menambah wawasan tentang komplikasi penyakit hipertensi. Mengingat hipertensi yang diderita selama bertahun – tahun dapat menyebabkan masalah. Tetapi kenyataannya banyak lansia yang tidak tahu tentang hal tersebut. Oleh karena itu tujuan penulis mengadakan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan lansia tentang komplikasi hipertensi di RW 5 Kampung Malang Surabaya. Desain penelitian menggunakan deskriptif, populasi dalam penelitian sebanyak 40 lansia, sampel yang diambil menggunakan total sampling sebanyak 40 lansia. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, data yang terkumpul disajikan dengan menggunakan tabel distribusi frekwensi. Hasil penelitian didapatkan responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 7 orang (17.5%), pengetahuan cukup sebanyak 9 orang (22,5%), pengetahuan kurang sebanyak 24 orang (60%). Pengetahuan sangat berperan bagi lansia hipertensi dalam mencegah terjadinya komplikasi yang lebih lanjut dan peningkatan pengetahuan dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan baik secara formal maupun non formal seperti penyuluhan kesehatan.
HUBUNGAN KELENGKAPAN IMUNISASI PADA BAYI DENGAN STATUS KESEHATAN PADA BAYI USIA 9 BULAN DI BKIA RS. WILLIAM BOOTH SURABAYA Eny Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.187 KB)

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Kelengkapan imunisasi dasar sangat penting bagi bayi untuk mencegah kematian dan kecacatan karena imunisasi merupakan salah satu pencegahan penyakit infeksi, dengan memberikan imunisasi yang lengkap yaitu : BCG 1x, DPT 1x, HB 3x, Polio 4x, dan campak 1x. Batasan usia dalam kelengkapan imunisasi dasar adalah usia 9 bulan. Dalam penelitian ini digunakan metode analitik dengan menggunakan purpose sampling dan pengumpulan data berupa data sekunder, di dapatkan dari rekam medik/ buku register, KMS atau buku KIA ibu yang mempunyai bayi usia 9 bulan.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 30 bayi usia 0-9 bulan lebih banyak yang diimunisasi lengkap yaitu sejumlah 18 bayi (60%). Sedangkan bayi yang di imunisasi tidak lengkap sebanyak 12 bayi (40%). Bayi yang mendapat imunisasi lengkap dengan status kesehatan baik sebanyak 13 bayi(43,3%), Sedangkan bayi yang mendapat imunisasi tidak lengkap dengan status kesehatan baik hanya 4 bayi(13,3%). Namun ada juga dengan imunisasi lengkap, status kesehatannya kurang baik adalah 5 bayi (16,7%) dan imunisasi tidak lengkap dengan status kesehatan bayi kurang baik sebanyak 8 bayi(26,7%). Dan dari hasil chi square didapatkan ada hubungan antara kelengkapan imunisasi dengan status kesehatan bayi usia 0-9 bulan. Oleh sebab itu status kesehatan bayi tidak dinilai dari kelengkapan imunisasinya, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor keturunan, lingkungan, perilaku dan pelayanan kesehatan.
STUDI TINGKAT PENGETAHUAN KADER TENTANG ‘SISTEM LIMA MEJA’ DI POSYANDU MORO KREMBANGAN TAMBAK ASRI SURABAYA Ni Putu Widari
Jurnal Keperawatan Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.444 KB)

Abstract

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu. Tingkat pengetahuan di bagi dalam tiga tingkatan yaitu tingkat pengetahuan baik, cukup, kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran tingkat pengetahuan kader terhadap pelayanan kesehatan di posyandu wilayah kerja puskesmas Moro Krembangan Tambak Asri Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan kriteria Semua kader di posyandu yang berada di wilayah kerja puskesmas Moro Krembangan Tambak Asri Surabaya dan mau menjadi responden dengan jumlah populasi 20 orang dan sampel 20 orang dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data dari responden menggunakan kuesoner. Data yang terkumpul kemudian ditabulasikan secara manual. Berdasarkan hasil penelitian menujukan bahwa Tingkat pengetahuan kader di wilayah kerja puskesmas Moro Krembangan tergolong yaitu baik 5 responden (25%), cukup yaitu sebanyak 16 responden (65%), kurang 2 responden (10%). Di antara pengetahuan tersebut yang paling dominan adalah tingkat pengetahuan cukup 16 responden (65%). Maka dapat disimpulkan bahwa usia boleh matang tetapi pendidikan rendah akan mempengaruhi pengetahuan seseorang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI IBU DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI RT 09 dan RT 10 KELURAHAN SAWUNGGALING SURABAYA Pandeirot M Nancye; Wilujeng .; E D
Jurnal Keperawatan Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.285 KB)

Abstract

Imunisasi adalah memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Faktor-faktor yang memengaruhi ibu dalam memberikan imunisasi dasar yaitu faktor pengetahuan, ketersediaan sarana pelayanan kesehatan, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga. Tujun penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada bayi di RT 09 dan 10 Kelurahan Sawunggaling Surabaya. Desain penelitian ini korelasi dengan menggunakan cross sectional. Populasi sebanyak 26 responden yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 6-18 bulan, jumlah sampel yang diambil adalah 24 responden menggunakan probability sampling yaitu simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, kemudian diuji menggunakan frekuensi untuk univariat, bivariate menggunakan statistic non parametic yaitu uji spearmen dengan α<0,05. Hasil penelitian menunjukan dari 24 responden terdapat 16 responden (67%) yang memberikan imunisasi, yang tidak memberikan imunisasi 8 responden (33%). Faktor yang tidak memengaruhi ibu dalam memberikan imunisasi yaitu faktor pengetahuan ibu (p=0,698), ketersediaan sarana pelayanan kesehatan (p=1,000), dukungan petugas kesehatan (p=0,090). Sedangkan faktor dukungan keluarga memengaruhi ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada bayi (p=0,000). Pengaruh keluarga terhadap pembentukan sikap sangat besar karena keluarga merupakan orang paling dekat dengan anggota keluarga yang lain.