cover
Contact Name
Sutriyono
Contact Email
sutriyono0775@gmail.com
Phone
+6285785692168
Journal Mail Official
inteleksia.stidalhadid@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak no. 80 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inteleksia: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah
ISSN : 26861178     EISSN : 26863367     DOI : 10.55372
Inteleksia JPID adalah transformasi dari Jurnal Kajian dan Pengembangan Manajemen Dakwah (JKPMD) yang telah diterbitkan oleh STID Al-Hadid sejak tahun 2011 dengan nomor ISSN 2088-639X. Transformasi tersebut dilakukan seiring dengan perkembangan STID Al-Hadid, yang awalnya hanya mengelola satu prodi yaitu Manajemen Dakwah, kini bertambah dua prodi baru yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam dan  Pengembangan Masyarakat Islam. Sehingga tuntutan kajian dan publikasi ilmiah STID Al-Hadid semakin meluas mencakup ketiga sub bidang ilmu dakwah. Nama Inteleksia diambil dari kata intelektual, yang berarti  kecerdasan, pemikiran, dan rasionalitas. Sedangkan Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah menunjukkan fokus dan lingkup studi yang dikaji yaitu pengembangan ilmu-ilmu dakwah. Diharapkan dengan nama tersebut dapat menjadi ciri dan identitas jurnal yang dikelola STID Al-Hadid, sebagai jurnal ilmu dakwah berbasis pemikiran Islam Rasional Kebangsaan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2025)" : 5 Documents clear
Penjatuhan Sanksi Terhadap Bani Quraizah: Analisis Gaya Manajemen Konflik Nabi Muhammad Perspektif Thomas-Khilmann Mawehda, Mawehda
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v7i2.385

Abstract

Sejarah kenabian tidak hanya merekam ajaran teologis, tetapi juga praktik kepemimpinan, pengambilan keputusan politik, serta pengelolaan konflik sosial Nabi Muhammad saw dalam konteks historis tertentu. Pemahaman sejarah yang kritis dan kontekstual menjadi penting agar dakwah Islam tidak direduksi menjadi doktrin ahistoris yang terlepas dari realitas sosial. Salah satu episode sejarah yang paling sering diperdebatkan adalah penjatuhan sanksi terhadap Bani Quraizah pasca Perang Khandaq, yang kerap direpresentasikan sebagai tindakan kekerasan dalam wacana kontemporer. Kajian terdahulu cenderung bersifat deskriptif-historis, historis-kritis, atau normatif-apologetik, belum banyak yang menganalisis peristiwa ini melalui kerangka teori manajemen konflik modern. Penelitian ini bertujuan mereintepretasi peristiwa tersebut menggunakan pendekatan Gaya Manajemen Konflik Thomas-Khilmann. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, analisis dilakukan menggunakan sumber klasik seperti Sirah Ibn Ishaq, Tarikh al-Tabari, serta literatur sejarah modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjatuhan sanksi terhadap Bani Quraizah bukan tindakan represif tunggal, melainkan bagian dari proses manajemen konflik yang bertahap dan cenderung bersifat collaborating dan compromising melalui perjanjian dan mekanisme arbitrase. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi teori manajemen konflik modern dalam kajian Islam untuk memperkuat narasi dakwah yang kontekstual, rasional dan berkeadaban.
Dimensi Psikologi Komunikasi dalam Dakwah Umar Bin Khattab Pada Pidato Pertama Menjadi Khalifah Wahyuni, Sri; Mawasti, Wahanani
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v7i2.393

Abstract

THE PSYCHOLOGICAL DIMENSION OF COMMUNICATION IN UMAR BIN KHATTAB'S DA'WAH IN HIS FIRST SPEECH AS CALIPH. This study aims to examine the psychological dimensions of communication in Umar bin Khattab’s inaugural address upon his appointment as Caliph in 13 AH. Within the context of da’wah leadership, communication between leaders and followers plays a pivotal role. Effective da’wah communication requires consideration of the communicants’ psychological aspects to foster a positive impression among members, ensure message acceptance, encourage engagement, achieve communication objectives, and avoid coercive tendencies. This research employs a qualitative descriptive approach, utilizing a literature review and rational analysis to explore the psychological dimensions embedded in Umar bin Khattab’s speech. The findings reveal that Umar bin Khattab demonstrated a profound awareness of psychological communication principles in his first address as Caliph. His approach effectively responded to the community’s concerns regarding leadership transition and succeeded in restoring collective confidence and emotional stability. The psychological dimensions identified in his speech include systematic message organization, structured argumentation employing a pros-and-cons pattern, and message content that integrates both rational and emotional appeals.
Dakwah Bil Hal dan Pemberdayaan Korban Perbudakan Modern: Rekontekstualisasi QS. Al-Balad 8-16 Roseta, Charolin Indah
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v7i2.394

Abstract

Artikel ini mengkaji intervensi komunitas terhadap korban perbudakan modern di kalangan masyarakat marginal dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar normatif dan operasional. Kajian-kajian sebelumnya menunjukkan kecenderungan terfragmentasi yakni tafsir QS. Al-Balad [90]: 8–16 umumnya dibaca sebagai kritik moral dan anjuran amal individual, sementara kajian sosial cenderung memisahkan persoalan perbudakan dari dimensi spiritual sebagai sumber transformasi. Akibatnya, belum tersedia kerangka yang memadai untuk menjelaskan bagaimana pesan Al-Qur’an dapat dioperasionalkan sebagai strategi dakwah bil hal. Untuk mengisi kekosongan tersebut, artikel ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan hermeneutika double movement Fazlur Rahman. Gerak pertama dilakukan melalui pembacaan sosiohistoris terhadap konteks turunnya surah ini, sedangkan gerak kedua dilakukan dengan mengontekstualisasikan ideal moral menggunakan pendekatan pemberdayaan dalam menjawab persoalan perbudakan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons Al-Qur’an terhadap ketimpangan struktural bersifat transformatif dan berorientasi pada pembebasan dari ketidakberdayaan. Temuan utama artikel ini adalah formulasi model pemberdayaan Qur’ani berbasis aksi sosial yang disarikan dari QS. Al-Balad meliputi tiga tahapan yakni penyadaran dan pembebasan dari eksploitasi, penguatan kapasitas hidup mandiri dan berkelanjutan, serta pendayaan melalui partisipasi dan solidaritas sosial. Model ini menegaskan bahwa dakwah bil halmerupakan proses pemberdayaan transformatif yang memulihkan martabat, kapasitas, dan posisi sosial korban perbudakan modern secara berkelanjutan.
Transformasi Dakwah Digital Melalui Kecerdasan Buatan: Sebuah Kajian Literatur Nuril Ula, Salsabyla; Muhid, Abdul
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v7i2.401

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence [AI]) membawa perubahan signifikan dalam praktik dakwah digital, terutama dalam cara pesan keagamaan dikonstruksi, dipersonalisasi, dan didistribusikan. Studi ini menganalisis bagaimana AI memengaruhi komunikasi dakwah, strategi penyampaian pesan, serta implikasi etis dan spiritual yang menyertainya. Metode yang digunakan adalah literature review dengan analisis komparatif, tematik, dan sintesis dari publikasi lima tahun terakhir yang relevan dengan kajian dakwah digital dan teknologi AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berpotensi mendorong interaktivitas dan personalisasi dakwah berbasis data, meningkatkan efisiensi perencanaan dan jangkauan pesan, serta membuka ruang kolaborasi baru antara dai dan sistem algoritmik. Studi ini turut menemukan bahwa teknologi ini menghadirkan tantangan serius, seperti bias algoritmik, potensi dehumanisasi interaksi spiritual, serta pergeseran otoritas keagamaan menuju mekanisme rekomendasi digital. Studi ini menegaskan bahwa transformasi dakwah digital melalui pemanfaatan AI harus ditempatkan dalam kerangka etika komunikasi Islam agar tetap menjaga otentisitas, kemanusiaan, dan kedalaman spiritual pesan dakwah.
Formulasi Strategi Jangka Pendek Lembaga Dakwah Dan Pendidikan: Studi Pada Yayasan Pendidikan Kinantan Surabaya Tahun 2025-2026 Kurniawan, Luqman
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v7i2.417

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengaplikasikan dan mengoperasionalkan Bryson’s Strategic Planning Model dalam merancang strategi jangka pendek Yayasan Pendidikan Kinantan Surabaya (YPKS) periode 2025–2026 yang berada pada fase transisi kelembagaan. YPKS menghadapi sejumlah tantangan strategis, antara lain relokasi unit PAUD/TK, keterbatasan fasilitas fisik, stabilitas keuangan, serta kebutuhan pembangunan gedung permanen sebagai fondasi keberlanjutan layanan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui wawancara mendalam, analisis dokumen internal yayasan, dan observasi organisasi. Model Strategic Planning for Public and Nonprofit Organizations dari John M. Bryson digunakan sebagai kerangka analisis utama, khususnya pada tahapan identifikasi isu strategis, formulasi strategi jangka pendek, desain implementasi, dan rencana aksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan gedung yayasan dan PAUD/TK merupakan isu strategis utama yang bersifat struktural dan berdampak sistemik terhadap keberlanjutan organisasi. Strategi jangka pendek yang dirumuskan menempatkan pembangunan gedung sebagai strategi inti (core strategy) yang didukung oleh strategi konsolidasi tata kelola, stabilisasi keuangan, proteksi PPDB, serta penguatan mutu layanan. Rencana aksi disusun secara bertahap dalam horizon 12–18 bulan dengan penekanan pada kelayakan dan evaluasi berkala agar adaptif. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan strategi jangka pendek berbasis model Bryson relevan dan aplikatif untuk membantu yayasan pendidikan berskala kecil–menengah dalam mengelola transisi kelembagaan secara berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5