cover
Contact Name
Abdul Salam
Contact Email
salamgiziuh@gmail.com
Phone
+6285299117948
Journal Mail Official
jgmi.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Tamalanrea, Makassar, South Sulawesi, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 23028807     EISSN : 26861909     DOI : https://doi.org/10.30597/jgmi.v10i2
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) is collaborated with Professional Organisation such as Pergizi Pangan Indonesia in terms of helping advancement of nutrition science and disseminating research results. The following focus and scope of this journal are nutrition and food technology, epidemiology, biomolecular, mother and child health, health and nutrition policy, and health behaviour and promotion.
Articles 114 Documents
PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR ALKOHOL KOMBUCHA TEH HIJAU BUAH NANAS DAN IMPLIKASINYA DALAM KEHALALAN : THE EFFECT OF FERMENTATION DURATION ON THE ALCOHOL CONTENT OF GREEN TEA PINEAPPLE KOMBUCHA AND ITS IMPLICATIONS FOR HALALNESS STANDARTS Rosita Elsa Monica; eka andriani; Milliyantri Elvandari
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v15i1.50595

Abstract

Pendahuluan: Kombucha adalah minuman teh fermentasi yang ditambahkan gula dan kulturkombucha Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY). Selama proses fermentasi, kombucha menghasilkan alkohol sebagai produk sampingan. Tujuan: Menganalisis pengaruh lama fermentasi terhadap kandungan alkohol dan dampaknya terhadap status halal pada kombucha teh hijau nanas. Metode: Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan perbedaan durasi fermentasi kedua selama 1, 3, 5, dan 7 hari. Setiap perlakuan diulang dua kali. Kandungan alkohol dianalisis menggunakan metode oksidasi asam kromat dan data diolah menggunakan SPSS untuk uji normalitas, homogenitas, analisis One Way ANOVA, dan uji post hoc Tukey. Hasil: Berdasarkan batas maksimum alkohol <0,5% yang ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia, hanya kombucha pada hari pertama fermentasi yang memenuhi standar halal, khususnya komposisi F3 (perbandingan teh hijau dan nanas 40:60 gram), dengan kandungan alkohol masing-masing 0,346% dan 0,372%. Kesimpulan: Lama fermentasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kandungan alkohol kombucha teh hijau dengan nanas (p<0,05).Kata kunci : Kombucha, kadar alkohol, teh hijau, buah nanas, kehalalan produk
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PERSENTASE LEMAK TUBUH PADA REMAJA : THE CORRELATION BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY AND BODY FAT PERCENTAGE IN ADOLESCENTS Fladelia Natalisya Jieretno; Laksmi Trisasmita
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v15i1.50619

Abstract

Pendahuluan: Obesitas menjadi salah satu masalah gizi yang terus meningkat dan dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, termasuk aktivitas fisik, sebagai bagian dari triple burden of malnutrition yang dihadapi oleh Indonesia. Masa remaja ditandai dengan perubahan komposisi tubuh yang dapat memengaruhi persentase lemak tubuh dan status kesehatan jangka panjang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan persentase lemak tubuh pada remaja di SMA Negeri 9 Makassar dan SMA Islam Al-Azhar 12 Makassar. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 281 remaja dari kedua sekolah, teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) sedangkan persentase lemak tubuh diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi variabel dan secara bivariat menggunakan uji chi-square untuk menilai hubungan. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan (72,1%) dan persentase lemak tubuh dalam kategori berisiko rendah (72,1%). Hasil uji chi-square menunjukkan tidak adanya hubungan aktivitas fisik dengan persentase lemak tubuh pada remaja (p=0,742). Hal ini menunjukkan bahwa persentase lemak tubuh pada remaja tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas fisik, tetapi juga oleh faktor lain seperti pola konsumsi. Kesimpulan: Aktivitas fisik tidak berhubungan dengan persentase lemak tubuh pada remaja. Sehingga diperlukan upaya peningkatan aktivitas fisik remaja melalui lingkungan dan kegiatan sekolah serta edukasi gizi seimbang untuk mencegah peningkatan persentase lemak tubuh. Kata kunci : Aktivitas Fisik, Persentase Lemak Tubuh, Remaja
Hubungan Breastfeeding Self-Efficacy dengan Volume ASI Ibu Menyusui di Wilayah Pesisir Galesong Kabupaten Takalar: THE RELATIONSHIP BETWEEN BREASTFEEDING SELF-EFFICACY AND BREAST MILK VOLUME IN BREASTFEEDING MOTHERS IN THE GALESONG COASTAL AREA OF TAKALAR REGENCY A. Siti Nurhalizah MS; Veni Hadju; Citrakesumasari Citrakesumasari; Andi Tenri Ayu Rahman
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v15i1.50643

Abstract

Pendahuluan: Pemberian ASI eksklusif masih menjadi tantangan, salah satunya disebabkan oleh rendahnya kepercayaan diri ibu dalam menyusui (breastfeeding self-efficacy). Rendahnya keyakinan ini dapat memengaruhi produksi dan pengeluaran ASI sehingga berdampak pada kecukupan asupan bayi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara breastfeeding self-efficacy dengan volume ASI pada ibu menyusui di wilayah pesisir Galesong, Kabupaten Takalar. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu menyusui dengan bayi usia 0–6 bulan sebanyak 88 orang, dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Breastfeeding self-efficacy Scale-Short Form (BSES-SF) dan pengukuran volume ASI secara kuantitatif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Mayoritas responden berusia 20–35 tahun (78,4%), berpendidikan SMA/sederajat (52,3%), dan tidak bekerja (89,8%). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki breastfeeding self-efficacy tinggi (64,8%) dengan rata-rata volume ASI 595,53±216,43 ml. Berdasarkan analisis bivariat, volume ASI meningkat seiring kategori self-efficacy (rendah: 309,28±79,93 ml; sedang: 494,22±209,17 ml; tinggi: 686,33±169,21 ml). Uji Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara self-efficacy dan volume ASI (p<0,001; r=0,601). Kesimpulan: Breastfeeding self-efficacy memiliki hubungan yang signifikan dengan volume ASI, sehingga diperlukan upaya peningkatan kepercayaan diri ibu melalui edukasi, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan guna meningkatkan keberhasilan pemberian ASI. Kata kunci : Efikasi diri menyusui, produksi ASI, ibu menyusui
HUBUNGAN DIET RENDAH KARBOHIDRAT DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: THE RELATIONSHIP BETWEEN A LOW-CARBOHYDRATE DIET AND BLOOD GLUCOSE LEVELS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Bella Ayuningtyas; Farapti
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v15i1.50764

Abstract

Background: The increasing prevalence of uncontrolled blood glucose levels has become a significant global health problem. One of the commonly used approaches for glycemic control is a low-carbohydrate diet. Objective: To determine the relationship between a low-carbohydrate diet and blood glucose levels based on a literature review. Methods: This study was a literature review conducted using PubMed and Cochrane databases. Article searches were performed using the keywords (“low carbohydrate diet”) AND (“blood glucose” OR “glycemic control”). Inclusion criteria included international articles, human subjects, availability of free full-text, and publication within the last 10 years. The selection process was carried out using the PRISMA diagram, resulting in 7 articles that met the criteria for analysis. Results: Most studies showed that a low-carbohydrate diet significantly reduced fasting blood glucose, 2-hour postprandial blood glucose, and HbA1c levels (p < 0.05). Several studies indicated that low-carbohydrate diet was more effective compared to other dietary approaches, such as the Mediterranean diet and low-fat diet. However, some studies reported no significant differences between intervention groups, despite reductions observed within each group. Conclusion: A low-carbohydrate diet is an effective approach for controlling blood glucose levels, with very low-carbohydrate diets (VLCD) or ketogenic diets being the most effective types. However, its effectiveness may vary depending on individual conditions and intervention characteristics.

Page 12 of 12 | Total Record : 114