cover
Contact Name
Abdul Salam
Contact Email
salamgiziuh@gmail.com
Phone
+6285299117948
Journal Mail Official
jgmi.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Tamalanrea, Makassar, South Sulawesi, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 23028807     EISSN : 26861909     DOI : https://doi.org/10.30597/jgmi.v10i2
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) is collaborated with Professional Organisation such as Pergizi Pangan Indonesia in terms of helping advancement of nutrition science and disseminating research results. The following focus and scope of this journal are nutrition and food technology, epidemiology, biomolecular, mother and child health, health and nutrition policy, and health behaviour and promotion.
Articles 106 Documents
HUBUNGAN SUPLEMENTASI VITAMIN A PADA IBU NIFAS, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, DAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUDIANG Fadhilah Firda Khaerani; Abdul Salam; Nurzakiah Hasan; Irmayanti
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 14 No. 2 (2025): Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v14i2.44987

Abstract

Pendahuluan: Penyebab utama tingginya prevalensi diare berkaitan erat dengan masalah sanitasi, kurangnya kesadaran mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Keadaan bayi yang masih rentan terhadap penyakit di ikuti dengan kurangnya ibu nifas mengonsumsi sumber zat gizi yang cukup, membuat kualitas Air Susu Ibu (ASI) tidak optimal yang menyebabkan semakin tinggi resiko bayi terkena diare. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara suplementasi vitamin A pada ibu nifas, pemberian ASI eksklusif dan perilaku cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sudiang, Kota Makassar. Metode: Desain observasional dengan pendekatan cross-sectional dan analisis statistik untuk menguji hipotesis yang diajukan. Jumlah sampel 173 orang terdiri dari ibu nifas dan bayi usia 0-6 bulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner pada saat posyandu dan secara door to door. Untuk mengetahui hubungan dari masing-masing variabel, maka dilakukan analisis bivariat. Analisis yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil: Diare pada bayi 0-6 bulan, sebanyak 28 (16,2%). Ibu yang mendapatkan suplementasi vitamin A dari vitamin hamil yang dikonsumsi sebelum dan setelah melahirkan sebanyak 12 orang (6,9%). Bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif sebanyak 115 (66,5%). Ibu yang menerapkan perilaku CTPS, sebanyak 149 (86,1%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara suplementasi vitamin A dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan (p= 0,390). Terdapat hubungan yang positif antara Pemberian ASI ekslusif dan perilaku CTPS dengan kejadian diare pada bayi (0,000). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara suplementasi vitamin A dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan. Bayi yang tidak diberi ASI eksklusif dan yang ibunya tidak menerapkan CTPS memiliki risiko diare lebih tinggi Kata Kunci: Diare, Vitamin A, ASI Ekslusif, Perilaku CTPS, Bayi
Pengaruh Kecukupan Asupan Protein Terhadap Status Gizi Santri Pondok Tahfidzul Qur’an Di Mojokerto sabrina; Ika Mustika; Romyun Alvy Khoiriyah
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 14 No. 2 (2025): Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v14i2.47148

Abstract

Pendahuluan: Pondok pesantren merupakan lemabaga penendidikan yang berbasis agam yang mayoritas remaja usia 10-19 tahun. Masa Remaja merupakan masa pertumbuhan anak-anak menuju proses kematangan dimana priode ini terjadi perubahan fisik, biologis dan psikologis dan juga terdaapt peningkatan kebutuhan zat gizi, terutama dalam pemenuhan asupan zat gizi protein. Zat gizi protein yang berfungsi sebagai sumber energi, pengatur dan juga pembangaun selain itu berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh asupan protein terhadap status gizi santri di pondok pesantren tahfidzul qur’an. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan Simple random sampling. Hasil pada penelitian yaitu santri yang termasuk dalam kategori sangat cukup 44.7%, cukup 47.1% dan kurang 8.2%. Kesimpulan: pada penelitian yaitu terdapat pengaruh antara asupan protein terhadap status gizi pada remaja di pondok pesantren tahfidzul qur’an di Mojokerto. Kata kunci : Remaja, Status Gizi, dan Asupan Protein
Hubungan Body Image Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Di SMA Labschool UNESA 1 Dhamara, Hallen Surya; Nugraheni, Fitriana
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 14 No. 2 (2025): Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v14i2.47531

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak – anak ke dewasa. Pada usia ini remaja mengalami perubahan fisik dan psikis serta mulai sadar akan bentuk tubuhnya yang dapat mempengaruhi persepsi mengenai body image khususnya remaja putri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara body image dengan status gizi pada remaja putri di SMA Labschool UNESA 1. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 71 siswi kelas XI dan XII menggunakan metode convenience sampling. Data body image diukur menggunakan kuesioner Body Shape Questionnaire (BSQ-34), sedangkan status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT/U). Analisis data dengan program SPSS menggunakan uji Spearman rho Hasil: Hasil penelitian menunjukan mayoritas remaja memiliki body image positif dengan status gizi baik 53,5%. Kemudian 22,5% memiliki body image negatif dengan status gizi lebih. Hasil korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara body image dan status gizi (p = 0,000; r = 0,704). Kesimpulan: Terdapat hubungan positif dan kuat antara body image dan status gizi. Kata kunci : Remaja Putri, Body Image, Status Gizi
ULTRA PROCESSED FOODS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESEHATAN DAN LINGKUNGAN : LITERATUR REVIEW ULTRA-PROCESSED FOODS AND THEIR IMPLICATIONS FOR HEALTH AND THE ENVIRONMENT: A LITERATURE REVIEW Nurul Hidayah; Nurhalisa; Salma Alfina Putri Nada; Azrina Sufi Nasution
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 14 No. 2 (2025): Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v14i2.47930

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Tren konsumsi ultra-processed food (UPF) terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia, seiring dengan urbanisasi dan modernisasi pola hidup. UPF merupakan produk pangan yang melalui proses industri intensif dengan tambahan bahan sintetis seperti gula, garam, lemak, serta aditif yang menyebabkan rendahnya nilai gizi namun tinggi kalori. Tujuan: Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis keterkaitan antara konsumsi UPF, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari berbagai jurnal nasional dan internasional terbitan 2019–2025 melalui basis data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil: Hasil kajian memperlihatkan bahwa konsumsi UPF secara berlebihan berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, gangguan metabolik, serta kematian dini. Selain itu, produksi dan konsumsi UPF juga berdampak negatif terhadap lingkungan melalui peningkatan emisi gas rumah kaca, penurunan keanekaragaman hayati, serta akumulasi limbah plastik. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa konsumsi UPF tidak hanya menjadi tantangan kesehatan masyarakat, tetapi juga ancaman bagi keberlanjutan ekosistem serta diperlukan kebijakan pangan berkelanjutan, edukasi gizi dan promosi konsumsi pangan segar lokal untuk mengurangi dampak buruk UPF terhadap manusia dan lingkungan. Kata kunci : ultra-processed food, kesehatan masyarakat, lingkungan, penyakit tidak menular, keberlanjutan pangan ABSTRACT Introduction : The global trend of increasing ultra-processed food (UPF) consumption, including in Indonesia, has been driven by rapid urbanization and modernization of dietary habits. UPFs are industrially manufactured products that undergo extensive processing with the addition of synthetic ingredients such as sugar, salt, fat, and additives, resulting in foods that are energy dense but poor in essential nutrients. Aim : This study aims to systematically review the relationship between UPF consumption, public health, and environmental). Methods : Sustainability using the Systematic Literature Review (SLR) method. Data were obtained from national and international journals published between 2019 and 2025 through databases including PubMed, Scopus, and ScienceDirect. Results : The findings indicate that excessive UPF consumption is significantly associated with an increased risk of chronic diseases such as obesity, type 2 diabetes, hypertension, metabolic disorders, and premature mortality. Moreover, UPF production and consumption contribute to environmental degradation through increased greenhouse gas emissions, biodiversity loss, and plastic waste accumulation. Conclusion : These results highlight that UPF consumption poses not only a major public health challenge but also a threat to ecosystem sustainability, sustainable food policies, nutrition education, and the promotion of fresh, locally sourced foods are essential to mitigate the adverse impacts of UPF on both human health and the environment. Keywords : ultra-processed food, public health, environment, non-communicable diseases, food sustainability
PROFIL FLAVONOID, FENOLIK, TANIN PADA FOOD BAR OKARA EDAMAME UNTUK REMAJA OBESITAS Aryatika, Karera; Leny Eka Tyas Wahyuni
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 14 No. 2 (2025): Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v14i2.47942

Abstract

Pendahuluan: Obesitas pada remaja memicu peradangan ringan dan stres oksidatif, sehingga camilan bergizi dengan potensi antioksidan penting sebagai pendamping perubahan gaya hidup. Food bar berbasis okara–edamame sebagai alternatif pilihan karena menyumbang serat, protein nabati, dan polifenol. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil flavonoid, total fenolik, dan tanin pada food bar okara–edamame. Bahan dan Metode: Eksperimen laboratorik dengan rancangan acak lengkap pada tiga formulasi (F1–F3); formula terbaik dipilih lewat uji hedonic, kemudian dianalisis kimia. Total fenolik dianalisis dengan (Folin–Ciocalteu, 765 nm; mg GAE/g), total flavonoid (AlCl₃, 415 nm; mg QE/g), dan tanin (vanillin–HCl, 500 nm; mg CE/g); kemudian dilakukan uji spss. Hasil: F3 memiliki daya terima tertinggi dan ditetapkan untuk uji kimia; kadar flavonoid 0,024 ± 0,002 mg/g QE, total fenolik 0,015 ± 0,004 mg/g GAE, dan tanin 0,013 ± 0,001 mg/g, dengan variasi antarulangan kecil hingga sedang, menandakan presisi memadai. Secara fungsional, kandungan polifenol tergolong sedang namun menjadi nilai tambah produk, Kadar tanin yang rendah mendukung penerimaan rasa. Kesimpulan: food bar okara–edamame tepat diposisikan sebagai camilan fungsional berbasis serat–protein dengan polifenol komplementer. Selanjutnya diperlukan uji proksimat, optimalisasi proses pengolahan dan uji daya simpan untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk. Kata kunci : Food bar okara–edamame; flavonoid; fenolik; tanin; obesitas.
BREAKFAST QUALITY AS A POLICY ENTRY POINT TO PREVENT MALNUTRITION IN EARLY CHILDHOOD: KUALITAS SARAPAN SEBAGAI STRATEGI KEBIJAKAN UNTUK MENCEGAH MALNUTRISI PADA ANAK USIA DINI Trisasmita, Laksmi; Nur Zakiyah Qhalby
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 14 No. 2 (2025): Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v14i2.47945

Abstract

Malnutrition in early childhood remains a persistent challenge in Indonesia, particularly in rural communities. While existing interventions emphasize breastfeeding, complementary feeding, and main meals, the role of breakfast has been largely overlooked despite its potential contribution to preventing malnutrition. This study aimed to assess the relationship between breakfast quality and malnutrition among preschool children, as well as to identify policy gaps between actual practices and national nutrition standards. A cross-sectional study was conducted among 98 preschoolers aged 4–6 years in two rural kindergartens in Enrekang District, South Sulawesi. Nutritional status was determined using WHO BAZ, while breakfast quality was assessed using a locally adapted Breakfast Quality Index (BQI). Chi-square tests were applied for bivariate analysis, and logistic regression was used to determine protective factors. Policy gap analysis compared field data with national nutrition policies and the Free Nutritious Meal (MBG) program. The results showed that 69.4% of children had normal nutritional status, while 22.5% were undernourished and 8.1% overnourished, reflecting a double burden of malnutrition. Low-quality breakfast was significantly associated with malnutrition (p=0.018), and children with low-quality breakfasts were 4.2 times more likely to be malnourished than those with high-quality breakfasts (OR=4.20; 95% CI: 1.12–15.70). Policy gap analysis indicated that breakfast practices did not meet national standards, especially regarding dietary diversity, energy, protein, and micronutrient intake. These findings highlight breakfast quality as a potential policy entry point to address early childhood malnutrition through improved dietary diversity, parental awareness, school-based interventions, and local food utilization.

Page 11 of 11 | Total Record : 106