cover
Contact Name
Celine Amanda
Contact Email
sttaipublikasi@gmail.com
Phone
+6282230303043
Journal Mail Official
sttaipublikasi@gmail.com
Editorial Address
Nginden Intan Selatan No. 49, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 28088735     EISSN : 28084454     DOI : 10.54592
Fokus dan ruang lingkup jurnal CHARISTHEO: Teologi Kristen Pendidikan Agama Kristen Kepemimpinan Kristen Etika Kristen Sosial dan Keagamaan Misiologi
Articles 133 Documents
Gereja Tanpa Doktrin dalam Perspektif Reformed: Tantangan Terhadap Iman dan Otoritas Firman di Era Post-Truth Fa'ahakhododo Halawa; Moritan Lambei
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2026): MARET
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v5i2.316

Abstract

Era post-truth yang ditandai dengan melemahnya kebenaran objektif, di mana emosi, opini pribadi, dan relativisme lebih diprioritaskan daripada kebenaran yang bersumber dari wahyu Allah. Akibatnya tak jarang gereja mulai anti dan memisahkan diri dari pengajaran doktrin iman Kristen kerena baginya tidak relevan lagi di zaman ini. Penelitian Ini bertujuan untuk menganalisis fenomena gereja mulai kehilangan pengajaran doktrin dalam perspektif teologi Reformed serta implikasinya terhadap keutuhan iman dan otoritas Firman Allah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang berfokus pada pengumpulan, penelaahan, dan analisis kritis terhadap berbagai literatur yang relevan, dengan tujuan untuk membangun landasan teoretis dan ilmiah. Hasilnya menunjukkan bahwa gereja yang tidak lagi mengajarkan doktrin akan mengalami krisis degradasi yang serius karena kehilangan fondasi doktrin yang menjadi penopang iman dan arah kehidupan rohani. Doktrin tidak hanya dipahami sebagai kumpulan ajaran sistematis, tetapi sebagai wujud ketaatan terhadap otoritas Alkitab dan ekspresi iman yang hidup. Gereja perlu kembali kepada pengajaran doktrin yang Alkitabiah dan historis supaya memiliki daya tahan terhadap pengaruh dunia yang mudah menyesatkan. Akhirnya doktrin menjadi fondasi utama gereja untuk mempertahankan identitasnya, menjaga kemurnian iman, dan menghadirkan kebenaran yang  absolut dan sejati.
Integrasi Pendidikan Agama Kristen dalam Pembentukan Ketahanan Iman Remaja: Kajian Literatur dalam Konteks Krisis Identitas Horas Siadari; Nosita Tarigan
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2026): MARET
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v5i2.324

Abstract

Krisis identitas berkaitan erat pada perkembangan remaja dan bisa berdampak buruk pada kesejahteraan psikis, sosial, moralitas, bahkan spiritual remaja. Sebaliknya agar remaja Kristen dapat keluar dari krisis identitas ini, diperlukan peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan ketahanan iman yang berguna untuk melawan pengaruh faktor-faktor pemicu krisis identitas. Studi ini mengkaji dan mensintesis bagaimana Pendidikan Agama Kristen membentuk ketahanan iman dalam konteks krisis identitas. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif metode kajian pustaka terhadap literatur Pendidikan Agama Kristen (PAK), ketahanan iman dan krisis identitas, dimulai dari mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan sehingga menghasilkan sintesis teoritis terbaru dari ketiga literatur tersebut. Hasil studi ini menemukan bahwa Pendidikan Agama Kristen (PAK) berkontribusi positif terhadap perkembangan iman remaja dalam konteks krisis identitas. Dari segi psikososial; PAK membantu remaja mengenali identitas diri  dan keluar dari kebingungan peran sosial. Dari sisi moralitas, PAK berperan menanamkan nilai-nilai karakter Kristen. Dari sisi Spiritual, PAK menumbuhkan resiliensi iman dan memfasilitasi pertumbuhan iman remaja Kristen.
Peran Pendidikan Agama Kristen sebagai Upaya Preventif dalam Mengatasi Persoalan Kemiskinan Hendro Hariyanto Siburian; Marisa Theofani
CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2026): MARET
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54592/jct.v5i2.335

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang cukup meresahkan dalam kehidupan masyarakat di suatu bangsa dan sudah diketahui ada beberapa faktor yang kemudian menyebabkan adanya masalah kemiskinan ini, yaitu faktor natural, struktural dan kultural. Namun dalam tulisan ini penulis melihatnya dari faktor kultural, dimana faktor inilah yang sebenarnya menjadi penyebab paling dasar dari adanya kemiskinan. Artikel ini ditulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literatur. Tujuan penulisan artikel ini adalah memaparkan upaya preventif pendidikan agama Kristen dalam mengatasi persoalan kemiskinan di Indonesia. Hasilnya, ada empat upaya preventif dalam mengatasi kemiskinan yang dapat dilakukan lewat pendidikan agama Kristen, yaitu: Pertama, Pendidikan Agama Kristen yang menjadi sarana pembentukan karakter. Kedua, Pendidikan Agama Kristen yang menjadi sarana pemberdaya ekonomi. Ketiga, Meningkatkan Kesadaran Akan Pentingnya Solidaritas dan Kepedulian Sosial. Keempat, Pendidikan Agama Kristen menjadi sarana meningkatkan kesadaran akan pendidikan dan keterampilan.