cover
Contact Name
Abdul Salam
Contact Email
salamgiziuh@gmail.com
Phone
+6285299117948
Journal Mail Official
jgmi.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Tamalanrea, Makassar, South Sulawesi, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 23028807     EISSN : 26861909     DOI : https://doi.org/10.30597/jgmi.v10i2
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) is collaborated with Professional Organisation such as Pergizi Pangan Indonesia in terms of helping advancement of nutrition science and disseminating research results. The following focus and scope of this journal are nutrition and food technology, epidemiology, biomolecular, mother and child health, health and nutrition policy, and health behaviour and promotion.
Articles 106 Documents
PENGARUH PEMBERIAN BOLU KUKUS HATI AYAM TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA Hartati, Yuli; Kurnia, Merlin; Eliza; Weisdania, Nathasa
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Gizi Masyarakat Indoneisa
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v12i2.27698

Abstract

Latar Belakang: Ibu hamil yaitu salah satu kelompok yang rawan dengan masalah gizi, karena terjadi peningkatan kebutuhan kurang pada ibu hamil dan terjadi gangguan pertumbuhan pada janin. Salah satu kondisi berbahaya yang dialami ibu hamil adalah anemia. Anemia pada kehamilan jika keadaan kadar hemoglobin dibawah 11 g/dl pada masa awal kehamilan.. Anemia pada kehamilan dapat berakibat buruk, baik pada ibu maupun pada janin. Bahaya anemia terhadap kehamilan dapat terjadi abortus, persalinan prematuritas dan mudah terjadi infeksi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian bolu kukus hati ayam dengan substitusi tepung kacang hijau dan ubi jalar terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di Puskesmas Sukarami. Metode: Penelitian ini terdiri dari 2 tahapan yang dilakukan yang pertama yaitu Pembuatan produk pangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial yang kedua Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen. Uji statistik yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Populasi pada penelitin ini adalah seluruh ibu hamil anemia di wilayah kerja Puskesmas Sukarami. Hasil: Hasil uji daya terima menunjukkan formula bolu kukus yang disukai panelis dari semua aspek adalah formula 2. Hasil uji statistik t-independent perbedaan selisih rata-rata hemoglobin ibu hamil kelompok perlakuan meningkat sebesar 2,42 gram/dl dan pada kelompok pembanding meningkat sebesar 1,30 dengan nilai p=0,000. Kesimpulan: Dalam penelitian ada pengaruh pemberian bolu kukus terhadap hemoglobin pada ibu hamil anemia di Puskesmas Sukarami Palembang.
VITAMIN A, VITAMIN C, AND IRON ANALYSIS OF YELLOW PUMPKIN COOKIES: ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN A, VITAMIN C, DAN FE COOKIES BERBASIS LABU KUNING Inosenshia, Ignacia Corina; Syam, Aminuddin; Salam, Abdul; Jafar, Nurhaedar; Amir, Safrullah
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13, No.1, 2024
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v13i1.28071

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat global yang rentan terjadi khususnya pada remaja putri dan wanita usia subur sebab berpotensi secara negatif dalam meningkatkan risiko angka kematian pada ibu dan anak. Namun, upaya program pemerintah terhadap kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) masih mengalami beberapa kendala. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi mikro (vitamin A, vitamin C, dan Fe) pada cookies berbasis labu kuning sebagai alternatif pencegahan anemia. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan analisis laboratorium. Metode analisis yang digunakan pada parameter vitamin A dan vitamin C yaitu spektrofotometri UV-Vis dan metode analisis spektrofotometer serapan atom pada parameter zat besi. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan uji daya terima sebagai penelitian terdahulu dengan menggunakan formula terpilih sebagai sampelnya dan memiliki tiga tahapan yang meliputi pembuatan tepung labu kuning, cookies berbasis labu kuning, dan analisis zat gizi mikro (vitamin, vitamin C, dan Fe). Hasil: Kandungan vitamin A yaitu sebesar 1664,3 RE, vitamin C sebesar 6,75 mg, dan zat besi sebesar 0,88 mg dalam satu keping (25 gram) cookies. Kesimpulan: Cookies berbasis labu kuning pada penelitian ini dalam satu kepingnya memiliki kandungan vitamin A dan vitamin C yang memenuhi kebutuhan angka kecukupan gizi pada remaja putri dan wanita usia subur dalam satu kali selingan makan, sedangkan masih belum terpenuhi pada kandungan zat besinya.Perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait modifikasi resep, pemanfaatan lain terkhususnya sebagai alternatif pencegahan penyakit Kekurangan Vitamin A (KVA). Kata Kunci: Labu Kuning, Cookies, Anemia, Vitamin A, Vitamin C, Zat Besi
FOOD CONSUMPTION PATTERNS AND INCIDENCE OF CHRONIC ENERGY DEFICIENCY IN PREGNANT WOMEN: POLA KONSUMSI MAKANAN DAN KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL Stevanya Britney; Veni Hadju; Laksmi Trisasmita; Djunaidi M. Dachlan; Abdul Salam
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13, No.1, 2024
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v13i1.28298

Abstract

Pendahuluan: Ibu hamil yang menderita Kurang Energi Kronik dapat berisiko melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah dan akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga dapat mengakibatkan anak stunting bahkan, dapat berisiko fatal yakni terjadi kematian pada ibu. Tujuan: untuk menganalisis pola konsumsi makanan dan kejadian Kurang Energi Kronik pada ibu hamil di daerah pesisir wilayah kerja puskesmas galesong. Bahan dan Metode: Penelitian ini dilakukan pada 148 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Galesong. Pola konsumsi pada ibu hamil diukur dengan menggunakan Recall 2×24 jam dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil: didapatkan sebanyak 25% ibu hamil yang menderita KEK. Dalam penelitian ini didapatkan makanan tersering yang dikonsumsi berupa nasi, tempe, telur, bayam hijau dan pisang. Dari uji bivariat didapatkan hubungan signifikan antara zat gizi makro (karbohidrat dan lemak) dan kejadian KEK yakni sebesar p = 0,049 dan p = 0,040 serta tidak terdapat hubungan signifikan antara zat gizi makro (protein dan karbohidrat), keberagaman pangan dengan kejadian KEK (p > 0,05). Mayoritas ibu hamil yang menderita KEK mengonsumsi energi kurang (80,0%), protein kurang (50,0%), lemak kurang (73,0%), karbohidrat kurang (90,0%) serta keberagaman pangan yang cukup (53,3%). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara antara zat gizi makro (karbohidrat dan lemak) dan kejadian Kurang Energi Kronik pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas GalesongKata kunci : Pola konsumsi, Ibu hamil, KEK, Keberagaman Pangan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN DI PASIR GOMBONG Asmi, Nur Fauzia; Nurpratama, Widya Lestari; Puspasari, Kiki
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Gizi Masyarakat Indoneisa
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v12i2.28377

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan Bahan Tambahan Pangan yang tidak sesuai dengan anjuran Badan Pengawasan Obat dan Makanan dapat mengakibatkan masalah Kesehatan seperti hipertensi, ginjal dan stroke. Namun data terkait gambaran takaran penggunaan bahan tambahan pangan pada jajanan makanan belum ada. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan penggunaan bahan tambahan pangan. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah Pasir Gombong Kabupaten Bekasi dengan jumlah sampel 80 orang pedagang kaki lima. Analisis Data menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 60% pedagang memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori cukup, 56,3% memiliki sikap negatif terkait penggunaan bahan tambahan pangan dan sebanyak 67,5% menggunakan bahan tambahan pangan melebihi anjuran pemakaian. Adapun hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan takaran BTP (p-value = 0,000), sikap dengan perilaku penggunaan takaran BTP (p-value = 0,007). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku penggunaan bahan tambahan pangan. Perlu adanya upaya lebih lanjut untuk mencegah penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai anjuran pada pedagang makanan. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Takaran, Bahan Tambahan Pangan, ABSTRACT Introduction : Inappropriate use of food additives recommendations of the Food and Drug Control Agency can cause health problems such as hypertension, kidney disease and stroke. However, there is no data related to the description of the dosage for the use of food additives in food snacks. Methods : This research is an analytic observational study with a cross sectional approach. The research was conducted in the Pasir Gombong area, Bekasi Regency, with a total sample of 80 street vendors. Data analysis used the chi-square test. Results: As many as 60% of traders have a level of knowledge in the adequate category, 56.3% have a negative attitude related to the use of food additives and as much as 67.5% use food additives beyond the recommended usage. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between knowledge and behavior using the BTP measure (p-value = 0.000), attitudes and behavior using the BTP measure (p-value = 0.007). Conclusion : There is a significant relationship between knowledge and attitudes with the behavior of using food additives. There needs to be further efforts to prevent the use of food additives that are not as recommended by food traders. Keywords : Knowledge, Attitude, Dosage, Food Additives
ANALISIS UMUR SIMPAN PMT IBU MENYUSUI COOKIES BERBASIS TEPUNG DAUN KATUK Putri, Mega Mas; Citrakesumasari; Mansur, Marini Amalia; Indriasari, Rahayu; Jafar, Nurhaedar
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Gizi Masyarakat Indoneisa
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v12i2.28400

Abstract

Pendahuluan: Kebutuhan gizi ibu menyusui relatif lebih besar dibandingkan saat hamil, sehingga ibu menyusui membutuhkan sumber pangan yang dapat memenuhi kebutuhan gizinya, inovasi PMT berupa cookies berbasis tepung daun katuk. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk menghitung kadar air, total cemaran mikroba (ALT) dan umur simpan cookies tepung daun katuk sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ibu menyusui. Bahan dan Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional deskriptif dengan mengggunakan analisis laboratorium. Sampel penelitian ini adalah produk cookies berbasis tepung daun katuk dengan unit observasi yaitu produk cookies tepung daun katuk dengan formula terpilih. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan ASLT (Acelerated Shelf Life Test) dengan persamaan Labuza 1992 menggunakan Microsoft Excel. Hasil: Kadar air cookies tepung daun katuk yaitu 8,16% dan jumlah cemaran mikroba (ALT) cookies tepung daun katuk yaitu 2,9 x 102 dan 3,1 x 102. Hasil perhitungan pendugaan umur simpan menunjukkan pada RH 32.9% lama penyimpanan yaitu 397 hari, RH 44,7% penyimpanan yaitu 290 hari, RH 64,9% penyimpanan yaitu 199 hari, RH 76.9% penyimpanan yaitu 167 hari dan RH 85% penyimpanan yaitu 151 hari. Kesimpulan: Jumlah kadar air dan cemaran mikroba dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, semakin tinggi RH maka umur simpan produk semakin cepat. Perhitungan umur simpan produk cookies tepung daun katuk menunjukkan dimana penyimpanan paling lama pada RH 32.9 % yaitu 397 hari sedangkan waktu penyimpanan yang cepat pada RH 85% yaitu 151 hari. Penelitian selanjutnya sebaiknya lebih memperhatikan proses pembuatan produk terutama pada saat pengeringan kacang kedelai agar dapat meminimalisir nilai kadar air produk. Kata kunci : Ibu Menyusui, PMT, Cookies Tepung Daun Katuk, Kadar Air, Cemaran Mikroba, Umur Simpan.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK AUTIS DI SLB KOTA BANDUNG Aisyah; Milliyantri Elvandari; Kurniasari, Ratih
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Gizi Masyarakat Indoneisa
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v12i2.29916

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Autism Spectrum Disorders (ASD) adalah gangguan perkembangan syaraf pada anak yang ditandai dengan gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, dan tingkah laku. Asupan zat gizi makro, pengetahuan ibu, dan pola asuh ibu merupakan faktor yang mempengaruhi status gizi pada anak autis. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro, pengetahuan dan pola asuh ibu dengan status gizi anak autis di SLB Kota Bandung. Bahan dan Metode: Penelitian ini dilakukan pada 28 Februari – 31 Maret 2023 di 4 SLB Kota Bandung. Jenis penelitian yaitu observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 52 anak autis di 4 SLB Kota Bandung dengan jumlah sampel 36 subjek yang diperoleh dengan teknik accindental sampling. Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan asupan zat gizi makro anak autis mayoritas kurang untuk asupan energi (30,6%), protein (61,1%), dan karbohidrat (44,4%), tingkat pengetahuan dan pola asuh ibu mayoritas baik (66,7%;94,4%), serta status gizi anak sebagian besar status gizi baik (55,6%). Ada hubungan yang signifikan antara asupan protein (p=0,003) dan lemak (p=0,023) dengan status gizi anak autis di SLB Kota Bandung. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara asupan energi (p=0,105), karbohidrat (p=0,190), pengetahuan ibu (p=0,591), dan pola asuh ibu (p=0,881) dengan status gizi anak autis di SLB Kota Bandung. Kesimpulan: Asupan protein dan lemak berhubungan dengan status gizi anak autis di SLB Kota Bandung. Kata kunci : autis, asupan zat gizi makro, pengetahuan ibu, pola asuh ibu, status gizi.
The relationship between consumption pattern and nutritional status with female adolescent menstrual cycles: Hubungan Pola Konsumsi Dan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Remaja Melinda Putri, Sinthya; Yulianti, Risda; Suryani, Desri
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13, No.1, 2024
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v13i1.31450

Abstract

Pendahuluan: Gangguan siklus menstruasi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola konsumsi makanan, usia, aktivitas fisik,, stress dan status gizi. Asupan gizi dan status gizi dapat memengaruhi fungsi hormon reproduksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan pola konsumsi dan status gizi dengan siklus menstruasi remaja perempuan SMKN 1 Kota Bengkulu. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian terdiri dari 88 remaja perempuan kelas 1 dan 2 dengan kriteria usia 15-17 tahun. Pola konsumsi dan siklus menstruasi diidentifikasi menggunakan kuesioner, sementara status gizi diukur menggunakan parameter Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data disajikan secara univariat dan bivariate (uji chi-square). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi protein, zat besi, dan vitamin C dengan skor tertinggi adalah telur ayam, kangkung dan semangka. Hasil pengukuran menunjukkan 42 remaja putri mengalami malnutrisi dengan 32 remaja putri mengalami gangguan siklus menstruasi. Uji statistik menemukan adanya hubungan antara pola konsumsi protein (p-0,003) dan status gizi (p-0,000) dengan siklus menstruasi. Namun, tidak ditemukan hubungan antara pola konsumsi zat besi (p-0,212) dan pola konsumsi buah (p-0.127) dengan siklus menstruasi. Kesimpulan: Dari hasil penelitian, responden jarang mengkonsumsi makanan beragam, sehingga berpengaruh terhadap status gizi mereka dan menyebabkan perubahan siklus menstruasi. Oleh karena itu, disarankan bagi para remaja putri untuk terlibat dalam Upaya edukatif, karena hal ini akan meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya menjaga pola makan seimbang dan status gizi yang optimal, agar siklus menstruasi tetap teratur setiap bulannya.
DEVELOPMENT OF ENTERAL F100 FOR MALNOURISHED UNDER-FIVE CHILDREN DURING TRANSITION AND REHABILITATION PHASE USING TEMPEH: PENGEMBANGAN FORMULA ENTERAL F100 UNTUK BALITA GIZI BURUK FASE TRANSISI DAN REHABILITASI MENGGUNAKAN TEMPE Dian Resky Ekawati; Kristianto, Yohanes; Sulitiowaty, Etik
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13, No.1, 2024
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v13i1.32286

Abstract

Pendahuluan: Penanganan gizi buruk salah satunya dengan formula enteral F100, formula standar WHO dengan bahan dasar susu skim bubuk telah dikembangkan dengan berbagai modifikasi. Sebagai pemanfaatan pangan lokal fungsional yang mudah dijangkau perlu adanya pengembangan formula enteral F100 berbasis tepung tempe. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula enteral F100 berbasis tepung tempe bagi balita gizi buruk fase transisi dan rehabilitasi. Bahan dan Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain penelitian trial and error yaitu mengubah komposisi bahan penyusun sehingga menghasilkan kandungan nilai gizi yang sesuai dengan formula enteral F100 standar. Produk akhir dinilai berdasarkan mutu protein dan daya cerna, viskositas dan osmolaritas, mutu hedonik, formula hasil pengembangan terpilih dilakukan uji proksimat (kadar protein, karbohidrat, lemak, air, dan abu), kadar natrium dan kalium. Penilaian mutu hedonik dengan 20 panelis agak terlatih dan 10 panelis terlatih. Hasil: Kandungan energi yaitu 1057.03 kkal sehingga densitas energi 1,06 kkal/ml. Nilai protein 30.51 gram, lemak 63.42 gram, dan karbohidrat 83.57 gram. Mutu protein yaitu SAA 85.36%, mutu cerna teoritis 89.68%, NPU 76.55%, dan BV 85.36%. Viskositas 7.5 mPa’s dan Osmolaritas 419 mOsm/L. Mutu hedonik pada parameter warna, aroma, rasa, after taste, dan off flavor memiliki perbedaan yang signifikan, sedangkan kekentalan tidak ada perbedaan signifikan. Hasil uji proksimat yaitu protein 7.05%, lemak 11.47%, karbohidrat 74.35%, air 4.88%, abu 2.26%, natrium 1.517 mg, dan kalium 0.404 mg. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan tepung tempe sebagai pangan lokal fungsional dapat menjadi alternatif formula enteral F100 berbasis tepung tempe bagi balita gizi buruk. Kata kunci : F100, Tepung Tempe, Gizi Buruk
PUMPKIN KLEPON FILLED WITH MUNG BEANS AND TEMPEH AS AN ALTERNATIVE SNACK FOOD FOR CHRONIC ENERGY DEFICIENCY IN PREGNANT WOMEN: KLEPON LABU KUNING ISI KACANG HIJAU DAN TEMPE SEBAGAI ALTERNATIF SELINGAN IBU HAMIL KEK Ningsih, Indra Ayu; Puspita, Theresia; Nyoman Supariasa, I Dewa
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13, No.1, 2024
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v13i1.32592

Abstract

Pendahuluan: Salah satu masalah gizi pada ibu hamil adalah Kekurangan Energi Kronik (KEK). Asupan gizi merupakan faktor yang dominan terhadap kejadian KEK pada ibu hamil, sehingga dibutuhkan sumber pangan yang dapat memenuhi kebutuhan gizinya. Tujuan: Menganalisis pengaruh penambahan kacang hijau dan tempe pada klepon labu kuning terhadap zat gizi makro (energi, protein, lemak, karbohidrat) dan zat gizi mikro (vitamin C dan Fe), mutu protein, mutu organoleptik dan deskriptif, serta taraf perlakuan terbaik. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Taraf perlakuan klepon labu kuning dilakukan pada proporsi penggunaan isian yaitu kacang hijau dan tempe dengan perbandingan P1 (70 : 30), P2 (60 : 40), dan P3 (50 : 50). Analisis nilai gizi menggunakan perhitungan empiris (yield factor dan retention factor), uji mutu organoleptik menggunakan 25 panelis semi terlatih, serta uji mutu deskriptif dan penentuan taraf perlakuan terbaik menggunakan 9 panelis semi terlatih. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Hasil: Kandungan energi 105,36 kkal, protein 2,88 gram, lemak 3,32 gram, karbohidrat 16,41 gram, vitamin C 0,74 mg, dan zat besi 1,04 mg. Mutu protein yaitu SAA 85,29%, mutu cerna teoritis 86,15%, NPU 73,48%, dan BV 85,29%. Hasil organoleptik pada aspek warna yaitu 3,23 (suka), aroma 3,15 (suka), rasa 2,73 (suka), dan tekstur 2,88 (suka). Perhitungan taraf perlakuan terbaik terdapat pada P1 dengan proporsi kacang hijau dan tempe yaitu 70 : 30. Kesimpulan: Klepon labu kuning isi kacang hijau dan tempe dapat dijadikan alternatif selingan untuk ibu hamil KEK.
THE RELATIONSHIP BETWEEN COMMON MENTAL DISORDERS AND EMOTIONAL EATING AND NUTRITIONAL STATUS OF STUDENTS IN HASANUDDIN UNIVERSITY STUDENT DORMITORY, 2023: THE RELATIONSHIP BETWEEN COMMON MENTAL DISORDERS AND EMOTIONAL EATING AND NUTRITIONAL STATUS OF STUDENTS IN HASANUDDIN UNIVERSITY STUDENT DORMITORY, 2023 Mulya Salsabila, Nada; Hidayanty, Healthy; Indriasari, Rahayu; Amalia, Marini; Fajarwati Ibnu, Indra
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13, No.1, 2024
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v13i1.32984

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Status gizi memainkan peran penting dalam perkembangan manusia, terutama bagi mahasiswa untuk perkembangan intelektualnya. Salah satu faktor yang dapat secara tidak langsung memengaruhi status gizi yaitu faktor psikologis dan mekanisme penanganan stres, seperti gangguan mental umum dan perilaku makan emosional. Ketika kondisi-kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, mereka dapat berdampak negatif pada status gizi seseorang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara common mental disorders dan emotional eating dengan status gizi pada mahasiswa di Asrama Mahasiswa Universitas Hasanuddin. Bahan dan Metode: Penelitian ini dilakukan pada 245 Mahasiswa di Asrama Mahasiswa Universitas Hasanuddin yang dipilih menggunakan metode proportional random sampling. Status gizi dikur menggunakan indeks massa tubuh (IMT) dengan melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Common mental disorders diukur menggunakan Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS). Emotional eating diukur menggunakan Adult Eating Behavior Questionnaire (AEBQ). Analisis menggunakan program SPSS menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Rata-rata usia responden (20 tahun ± 1,6), mayoritas perempuan, tertinggi pada rumpun fakultas sosial-humaniora (46,5%), mayoritas angkatan 2021 (29%), sebanyak 57,6% bukan penerima beasiswa, tertinggi pada lama tinggal 1-12 bulan (51%), dan mayoritas UKT golongan 0-2 (52,7%). Sebanyak 33,9% mengalami status gizi kurang (kurus dan sangat kurus), dan sebanyak 13,4% mengalami status gizi lebih (gemuk dan obesitas). Sebanyak 37,1% mengalami common mental disorders, termasuk depresi ringan (6,9%), sedang (6,5%), berat (1,6%), kecemasan ringan (15,1%), sedang (12,2%), berat (2,9%), sangat berat (2,0%). Sebanyak 78,8% mengalami emotional eating, dengan 60,8% mengalami emotional under eating dan 28,6% mengalami emotional over eating. Tidak ada hubungan common mental disorders dengan status gizi dengan p-value = 0,300 dan ada hubungan emotional eating dengan status gizi dengan p-value = 0,017. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara emotional eating dengan status gizi pada mahasiswa di asrama mahasiswa sehingga perlu adanya upaya lebih lanjut untuk mengganti tindakan mengalihkan stres selain makanan seperti olahraga dan seni. Kata kunci : Common Mental Disorders, Emotional Eating, Status Gizi ABSTRACT Introduction: Nutritional status plays an important role in human development, especially for students for their intellectual development. One of the factors that can indirectly influence nutritional status is psychological factors and stress management mechanisms, such as general mental disorders and emotional eating behavior. When these conditions persist long term, they can negatively impact a person's nutritional status. Objective: This study aims to determine the relationship between common mental disorders and emotional eating and the nutritional status of students at Hasanuddin University Student Dormitory. Methods: This research was conducted on 245 students at Hasanuddin University Student Dormitory who were selected using the proportional random sampling method. Nutritional status is measured using body mass index (BMI) by measuring body weight and height. Common mental disorders are measured using Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS). Emotional eating was measured using the Adult Eating Behavior Questionnaire (AEBQ). Analysis using the SPSS program using the Chi-Square test. Results: Average age of respondents (20 years ± 1.6), majority female, highest in social-humanities faculties (46.5%), majority of class of 2021 (29%), 57.6% not recipients of scholarships, highest the length of stay is 1-12 months (51%), and the majority are in the UKT group 0-2 (52.7%). As many as 33.9% experienced undernutrition status (thin and very thin), and 13.4% experienced overnutrition status (overweight and obese). As many as 37.1% experienced common mental disorders, including mild depression (6.9%), moderate (6.5%), severe (1.6%), mild anxiety (15.1%), moderate (12.2%) %), severe (2.9%), very severe (2.0%). As many as 78.8% experienced emotional eating, with 60.8% experiencing emotional under eating and 28.6% experiencing emotional over eating. There is no relationship between common mental disorders and nutritional status with p-value = 0.300 and there is a relationship between emotional eating and nutritional status with p-value = 0.017. Conclusion: There is a relationship between emotional eating and the nutritional status of students in student dormitories so that further efforts are needed to replace stress diverting actions other than food, such as sport and art. Keywords: Common Mental Disorders, Emotional Eating, Nutritional Status

Page 8 of 11 | Total Record : 106