cover
Contact Name
Irfana Tri Wijayanti
Contact Email
info@stikesbup.ac.id
Phone
+62295384984
Journal Mail Official
p3m@stikesbup.ac.id
Editorial Address
Jalan Ki Ageng Selo No. 15, Pati
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan
ISSN : 20874154     EISSN : 27748669     DOI : https://doi.org/10.52299/jks
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penelitian maupun nonhasil penelitian di bidang ilmu-ilmu kebidanan khususnya dan ilmu-ilmu kesehatan pada umumnya yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah maksud atau substansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan dari penulis yang bersangkutan.
Articles 169 Documents
PENGARUH PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PANGAN LOKAL TERHADAP KENAIKAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS CIBAREGBEG PERIODE JUNI-AGUSTUS TAHUN 2025 Nisa Novi Suciati; Yasinta Dewi Kristianti
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i01.570

Abstract

Latar Belakang: Pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal adalah upaya untuk memperbaiki masalah dan meningkatkan status gizi bagi balita bermasalah gizi. Tujuan Penelitian untuk menganalisis pengaruh pemberian makanan tambahan pangan lokal terhadap kenaikan status gizi balita di wilayah Puskesmas Cibaregbeg Kabupaten Cianjur Tahun 2025 periode Juni-Agustus tahun 2025. Metode Penelitian penelitian pre eksperimen desain One Group Pre Post test Design, dengan jenis purvosive sampling. Hasil penelitian Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukan p value 0,000 (< 0,05) yang artinya terdapat pengaruh sebelum dan setelah pemberian makanan tambahan pangan. Sebelum di intervensi status gizi seluruh balita yang diteliti adalah gizi kurang dan setelah di intervensi balita gizi baik 71,4% Analisis: analisis univariat dan bivariat. Kesimpulan :Terdapat pengaruh pemberian makanan tambahan pangan lokal terhadap kenaikan status gizi balita.
HUBUNGAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) DENGAN INVOLUSI UTERI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE Zuraida; Cut Yuniwati; Fithriany; Oktalia Sabrida; Nanda Norisa
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i01.577

Abstract

Involusi uterus merupakan salah satu indikator penting dalam melihat kepulihan ibu pada masa nifas, pemberian inisiasi menyusui dini diyakini dapat mempercepat involusi untuk selalu dipantau agar ibu nifas terhindar dari bahaya masa nifas seperti pendarahan, bau tak sedap, nyeri perut dan panggul, pusing dan lemas yang berlebihan, demam, komplikasi menyusui dan subinvolusi. Tujuan penelian ini adalah Untuk mengetahui hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan involusi uteri pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Indrajaya Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel ibu post partum  di Wilayah Kerja Puskesmas Indrajaya berjumlah 31 responden dengan analisa univariat dan bivariat mengunakan chisquare. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari 20 responden yang melakukan IMD dengan involusio normal sebanyak 19 responden (95.0%). Hasil uji statistic Chi Square diperoleh nilai ? Value 0.000 (?<0.05). Ada hubungan inisiasi menyusui dini dengan involusi uteri di Wilayah Kerja Puskesmas Indrajaya Kabupaten Pidie dengan p value 0,000. Diharapakan bagi bidan Puskesmas Indrajaya agar hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi pengambil keputusan di Puskesmas Indrajaya untuk meningkatkan kerja sama dengan suami dalam mendukung pemberian ASI, serta memberikan edukasi kepada suami mengenai pentingnya peran bidan dalam mendukung ibu selama masa menyusui.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAAN IMUNISASI MEASLES RUBELLA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UTEUN PULO KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Dian Eka Mailijar; Fithriany; Satrinawati; Nanda Norisa; Rina Julianti
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i01.586

Abstract

Cakupan imunisasi Measles Rubella (MR) di Indonesia, khususnya di provinsi Aceh dan Kabupaten Nagan Raya masih tergolong rendah dibandingkan target nasioal. Di wilayah kerja Puskesmas Uteun Pulo, cakupan imunisasi MR tahun 2024 hanya mencapai 26,1%. Rendahnya cakupan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan dan sikap ibu, serta peran petugas kesehatan. Padahal, imunisasi MR penting untuk mencegah campak dan rubella yang belum memiliki pengobatan spesifik. Untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, peran petugas kesehatan, dan sikap ibu terhadap pemberian Imunisasi Measles Rubella (MR) pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Uteun Pulo Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif bersifat survei analitik dengan desain cross sectional, melibatkan 68 responden yang terdiri dari ibu yang memiliki balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan signifikansi hubungan antara variabel yang diteliti. Ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi measles rubella (MR) dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Ada hubungan peran petugas kesehatan dengan pemberian imunisasi measles rubella (MR) dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Ada hubungan sikap ibu dengan pemberian imunisasi measles rubella (MR) dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Ada hubungan antara pengetahuan ibu, peran petugas kesehatan, dan sikap ibu dengan Pemberiaan Imunisasi Measles Rubella Pada Balita Diwilayah Kerja Pukesmas Uteun Pulo Tahun 2025. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dan memberikan masukan bagi Puskesmas serta masyarakat untuk meningkatkan cakupan imunisasi MR di wilayah tersebut.  
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI TPMB HJ.MEGAWATI DI WILAYAH PUSKESMAS GEUMPANG Jihan Baihirah; Fatiyani; Sulastri; Anita
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i01.602

Abstract

Rendahnya produksi air susu ibu (ASI) pada masa nifas merupakan masalah umum yang dapat menghambat pemberian ASI eksklusif dan berdampak pada kesehatan bayi. Pijat oksitosin salah satu Solusi, dimana teknik ini dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam refleks pengeluaran ASI (let-down). Namun, efektivitas pijat oksitosin masih memerlukan pembuktian empiris, khususnya pada ibu nifas di daerah pelayanan kesehatan pedesaan. Mengetahui efektivitas pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas di TPMB Hj. Megawati, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sebanyak 14 ibu nifas, dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok secara seimbang: kelompok intervensi (diberi pijat oksitosin dua kali sehari selama 3 hari) dan kelompok kontrol (tanpa intervensi). Penelitian kuasi-eksperimen ini menggunakan kelompok kontrol dan desain pretes-postes. Empat belas ibu baru secara acak dimasukkan ke dalam salah satu dari dua kelompok setelah melahirkan: satu kelompok menerima pijat oksitosin dua kali sehari selama tiga hari, sementara kelompok lainnya tidak menerima pijat oksitosin. Setelah data dikumpulkan dari lembar observasi dan kuesioner, SPSS versi 26 digunakan untuk melakukan uji-t sampel berpasangan dan independent. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan Uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test dengan bantuan SPSS versi 26. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan adanya peningkatan signifikan produksi ASI sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi (p = 0,002). Uji Independent Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan volume ASI antara kelompok intervensi dan kontrol setelah perlakuan (p = 0,001). Pijat oksitosin sebagai intervensi non-farmakologis, efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Diharapkan untuk klinik menyediakan pijat oksitosin bagi ibu pascapersalinan untuk merangsang produksi ASI. Selain itu, tenaga kesehatan perlu dilatih dalam pendekatan ini.
PENGARUH PRENATAL YOGA COUPLE TERHADAP KESIAPAN MENTAL DAN FISIK PASANGAN SUAMI ISTRI DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI RS EKA HOSPITAL CIBUBUR Heryka; Safitri, Rani
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persiapan mental dan fisik yang optimal sangat penting dalam menghadapi proses persalinan. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat meningkatkan kesiapan tersebut adalah Prenatal Yoga Couple, yaitu latihan yoga yang melibatkan pasangan suami istri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Prenatal Yoga Couple terhadap kesiapan mental dan fisik pasangan dalam menghadapi persalinan di RS Eka Hospital Cibubur. Penelitian menggunakan desain pretest-posttest dengan 20 pasangan suami istri sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner kesiapan mental dan fisik, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test karena data berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kesiapan mental dan fisik suami maupun istri setelah mengikuti intervensi Prenatal Yoga Couple (p < 0,05). Aktivitas yoga bersama pasangan terbukti meningkatkan relaksasi, konsentrasi, serta komunikasi emosional yang mendukung kesiapan menghadapi persalinan. Dengan demikian, Prenatal Yoga Couple efektif digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental pasangan menjelang kelahiran.
ANALISIS KUALITATIF PENGETAHUAN, PRAKTIK, DAN TANTANGAN TIM PENDAMPING KELUARGA STUNTING KALURAHAN PANGGUNGHARJO, SEWON, BANTUL Tri Ariani; Ari Andriyani; Endang Khoirunnisa
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pendampingan terhadap calon pengantin (catin), ibu hamil dan pascasalin serta balita sangat penting untuk memastikan kondisi risiko stunting teridentifikasi, difahami, ditindaklanjuti dengan treatment dan upaya-upaya kesehatan dan peningkatan status gizi sehingga risiko yang terdeksi dapat ditekan bahkan dihilangkan. Untuk mengoptimalkan peran keluarga, salah satunya dilakukan proses intervensi dalam bentuk pendampingan petugas BKKBN yang bersinergi dengan Kader PKK, Kader KB maupun bidan, yang disebut sebagai pendamping keluarga. Tujuan: Menganalisis secara kualitatif pengetahuan, praktik, dan tantangan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Stunting di Kalurahan Panggungharjo, Sewon Bantul dalam melakukan pendampingan keluarga. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekataan content analysis dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam atau indept interview. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Sampel dalam penelitian ini adalah informan penelitian yaitu TPK stunting di Kalurahan Panggungharjo yang melakukan pendampingan keluarga stunting. Hasil: TPK mengetahui bahwa program pendampingan keluarga bertujuan untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga yang berisiko atau mengalami masalah sosial, TPK mengetahui kondisi keluarga, termasuk status gizi, kesehatan, dan sosial ekonomi, tantangan yang dihadapi oleh TPK saat melakukan pendampingan saat keluarga yang didampingi merasa semua sehat. Saran: TPK stunting meningkatkan koordinasi antar anggota tim dalam melakukan pendampingan keluarga.
PENGARUH BUDAYA MASYARAKAT LOKAL DENGAN KEJADIAN PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA : LITERATURE REVIEW Ida Aini Zulfa; Noveri Aisyaroh
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang signifikan, terutama di daerah dengan budaya yang mendukung praktik ini. Faktor budaya lokal, norma sosial, dan tekanan keluarga sering kali menjadi pendorong utama pernikahan dini pada remaja, yang berisiko menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan remaja. Metode: Metode yang digunakan dalam studi ini merupakan tinjauan literatur. Penelusuran literatur dilakukan melalui database elektronik seperti PubMed dan Google Scholar. Artikel yang dicari menggunakan kata kunci yang sudah ditetapkan dengan bahasa Indonesia dan Inggris. Kemudian ditemukan 7 artikel yang terdiri 3 artikel internasional dan 4 artikel nasional. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya dan tradisi masih menjadi faktor dominan dalam mendorong pernikahan dini, terutama di daerah dengan tingkat pendidikan rendah dan kondisi sosial ekonomi yang kurang stabil. Kesimpulan: Pernikahan dini masih marak terjadi, terutama di komunitas yang kuat memegang tradisi dan norma sosial. Upaya untuk mengatasinya tidak cukup hanya dengan regulasi, tetapi juga perlu pendekatan yang lebih menyentuh masyarakat, seperti edukasi yang lebih luas dan pemberdayaan perempuan, agar perubahan yang lebih nyata dapat tercapai.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG ANAK PRASEKOLAH Nurullailatul Arofa; Harwin Holilah Desyanti
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i01.619

Abstract

Pengetahuan dan sikap ibu merupakan faktor kunci dalam mendukung tumbuh kembang anak prasekolah. Edukasi kesehatan menggunakan alat peraga dinilai mampu meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kesehatan. Menganalisis pengaruh edukasi kesehatan menggunakan alat peraga terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang tumbuh kembang anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu yang memiliki anak usia prasekolah. Intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan alat peraga. Data pengetahuan dan sikap diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk, sedangkan analisis perbedaan menggunakan paired t-test. Rerata skor pengetahuan ibu meningkat dari 5,0 ± 1,1 sebelum intervensi menjadi 8,3 ± 0,7 setelah intervensi. Rerata skor sikap juga meningkat dari 42,1 ± 3,6 menjadi 45,8 ± 2,9. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada skor pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah edukasi kesehatan (p < 0,001). Edukasi kesehatan menggunakan alat peraga berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang tumbuh kembang anak prasekolah.
MEDIA LAGU ANAK SEBAGAI INOVASI EDUKASI KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI BALITA Nandalita Sahro Nikmatul Maula; Harwin Holilah Desyanti
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan upaya preventif yang berperan penting dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian pada balita. Namun, rendahnya pengetahuan ibu masih menjadi salah satu faktor penghambat keberhasilan program imunisasi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi edukasi kesehatan yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat. Media lagu anak memiliki potensi sebagai sarana edukasi kesehatan karena bersifat audio, repetitif, dan mudah diingat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan berbasis lagu anak terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang imunisasi balita. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu yang memiliki balita dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang imunisasi balita. Edukasi kesehatan diberikan melalui media lagu anak yang memuat materi imunisasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji paired t-test. Rata-rata skor pengetahuan ibu meningkat dari 4,93 pada pretest menjadi 7,93 pada posttest. Hasil uji paired t-testmenunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001). Proporsi ibu dengan kategori pengetahuan tinggi meningkat dari 33,3% menjadi 66,7%. Sehingga, edukasi kesehatan berbasis lagu anak efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang imunisasi balita dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif inovatif dalam promosi kesehatan di tingkat komunitas.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) More Issue