Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY)
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) is a peer-reviewed and open access (OA) journal that is published twice a year, every January and July (six months). Published by Islamic Accounting Department, Faculty of Islamic Economics and Business, UIN SGD Bandung. This journal concentrates on the studies of accounting and sharia business sciences. Also, communicating the results of research, ideas, theories, methods, and other actual problems related.
Articles
192 Documents
ANALISIS HYBRID CONTRACT PADA TAKE OVER PEMBIAYAAN HUNIAN SYARIAH DARI BANK KONVENSIONAL KE BANK SYARIAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM
Muhammad Fuad Mas’ud
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 2, No 1 (2020): AKSY : Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/aksy.v2i1.7863
Kebutuhan akan rumah sebagai tempat tinggal atau hunian terus meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk. Harga rumah yang begitu tinggi menyebabkan tidak semua orang mampu membelinya secara tunai. Pembiayaan hunian yang ditawarkan oleh berbagai bank menjadi jalan keluar bagi orang-orang yang menginginkan sebuah hunian dengan cara mencicil ke bank. Bank syariah pun mulai mengembangkan fasilitasnya hingga kepada pembiayaan hunian syariah sampai dengan pengalihan (take over) pembiayaan hunian syariah dari bank konvensional ke bank syariah. Pada pembiayaan hunian ini, terjadi dua akad yaitu bai’ dan murabahah. Sedangkan pada Hukum Islam dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang dua transaksi jual beli dalam sekali transaksi.. Termasuk di dalamnya proses take over pembiayaan hunian syariah yang mengandung multi akad. Proses take over yang dilakukan oleh bank syariah ke bank konvensional dengan sistem syirkah al-milk, lalu memberikan produk pembiayaan hunian syariah kepada nasabah dengan akad ba’i murabahah tidak dapat dimasukkan ke dalam hybrid contracts yang dilarang dalam perspektif Hukum Islam. Kata Kunci: Hybrid Contract, Take Over, Bank Syariah,dan Bank Konvensional
RELEVANSI STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PT. AKR CORPORINDO, TBK PERIODE 2011-2020
Erwin Munandar;
Hamdan Fathoni
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 3, No 2 (2021): AKSY: Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/aksy.v3i2.14056
The value of the company becomes very important for the company or the holders of stock. Each party has its view on the value of the company, the similarity is to want the value of the company to be in a high position. Managerial ownership is the manager's shareholding where the manager is not only involved in managing the company but also involved in the impact of management decisions. Institutional ownership is the shareholding of another company that has a function as a management supervisor. This examination utilizes unmistakable techniques and quantitative methodologies utilizing optional information upheld by writing and documentation considers. The results showed partially both variables had no significant influence on the value of the company. Similarly, simultaneously it has no significant influence on the value of the company.Keywords: Managerial Ownership, Institutional Ownership, Corporate Value.
PELAKSANAAN LELANG AGUNAN TERHADAP PEMBIAYAAN BERMASALAH PADA AKAD MURABAHAH
Sumiati Sumiati
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 1, No 2 (2019): AKSY
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/aksy.v1i2.5560
ABSTRAKBank syariah merupakan suatu lembaga dimana Kegiatan utamanya adalahpenyaluran dana atas pembiayaan salah satunya pembiayaan murabahah. setiappembiayaan yang di ajukan nasabah harus disertai jaminan untuk mengantisipasiterjadinya resiko pembiayaan. Dalam menyelesaikannya bank syariah mempunyaibeberapa upaya yang dapat di tempuh. Jika upaya yang di berikan tetap tidak dapatmenyelesaikan maka bank berhak melelang jaminan/agunan nya tersebut. Namunpelaksanaan lelang agunan/jaminan yang di lakukan bank Muamalat Indonesia CabangTasikmalaya ini tidak diketahui oleh nasabah nya tersebut. Sedangkan dijelaskan dalamfatwa DSN No. 47/DSN-MUI/ll/2005 bahwa ketentuan bagi nasabah yang tidak dapatmembayar dalam pertengahan jangka waktu maka diselesaikan dengan prinsip-prinsipsyariah. Juga di jelaskan dalam UU No 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan pasal20 ayat (3). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan lelang agunanterhadap pembiayaan bermasalah pada akad murabahah; dan tinjauan hukum ekonomi syariah mengenai pelaksanaan lelang agunan terhadap pembiayaan bermasalah pada akad murabahah di Bank Muamalat Indonesia Cabang Tasikmalaya. Metode penelitian berupa studi kasus, sumber datanya karyawan Bank Muamalat Indonesia Cabang Tasikmalaya. Data sekunder berupa hasil wawancara, jurnal, buku serta website yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan dana menggunakan teknik wawancara dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan lelang agunan terhadap pembiayaan bermasalah pada akad murabahah di Bank Muamalat Indonesia Cabang Tasikmlaya ini sesuai dengan prosedur yang di tentukan bahwa pihak bank telah memberikan surat peringatan, surat pemberitahuan bahkan menyebarkan surat kabar sebagai informasi.
TINJAUAN HISTORIS DAN TEORITIS TENTANG INOVASI PRODUK LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH
Lina Fatinah
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 3, No 1 (2021): AKSY: Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/aksy.v3i1.12143
Dalam mengoptimalkan pengembangan keuangan syariah, Otoritas Jasa Keuangan menjalankan beberapa misi yang salah satunya meningkatkan kapasitas kelembagaan dan ketersediaan produk industri keuangan syariah yang lebih kompetitif dan efisien, dengan salah satu program peningkatan ketersediaan dan keragaman produk keuangan syariah, baik pada lembaga perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri keungan non-bank syariah. Inovasi produk menjadi salah satu strategi yang memiliki peran penting di tengah pasar yang kompetitif. Terkait dengan suplai produk, sektor perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri keuangan non-bank syariah memiliki tantangan yang berbeda. Secara historis, inovasi produk lembaga keuangan syariah dapat dilihat dari perkembangan masing-masing lembaga baik perbankan syariah, pasar modal syariah dan industri keuangan non-bank syariah. Pada perkembangannya terdapat inovasi produk-produk yang lebih bervariasi di masing-masing lembaga keuangan syariah. Namun meskipun demikian, fakta menunjukkan bahwa market share produk industri keuangan syariah masih relatif kecil jika dibandingkan dengan produk keuangan konvensional. Sedangkan ditinjau secara teoritis, lembaga keuangan syariah tidak lepas dari teori-teori dan metode yang digunakan untuk tetap sejalan dengan prinsip syariah.Kata Kunci: Inovasi, Produk Lembaga Keuangan Syariah, Historis, Teoritis
PENGARUH NON PERFORMING FINANCING (NPF) TERHADAP NET OPERATING MARGIN (NOM) DI BANK BRI SYARI’AH PERIODE TAHUN 2014-2017
Widi Widiawati
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 1, No 1 (2019): AKSY
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/aksy.v1i1.4310
Pada dasarnya tujuan suatu perusahaan melaksanakan aktivitas atau kegiatan perusahaannya adalah untuk memperoleh laba atau profit. Bank pada umumnya dan bank syari’ah pada khususnya adalah lembaga yang berorientasi pada laba, yang pada penelitian ini diwakili oleh Net Operating Margin (NOM). Dimana untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan perlu memperhatikan semua aspek yang mempengaruhi perolehan laba tersebut. Kegiatan utama bank syari’ah seperti halnya bank konvensional adalah sebagai lembaga intermediasi yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat, maka dari itu bank sangat perlu menjaga supaya penyaluran dananya lancar atau pembiayaannya tidak bermasalah atau lebih dikenal dengan istilah Non Performing Financing (NPF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Non Performing Financing (NPF) terhadap Net Operating Margin (NOM) pada Bank BRI Syari’ah. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dan tekhnikanalisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana, analisis korelasi pearson product moment, serta uji t dan untuk pengolahan data digunakan program SPSS V.20.0 dan Microsoft Exel 2013. Adapun hasil penelitian yang diperoleh bahwa Non Performing Financing (NPF) tidak berpengaruh signifikan terhadap Net Operating Margin (NOM) dimana Nilai thitung = 1,576 < ttabel = 2,228. Hal tersebut diakibatkan karena adanya faktor lain yang mempengaruhi NOM yang tidak diteliti. Maka dari itu dirasa perlu untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji faktor lain tersebut.
PENGARUH NET INCOME TERHADAP PENETAPAN KEBIJAKAN DEVIDEN PADA PT. PEGADAIAN PERSERO
Widiawati Widiawati
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 3, No 1 (2021): AKSY: Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/aksy.v3i1.12132
Perusahaan atau entitas berdasarkan tujuannya terdiri dari perusahaan yang profit oriented dan non-profit oriented (social oriented). Bagi perusahaan yang profit oriented net income atau laba merupakan tujuan utama dari kegiatan operasional usahanya. Dimana dengan laba ini perusahaan bisa bertahan hidup, tumbuh dan berkembang, bahkan dengan laba ini perusahaan mampu menyediakan kekayaan bagi para pemegang sahamyna melalui pembayaran deviden. Dimana dengan pelaporan laba dan pembagian deviden ini perusahaan bisa menunjukan performa atau kondisi finansialnya. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh net income terhadap penentuan kebijakan deviden pada PT. Pegadaian (Persero). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, yang terdiri dari analisis deskriptif, regresi linear analisis korelasi pearson product moment, koefisien determinasi dan uji signifikansi. Hasil analisis menunjukan bahwa net income berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap kebijakan deviden. Kata kunci: Net Income dan deviden.
TINJAUAN DAN KONSEP INVESTAS1 SYAR1’AH
Asep Dadang
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 2, No 2 (2020): AKSY : Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/aksy.v2i2.9791
This article discusses the objectives and concepts of shari'ah investment. Based on the release of the OJK Investment Alen Task Force, during 2019 there were 444 entities that were terminated for carrying out business activities that were allegedly carried out without permission from the competent authorit y and potentially detrimental to the communit y. Sharia investment is an investment based on sharia principles, both investment in the real sector and financial sector, investment cannot be separated from sharia principles. This research is qualitative with a literature study approach with data sources, namely secondary data from previous research and other reference data sources. lnrestment is an investment activity in the hope that you will get a profit in the future. Islam teaches people to strive for a better life in the world and the hereafter. Having a good life in this world and in the hereafter that can guarantee the achievement of physical and mental welfare (falah). The purpose of investing, among others, is to obtain maximum profits, guarantee future, protect profits, obtain passive income, realize the desire to achieve the afterlife goals. Someone who will make an investment should pay attention to the conditions that are prohibited and that are allowed in investing so that it benefits him for the world and the hereafter. With the concept that all propeny and all means of production are essentially God's absolute, whereas humans are only limited to getting the mandate to manage it to be useful in life. Keywords : Objectives, Concepts, Sharia Investment, Speculation
DAMPAK COVID-19 TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) SYARIAH
Mardhatillah Ahmad;
Lina Yulianti
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 4, No 1 (2022): AKSY: Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/aksy.v4i1.17100
Salah satu tolak ukur dalam menilai keberhasilan pengelolaan sumber daya suatu perusahaan yaitu dengan melihat kinerja keuangannya. Parameter yang umum dipergunakan dalam menilai kinerja keuangan perusahaan adalah dengan mempergunakan rasio keuangan. Selanjutnya rasio ini akan sangat bermanfaat bagi para pengguna dalam pengambilan keputusan. Dalam kondisi normal, performa keuangan yang dihasilkan akan mencerminkan kondisi yang diharapkan dan dapat menunjukan target pencapaian. Namun untuk kondisi pandemi covid saat ini tentunya akan membawa dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan tersebut. Salah satu sektor usaha yang terkena dampak pandemi covid-19 adalah industri perbankan. Hal ini sebagai akibat banyak diantara debitur yang diberhentikan dari pekerjaan dan terhambat untuk membayar pembiayaan. Sehingga mengakibatkan meningkatnya pembiayaan yang tidak lancar pada bank, yang secara otomatis mempengaruhi performa keuangannya. Pengkajian ini ditujukan untuk menganalisa dampak covid-19 terhadap kinerja keuangan pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah periode 2019-2020. Data diambil dari publikasi laporan keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah periode 2019-2020. Yaitu tiga (tiga) triwulan sebelum pandemi dan 3 (tiga) triwulan pasca pandemi covid. Adapun rasio keuangan yang digunakan adalah tingkat kecukupan modal (CAR), tingkat pengembalian aset (ROA), rasio pembiayaan bermasalah (NPF) dan pembiayaan deposit rasio (FDR). Hasil penelitian ini secara keseluruhan menunjukan tidak substansial adanya distingsi dari aspek yang dianalisa terkecuali untuk aspek rasio pembiayaan bermasalah (NPF). Dengan demikian secara spesifik penelitian ini merekomendasikan agar Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah lebih meningkatkan lagi pembiayaan melalui intrumen penjadwalan ulang pembayaran (rescheduling), persyaratan kembali (reconditioning) dan penataan kembali (restructuring) serta membuka bidang usaha baru yang tidak terkena dampak covid-19 sebagai upaya meningkatkan rasio Return on Asset (ROA). Kata Kunci: Kinerja Keuangan Bank, CAR, ROA, NPF, FDR.
PENERAPAN HYBIRD CONTRACT PADA PRODUK GIRO
Ikmal Mumtahaen
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 2, No 1 (2020): AKSY : Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/aksy.v2i1.7858
Perjanjian merupakan suatu bentuk kesepakatan para pihak untuk melakukan sesuatu. Dalam sebuah perjanjian selalu menghasilkan suatu perikatan, di mana perjanjian sebagi bentuk kongkrit dan perikatan sebagai bentuk abstrak yang mengikat. Muncul suatu konsep inovasi produk akad dengan penggabungan beberapa akad yang ada dan disebut hybrid contract. Hybrid contract merupakan penggabungan dua akad atau lebih dalam satu akad untuk kepentingan tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan Hybrid contract pada produk Lembaga Keuangan Syariah adalah Giro. Penelitian ini juga menganalisis pengaplikasian produk Giro diperbankan syariah apakah sesuai dengan hukum Islam yang sebagaimana semestinya. Jenis Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) dengan mendeskripsikan data kualitatif yang diperoleh dari literatur penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan hybrid contract pada produk Giro diperbankan syariah sudah sesuai dengan peraturan hukum Islam. Produk hybrid contract diperbolehkan sesuai nash agama sehingga produk Giro dapat dinyatakan dalam sebuah kategori akad yang sah dengan multi akad yakni Akad wadiah dan mudharabah pada produk giro bank syariah terdapat akad utama yakni titipan dan disertai dengan akad penambahan yaitu keuntungan. Dari akad tersebut terdapat akad dalam menentukan keuntungan dengan giro mudharabah. Kata Kunci: Hybrid contract, Wadhi’ah, Mudharabah, Giro.
TEORI KESEIMBANGAN UMUM DALAM EKONOMI ISLAM
Ainun Nurul Sya’diah
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 3, No 2 (2021): AKSY: Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/aksy.v3i2.14052
Penelitian ini menguraikan bahasan singkat mengenai teori keseimbangan umum dalam Islam yang membahas bagaimana keseimbangan pasar dengan syariat Islam yang berlaku, serta proses penerapan didalamnya. Pembahasannya menunjukkan pola kebijakan dan peradaban ekonomi dalam Islam serta hubungannya dengan keseimbangan umum di dalam pasar yang dikhususkan menurut syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pedekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa teori yang menunjukan keseimbangan umum khususnya keseimbangan pasar dengan mekanisme pasar dalam Islam sebagai suatu keseimbangan dan keadilan antara permintaan dan penawaran. Kata Kunci : Keseimbangan Umum, Pasar, Ekonomi Islam