cover
Contact Name
Irfana Tri Wijayanti
Contact Email
info@stikesbup.ac.id
Phone
+62295384984
Journal Mail Official
p3m@stikesbup.ac.id
Editorial Address
Jalan Ki Ageng Selo No. 15, Pati
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan
ISSN : 20874154     EISSN : 27748669     DOI : https://doi.org/10.52299/jks
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penelitian maupun nonhasil penelitian di bidang ilmu-ilmu kebidanan khususnya dan ilmu-ilmu kesehatan pada umumnya yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah maksud atau substansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan dari penulis yang bersangkutan.
Articles 185 Documents
HUBUNGAN PARITAS DAN KELAINAN LETAK DENGAN KEJADIAN KPD IBU BERSALIN DI RSUD WARAS WIRIS BOYOLALI TAHUN 2025 Trilies Pancesih Qobadiyah; Titik Wijayanti; Novita Nur Hidayati
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.681

Abstract

Latar Belakang. Ketuban Pecah Dini atau KPD terjadi karena melemahnya daya tahan ketuban dipercepat dengan adanya infeksi yang mengeluarkan enzim proteolotik dan kolagenase. Faktor resiko terjadinya preeklampsia diantaranya paritas dan letak janin. Pada tahun 2025 terdapat 562 ibu bersalin dan 220 diantaranya mengalami KPD atau 39,14%. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan kelainan letak dengan Kejadian KPD pada ibu bersalin. Metode Penelitian. Penelitian kuantitatif dengan design restrospektif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin di RSUD Waras Wiris Boyolali tahun 2025 yaitu sejumlah 562. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Alat instrument yang digunakan adalah lembar rekapitulasi data dari rekam medis. Analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian. Responden paling banyak berumur 20-35 tahun sejumlah 297 responden (52,8%), pekerja sebanyak 298 responden (53%), memiliki riwayat KPD sebanyak 288 responden (51,2%), memiliki Hb ?11 gr/dL yaitu 358 responden (63,7%), multipara sejumlah 266 responden (47,3%), tidak memiliki kelainan letak sebanyak 295 responden (52,5%), tidak mengalami kejadian KPD ada 342 responden (60,9%). Hasil uji chi square untuk paritas p-value 0.000 dan kelainan letak p-value 0,000, kedunya < 0,05 artinnya Ha diterima dan Ho ditolak maka ada hubungan antara Paritas dan kelainan letak janin terhadap Kejadian KPD pada Ibu bersalin di RSUD Waras Wiris Andong Boyolali.
HUBUNGAN IMT DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RSUD WARAS WIRIS BOYOLALI TAHUN 2025 Meynita Ayu Ratnadilla; Titik Wijayanti; Novita Nur Hidayati
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.682

Abstract

Latar Belakang. Sekitar 342.000 ibu hamil mengalami preeklamsia. Preeklamsia termasuk dalam tiga penyebab utama komplikasi selama kehamilan maupun persalinan. Faktor resiko terjadinya preeklampsia diantaranya usia ibu, pendidikan, pekerjaan, paritas dan indeks massa tubuh ibu. Pada tahun 2025 terdapat 986 ibu hamil dan 154 diantara mengalami preeklampsia dalam kehamilan atau 15,61%. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan paritas dengan Kejadian Preeklampsia ibu hamil. Metode Penelitian. Penelitian kuantitatif dengan design restrospektif. Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil yang berkunjung RSUD Waras Wiris Boyolali pada 1 Januari – 31 Desember tahun 2025 yaitu sejumlah 986 ibu hamil. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi, jumlah sampel memenuhi kriteria sebanyak 310. Alat instrument yang digunakan adalah lembar rekapitulasi data dari rekam medis. Analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian. Responden paling banyak berumur 20-35 tahun sejumlah 185 responden (59,7%), berpendidikan dasar 138 responden (44,5%), pekerja sebanyak 169 responden (54,5%), multipara sejumlah 126 responden (40,6%), memiliki IMT normal yaitu 120 responden (38,7%). Hasil uji chi square untuk IMT p-value 0.000 dan paritas p-value 0,000, keduanya < 0,05 artinnya Ha diterima dan Ho ditolak maka ada hubungan antara IMT dan Paritas terhadap Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di RSUD Waras Wiris Andong Boyolali.
HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA JERUKAN KECAMATAN JUWANGI KABUPATEN BOYOLALI Intan Sariyani; Titik Wijayanti; Triani Yuliastanti
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.683

Abstract

Data stunting di kabupaten Boyolali tahun 2025 adalah 9,91% kasus, di desa Jerukan sebanyak 28,48%. Paparan asap rokok merupakan salah satu faktor risiko lingkungan yang potensial memunimbulkan resiko stunting selain itu, ISPA, sindrom kematian mendadak pada bayi, dan infeksi telinga. Paparan asap rokok di desa Jerukan sebanyak 62,75% rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di desa Jerukan kecamatan Juwangi kabupaten Boyolali". Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei analitik cross sectional. Populasi sejumlah 104 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner paparan asap rokok dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 53 (51,0%) responden yang terpapar asap rokok terdapat 16 (15,4%) mengalami stunting dan 51 (49,0%) yang tidak terpapar asap rokok terdapat balita stunting sebanyak 4 (3,8%). Berdasarkan uji Chi-Square nilai p-value 0,004 (p < 0,05), nilai Pearson Chi-Square 8,355. Sehingga H0 di tolak dan Ha diterima  Kesimpulan menunjukan hubungan yang signifikan antara paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di desa. Saran untuk orang tua balita untuk tidak merokok di dalam rumah atau di dekat balita, menciptakan lingkungan rumah bebas asap rokok.
ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN ANEMIA ZAT BESI PADA BALITA BERDASARKAN TELENURSING KALKULATOR ZAT BESI DI PADUKUHAN KEMBANGPUTIHAN Tri Ariani; M. Muslim; Kurniasari Pratiwi
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.687

Abstract

Latar Belakang: Anemia defisiensi besi pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi tinggi yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan daya tahan tubuh anak. Pemanfaatan teknologi telenursing dan kalkulator zat besi berpotensi meningkatkan akses edukasi kesehatan serta membantu skrining risiko kekurangan zat besi secara dini. Tujuan: Menganalisis faktor yang memengaruhi kejadian anemia defisiensi besi pada balita menggunakan pendekatan teknologi telenursing berbasis kalkulator zat besi. Metode: Penelitian dilakukan pada 28 balita melalui wawancara dan pengisian kuesioner menggunakan aplikasi kalkulator zat besi berbasis telenursing. Data karakteristik responden, pola konsumsi sumber zat besi, dan risiko defisiensi besi dianalisis secara statistik untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia. Hasil: Responden berusia 9–55 bulan dengan variasi berat dan tinggi badan. Sebanyak 89,3% balita berisiko mengalami kekurangan zat besi, dengan risiko tertinggi pada kelompok usia 6–12 bulan dan 25–36 bulan. Sebagian besar (85,7%) termasuk kategori risiko tinggi, terutama dipengaruhi rendahnya konsumsi hati ayam dan sereal fortifikasi. Simpulan: Pendekatan telenursing melalui kalkulator zat besi efektif mengidentifikasi risiko anemia defisiensi besi pada balita dan berpotensi mendukung deteksi dini di layanan kesehatan primer. Integrasi aplikasi e-Nutrie ke dalam skrining gizi rutin di posyandu dan puskesmas direkomendasikan untuk meningkatkan upaya pencegahan anemia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA TINGKAT PARTISIPASI SUAMI MENDAMPINGI ISTRI MENGIKUTI KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINAR BARU TAHUN 2026 Perawati Natalia Sinaga; Megawati
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.695

Abstract

Program Kesehatan Ibu dan Anak bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan janin, salah satunya melalui kelas ibu hamil. Cakupan keikutsertaan ibu hamil dalam kelas ibu hamil di Puskesmas Sinar Baru pada tahun 2024 baru mencapai 35%. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi suami dalam mendampingi istri mengikuti kelas ibu hamil di Puskesmas Sinar Baru Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dan dilaksanakan pada Februari–Maret 2026. Sampel penelitian adalah seluruh suami ibu hamil sebanyak 36 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 25 responden (69,4%) tidak berpartisipasi mendampingi istri mengikuti kelas ibu hamil, 17 responden (47,2%) memiliki pengetahuan kurang, 19 responden (52,8%) memiliki sikap positif, dan 31 responden (86,1%) menyatakan lokasi kelas ibu hamil terjangkau. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,005) dan sikap (p=0,007) dengan partisipasi suami, sedangkan keterjangkauan tempat tidak berhubungan (p=0,282). Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap berhubungan dengan partisipasi suami mendampingi istri mengikuti kelas ibu hamil. Petugas kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi dan keterlibatan suami dalam pelaksanaan kelas ibu hamil.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) More Issue