cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
RETAIN (RESEARCH ON ENGLISH LANGUAGE TEACHING IN INDONESIA)
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : -
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
The Implementation of Group Investigation Technique in Teaching Writing Hortatory Exposition Text for Eleventh Grade Students of Senior High School
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini menulis menulis menjadi salah satu keterampilan yang paling sulit untuk dikuasai. Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk mengatasi masalah ini dalam rangka membantu siswa mencapai tujuan dari pembelajaran. Namun, banyak guru mulai memperluas cara mereka dalam mengajar dengan menerapkan metode atau teknik yang berbeda untuk mencapai tujuan pengajaran. Salah satunya yaitu penerapan teknik investigasi kelompok dalam pengajaran menulis teks eksposisi hortatori. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi investigasi kelompok, konten dari tulisan siswa, dan respon siswa setelah diajarkan menggunakan teknik investigasi kelompok. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan subjek penelitian seorang guru dan 30 siswa kelas XI SMA. Dalam hal ini, data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner terbuka, dan hasil tulisan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sudah menerapkan tahapan teknik investigasi kelompok secara berurutan meskipun ada beberapa bagian dari kegiatan yang dimodifikasi. Selain itu, hasil tulisan siswa menunjukkan bahwa siswa dapat mengembangkan konten dengan baik dalam menulis teks eksposisi hortatori. Kemudian, siswa juga memberikan respon positif terhadap teknik yang telah diterapkan oleh guru. Kata Kunci: Investigasi Kelompok, Menulis, Mengajar Menulis, Teks Eksposisi Hortatory Abstract Nowadays, writing becomes one of the most difficult skills to master. It becomes a challenge for teachers to overcome this problem in order to help students to achieve the goal of learning. However, many teachers started to expand their way of teaching by implementing different method or technique in order to achieve the goal of teaching. One of them is a group investigation technique in teaching writing hortatory exposition text. Therefore, the research is aimed to describe the implementation of group investigation, the students’ content in writing and the students’ response after being taught using group investigation technique. In this case, this research belongs to a qualitative study. The subject of this study was a teacher and 30 eleventh grade students of senior high school. The data was collected through observation, open-ended questionnaire, and students’ writing results. The result of this study showed that the teacher already implemented the stages of group investigation technique sequentially even though there were some parts of the activity which is modified. In addition, the result of the students’ writing also showed that the students were able to develop good content in writing hortatory exposition text. The students also gave a positive response to the technique that had been applied by the teacher. Keywords: Group investigation, Writing, Teaching Writing, Hortatory Exposition text.
Types of Peer Written Corrective Feedback on Recount Text in EFL Class
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap jenis umpan balik korektif tertulis yang dibuat oleh teman sejawat telah berkontribusi pada peningkatan keterampilan menulis siswa. Dengan demikian, peneliti menemukan jenis umpan balik korektif tertulis yang dibuat oleh rekan dan alasan memilih jenis tersebut. Penelitian ini adalah studi kasus. Subjek penelitian adalah 34 siswa kelas 10 SMA Negeri 1 Rejoso. Instrumen penelitian adalah umpan balik tertulis dan pedoman wawancara siswa. Peneliti mengambil data melalui umpan balik tertulis siswa, wawancara kelompok, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan ada 2 jenis yang ditemukan dalam umpan balik tertulis siswa; umpan balik tidak langsung yang tidak dikodekan dan umpan balik reformulasi. Alasan siswa dikategorikan ke dalam dua kategori; kepraktisan memberi umpan balik dan peningkatan diri siswa. Para siswa mempertimbangkan kepraktisan dalam memberikan umpan balik dan visibilitas menggunakan tanda. Menjadi pembelajar mandiri dan meningkatkan kesadaran siswa adalah alasan siswa yang mengarah pada peningkatan diri siswa.Kata kunci: Jenis umpan balik korektif tertulis, umpan balik teman sejawat, hasil tulisan siswa EFL Abstract Each types of written corrective feedback made by peer had contributed to students’ improvement in writing skills. Thus, the researcher found out the types of written corrective feedback made by peers and the reason for choosing those types. This study is a case study. The subject was 34 students from 10th graders of SMA Negeri 1 Rejoso. The research instruments are students’ written feedback and interview guideline. The researcher took the data through students’ written feedback, group interview, and deep interview. The result of the study shows there are 2 types found in students’ written feedback; uncoded indirect feedback and reformulation feedback. The students’ reasons are categorized into two categories; the practicality of giving feedback and student self-improvement. The students are considering the practicality of giving feedback and the visibility of using signs. Being an independent learner and increasing students’ awareness is students’ reason which led to student self-improvement. Keywords: Types of written corrective feedback, peer feedback, EFL learners’ writing
The Effectiveness of STAD Technique in Teaching Reading Recount Text for Tenth Graders
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Para siswa membutuhkan teknik yang tepat untuk membantu mereka dalam mengoptimalkan keterampilan membaca mereka untuk memahami teks. Peneliti menggunakan teknik STAD dalam penelitian ini karena dapat membuat siswa bekerja bersama dalam sebuah kelompok kecil yang berisi 4-6 anggota heterogen. STAD sebagai teknik telah diteliti dalam beberapa studi yang hanya difokuskan pada implementasi oleh guru. Sementara dalam penelitian ini, peneliti akan fokus pada peningkatan membaca siswa setelah diajarkan dengan menggunakan STAD. Desain penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental. Populasinya adalah siswa kelas X dari satu sekolah Islam di Mojokerto, dan sampelnya adalah 30 siswa X MIPA 2 sebagai kelompok eksperimen, dan 30 siswa X MIPA 1 sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitiannya adalah tes. Data diperoleh dalam bentuk skor pre-test dan post-test. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan Independent-sample T-test. Berdasarkan analisis data menggunakan Independent-sample T-test, nilai Sig. (2-tailed) dari post-test adalah 0,024 yang kurang dari 0,05 dan ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari nilai rata-rata. Ini menunjukkan bahwa teknik STAD memberikan efek terhadap kemampuan membaca siswa. Besar dampak perbedaannya adalah .84. Besar dampak perbedaannya di atas 0,60 dan dapat disimpulkan bahwa pengobatan yang telah diberikan kepada kelompok eksperimen memiliki efek sedang. Kesimpulannya, teknik STAD adalah teknik yang efektif yang dapat membantu guru untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dalam teks recount. Kata Kunci: teknik STAD, kemampuan membaca, teks recount Abstract The students need an appropriate technique to help them in optimizing their reading skills for understanding the passage. The researcher used STAD technique in this study because it can make the learners practice in a small group together which contains 4-6 heterogeneous members. STAD is a technique has been investigated in some studies which are only focused on the implementation by the teacher. While in this research, after being taught using STAD, the researcher will concentrate on learners reading improvement. The design of this study is quasi-experimental research. The population is the tenth-grade students’ of one Islamic school in Mojokerto, and the sample is 30 students of X MIPA 2 as the experimental group, and 30 students of X MIPA 1 as the control group. The research instruments are tested. The data are gained in the form of pre-test and post-test scores. Then, the data are analyzed by using the Independent-sample T-test. Based on the data analysis using the Independent-sample T-test, the Sig. (2-tailed) value of the post-test is .024 which is less than .05 and it indicated that there is a significant difference in the means score. It shows that the STAD technique gives an effect on students’ reading ability. The effect size is .84. The effect size is above .60 and it can be concluded that the treatment that had been given to the experimental group has a moderate effect. In conclusion, the STAD technique is an effective technique to help teachers enhance the ability of students to read recount text. Keywords: STAD the technique, reading ability, recount text
Using Webtoon Comic as Media in Teaching Reading Narrative Text for Junior High School Students
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Belajar bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memiliki perang penting dalam pendidikan di Indonesia. Bahasa Inggris memiliki empat keterampilan yang harus dipelajari yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Di antara keempat keterampilan itu, membaca masih sulit untuk dibiasakan dalam proses belajar mengajar. Guru membutuhkan teknik yang menarik untuk membantu kesulitan siswa dalam membaca dan juga menarik perhatian serta minat siswa dalam belajar. Teknik yang digunakan guru untuk membantu dalam mengajar dapat berbentuk media. Penggunaan komik webtoon sebagai media untuk memotivasi siswa dalam membaca untuk teks naratif merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi penggunaan komik webtoon untuk mengajar membaca teks naratif, pemahaman membaca siswa, dan respon siswa terhadap media. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas sembilan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif sebagai metode pengumpulan data. Oleh karena itu, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, tugas siswa, dan panduan wawancara. Data dikumpulkan dan dianalisis dengan melakukan observasi selama proses belajar mengajar dan wawancara. Berdasarkan data, hasilnya menunjukkan bahwa proses menggunakan komik webtoon untuk mengajar membaca teks naratif berhasil dilaksanakan dan menarik minat siswa dalam membaca teks naratif. Tugas siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dapat memahami teks dengan mudah dan respon siswa menunjukkan bahwa mereka tertarik untuk belajar membaca teks naratif dengan menggunakan media digital yaitu komik webtoon. Kata kunci: pemahaman membaca, komik webtoon, teks naratif , media Abstract Learning English as an international language has a great importance of education in Indonesia. English has four skills to be learned namely listening, speaking, reading, and writing. Among the four skills, reading is still hard to be accustomed to the teaching-learning process. The teacher needs an engaging technique to help the student’s difficulty in reading skill and involve students’ attention and interest. The technique that teachers use to engage can be formed as media. The use of webtoon comics as media for motivating students in reading comprehension for narrative text is important. Accordingly, this study aimed to describe how the implementation of using webtoon comic to teach reading a narrative text, the students reading’ comprehension, and the students’ response toward the media. The subjects of this study were the students of ninth-grader. This study uses descriptive qualitative design as a method for collecting the data. Therefore, the instruments used to collect the data were observation, students’ tasks, and interview guides. The data were collected and analyzed by doing observation during the teaching-learning process and interview. Based on the data, the result showed that the process of using Webtoon Comic to teach reading narrative text was successfully implemented and had the students interest in reading the narrative text. The students’ task showed that most of the students could comprehend the text easily and the response of the students showed that they were interested to learn reading a narrative text by using digital media namely Webtoon Comic. Keywords: reading comprehension, webtoon comic, narrative text, media
Using Webtoon Comic as Media in Teaching Reading Narrative Text for Junior High School Students
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Belajar bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memiliki perang penting dalam pendidikan di Indonesia. Bahasa Inggris memiliki empat keterampilan yang harus dipelajari yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Di antara keempat keterampilan itu, membaca masih sulit untuk dibiasakan dalam proses belajar mengajar. Guru membutuhkan teknik yang menarik untuk membantu kesulitan siswa dalam membaca dan juga menarik perhatian serta minat siswa dalam belajar. Teknik yang digunakan guru untuk membantu dalam mengajar dapat berbentuk media. Penggunaan komik webtoon sebagai media untuk memotivasi siswa dalam membaca untuk teks naratif merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi penggunaan komik webtoon untuk mengajar membaca teks naratif, pemahaman membaca siswa, dan respon siswa terhadap media. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas sembilan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif sebagai metode pengumpulan data. Oleh karena itu, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, tugas siswa, dan panduan wawancara. Data dikumpulkan dan dianalisis dengan melakukan observasi selama proses belajar mengajar dan wawancara. Berdasarkan data, hasilnya menunjukkan bahwa proses menggunakan komik webtoon untuk mengajar membaca teks naratif berhasil dilaksanakan dan menarik minat siswa dalam membaca teks naratif. Tugas siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dapat memahami teks dengan mudah dan respon siswa menunjukkan bahwa mereka tertarik untuk belajar membaca teks naratif dengan menggunakan media digital yaitu komik webtoon. Kata kunci: pemahaman membaca, komik webtoon, teks naratif , media Abstract Learning English as an international language has a great importance of education in Indonesia. English has four skills to be learned namely listening, speaking, reading, and writing. Among the four skills, reading is still hard to be accustomed to the teaching-learning process. The teacher needs an engaging technique to help the student’s difficulty in reading skill and involve students’ attention and interest. The technique that teachers use to engage can be formed as media. The use of webtoon comics as media for motivating students in reading comprehension for narrative text is important. Accordingly, this study aimed to describe how the implementation of using webtoon comic to teach reading a narrative text, the students reading’ comprehension, and the students’ response toward the media. The subjects of this study were the students of ninth-grader. This study uses descriptive qualitative design as a method for collecting the data. Therefore, the instruments used to collect the data were observation, students’ tasks, and interview guides. The data were collected and analyzed by doing observation during the teaching-learning process and interview. Based on the data, the result showed that the process of using Webtoon Comic to teach reading narrative text was successfully implemented and had the students interest in reading the narrative text. The students’ task showed that most of the students could comprehend the text easily and the response of the students showed that they were interested to learn reading a narrative text by using digital media namely Webtoon Comic. Keywords: reading comprehension, webtoon comic, narrative text, media
The Use of Eclectic Method to Teach Recount Text to Tenth Graders of Senior High School
RETAIN Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berbicara tentang keterampilan membaca dan menulis, siswa mungkin mengalami kesulitan dalam menguasainya. Guru sebagai fasilitator harus memilih metode, pendekatan, atau teknik yang sesuai yang dapat membuat siswa lebih mudah memahami pelajaran, terutama dalam memahami dan menyusun teks. Salah satu caranya adalah dengan menggabungkan berbagai macam metode dalam pengajaran pembelajaran atau disebut dengan Metode Eklektik. Masalah ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang penggunaan metode eklektik untuk mengajar teks recount kepada siswa kelas sepuluh sekolah menengah atas. Metode eklektik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Scientific Approach dan Cooperative Integrated Reading and Composition. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan penerapan metode eklektik untuk mengajarkan teks recount, pemahaman membaca siswa dan kemampuan menulis selama penerapan metode eklektik dan respon siswa terhadap penerapan metode eklektik. Desain penelitian ini adalah desain deskriptif kualitatif. Ada 19 siswa sebagai peserta dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan catatan lapangan, rubrik pemahaman membaca, rubrik penulisan dan pedoman wawancara sebagai instrumen. Dalam menganalisis data, peneliti menganalisis tahapan guru ketika menerapkan metode eklektik berdasarkan pengamatan. Kemudian, pemahaman membaca dan tugas menulis siswa dianalisis berdasarkan pada rubrik pemahaman membaca dan rubrik penulisan. Selanjutnya, respons siswa dianalisis berdasarkan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode ini, siswa dapat memperoleh soft skill dan hard skill. Kata kunci: Pemahaman Membaca, Penulisan, Metode Eklektik, Pembacaan dan Komposisi Koperasi Terpadu, Pendekatan Ilmiah, Teks Recount Abstract Talking about reading and writing skill, students might have difficulties to master it. The teacher as the facilitator should choose the appropriate method, approach or technique that can make the students easier to understand the lesson, particularly in comprehending and composing text. One of the ways is by combining various kinds of methods in teaching-learning or called as Eclectic Method. This problem encourages the researcher to conduct research about the use of the eclectic method to teach recount text to tenth graders of senior high school. Furthermore, the eclectic methods used in this research are Scientific Approach and Cooperative Integrated Reading and Composition. This study was conducted to describe the implementation of eclectic method to teach recount text, the students’ reading a comprehension and writing ability during the implementation of the eclectic method and the students’ responses towards the implementation of the eclectic method. The design of this study was descriptive qualitative design. There were 19 students as the participants in this study. The researcher used field notes, a rubric of reading comprehension, a rubric of writing and interview guidelines as the instrument. In analyzing the data, the researcher analyzed the teacher’s stages when implementing the eclectic method based on the observation. Then, students’ reading comprehension and writing tasks were analyzed based on the reading comprehension rubric and the writing rubric. Next, students responses were analyzed based on the result of the interview. The result showed that by using this method, students could gain both soft skills and hard skills. Keywords: Reading Comprehension, Writing, Eclectic method, Cooperative Integrated Reading and Composition, The scientific approach, Recount Text
The Implementation of EDMODO in Teaching Advertisement Text
RETAIN Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menulis adalah salah satu kemampuan primer dalam berbahasa Inggris. dan Bahasa Inggris sangat penting dalam memfasilitasi pelajar EFL untuk berinteraksi secara global. Pelajar mulai belajar untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dalam bentuk tulisan. Para guru harus kreatif dalam mengajarkan materi dalam aktivitas-aktivitas pembelajaran dan lebih memperhatikan dalam pemilihan media sebelum mereka memaparkannya kepada siswa. Terlebih lagi, keefektifan teknologi online dapat berkontribusi pada pembelajaran, komunikasi, dan sosialisasi siswa. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan implementasi platform Edmodo dalam pembelajaran teks iklan. Ditemukan bahwa setelah implementasian Edmodo, pembelajaran dan penugasan menulis jadi lebih mudah dan praktis. Para siswa menjadi lebih disiplin dalam mengumpulkan tugas dan lebih antusias pada aktivitas pembelajaran. Hasil dari tulisan siswa juga menunjukkan bahwa mereka mengalami kemajuan dalam menulis teks iklan Kata Kunci: Menulis, Pengajaran Menulis, Edmodo, Teks Iklan Abstract Writing is one of the primary skills in English. English is crucial to facilitating EFL learners to interact globally. The learners begin learning to communicate with others through written form. The teacher must be creative to teach the material in the learning activity and more concerned to choose some media before the teacher delivers it to the students. Moreover, the effectiveness of online network technologies can contribute to the way learners study, communicate and socialize. This study was conducted in order to find out the implementation of Edmodo platform in teaching advertisement text. The study found that After the implementation of Edmodo, the writing learning activity and the task became easy and practical. The students were able to discipline to submit the assignment and enthusiastic during the learning activity. The students’ writing results also showed that their progress is an increase in write advertisement text. Keywords: Writing, Teaching Writing, Edmodo, Advertisement Text.
Video Blog as a Media in Teaching Speaking Recount Text For Tenth graders
RETAIN Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Inggris adalah Bahasa universal karena semua orang menggunakannya sebagai Bahasa komunikasi secara global. Bahasa inggris berperan penting karena ia dilakukan di banyak aspek kehidupan manusia. Selain itu, kemampuan berbahasa Inggris sangat penting bagi siswa untuk berkomunikasi dengan orang lain. Maka dari itu, Bahasa Inggria harus dikuasai setiap orang, menulis maupun berbicara dalam Bahasa Inggris. Juana (2012) menyatakan bahwa ada beberapa factor psikologi yang memberikan effek pada keterampilan berbicara siswa seperti takut, kurang motivasi, gugup, dan sebagainya. Video blog adalah salah satu media yang dapat membantu siswa merasa nyaman dan menikmati ketika belajar Bahasa Inggris. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana penerapan video blog dapat membantu siswa dalam berbicara teks recount. Penelitian ini menggunakan penelitian deskripstif kualitatif sebagai metode pengumpulan data. Subjek dari penelitian ini ialah guru Bahasa Inggris dan siswa-siswa dari kelas sepuluh di SMA Negeri 1 Blitar. Sementara itu, teknik pengumpulan data adala observasi dan pekerjaan siswa. Oleh sebab itu, instrument yang digunakan ialah catatan lapangan dan pekerjaan siswa. Berdasarkan data yang telah di dapat, guru telah mengimplementasikan video blog secara bertahap. Selain itu, sebagian besar siswa menunjukan bahwa mereka mendapat skor yang sangat baik hingga baik bahkan beberapa siswa mendapat skor yang sangat tinggi. Kata Kunci: Video Blog,media, kemampuan berbicara, teks recount Abstract English is universal language since everyone uses in the global communication. It has an important role because it used for many aspects in people daily life. Moreover, English speaking ability is important for the learners while communicating with the others. Thus, English should be mastered for everyone, both written and spoken English language. Juana (2012) stated that there are some psychology factors that give effect to students’ speaking skill such as getting afraid, lack of motivation, nervous, and so on. Video blog is one of media that can help the students to enjoy practicing English language. Therefore, it is necessary to conduct the research in order to know how the implementation of video blog can help the students in speaking recount text. This research is descriptive qualitative research. The subjects were English teacher and her students of tenth graders in Senior High School 1 Blitar. Moreover, the data collection techniques were observation and students’ works. Meanwhile, the research instruments used were field notes and students’ works. Based on the data, the result of the study showed that the teacher implemented the video blog sequentially. Furthermore, most of the students showed that they got very good to good level even few students in excellent level. Keywords: Video Blog, media, speaking, recount text
The Implementation of Problem Based Learning in Teaching Speaking Analytical Exposition Text to Eleventh Grades
RETAIN Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berbicara adalah salah satu keterampilan penting dalam Bahasa Inggris karena berbicara merupakan keterampilan produktif yang digunakan untuk berkomunikasi antar dua orang atau lebih. Fungsinya adalah untuk menjaga hubungan sosial supaya tetep terjalin dengan baik. Namun, mengajar berbicara tidaklah mudah dan membutuhkan perhatian khusus, walaupun berbicara merupakan salah satu pelajaran yang menarik bagi siswa. Untuk mengatasi hal ini, model Pembelajaran Berbasis Masalah diterapkan dalam proses belajar mengajar guna membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan berbicara mereka. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengambarkan penerapan dari model Pembelajaran Berbasis Masalah, untuk mengetahui kinerja siswa dan respon siswa selama menerapkan model pembelajaran ini dalam pengajaran teks eksposisi analitik di kelas XI. Penelitian ini diterapkan di kelas XI SMA dengan desain penelitian kualitatif. Peneliti melakukan pengamatan, memberikan tugas kepada siswa, dan melakukan wawancara kepada siswa. Instrumen yang digunakan peneliti adalah catatan observasi, hasil berbicara siswa dan hasil wawancara. Berdasarkan data yang diperoleh, model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat diterapkan dalam pembelajaran teks eksposisi analitik, khususnya dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa karena kegiatan yang terdapat dalam model pembelajaran ini sangat sesuai untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Kata kunci: Berbicara, Kurikulum, Teks Analitik, Model Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Masalah. Abstract Speaking is one of the important skills in English because it kind of productive skill that use to communication between two people or more. The function is to communication in a society in order to keep the relationship well. However, teaching speaking is not easy and need special attention although teaching speaking is kind of the interesting subject for the students. To overcome this problem, PBL model can be applied in teaching learning process in order to help the students increase their speaking skill. Therefore, the objective of this study are to describe the implementation of PBL in teaching speaking, the student’s performance and the student’s response during the implementation of PBL as a model in teaching speaking analytical exposition text to eleventh grades. This study was applied to the eleventh grades of Senior High School and conducted in qualitative research design. Then, to collect the data the researcher did an observation, gave the student’s task and did an interview. The instruments used to collect the data are observation field note, student’s speaking result and interview. Based on the data, the result of this study shows PBL can be implemented in teaching speaking analytical exposition text because this the activities in teaching and learning process is appropriate to increase the student’s speaking skill. Keywords: Speaking, Curriculum, Analytical text, Learning Model, Problem-Based Learning.
Students Metacognitive Strategies for Supporting Critical Thinking in Learning Speaking Discussion Text
RETAIN Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berpikir kritis menjadi hal penting di era pendidikan saat ini. Cara mengembangkan pemikiran kritis siswa diterapkan oleh banyak guru baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam pendidikan bahasa Inggris, berpikir kritis juga memainkan peran penting dalam pengembangan siswa dalam memahami pelajaran. Pemikiran kritis siswa memiliki peran besar dalam pengembangan keterampilan bahasa siswa. Namun, melihat banyak strategi pembelajaran metakognitif yang tersedia, itu membuat siswa sulit untuk mengembangkan pemikiran kritis mereka. Melihat hal ini, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan menemukan strategi pembelajaran apa yang digunakan siswa untuk mendukung keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi alasan siswa dalam memilih strategi yang mereka sukai. Peneliti fokus pada siswa sekolah menengah dan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut para ahli, Inferencing memang merupakan strategi yang cukup sulit bagi siswa untuk diterapkan sehingga strategi tersebut hanya cocok untuk orang dewasa. Para ahli percaya bahwa dalam menerapkan strategi menyimpulkan perlu banyak latihan dan pelatihan untuk membantu peserta didik menerapkan strategi ini dalam mendukung pemikiran kritis mereka. Kata Kunci: berfikir kritis, strategi metakognitif, kemampuan berbicara, teks diskusi Abstract Critical thinking becomes an important thing in the current era of education. The way to develop students critical thinking is applied by many teachers both directly and indirectly. In English education, critical thinking also plays an important role in the development of students in understanding lessons. Students critical thinking have a big role in the development of students language skills. However, seeing the many metacognitive learning strategies that available, it make student difficult to develop their critical thinking. Seeing this, researchers conducted research with the aim of discovering what learning strategies students used to support students critical thinking skills. Another aim of this research is also to explore the reason of the students in choosing their preferred strategy. The researcher focused on high school students and the researchers used a qualitative approach. As a result, of the many strategies available, delayed production is the learning strategy most often used by students to support students thinking abilities. Students also argue that the strategy is easy to use and makes it easy for them to understand the information they can. In addition, researchers also found one strategy that was less used by students, namely inferencing. Students assume that the strategy is quite difficult to apply in class. According to experts, Inferencing is indeed a strategy that is quite difficult for students to apply so that the strategy is only suitable for adults. Experts believe that in applying inferencing strategy it needs a lot of drills and training in order to help learners apply this strategy in supporting their critical thinking. Keywords: critical thinking, metacognitive strategies, speaking ability, discussion text.