cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Retain: Journal of Research in English Language Teaching
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : https://doi.org/10.26740/rt.v13i02
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
THE IMPLEMENTATION OF CHAIN STORY GAME TO TEACH SPEAKING IN RECOUNT TEXT  FOR EIGHTH GRADERS OF  SMPN 39  SURABAYA
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF CHAIN STORY GAME TO TEACH SPEAKING IN RECOUNT TEXT FOR EIGHTH GRADERS OF SMPN 39 SURABAYA Kharisma Narendra English Education Faculty of Languages and Arts State University of Surabaya unesakharisma@gmail.com Drs. Fahri, M.A. English Education Faculty of Languages and Arts State University of Surabaya fahri@unesa.ac.id Abstrak Penelitian ini fokus pada penerapan Chain Story Game untuk Mengajarkan Speaking dalam Recount text . dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan yang jelas tentang mengajarkan Speaking melalui Chain Story Game . Penggambaran nya meliputi : (1) Bagaimana Chain Story Game di terapkan dalam mengajarkan Speaking Dalam bentuk Recount text pada siswa kelas delapan di SMPN 39 Surabaya, dan (2) bagaimana siswa-siswa merespon penerapan Chain Story Game pada pengajaran Speaking dalam Recount text. Penulis menerapkan penelitian qualitative dan menggunakan 2 instrumen penelitian ,yakni : Lembaran Observasi dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Chain Story Game untuk Mengajarkan Speaking Dalam Recount text pada siswa kelas delapan di SMPN 39 Surabaya sudah di lakukan dengan sangat baik. Itu terlihat dari tahap awal aktifitas ,selama aktifitas, hingga pada akhir aktifitas. Sehingga respon para siswa terhadap materi pembelajaran Recount text dari guru juga sangat baik. Dan para siswa merasa lebih mudah menerima materi dengan metode cooperative learning yang di terapkan dalam dalam bentuk Chain Story Game. Dengan Chain story game, para siswa menunjukan keberanian untuk tampil dalam proses belajar mengajar, yang mana di tunjukan dari keaktifan siswa untuk tampil di depan kelas untuk bercerita dan membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat dalam kelompok mereka. Chain Story Game membuat siswa merasa menikmati dalam memahami materi pelajaran recount text. Kata Kunci : Speaking,Recount text,Game,Chain story game Abstract This research focuses on the implementation of Chain story game to teach speaking in Recount text. And, the purpose of this research is to give the brief explanation about teaching speaking trough Chain story game . The description includes: (1) How is “Chain Story Game” implemented in teaching speaking in the form of recount text to the eight graders of SMPN 39 Surabaya, and (2) How are the students response the implementation of chain story game in teaching speaking in recount text to the eighth graders of SMPN 39 Surabaya. The writer applies qualitative research and uses 2 research instruments, they are: observation sheet and questionnaire. The result of this research shows that The implementation of chain story game to teach speaking for eighth graders of SMPN 39 surabaya had done very well. It showed from the stage of Pre-Activity until Post-Activity.Then, the students were very good in response the lesson material of Recount text from the teacher. The students perceived easier when they received the material by using Cooperative Learning method which implemented in the form of chain story game. By Chain story game, the students showed the bravery in the teaching-learning process. It showed from the students were active in performing in front of the class to tell story and developing confidence in delivering opinion in their group. Chain story game made the students perceived enjoy in understanding the lesson material of Recount text. Key Words: Speaking, Recount text,Game,Chain story game
USING CUE CARDS IN TEACHING WRITING DESCRIPTIVE TEXT FOR JUNIOR HIGH SCHOOL 39 SURABAYA STUDENTS
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

USING CUE CARDS IN TEACHING WRITING DESCRIPTIVE TEXT FOR JUNIOR HIGH SCHOOL 39 SURABAYA STUDENTS Gisella Kartika Arsadea English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya Gisella.arsadea@gmail.com Drs. Fahri.M,A Lecturer of English Study Program FBS Surabaya State University Fahri@unesa.ac.id Abstrak Di kelas dua sekolah menengah pertama, kompetensi dasar yang harus dikuasai murid dalam pelajaran menulis bahasa Inggris adalah kemampuan mengembangkan dan membuat teks fungsional sederhana dalam bentuk teks deskripsi, teks recount, dan teks narasi. Banyak murid yang menemui kesulitan dalam menulis tipe teks tertentu, khususnya teks deskripsi. Para guru dapat menggunakan cue card sebagai media dalam mengajar menulis deskripsi. Cue card adalah alat intruksi yang berguna bagi guru dan dapat diterapkan pada murid diberbagai usia. Cue card sangat mudah digunakan di dalam proses belajar mengajar. Sangat mudah bagi guru untuk membuat sendiri karena sangat sederhana dan murah. Cue card dapat menarik perhatian murid dan membuat mereka fokus di dalam topik. Dalam pengajaran teks deskripsi, cue card dapat di gunakan sebagai media yang membuat murid-murid mudah untuk mendeskripsikan sesuatu. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptive kualitativ. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah data observasi dalam bentuk catatan, tugas siswa, dan questionaire. Setelah di analisis, dapat di simpulkan bahwa cue card dapat digunakan sebagai media alternative untuk mengajar menulis teks deskripsi, khsususnya untuk kelas delapan sekolah mengeah pertama. Cue card efektif dalam membantu murid-murid untuk membuat teks deskripsi. Cue card dapat meminimalisir kesulitan yang murid hadapi dalam menulis. Cue card dapat memotivasi murid untuk menulis, membantu murid untuk membuat dan menggabungkan ide mereka dengan mudah. Selama proses belajar mengajar, kebanyakan murid memberikan respon positif terhadap penerapan cue card di kelas menulis. Hal ini terlihat dari antusiasme mereke, kebanyakan mereka merasa antusisas ketika guru memberikan cue card di setiap pertemuan. Kata Kunci: Cue cards, teks deskripsi Abstrak In the second grade of junior high school, the basic competency that should be achieved by students in the writing English subject is the ability to develop and produce written simple functional text in the descriptive text, recount text, and narrative text. Many students found difficulties in writing certain type of text, especially desciptive text. The teacher might use cue cards as the media of teaching descriptive writing. Cue cards are useful instructional tools for teachers to be used with students of any age. It can be easily used by teacher in teaching learning process. It is easy for teacher to make it and it is simple and cheap. Cue card can gather students attention or attract students to focus on the topic. In teaching descriptive text, cue card can be used as media that can make students easy to describe something. This study was designed in descriptive qualitative research. The instrument used to collect the data is observation in the form of field note, observation checklist, and questionaire. After being analyzed, it can be concluded that the cue cards could be used as an alternative media to teach writing descriptive text, espesially to the 8th grade students of Junior High School. The cue cards were effective in helping the students to compose their writing of descriptive text. The cue cards could minimize the students’ difficulties which they faced in writing. It motivates students to write, helped students to produce and organize ideas easily. During the teaching learning process, most of the students gave good responses toward the implementation of the cue card in writing class. This can be seen from their enthusiasm, most of them felt enthusiast whenever the teacher gave cue cards in every meeting. Key words: Cue cards, descriptive text
THE USE OF AUTHENTIC PRINTED MEDIA WITH VOCABULARY SELF-COLLECTION STRATEGY (VSS) TECHNIQUE TO TEACH VOCABULARY IN READING NARRATIVE TEXTS TO THE TENTH GRADERS OF SENIOR HIGH SCHOOL 2 SIDOARJO
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE USE OF AUTHENTIC PRINTED MEDIA WITH VOCABULARY SELF-COLLECTION STRATEGY (VSS) TECHNIQUE TO TEACH VOCABULARY IN READING NARRATIVE TEXTS TO THE TENTH GRADERS OF SENIOR HIGH SCHOOL 2 SIDOARJO Yovieta Vianindo Soeharto Putri English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya yovietavianindo@yahoo.com Dra. Theresia Kumalarini M.pd English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya Kumala_rini52@yahoo.com Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yang memiliki tujuan agar peneliti dapat menerapkan metode pengajaran yang memastikan bahwa segala sesuatu terjadi secara alami. Tujuan penelitian ini, guna melihat respon siswa-siwi terhadap metode pembelajaran yang sedikit berbeda, misalnya dengan adanya permainan dalam pembelajaran. Subyek metode pembelajaran ini ditujukan kepada siswa-siswi kelas X di SMA Negeri 2 Sidoarjo. `Metode pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti menggunakan kurikulum 2013. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif peneliti menemukan peningkatan minat siswa-siswi melalui wawancara beberapa pertanyaan yang ditujukan kepada peserta didik dan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan media cetak otentik sebagai tehnik membaca narasi dalam pelajaran bahasa inggris. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membantu peneliti untuk mengumpulkan data tentang respon peserta didik terhadap penerapan tehnik media cetak otentik untuk mengajar vocabulary dalam teks narasi. Keywords:Pembelajaran Bahasa , VSS, Strategi, Narrative Text, Keyakinan Abstract This research is a qualitative descriptive study, which has the goal of keeping researchers can apply the teaching method that ensures that everything happens naturally. The purpose of this study, in order to see the response of students against a slightly different learning methods, for example with their play in learning. The subject of this teaching method is addressed to students of tenth graders in Senior High School 2 Sidoarjo. The learning method conducted by researchers using the curriculum of 2013. With descriptive research method qualitative researchers found increased interest students by interviewing some of the questions addressed to students and the questions related to the print media as an authentic narrative technique of reading in English class. Those questions helped the researchers to collect data on the response of learners towards the implementation of an authentic print media techniques to teach vocabulary in narrative text. Keywords : Language Learning, VSS, Strategies, Narrative Text, Belief.
Error Analysis of Active and Passive voice Used in Recount text by Tenth Grade Students of SMAN 2 Tuban
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Error Analysis of Active and Passive voice Used in Recount text by Tenth Grade Students of SMAN 2 Tuban Muhammad Syukur Hidayat English Department, Faculty of Language and Arts, Surabaya State University Hidayatsyukur.hs@gmail.com Abstrak Dalam pembelajaran bahasa kedua, penyampaian sebuah pesan tidak hanya diartikan bagaimana merubah sebuah pesan dari bahasa ibu kedalam bahasa kedua tetapi juga ada beberapa aspek yang mungkin bisa disebut gaya bahasa. Dalam istilah gaya bahasa, kalimat aktif dan pasif menduduki bagian penting dalam hal ini. Jenis kalimat seperti ini menunjukkan bahwa meskipun dengan sebuah kalimat yang sama, disana terdapat sebuah item yang perlu ditegaskan dari pada item- item yang lain dalam sebuah kalimat.Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa eror yang terjadi selama penggunaan kalimat aktif dan pasif oleh kelas sepuluh. Alasan kenapa peneliti menerapkan penelitian ini pada kelas sepuluh adalah dalam kelas ini, teks recount menjadi salah satu jenis teks yang harus dipelajari. Sebuah fitur bahasa dalam teks ini yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah kata kerja. Kalimat aktif dan pasif mempunyai susunan yang berbeda, kata kerja mungkin menjadi suatu hal yang rumit untuk dipelajari dalam hal ini.Peneliti menggunakan metode qualitatif dalam penelitian ini. Untuk analisa eror, peneliti menganalisa eror melalui dua cara; mengklasifikasikan eror tersebut kedalam beberapa jenis serta mendefinisikan sumber dari eror itu sendiri.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kapasitas siswa dalam mempelajari kalimat aktif dan pasif. Hampir keseluruhan eror terjadi terdapat pada kalimat pasif. Peneliti mengumpulkan data eror tersebut dari dua aktifitas yang menharuskan siswa untuk mengenali kalimat aktif dan pasif serta merubah kalimat aktif ke pasif atau sebaliknya.Dalam hal ini, para siswa perlu untuk di ajarkan tentang aturan dasar dari kalimat aktif dan pasif. Selain itu, pemeberian pelatihan dari kedua jnis kalimat tersebut dapat menjadi sebuah solusi dari ketidakseimbangan kemampuan para sisa dalam mempelajari kalimat aktif dan pasif. Kata kunci: Analisa Kesalahan. Kalimat Aktif dan Pasif, Teks Recount Abstract In second language learning, conveying a message is not only considered as how to transform a message from mother tongue into target language but also there are several aspect that may called language style. In the term of language style, active and passive take a vital part in this term. These kinds of voices show that even with a same message, there is an item that needs to be emphasized than the other item in a sentence.This research is aimed to analyze the errors happened during the use of active and passive voice in tenth grader. The reason of researcher apply this research to tenth grader is because in this grade, recount text become one of the text that should be learned. A feature of the recount text that used by the researcher in this study is action verb. Since active and passive voice has different structure, action verb may become one of complicated thing to learn.The researcher uses qualitative to design this study. Moreover, for the error analysis the researcher analyzes the errors trough two ways; classified them into kinds of errors and defined their source.The results of this research show that there is a different capacity of the students in learning active and passive voice. Most of errors happened in passive voice. The researcher gained the errors data from two activities which required the students to recognize active/passive voice and change active voice into passive voice and the opposite. In this case, the students still need to be thought the basic rules of active and passive voice. Moreover, giving some exercise from both active and passive voice can a solution of the unbalance ability of students in learning active and passive voice. Keyword: Error Analysis, Active and Passive voice, Recount text
Material Develoment of English for Specific Purposes (ESP) for Tourism Program at SMKN 6 Surabaya
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material Develoment of English for Specific Purposes (ESP) for Tourism Program at SMKN 6 Surabaya Tery Kusumawardani English Education, Language and Art Faculty, State University Surabaya terykusumawardani@mhs.unesa.ac.id Esti Kurniasih, S.Pd, M.Pd English Education Department, Faculty of Language and Art, State University of Surabaya Estikurniasih87@yahoo.com Abstrak Berdasarkan Kurikulum 2013, materi pembelajaran untuk tingkat sekolah menengah atas disamakan. SMA dan SMK mendapat materi Bahasa Inggris yang sama sedangkan menurut teori English for Specific Purposes atau Bahasa Inggris bagi jurusan studi tertentu harus dibedakan. Menemukan buku panduan belajar Bahasa Inggris berdasarkan jurusan studi siswa juga tidak mudah. Ditambah lagi, para guru juga tidak punya banyak waktu untuk membuat materi Bahasa Inggris yang sesuai dengan jurusan studi siswa. Faktanya, pelajar SMK sangat memerlukan materi Bahasa Inggris yang sesuai dengan jurusan studinya agar memenuhi kebutuhan belajar. Jadi, sangat direkomendasikan untuk mendesain materi Bahasa Inggris yang sesuai agar memenuhi kebutuhan, minat, dan tuntutan pelajar, terutama pelajar SMK Program Pariwisata. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja isi materi pembelajaran yang harus ada dalam materi Bahasa Inggris dan untuk mengetahui respon guru terhadap pengembangan materi Bahasa Inggris di Program Pariwisata di SMKN 6 Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif dan semua hasil penelitian akan dijelaskan dalam bentuk kata. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa isi materi Bahasa Inggris yang harus ada di Program Pariwisata adalah aktivitas berbicara dan pengucapan dalam Bahasa Inggris; memperbanyak video dan gambar sebagai media; dan teknik tanya jawab. Jadi, materi Bahasa Inggris terdiri dari presentasi dan video di kelas sebagai perwujudan aktivitas berbicara, kosa kata dan pengucapan dalam Bahasa Inggris, materi pemahaman membaca, dan pengetahuan lainnya yang berhubungan dengan Program Pariwisata. Selain itu, respon guru terhadap materi sangat memuaskan dan lengkap dalam memenuhi kebutuhan, minat, dan tuntutan pelajar Program Pariwisata. Kata Kunci : pelajar sekolah menengah kejuruan, pengembangan materi, English for Specific Purposes(Bahasa Inggris untuk sekolah kejuruan), program pariwisata Abstract Based on the 2013 Curriculum, the English materials for senior high school level is equalized. Both senior high school and vocational high school learners get the same English materials while the English materials for senior and vocational high school learners should be distinguished based on English for Specific Purposes. It is quite difficult to find proper English textbooks in accordance to learners’ majors in vocational school. In addition, the teacher also does not have enough time to design the English materials for vocational school learners. In fact, vocational school learners strongly need to learn English in accordance to their major for several reasons. So, it is recommended to design the English materials which meet learners’ needs, interests, and demands, especially in Tourism Program. This study was aimed to explore the contents that should be included to design the English materials based on the needs analysis in Tourism Program at SMKN 6 Surabaya and to find out the teacher’s response toward the English material development in Tourism Program. The base of the study used Descriptive Qualitative and the results were explained in the form of words. The results showed that the contents that should be included in the English materials in Tourism Program at SMKN 6 Surabaya are speaking and pronunciation for language skill and component; videos and pictures for media; and asking and giving question for teaching technique. The English materials development consist of a lot of presentations for speaking practice, several videos to practice speaking, pronunciation, and vocabulary, reading passages and texts, and some knowledge that Tourism Program learners need to know. Furthermore, it was found out that the teacher had good comments for the English material development. The materials were too complete and had met the learners’ needs, interests, and demands. Keyword: vocational learners, material development, English for specific purposes (ESP), tourism program
“HOT POTATOES” SOFTWARE AS MEDIA IN TEACHING READING RECOUNT TEXT TO THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMAN 1 GEDANGAN SIDOARJO
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“HOT POTATOES” SOFTWARE AS MEDIA IN TEACHING READING RECOUNT TEXT TO THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMAN 1 GEDANGAN SIDOARJO Edita Rosana Viviani English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya editaviviani@mhs.unesa.ac.id Esti Kurniasih, S.Pd., M.Pd. English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya Estikurniasih87@yahoo.com Abstrak Dalam bidang pendidikan, penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar telah menjadi lebih populer. Namun, guru enggan untuk menggunakan teknologi dalam pengajaran dan itu adalah hambatan yang harus mereka hadapi. Untuk mengatasi itu, tim dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Media serta Komputer di Universitas Victoria Kanada telah menciptakan software bernama "Hot Potatoes". Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan bagaimana implementasi guru dari perangkat lunak "Hot Potatoes" sebagai media dalam pembelajaran membaca teks cerita (recount) untuk siswa kelas X SMAN 1 Gedangan Sidoarjo dan juga untuk menggambarkan bagaimana hasil siswa selama pelaksanaan Perangkat lunak "Hot Potatoes" dalam pengajaran membaca teks cerita (recount). Peneliti mengadakan penelitian deskriptif kualitatif dan analisa data dilakukan secara kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi alami. Berdasarkan data yang diperoleh, pelaksanaan perangkat lunak "Hot Potatoes" oleh guru dari SMAN 1 Sidoarjo Gedangan telah berjalan dengan baik dan mengikuti prosedur konstruksi yang diusulkan oleh Yavus (2011) dan juga buku panduan yang disediakan oleh situs resminya. Sementara itu, berkaitan dengan hasil siswa, pertanyaan referensial dan inferensial adalah jenis pertanyaan paling sulit di antara 15 sampai 20 pertanyaan lain yang diberikan dalam setiap latihan soal. Secara keseluruhan, hasil siswa dari setiap pertemuan menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka berada di Grup Baik. Kata Kunci: Perangkat lunak “Hot Potatoes”, media, kemampuan membaca Abstract In education field, the use of technology in teaching and learning process has become more popular. However, teachers are reluctant to use technology in teaching and it is an obstacle that they must deal. In order to overcome it, the Research and Development team at University of Victoria, Humanities Computing and Media Centre in Canada has created software named “Hot Potatoes”. This research aimed to describe how the teacher’s implementation of “Hot Potatoes” software as media in teaching reading recount text to the tenth grade students of SMAN 1 Gedangan Sidoarjo is and also to describe how the students’ results during the implementation of “Hot Potatoes” software in teaching reading recount text are. The researcher conducted descriptive qualitative research and analyzed the data qualitatively. The data was collected through natural observation. Based on the data, the implementation of “Hot Potatoes” software by the teacher of SMAN 1 Gedangan Sidoarjo had run well and followed the construction procedure proposed by Yavus (2011) and also the guided book provided by its official site. Meanwhile, deal with the students’ result, referential and inferential questions were the trickiest question types for the students among 15 until 20 questions given in each exercise. Overall, the students’ results of each meeting showed that most of them were in the Good Group. Keywords:”Hot Potatoes” Software, media, reading skill
Silent Viewing Technique in Teaching Writing Recount Text to the Tenth Grade Students of SMAN 1 Gedangan Sidoarjo
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silent Viewing Technique in Teaching Writing Recount Text to the Tenth Grade Students of SMAN 1 Gedangan Sidoarjo Windy Kurnia Bakti English Education, Language and Art Faculty, State University Surabaya windybakti@mhs.unesa.ac.id Esti Kurniasih, S.Pd., M.Pd. English Education Department, Faculty of Language and Art, State University of Surabaya Estikurniasih87@gmail.com Abstrak Menulis adalah kunci untuk keberhasilan dalam pengalaman sekolah dan alat komunikasi penting yang membantu siswa belajar bagaimana menyusun dan mengatur pikiran mereka (Wendling, dan Roberts, 2009: 1). Namun, menulis dianggap sulit. Akibatnya, ada sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas yang tidak mampu menulis. Sehubungan dengan fenomena di atas, menemukan cara bagaimana menciptakan suasana yang baik di dalam kelas itu diperlukan untuk menarik keinginan siswa dalam belajar menulis. Abbott (1981: 42) menyatakan bahwa dalam menulis kelas itu tidak cukup hanya dengan menggunakan instruksi guru saja. Selain itu, menggunakan teknik yang tepat pada saat mengajarkan siswa menulis diharapkan dapat membantu siswa dalam belajar. Dalam penelitian ini proses belajar mengajar dilakukan dengan menggunakan teknik yang disebut Silent Viewing Technique. Silent Viewing Technique adalah teknik memainkan dan memutar video dengan volume terendah sehingga suara yang ada didalam video tidak terdengar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data dari penelitian ini adalah checklist observasi, catatan lapangan, dan hasil tulisan siswa. Peneliti mengamati pelaksanaan Silent Viewing Technique dan mendeskripsikannya. deskripsi meliputi: (1) pelaksanaan “Silent Viewing Technique” dalam pengajaran menulis teks recount untuk siswa kelas X Sekolah Menengah Atas dan (2) hasil penulisan siswa selama pelaksanaan “Silent Viewing Technique” dalam pengajaran menulis teks recount. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-MIPA-6 dan guru Bahasa Inggris dari SMAN 1 Gedangan Sidoarjo. Dalam analisis data dari penelitian ini, peneliti melakukan tiga tahap yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi sebagaimana diusulkan oleh Miles dan Huberman (Miles dan Huberman, 1994 di Koshy, 2005). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi guru tehadap Silent Viewing Technique ini berjalan dengan baik. Sementara untuk pertanyaan penelitian kedua, hasil tulisan siswa menunjukkan bahwa Silent Viewing Technoque dapat membantu siswa dalam menulis teks recount. Hal ini dapat dilihat dari jumlah siswa yang berada di kategori baik. Mereka mampu menangkap ide pokok dari video yang telah mereka lihat dan mengembangkannya menjadi teks recount yang baik. Selain itu, mereka juga memperhatikan unsur-unsur menulis dengan benar, seperti grammatical, kosakata, dan mekanik. Secara singkat, Silent Viewing Technique dapat digunakan untuk mengajarkan menulis teks recount, terutama untuk siswa kelas sepuluh. Teknik ini bahkan dapat digunakan untuk menciptakan suasana yang baik di dalam kelas saat aktivitas belajar dan mengajar berjalan. Kata Kunci : keterampilan menulis, teks recount, silent viewing technique, siswa kelas X Abstract Writing is a key to successful school experiences and essential means of communication that helps students learn how to structure and organize their thoughts (Wendling, and Roberts, 2009:1). However, writing is considered difficult. As a result, there were a number of senior high school students who were unable to write. Regarding to the phenomena above, it is needed to find a way how to create a good atmosphere inside the class in order to attract students’ willingness to learn writing. Abbott (1981:42) states that in writing class it is not enough to use the teacher’s instruction only. Moreover, using an appropriate technique to teach writing was expected to help the students in learning writing. In this study the teaching and learning process was done by using a technique called Silent Viewing Technique. Silent viewing technique is playing a video and turning the volume to the lowest so that the soundtrack is inaudible. This research is a descriptive qualitative research. The instruments used to gain the data of this research were observation checklist, field notes, and students’ writing results. The researcher attempted to observe the implementation of Silent Viewing Technique and describe it. The description includes: (1) the implementation of ‘Silent Viewing” technique in teaching writing recount text to the tenth grade students of senior high school and (2) the students’ recount writing results during the implementation of “Silent Viewing” technique in teaching writing recount text. The subjects of this research are the students of class X-MIPA-6 and the English teacher of SMAN 1 GEDANGAN Sidoarjo. In data analyses of this study, the researcher did three stages namely data reduction, data display, and conclusion drawing or verification as proposed by Miles and Huberman (Miles and Huberman, 1994 in Koshy, 2005). The result of this study showed that the teacher’s implementation of Silent Viewing Technique ran well. While the second research question, the result of the students’ writing showed that silent viewing technique could assist the students in writing recount text. It could be seen from the number of students who were placed in good to average category. They were able to gain the idea from the silent video they have watched and develop it into a good recount text. Moreover, they paid attention to the writing elements properly, such as tenses, vocabulary, and mechanics. In short, Silent Viewing Technique could be used to teach writing recount text, especially to the students of tenth grade. It could be even used to create a good atmosphere inside the class while teaching and learning activity is running. Keyword: writing skill, recount text, silent viewing technique, tenth graders
THE IMPLEMENTATION OF PEER DICTATION TO TEACH LISTENING ANALYTICAL EXPOSITION TEXT TO ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMAN 1 KRIAN
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF PEER DICTATION TO TEACH LISTENING ANALYTICAL EXPOSITION TEXT TO ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMAN 1 KRIAN Nita Andawati English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya nitaandawati@mhs.unesa.ac.id Drs. Fahri, M.A English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya fahri@unesa.ac.id Abstrak Dalam kegiatan mendengarkan bahasa inggris, masih ada kekosongan antara memenuhi kebutuhan siswa dan kebutuhan latihan mendengar. Terbatasnya ruang bagi siswa untuk belajar mendengar juga menjadi masalah yang dihadapi oleh siswa. Banyak cara yang dapat ditempuh oleh guru untuk mengatasi hal ini. Salah satunya adalah melalui teknik mendikte rekan. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan bagaimana teknik mendikte rekan, salah satu variasi dari teknik mendikte, di implementasikan dalam membantu siswa di kegiatan mendengar, hasil dari pemahaman siswa dalam mendengarkan teks lisan, dan juga persepsi siswa terhadap penggunaan teknik mendikte teman. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Krian. Peneliti mengamati kelas XI-Bahasa dimana teknik mendikte rekan di implementasikan. Teks yang digunakan dalam kegiatan ini adalah teks eksposisi analitis. Kuisioner diberikan untuk mengetahui pendapat siswa tentang teknik mendikte teman. Peneliti menggunakan desain penelitian kualitif dasar untuk mendapatkan data dan menjawab pertanyaan penelitian. Data dikumpulkan di dalam tiga pertemuan. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa guru mengadapatasi prosedur teknik mendikte rekan dari Jacob dan Small (1990) dan teknik ini di gunakan sebanyak dua kali. Hasil dari pemahaman siswa menunjukkan bahwa teknik mendikte rekan membantu siswa dalam memahami teks lisan. Hasil dari kuisioner menunjukkan bahwa kebanyakan siswa setuju bahwa teknik mendikte rekan membantu mereka dalam kegiatan mendengar. Kata Kunci: teknik peer dictation, mengajar mendengar, teks eksposisi analitis. Abstract In the listening activity, there is a gap between dealing with the learners’ need and the needs of the listening practice. Likewise, the limitation of listening activity in the classroom is being one of the obstacles that are faced by the students. To resolve this problem, there are many ways that teachers can do. One of them is by employing peer dictation technique. This study aims to describe how peer dictation is implemented to help the students in listening activity, the results’ of the students’ listening comprehension, and the students’ responses towards peer dictation. This research took place in SMAN 1 Krian. The researcher observed X1-Bahasa (Language program) where peer dictation was implemented. The text used was analytical exposition text. The questionnaires were administered to find out the students’ perceptions towards the implementation of peer dictation. Basic qualitative research was employed to collect the data and answer the research question. The data were obtained in three meetings. The findings show that the teacher adapted Jacob and Small’s (1990) procedure and peer dictation was implemented twice. The results of the students’ listening comprehension show that peer dictation helps the students to comprehend oral analytical exposition text. The results of the questionnaires reveal that most of the students agreed that peer dictation helps them in listening activity. Keywords: peer dictation technique, teaching listening, analytical exposition text.
AN ANALYSIS OF NARRATIVE TEXT MADE BY THE INDONESIAN STUDENTS ON INTERNATIONAL JUNIOR HIGH SCHOOL IN NORTH JAKARTA
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AN ANALYSIS OF NARRATIVE TEXT MADE BY THE INDONESIAN STUDENTS ON INTERNATIONAL JUNIOR HIGH SCHOOL IN NORTH JAKARTA Angen Yudho Kisworo English Education, Faculty of Languages and arts, State Univerity of Surabaya angenyudho@gmail.com Wiwiet Eva Savitri English Education, Faculty of Languages and arts, State Univerity of Surabaya wiwieteva@unesa.ac.id Abstrak Menulisnaratifadalahkeahlian yang harusdimilikiolehsemuasiswa Indonesia. Akan tetapi, halinisangatkomplekskarenaberhubungandengankomponenpenulisan, konten, danorganisasipenulisan. Sehubungandengankompleksitasnya,beberapapenelitiantelahmenganalisisproduktulisansiswadanmenemukanbahwaterdapatbeberapakesalahandidalamnya. Tetapi, penelitiantersebuttidakmencakupobjekpenelitian yang berbeda yang dapatmengembangkanpengetahuantentangobjekpenelitian. Olehkarenaitu, penelitianinimenjelaskantentangobjek yang berbedadimanaakanberhubungandengansiswa Indonesia yang belajar di sekolahinternasional. Penelitiankualitatifdigunakandanpenelitianinimenganalisis 10 siswadanmenilaikomponenpenulisanmereka. Hasilnyamenunjukkanbahwasiswa Indonesia memelikikemampuan yang baikdalampembendaharaan kata, penggunaanbahasa, danmekanik. Tetapi, merekatidakmemilikikemampuan yang cukupdalammembangunorganisasidanmembuatkontentulisan yang manahalinimempengaruhigayapenulisanmereka. Kata Kunci: Naratif, komponen penulisan, gaya penulisan Abstract Writing narrative is the skill that all Indonesian students should have. However, it is very complex because it deals with complex writing components, content and organization of the writing. Regarding to its complexity, some research has analyzed the students` writing product and found that there were some mistakes in it. However, the previous studies did not scope different object of the study, which could expand the understanding of the object. Therefore, this study explains different object of study, which deals with Indonesian students who learn in international school. Qualitative research was used for this study, and it analyzed 10 Indonesian students and scored their writing components. The results showed that the Indonesian students had the good skills in vocabulary, language use and mechanics. Yet, they did not have adequate skill in arranging the organization and creating the content in which it influences their writing style. Keywords:Narrative, writing components, writing style
ERROR ANALYSIS ON STUDENTS’ WRITING OF RECOUNT TEXT WRITTEN BY EIGHTH GRADERS OF SMP NEGERI 28 SURABAYA
RETAIN Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ERROR ANALYSIS ON STUDENTS’ WRITING OF RECOUNT TEXT WRITTEN BY EIGHTH GRADERS OF SMP NEGERI 28 SURABAYA Ayu Fitri Pangestu English Education Faculty of Languages and Arts State University of Surabaya ayufitri092084037@gmail.com Nur Chakim, S.Pd., M.Pd. English Education Faculty of Languages and Arts State University of Surabaya nurchakim@unesa.ac.id Abstrak Penelitian berikut dilaksanakan untuk menemukan kesalahan pada teks recount yang ditulis oleh siswa kelas delapan dari SMP Negeri 28 Surabaya dengan tujuan memahami sebab dan sumber yang menyebabkan kesalahan siswa. Dengan menemukan kesalahan tersebut, guru dapat memberi penanganan pada aspek yang tepat untuk membenarkan penggunaan struktur kalimat (grammar). Penggunaan teks recount dipilih karena memiliki struktur kebahasaan yang menggunakan aturan bentuk lampau dalam susunan paragraph tulis yang sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah prosedur analisis Corder dengan urutan sebagai berikut: Pengumpulan Data, Pengidentifikasian, Pendiskripsian, Penjelasan, Pengevaluasi Kesalahan. Untuk tingkat Pengidentifikasian, prosedur ini memiliki tiga langkah, Menyiapkan Data, Mengeliminasi Bagian yang Benar, dan Mengidentifikasi Kesalahan yang Tersisa. Signifikasi kesalahan yang digunakan adalah teori dari Dulay et al. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kesalahan yang muncul adalah menghilangkan kata hubung dan auxiliary, namun tata kalimat yang tidak teratur juga banyak terjadi. Pilihan kata merupakan satu masalah utama karena perbedaan konteks dari Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang menyebabkan pemilihan kata yang memiliki maksud lain. Merujuk pada temuan darii penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak semua siswa mampu menbuat teks recount seperti yang terlihat dari jumlah kesalahan yang muncul. Untuk itu, peneliti membagi siswa dalam tiga kelompok, tinggi, sedang, dan rendah. Kata Kunci: Error, Analisis Error, Teks Recount Tulis. Abstract This research was carried out to find errors in recount text written by eighth graders of SMP Negeri 28 Surabaya for understanding student’s cause and source of students’ errors. And by finding the errors, teacher can give the right treatment in the specific aspect for fixing grammar using. The written recount text has chosen because of its language feature which contains past tense pattern in written simple generic structure. The method used in this research refers to Corder’s analysis of error procedure. The method’s stages are: Collecting Data of Learner Language, Identification of Errors, Description of Errors, Explanation of Errors, and Error Evaluation. The Identification of Error stage comes with three steps, they are preparing the data, eliminate the correct utterances, and identify the remaining errors. Dulay et al significance of error is used. This research’s result shows that The students made errors at following grammatical rules of omitting prepositions or auxiliaries, but disordered sentences are not rare. The dictions also another big trouble to overcome, because the context difference between Bahasa Indonesia and English Language may leads wrong dictions choosing to different meaning. According to the findings, it can be concluded that not all students have mastered well the language feature of written recount text as seen at the number of the errors made. Thus, the researcher has them as three groups of students’ ability of high, middle, and low. Keywords: Error, Error Analysis, Written Recount Text.