Articles
73 Documents
GAMBARAN PENANGANAN MANDIRI IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM PADA TRIMESTER I DI BKIA RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH SURABAYA
Eny Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.328 KB)
Mual dan muntah merupakan salah satu gejala paling awal, paling umum dan paling utama sebagai menyebab stress yang dikaitkan dengan kehamilan. Sebagian wanita hamil akan berupaya untuk mengatasi sendiri gejala mual dan muntah yang mereka rasakan. Kebiasaan wanita hamil yang mengatasi sendiri masalah mual dan muntah itu, terkadang disadari atau tidak, dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Pada kenyataannya, wanita hamil akan mencoba mengkonsumsi segala sesuatu, yang diharapkan dapat mengurangi mual dan muntahnya. Pada keadaan seperti ini, nutrisi yang baik hampir tidak relevan terhadap penanganan mual dan muntah. Berdasarkan masalah tersebut, peneliti mengadakan penelitian tentang “gambaran penanganan mandiri ibu hamil dengan emesis gravidarum pada trimester I di BKIA Rumah Sakit William Booth Surabaya” dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran penanganan mandiri ibu hamil dengan emesis gravidarum pada trimester I, apakah ibu melakukan penanganan mandiri dengan baik atau tidak. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain deskriptif, dengan variabel tunggal dan pada penelitian ini populasinya adalah semua ibu hamil yang berkunjung ke BKIA Rumah Sakit William Booth Surabaya dengan sampel 67 responden dan teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling. Data yang terkumpul diolah dari hasil pengisian lembar kuisioner dengan cara deskriptif menggunakan tabel distributif yang dikonfirmasikan dalam bentuk prosentase, kemudian dinarasikan. Hasil penelitian didapatkan data tentang gambaran penanganan mandiri ibu hamil dengan emesis gravidarum pada trimester I yaitu responden yang melakukan penanganan baik 8 orang (12%), cukup baik 40 orang (60%), kurang baik 19 orang (23%) dan penanganan tidak baik tidak ada (0%).Oleh karena itu diharapkan petugas kesehatan khususnya di BKIA dapat meningkatkan kualitas pelayanan dengan memberikan kesehatan bagi setiap ibu hamil yang berkunjung di BKIA, agar ibu yang belum dapat melakukan penanganan mandiri dengan baik atau masih kurang dapat melakukannya dengan baik.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DM TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DM DI CLUB DIABETES MELITUS
Aristina Halawa;
Pandeirot M Nancye
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1164.655 KB)
Kepatuhan diet DM merupakan cara pengobatan yang perlu diperhatikan oleh penderita DM karena hal tersebut membantu menstabilkan gula darah. Seorang penderita DM dikatakan patuh bila seseorang tersebut melaksanakan apa yang seharusnya dia lakukan dalam hal ini misalnya menjalankan diet DM. Banyak penderita DM yang harus dirawat di rumah sakit karena kadar gula dalam darahnya tidak stabil karena meningkat (hiperglikemi) atau (hipoglikemi) karena pola makan yang tidak baik atau dengan kata lain karena tidak patuh terhadap diet yang seharusnya dijalankan. Menurut mereka (penderita DM) bahwa pemberian pendidikan kesehatan baik melalui penyuluhan atau secara langsung diinformasikan sudah diberikan oleh petugas kesehatan, tetapi karena begitu banyak makanan yang dihindari dan diukur yang merupakan pantangan dari pasien DM sehingga pasien lupa, setiap kali makan harus diatur jam makan, jenis makanan dan jumlah makanan yang dimakan. Oleh karena itu pemberian pendidikan kesehatan ini harus terus diberikan agar penderita DM tetap diingatkan sehingga mereka patuh pada diet DM mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian one-group pre-post test design yang tujuannya untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan diit pada penderita DM di Club DM RS. William Booth Surabaya. Populasi yang diambil adalah penderita Diabetes Melitus yang tergabung dalam Club DM RS William Booth Surabaya dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu simple random sampling. Alat ukur yang digunakan pada saat pengumpulan data adalah dengan menggunakan lembar kuisoner. Analisa data yang digunakan adalah dengan uji Mc Nemar. Hasil penelitian menunjukkan sebelum pemberian pendidikan kesehatan 12 responden patuh dan 16 responden tidak patuh, sedangkan setelah pemberian pendidikan kesehatan 28 responden patuh, dan hasil uji statistic Mc Nemar didapatkan P: 0,00. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pendidikan kesehatan kepada masyarakat dapat menambah pengetahuan mereka, lalu mulai merubah perilakunya dari yang tidak sehat menjadi perilaku yang sesuai dengan kesehatan seperti patuh pada Diet DM.
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA KUSTA
Lutfi Wahyuni
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (160.759 KB)
Social interaction is the key of all social life, therefore it is not possible to the needs of social could have been met without any social interaction. If the social disorder, an individual would feel the decline in the quality of life to himself. Good quality of life become more important for patients with kusta, given the difficulty of achieving health and treatments can take a long time. This research aims to understand the relation between social interaction with the quality of life of patients with kusta. A design research that is used correlational analytic. Approach used was cross sectional. The population research that was all of the adult patients with kusta in the work area Rs Kusta Sumber GlagahMojokerto Regency. The samples used in research that is saturated samples with 27 of respondents. The collection of data using a questionnaire and processed in editing, coding, scoring, and then tabulating, after that will be presented in table form a frequency distribution. The results of research shows that most respondents have interaction less than good and low quality of life as many as 12 respondents ( 75,0 % ), this show that there is the relationship between social interaction and quality of life of patients with kusta. Social interaction less good can be due to environmental factors for fear that keeps patients infected with kusta.
RELATIONSHIP BETWEEN SELF ADJUSTMENT WITH QUALITY OF LIFE OFELDERLY PENSIONERSIN BARON VILLAGE MAGETAN
Duwi Basuki;
Ita Wahyuni
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.958 KB)
Retirement is one form of psychosocial changes of elderly could be a stressor if elderly was not ready for it and it’s also rising difficulties in adjusting to post retirement. Difficulties can cause tension or stress that reduced quality of life. This study aimed to know relationship between self adjustment with quality of life of elderly pensioners in Baron Village Magetan. Research design was analytic correlational with cross sectional approach. Population was all retirees as many as 48 people and taken all as samples by total sampling. The results showed majority have ineffective self adjustment as many as 30 respondents (62,5%), mostly have low quality of their life as many as 25 respondents (52,1%), and cross tabulation showed there was relationship between self adjustment with quality of life of elderly pensioners in Baron Village Magetan. Respondents who were not effective in adjusting to post retirement because they felt elimination on their professional identity, reduced self esteem and inability to get various needs of life that were previously easy to obtain. It lead to lower life satisfaction that represented lower quality of life. Elderly should learn various effective adjustment mechanism in order to live better retirement and improve quality of life.
GAMBARAN HARGA DIRI REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN PUTRA
Alberto .;
Ethyca Sari
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ciri-ciri seseorang yang mempunyai harga diri rendah yaitu mengkritik diri sendiri atau orang lain, perasaan tidak mampu, rasa bersalah, sikap negatife pada diri sendiri, sikap pesimis pada kehidupan, perasaan cemas dan takut, mengungkapkan kegagalan pribadi, ketidak mamapuan menentukan tujuan.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran harga diri pada remaja yang tinggal di panti asuhan Putra Immanuel Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, populasi remaja yang tinggal di panti asuhan sebanyak 20 responden dan menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data yang diperoleh kemudian dihitung dengan tabel distibusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan dari 20 responden diperoleh remaja yang mengalami harga diri positif 15 responden (75%) dan 5 responden (25%) yang mengalami harga diri negatif. Remaja yang tinggal di panti asuhan memiliki harga diri positif. Dengan demikian remaja yang tinggal di panti asuhan tetap mempunyai harga diri yang positif.
PENGARUH PEMBERIAN GEL ALOE VERA TERHADAP SKALA PLEBITIS PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSU DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO KOTA MOJOKERTO
Binarti Dwi W
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.739 KB)
Plebitis if left untreated, can cause the thrombus and emboli that may cause permanent damage to the vein and can cause infection. The goal of research to know how the granting of the gel of Aloe vera against the scale plebitis. Design research is indicated with pre type architecture one group pre and post test design. The granting of study variable gel aloe vera as the independent variable and the dependent variable as a phlebitis scale. The population of the study i.e. the whole plebitis sufferers in the Wahidin Sudiro Husodo Hospital in Mojokerto on 05-06 September 2015. Samples taken with the technique of sampling as much as concecutive 19 respondents. The data collected with phlebitis scale observation sheet and tested with the Wilcoxon test. The results showed there is a change on the scale of phlebitis experienced by respondents are experiencing change, from respondents who were previously not found that there were no symptoms of phlebitis after granting gel aloevera 7 respondents that there are no symptoms, the Wilcoxon test results indicate data that ρ = 0.001<α = 0.05 so that ρ H0 is rejected and H1 are received so that the influence of the giving of the Aloe vera gel against phlebitis scale. Any change that occurs in patients who have experienced phlebitis pointed out that granting therapy gel aloe vera can indicate the results of the changes that are quite effective. Expected health care personnel can apply nonfarmakologis therapy such as aloe vera gel so that the services provided can be more berkualtias as well as the handling is done with more precise.
HUBUNGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD Prof.Dr.SOEKANDAR MOJOKERTO
Heri Triwibowo;
Heni Frilasari;
Indah Rachma Dewi
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.435 KB)
Hypertension patient compliance still pretty low. Improved compliance can reduce cardiovascular disease mortality caused one method that can be used to improve compliance with measuring blood pressure is. This study aimed to analyze the existence of hypertension diet compliance relationship with blood pressure in patients hipertensi.metode this study is cross-sectional design. Sampling technique in this research is the consecutive sampling samples are partly taken from the whole object under study and are considered representative of the population. Based on the test results using a chi-square statistic. Based on the tabulated results can be expressed ho rejected because the results of the calculation of significance (α) = 0.000. Assuming if ρ <0.05 then ho is rejected so therecorrelation compliancewith blood pressure diet hypertension hypertension in patients at poly space medicine hospital prof. Dr. Soekandar mojokerto. Compliance diet hypertension hypertension patients are mostly (compliance). It is influenced by personal characteristics, experience and enough knowledge about things to do to maintaintheir health.
PENGARUH STIMULASI AUDITORIK TERAPI MUSIK TERHADAP NILAI GLASGOW COMA SCALE (GCS) PADA PASIEN CEDERA OTAK SEDANG
Enny Virda Yuniarti;
Endah Dwi Astutik
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.282 KB)
Brain injury is non-degenerative and non-cogenital abnormality of brain which is caused by the external mechanic trauma, so it can cause the cognitive unapropriate, physical and psychosocial function which can be temporary or permanent, realated to some levels of consciousness. The quantitive evaluation of consciousness by looking the Glasgow Coma Scale (GCS) is between 9 and 12. One of the auditory stimulations is by musical theraphy. Music can be functioned as the tool of health theraphy. Music has the electrical wave on the brain can be fasten or not, and at the same time, the body system activity will face changes. The research was done in the room of Kahuripan Prof.Dr.Soekandar Hospital with the population of 25 patients with medium brain injury which contains with GCS 9-12. Thus the sample with the correct criterion can be reached, that are 18 patients. The musical theraphy was given in three days, and then the data using non-probability sampling technique accidental sampling. Music therapy for 3 days and then do the tabulation of data was tested by using modus analysis. The value of Glasgow Coma Scale before the treatment of musical theraphy in the room of Kahuripan Prof.Dr.Soekandar Hospital was more than a half of the respondents (77,8%) with 10-11. The GCS value after the treatment, there were 12 respondents (66,7%) who have the rise of GCS value from 10 to 12. There was an influence of musical theraphy to the GCS value of the patients with medium brain injury in Kahuripan Room Prof.Dr. Soekandar Hospital, which was proved by the modus value before the treatmentwhich was only GCS 10, and after the treatment it became GCS 12.
EFEKTIFITAS METODE SCL (COLLABORATIVE LEARNING) MODEL JIGSAW PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN TK.II DI STIKES WILLIAM BOOTH SURABAYA
Hendro Djoko Tjahjono
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.163 KB)
Proses belajar mengajar merupakan suatu aktifitas yang dilakukan secara bersama oleh dosen dan mahasiswa. Strategi dan metode pengajaran yang digunakan sangatlah bervariasi dan beragam jumlahnya. Adanya pergeseran dan perubahan paradigma pengajaran dari Teacher Centered Learning (TCL) menjadi Student Centered Learning (SCL) sangat memberi arti bagi dunia pendidikan. Salahsatu metode yang dapat digunakan dalam SCL adalah collaborative learning model jig-saw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode SCL pada mahasiswa S1 Keperawatan Tk.II di Stikes William Booth Surabaya. Design yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan one group pre-post test design. Sampel penelitian sebanyak 26 orang dengan tehnik sampling purposive sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner evaluasi pembelajaran yang berisi sejumlah pertanyaan sesuai topik materi. Hasil penelitian menunjukkan nilai evaluasi sebelum diterapkan model jig-saw sebagian besar mahasiswa memperoleh nilai D sebanyak 9 orang (35%), sedangkan sesudah menggunakan model jig-saw sebagian besar nilainya adalah A yaitu 17 orang (65%). Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan p=0,00 dimana metode collaborative model jig-saw ini efektif dalam meningkatkan evaluasi belajar mahasiswa. Oleh karena itu, dipandang perlu untuk menindaklanjuti pengembangan strategi belajar yang berorientasi pada mahasiswa ini pada semua program studi dan mata kuliah yang ada di Stikes William Booth Surabaya.
PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITAHIPERTENSI DI RT 7 RW 5 KELURAHAN WONOTETO KECAMATAN WONOKROMO SURABAYA
Erika Untari Dewi
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.818 KB)
Hipertensi merupakan masalah yang besar dan serius dan cendrung meningkat di masa yang akan datang karena tingkat keganasanya yang tinggi berupa kecacatan permanen dan kematian mendadak..Salah satu terapi hipertensi dengan rendam kaki air hangat.Rendam kaki air hangat akan merangsang baroreseptor yang merupakan reflex paling utama dalam menentukan kontrol regulasi pada denyut jantung dan tekanan darah.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air hangat terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 7 RW 5 Kelurahan Wonoteto Kecamatan Wonokromo Surabaya. Penelitian ini menggunakan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 17 responden dan jumlah sampel 16 responden dengan menggunakan teknik Probablity sampling yaitu simple random sampling.Pengumpulan data menggunakan observasi tekanan darah menurut JNC 7, 2003 baik sebelum maupun setelah tindakan kemudian di uji statistic menggunakan uji wilcoxon. Dari hasil penelitian sebelum dilakukan pemberian terapi rendam kaki air hangat responden paling banyak mengalami hipertensi stage 1 yaitu sebanyak 9 orang (56,25%) dan setelah pemberian terapi rendam kaki air hangat didapatkan responden paling banyak mengalami pre hipertensi yaitu 10 orang (62,5%). Setelah itu dilakukan uji wilcoxon dengan hasil 0,02 yang berarti ada pengaruh terapi rendam kaki air hangat terhadap perubahan tekanan darah,diharapkan terapi rendam kaki air hangat dapat dijadikan pengobatan alternatif untuk menurunkan tekanan darah.