cover
Contact Name
Lukman Hakim
Contact Email
hasibnur@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jki@uinsa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Jend. A. Yani 117 Suarabya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Islam
ISSN : 20086314     EISSN : 26555212     DOI : https://doi.org/10.15642/jki
Jurnal Komunikasi Islam is the flagship journal, published biannually in June and December, of Islamic Communication and Broadcast Department, Dakwah and Communication Faculty, Islamic State University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya in collaboration with Indonesian Professional Dakwah Association (APDI). Jurnal Komunikasi Islam provides academic articles to the professional needs of both Islamic communication scholars and practitioners. The journal helps encourage in disseminating empirical and theoretical research findings, developing theory, and introducing new concepts related to Islamic oration and sermon, Islamic Journalism, mediated-dakwah and religious film, Islamic communication-related studies to its readership.
Articles 238 Documents
Kontribusi Dakwah Ulama dalam Membentuk Wacana Politik Kontemporer di Indonesia Pardianto
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 15 No. 2 (2025): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jki.2025.15.2.290-312

Abstract

Da’wah plays a strategic role in shaping public opinion, guiding the political preferences of the faithful, and framing national issues from an Islamic perspective. This study examines the contribution of Islamic preachers to contemporary political discourse in Indonesia. It employs a qualitative methodology, utilizing a literature review and discourse analysis to explore how da’wah narratives are produced, disseminated, and received in the context of modern politics. The findings indicate that the preaching of religious scholars contributes to both socio-political polarization and integration, serving as a tool for fostering political awareness, legitimizing power, and facilitating social mobilization. The development of digital media expands the reach of such preaching, thereby strengthening the role of religious scholars in shaping public political discourse in Indonesia. Overall, the preaching of religious scholars plays a significant role in shaping the contours of contemporary political discourse in Indonesia.
Rekonstruksi Etika Digital: Integrasi Teori Computer-Mediated-Communication (CMC) dan Prinsip Komunikasi Qur’ani Muhammad Taqi Abdurrahman; Dzulkifli Hadi Imawan
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 16 No. 1 (2026): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jki.2026.16.1.1-27

Abstract

Digital disruption has shifted human interaction patterns toward a Network Society, where digital space is not merely a transmission medium, but a new living space that redefines identity and authority. However, this phenomenon is accompanied by ethical crises such as post-truth, disinformation, and cyberbullying. Western communication theories rooted in Computer-Mediated-Communication (CMC) have successfully diagnosed the psychological mechanisms behind these phenomena descriptively, yet they have not provided a prescriptive normative framework for user behavior. This study aims to bridge this gap by reconstructing digital ethics through the harmonization of Western psychological analysis and Islamic theology. This study employs a qualitative approach using the library research method. The results indicate that psychological vulnerabilities in the digital space can be addressed through the implementation of Quranic communication principles. It is concluded that the integration of these two perspectives establishes a robust digital ethics, wherein digital activity is no longer viewed as a value-free space, but as a theological mandate (amanah) demanding validity, propriety (adab), and social responsibility.
Etika Dakwah dan Regulasi Penyiaran Agama di Era Digital: Relevansi Normatif dan Tantangannya bagi Kerukunan Umat Beragama Hendra, Tomi
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 16 No. 1 (2026): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jki.2026.16.1.52-71

Abstract

The development of digital media has transformed the dissemination of religious messages from a centralized form of communication to a more open one. This shift has expanded opportunities for da’wah, but at the same time increases the risk of disrupting interfaith harmony. This study aims to analyze the relevance of religious broadcasting regulations and da’wah ethics in strengthening interfaith harmony in the digital age. The study employs a qualitative approach through a literature review, examining regulations, documents related to religious broadcasting, and academic literature on da’wah, religious communication, digital media, and interfaith harmony. The results of the analysis indicate that regulations on religious broadcasting remain normatively relevant in upholding respect for religious freedom and interfaith harmony, but they have technical limitations in addressing the participatory and algorithm-based nature of digital media. Therefore, formal regulations need to be strengthened through the application of da’wah ethics, digital literacy, and communicative responsibility so that the dissemination of religious messages can take place in a dialogical, inclusive manner oriented toward strengthening interfaith harmony.
Etika Komunikasi Islam di Ruang Digital: Netnografi Respons Netizen terhadap Retorika Kritik atas Ajaran Menyimpang Syam, Maghrisul Akhiroh; Afridah, Saskia
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 16 No. 1 (2026): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jki.2026.16.1.28-51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons netizen terhadap retorika kritik ajaran menyimpang di ruang digital serta mengkaji pola komunikasi netizen berdasarkan perspektif komunikasi Islam. Penelitian difokuskan pada interaksi netizen dalam kolom komentar video YouTube yang membahas kritik terhadap ajaran yang dianggap menyimpang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual atau netnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital dan dokumentasi komentar netizen pada media sosial YouTube. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis isi untuk melihat bentuk respons, pola interaksi komunikasi, serta penerapan prinsip komunikasi Islam dalam ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons netizen didominasi oleh dukungan, penolakan, komunikasi argumentatif, serta konflik verbal yang dipengaruhi oleh faktor emosional dan identitas kelompok. Pola komunikasi netizen dalam ruang digital cenderung berlangsung secara spontan, terbuka, dan emosional sehingga memunculkan polarisasi opini publik pada isu keagamaan. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan prinsip komunikasi Islam seperti Qoulan Sadida, Qoulan Ma’rufa, Qoulan Layyina, dan Qoulan Karima masih belum optimal dalam interaksi digital netizen. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi ruang publik digital yang memperlihatkan dinamika komunikasi keagamaan sekaligus tantangan etika komunikasi Islam di era digital. Kata Kunci: Etnografi Virtual, Komunikasi Islam, Media Sosial, Respons Netizen, Ruang Digital
Komunikasi dalam Keluarga Perspektif Al-Qur’an : Telaah As-Shaffat 102-107 Firmansyah, Agus firmansyah; Yumidiana Tya Nugraheni
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 16 No. 1 (2026): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jki.2026.16.1.130-154

Abstract

Pada abad ke-21, ketidaksiapan orang tua dalam mendidik anak menjadi salah satu persoalan keluarga yang dapat memicu masalah sosial dan perilaku. Penelitian kepustakaan ini mengkaji komunikasi dialogis dalam keluarga Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail berdasarkan Q.S. as-Shaffat [37]:102–107. Ayat tersebut dianalisis menggunakan metode muqaran dengan membandingkan Tafsir al-Jalalain tafsir klasik dan Tafsir al-Misbah tafsir kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola komunikasi dialogis Ibrahim dan Ismail sebagai model komunikasi keluarga dalam perspektif Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi verbal dan dialogis yang mencakup pembukaan dialog, penyampaian pesan, kesempatan menyampaikan pendapat, respons, partisipasi, kesediaan bersama, dan ketaatan terhadap perintah Allah. Ibrahim mempertahankan otoritas orang tua dengan kasih sayang, penghormatan, dan keterbukaan, sedangkan Ismail menunjukkan cinta, hormat, kesabaran, partisipasi, dan ketaatan. Penelitian ini merumuskan model komunikasi dialogis berbasis tauhid yang memadukan otoritas orang tua dan agensi anak.
Hubungan Penampilan Fisik Ustadz Agam Fachrul di Instagram terhadap Kredibilitas Da’i Safinatunnajah Indah, Jihan; Nur Rohman, Angga
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 16 No. 1 (2026): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jki.2026.16.1.111-129

Abstract

This study aims to examine the relationship between exposure to Ustadz Agam Fachrul’s physical appearance on Instagram and follower’s perceptions of a preacher’s credibility. A quantitative correlational design was employed using a 4-point Likert scale questionnaire administered to followers of Ustadz Agam Fachrul’s Instagram account. Exposure was operationalized through frequency, duration, and attention, while source credibility was measured through expertise and attractiveness. Data were analyzed using Spearman’s rank correlation in SPSS (version 25). The findings reveal a significant relationship between exposure ti physical appearance and perceived preacher credibility (Sig. 0,000 < 0,05), with a positive and strong correlation coefficient (rs=0,648). These results suggest that higher levels of exposure to visual cues of the preacher on Instagram are associated with higher credibility perceptions among followers.
Konstruksi Etika Dakwah dalam Pemberitaan Media Islam: Analisis Framing Kontroversi Ucapan Goblok Gus Miftah Fatima, Rania; Hakim, Lukman
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 16 No. 1 (2026): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jki.2026.16.1.72-110

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis konstruksi etika dakwah dalam pemberitaan Republika.co.id dan Hidayatullah.com mengenai kontroversi ucapan “goblok” Miftah Maulana, akrab disapa Gus Miftah. penelitian ini menggunakan analisis teks media dengan model framing Robert Entman untuk menganalisis enam berita yang dipublikasikan selama Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Republika.co.id cenderung mengonstruksi etika dakwah dalam kerangka pemulihan hubungan, klarifikasi, dan perbaikan diri seorang pendakwah. Sementara itu, Hidayatullah.com lebih kuat menempatkan persoalan kepantasan moral seorang pendakwah dan pejabat publik melalui penekanan pada muhasabah, tekanan publik, tanggung jawab, dan konsekuensi institusional. Meskipun memiliki artikulasi yang berbeda, kedua media mengonstruksi etika dakwah dalam dua dimensi, yakni interpersonal dan publik-institusional.
Resepsi Audiens atas Isu Kemanusiaan dalam Video Dakwah Habib Ja’far di Kanal YouTube @jedanulis Mohamad Ali Hafidz; Zainal Mukhlis
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 16 No. 1 (2026): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jki.2026.16.1.155-173

Abstract

This study examines audience reception of humanitarian issues in Habib Ja’far’s da’wah video entitled “Neraka, Kebakaran Los Angeles, dan Gaza (Hell, the Los Angeles Wildfires, and Gaza,)” on the YouTube channel @jedanulis. The study employs qualitative textual analysis, a netnographic approach, and Stuart Hall’s reception theory. The data consist of 30 audience comments purposively selected based on their relevance to the topic and the presence of clearly articulated arguments. The findings reveal three reception positions: 16 comments (53.3%) are dominant-hegemonic, five (16.7%) negotiated, and nine (30.0%) oppositional. Dominant readings support Habib Ja’far’s humanitarian message, particularly empathy for civilian victims and rejection of celebrating disaster. Negotiated readings accept empathy while maintaining theological interpretations of disaster as divine will or warning. Oppositional readings reject universal empathy by viewing the Los Angeles fire as divine punishment or linking it to United States support for Israel.