cover
Contact Name
I Gede Yoga Permana
Contact Email
ejurnalwidyasastra@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejurnalwidyasastra@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pulau Timor Nomor 24 Banyuning, Buleleng, Bali
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu
ISSN : 19079559     EISSN : 26567466     DOI : https://doi.org/10.36663/
Fokus dari Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu adalah penelitian dalam lingkup 1. Pendidikan Agama Hindu 2. Pendidikan Kebudayaan berbasis Agama Hindu 3. Pendidikan Agama Hindu berbasis Teknologi
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2022)" : 6 Documents clear
MODEL PEMBELAJARAN SAD GUNA DHARMA DAN DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU Ni Komang Mega Tri Yulia Antari; I Wayan Suwendra; Ni Wayan Seriasih
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji penerapan model pembelajaran Sad Guna Dharma dikombinasikan dengan Diskusi dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas XII TKJ SMK TI Bali Global Singaraja tahun pelajaran 2021/2022 dalam pelajaran pendidikan AgamaHindu. Penelitian ini dirancang dengan penelitian tindakan kelas menggunakan sistim siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tidakan, evaluasi-observasi dan analisis, serta refleksi. Metode pengumpulan data digunakan testing untuk data prestasi belajar, kuesioner untuk data aktivitas terhadap pembelajaran, wawancara dan observasi sebagai metode pelengkap. Metode analisis data digunakan analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis ditemukan sebagai berikut siklus I rata-rata aktivitas terhadap pembelajaran sebesar 54,8%,sedangkan prestasi belajar diperoleh rata-rata kelas 77,5 daya serap 77,5% dan ketuntasan belajar 0,25% secara keseluruhan siklus satu belum berhasil. Pada siklus II diperoleh aktivitas siswa terhadap pembelajaran rata-rata sebesar 89,5%, sedangkan prestasi belajar diperoleh ratarata kelas 83,33 daya serap 83,33% dan ketuntasan belajar sebesar 100%. Hasil penelitian pada siklus II telah mencapai target yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. Jadi penerapan model pembelajaran Sad Guna Dharma dan Diskusi ternyata dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pelajaran Pendidikan Agama Hindu siswa kelas XII TKJ SMK TI Bali Global Singaraja tahun pelajaran 2021/2022.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) BERBANTUAN KONSEP TRI KAYA PARISUDHA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI Ni Putu Ayu Tri Utami
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas X Multimedia SMK TI Bali Global Singaraja melalui Penerapan Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) Berbantuan Konsep Tri Kaya Parisudha. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaa tindakan, observasi, evaluasi, analisis dan refleksi yang dilakukan pada setiap siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Multimedia SMK TI Bali Global Singaraja, pada semester ganjil yang berjumlah 17 orang siswa, yang terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 5 orang siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dan evaluasi. Analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Dari analisis data yang diperoleh bahwa mengalami peningkatan aktivitas, sikap dan prestasi belajar dari siklus I ke siklus II serta melampui target yang ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian sebagai berikut: hasil aktivitas belajar pada siklus I 55%, pada siklus II meningkat menjadi 86%. Hasil sikap belajar pada siklus I 59%, pada siklus II meningkat menjadi 89%. Sedangkan, hasil prestasi belajar pada siklus I rata-rata kelas (M) sebesar 69,12, daya serap (DS) sebesar 69,12% dan ketuntasan belajar (KB) sebesar 47,06%. Hasil tersebut meningkat pada siklus II menjadi sebagai berikut: rata-rata kelas (M) sebesar 82,35, daya serap (DS) sebesar 82,35% dan ketuntasan belajar (KB) sebesar 88,23%. Dengan demikian Penerapan Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) Berbantuan Konsep Tri Kaya Parisudha dapat meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas X Multimedia SMK TI Bali Global Singaraja Tahun Pelajaran 2021/2022.
Pura Baturgangsia Di Desa Tinggarsari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Nilai) Gede Satria Wibawa; I Wayan Gara
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Baturgangsia merupakan salah satu Pura Kahyangan Desa yang berlokasi di Banjar Kapas Jawa, Desa PaKraman Tinggarsari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Keberadaan Pura Baturgangsia dinilai sangat unik karena di sekitar Pura ini terdapat kurang lebih 1.000 batu yang dipercaya sudah ada sejak zaman Megalitikum bebatuan berbenuk balok di Desa Tinggarsari ini kemungkinan terbentuk pada zaman Megalitikum. Batu segi enam dan segi lima tersebut dipercaya di bawa oleh 9 ekor kera sehingga Pura tersebut dinamakan Pura Baturgangsia yang merupakan stana dari Ida Ratu Mas Melanyat. Pura Baturgangsia berada di bawah tebing sehingga dibuatkan Pura Pengayatan dengan denah terdiri dari tiga halaman yaitu halaman luar (nista mandala), halaman tengah (madya mandala), dan halaman dalam (jeroan utama mandala). Upacara/Piodalan di Pura Baturgangsia dilaksanakan pada saat Purnama Kasa. Berdasarkan penjelasan diatas Pura Baturgangsia memiliki fungsi sebagai tempat melakukan persembahyangan untuk memohon anugrah, karena dipercaya sebgai kawasan suci yang keramat, banyak umat yang tangkil sembahyang, bahkan melakukan tapa semedi di sini dan banyak dari mereka yang mendapatkan paica berupa batu mulia. Umat juga mempercayai Palinggih di antara batu-batu yang dibangun menjadi Pura Baturgangsia merupakan Pura kesuburan untuk lahan pertanian mereka. Pura Baturgangsia memiliki beberapa nilai yang terkandung di dalamnya antara lain yaitu Nilai Religius, Nilai Pendidikan Tattwa, dan Nilai Pendidikan Susila.
TINJAUAN NILAI-NILAI ETIKA DALAM TEKS KIDUNG JERUM KUNDANGDYA DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DI DESA POH BERGONG KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG I Nyoman Sukrawan
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan umtuk (1) Mendiskripsikan nilai-nilai etika yang terdapat dalam kidung Jerum Kundangdya di desa Poh bergong kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng, (2) Mendiskripsikan pelaksanaan nilai-nilai etika dalam Kidung Jerum Kundangdya di des Poh bergong kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dan snowboll. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, pencatatan dokumen (dokumentasi). Pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Untuk Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini menemukan (1) nilai-nilai etika pada bait-bait Kidung Jerum Kundangdya yaitu sebagai berikut : nilai etika kesetiaan, nilai etika kejujuran, nilai etika kesopanan, dan nilai etika cinta kasih (2) Penerapannya nilai-nilai etika yang terdapat pada Kidung Jerum Kundangdya yaitu nilai cinta kasih dalam kehidupan berumah tangga. Penerapan nilai etika religius yang terdapat pada Kidung Jerum Kundangdya yaitu memberikan pengaruh pada keyakinan dalam beragama pada masyarakat di desa Poh Bergong. Penerapan nilai etika kesetiaan yang terdapat pada Kidung Jerum Kundangdya diterapakan dalam kehidupan masyarakat di desa Poh Bergong.
EKSISTENSI PURA PELAWAH KEMONG DI DESA BULIAN, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG Luh Made Ayu Widianingsih
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Pelawah Kemong keberadaannya diperkirakan berawal saat desa Banyubuah (Bulian sekarang) diserang oleh bajak laut asing (Inggris), sebagian desa dihancurkan, harta kekayaan dirampas, namum pendekar-pendekar Bulian bertahan dengan gigih dan berhasil mengusir mereka (bajak laut) meskipun banyak terjadi korban. Beberapa puluh orang bajak laut yang ditangkap, ditawan di suatu tempat dan satu persatu dari mereka diadu kekuatannya dengan sesama temannya seperti orang mengadu ayam. Itulah pangkal cerita yang menyatakan bahwa di desa Bulian diadakan Tajen Jelema atau petarung manusia. Adapun bentuk pura Pelawah Kemong hanya terdiri satu halaman saja, yang melambangkan Eka Bhuana. Selain memiliki arti panunggalan antara alam bawah dengan alam atas, seperti yang sudah dijelaskan di atas Eka Bhuana juga dapat diartikan sebagai tempat atau halaman tempat suci atau pura yang hanya terdiri dari satu halaman saja. Tidak berisi halaman seperti dalam konsep Tri Mandala, ada jeroan, jaba tengah, jaba sisi. Upacara/piodalan di pura Pelawah Kemong dilaksanakan hari buda wage/ buda cemeng dan juga bersamaan dengan upacara/piodalan di Khayangan Tiga dimana piodalan di pura Pelawah Kemong dibagi menjadi tiga tahap yaitu persiapan,puncak acara, dan penutup.Berdasarkan penjelasan diatas pura Pelawah Kemong memiliki fungsi sebagai tempat melakukan persembahyangan ketika mereka melakukan perjalanan jauh untuk memohon keselamatan selain itu pura Pelawah Kemong berfungsi untuk memperoleh kekuatan.Dari cerita suci tentang keberadaan Pura Pelawah Kemong sekarang tetap dipertahankan eksistensinya oleh masyarakat Bulian dan masyarakat luar Bulian sebagai tempat memuja Tuhan dengan manifestasinya yang diyakini memiliki kekuatan religius dan adi kodrati.
NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA JINENGDALEM KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG Ni Nyoman Sariyani; I Putu Ari Sudiada
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: mengkaji tahapan proses upacara perkawinan di Desa Jinengdalem dan nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam upacara perkawinan di Desa Jinengdalem Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Beberapa teori yang digunakan untuk mengkaji masalah yang diteliti antara lain; materi yang berhubungan dengan nilai Pendidikan Agama Hindu, dan upacara perkawinan di Desa Jinengdalem Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Penelitian ini dirancang dengan penelitian emperik jenis deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan (Sampel) yang digunakan adalah purposive sampling dengan Teknik snowball. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut. Perkawinan merupakan pertemuan seorang laki-laki dan perempuan untuk mengikat hubungan sebagai suami dan istri yang kelak membina sebuah keluarga. Upacara perkawinan merupakan pesaksian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kepada masyarakat atau keluarga, bahwa kedua orang tersebut mengikat diri menjadi suami istri. Selain itu upacara perkawinan merupakan penyucian terhadap Kamajaya (sperma) dan Kamaratih (ovum) yang suci dan dijiwai oleh roh suci yang nantinya akan melahirkan putra yang suputra yaitu anak berbudi luhur. Perkawinan selain memiliki nilai religi juga memiliki nilai pendidikan agama Hindu yang sesuai dengan Tri Kerangka Dasar Agama yaitu tattwa, etika,dan upacara/ritual.

Page 1 of 1 | Total Record : 6