cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
RETAIN (RESEARCH ON ENGLISH LANGUAGE TEACHING IN INDONESIA)
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : -
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
Time Token Arends 1998 as a Technique to Teach Speaking Factual Report Text to the Students of Ninth Grade of SMPN 3 Peterongan
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Time Token Arends 1998 as a Technique to Teach Speaking Factual Report Text to the Students of Ninth Grade of SMPN 3 Peterongan Dewidya Isna Safitri English Education, Language and Art Faculty, State University Surabaya dewidyasafitri@mhs.unesa.ac.id Ririn Pusparini, S.Pd., M.Pd. English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya rrn.puspa@gmail.com Abstrak Kemampuan berbicara dipertimbangkan sebagai salah satu kemampuan dasar yang penting untuk diajarkan di sekolah. Mengajarkan kemampuan berbicara bertujuan untuk memfasilitasi pelajar dengan kemampuan berkomunikasi dan aktivitas kelas yang mengembangkan kemampuan siswa untuk mengekspresikan diri mereka melalui perkataan (Richard, 2005:2). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengajukan sebuah kemampuan dasar untuk membuat siswa dapat menyampaikan teks factual report, hal tersebut berguna untuk mencapai tujuan yang dimaksud,. Oleh karena itu, guru di SMPN 3 Peterongan menggunakan Time Token Arends 1998 sebagai salah satu teknik untuk mengajar teks factual report.Time Token Arends dapat membantu guru untuk menghindari pendominasian berbicara dan beberapa siswa yang memilih pasif di kelas (Istarani in Sukmayati, 2014:38). Seluruh siswa akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk berbicara di depan kelas. Oleh sebab itu, penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian Time Token Arend 1998 dalam mengajarkan kemampuan berbicara teks factual report pada siswa kelas 9 di SMPN 3 Peterongan, penampilan siswa ketika berbicara dan respon siswa terhadap pengimplementasian Time Token Arends. Penelitian ini dideskripsikan dengan cara kualitatif. Ada tiga rumusan masalah yang telah dibuat oleh peneliti. Rumusan masalah tersebut mempertanyakan bagaimana guru mengimplementasikan Time Token Arends untuk mengajarkan kemampuan berbicara siswa kelas 9 di SMPN 3 Peterongan dalam menyampaikan teks factual report, bagaimana kemampuan berbicara siswa kelas 9 di SMPN 3 Peterongan dalam menyampaikan teks factual report dan bagaimanakah respon siswa terhadap pengimplementasian teknik mengajar tersebut. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa guru mengimplementasikan Time Token Arends 1998 dalam pengajaran penyampaian teks factual report dengan baik dan membuat siswa menjadi aktif untuk berbicara di kelas. Tidak ada siswa yang mendominasi di kelas atau siswa yang memilih untuk terus diam selama pengimplementasian Time Token Arends. Selain itu, teknik ini juga menarik dan dapat mendorong siswa untuk lebih aktif. Dapat disimpulkan bahwa Time Token Arends 1998 dapat digunakan untuk mengajar kemampuan berbicara siswa kelas 9 terlebih lagi untuk penyampaian teks factual report. Oleh karena itu, peneliti Guru Bahasa Inggris dapat menggunakan Time Token Arend sebagai salah satu variasi teknik pengajaran. Kata Kunci : Time Token Arends 1998, Kemampuan Berbicara, Teks Factual Report Abstract Speaking is considered as one of the basic skills that is important to be taught in the school. Teaching speaking is aimed provide learners with communicative competence and classroom activities that develop learners ability to express themselves through speeches ( Richard, 2005:2). In order to achieve the goal, the ministry of education proposes a basic competence to get the students being able to deliver factual report text. Thus, the teacher uses Time Token Arends 1998 as a technique to teach speaking factual report text. Time Token Arends 1998 can help the teacher to avoid talking domination and students’ silence (Istarani in Sukmayati, 2014:38). All of the students will get the same chances to speak in front of the class. Therefore, this researcher is aimed to describe the implementation of time token Arend 1998 in teaching speaking factual report to the ninth graders of SMPN 3 Peterongan, the students’ speaking performance and students’ response toward the implementation of the technique. This research is described in qualitative way. Three research questions which had been formulated by the writer were how the teacher implements Time Token Arends 1998 for teaching speaking factual report text to the ninth graders of SMPN 3 Peterongan, how the students’ speaking ability in delivering factual report text toward the implementation of Time Token Arends 1998 in teaching speaking factual report text to the ninth graders of SMPN 3 Peterongan and how are the students’ responses during the implementation of Time Token Arends 1998 in teaching speaking factual report text to the ninth graders of SMPN 3 Peterongan. The researcher used observation checklist, students’ speaking task and questionnaire as instruments to help her gaining the data. The result showed that the teacher implemented Time Token Arends 1998 in teaching speaking factual report text well and made the students to be active to speak in class. There were no students’ talking domination and students’ silence during the implementation. In addition, this technique is interesting and able to encourage the students to be active. It can be concluded that time token Arends 1998 could be used in the teaching speaking factual report text for the ninth graders. Therefore, the researcher suggests English teachers to use Time Token Arends as one of the various techniques. Key Words : Time Token Arends 1998, Speaking Skill, Factual Report Text
FACEBOOK: A POTENTIAL MEDIA IN TEACHING READING COMPREHENSION OF ANALYTICAL EXPOSITION TEXT TO THE ELEVENTH GRADERS OF SMAN 1 TAMAN
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FACEBOOK: A POTENTIAL MEDIA IN TEACHING READING COMPREHENSION OF ANALYTICAL EXPOSITION TEXT TO THE ELEVENTH GRADERS OF SMAN 1 TAMAN Getari Adyagarini English Education, Language and Arts, State University of Surabaya getariadyagarini@mhs.unesa.ac.id Ririn Pusparini, S.Pd., M.Pd. English Education, Language and Arts, State University of Surabaya rrn.puspa@gmail.com Abstrak Mengintegrasikan sosial media sebagai perantara dalam pembelajaran bahasa telah menjadi isu yang alot diperdebatkan selama dua puluh tahun terakhir oleh para ahli. Banyak penelitian menyebutkan bahwa sosial media seperti Facebook dapat digunakan sebagai media dalam dunia pendikan sesuai dengan prinsip-prinsip pedagogi yang berlaku. Namun, potensi dari Facebook sebagai media belum tereksplor maksimal, khususnya pada pembelajaran membaca komprehensif. Oleh karena itu, peneliti dalam penelitian deskripsi kualititif berikut bermaksud mengadakan penelitian yang bertujuan untuk menginvestigasi dan mendeskripsikan penggunaan Facebook grup sebagai media pada pembelajaran membaca komprehensif teks ekposisi analitis, kontribusi media ini kepada hasil ringkasan siswa, dan respon siswa terhadap penggunaan Facebook grup ini. Penelitian yang melibatkan seorang guru bahasa Inggris dan 35 siswa kelas sebelas telah berhasil mendapatkan penemuan-penemuan penting. Berdasarkan analisis dari serangkaian observasi, tugas pembelajaran memaca, dan kuisioner, Facebook grup terbukti layak dan bermanfaat untuk menbantu siswa dalam proses membaca komprehensif yang kemudian memberikan konstribusi konstruktif pada hasil meringkas siswa. Siswa juga menunjukkan respon positif terhadap praktek pelaksanaan. Key words: sosial media, facebook grup, membaca komprehensif, ringkasan Abstract Integrating social media as a means in language teaching and learning has been highlighted in the past two decades among schoolars. A number of research have argued that social media such as Facebook can be used as a media in education under pedagogic principles. However, the potential of Facebook as media has not been fully taped in Indonesia, especially in teaching and learning reading comprehension. Therefore, the researcher attempted to conduct this descriptive qualitative research with aims to investigate and describe the use of Facebook group as media in teaching reading comprehension of a specific text: analytical exposition text, its contribution to the students’ summary and the students’ responses towards the practice, The research with participants of an English teacher and 35 eleventh grade students has managed to draw some important findings. Based on the analysis of set of observations, reading task, and questionnaire, Facebook group was proven appropriate and useful to assist the students in their reading comprehension process which ultimately gave constructive contribution to the students’ summary work. The students’ showed positive attitude towards the implementation as well. Keywords: social media, facebook group, reading comprehension, summary
FACEBOOK: A POTENTIAL MEDIA IN TEACHING READING COMPREHENSION OF ANALYTICAL EXPOSITION TEXT TO THE ELEVENTH GRADERS OF SMAN 1 TAMAN
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FACEBOOK: A POTENTIAL MEDIA IN TEACHING READING COMPREHENSION OF ANALYTICAL EXPOSITION TEXT TO THE ELEVENTH GRADERS OF SMAN 1 TAMAN Getari Adyagarini English Education, Language and Arts, State University of Surabaya getariadyagarini@mhs.unesa.ac.id Ririn Pusparini, S.Pd., M.Pd. English Education, Language and Arts, State University of Surabaya rrn.puspa@gmail.com Abstrak Mengintegrasikan sosial media sebagai perantara dalam pembelajaran bahasa telah menjadi isu yang alot diperdebatkan selama dua puluh tahun terakhir oleh para ahli. Banyak penelitian menyebutkan bahwa sosial media seperti Facebook dapat digunakan sebagai media dalam dunia pendikan sesuai dengan prinsip-prinsip pedagogi yang berlaku. Namun, potensi dari Facebook sebagai media belum tereksplor maksimal, khususnya pada pembelajaran membaca komprehensif. Oleh karena itu, peneliti dalam penelitian deskripsi kualititif berikut bermaksud mengadakan penelitian yang bertujuan untuk menginvestigasi dan mendeskripsikan penggunaan Facebook grup sebagai media pada pembelajaran membaca komprehensif teks ekposisi analitis, kontribusi media ini kepada hasil ringkasan siswa, dan respon siswa terhadap penggunaan Facebook grup ini. Penelitian yang melibatkan seorang guru bahasa Inggris dan 35 siswa kelas sebelas telah berhasil mendapatkan penemuan-penemuan penting. Berdasarkan analisis dari serangkaian observasi, tugas pembelajaran memaca, dan kuisioner, Facebook grup terbukti layak dan bermanfaat untuk menbantu siswa dalam proses membaca komprehensif yang kemudian memberikan konstribusi konstruktif pada hasil meringkas siswa. Siswa juga menunjukkan respon positif terhadap praktek pelaksanaan. Key words: sosial media, facebook grup, membaca komprehensif, ringkasan Abstract Integrating social media as a means in language teaching and learning has been highlighted in the past two decades among schoolars. A number of research have argued that social media such as Facebook can be used as a media in education under pedagogic principles. However, the potential of Facebook as media has not been fully taped in Indonesia, especially in teaching and learning reading comprehension. Therefore, the researcher attempted to conduct this descriptive qualitative research with aims to investigate and describe the use of Facebook group as media in teaching reading comprehension of a specific text: analytical exposition text, its contribution to the students’ summary and the students’ responses towards the practice, The research with participants of an English teacher and 35 eleventh grade students has managed to draw some important findings. Based on the analysis of set of observations, reading task, and questionnaire, Facebook group was proven appropriate and useful to assist the students in their reading comprehension process which ultimately gave constructive contribution to the students’ summary work. The students’ showed positive attitude towards the implementation as well. Keywords: social media, facebook group, reading comprehension, summary
THE IMPLEMENTATION OF CONTEXTUAL TEACHING LEARNING APPROACH TO TEACH WRITING DESCRIPTIVE TEXT TO TENTH GRADERS OF SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF CONTEXTUAL TEACHING LEARNING APPROACH TO TEACH WRITING DESCRIPTIVE TEXT TO TENTH GRADERS OF SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN Demi Indraswari English Education, Faculty of Languages and Arts,The State University of Surabaya 11020084061.Demi@gmail.com Esti Kurniasih, S. Pd., M. Pd. English Education, Faculty of Languages and Arts,The State University of Surabaya estikurniasih87@yahoo.com Abstrak Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan bagaimana guru bahasa Inggris mengimplementasikan Contextual Teaching Learning dalam pengajaran menulis teks deskriptif untuk siswa kelas sepuluh di SMA Wachid Hasyim 2 Taman, bagaimana respon siswa serta hasil menulis siswa. Contextual Teaching Learning didefinisikan sebagai sebuah konsep yang membantu guru dan siswa untuk menghubungkan arti sebenarnya dan kondisi kehidupan nyata dengan materi pelajaran dengan cara yang benar. Tidak memiliki ide adalah salah satu alasan mengapa menulis dianggap sulit oleh sisa. Guru seharusnya kreatif dalam menggunakan pendekatan untuk membuat para siswa memahami materi pembelajaran. Contextual Teaching Learning tepat untuk di pergunakan dalam kelas karena pendekatan ini untuk menghubungkan dengan kehidupas yang sebenarnya. Objek dari penelitian ini adalah implementasi dari Contextual Teaching Learning, respon siswa dan hasil menulis teks deskriptif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah mengimplementasikan Contextual Teaching Learning dalam pengajaran menulis teks deskriptif untuk siswa kelas sepuluh di SMA Wachid Hasyim 2 Taman, bagaimana respon siswa serta hasil menulis siswa. Untuk memperoleh beberapa macam data, peneliti menggunakan daftar kegiatan penelitian, catatan lapangan, dan hasil menulis teks deskriptif siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Contextual Teaching Learning dalam pengajaran menulis teks deskriptif untuk siswa kelas sepuluh berjalan dengan baik. Implementasi dari Contextual Teaching Learning ini diharapkan bisa membantu siswa lebih memahami teks deskriptif dan guru diharapkan bisa menggunakan pendekatan ini dengan sebaik-baiknya. Contextual Teaching Learning membantu para siswa memperbaiki kemampuan menulis teks deskriptif siswa. Berdasarkan Profil komposisi siswa, para siswa SMA Wachid Hasyim 2 Taman di kelas sepuluh MIA 6 bisa dikategorikan dalam empat kategori yakni sangat baik, baik, cukup dan kurang Kata kunci:Contextual Teaching Learning, menulis, teks deskriptif, kehidupan nyata, siswa kelas sepuluh, hasil menulis siswa Abstract This research was done to describe how the English teacher implemented Contextual Teaching Learning approach to teach writing descriptive text to tenth graders of SMA WachidHasyim 2 Taman, students’ responses and to describe the students’ writing result toward it. Contextual Teaching Learning is defined as a concept that helps the teacher and the students to relate the meaning and the real life situation with the subject matter in the right way. Having no ideas is one of the reasons why writing is considered difficult by the students. The teacher should be creative to use the approach to make the students understand the material. Contextual Teaching Learning is appropriated to apply in classroom because this approach relates to real life. The object of this research are the implentation of CTL, the students’ responses and the students’ descriptive writing result. The design of this research is qualitative research. The subject of this research are the teacher and the students of X MIA 6 of SMA WachidHasyim 2 Taman. To obtain those kinds of data, the researcher used observation checklist, field notes and students’ descriptive writing result. The result of this study shows that the implementation Contextual Teaching Learning approach to teach writing descriptive text to tenth graders of SMA WachidHasyim 2 Taman was ran well. The implementation of Contextual Teaching Learning is expected to help the students more understand the descriptive text and the teacher is expected to apply it well. Contextual Teaching Learning helps the student to improve their writing descriptive text ability. Based on the students’ composition profile, the students of SMA WachidHayim 2 Taman in class X MIA 6 can be categorized into four categories. Those are Very Good, Good, Fair, and Poor category. Keywords: Contextual Teaching Learning approach, writing, descriptive text, real life, tenth graders, students’ writing result
THE EFFECTIVENESS OF “THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING” ON ENGLISH SPEAKING SKILLS OF THE TENTH GRADERS OF SMAN 1 PURI MOJOKERTO
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECTIVENESS OF “THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING” ON ENGLISH SPEAKING SKILLS OF THE TENTH GRADERS OF SMAN 1 PURI MOJOKERTO Ria Rosyita Silvyana English Education Department, Language and Art Faculty, State University of Surabaya riasilvyana@mhs.unesa.ac.id Dr.Oikurema Purwati, M.A., M.Appl. English Education Department, Language and Art Faculty, State University of Surabaya pungki_unesa@yahoo.co.id Abstrak Berbicara adalah salah satu kemampuan dasar bahasa yang harus dikuuasai dengan baik agar dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara lisan. Melihat berbicara adalah kemampuan produktif, kemampuan bahasa ini membutukan banyak latihan agar dapat dikuasai. Selain itu, berbicara adalah kemampuan bahasa yang dapat membuat orang berkomunikasi dengan orang lain secara langsung dan menjadi baik dari aktifitas kehidupan sehari-hari (Richards, 2008: 19). Teks recount adalah salah satu jenis teks yang siswa harus pelajari dan kuasai karena teks recount merupakan hal yang penting dalam kehidupan dimana siswa diharapkan dapat menceritakan kembali kejadian pada masa lampau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti apakah siswa yang diajar menggunakan “Thinking Aloud Pair Problem Solving” (TAPPS) mendapatkan nilai yang lebih tinggi daripada siswa yang tidak diajar dengan tekhnik tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan terklasifikasi sebagai penelitian eksperimental. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas sepuluh SMAN 1 Puri Mojokerto. Hasil dari penelitian ini adalah positif. Siswa yang diajar menggunakan TAPPS mendapatkan nilai yang lebih tinggi dalam semua elemen bahasa daripada siswa yang tidak diajar menggunakan tekhnik ini. Oleh karena itu, tekhnik ini direkomendasikan untuk diimpelemntasikan agar dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam pengajaran teks recount. Kata kunci: berbicara, Thinking Aloud Pair Problem Solving, teks recount patriotik Abstract Speaking is one of four basic language skills that has to be mastered well in order to be able to communicate in English orally. Considering speaking is a productive skill, it requires a lot of practices to master. Additionally, speaking is a language skill which enables people to communicate with other people directly and becomes part of daily activities (Richards, 2008: 19). Recount text is one of text genres that students have to learn and master, for it is noticeably important in a daily life where students are required to be able to retell a past event. The purpose of this study is to srutinize whether students are taught by using “Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) get a better score than those who are not in teaching speaking patriotic recount text. This study is a quantitative research and classified as an experimental research. The subjects of the study are the tenth graders of SMAN 1 Puri Mojokerto. On top of that, the findings are positive. Students who were taught by using TAPPS got a better score than those who were not in all four language elements. Therefore, it is recommended to implement this technique with the purpose of improving students’ speaking skills in teaching recount text. Key words: speaking, Thinking Aloud Pair Problem Solving, patriotic recount text
RECIPROCAL TEACHING AS AN INSTRUCTIONAL TECHNIQUE IN TEACHING READING COMPREHENSION OF FACTUAL REPORT TEXT TO THE ELEVENTH GRADERS
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RECIPROCAL TEACHING AS AN INSTRUCTIONAL TECHNIQUE IN TEACHING READING COMPREHENSION OF FACTUAL REPORT TEXT TO THE ELEVENTH GRADERS Astutik Dyah Handayani English Education Department, Language and Art Faculty, Surabaya State University. astutikh@mhs.unesa.ac.id Dr. Oikurema Purwati, M.A., M.Appl. English Education Department, Language and Art Faculty, Surabaya State University. pungki_unesa@yahoo.co.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi dari penerapan pembelajaran teknik Reciprocal Teaching terhadap pemahaman membaca siswa pada teks faktual ilmiah untuk kelas sebelas, untuk mendeskripsikan hasil pekerjaan siswa terhadap pemahaman membaca pada teks faktual ilmiah setelah diterapakan teknik Reciprocal Teaching dalam pembelajaran pemahaman membaca kelas sebelas, dan untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan Reciprocal Teaching sebagai teknik pembelajaran untuk keterampilan pemahaman membaca siswa. Penelitian ini didesain sebagai penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Reciprocal Teaching memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi keterampilan membaca siswa dan menunjukkan respon yang baik pada siswa. Reciprocal Teaching membantu siswa untuk lebih mandiri dalam pembelajaran membaca dengan bantuan yang sedikit dari guru. Sebagai tambahan, siswa dapat saling berbagi pengetahuan dan pemahaman dengan siswa yang lain. Kata Kunci: Reciprocal Teaching, Pemahaman membaca, Teks Faktual Ilmiah. Abstract This study was conducted to describe the contribution from the implementation of Reciprocal Teaching technique in teaching reading comprehension of factual report text to the eleventh graders, to describes the students’ result in reading comprehension of factual report text after the implementation of Reciprocal Teaching for teaching reading comprehension to the eleventh graders, and to describe the students’ response towards the the implementation of Reciprocal Teaching as an instructional technique of their reading comprehension skill. This research was designed as a qualitative research. The results of the study showed that the implementation of Reciprocal Teaching gave useful contribution to the students’ reading comprehension and showed good response towards students. Reciprocal Teaching helps students to be more independent in their reading, with minimum help from the teacher. In addition, they could share their knowledge and comprehension with other students. Keywords: Reciprocal Teaching, Reading Comprehension, Factual Report Text.
REALIA AS A MEDIA FOR TEACHING DESCRIPTIVE TEXT TO THE SEVENTH GRADE STUDENT OF SMP SUNAN GIRI MENGANTI, GRESIK.
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

REALIA AS A MEDIA FOR TEACHING DESCRIPTIVE TEXT TO THE SEVENTH GRADE STUDENT OF SMP SUNAN GIRI MENGANTI, GRESIK. Riezqa Maya Uly English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya ciiccha.icchuw90@gmail.com Abstrak Di kelas tujuh, kompetensi dasar yang harus dikuasai murid dalam pelajaran Bahasa inggris adalah kemampuan mengembankan dan membuat teksfungsional sederhana dalam bentuk teks deskripsi, teks recount, dan teks narasi. Banyak murid yang menemui kesulitan dalam tipe teks tertentu, khususnya teks deskriptif. Para guru dapat menggunakan realiasebagai media dalam mengajar menulis deskripsi. Realia sangat mudah digunakan didalam proses belajar mengajar. Sangat mudah bagi guru untuk mendapatkannya karena sangat sederhana dan murah. Realia dapat menarik perhatian murid dan membuat mereka fokus didalam topik. Dalam pengajaran teks deskripsi, realia dapat di gunakan sebagai media yang membuat muri-murid mudah untuk mendeskripsikan sesuatu. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah data observasi, tugas menulis siswa, dan kuestioner. Setelah di analisis, dapat disimpulkan bahwa realia dapat digunakan sebagai media alternatif untuk mengajar teks deskripsi, khususnya untuk siswa kelas tujuh. Realia efektif dalam membantu murid-murid untuk membuat teks deskripsi. Realia dapat meminimalisir kesulitan murid yang mereka hadapi dalam menulis. Realia dapat memotivasi murid untuk menulis, membantu murid untuk membuat dan menggabungkan ide mereka dengan mudah. Selama proses belajar mengajar, kebanyakan murid memberikan respon positif terhadap penerapan realia di kelas menulis. Hal ini terlihat dari antusiasme mereka, kebanyakan dari mereka merasa antusias ketika guru memberikan realia di setiap pertemuan. Keywords:Realia, Teks Deskriptif Abstract In the seventh grade, the basic competency that should be achieved by students in the writing English subjects is the ability to develop and produce written simple functional text in the descriptive text, recount text, and narrative text. Many students found difficulties in writing certain type of text, especially descriptive text.The teacher might use realia as the media of teaching descriptive writing. Realia is useful instructional tools for teachers to be used with students of any age. It can be easily used by teacher in teaching learning process. It is easy for teacher to find it and it is simple. Realia can gather students’ attention or attract students to focus on the topic. In teaching descriptive text, realia can be used as media that can make students easy to describe something. This study was designed in descriptive qualitative research. The instrument used to collect the data are observation checklist, student task, and questionnaires.After being analyzed, it can be conclude that the realia could be used as an alternative media to teach writing descriptive text, especially to the 7th grade students. The realia were effective in helping the students to compose their writing of descriptive text. The realia can minimize the students’ difficulties which they faced in writing. It motivate students to write, help students to produce and organize ideas easily. During the teaching learning process, most of the students gave good responses toward the implementation of the realia in writing class. This can be seen from their enthusiasm, most of them felt enthusiast whenever the teacher give realia in every meeting. Keywords :Realia, Descriptive text
The Implementation of “Journalists’ Questions” in Teaching Writing to the Eighth Graders of SMPN 2 Tanggul
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Implementation of “Journalists’ Questions” in Teaching Writing to the Eighth Graders of SMPN 2 Tanggul Muhammad Naufal Zulkarnain English Education Study Program, Faculty Languages and Arts, The State University of Surabaya m.zulkarnain@mhs.unesa.ac.id Dr. Oikurema Purwati, M.A., M.Appl. English Education Study Program, Faculty Languages and Arts, The State University of Surabaya pungki_unesa@yahoo.co.id Abstrak Bahasa Inggris adalah bahasa yang dapat dengan mudah diintregasikan kepada setiap aspek kehidupan manusia. Lagipula, penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di Indonesia menuntut siswa untuk menguasai bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan. Dalam pembelajaran bahasa Inggris, kemampuan menulis tidak bisa didapatkan secara instan. Maka dari itu untuk menjadi penulis yang baik membutuhkan latihan yang lebih. Journalists’ questions adalah sebuah teknik yang dapat menjadi alternatif untuk membantu siswa dalam penulisan. Menjadi bukti bahwa teknik journalists’ questions tidak hanya memberikan petunjuk untuk siswa dalam penulisan teks, tetapi juga menghubungkan pengalaman mereka ketika mengumpulkan ide. Dan lagi, teknik ini juga menggambarkan tugas yang nyata dimana siswa dituntut untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dengan menggunakan naluri penemuannya. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan beberapa instrumen seperti field note, document review, dan interview. Lalu, sebagai pokok penelitian adalah siswa kelas VIII G SMPN 2 Tanggul. Sementara itu, Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknik journalists’ questions telah dilakukan dengan baik. Pertanyaan yang disajikan dalam teknik membantu siswa dalam mengorganisir ide untuk mengumpulkan dan mengembangkannya dalam tulisan. Dapat disimpulkan bahwa pengimplementasian teknik journalists’ questions sangat bermanfaat untuk dicoba dalam pengajaran penulisan. Terutama dalam pengajaran penulisan teks recount. Kata Kunci: implementasi, journalists’ questions, menulis, teks recount. Abstract English is a language which can easily be integrated into every field of peoples’ life. Moreover, the use of English as second language in Indonesia may affect students to have ability to master English both oral and written. In teaching English, writing skill can’t be achieved instantly so that become a good writer need more practice. Journalists’ questions technique can be alternative technique to assist students’ writing. It is evident that journalists’ questions technique not only provides clues for students to compose the text, but also connects their life time experience in generating their ideas. In addition, the technique also reflects real-life task where the students have to gather the information from various sources using their discovery instinct. This study is conducted as descriptive qualitative research. The data obtained by using the following instruments such as field note, documents review, and interview. Thus, the subjects of this study are students and the English teacher of VIII-G SMPN 2 Tanggul. Meanwhile, the result showed that journalists’ questions technique was conducted properly. Questions provided in the journalists’ questions guide the students to organize students’ idea in gathering and developing their writing. It then briefly examines that the implementation of journalists’ questions technique is worth to try to teach writing, especially for teaching students’ writing recount text. Keywords: implementation, journalists’ questions, writing, recount text.
Improving Students’ Listening Comprehension In An Analytical Exposition Text Using Dove And Coca Cola Video Campaign For Eleventh Grade In SMAN 15 Surabaya
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving Students’ Listening Comprehension In An Analytical Exposition Text Using Dove And Coca Cola Video Campaign For Eleventh Grade In SMAN 15 Surabaya Nariyatus Salamah English Education, Language and Art Faculty, State University Surabaya nariyatussalamah@mhs.unesa.ac.id Drs.Fahri.MA English Education Department, Faculty of Language and Art, State University of Surabaya fahri@unesa.ac.id Abstrak Pemahaman tentang listening telah lama menjadi sesuatu yang dianggap sebagai keterampilan mendengarkan yang pasif. Yaitu keterampilan yang akan berkembang sendirinya tanpa membutuhkan bimbingan dari guru. Hal ini sangat bertentangan dengan proses listening yang membutuhkan konsentrasi tinggi untuk membedakan dan mengenali suara, intonasi di tiap kata dan menafsirkan informasi yang telah di dapat. Panjangnya proses yang dibutuhkan untuk bisa memahami sebuah percakapan, tentu listening tidak akan dapat berkembang tanpa adanya bimbingan dari guru. Salah satu kunci untuk memahami sebuah percakapan adalah dengan mengasah kemampuan mendengar murid. Di dalam penelitian ini, peneliti ingin memperbaiki motivasi siswa untuk belajar Bahasa inggris dan memperbaiki kemampuan mendengar siswa XI IPA 1 di SMAN 15 Surabaya dengan mengajarkan mereka listening dan memberikan bahan materi baru untuk memotivasi semangat belajar mereka. Peneliti menggunakan video kampanye untuk mengajarkan listening dan juga mengajarkan teks analisis eksposisi. Terdapat dua siklus di dalam penelitian ini dan tiap siklus telah dilakukan dua pertemuan. Berdasarkan Rammal (2005) penerapan video kampanye terbagi dalam tiga langkah. Sebelum melihat video, saat melihat video dan setelah melihat video. Peneliti mengambil data dari tugas listening dan writing siswa untuk mengetahui apakah penggunaan video kampanye dapat memperbaiki motivasi dan kemampuan mendengar siswa. Di siklus pertama, hasil dari tugas listening dan writing siswa tidak membuahkan hasil yang baik dimana separuh jumlah siswa mendapatkan nilai dibawah 80. Pada siklus ke dua, terdapat kemajuan kemempuan mendengar siswa yang di dapatkan dari banyaknya siswa yang mendapatkan nilai diatas 80. Selain tugas listening dan writing, peneliti juga mngembil data dari kuesioner yang dibagikan ke siswa. Tanggapan siswa terhadap penggunaan video kampanye sebagai materi untuk listening dan analisis eksposisi teks telah berhasil membuat mereka termotivasi belajar Bahasa inggris dan membuat kemampuan mendengar mereka berkembang. Kata Kunci : Pengajaran listening, keterampilan mendengarkan, video kampanye, analisis eksposisi teks Abstract Listening comprehension has long been regarded as a passive skill which the ability that would develop without assistance. It is on contrary that listening is an active process which listener must discriminate among sounds, understand words, interpret intonation, and interpret information in the context and immediately respond. It is such a long process and it requires a high level of concentration. In order to understand a spoken language, listening skill need to be exercised. In this thesis, the researcher wants to improve both students motivation in learning English and students’ listening skill of XI IPA 1 in SMAN 15 Surabaya by teaching them listening and giving them new material in order to increase their motivation in learning English. A video campaign was given in order to give them material about analytical exposition text and examine their listening comprehension. There are two cycles in this thesis which every cycle has two meetings. According to Rammal (2005) the implementation conduct three stages; pre-viewing, whilst-viewing and post-viewing. The researcher assessed students listening skill by giving them listening and writing task. On the first cycle the result did not show good improvement where there were many students who scored under 80 while in the second cycle, there is an improvement where there were many students who scored above 80. The result from the questionnaire shown that the student’s response toward this material was really good which made them interested and motivated in both in completing the task and learning English. Keyword: teaching listening, listening comprehension, video campaign, analytical exposition text.
THE EFFECTIVENESS OF SOUNDCLOUD FOR COMPREHENDING SPOKEN FACTUAL REPORT TEXT TO XI-13 OF SMAN 15 SURABAYA
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECTIVENESS OF SOUNDCLOUD FOR COMPREHENDING SPOKEN FACTUAL REPORT TEXT TO XI-13 OF SMAN 15 SURABAYA Deinara Laitsya Amani S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya. E-mail: deina.amani1994@gmail,com Esti Kurniasih, S.Pd., M.Pd. Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya. E-mail: estikurniasih87@yahoo.com Abstrak Teknologi menjadi salah satu aspek paling penting dalam kehidupan masyarakat saat ini. Pendidikan merupakan salah satu bidang yang memungkinkan dalam pemaksimalan penggunaan media melalui penggunaan aplikasi serta software yang mudah diakses. SoundCloud, cloud-based technology yang sangat populer, dapat digunakan untuk mendukung proses belajar-mengajar khususnya pemahaman teks lisan faktual ilmiah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan pemahaman antara siswa yang diajarkan teks lisan ilmiah faktual menggunakan SoundCloud dengan siswa yang diajarkan teks lisan faktual ilmiah tanpa menggunakan SoundCloud. Dikarenakan penelitian ini membutuhkan dukungan teknologi yang baik seperti koneksi internet dan perangkat komputer yang memadai, peneliti memilih siswa SMAN 15 Surabaya kelas XI-13 sebagai subjek. Selain itu, peneliti juga menggunakan rubrik penilaian sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, SoundCloud adalah media yang efektif digunakan dalam pemahaman teks lisan faktual ilmiah untuk siswa kelas XI, khususnya XI-13. Siswa yang diajarkan teks lisan ilmiah faktual menggunakan SoundCloud mengembangkan kemampuan pemahaman mereka terhadap teks lisan lebih baik dan mereka dapat menyampaikan kembali informasi yang telah didapatkan dalam bentuk teks lisan ilmiah faktual. Pada kesimpulannya, peneliti menemukan bahwa memahami teks lisan ilmiah faktual menggunakan SoundCloud, lebih efektif. Berdasarkan penelitian, dibuktikan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan pemahaman antara siswa yang diajarkan teks lisan ilmiah faktual menggunakan SoundCloud dengan siswa yang diajarkan teks lisan faktual ilmiah tanpa menggunakan SoundCloud. Kata Kunci: SoundCloud, cloud-based technology, teks lisan ilmiah faktual, kemampuan pemahaman Abstract Technology has been one of the most important aspects in people’s life nowadays. Education is one of the aspects that possible in maximizing the usage of media by using some applications and software, which can be easily accessed. SoundCloud is a popular cloud-based technology that can be used to support teaching-learning process especially for comprehending spoken factual report text. This research is an experimental research, which aimed to ascertain that there is a significant difference in comprehension skill between students who were taught spoken factual report text using SoundCloud and students who were not taught spoken factual report using SoundCloud. Since this research requires a good technology support such as internet connection and sophisticated computer set or gadget, the researcher chose students of XI-13 of SMAN 15 Surabaya as the subjects. Furthermore, the researcher used rubric as research instrument to collect the data. According to the research that had been conducted, SoundCloud is effective for comprehending spoken factual report text to eleventh graders of SMAN 15 Surabaya, especially XI-13. Students who were taught using SoundCloud developed their comprehension toward the spoken text better and they were capable to retell the information in the form of spoken factual report text. In summary, the researcher concludes that comprehending spoken factual report text to the eleventh graders of SMAN 15 Surabaya especially in XI-13, using SoundCloud is effective. From the study, the researcher found that there is a significant difference in comprehension skill between students who were taught spoken factual report text using SoundCloud and students who were not taught spoken factual report text using SoundCloud. Keywords: SoundCloud, cloud-based technology, spoken factual report text, comprehension skill