cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Retain: Journal of Research in English Language Teaching
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : https://doi.org/10.26740/rt.v13i02
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
AN ANALYSIS OF SENTENCE LENGTH IN COMPOSITIONS MADE BY FRESHMEN ON PRE-TEST AND POST-TEST IN INTENSIVE COURSE
RETAIN Vol 1 No 3 (2013): Volume 1, nomor 3, September-Desember 2013
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti yang diketahui bahwa menulis adalah sebuah kemampuan bahasa yang sulit untuk dikuasai, menulis menjadi sebuah fokus tersendiri dalam Program Intensive Course (IC) yang diadakan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Unesa. Menulis adalah sebuah tolak ukur bagi penguasaan kemampuan berbahasa yang lain seperti mendengar, berbicara dan membaca. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui panjang kalimat yang dibuat mahasiswa tingkat baru dalam tulisan karangan pre-test dan post-test. Dengan mengetahui panjang kalimat, perkembangan mahasiswa tingkat baru dalam level kemampuan berbahasa (proficiency level) juga dapat diketahui. Dalam perhitungannya, jumlah kata dalam kalimat dan T-unit digunakan untuk menentukan panjang kalimat. Selanjutnya, dari hasil penelitian diketahui lebih dari sample mahasiswa tingkat baru membuat tulisan dengan kalimat yang lebih panjang/kompleks atau pendek/sederhana. Selanjutnya, ditemukan juga bahwa kalimat panjang dan pendek harus dikombinasikan penggunaannya untuk menciptakan tulisan yang ideal. Perbedaan panjang kalimat yang digunakan pada pre-test dan post-test ini juga membawa pengaruh tersendiri bagi level kemampuan berbahasa siswa. Kata kunci: panjang kalimat, T-unit, menulis dan IC Abstract Since writing is a skill that difficult to master, it becomes a center of attention in Intensive Course (IC) Program English Department Unesa. Writing is considered as the entailment of others language skill like listening, speaking and reading. Thus, this study aims to identify sentence length made by freshmen in pre-test and post-test composition in IC. By identifying the sentence length, it was also seen the progress of students’ proficiency level. Moreover, words count and T-unit are used as the instrument to measure the sentence length. As the result, it was seen that students’ create longer and shorter sentences in the post-test. It was also found that the use of long/complex and short/simple sentences should be combined to present an ideal writing. The difference of sentence length in the pre-test and post-test progressed particularly to students’ proficiency level. Key words: sentence length, T-unit, writing and IC
THE IMPLEMENTATION OF STEPS CHAIN AS A TECHNIQUE TO TEACH SPEAKING PROCEDURE TEXT FOR SEVENTH GRADERS OF SMPN I SIDOARJO
RETAIN Vol 1 No 3 (2013): Volume 1, nomor 3, September-Desember 2013
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskipsikan penerapan Steps Chain pada siswa kelas VII SMPN I Sidoarjo dalam proses pembelajaran selama kelas berbicara bahasa Inggris teks prosedur berlangsung, untuk mendeskripsikan ketrampilan berbicara bahasa Inggris siswa ketika Steps Chain diterapkan pada proses belajar mengajar, dan untuk mendeskripsikan respon siswa setelah diajar dengan menggunakan Steps Chain. Penelitian ini dirancang sebagai sebuah laporan dalam bentuk deskriptif qualitative tanpa ada perhitungan statistic. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktifitas dari Steps Chain telah diterapkan di dalam kelas dan sebagai sebuah tehnik, hal ini sangat efektif membantu guru dan siswa dalam proses belajar mengajar dalam konteks ‘knowledge of language, comprehension, performance, organization of the text, and overall impression.’ Steps Chain juga mampu memotivasi siswa bergabung dalam proses pembelajaran di kelas. Kata Kunci: Steps Chain, ketrampilan berbicara bahasa Inggris, teks prosedur, siswa kelas tujuh. Abstract This study is conducted to describe the implementation of Steps Chain to seventh graders of SMPN I Sidoarjo in learning process during Speaking Procedure Text class, to describe the students’ speaking ability when Steps Chain is implemented in teaching and learning process, and to describe the students’ responses after being taught by using Steps Chain. This study was designed as a report in the form of descriptive qualitative without any statistical calculation. The result of this study showed that Steps Chain activity was successfully implemented in class and it was very effective as a technique to help both teacher and students in teaching and learning process of Speaking Procedure Text in term of ‘knowledge of language, comprehension, performance, organization of the text, and overall impression.’ It could motivate the students to join the learning process as well. Keywords: Steps Chain, speaking, procedure text, seventh graders.
THE IMPLEMENTATION OF IOC USING CUE CARD TO IMPROVE SPEAKING ABILITY FOR THE SEVENTH GRADERS
RETAIN Vol 1 No 3 (2013): Volume 1, nomor 3, September-Desember 2013
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbicara menjadi sangat penting di dalam belajar bahasa Inggris. Kemampuan berbicara menjadi penghubung anatara individu dan masyarakat untuk menyampaikan ide, pikiran, dan kepercayaan. Oleh karena itu, seorang guru harus mempunyai teknik yang tepat untuk membantu meningkatkan kemampuan berbicara siswa, terutama untuk tujuan akademik. Di dalam skripsi ini, inside – outside circle using cue card diharapkan menjadi teknik yang sangat baik untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan inside – outside circle using cue card dalam pembelajaran berbicara menggunakan teks deskriptif pada siswa kelas VII. Jenis penelitian ini adalah deskriptif qualitative. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIIF di SMP Negeri 1 Jabon. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, tugas siswa, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil dari observasi menunjukkan bahwa penerapan teknik inside – outside circle using cue card sesuai dengan prinsip-prinsip mengajar kemampuan berbicara. Hasil dari tugas siswa menunjukkan bahwa siswa bisa mendeskripsikan dengan baik setelah penerapan teknik inside – outside circle using cue card. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknik inside – outside circle using cue card bisa mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran berbicara. Teknik inside – outside circle using cue card memberikan suasana belajar yang nyaman dimana siswa bisa melatih kemampuan berbicara sekaligus kemampuan mendengarkan. Kata Kunci : inside - outside circle, cue card , teks deskriptif, kemampuan berbicara Abstract Speaking is considered very important in learning English. Moreover, speaking ability linked the individual to society within to deliver ideas, thinking, and beliefs in spoken way. Thus, teachers should have an appropriate technique to help students develop their ability in speaking, especially for academic purposes. In this thesis, inside - outside circle using cue card is offered as a teaching technique which is regarded very powerful for improving students' speaking ability. This research aims to describe the implementation of inside - outside circle using cue card in speaking of descriptive text for the seventh graders. It also aims to know the students’ speaking ability after the implementation of this technique. This study is descriptive qualitative research. The subject of this research is the seventh graders in SMP Negeri 1 Jabon at class VII-F. The data in this research are the result of observation, students' task, interview and field note.The data are analyzed descriptively to answer the research questions. The result of observation showed that the implementation of this technique was in line with theories about five stages in teaching speaking. The teacher’s activity was in line with principles for teaching speaking skill. The result of students' task showed that the students can describe someone well by inside - outside circle using cue card technique.Based on those result, it can be concluded that inside - outside circle using cue card can encourage the students to speak. IOC technique provided an authentic academic setting where the students have to speak and listen to their friend in English as much as possible. Keywords : inside - outside circle, cue card , descriptive text, speaking ability
USING “KWHHL CHART” (KNOW-WANT-HEAD WORDS-HEART WORDS-LEARNT) TO TEACH READING OF DESCRIPTIVE TEXT
RETAIN Vol 1 No 3 (2013): Volume 1, nomor 3, September-Desember 2013
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suzan Szabo (2006) memperkenalkan modifikasi terbaru dari strategi KWL yaitu strategi KWHHL. KWHHL singkatan dari Know (apa yang siswa ketahui), Want (apa yang siswa ingin ketahui), Head Words (kata-kata sulit), Heart words (emosi dan perasaan siswa tentang teks), dan Learnt (apa yang telah nsiswa pelajari) yang ditampilkan dalam bentuk grafik. Szabo (2006) menyatakan bahwa strategy tersebut sukses dan bisa mengatasi keterbatasan strategi KWL. Dengan demikian, penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif eksperimental karena digunakan untuk menguji teori Szabo (2006). Selain itu, penelitian ini juga digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan strategi table KWHHL dalam memahami bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nilai posttest kelompok eksperimental dan kontrol. Dapat dikatakan bahwa penerapan dengan menggunakan grafik KWHHL efektif untuk mengajarkan membaca pemahaman teks deskriptif. Selain itu, para siswa merasa senang dan minat dalam proses belajar mengajar ketika menerapkan strategi tabel KWHHL. Mereka setuju bahwa strategi ini dapat memudahkan mereka untuk memahami teks.Kata Kunci: Tabel KWHHL, Teks Deskriptif, Pemahaman Membaca.AbstractSuzan Szabo (2006) introduces the latest modification of KWL strategy that is KWHHL strategy. KWHHL stands for Know, Want, Head words, Heart words and Learnt which is showed in the form of chart. Szabo (2006) stated that it was a success and could overcome the limitation of KWL strategy. Thus, this research is classified as experimental quantitative research since it is used to test the theory of Szabo (2006). In addition, this study also used to know about students‟ response towards the use of KWHHL chart strategy in reading comprehension. The result showed that there is significant difference between the posttest scores of experimental and control group. It can be said that the treatment by using KWHHL chart was effective to teach reading comprehension of descriptive text. Moreover, the students feel enjoy and interest in teaching learning process while applying KWHHL chart strategy. They do agree that this strategy can ease them to comprehend a text.Keywords: KWHHL Chart, Descriptive Text, Reading Comprehension.
GENERIC STRUCTURE IN PRE- AND POST-TEST COMPOSITIONS OF IC 2012 STUDENTS
RETAIN Vol 1 No 3 (2013): Volume 1, nomor 3, September-Desember 2013
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis dengan menggunakan generic structure yang tepat sangatlah diperlukan karena ini akan membantu pembaca untuk bisa memahami teks dengan baik. Bagaimana kualitas tulisan siswa dalam hal penerapan generic structure?. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif karena tidak menggunakan angka dalam penyajiannya. Subyek penelitian ini merupakan 27 siswa Intensive Course Jurusan Bahasa Inggris Universitas Negeri Surabaya. Data yang digunakan daam penelitian in adalah tulisan siswa-siswi IC 2012. Data di ambil dari tullisan pre- dan post- test IC 2012. Rubrik juga digunaan untuk menilai tulisan siswa dalam hal generic structure. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dari 27 siswa yang dijadikan sampel. Ada 6 siswa yang kemampuannya meningkat selama IC. 9 siswa lainnya menurun, dan 12 orang lainnya tidak menunjukkan perbedaan kemampuan yang signifikan. Ini berarti bahwa Intensive Course 2012 tidak terlalu mempengaruhi kemampuan penulisan siswa dalam hal generic structure. Meskipun penggunaan generic structure telah diajarkan secara implisit melalui latihan selama program berlangsung, namun tetap tidak memberikan perubahan yang berarti terhadap kemampuan menulis siswa. Kata Kunci: Intensive Course, Kemampuan Menulis, and Generic Structure. Abstract Writing in a correct generic structure is needed because it will help the reader in understanding the text better. How is the quality of the students’ compositions in term of generic structure? This study was a descriptive qualitative research. The subjects of this study were 27 participants of Intensive Course 2012 in English Department of State University of Surabaya. The data used in this study was the students’ compositions in IC 2012 program. The data was taken from the result of students’ compositions in the pre test and the post test of Intensive Course 2012. A prompt and rubric were also used to examine the students’ compositions in term of generic structure. Based on the result of the study, from 27 samples taken, in terms of generic structure there were 6 students which ability improved during the IC program. The other 9 decreased and the other 12 did not have difference. It means that IC did not influence the quality of students’ compositions in terms of generic structure. Even though the use of generic structure has been taught implicitly through the practice, but still, it did not make significant difference in the use of the generic structure. Keywords: Intensive Course, Writing Ability, and Generic Structure.
ANALYSIS OF THE SPEAKING MATERIALS IN TEXTBOOK“MANDIRI:PRACTISE YOUR ENGLISH COMPETENCE (FOR SMK AND MAK XI)”BASED ON 2006 ENGLISH STANDARD OF CONTENT (SI)
RETAIN Vol 1 No 3 (2013): Volume 1, nomor 3, September-Desember 2013
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BahasaInggrismemegangperananpentingdalamaspekpendidikan di sebagianbesarnegara-negara di dunia, termasuk Indonesia.Di Indonesia sendiriBahasaInggrisdiajarkandaritingkatSekolahDasar (SD) sampaidengantingkatUniversitas.MelaluiBahasaInggris, siswadiharapkanmemilikiketerampilanberkomunikasibaiksecaralisanmaupuntulis. Untukmencapaitujuanini, DepartemenPendidikanNasional Indonesia telahmengembangkan Standard KompetensibahasaInggris yang tertuang di dalamkurikulumsebagai standard proses pembelajaranbahasaInggris. Sehubungandengankurikulum, kurikulum yang sekarangditerapkan di semuajenjangpendidikan di Indonesia adalahKurikulum 2006.Masihberhubungandengankurikulum, materipembelajaran yang sebagianbesarberupabukuteksjugaharussesuaidengankurikulum.Selainsesuaidengankurikulum, bukuteksjugaharusmenyajikanempatmateriketerampilanberbahasa, yaitumateriuntukketerampilanmenyimak, berbicara, membacadanmenulis.Olehkarenaitu, penelitianinidifokuskanpadaanalisismateriketerampilanberbicaradalambukuteksberjudul "Mandiri: Practise Your English Competence (for SMK and MAK XI) yang diterbitkanolehErlangga. Penelitianinidimaksudkanuntuk (1) menganalisisrelevansimateriketerampilanberbicaradalambukuteksberjudul "Mandiri: Practise Your English Competence" denganStandar Isi (SI) bahasaInggris 2006 dan (2) untukmenganalisisrelevansimateriketerampilanberbicaradalambukuteksberjudul "Mandiri: Practise Your English Competence" dengankriteriamateriketerampilanberbicara yang baik yang diadaptasidarievaluasibukuteksbahasaInggrisuntuk SMK dari BSNP. RancanganpenelitianiniadalahdeskriptifkualitatifdanobyekpenelitianiniadalahbukuteksbahasaInggrisberjudul: "Mandiri: Practise Your English Competence )". Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwa (1) materiketerampilanberbicaradalambukutersebutcukuprelevandenganmateriketerampilanberbicara yang adadalamStandar Isi (SI) bahasaInggris 2006 dan (2) jugacukuprelevandengankriteriamateriketerampilanberbicara yang baik yang diadaptasidari BSNP. Selainitu, materiketerampilanberbicara yang ada di dalambukuiniperludirevisisehinggatujuanpengajaranbahasa, khususnyapengajaranmateriketerampilanberbicaradapatdicapai. Kata Kunci:analisis, materiketerampilanberbicara, bukubahasaInggris, Standar Isi (SI) bahasaInggris 2006, BSNP. Abstract English plays special role in education aspect in most of the countries in the world, one of them is Indonesia. In Indonesia English is taught from elementary school to university level. Through English, the students are expected to have good communication skill either in spoken or written form. To achieve this aim, the National Education Department of Indonesia has developed an English standard competence which is stated in curriculum as the standard of English and learning process. Related to curriculum, the present curriculum which is used in all level of education in Indonesia is 2006 Curriculum. Related to curriculum, learning materials which are mostly in the form of textbook should be based on the curriculum. Besides in line with the curriculum, the textbook should provide materials covering four language skills, they are: Listening, Speaking, Reading and Writing materials. Therefore, this study focused on the analysis of speaking materials in the textbook entitled “Mandiri: Practise Your English Competence for (SMK and MAK XI) published by Erlangga. This study was intended (1) to analyze the relevance of the speaking materials in textbook “Mandiri: Practise Your English Compentence” to the 2006 English standard of content (SI) and (2) to analyze the relevance of the speaking materials in textbook “Mandiri: Practise Your English Compentence” to the criteria of good speaking materials adapted from English textbook evaluation for vocational high school of BSNP. The design of this study was descriptive qualitative and the object of this study was the English textbook entitled: “Mandiri: Practise Your English Competence”. The results of this study shows that speaking materials in the textbook are quite relevant to the speaking materials based on the 2006 English standard of content (SI) and the speaking materials in the form of speaking exercises in the textbook are quite relevant to the criteria of good speaking materials adapted from BSNP. Furthermore, the speaking materials of this textbook need to be revised so that, the objective of language teaching, especially speaking can be reached Keywords: analysis, speaking materials, English textbook, 2006 English standard of content (SI), BSNP.
Improving Senior High Students’ Speaking Ability to Describe a Place by Using Their Own Drawing
RETAIN Vol 1 No 3 (2013): Volume 1, nomor 3, September-Desember 2013
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang seharusnya para guru bahasa inggris perhatikan untuk mengajarkan berbicara bahasa Inggris yang dapat mempengaruhi kemampuan berbicara bahasa inggris siswa misalnya motivasi, panduan, kesiapan, pikiran, latihan, dan juga bagaimana cara otak manusia bekerja. Karena kegiatan belajar dan berfikir akan meningkat ketika kedua sisi otak digunakan secara seimbang. Peneliti menggunakan gambar yang dibuat oleh siswa itu sendiri untuk membangun ketertarikan siswa untuk lebih mempelajari bahasa inggris dan juga membuat kedua sisi otak mereka berjalan dengan seimbang. Peneliti ingin mengetahui apakah penggunaan gambar yang dibuat siswa itu sendiri efektif atau tidak untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa inggris siswa dalam mendeskripsikan sebuah tempat. Dalam melaksanakn penelitian, peneliti menggunakan desain penelitian, percobaan dengan cara mengumpulkan data melalui pemberian ujian awal, perlakuan, dan ujian akhir. Terdapat dua kelompok dalam penelitian ini, kelas X-7 sebagai kelompok kontrol dan kelas X-8 sebagai kelompok percobaan. Terdapat 30 siswa disetiap kelompok. Kedua kelompok diberikan ujian awal dan akhir, tetapi hanya kelompok percobaan yang diberikan perlakuan. Peneliti menggunakan ujian berbicara bahasa inggris dan sebuah daftar pertanyaan sebagai alat untuk mendapatkan data dalam penelitian ini. Pada akhir penelitian ini, peneliti menganalisa data dari nilai ujian berbicara siswa. Data yang diperoleh dihitung secara statistik dengan menggunakan rumus t-test. Kemudian,, ditemukan bahwa t-table 2.00 dan t-value 13.16. t-value lebih tinggi dibandingkan dengan t-table (13.16 > 2.00) berarti terdapat peningkatan yang siknifikan pada kemempuan berbicara bahasa inggris siswa setelah mendeskripsikan sebuah tempat dengan menggunakan gambar yang mereka buat sendiri. Selain itu, berdasarkan hasil dari daftar pertanyaan, para siswa setuju bahwa penggunaan gambar yang mereka buat sendiri sangat membantu mereka. Jadi, para siswa setuju jika gambar yang mereka buat sendiri digunakan sebagai media dalam pengajaran berbicara bahasa inggris teks deskripsi. Peneliti menyimpulkan bahwa gambar yang dibuat oleh siswa itu sendiri adalah sebuah media yang efektif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa inggris mereka. Oleh karena itu, diusulkan kepada para guru bahasa inggris untuk menggunakan media ini sebagai salah satu alternative untuk mengajar berbicara bahasa inggris. Selain itu, diusulkan pula kepada peneliti yang akan datang untuk menemukan subyek dan media lain di masa depan yang dapat diteliti agar mendapatkan penelitian yang lebih baik.Kata Kunci: Gambar yang Dibuat Oleh Siswa Sendiri, Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris, Deskripsi.AbstractThere are some factors that the English teacher should consider to teach speaking which can influence the students‟ speaking ability namely motivation, guidance, readiness, think, practice and also how human‟s brain works. Since learning and thinking are increased when both sides of the brain are used in a balanced manner. The researcher used students‟ own drawing to build the students‟ interest to learn English more and also make both sides of their brain are balance. The researcher wanted to find out whether the use of students‟ own drawing is effective or not to improve the students‟ speaking ability in describing a place and also to know the students‟ responses towards this media to describe a place. In conducting the research, the researcher used experimental research design by collecting the data through giving pre-test, treatment and post-test. There were two groups in this research, X-7 as the control group and X-8 as the experimental group. There were 30 students in each group. Both groups were given pre-test and post-test however only the experimental group that were given the treatment. The researcher used speaking test and a questionnaire as the instruments of this research. In the end of the research, the researcher analyzed the data of the students‟ speaking test score. The data was calculated statistically using t-test. Then, it was found that the t-table was 2.00 and the t-value was 13.16. The t-value was higher than the t-table (13.16 > 2.00) meaning there was significant improvement on the students‟ speaking ability after describing a place using their own drawing. Moreover, based on the result of the questionnaire, the students agree that the use of their own drawing is very helpful for them. Thus, the students agree if their own drawing is used as media in teaching speaking descriptive text. The research concluded that students‟ own drawing is an effective media that can be used to improve their speaking ability. Therefore, it is suggested that English teachers to use this media as one of the alternatives to teach speaking. Besides, it is also suggested to future researcher to find the other subject and media in future that can be observed in order to get better research.Keywords: Students‟ Own Drawing, Speaking Ability, Descriptive.
THE EFFECTIVENESS OF USING WRITTEN PEER RESPONSE TO TEACH WRITING HORTATORY EXPOSITION TEXT IN ELEVENTH GRADER OF SENIOR HIGH SCHOOL
RETAIN Vol 1 No 3 (2013): Volume 1, nomor 3, September-Desember 2013
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Namun realitanya di Indonesia, kemauan dan kemampuan menulis siswa SMA belum mencapai level yang maksimal sehingga nilai siswa pada tugas menulis dalam Bahasa Inggris lebih rendah jika dibandingkan dengan kemampuan siswa pada aspek berbicara, mendengarkan juga membaca. Berdasarkan masalah tersebut, studi ini dirancang untuk mengetahui keefektifan penggunaan teknik respon tertulis dari teman sebaya pada pembelajaran menulis teks hortatory. Studi ini termasuk dalam studi eksperimental kuantitatif dan penelitian statistik dengan menggunakan rumus t-test. Instrumen penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah nilai dari pre-test dan post-test. Pre-test dilaksanakan sebelum teknik tersebut diaplikasikan sedangkan post-test dilaksanakan setelah teknik tersebut diaplikasikan. Setelah melalui tahap penghitungan secara statistik pada nilai siswa, hasil menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa lebih baik dari pada sebelumnya. Kata Kunci: Menulis, Respon tertulis, Teks Hortatory Abstract Writing is one of important skill in English learning. The reality in Indonesia, the willingness and ability of students’ writing in Senior High School are not in the excellent level so the students’ score in English writing task is lower than in speaking, listening and reading. Dealing with the problem, this study was designed to find out the effectiveness of using written peer response in the teaching writing hortatory exposition text. This study is experimental research which uses quantitative data and statistical form using t-test to calculate the result. The instruments of this study were pre-test and post-test scores. Pre-test is administered before the treatment and post-test is administered after the treatment. From the statistic calculation on students’ score, the results showed that the students’ writing ability is better than before. Keywords: Writing, Written Peer Response, Hortatory Exposition Text
THE IMPLEMENTATION OF OUTDOOR CLASS ACTIVITY IN TEACHING SPEAKING DESCRIPTIVE FOR SEVENTH GRADE OF JUNIOR HIGH SCHOOL
RETAIN Vol 1 No 3 (2013): Volume 1, nomor 3, September-Desember 2013
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti kita ketahui bahwa salah satu masalah yang paling penting dalam belajar mengajar bahasa Inggris saat ini yang dihadapi oleh siswa di Indonesia adalah kurangnya motivasi untuk belajar terutama dalam berbicara. Berikut dengan mengetahui bahwa motivasi untuk meningkatkan semangat siswa untuk menguasai kemampuan berbicara sangatlah penting, peneliti menyadari bahwa sangat penting untuk membuat siswa berlatih bahasa dalam ekspresi lisan melalui teknik menarik. Teknik yang dapat digunakan dalam mengajar berbicara dan memberikan menyenangkan dan lingkungan yang nyaman bagi siswa adalah melalui pelaksanaan kelas di lingkungan luar. Di kelas di luar ruangan siswa dapat menggambarkan obyek dalam realitas sehingga membuat mereka lebih mudah untuk menggambarkan object.peneliti menyatakan dua maslah dalam penelitian ini. Bagaimana pelaksanaan kelas di luar ruangan untuk mengajar berbicara deskriptif untuk kelas tujuh SMP? Dan bagaimana kemampuan siswa setelah pelaksanaan kelas di luar ruangan untuk berbicara deskriptif untuk kelas tujuh SMP? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMPN 1 Sidoarjo. siswa adalah 28 orang. Penelitian ini dilakukan dalam tiga pengamatan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi checklist, wawancara dan catatan lapangan.siswa yang berada di luar ruangan kelas dapat mengatasi ketakutan mereka, kecemasan mereka, meningkatkan keterampilan komunikasi mereka, meningkatkan motivasi mereka. Ini membuat mereka sangat bahagia dan melakukan semua tugas dengan lancar. sehingga ketika mereka kembali mereka merasa siap untuk berbicara, para siswa merasa tidak ada kekhawatiran dan termotivasi, mereka merasa bahwa mereka dapat mengatasi semua ketakutan ketika mereka ingin berbicara. Juga dalam wawancara siswa semua dari mereka mengatakan bahwa kelas di luar ruangan meningkatkan pengetahuan mereka, meningkatkan kosa kata mereka, dan meningkatkan kreativitas mereka. Dan mereka semua mengatakan aktivitas di luar ruangan adalah membantu mereka sangat banyak untuk belajar berbicara deskriptif . Kata Kunci: kelas di luar ruangan, berbicara, text descriptif, berbicara deskriptif Abstract As we know that one of the most significant problems in teaching-learning English nowadays which is faced by students in Indonesia is the lack of motivation to learn it especially in speaking. Here by knowing that motivation to improve the students’ eagerness to master speaking ability is very important, the researcher realized that it is very important to make the students practice the language in a spoken expression through such interesting technique. The technique that can be used in teaching speaking and provide the joyful and comfortable environment for students is through conducting the class in outdoor environment. In outdoor class the students can describe the objects in reality so it makes them easier to describe the object.The writer stated two problems in this research. How is the implementation of outdoor class to teach speaking descriptive for seventh grade of junior high school? And how is the students’ ability after the implementation of outdoor class to teach speaking descriptive for seventh grade of junior high school? This study used Descriptive Qualitative method. Subjects in this study were the seventh grade students at SMPN 1 Sidoarjo. the students were 28 people. The research was conducted for in three observations. Collecting data in this study were used observation checklist, interview and field notes.With outdoor class students can overcome their fear, their anxiety, increase their communication skill, increasing their motivation. It makes them very happy and doing all the tasks smoothly. so when they come back they felt ready to speak, the students feel no worries and motivated, they felt that they can overcome all the boundaries when they want to speak. So that’s why all kinds of students present it well. Also in interviewing the students all of them said that outdoor class is increasing their knowledge, increasing their vocabulary, and increasing their creativity. And all of them saying outdoor activity is helping them very much to study speaking descriptive keyword: Speaking descriptive ,descriptive text, speaking, Outdoor class
The Use of Documentary Video to Teach Writing News Item Text to the Tenth Grade Students in SMAN 4 Bangkalan
RETAIN Vol 1 No 3 (2013): Volume 1, nomor 3, September-Desember 2013
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Some people may find difficulties in writing something or express their ideas. They have a lot of ideas in their mind, but they cannot decide what they want to write. When the first problem solved, other problem appear that they do not know how to write correctly. Those difficulties faced by students, too and make them frustated and not confident in writing. The teacher has a job to give some stimulus and let the students’ imagination free by not forcing the students directly to write and not giving them the same boring strategy all the time. The teacher can use a video in teaching. The combination of audio and visual media that presented by a video, can help the students to be more interested in the material and have them get some new ideas, especially can release the boredom. In this case, the teacher asked the students to write composition of news item based on the documentary video. The research is a descriptive qualitative and the objective of this study to find out how the documentary video is applied in teaching writing of news item, the students’ writing ability, and the students’ responses toward the documentary video. The subject of this research was the tenth grade students of SMA Negeri 4 Bangkalan which consisted of 36 students in class X-1. The instruments that are used by the researcher are observation checklist, students’ tasks and questionnaire. The data which are obtained in this research will be served in the form of sentences. Based on the analysis data, the researcher collected the data from three observations. The first observation, teacher did not play the video and the students were not asked to write composition. In the second and third observations the teacher played documentary video and the students were asked to write composition based on the documentary video. The students’ tasks were analyzed using ESL composition profile which contains elements of writing. Those were described whether its categories were very good, good, fair, and poor criteria. In the last meeting, the researcher gave questionnaire to know students’ response towards the documentary video. In conclusion, the researcher found that video was a helpful medium to release boredom and made the students understood about the material easily. The result of the students’ tasks indicated that their ability in writing increased. Though, it was not significant, but, still There were progress from the students’ writing in terms of content, organization, vocabulary, language use and mechanic. Most of the students gave a positive responses toward the use of documentary video. Key Words: Video, Documentary video, teaching writing, news item text, learning medium. Abstrak Beberapa orang menemukan kesulitan dalam menulis sesuatu atau mengekspresikan ide mereka. Mereka memiliki banyak ide dalam pikiran mereka, namun mereka tidak mampu memutuskan apa yang ingin ditulis. Ketika masalah tersebut teratasi, muncul masalah lain, yaiitu mereka tidak mampu menulis dengan benar. Masalah-masalah tersebut juga dihadapi oleh para siswa dan mengakibatkan mereka frustasi serta tidak memiliki kepercayaan diri dalam menulis.Oleh sebab itu, guru memiliki tugas untuk memberikan stimuli dan membebaskan imaginasi mereka dengan tidak memaksa mereka untuk secara langsung menulis dan tidak menggunakan strategi membosankan yang sama dalam mengajar. Guru dapat menggunakan media video dalam pembelajaran. Kombinasi media suara dan gambar yang ditampilkan, dapat membantu para siswa lebih tertarik kepada materi yang diberikan dan memunculkan ide-ide baru, terutama juga untuk menghilangkan kebosanan. Dalam hal ini, guru memberikan perintah kepada para siswa untuk menulis komposisi news item berdasarkan video dokumentasi. Penelitian ini menggunakan method descriptif qualitative dan tujuan penelitian ini adalah bagaimana penerapan video dokumentasi dalam pembelajaran menulis news item, untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis, serta respon siswa terhadap video dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 4 Bangkalan yang terdiri dari 36 siswa dikelas X-1. Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah form observasi, tugas siswa, beserta kuesioner. Data yang didapat kemudian akan disajikan dalam bentuk kalimat. Berdasarkan data analisis, peneliti mengumpulkan data dari tiga pertemuan. Pada pertemuan pertama, guru tidak menampilkan video dokumentasi dan siswa tidak diminta untuk menulis komposisi. Pada pertemuan kedua dan ketiga, guru menampilkan video dokumentasi serta meminta siswa untuk menulis komposisi berdasarkan video dokumentasi tersebut. Tugas siswa di analisis menggunakan ESL composition profile yang berisi lima elemen dalam menulis. Penilaian tugas siswa tersebut dijelaskan dalam criteria sangat baik, baik, cukup dan kurang. Pada pertemuan terakhir, peneliti menyebarkan kuesioner untuk mengetahui respon siswa terhadap video dokumentasi. Pada kesimpulannya, peneliti menemukan bahwa video dapat membantu siswa dalam menghilangkan kebosanan serta mempermudah siswa menangkap materi yang diberikan. Hasil tugas siswa memperlihatkan bahwa kemampuan menulis mereka meningkat. Walaupun peningkatan tersebut tidak cukup signifikan, tetapi tetap ada kemajuan dari kemampuan menulis siswa berdasarkan isi, organisasi, kosakata, grammar, serta mechanic. Hampir seluruh siswa memberikan respon yang positif terhadap penggunaan video documenter. Kata Kunci: Video, video dokumentasi, pengajaran menulis, teks news item, media pengajaran