cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Retain: Journal of Research in English Language Teaching
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : https://doi.org/10.26740/rt.v13i02
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
STUDENTS’ PERCEPTIONS TOWARDS THE IMPLEMENTATION OF 2013 CURRICULUM IN ENGLISH CLASS OF SMP NEGERI 1 GRESIK
RETAIN Vol 5 No 1 (2017): Volume 5 nomor 1 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDENTS’ PERCEPTIONS TOWARDS THE IMPLEMENTATION OF 2013 CURRICULUM IN ENGLISH CLASS OF SMP NEGERI 1 GRESIK Rahayu Nur Hidayah English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya rahayuhidayah@mhs.unesa.ac.id Abstrak Sebagai salah satu elemen dalam pendidikan, kurikulum memiliki peranan penting. Sejak merdeka, Indonesia telah menerapkan beberapa kurikulum. Kurikulum terbaru yang sedang diterapkan adalah Kurikulum 2013 atau K-13 dengan apek-aspek baru yang berbeda dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Kurikulum ini belum bisa diterapkan di semua sekolah. Hal ini disebabkan karena pemerintah telah mengintruksikan penggunaan ulang Kurikulum 2006 (KTSP) di beberapa sekolah karena persepsi negatif yang muncul dari masyarakat tentang K-13. Sementara itu, K-13 masih tetap digunakan di beberapa sekolah lainnya sebagai sekolah percobaan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan persepsi siswa tentang penerapan K-13 di kelas Bahasa Inggris dalam hal materi, pedekatan saintifik, asesmen. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Gresik. Subyek penelitian adalah lima siswa kelas 8-A dengan perincian dua siswa berprestasi tinggi, satu siswa berprestasi menengah, dan dua siswa berprestasi rendah. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan wawancara sebagai instrumen penelitian. Data didapatkan dari satu sesi wawancara utama dan beberapa sesi wawancara tambahan. Penemuan memerlihatkan bahwa terlepas dari beberapa persepsi negatif, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar persepsi para siswa positif dalam tiga hal tersebut. Kata Kunci: persepsi siswa, kurikulum 2013, Bahasa Inggris. Abstract As one of the elements of education, curriculum has an important role. Since its independence, Indonesia had implemented several curricula. The newest curriculum that is currently implemented is 2013 Curriculum or K-13 with new aspects that different with the previous curricula. This curriculum cannot be implemented in all schools. This is as a result of the government’s instruction to re-use 2016 Curriculum (KTSP) in some schools because of the negative perceptions of K-13 from the society. Meanwhile, K-13 is still used in some other schools as pilot schools. This research was aimed to discover students’ perceptions towards the implementation of K-13 in English class in terms of the materials, scientific approach and assessment. This research was conducted at SMP Negeri 1 Gresik. The subjects of the research were five students of 8-A; two high-achieved students, one middle-achieved student, and two low-achieved students. This descriptive qualitative research used interview as the research instrument. The data were gained from a main interview session and several addition interview sessions. The findings showed that despite some negative perceptions, it can be concluded that most of the students’ perceptions were positive in terms of the three aspects. Keywords: students’ perceptions, 2013 Curriculum, English.
STUDENTS’ WRITING IN PRE-TEST AND POST-TEST OF IE (INTEGRATED ENGLISH) 2015 PROGRAM IN STATE UNIVERSITY OF SURABAYA (UNESA)
RETAIN Vol 5 No 1 (2017): Volume 5 nomor 1 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDENTS’ WRITING IN PRE-TEST AND POST-TEST OF IE (INTEGRATED ENGLISH) 2015 PROGRAM IN STATE UNIVERSITY OF SURABAYA (UNESA) Ismi Fauziyah English Education, Faculty of Language and Art, State University of Surabaya ismifauziyah@mhs.unesa.ac.id Abstrak Menulis adalah salah satu keterampilan yang perlu dikuasai oleh siswa-terutama untuk calon guru bahasa Inggris. Untuk itu, mahasiswa dari jurusan bahasa Inggris diharuskan mengambil kelas atau program IE (Integrated English) –mata kuliah satu semester untuk memberikan mahasiswa semua dasar keterampilan dan komponen bahasa. Sebagai pengembangan dari program IC (Intensive Course), IE program harus diteliti untuk mengetahui keefektifan dari program itu sendiri. Jadi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari program IE dengan menganalisis perbedaan kualitas tulisan siswa di pre-test dan post-test program IE di lima elemen: isi, struktur, penggunaan bahasa, kosakata dan tata bahasa. Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto karena hasil dari perbedaan kualitas tulisan siswa muncul secara natural setelah siswa mengikuti program IE 2015. Subjek penelitian ini adalah 30 mahasiswa program IE; masing-masing 10 siswa dalam kategori Intermediate, Pre-intermediate, dan Elementary. Setelah menganalisa tulisan pre-test dan post-test dari subjek penelitian, penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar siswa mendapat kualitas yang sama di semua aspek dengan rata-rata 62,6%. Selain itu, sebagian besar siswa mendapat kualitas lebih baik dalam aspek penggunaan bahasa dan kosa kata; 40% siswa mendapat kualitas lebih baik. Secara keseluruhan, berdasarkan kesimpulan yang ada, Program IE memberikan sedikit efek untuk kemampuan menulis siswa dalam semua aspek. Kata Kunci: Menulis, Pre-test siswa, Post-test siswa, Program IE Abstract Writing is one of the skills that is needed to be mastered by EFL students-especially for English pre-service teachers. For that reason, UNESA freshmen students from English major have to take IE (Integrated English) program−one semester course to give the students all basic language skills and language components. As the development of IC (Intensive Course) program, IE program should be researched so that we can know the effectiveness of the program itself. Thus, this study was aimed to know the effectiveness of IE program by analyzing the writing quality difference in pre-test and post-test of IE program in five elements: content organization, language use, vocabulary and mechanic. This study was an ex-post facto research since the result of the students’ writing quality difference came naturally after the students joined IE 2015 program. The subject of this study was 30 students of IE program; each 10 students are in the category of Intermediate, Pre-intermediate, and Elementary. Having analyzed the pre-test and post-test writing of the subject, the research revealed that mostly the students got similar quality in all aspects by the mean of 62,6%. Moreover, the students develop mostly in language use and vocabulary aspect; 40% students got better quality. Overall, based on the conclusion drawn, IE program gives little effect to the students’ writing ability in all aspects. Keywords: Writing, Students’ pre-test, Students’ post-test, IE program
THE IMPLEMENTATION OF ENGLISH MEDIUM INSTRUCTION IN TEACHING ENGLISH FOR SIXTH GRADER OF A PRIVATE ELEMENTARY SCHOOL
RETAIN Vol 5 No 1 (2017): Volume 5 nomor 1 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF ENGLISH MEDIUM INSTRUCTION IN TEACHING ENGLISH FOR SIXTH GRADER OF A PRIVATE ELEMENTARY SCHOOL Pandu Prasetyo Agung Pambudi English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya 12020084041.pandup@mhs.unesa.ac.id Ahmad Munir English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya ahmadmunir@unesa.ac.id Abstrak Kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa asing sangat penting dan hal tersebut pertama kali terlihat dari kemampuan bertutur kata. Maka dari itu, Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar (EMI) sangat cocok untuk mengajar siswa Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. EMI adalah situasi kelas dimana Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pengantar antara pengajar dan siswa dalam berkomunikasi. Peneliti mempertanyakan sebuah klaim dari salah satu sekolah dasar swasta di Surabaya, dimana mereka mengklaim menerapkan EMI sepenuhnya dalam mengajar Bahasa Inggris untuk siswa kelas enam Sementara itu, penerapan EMI sangat kontroversial dan tidak sepenuhnya dalam Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana guru menerapkan EMI dalam mengajar Bahasa Inggris untuk siswa kelas enam (2) respons dan opini siswa terhadap penerapan EMI dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Penelitian ini melibatkan 13 orang siswa kelas enam sebagai subjek penelitian yang di amati sebanyak tiga kali selama pelajaran Phonics Bahasa Inggris dan perwakilan kelas diwawancarai setelahnya. Hasil penelitian yang telah didapatkan menunjukkan bahwa guru menerapkan EMI hampir diseluruh langkah pembelajaran yang menyerupai langkah Straight Arrows ESA. EMI dapat diterapkan karena kegiatan pembelajarannya menguntungkan pelajar bahasa muda. Instruksi yang diberikan dalam Bahasa Inggris hampir seluruhnya direspon dengan baik sebagaimana guru menerapkannya melalui permainan, penjelasan yang selalu bermula dari pengetahuan awal siswa dan pembacaan teks menyeluruh. Terlebih lagi, hasil dari wawancara menunjukkan bahwa para siswa berpikiran positif tentang penerapan EMI. Maka dari itu, penerapan EMI pada siswa kelas enam dapat dilakukan dan di rekomendasikan. Kata kunci: Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, Pelajar Muda, Respon, Pendapat. Abstract The capability in communicating in the Foreign Language is important as it is initially seen from the oral performance. Thus, English Medium Instruction (EMI) is suitable for teaching EFL learner. It is a classroom setting where the English language is used as means of communication between instructor and learners. The researcher questions a claim of a private elementary school in Surabaya, in that they implement EMI in teaching English for sixth graders in full. Meanwhile, EMI was controversial and their implementations were mostly not in full English. This research was aimed at describing how the teacher implements English Medium Instruction in teaching English lesson for sixth graders. (2.) the students’ responses and opinions toward the implementation of English Medium Instruction in learning English lesson. The data is analyzed qualitatively. A qualitative research design was used in this study. This study involved one English teacher and 13 sixth grader students as the participants of the study which observed three times during English phonics lesson and the representation of the whole class interviewed after. The result which was gotten shows that the teacher implemented EMI in almost all of the teaching stages which similar to Straight Arrows ESA sequence. It is applicable as the teaching activities favor young language learner. The instructions which delivered in English are mostly responded well as the teacher implemented it through games, explanation which relate to students’ prior knowledge and whole passage reading. Moreover, the result of interview revealed that the students have positive thoughts about the teaching-learning process. Therefore, the implementation of English Medium Instruction in teaching English lesson for sixth grader is applicable and recommended. Keywords: English Medium Instruction, Young Learner, Response, Opinion.
HIGH AND LOW ACHIEVERS’ SELF-REGULATION IN LEARNING ENGLISH
RETAIN Vol 5 No 1 (2017): Volume 5 nomor 1 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIGH AND LOW ACHIEVERS&rsquo; SELF-REGULATION IN LEARNING ENGLISH Miftha Safira Firmansyah English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya mifthafirmansyah@mhs.unesa.ac.id Ahmad Munir, Ph.D. English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya ahmadmunir@unesa.ac.id Abstrak Penelitian ini fokus pada regulasi diri siswa kelas sepuluh tingkat Sekolah Menengah Atas. Peneliti memilih 53 siswa yang terdiri dari 28 siswa dengan perolehan kemampuan tinggi dan 25 siswa dengan perolehan kemampuan rendah sebagai subjek penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) tingkat regulasi diri siswa dengan perolehan kemampuan tinggi dan rendah, (2) tingkat regulasi diri siswa berdasarkan tujuh indikator regulasi diri, (3) dan hubungan regulasi diri siswa dengan perolehan kemampuan mereka dalam mempelajari Bahasa Inggris. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi yang diolah secara kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai Bahasa Inggris yang diperoleh siswa di akhir semester dan kuesioner. Para subjek penelitian diberi angket yang berisi 21 pernyataan. Kuesioner tersebut menggunakan skala Likert untuk memudahkan peneliti dalam penghitungan skor yang diperoleh dari setiap siswa, guna menjawab pertanyaan penelitian pertama dan kedua. Pertanyaan penelitian terakhir dijawab menggunakan bantuan analisis Spearman di SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak dengan perolehan kemampuan tinggi (47%) berada pada tingkat regulasi diri yang tinggi juga, sedangkan sebagian besar anak dengan perolehan kemampuan rendah (60%) berada pada tingkat regulasi diri yang rendah pula. Hasil regulasi diri mereka juga berbeda-beda bila diuraikan berdasar pada tujuh indikator regulasi diri. Selanjutnya, hasil korelasi menunjukkan adanya hubungan yang positif antara regulasi diri dan kemampuan berbahasa Inggris siswa (r &ndash; 0.441) dengan  = 0.00 (p < 0.05). Kata Kunci: Siswa berkemampuan tinggi dan rendah, regulasi diri, indikator, hasil kemampuan. Abstract This study focused on tenth graders&rsquo; self-regulation in learning English. The aim of this study is to determine the students&rsquo; self regulation and the correlation between their self-regulation and their achievement in English. The researcher chose 53 tenth graders from a senior high school in Surabaya, which is consist of 28 high achievers and 25 low achievers. This study was conducted in order to find out (1) Do the high achievers and low achievers use strategies in regulating their English? If yes, how are their self regulations? (2) How is the self regulation level of high and low achievers based on each indicator of Self-Regulated Learning? (3) Is there any correlation between the students&rsquo; self regulation and their achievements in learning English? Moreover, this research belongs to correlational research. The researcher used students&rsquo; English score and questionnaire as instruments of this study. There were 21 statements in the questionnaire. The questionnaire used Likert Scale as a calculation scale to answer the first and second research questions. Furthermore, the last research question was done by Spearman&rsquo;s Rank Order Correlation on SPSS. The result showed that most of high achievers (47%) are highly regulated, while low achievers (60%) are least regulated. The result also showed the different level of their self-regulation based on sseven indicators of self-regulated learning. In addition, the last result showed the positive correlation between self-regulation and the students&rsquo; achievements in learning English (r &ndash; 0.441) dengan &alpha; = 0.00 (p < 0.05). Keywords: high achiever, low achiever, self-regulated learning, indicator, achievement
SPECIAL EDUCATION TEACHERS’ KNOWLEDGE AND SKILLS IN TEACHIKNG ENGLISH TO DEAF STUDENTS IN SIDOARJO
RETAIN Vol 5 No 1 (2017): Volume 5 nomor 1 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SPECIAL EDUCATION TEACHERS&rsquo; KNOWLEDGE AND SKILLS IN TEACHIKNG ENGLISH TO DEAF STUDENTS IN SIDOARJO Nanky Pradhina Yuana English Department, Faculty of Languages and Arst, State University of Suabaya, nanyyuana@mhs.unesa.ac.id Ahmad Munir, Ph.D English Department, Faculty of Languages and Arst, State University of Suabaya, ahmadmunir@unesa.ac.id Abstrak Penelitian ini berkaitan pengetahuan dan ketrampilan guru sekolah luar biasa dalam mengajar Bahasa Inggris untuk anak tuna rungu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan guru sekolah luar biasa yang tidak memiliki pengetahuan dalam mengajar Bahasa Inggris mengajarkan Bahasa Inggris pada siswa tuna rungu didalam kelas. Penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Enpat guru sekolah luar biasa dari beberapa kawasan di Sidoarjo terpilih sebagai subyek dari penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara nara sumber dan observasi proses pembelajaran. Kemudian, data dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini menemukan dua hasil. Pertama, guru sekolah luar biasa di Sidoarjo memiliki pengetahuan kurang dari yang dibutuhkan untuk mengajarkan Bahasa Iggris untuk siswa tuna rungu. Kedua, kurangnya pengetahuan yang mereka miliki membatasi ketrampilan mereka dalam mengajarakan Bahasa Inggris untuk siswa tuna rungu yang juga menyebabkan mereka tidak dapat disebut sebagai guru professional. Kata Kunci: guru professional, guru sekolah luar biasa, tuna rungu, pengetahuan, ketrampilan Abstract This study deals with special education teachers&rsquo; knowledge and skills in teaching English to deaf students. The objectives of this study are to find out how does special education teacher who teach English without background knowledge in teaching English do an English teaching in the classroom. A qualitative research was applied in this research. Four special education teachers from all around Sidoarjo was chosen as the subject of this study. The data were collected by interviewing the subject of the study and observation of the learning process. Then, the data were analyzed qualitatively. This study found two results. First, the special education teachers in Sidoarjo have little knowledge than it is needed to be able to teach English to deaf students. Second, their lack of knowledge limit their skills in teaching English to deaf students which also cause them cannot be called as professional teacher. Keywords: professional teacher, special education teacher, deaf, knowledge, skills
THE USE OF SNAKES AND LADDERS GAME AS A MEDIUM TO TEACH SPEAKING DESCRIPTIVE TEXT TO TENTH GRADERS OF SMK MUHAMMADIYAH 01 GRESIK
RETAIN Vol 5 No 1 (2017): Volume 5 nomor 1 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE USE OF SNAKES AND LADDERS GAME AS A MEDIUM TO TEACH SPEAKING DESCRIPTIVE TEXT TO TENTH GRADERS OF SMK MUHAMMADIYAH 01 GRESIK Sifa&rsquo;ul Af&rsquo;idah English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya E-mail: sifaulafidah@mhs.unesa.ac.id Dr. H. Aswandi, M.Pd. English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya E-mail: aswandi@unesa.ac.id Abstrak Keterampilan berbicara adalah salah satu hal yang harus dipelajari dan dikuasai oleh siswa sebagai pembelajar bahasa kedua. Faktanya, banyak siswa takut berbicara bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, guru membutuhkan berbagai media untuk membantu mereka dalam mengajar berbicara. Salah satu media yang dapat digunakan oleh guru adalah permainan ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana guru menggunakan permainan ular tangga sebagai media untuk mengajar berbicara deskriptif teks dan (2) bagaimana respon siswa terhadap penggunaan media permainan ular tangga dalam pembelajaran berbicara teks deskriptif. Subjek penelitian ini adalah salah satu guru bahasa Inggris di SMK Muhammadiyah 01 Gresik dan siswa kelas X AKT. Sebagai tambahan, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, catatan lapangan, dan dari hasil angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan ular tangga sangat mudah untuk digunakan dalam mengajar berbicara teks deskriptif. Permainan ular tangga dapat membantu guru untuk menarik perhatian dan meningkatkan kemampuan berbicara siswa serta dapat menarik minat dan memotivasi siswa dalam berbicara teks deskriptif. Kata Kunci: Berbicara, Teks Deskriptif, Media, Permainan Ular Tangga. Abstract Speaking is one of the skills that should be learned and mastered by the second language learners. In fact, there are a lot of students are afraid in speaking English in teaching and learning process. Therefore, the teachers need some media to help them to teach speaking. One of media that can be used by the teacher is snakes and ladders game. This study was conducted in order to find out how (1) the teacher uses snakes and ladders game as a medium to teach speaking descriptive text and (2) how the students&rsquo; responses toward the use of snakes and ladders game as a medium to teach speaking descriptive text. The subjects of this study were one of the English teachers in SMK Muhammadiyah 01 Gresik and the students of X AKT class. In addition, this study was a qualitative study and the data were collected from the result of observation checklist, field note, and from the result of questionnaire. The result of this study showed that snakes and ladders game was easy to be applied in teaching speaking descriptive text. Snakes and ladders game could help the teacher to get students&rsquo; interest and increase students&rsquo; speaking ability and could attract students&rsquo; attention and motivate the students in speaking descriptive text in front of the class. Keywords: Speaking, Descriptive Text, Medium, Snakes and Ladders Game.
The Use of Know-Want-Learn Strategy to Teach Reading of Report Text to the Ninth Graders of SMPN 2 Sampang
RETAIN Vol 5 No 1 (2017): Volume 5 nomor 1 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Use of Know-Want-Learn Strategy to Teach Reading of Report Text to the Ninth Graders of SMPN 2 Sampang Yuliana Tri Utami English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya yulianautami@mhs.unesa.ac.id Dr. H. Aswandi, M.Pd. English Education, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya aswandi@unesa.ac.id Abstrak Penelitian ini menyampaikan tentang sebuah strategi baru yang dapat digunakan oleh guru untuk membantu siswa yang kesulitan dalam memahami teks yang mereka baca. Strategi ini adalah strategi Know-Want-Learn (KWL) yang disarankan kepada siswa kelas sembilan SMPN 2 Sampang sebagai strategi membaca mereka dalam mempelajari bahasa Inggris. Membaca adalah kemampuan pertama yang sangat penting untuk dikuasai karena akan dapat membantu siswa memperoleh berbagai informasi khususnya dalam menguasai sebuah bahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana guru sebagai pengajar dapat mengurangi kesulitan siswa dalam membaca. Salah satu caranya adalah menyediakan pengajaran yang efektif dengan menggunakan strategi yang tepat. Strategi KWL dipilih untuk mengatasi permasalahan ini melalui tiga langkah dasar kognitif yaitu; menghubungkan apa yang siswa ketahui, menentukan apa yang siswa ingin pelajari, dan mengingat apa yang sudah dipelajari. Strategi KWL juga membantu siswa mengembangkan keingintahuan mereka terhadap materi yang dipelajari dan mempersiapkan berbagai pertanyaan sebelum, selama, dan setelah membaca untuk mengaitkannya dengan materi. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif untuk memperoleh pengertian lebih dalam tentang studi ini.Data telah diperoleh melalui hasil pengamatan checklist dan field notes di kelas selama empat pertemuan. Studi ini menghasilkan dua hal. Pertama, guru telah meyelesaikan proses belajar mengajar melalui tiga langkah dasar kognitif dari pelaksanaan KWL dan sesuai dengan rencana pembelajaran. Kedua, siswa menunjukkan respon yang baik. Mereka dapat mengembangkan pemahaman mereka terhadap teks dengan menunjukkan inisiatif yang besar. Kata Kunci: Strategi KWL, Pemahaman Membaca, Teks Report Abstract This study presented about the new strategy that can be used by the teacher to help the students who have difficulties in comprehending the text they read. It was Know-Want-Learn (KWL) strategy which is proposed for the ninth graders of SMPN 2 Sampang as their reading strategy in learning English. Reading becomes the first skill that is crucial to be mastered because it assists the students achieve most of information. Student who has a good skill in reading will be easier to gain new knowledge, especially for language acquisition.The aim of this study is how the teacher as the instructor minimizes the students&rsquo; reading difficulties. One of the ways is by providing effective instruction using an appropriate strategy. KWL Strategy is chosen to solve this problem through three basic cognitive steps which are; accessing what the students Know, determining what the students Want to learn, and recalling what the students did Learn. It also helps the students develop their curiosity on the material and organize their inquiries before, during and after reading to connect with their learning. The researcher adopted a qualitative research to gain in-depth understanding about this study. The data was taken through the observation checklist and field notes in classroom for four meetings. This study results two things. The first, the teacher is carried out the learning process through three basic cognitive steps of KWL implementation and accordance with the lesson plan. The second, the students showed good responses. They could develop their understanding of the texts by showing great initiative. Keywords:The KWL Strategy, Reading Comprehension, Report Text
A Study On Speaking Proficiency And Logical Thinking Construction Of InstitutTeknologiSepuluhNopember Debate Society Members
RETAIN Vol 5 No 1 (2017): Volume 5 nomor 1 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A Study On Speaking Proficiency And Logical Thinking Construction Of InstitutTeknologiSepuluhNopember Debate Society Members DAVID DWI SETYAWAN English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya davidds9319@gmail.com ESTI KURNIASIH, S.Pd., M.Pd. English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya Estikurniasih87@yahoo.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi kecakapan berbicara dan konstruksi berpikir logis dari anggota Institut Teknologi Sepuluh Nopember Debate Society. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa factor-faktor yang mempengaruhi kecakapan berbocara dan konstruksi berpikir logis Institut Teknologi Sepuluh Nopember Debate Society. Dasar peneitian ini adalah menggunakan deskriptif kualitatif sebagai desain penelitian dan selebihnya mengelaborasi dengan menggunakan observasi dan wawancara. Untuk dapat berdebat dengan cakap, siswa perlu mempelajari tiga aspek utama yaitu sikap, materi, dan metode yang dapat diperoleh melalui pajanan bahasa Inggris yang baik. Meskipun siswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember tidak memiliki pajanan bahasa Inggris yang maksimal, mereka mampu mengungguli mahasiswa yang berasal dari jurusan bahasa Inggris.Berdasarkan hasil wawancara, faktor-faktor yang mempengaruhi kecapakan berbicara and konstruksi berpikir logis dari anggota Institut Teknologi Sepuluh Nopember Debate Society adalah pembiasaan. Aktifitas pembelajaran dengan teman sebaya membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan minim tekanan. Selebihnya, mengandalakan materi tidaklah cukup hanya dari penyampaian lewat kelas. Kesungguhan untuk berlatih secara mandiri dengan meneliti beberapa materi melalui jaringan terpercaya membuat mereka lebih berilmu and selalu cakap informasi. Selebihnya, untuk memperluas pengalaman dan menambah kepercayaan diri, kompetisi menjadi penting sebagai bahan pertimbangan. Mereka secara ruitn menambah wawasan dan pengalaman mereka. Kata kunci:kecakapanberbicara, konstruksipemikiranlogis, debat Abstract This research focuses on elaborating the speaking proficiency and logical thinking construction of Institut Teknologi Sepuluh Nopember Debate Society members. This research also aims to analyze the factors influencing the speaking proficiency and logical thinking construction of Institut Teknologi Sepuluh Nopember Debate Society members. The fundamental of this research employs descriptive qualitative as the research design and proceeds the further elaborations with observations and interview. To debate well, students need to encompass the three major categories which are manner, matter and method which is achieved through the good exposures of English. Even if the students of Institut Teknologi Sepuluh Nopember do not engage with maximum closures of English, they can outstand those who come from English Department. Based on the result of interview, the factors influencing the speaking proficiency and logical thinking construction of ITS Debate society members are merely caused by the habituation. The activities of learning with peers make the process of learning more enjoyable and less pressed. Furthermore, it is not enough to always rely on the materials which are addressed during the learning sessions. The intentions to practice independently by researching some materials through trusted websites make them more knowledgeable and always updated. Furthermore, to broaden the experience and add their confidence, competitions become the important thing to be considered too. They regularly join competitions to extend the knowledge and experience. Key words: Speaking proficiency, logical thinking construction, debate
The Implementation of Active Learning for Asking and Expressing Information at A 7th Grader of States Junior High School Ngoro 1 Mojokerto
RETAIN Vol 5 No 1 (2017): Volume 5 nomor 1 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan teknik pembelajaran aktif dalam berbicara dapat diterapkan untuk SMP, terutama untuk kelas 7 "A" SMP Negeri 1 Ngoro Mojokerto.Dasar penelitian ini menggunakan metode gabungan dari kuantitatif dan kualitatif sebagai desain penelitian atau disebut dengan metode campuran, mendapatkan data berasal dari pelaksanaan di kelas dengan menggunakan teknik pembelajaran aktif berdasarkan ALIS Hamzah, sebanyak sembilan karakteristik pembelajaran aktif di sekolah; pusat pembelajaran siswa, hubungan antara cerita dengan kehidupan, mendukung siswa untuk berpikir lebih, memiliki banyak gaya yang berbeda untuk mengajar para siswa, interaksi berasal dari segala arah, menggunakan lingkungan sebagai media untuk mengajar, merancang kelas untuk membuat siswa lebih nyaman saat belajar, guru sebagai panduan dan guru memberikan beberapa sebuah umpan balik kepada siswa, semua data ini ditulis di lapangan dengan mencatat semua aktivitas di dalam kelas, kuesioner untuk data berasal dari siswa tentang minat mereka untuk belajar aktif di kelas terdiri pra kegiatan, kegiatan utama dan kegiatan penutup.Dalam melaksanakan teknik pembelajaran aktif, selama dua pertemuan mermainkan peran atau memberi contoh untuk membuat siswa memahami dengan mudah, siswa menjadi aktif dalam kelas sambil belajar berbicara dan guru menjadi pemandu atau pengarah di kelas, yang kedua guru pertemuan meminta murid-muridnya untuk membuat kelompok terdiri empat orang untuk masing-masing kelompok, setiap kelompok harus membuat informasiseperti meminta arah berdasarkan peta dan mengekspresikan monolog mereka ketika presentasi drama atau kinerja mereka di depan kelas. Selain itu, pembelajaran aktif dapat dikombinasikan dengan berbicara di kelas dan pelaksanaannya sebagai panduan teladan bagi guru atau praktisi pendidikan lainnya ketika mereka terlibat dengan SMP di kompetensi bahasa. Kata Kunci: Pelaksanaan, Pembelajaran Aktif, Speaking, Sekolah Menengah Pertama Abstract This research is to find out how the implementation of active learning technique in speaking can be adapted for junior high school, especially for 7th grade of &ldquo;A&rdquo; states junior high school 1 Ngoro Mojokerto.The base of this research is using quantitative and qualitative as research design or called by mixed method, the gain of data come from the implementation in the class by using active learning technique based on the ALIS Hamzah, they are nine characteristic active learning in school; the center of learning is students, the relationship between life stories, support the students to thinking more, have many different styles to teach the students, interaction comes from any direction, use the environmental as media to teach, design the classes to make students more comfortable when learning, teacher as a guide and teacher gives some feedback to students, all this data it was written in the field notes all the activity in the classroom , a questionnaire for gain data from students about their interest for active learning in the classroom consist pre activity, main activity and closing activity.In implementing the active learning technique, during two meetings the teacher was implemented the role play to made the students understand easily, the students became active in the class while learning speaking and the teacher became a guide or director in the class, the second meetings teacher asked her students to made a group consist four person for each groups, every groups should made an asking information as asking direction based on the map and expressing their monologue while presentation their drama or performance in the front of class. Moreover, active learning can be combined with speaking in the class and their implementations are the exemplary guides for the teachers or other educational practitioners when they are engaging with junior high school at language competency. Key words:Implementation, Active Learning, Speaking, Junior High School
PROBLEMS ENCOUNTERED BY TEACHER AND STUDENTS IN TEACHING AND LEARNING WRITING DESCRIPTIVE TEXT
RETAIN Vol 5 No 2 (2017): Volume 5 nomor 2 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PROBLEMS ENCOUNTERED BY TEACHER AND STUDENTS IN TEACHING AND LEARNING WRITING DESCRIPTIVE TEXT Stillman Miliam Asan English Department, Faculty of Langauge and Art, State University of Surabaya stillman.asan@gmail.com Prof. Dr. Susanto, M.Pd. English Department, Faculty of Langauge and Art, State University of Surabaya susantoniki@gmail.com Abstrak Menulis merupakan salah satu keterampilan dalam Bahasa Inggris. Menulis adalah tindakan untuk berkomunikasi, cara berbagi sudut pandang, informasi, ide dan pemikirandengan orang lain. Menulis adalah cara untuk memahami Pengalaman untuk diri kita dan orang lain dalam bentuk tertulis. Siswa tidak hanya bisa mengerti tentang gramatikal. Tapi juga belajar cara untuk menyampaikan argumen yang logis serta dapat meyakinkan orang lain. Hal itulah yg menyebabkan keterampilan menulis harus lebih serius untuk dipelajari Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sasarannya yakni 40 siswa dan seorang guru kelas VIII-D SMPN 1 Kintom tahun ajaran 2015/2016.Lembar pengamatan, pedoman wawancara, kuisioner, catatan lapangan dan tes tulis siswa digunakan sebagai alat untuk.mengumpulkan data. Dalam penerapan film sebagai media didalam kelas, siswa mengamati film tersebut pada pertemuan pertama. Kemudian pada pertwmuan selanjutnya siswa mengerjakan tugas dari guru berdasarkan dilm yang telah mereka amati sebelumnya. Pada pertemuan terakhir, guru menganalisa dan menilai tugas siswa. Kemudian peneliti melakukan wawancara pada guru untuk mendapatkan dan mengklarifikasi informasi dan data lebih detail yang tidak jelas saat masa observasi. Selanjutnya, data yang terkumpul dipelajari, diatur dan dianalisa. Akhirnya, dibuat kesimpulan yang sesuai dengan hasil dan pembahasan penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi film sebagai media dalam kelas dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk mrnulis teks deskriptif. Lebih lanjut, siswa dianjurkan untuk lebih termotivasi pada jenis film lain seperti film anaimasi maupun dokumenter. Seharusnya guru juga mendukung siswa agar lebih terbiasa. Penggunaan pemeriksaan bahasa inggris merupakan hal penting terhadap penilaian siswa karena itu akan memberikan balikan pada siswa sehingga mereka dapat belajar dari kesalahan sebelumnya terutama saat menulis teks deskriptif. Kata Kunci: pendekatan saintifik, aktifitas guru. Abstract Writing is one of English language skills. Writing is a communicative act, a way of sharing views, information, thoughts, or ideas with other people. Writing is one way of making meaning from experience for ourselves and for others in the written form. Through writing students will not only be able to understand about the grammatical but also learn how to make logical argument and how to persuade the other people It makes writing become very crucial to be deeply learned. Moreover, the researcher offered film as media in classroom to answer that problem. Film can the students closer to the object of their writing so they will be easier to get the ideas for their writing. Beside that, the students will be more motivated in writing because Film is an interesting media to learn. This study used descriptivequalitative research. The subjects were 40 students and the English teacherof VIII D in SMP N 1 Kintom in the academic year 2015/2016. The instruments used to collect the data were interview guides, questionnaires, observation checklists, field notes, and the students&rsquo; writing test. In the implementation film as media in the classroom, the students watch the film in the first meeting and the next meeting student will do the teacher assignment based on what they watched in the prevoius meeting. In the last meeting, the teacher analyzed and scored their assignment. Then,the teacher was interviewed by the researcher to clarify the more detail information which could not be explained through the observation. Futhermore, the data were familiarized and organized. Finaly, the conclusions were drawn due to the result and the discussion of the research. Learning from the result, it can be concluded that the implementation of film as media in the classroom could improve students&rsquo; achievement in writing descriptive text. Furthermore, it is suggested to the students to be more motivated in another genre for learning English such as animated or documentary film. Also teacher should encourage the students to make the students more customary.using english reviewing at students score is important because it can give the feedback to the student, so they can learn for the mistake that thed did, especially when they composed decriptive text. Keywords: scientific approach, teacher&rsquo;s activities.