cover
Contact Name
Fernando Tambunan
Contact Email
fernando.tambunan@sttbaptis-medan.ac.id
Phone
+6281361612723
Journal Mail Official
fernando.tambunan@sttbaptis-medan.ac.id
Editorial Address
Jl. Tali Air No. 7 Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Sumatera Utara Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 26228998     EISSN : 26217732     DOI : https://doi.org/10.54024
Core Subject : Religion, Education,
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani merupakan terbitan berkala dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan. Focus dan Scope penelitian Illuminate adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Sistematika Teologi Pastoral Pendidikan Kristiani Misiologi Konseling Kristen
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018" : 5 Documents clear
Kajian Teologis Tentang Nilai-Nilai Keteladanan Berdasarkan 2 Timotius 3:10-17 Pengaruhnya Terhadap Tingkah Laku Saronisa Ginting; Rasmalem Raya Sembiring; Adi Syaputra
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v1i2.160

Abstract

AbstractAn example is something that should be imitated or good to imitate for example actions, behavior, traits, and so on. To find out the possibility of understanding the influence of examples based on 2 Teams. 3:10-17 about their behavior at school. The research methods used in this research are: Quantitative research with survey method. In the discussion, this article is organized into several materials, namely: Student Behavior, Exemplary Based on 2 Timothy 3:10-17, it was found that there was a significant influence between this study related to the influence of student understanding at SMP Negeri 41 Medan in 2017/2018 about Exemplary Based on 2 Timothy 3:10-17 On Behavior in Schools. From these findings that the level of the relationship is positive and very strong. After conducting an in-depth study, either through literature studies, surveys and data processing, the result of the first hypothesis is understanding, so it needs improvement to reach a high level. Keywords: role model, values, behavior  AbstrakTeladan merupakan sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh misalnya perbuatan, kelakuan, sifat, dan sebagainya. Untuk mengetahui kemungkinan ada pengaruh pemahaman tentang keteladanan berdasarkan 2 Tim. 3:10-17 terhadap tingkah laku mereka di sekolah. Metode  penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah:   Penelitian kuantitatif dengan metode survey. Dalam pembahasannya artikel ini disusun pada beberapa pembahan yakni: Tingkah Laku Siswa, Keteladanan Berdasarkan 2 Timotius 3:10-17, Ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Penelitian ini berhubungan dengan Pengaruh Pemahaman Siswa-siswi SMP Negeri 41 Medan Tahun 2017/2018 tentang keteladanan berdasarkan 2 Timotius 3:10-17 terhadap tingkah laku di sekolah. Dari temuan tersebut bahwa tingkat hubungannya adalah positif dan sangat kuat. Setelah melakukan pengkajian secara mendalam, baik melalui studi kepustakaan, survey dan pengolahan data, maka hasil hipotesa pertama yaitu memahami, sehingga perlu peningkatan agar sampai pada tingkat tinggi Kata Kunci: teladan, nilai-nilai, tingkah laku
Dampak Pelayanan Pastoral Konseling di Gereja Wesleyan Indonesia Tanjung Selamat Thomson Siallagan; Johny Parthotan Simamora; Aslinawati Gurusinga; Rika Kartika
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v1i2.156

Abstract

AbstractPastoral counseling services in local churches are often neglected because the pastor or pastor does not have the expertise to do counseling. However, because so many problems arise in the personal and family life of the congregation, pastoring must be done, but it is often ineffective. At the Indonesian Wesleyan Church, the Tanjung Selamat Congregation, pastoral counseling was also conducted. Pastoral counseling is said to be effective, if it meets at least three indicators, namely: first, the counselee and the counselor agree on the problem at hand. Second, the counselor is able to carry out the stages of counseling well. Third, the counselee looks for a way out of the problems he faces. To measure the effectiveness of pastoral counseling in the Wesleyan Indonesia Congregation of Tanjung Selamat, researchers conducted a qualitative field study involving 15 sample members consisting of 12 counselees and 3 counselors. With three research focuses, namely the opening stage of counseling, counseling steps and counseling results. Based on the findings and discussion of the research through data analysis techniques, it was found that the implementation of pastoral counseling in the Wesleyan Indonesian Congregation of the Tanjung Selamat Congregation was quite effective. This is proven, both from taxonomic data and triangulation of 90% of cases handled by counselors running effectively. Based on the discussion, it can be concluded that although counselors do not have a special academic background in counseling, they can provide pastoral counseling effectively. Therefore, the researcher suggests that counselors improve their ability to do counseling and improve their spiritual quality.AbstrakPelayanan pastoral konseling di gereja lokal, sering diabaikan karena alasan para pelayan atau Pendeta tidak memiliki keahlian melaksanakan konseling. Namun demikian, karena ada begitu banyak masalah yang timbul dalam kehidupan pribadi maupun keluarga jemaat, maka pastoral harus dilakukan, namun sering kurang efektif. Di Gereja Wesleyan Indonesia Jemaat Tanjung Selamat, pastoral konseling juga dilaksanakan. Pastoral yang konseling dikatakan efektif, jika memenuhi setidaknya tiga indikator, yaitu: pertama, konseli dan konselor sepakat mengenai masalah yang dihadapi. Kedua, konselor mampu melaksanakan tahapan-tahapan konseling dengan baik. Ketiga, konsele mendapatkan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya. Untuk mengukur efektifitas pastoral konseling di Gereja Wesleyan Indonesia Jemaat Tanjung Selamat, maka peneliti melakukan penelitian kualitatif lapangan, dengan melibatkan 15 anggota sample, yang terdiri dari 12 konseli dan 3 konselor. Dengan tiga fokus penelitian, yaitu tahapan pembukaan konseling, langkah-langkah konseling dan hasil konseling. Berdasarkan temuan dan pembahasan penelitian melalui tehnik analisis data ditemukan bahwa pelaksanaan pastoral konseling di Wesleyan Indonesia Jemaat Tanjung Selamat, berjalan cukup efektif. Hal ini terbukti, baik dari data taksonomi ataupun trianggulasi 90% kasus yangditangani oleh konselor berjalan efektif. Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpukan bahwa sekalipun para konselor tidak memiliki latar belakang akademis khusus konseling, tetapi mereka dapat menyelenggarakan pastoral konseling secara efektif. Oleh karena itu peneliti menyarankan agar para konselor semakin meningkatkan kemampuan mereka dalam melaksanakan konseling sekaligus meningkatkan kualitas rohani.
Hubungan Kepribadian Guru PAK dengan Karakter Peserta Didik Afolo Zebua; Nova Yulita Saragih; Andi Sadarita; Maston Situmorang
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v1i2.169

Abstract

Personality is the identity of a person that can be expressed in general because it is a presentation of the mental color that is read and can be judged by others and even that personality can be assumed as a complete human appearance. A teacher with a teaching profession is required to have a good personality and by his personality, the teacher can function as a moral reformer for the students he teaches. One of the goals of writing this journal is so that through the personality shown by the teacher, it can become a good moral shaper for students. Because the personality of a person reflects the style and way to interact with other people and their environment. When a teacher deals with students, then the whole existence of his personality becomes the center of attention of students. Therefore, the teacher as the center of attention of students in their efforts to transfer knowledge, then all the rules of his personality must be accounted for. The research method in this journal is a quantitative approach method, finding whether there is a relationship between the teacher's personality and the morale of the students.Keywords: teacher personality, caracter AbstrakKepribadian adalah identitas dari seseorang yang dapat diekspresikan secara umum karena merupakan presentatif dari warna kejiawaan yang terbaca dan dapat dinilai oleh orang lain dan bahkan kepribadian itu bias diasumsikan sebagai penampakan manusia seutuhnya. Seorang guru dengan profesi sebagai pengajar dituntut untuk memiliki kepribadian baik dan oleh kepribadiannya itu, guru dapat berfungsi sebagai pembaharu moral bagi siswa yang diajarnya. Salah satu tujuan dari penulisan jurnal ini adalah, agar melalui kepribadian yang ditunjukkan oleh guru dapat menjadi pembentuk moral yang baik bagi siswa. Karena kepribadian dari seseorang mencerminkan gaya dan caranya untuk berinteraksi dengan orang lain dan lingkungannya. Ketika seorang guru berhadapan dengan siswa, maka seluruh keberadaan kepribadiannya menjadi pusat perhatian siswa. Oleh karena itu guru sebagai pusat perhatian siswa dalam usahanya mentransfer ilmu pengetahuan, maka seluruh kaidah-kaidah kepribadiannya harus dapat dipertanggungjawabkan. Adapaun metode penelitian dalam jurnal ini adalah metode pendekatan kuantitatif, menemukan apakah ada hubungan kepribadian guru dengan moral peserta didik.Kata Kunci: kepribadian guru,  karakter
Keteladanan Kepemimpinan Paulus terhadap Kepemimpinan Guru Kristen Berdasarkan Kisah Para Rasul 20:17-38 Genti Turnip; Jamli Barus; Liantri Fena Silitonga
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v1i2.170

Abstract

This study aims to determine how much influence the understanding of Paul's exemplary leadership has on the leadership of Christian teachers at SMK Negeri 2 Medan, with the research hypothesis: "There is a positive and significant effect of understanding Paul's exemplary leadership on the leadership of Christian exemplary teachers at SMK Negeri 2 Medan using descriptive statistical technique. with a population of all Christian teachers at SMK Negeri 2 Medan with a population of 38 people using the sample because the population is below 100 people. Research data was collected using research instruments (questionnaires). Moment Correlation (ryx) with alpha formula In connection with the results of this study the researchers provided input to all teachers, especially every Christian teacher at SMK Negeri 2 Medan in order to maximize leadership such as leadership of Paul.Keywords: role model, leadership, christian teacher AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keteladanan kepemimpinan Paulus terhadap kepemimpinan guru Kristen di SMK Negri 2 Medan, dengan hipotesis penelitian: “Ada pengaruh positif dan signifikan keteladanan kepemimpinan Paulus terhadap kepemimpinan guru Kristen di SMK Negri 2 Medan Penelitian ini merupakan hasil penelitian dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dengan populasi seluruh guru Kristen di SMK Negeri 2 Medan dengan jumlah populasi 38 orang. populasi dibawah 100 orang Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian (kuesioner) Sebelum kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data penelitian terlebih dahulu dilakukan uji validitas dengan menggunakan rumus reliabilitas Pearson Product Moment Correlation (ryx) dengan rumus alpha Sehubungan dengan hasil penelitian ini, peneliti memberikan masukan bagi semua guru kristen khususnya setiap guru kristen r di SMK Negeri 2 Medan agar dapat memaksimalkan kepemimpinan seperti kepemimpinan Paulus.Kata Kunci: keteladanan, kepemimpinan, guru kristen
Pemahaman Intelektual, Sosial, Spiritual, dan Psikologi Perkembangan Anak Berdasarkan Daniel 6:1-29 Terhadap Kemampuan Mengajar Guru Sekolah Minggu Petrus Posma Silaban; Baskita Ginting; Theresia Hutauruk; Gerhard Eliasman Sipayung
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v1i2.172

Abstract

AbstractThe development and growth of a child has several important periods that should not be missed. Development is a process of change in individuals or organisms, both physically (physically) and psychologically (spiritual) towards a level of maturity or maturity that takes place systematically, progressively, and continuously and this happens to a person continuously throughout his life. The purpose of this study was to get an idea of which dimensions of Child Development Psychology based on Daniel 6:1-29 dominantly affect the ability of Sunday school teachers in teaching. The research method used in this research is quantitative research with survey method. This article is written in the discussion of Intellectual Understanding, Social Understanding, Spiritual Understanding, Teaching Ability of Sunday School Teachers, through the results of data calculations it is found that the dominant dimension that affects the teaching ability of teachers is the spiritual dimension, the rest such as low intellectual, low social, high spiritual. Keywords: intellectual, social, spiritual, developmental psychology, teaching ability  AbstrakPerkembangan dan pertumbuhan seorang anak mempunyai beberapa masa penting yang tidak bisa di lewatkan begitu saja. Perkembangan adalah suatu proses perubahan pada diri individu atau organisme, baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis progresif, dan berkesinambungan dan ini terjadi pada diri seseorang secara terus-menerus sepanjang hayatnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah , Untuk memperoleh gambaran manakah Dimensi Psikologi Perkembangan Anak berdasarkan Daniel 6:1-29 yang dominan mempengaruhi kemampuan guru sekolah minggu dalam mengajar. Metode  penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif dengan metode survey. Artikel ini ditulis dalam pemabahasan yaitu Pemahaman Intelektual, Pemahaman sosial, Pemahaman Spiritual, Kemampuan Mengajar Guru Sekolah Minggu, melalui hasil penghitungan data ditemukan bahwa dimensi yang dominan mempengaruhi kemampuan mengajar guru adalah dimensi spiritual, selebihnya seperti intelektual rendah, sosial rendah, spiritual adalah tinggi. Kata Kunci: intelektual, sosial, spiritual, psikologi perkembangan, kemampuan mengajar 

Page 1 of 1 | Total Record : 5