cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN" : 8 Documents clear
Studi Komparasi Antara Sikap Kepemimpinan Dengan Sikap Kedisiplinan Siswa Smk Penerbangan Kartika Aqasa Bhakti Semarang Handayani, Dwi Asih Kumala; Redjeki, Sri; Rimayati, Elfi
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.061 KB)

Abstract

Sikap kedisiplinan penting dan harus dimiliki oleh setiap siswa. Disiplin membantu siswa dalam proses pembentukan sikap, prilaku dan akan mengantar seorang siswa sukses dalam belajar dan ketika bekerja nanti. Disiplin dapat terjadi karena dorongan kesadaran diri, dengan kesadaran yang datang dari diri sendiri ini sikap kedisiplinan akan lebih baik. Tujuan kegiatan; mengetahui bagaimana mengembangkan sikap kepemimpinan dan sikap disiplin pada pengurus organisasi sekolah. Mengetahui peran organisasi sekolah dalam membentuk sikap kepemimpinan dan sikap disiplin. Metode Pengabdian pada Masyarakat diselenggarakan dengan metode ceramah atau penyuluhan interaktif, metode pelatihan atau permainan/simulasi, dan test. Hasil uji analisis bahwa responden telah memiliki sikap kepemimpinan yang cukup tinggi, dan juga telah memiliki sikap kedisiplinan yang cukup baik. Pretest dan posttest yang dilakukan, membuktikan bahwa pelatihan yang diberikan meningkatkan perolehan nilai sikap kepemimpinan dan sikap kedisiplinan siswa. Dan hasil paired samples t-test membuktikan bahwa sikap kepemimpinan tidak mempengaruhi terhadap sikap kedisiplinan siswa. Peningkatan nilai pada masing-masing variable adalah hasil dari pelatihan. Sikap kepemimpinan memiliki nilai yang lebih tinggi. Simpulan: Organisasi Sekolah dalam membentuk sikap kepemimpinan dan sikap kedisiplinan memiliki peran yang sangat baik. Pengembangan sikap kepemimpinan dan sikap kedisiplinan pada pengurus organisasi sekolah dapat dilakukan melalui pelatihan-pelatihan, serta kegiatan lain yang menunjang sikap kepemimpinan dan kedisiplinan. Kata Kunci: Sikap kepemimpinan, sikap kedisiplinan, SMK
Pelaksanaan Layanan Informasi Pengaruhnya Terhadap Kemandirian Belajar Siswa rahayu, ym indarwati
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.181 KB)

Abstract

Latar belakang masalah adalah, masih adanya beberapa siswa kelas XI yang perstasi belajarnya di bawah KKM yang ditetapkan sekolah, hal ini ditengarai kurangnya kemandirian belajar anak. Di sisi lain tugas dari guru BK di sekolah diantaranya memberikan bimbingan dan layanan. Begitu banyaknya model dan bentuk bimbingan serta layanan yang dapat diberikan kepada anak, salah satunya adalah layanan informasi. Tujuan penelitian adalah: 1) menganalisis data pelaksanaan layanan informasi oleh guru BK kepada siswa; 2) menganalisis kemandirian belajar siswa; dan 3) membuktikan pengaruh pelaksanaan layanan informasi oleh guru BK terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional melalui pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa kelas XI berjumlah 217 anak dengan sampel 25% sehingga sampelnya 56 anak melalui alat pengumpul data angket. Sebelum angket digunakan telah dilakukan ujicoba kepada 10 anak dengan hasil memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, adapun teknik analisis data adalah deskriptif persentase dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian diperoleh simpulan: 1) layanan informasi guru BK termasuk kriteria sangat baik, didukung perolehan skor 82,07%; 2) kemandirian belajar siswa termasuk kriteria sangat baik, didukung perolehan skor 83,52%; dan 3) hasil uji hipotesis diperoleh fhitung = 53,999, sedangkan ftabel 1,296, karena 53,999 > 1,296, maka hipotesis: “Diduga layanan informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Jati Kabupaten Blora pada semester gasal tahun pelajaran 2019/2020” diterima. Kata Kunci: Layanan informasi, kemandirian belajar.
Pengembangan Model Pembelajaran Teaching Factory Sebagai Upaya Peningkatan Minat Wirausahawan Lulusan SMK Sutristiyanti, Nunuk
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.03 KB)

Abstract

Model pembelajaran teaching factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi atau jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Melalui model pembelajaran teaching factory dharapkan siswa mempunyai minat untuk berwirausaha. Penerapan model pembelajaran teaching factory bertujuan untuk membentuk kompetensi siswa melalui satu kesatuan lingkungan sekolah dengan berbasis pada industri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan model dengan menggunakan Four-D model, meliputi tahap define, design, develop, dan disseminare. Rancanagan model dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap ketiga yaitu pengembangan. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Program Pengelasan dan guru kewirausahaan. Pengumpulan data melalui angket, dokumentasi, dan observasi, sedangkan analisis data digunakan teknik analisis deskriptif dan mutivariate analysis of covariance (Mancova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) model pembelajaran teaching factory layak digunakan di SMK; dan 2) model yang diterapkan di dalam kelas eksperimen lebih efektif dalam meningkatkan minat berwirausaha. Kata Kunci: Model pembelajaran teaching factory, minat wirausahawa
Pengaruh Tingkat Kecemasan dan Resilience Terhadap Motivasi Berprestasi Mahasiswa Prodi Bk-Fkip Universitas IVET novi, widya; Haksasi, Banun Sri
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.466 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis secara empiris data: 1) pengaruh tingkat kecemasan terhadap motivasi berprestasi; 2) pengaruh resilience terhadap motivasi berprestasi; dan 3) pengaruh tingkat kecemasan dan resilience terhadap motivasi berprestasi pada mahasiswa prodi BK-FKIP Universitas IVET di Semarang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain tipe eksplanatori, yaitu suatu penelitian yang berusaha menjelaskan hubungan kausal/sebab-akibat antara variabel yang digunakan melalui pengujian hipotesis. Subjek penelitian sebanyal 71 mahasiswa dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan angket. Alat pengumpul data utama adalah angket, sebelum digunakan sebagai alat pengumpul data di lapangan telah dilakukan uji instrumen melalui uji validitas dan reliabilitas, hasilnya instrumen yang digunakan telah valid dan reliabel. Teknik analisis data dari penelitian yang bersifat asosiatif ini digunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada pengaruh positif dan signifikan tingkat kecemasan terhadap motivasi berprestasi mahasiswa sebesar 0,792 atau 79,2%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar indikator tingkat kecemasan; 2) ada pengaruh positif dan signifikan resiliensi terhadap motivasi berprestasi mahasiswa sebesar 0,751 atau 75,1%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar indikator resiliensi; dan 3) ada pengaruh positif dan signifikan tingkat kecemasan dan resiliensi terhadap motivasi berprestasi mahasiswa sebesar 0,772 atau 77,2%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar indikator tingkat kecemasan dan resiliensi. Kata Kunci: Kecemasan, resilience, motivasi berprestasi.
Sejarah Organisasi Muhammadiyah Dalam Kontribusi Bidang Pendidikan di Kabupaten Kendal nuryanti, nuryanti nur
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.226 KB)

Abstract

Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi di Indonesia memiliki kiprah dan andil yang besar dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, juga banyak bergerak pada bidang – bidang yang lain diantaranya adalah bidang pendidikan di tingkat pendidikan Nasional hingga di daerah termasuk wilayah kabupaten Kendal. Dalam Sejarahnya organisasi ini telah memberikan kontribusi yang banyak terutama bidang pendidikan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Sejarah organisasi Muhammadiyah dalam memberikan konrtibusi pada dunia pendidikan di kabupaten Kendal. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Setting penelitian di wilayah Kabupaten Kendal. Teknik pengumpulan data berupa teknik dokumen, teknik observasi dan teknik wawancara.Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Proses analisis data meliputi empat komponen yaitu Pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa Sejarah organisasi Muhammadiyah wilayah kabupaten Kendal telah banyak cabang-cabangnya, namun masih berdiri sendiri-sendiri atau menginduk. Muhammadiyah dalam perkembangannya mengalami kemajuan yang pesat sampai pelosok tanah air baik secara vetikal maupun horisontal. Perkembangan secara vertikal yaitu berupa berdirinya wilayah-wilayah di tiap propinsi, daerah-daerah di setiap kabupaten, cabang-cabang di tiap kecamatan dan ranting-ranting serta jumlah anggotanya semakin bertambah di berbagai daerah. Perkembangan secara horizontal yaitu perkembangan dan perluasan amal usaha Muhammadiyah yang meliputi barbagai bidang kehidupan berbagai tantangan dan rintangan yang datang selalu dihadapi dengan sabar dan tawakkal. Keuletan dan semangat untuk membesarkan organisasi Muhammadiyah oleh seluruh pendukungnya, akhirnya Muhammadiyah berhasil membawa kebesaran nama dan keleluasaan gerakannya. Organisasi Muhammadiyah dalam dunia pendidikan telah memberikan kontribusi yang sangat besar diantaranya memperbaharui sistem pendidikan Islam secara modern sesuai dengan kehendak dan kemajuan jaman. tolak ukur keberhasilan peningkatan pendidikan Muhammadiyah adalah kemampuan daya serap sekolah - sekolah Muhammadiyah terhadap sekolah–sekolah disekitanya. Dalam pengelolaan sekolah swasta, biaya bersumber dari masyarakat. Sehingga dalam pengelolaan sekolah–sekolah Muhammadiyah, fungsi organisasi Muhammadiyah adalah sebagai kontrol. Disinilah letak peran organisasi Muhammadiyah yang membedakan dengan lembaga pendidikan lain dimana sekolah–sekolah dalam naungan Muhammadiyah mempunyai nilai sosial yang lebih Kata Kunci: Organisasi Muhammadiyah, bidang pendidikan
Studi Deskriptif Faktor Yang Memengaruhi Kesulitan Belajar Mahasiswa Sayekti, Sri; Redjeki, Sri; Handayani, Dwi Asih Kumala
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.463 KB)

Abstract

Kesulitan belajar merupakan keadaan dimana mahasiswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya. Mahasiswa program studi bimbingan dan konseling, baik mahasiswa yang bekerja maupun yang tidak bekerja memiliki kesulitan belajar dalam mengikuti perkuliahan. Tujuan penelitian: mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar, mendeskripsikan factor kesulitan belajar, mendeskripsikan upaya mengatasi kesulitan belajar. Hasil analisis deskriptif terhadap tiga variabel, Variabel Bentuk kesulitan belajar: Kesulitan memotivasi diri 55,8%, Kesulitan memahami kelebihan dan kekurangan 48,8%, Kesulitan memiliki stategi belajar yang baik 46,5%. Variabel Faktor kesulitan belajar: Pengguna media sosial yang berlebihan (eksternal) 48,8%, Motivasi belajar yang kurang mendukung (internal) 44,2%, Kesulitan mempelajari materi kuliah (internal) 39,5%. Variabel Upaya mengatasi kesulitan belajar: Meningkatkan kedisiplinan belajar 75,6%, Bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan dosen 73,3%, Teman kuliah sebagai sharing dalam mengatasi kesulitan belajar 72,1%. Simpulan: (1) Bentuk kesulitan belajar memperoleh nilai tertinggi ada 3, (a) Kesulitan memotivasi diri, (b) Kesulitan memahami kelebihan dan kekurangan, (c) Kesulitan memiliki stategi belajar yang baik. (2) Faktor kesulitan belajar: faktor Internal (7 indikator), dan faktor eksternal (5 indikator). (3) Upaya mengatasi kesulitan belajar memperoleh nilai tertinggi adalah: (a) Meningkatkan kedisiplinan belajar, (b) Bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan dosen, dan (c) Teman kuliah sebagai sharing dalam mengatasi kesulitan belajar. Kata Kunci: Kesulitan belajar, Mahasiswa
Deskripsi Motivasi Belajar Mahasiswa Ppkn Sukoco, Sukoco
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.19 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis motivasi belajar mahasiswa PPKn-FKIP Universitas IVET di Semarang. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif persentase yang berusaha menggambarkan motivasi belajar secara keseluruhan mahasiswa PPKn. Subjek penelitian adalah seluruh PPKn-FKIP Universitas IVET yang berjumlah 60 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan angket. Sebelum angket digunakan untuk mengumpulkan data di lapangan terlebih diujicobakan kepada 10 mahasiswa dan hasilnya instrumen angket telah valid dan reliabel. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa motivasi belajar yang dimiliki dan dilakukan mahasiswa PPKn-FKIP Universitas IVET di Semarang termasuk kriteria sangat tinggi, hal ini dapat dijabarkan dari indikator-indikator yang mengkajinya, yaitu: 1) motivasi belajar instrinsik diperoleh skor 720 atau 80,00% dengan kriteria sangat tinggi; 2) motivasi belajar enstrinsik diperoleh skor 731 atau 81,22% dengan kriteria sangat tinggi; 3) motivasi dalam kegiatan belajar itu sendiri diperoleh skor 724 atau 80,44% dengan kriteria sangat tinggi; dan 4) motivasi untuk berprestasi diperoleh skor 723 atau 80,33% dengan kriteria sangat tinggi dari keseluruhan subyek 60 mahasiswa sebagai responden. Kata kunci: Motivasi belajar, mahasiswa.
Pengaruh Kualitas Layanan dan Budaya Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Serta Dampaknya Pada Kinerja Karyawan Universitas IVET
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis secara empiris pengaruh: 1) kualitas layanan terhadap kepuasan kerja; 2) budaya kerja terhadap kepuasan kerja; 3) kualitas layanan terhadap kinerja; 4) budaya kerja terhadap kinerja; 5) kepuasan kerja terhadap kinerja; 6) kualitas layanan terhadap kepuasan kerja dampaknya pada kinerja; dan 7) budaya kerja terhadap kepuasan kerja serta dampaknya pada kinerja tenaga administrasi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pada tipe eksplanatori, yaitu suatu penelitian yang berusaha menjelaskan hubungan kausal/sebab-akibat antara variabel yang digunakan melalui pengujian hipotesis. Subjek penelitian sebanyal 72 orang dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan angket. Alat pengumpul data utama adalah angket, sebelum digunakan sebagai alat pengumpul data di lapangan telah dilakukan uji instrumen melalui uji validitas dan reliabilitas, hasilnya instrumen yang digunakan telah valid dan reliabel. Adapun teknik analisis data dari penelitian yang bersifat asosiatif ini digunakan teknik analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan: 1) kualitas layanan administrasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; 2) budaya kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; 3) kualitas layanan administrasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja; 4) budaya kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja; 5) kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja; 6) kualitas layanan administrasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja yang tidak dimediasi kepuasan kerja; dan 7) budaya kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja yang tidak dimediasi oleh kepuasan kerja karyawan Universitas IVET di Semarang. Kata Kunci: Kualitas layanan, budaya kerja, kepuasan kerja, kinerja karyawan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8