cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
RETAIN (RESEARCH ON ENGLISH LANGUAGE TEACHING IN INDONESIA)
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : -
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
An Analysis of Students’ Content and Organization in Writing Descriptive Text
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ada beberapa poin yang harus dipertimbangkan oleh penulis dalam menyusun teks atau esai. Poin tersebut adalah konten, organisasi, kosa kata, penggunaan bahasa dan mekanika. Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis teks tulisan yang dihasilkan oleh mahasiswa semester 3 di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program penulisan deskriptif. Subjek penelitian ini berfokus pada siswa berprestasi tinggi yang dengan syarat mereka memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) >3.50 dan memperoleh nilai A atau A- di kelas program menulis sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan teks penulisan deskriptif siswa dalam hal konten dan organisasi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Peneliti menganalisis dan menjelaskan teks penulisan deskriptif mahasiswa dalam hal konten dan organisasi. Selanjutnya, peneliti sebagai instrumen utama menggunakan adaptasi rubrik penulisan dari Brown (2004) untuk megeksplorasi data tulisan mahasiswa. Hasil penulisan deskriptif mahasiswa tergolong baik. Dari hasil temuan, menunjukkan bahwa siswa berprestasi tinggi dapat menyusun teks penulisan deskriptif dalam hal konten dan organisasi dengan baik. Kata Kunci: Siswa Berprestasi Tinggi, Teks Deskriptif, Konten, Organisasi. Abstract There are several points that should be considered by the writer in composing text or essay. They are content, organization, vocabulary, language use, and mechanics. In this study, the researcher analyzed writing text produced by the students of the 3rd semester in the English Education Department. The subject of this study is the students’ descriptive writing program. The subject of the study is focused on the high achievers students which have >3.50 Grade Point Average (GPA) and eliminates them by the writing result in the previous class, Paragraph Writing, it should be A or A- score. The objective of this study is to explain the students’ descriptive writing text in terms of content and organization. This study was designed as a qualitative study. The researcher analyzed and described the students’ descriptive writing text in terms of content and organization. Furthermore, the researcher set as the key instrument to explore the data by using adaptation rubric of descriptive writing from Brown (2004). The result of the students’ descriptive writing was good. The findings showed that the high achievers students could compose the descriptive writing text in terms of content and organization well. Keywords: High Achievers Students, Descriptive Text, Content, Organization
Listening Comprehension Strategies Used by EFL Students in State University of Surabaya
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemahaman mendengarkan adalah keahlihan reseptif yang menuntut siswa untuk mengerti dan memahami bahasa yang diucapkan dengan mendengarkannya. Beberapa murid yang mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing masih mempunyai kesulitan dalam memahami tekanan, intonasi, tata bahasa, kecepatan berbicara, dll. Dengan adanya kesulitan tersebut, siswa harus menemukan strategi mendengarkan yang sesuai agar lebih efektif dalam mendengarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa sering strategi mendengarkan metakognitif digunakan oeh mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya, seberapa strategi mendengarkan kognitif digunakan oleh mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya dan seberapa sering strategi mendengarkan sosial dan afektif digunakan oleh mahasiswa Univeristas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dan penelitian survei untuk menemukan hasilnya. Subyek penelitian ini adalah 46 mahasiswa dari kelas mendengrkan akademik A dan B. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner strategi mendengarkan yaitu metakognitif, kognitif dan sosial afektif. Dari hasil penelitian, strategi mendengarkan metakognitif sangat sering digunakan oleh mahasiwa Universitas Negeri Surabaya dengan nilai rata-rata yaitu 3,73. Strategi mendegarkan metakognitif yang sering digunakan adalah mengarahkan perhatian (rata-rata= 4.60), perhatian selektif (rata-rata= 4.34) dan bersantai (rata-rata= 4.08). strategi mendengarkan kedua yang sering digunakan oleh mahasiswa Univesitas Negeri Surabaya adalah strategi menengarkan kognitif dengan nilai rata-rata= 3.66. Strategi kognitif yang sering digunakan adalah pengalaman diri sendiri (nilai rata-rata= 4.21), mendengarkan kata kunci(nilai rata-rata= 4.10) dan mencatat (nilai rata-rata= 4.08). Yang terakhir, strategi mendengarkan sosial afektif sering digunakan oleh mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dengan nilai rata-rata= 3.55. Ada mendengarkan orang lain dengan nilai rata-rata= 4.10 dan menyemangati diri sendiri dengan nilai rata-rata= 3.78. Kata Kunci: Pemahaman Mendengarkan, Strategi Mendengarkan, Strategi Mendengarkan Metakognitif, Strategi Mendengarkan Kognitif dan Strategi Mendengarkan Sosial Afektif. Abstract Listening comprehension is receptive skills which require students to understand and make sense of spoken language by hearing it. Some EFL students still have difficulties in dealing with stress, intonation, grammar, speed of sound, etc. By looking at the problems, EFL students have to find out listening strategies that appropriate to make listening effectively. The aims of this study are to know how much metacognitive listening strategies used by EFL students in the State University of Surabaya, how much cognitive listening strategies used by EFL students in State University of Surabaya and how much socio-affective listening strategies used by EFL students in State University of Surabaya. This research used quantitative design and survey research to find out the result. The subjects of this research were 46 students of academic listening class A and B. The instrument used in this research was listening strategies questionnaire; metacognitive listening strategies, cognitive listening strategies, and socio-affective strategies. Based on the result, listening strategies that frequently used by EFL students were metacognitive listening strategies by looking at the mean value (M= 3.73). It consists of directed attention (M= 4.60), selective attention (M= 4.34) and relaxing (M= 4.08). The second listening strategies that frequently used by EFL students was cognitive listening strategies which had M= 3.66. It consists of personal experience (M= 4.21), listening keyword (M= 4.10) and taking note (M= 4.08). Last, socio-affective listening strategies were frequently used by EFL students which had M= 3.55. There were listening to someone else which had M 4.10 and self-encouragement M= 3.78. Keywords: Listening Comprehension, Listening Strategies, Metacognitive Listening Strategies, Cognitive Listening Strategies , and Socio-affective strategies.
Error Analysis of Ten Grader Students’ Writing
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menulis adalah suatu cara yang dapat digunakan siswa untuk melatih kemampuan mereka dalam membuat kalimat berbahasa Inggris. Menulis juga dapat dijadikan aktivitas yang dapat dilakukan untuk menuangkan ide, opini dan perasaan siswa yang berbentuk tulisan. Maka dari itu, siswa perlu menguasai beberapa aspek dalam menulis, seperti: pemilihan kata, mekanisme tulisan dan penggunaan bahasa untuk membuat text yang bagus. Tetapi, masih banyak siswa yang membuat kesalahan dalam memilih kata dan menyusunnya dalam bentuk kalimat berbahasa inggris. Hal ini sangat penting untuk dipahami agar dapat mengetahui dan menghindari berbagai jenis kesalahan dalam tulisan. Penelitian ini dilakukan untuk membantu guru mengenal dan mengetahui jenis-jenis kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa dalam tulisan mereka dan membantu siswa untuk mengurangi kesalahan penulisan dalam menuliskan ide atau kalimat berbahasa inggris. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tulisan siswa sebagai objek penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari siswa kelas 10 yang berjumlah 36 siswa di SMA NEGERI 11, Manukan-Sidoarjo. Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah kualitatif yang di analisis dengan menggunakan tabel klasifikasi hasil dari identifikasi, deskripsi, penjelasan dan koreksi pada lembar tulisan siswa. Berdasarkan dari hasil penelitian ini, peneliti menemukan bahwa ada empat jenis kesalahan yang ada dalam tulisan siswa yaitu: kesalahan penambahan huruf/kata (Addition), penggunaan kata (Misinformation), pengurangan huruf/kata (Omission), kesalahan arti atau penempatan kata (Ordering) dan kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa adalah kesalahan penambahan huruf/kata (Addition) dan penggunaan kata (Misinformation). Kata Kunci: Menulis, Kesalahan, Analisis Kesalahan Abstract Writing is a way to practice the students’ ability to produce any sentence in a Foreign Language. It can be used as an activity to help the students express the ideas, opinions, and feelings in a written form. Therefore, the students need to master several aspects of writing, like: grammar, mechanism, and language used for writing a good text. Yet, there were some students who still made errors in choosing and composing the words into a sentence in English. It is very important to understand in order to know and avoid errors in writing. This study purposed to help the teacher identify the types of error that the students made in their writing and assist the students to reduce the errors in writing any ideas or sentences in English. In this case, the researcher used students’ writing task as the object of this study. The data of this study taken from ten graders which contain 36 students in the Eleven Senior High School, Manukan-Sidoarjo. The method of this study used qualitative study which has been analyzed by using a classification table of identification, description, explanation, and correction from the students’ writing task. Based on the result of this study, the researcher found that there were four types of error which still found in students’ writing, such as addition, misinformation, omission, ordering and the most common errors which still exist in students’ task were Addition and Misinformation. Keywords: Writing, Error, Error Analysis.
The Implementation of Guessing Games Speaking Learning Descriptive to Seventh Grader SMP AL Azhar Menganti
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterampilan berbicara dianggap sebagai keterampilan yang paling penting untuk dikuasai dalam belajar bahasa Inggris. Namun, sebagian besar siswa mengalami kesulitan untuk memahami bahasa Inggris itu sendiri. Hal ini dikarenakan bahasa Inggris dipelajari sebagai bahasa asing di mana siswa perlu menyesuaikan bahasa asing tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka. Oleh sebab itu, guru memerlukan cara alternatif untuk mengajar berbicara dengan mudah dan efektif. Guessing game dikenal sebagai game terbaik untuk memotivasi pembelajaran siswa di kelas. Game ini membantu para siswa untuk memiliki pembelajaran yang menyenangkan dan memiliki lebih banyak keberanian untuk berbicara. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi guessing game dalam mengajar teks deskriptif berbicara dan respon siswa terhadap penggunaan guessing game dalam proses pembelajaran mereka. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-GGT di SMP Al-Azhar. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah deskriptif kualitatif menggunakan teknik observasi dan kuesioner. Instrumen yang digunakan adalah checklist observasi, catatan lapangan, dan kuesioner. Hasil temuan menunjukkan bahwa penerapan permainan menebak dalam mengajar berbicara teks deskriptif berjalan dengan mudah dan sukses. Selain itu, dari kuesioner, semua siswa menunjukkan respons positif terhadap penggunaan permainan menebak. Para siswa merasa nyaman dan lebih menikmati proses belajar. Kata Kunci: Guessing game, Berbicara, Teks Descriptive. Abstract Speaking considers as the most essential skill to be mastered in learning the English language. However, students mostly have difficulties to understand its language. This is due to English is learned as a foreign language in which students need to adjust the native language in their daily life. By this case, teacher need an alternative way to teach speaking easily and effectively. Guessing game known to be the best game to motivate students’ learning in the classroom. It helps the students to have fun learning and have more courage to speak. Therefore, this study was conducted in order to know the implementation of guessing game in teaching speaking descriptive text and the students’ responses towards the use of guessing games in their learning process. The subject of this study was students of VII-GGT in SMP Al- Azhar. The method used to collect the data was descriptive qualitative using observation and questionnaires as the technique. The instruments were observation checklist, field notes, and a questionnaire. The findings showed that the implementation of guessing game in teaching speaking descriptive text went easily and successfully. Moreover, from the questionnaires, all of the students showed positive responses to the use of the guessing game. The students feel comfortable and enjoy the learning process more. Keywords: Guessing game, Speaking, Descriptive Text.
Principles Underlying Successful EFL Learners’ Oral Fluency
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemampuan untuk menguasai kefasihan lisan bahasa Inggris melalui Pengajaran Bahasa Inggris telah menjadi perhatian besar di bidang pendidikan, terutama di era modern ini. Hal itu tidak hanya akan mempertahankan suasana komunikatif di kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, tetapi juga akan mempromosikan kehidupan profesional peserta didik di masa yang akan datang. Oleh karena itu, guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing diharapkan mampu menyediakan cara yang lebih efektif untuk meningkatkan kefasihan lisan peserta didik dalam bahasa internasional tersebut. Beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa setiap keberhasilan besar peserta didik Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing sangat dipengaruhi oleh seperangkat akidah yang membimbing tindakan mereka. Sementara prinsip-prinsip yang melandasi akidah peserta didik dalam pembelajaran bahasa lebih mengontrol tindakan mereka, para peneliti terdahulu tidak menawarkan diskusi mengenai hal tersebut secara mendalam. Sebagai upaya untuk mengisi kesenjangan dan menyajikan jawaban yang lebih komprehensif, penelitian ini dilakukan. Peneliti bekerja sama dengan dua siswa sekolah menengah atas tingkat akhir di Indonesia dengan bahasa Inggris lisan paling fasih di antara peserta didik lain menurut guru bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, kajian dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang mendalam perihal prinsip-prinsip yang digunakan oleh dua pelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing yang sukses untuk membimbing mereka dalam kefasihan lisan mereka, alasan mereka dalam mengandalkan prinsip-prinsip tersebut, dan cara prinsip-prinsip tersebut membantu mereka dalam mencapai tujuan mereka. Temuan menunjukkan bahwa kedua peserta didik mempunyai prinsip-prinsip yang pasti yang berkontribusi pada perkembangan kefasihan lisan mereka.Kata kunci: prinsip, pelajar sukses, pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, pengajaran bahasa Inggris, kecakapan lisan, kefasihan lisan Abstract The ability to master English oral fluency through the English Language Teaching (ELT) has become a huge concern in the field of education, notably in this modern era. Not only will it maintain a communicative atmosphere in EFL classrooms, but it also will promote learners’ professional matters hereafter. Therefore, teachers of English as a Foreign Language (EFL) are expected to provide students more efficacious ways that might boost their oral fluency in that international language. Some previous studies revealed that every massive triumph and success of EFL learners is immensely sustained by a set of beliefs guiding their deeds. Whereas the principles underlying learners’ beliefs in language learning happen to be more control over the actions they execute, former researchers do not profoundly offer such discussions. As a means to fill the gap and provide more comprehensive answers, this study is conducted. The researcher works with two final-year high school students in Indonesia whose spoken English is considered the most fluent among their friends by their EFL teachers. Employing qualitative approach, investigations are done through in-depth partially-structured interviews on the principles used by two successful EFL learners to guide them in their oral fluency, their reasons in relying on those principles, and the ways those principles help them in achieving their goals. The findings show that both learners hold definite principles that contribute to the developments of their oral fluency. Keywords: principles, successful learners, English as a Foreign Language learning, English Language Teaching, speaking skill, oral fluency
The Implementation of Project-Based Learning through Poster in Teaching Writing Narrative Text for Senior High School
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterampilan menulis memiliki reputasi buruk karena metode yang digunakan guru terlalu monoton, dan kurangnya pengetahuan tata bahasa dan sintaksis. Dalam pembelajaran, guru tidak menjelaskan bahaimana menulis dengan baik. Hal itu membuat murid-murid memilih untuk menyalin teks dari pada membuat dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri keika guru menuruh mereka untuk mengidentifikasi dan meulis teks, khususnya pada narrative teks, yang mana memiliki lebih banyak struktur kalimat dari pada teks yang lain. Menulis tidak hanya membutuhkan teori tapi juga praktek. Oleh sebab itu, pembelajara berbasis projek adalah salah satu metode yang tepat untuk diaplikasikan karena murid akan mendapatkan teori juga prakteknya, dan poster adalah sproduk yang tepat yang bisa melatih murid-murid untuk membuat kalimat yang padat dengan menggunakan kalimat mereka sendiri. Penelitian ini menyelidiki implementasi guru dalam pembelajaran berbasis projek dan juga menyelidiki hasilnya yang mana poster sebagai produk siswa. Qualitative research dijadikan desain dalam penelitian ini. Terdapat tiga macam instrument; observasi untuk mengetahui cara guru mengajar menggunakan PBL, dokument dijadikan bukti untuk mengetahuihasil dari projek siswa dan wawancara sebagai refleksi guru setelah mengimplementasikan metodenya dan untuk mengetahui sudut pandang guru pada project. Hasil menujukkan bahwa implementasi pembelajaran berbasis projek melalui poster belum memenuhi kriteria pada prosedur pembelajaran berbasis projek. Akhirnya, itu juga memberi efek pada hasil dari pembelajaran berbasis projek itus endiri, yang mana poster sebagai projek siswa. hasil menunjukkan bahwa projek siswa juga tidak memenuhi kriteria dari penilaian poster dalam naratif teks. Kata Kunci: Pembelajaran berbasis projek, poster, keterampilan menulis, narratif teks. Abstract Writing skill has a bad reputation since the method that is used by the teacher is too monotonous, and the student less-knowledge of grammar and syntax. In real teaching, the teacher does not explain how to write well. It makes the students prefer to copy the text than to make their own words when the teacher asks them to identify and write the text, especially in narrative text, which has many generic structures than others. Writing does not only need a theory but also need a practical. Hence, project-based learning through poster is one method that is appropriate to be applied, since the student will get the value both theory and practical, and the poster is the suitable product that can train the students to make a limit sentence by using their own word. This study investigated the teacher implementation of project-based learning and its’ result through poster as the student product. Qualitative research was used as the research design. There were three instruments; observation to know the teachers way of teaching using PBL, document as the evidence to know the result of the project and interview as the teacher reflection after implementing the method and to know the teacher’s point of view of the project. The result showed that the implantation of project-based learning through poster had not fulfilled the criteria of procedural project-based learning. As a result, it also gave the effect of the result of project-based learning, which was a poster as the student project. The result showed that the student project also did not fulfill the criteria of poster scoring in narrative text. Keywords: Project-based learning, poster, writing, narrative text.
Students Responses Towards Teacher Talk
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Siswa Indonesia mempelajari Bahasa Inggris selama dua belas tahun. Tujuan dari pembelakaran Bahasa Inggris yaitu siswa mampu berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Tetapi, banyak siswa memiliki kamampuan rendah dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Maka dari itu. Hal ini perlu diperhatikan. Cara agar siswa bisa berkomunikasi yaitu dengan interaksi secara terus menenerus di dalam kelas. Banyak guru berperan sebagai fasilitator dalam interaksi kelas dnegan menggunakan bahasa guru agar siswa mampu berkomunikasi karena bahasa guru sebagai input. Tetapi, guru menggunakannya terlalu banyak tanpa memperhatikan bagaimana siswa meresponnya. Maka dari itu, penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti bagaimana siswa merespon guru bahasa dalam hal memahami perasaan siswa, memuji siswa, menggunakan ide siswa, dan bertanya pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Peneilian dilaksanakan di dalam kelas. Subjek dalam penelitian ini yaitu satu guru dan siswa kelas sepuluh di salah satu sekolah di kota kecil yaitu Lamongan. Data penelitian diperoleh dengan observasi dengan menggunkan rekaman dan catatan lapangan sebagai instrument. Data dianalisis menggunakan empat langkah yaitu menulis catata dari hasil rekaman, mengkategorikan ucapan berdasarkan system FLINT, mendeskripsikan data, dan menyajikan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa merespon bahasa guru dengan beberapa jenis respon. Pertama, siswa merespon guru dalam memahami perasaan wiswa dengan specific and open-ended response. Kedua, siswa merespon pujian guru dengan open-ended response and non-verbal response (tersenyum). Ketiga, siswa merespon pertanyaan guru dengan specific response, open-ended response, dan diam. Tetapi, peneliti tidak menemukan respon siswa terhadap bahasa guru dalam menggunakan ide siwa karena guru tidak menggunakannya. Kesimpulannya yaitu bahasa guru yang dapat mengingkatkan kemampuan komunikasi siswa menggunakan bahasa inggris yaitu bahasa guru dalam memuji dan memberi pertanyaan siswa. Kata Kunci: Interaksi Kelas, Bahasa Guru, Respon Siswa. Abstract The goal of English language teaching is to enable students to communicate using target language. The way to get students to enable to communicate is by interaction regularly in the classroom. Many teachers have played a role as a facilitator in classroom interaction by teacher talk to get students to communicate since teacher talk played as input. However, the teacher uses the teacher too much without paying attention to how the students respond. Thus, this research was conducted to investigate how the students respond the teacher’s feeling acceptance, teacher’s praising or encouraging, teacher’s students’ idea acceptance, and teacher’s question. This research used a qualitative design. This study was conducted in the classroom. The subjects of this study were a teacher and tenth graders students of one senior high school in a small city, Lamongan. The data were collected through observation by using recording and field note. The data were analyzed through four steps; transcribing, categorizing the data based on FLINT, describing the data, and presenting. The result of this study showed that the students respond to teacher talk in some ways each teacher talk. First, the students responded to the teacher’s accepting feeling by the specific and open-ended response. Second, the students responded to the teacher’s praising or encouraging by open-ended response and non-verbal response which is a smile. Third, the students responded to the teacher’s question by the specific response, open-ended response, and silence. However, the researcher did not find students’ response to students’ idea acceptance by the teacher since the teacher did not apply that category of teacher talk. It was concluded that teacher talk of praising or encouraging and asking a question can increase students’ communication skill. Keywords: Classroom Interaction, Teacher Talk, Students’ response
The Instruction of Summarizing Strategy in Teaching of Reading Analytical Exposition Text for Eleventh Grader Students at Vocational High School
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemahaman membaca adalah bagian aspek dari pembelajaran yang mana tujuannya untuk membangun makna dari teks atau mengembangkan pemahaman pembaca. Meskipun dalam pentingnya membaca, siswa akan mengalami beberapa kesulitan. Penyelesaian dari masalah-masalah tersebut yaitu dengan mengetahui beberapa trik seperti strategi meringkas. Oleh karena itu, peneliti mendesain penelitian ini sebagai penelitian deskriptif yang tujuannya untuk mendeskripsikan pengajaran dari strategi meringkas sebagai trik untuk memfasilitasi siswa dalam memahami teks eskposisi analitis. Subjek dari penelitian ini adalah salah satu guru bahasa inggris dari kelas 11. Peneliti mengobservasi proses belajar mengajar untuk mendeskripsikan prosedur dari strategi meringkas dan kesulitan guru dalam mengaplikasikannya kedalam teks eksposisi analitis. Selain itu, peneliti juga mengadakan wawancara untuk mengemukakan kesulitan-kesulitan guru setelah proses belajar mengajar dengan strategi meringkas. Observasi menunjukkan bahwa guru mengajarkan semua langkah-langkah dengan mendemonstrasikan teks dan strategi meringkas, membimbing dan mengarahkan siswa untuk berlatih, memimpin diskusi untuk memahami teks, siswa melakukan diskusi dengan rekannya, dan siswa menggunakan strategi secara mandiri dalam membaca untuk mengelola pemahaman mereka. Selanjutnya, kesulitan dalam mengajarkan strategi meringkas yaitu siswa berpartisipasi secara pasif dan siswa menemukan beberapa kata yang tidak diketahui selama pembelajaran. Guru menyelesaikan permasalahan ini dengan mengelompokkan siswa, menebak kata-kata sulit, dan melakukan koreksi antar siswa. Singkatnya, guru sudah melakukan semua prosedur dari strategi meringkas dalam membaca teks analitis eksposisi. Kata Kunci: pemahaman membaca, pengajaran strategi, strategi meringkas, teks eksposisi analitis. Abstract Reading comprehension is an aspect of learning that the goal is to erect meaning from text or developing reader’s comprehension. In spite of the importance of reading, students will face various obstacles on it. The completion to the problems of reading comprehension that is by knowing the reading deceptions such as summarizing strategy. Therefore, this research is designed as descriptive research aims to describe the instruction of summarizing strategy as a trick to facilitate students in comprehending analytical exposition text. The subject is an English teacher of eleventh grade. The researcher observed the teaching and learning process to describe the procedure of summarizing strategy and teacher challenges in applying of reading analytical exposition text. Moreover, she conducted an interview to explain the teacher obstacles after teaching and learning process by summarizing strategy. The observation showed that the teacher taught all stages by demonstrating the text and summarizing strategy, guiding and directing the students to practice, leading discussion to comprehend the text, students doing discussion with their peers, and students independently use the strategy on their own reading to manage their comprehension. Furthermore, the challenges in teaching summarizing strategy that the students participate in a passive way and the students found some unknown words during learning. The teacher settled those obstacles by grouping the students, guessing unknown words, and doing peer correction. In short, the teacher has completely done the procedure of summarizing strategy in reading of analytical exposition text. Keywords: reading comprehension, strategy instruction, summarizing strategy, analytical exposition text.
Understanding Moral Value in “Aesop’s Fable” in Teaching Writing Narrative Text for Eighth Grade Students
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini bahasa Inggris adalah subjek dan menjadi bahasa yang sangat penting di dunia. Ada empat keterampilan utama dalam bahasa Inggris; mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan menulis adalah salah satu dari empat keterampilan yang harus dipelajari oleh siswa. Dalam komunikasi tertulis, ada dua cara berbagi informasi satu sama lain, yaitu teks fungsional panjang dan teks fungsional pendek. Teks fungsional yang panjang seperti teks naratif. Teks naratif adalah teks yang terdiri dari peristiwa, pengalaman, dan imajinasi. Para siswa biasanya mengalami kesulitan dalam memilih tema dan kesulitan dalam mengembangkannya untuk menulis teks naratif. Ada banyak bahan ajar yang menarik untuk menyelesaikan masalah ini agar membantu peserta didik memahami, antusias, tidak bosan, dan juga dapat membangun pendidikan karakter bagi siswa. Dongeng Aesop’s adalah salah satu bahan ajar yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris. Studi interpretatif dasar dipilih sebagai desain penelitian. Penelitian ini berfokus pada nilai moral dari hewan yang terhubung dengan kehidupan manusia dan hasil tulisan siswa melalui “Fabel Aesop” dalam menulis teks naratif. Peneliti telah memilih tiga siswa yang diminta untuk menulis ulang teks naratif setelah menonton video dongeng Aesop. Kemudian, setelah menonton video dongeng Aesop, mereka ditanyai beberapa pertanyaan dan membuat nilai moral dalam wawancara untuk mendapatkan informasi secara mendalam. Peneliti menemukan bahwa semua peserta dapat menyebutkan jenis nilai moral dari Fabel Aesop dan pendapat siswa mengenai penerapan nilai moral dari "Fabel Aesop" dalam kehidupan mereka. Para siswa menunjukkan bahwa mereka merasa antusias, senang, dan tidak bosan belajar teks naratif melalui dongeng Aesop. Kata kunci: Menulis, Teks Naratif, Aesop’s Fable, Pesan Moral Abstract Nowadays English is a subject and becomes a very important language in the world. There are four main skills in English; Listening, Speaking, Reading, and Writing. Writing skill is one of the four skills that must be learned by students. In written communication, there are two ways of sharing information with each other. The first is using short functional text and the second is long functional text. Long functional text for example narrative text. The narrative text is a text that consists of events, experiences, and imaginations time. The students usually have difficulty to choose the theme and have difficulty in developing it to write into narrative text. There are many interesting teaching materials to solve this problem in order to help the learners understand, enthusiastic, not bored, and also can build character education for the students. Aesop’s fable is one of the teachings materials that can be used in English teaching and learning process. Basic interpretive study is chosen as the research design. This research focuses on the moral value from the animals connected to human’s life and the students writing result through “Aesop’s Fable” in writing narrative text. The researcher has chosen the three students were asked to rewrite a narrative text after watching the Aesop’s fable video. Then, after watching Aesop’s fable video, they were asked several questions and make the moral value in the interviews to get information in depth. The researcher found that all of the participants could mention kinds of moral value from Aesop’s Fable and students’ opinion concerning the application of moral value from “Aesop’s Fable” in their life. The students show that they felt enthusiastic, fun, and not bored in learning narrative text through Aesop’s fable. Keywords: Writing, Narrative Text, Aesop’s fable, Moral Value
The Use of Authentic Materials in Teaching Writing of Hortatory Exposition Text
RETAIN Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahan ajar otentik adalah bahan ajar yang berasal dari konteks kehidupan nyata seperti koran, majalah, artikel dan internet. Bahan tersebut di gunakan secara langsung atau diadaptasi untuk digunakan dalam proses belajar mengajar sebagai bahan ajar. Bahan tersebut memerankan peran yang penting dalam mempelajari bahasa kedua atau bahasa asing karena membawa bahasa dari konteks kehidupan sehari-hari kedalam kelas. Bahan ajar otentik dapat digunakan dalam seluruh proses belajar mengajar ketrampilan bahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis). Dalam proses belajar mengajar, terutama menulis, teks-teks dari bahan otentik dapat memberikan pandangan dan pola pikir siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripskan bagaimana guru menggunakan bahan ajar otentik dalam mengajar menulis teks eksposisi hortatori, untuk mendeskripsikan organisasi tulisan siswa sebagai hasil dari menggunakan bahan otentik, dan untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap penggunaan bahan ajar otentik dalam pengajaran menulis teks eksposisi hortatori. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan Interpretatif Dasar sebagai desainnya. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa di sekolah negeri. Data untuk penelitian ini adalah aktivitas guru didalam kelas, teks hasil tulisan siswa, dan tanggapan siswa terhadap kuesioner. Data tersebut dikumpulkan melalui observasi, portofolio, dan kuesioner. Selanjutnya, hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat beberapa tahap yang dilakukan guru dalam menggunakan bahan ajar otentik dalam mengajar menulis teks eksposisi hortatori meliputi brainstorming, membimbing siswa dalam membahas topik, memantau siswa dalam mengumpukan sumber-sumber, memantau siswa dalam menulis garis besar dan rancangan teks, dan memberikan umpan balik pada tulisan siswa serta memberikan kesempatan siswa untuk memperbaiki tulisan mereka. Di satu sisi, sebagian besar tulisan siswa dikategorikan sebagai “sangat baik” dan “ baik”. Sementara itu, hanya sedikit dari tulisan tersebut yang dikategorikan sabagai “cukup”. Selain itu, respon siswa terhadap penggunaan bahan ajar otentik dalam pengajaran menulis teks eksposisi hortatori adalah positif. Siswa tertarik pada proses pembelajaran, dan bahan ajar otentik membantu siswa untuk membangun argumen dalam tulisan mereka. Kata kunci: Bahan ajar otentik, pengajaran,teks eksposisi hortatori Abstract Authentic materials are materials from real-life context such as newspaper, magazine, articles, and internet. They are adopted or adapted to be used in the teaching-learning process as the materials. They play a significant role in learning a second or foreign language which bring language in the real life context to the classroom. Authentic materials are applicable in all language skills (listening, speaking, reading and writing) teaching-learning process. In the teaching-learning process, especially in writing, texts from authentic materials could energize students and set their mind. Therefore the aim of this study is to describe how the teacher uses authentic materials in teaching writing hortatory exposition text, to describe students’ writing of hortatory exposition text using authentic materials, and to describe students’ responses toward the use of authentic materials in teaching writing hortatory exposition text. This is a qualitative study with Basic Interpretative design. The subject of the study is a teacher and students in a public school. The data were teacher’s works in the classroom, text or students’ writing and students’ responses toward the questionnaire. Those were gathered through observation, portfolio, and questionnaire. Moreover, the result revealed that there are several stages done by the teacher in using authentic materials in teaching writing of hortatory exposition text, which are brainstorming, guiding students in discussing topic, monitoring students in collecting references, monitoring students in writing outline and draft, giving feedback to students’ writing, and giving students chance to revise the writing. In one hand, most of the students’ writing were categorized as “excellent” and “good”. While only a few of them were categorized as “adequate”. Besides, students’ responses toward the use of authentic materials in teaching writing hortatory exposition text were positive. Students were interested in the learning process since the teacher guided them gradually and authentic materials helped students in constructing arguments. Keywords: Authentic Materials, teaching, writing, hortatory exposition text