cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Pos: 20222, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Center of Knowledge
ISSN : -     EISSN : 28071999     DOI : -
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA). Jurnal ini mewadahi publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal ini merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System Versi 3, diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Agustus dan Januari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Volume 2, No 2, Agustus 2022" : 24 Documents clear
Kearifan Lokal Masyarakat Mandailing Natal Tentang Filosofi Negeri Baradat Taat Beribadah dan Relevansinya Terhadap Masyarakat Mandailing Natal Yuliani Yuliani
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Kearifan Lokal Masyarakat Mandailing Natal Tentang Filosofi “Nagari beradat Taat Beribadah” dan Relevansinya Terhadap Masyarakat Mandailing Natal. Memperkenalkan kearifan lokal di tengah masyarakat pada saat ini tidaklah mudah, ditambah pada zaman sekarang ini di era teknologi yang semakin berkembang membuat nilai-nilai budaya, nilai-nilai sosial, nilai-nilai semboyan dari negeri beradat taat beribadah serta nilai keagamaan hilang dari pandangan masyarakat. Budaya-budaya baru yang berkembang saat ini sudah tak terhitung lagi karena derasnya arus informasi yang mengglobal hingga ke pelosok daerah. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu berupaya untuk menjelaskan apa yang melatar belakangi Kearifan Lokal Masyarakat Mandailing Natal serta Filosofi Nagari beradadt Taat Beribah dalam mensosialisasikan kepada masyarakat, bagaimana peran dari semboyan tersebut. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpul melalui hasil wawancara, observasi dan komumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal berupaya menjaga nilai-nilai budaya kearifan lokal, adat istiadat dengan menguatkan pendekatan seni budaya Mandailing yang bersifat islami, membangun tempat wisata budaya lokal yang islami dan membangun masyarakat Mandailing Natal menjadi masyarakat yang islami. Yang sesuai dengan falsafah Mandailing Natal yaitu Nagari Beradat Taat Beribadah.
Bimbingan Komunikasi Publik Untuk Disabilitas Dalam Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid-19 di Desa Hutatonga, Kabupaten Mandailing Natal Ahmad Salman Farid, Muhammad Ardiansyah, Rita Defriza, Muhlisah Lubis
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.987

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membimbing disabilitas dalam pencegahan dan penanganan pasca pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Dengan menggunakan metode library research yang mengacu pada sumber daya yang tersedia secara online, Pengabdian Masyarakat ini memberikan perspektif teoritis mengenai strategi komunikasi publik untuk Disabilitas yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam pencegahan dan penanganan COVID-19. Berdasarkan hasil pengabdian ini, dapat diuraikan beberapa point. Pertama, belum adanya keseragaman pemahaman tentang karakteristik wabah COVID-19 antara pemerintah pusat dan daerah sehingga menimbulkan kerancuan informasi bagi Disabilitas. Kedua, sosialisasi tidak dilakukan secara efektif, hal ini terlihat pada kurangnya pengetahuan mereka tentang wabah ini, yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal. Ketiga, meskipun pemerintah telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun masih ada yang melakukan aktifitas dengan alasan harus memenuhi kebutuhan sehari-hari karena diragukan kompensasi yang dijanjikan pemerintah menjamin kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi.
Produksi Kompos dari Limbah Penyulingan Nilam Sebagai Pemberdayaan Masyarakat dengan Konsep Zero Waste di Dusun Lajoanging Desa Harapan Kabupaten Barru Muhammad Kadir, Rahmad D, Andi Mutiara Sari, Riswan, Awal Ferdiansyah
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.1047

Abstract

Dusun Lajoanging Desa Harapan kabupaten Barru merupakan salah satu wilayah dalam kawasan Hutan Kemasyarakatan yang diberi akses untuk memanfaatkan areal hutan sebagai hutan produksi terbatas yang kemudian menanam tanaman produksi diantaranya tanaman nilam (Pogostemon cablin) sebagai tanaman sela diantara pepohonan. Nilam dipanen setiap 6 bulan sekali atau 2 kali dalam setahun. Produksi yang dihasilkan berupa minyak atsiri (minyak nilam) dari penyulingan nilam menyisakan limbah daun dan ranting dengan volume cukup besar yang tidak termanfaatkan dan menjadi persoalan pencemaran lingkungan. Kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) yang dilaksanakan dari bulan Agustus hingga Desember 2022 memberikan solusi pemberdayaan dalam mengelola limbah Nilam yang cukup besar  sebagai wujud Konsep Zero Waste dalam produksi minyak nilam. Solusi yang diberikan adalah produksi Kompos dengan aplikasi teknologi decomposer menggunakan Mikroorganisme Lokal (MoL). Produksi kompos dilakukan di unit rumah kompos yang dibuat dengan standar yang sesuai dengan dilengkapi peralatan prosesing, pencacahan hingga pengemasan. Luaran kegiatan pengabdian dan pemberdayaan bagi masyarakat yang berlangsung selama 4 Bulan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan terwujudnya unit produksi Kompos bernilai Ekonomis yang menunjang peningkatan ekonomi warga di kawasan Hutan Kemasyarakatan Lajoanging terutama yang berprofesi sebagai Petani. Pemanfaatan Pupuk Kompos dari limbah Nilam selain digunakan di kebun juga dikemas untuk dipasarkan dengan kemasan yang cukup baik. Pada Akhirnya kegiatan yang dilaksanakan dengan berbagai materi penyuluhan dan pelatihan dilanjutkan dengan Praktek  pembuatan Rumah kompos dan produksi kompos berbahan limbah nilam yang tadinya tidak termanfaatkan menjadi bermanfaat sehingga permasalahan Limbah dan lingkungan dapat diatasi.
Pendidikan Kesehatan Pada Keluarga Penderita TB Paru Terhadap Pencegahan Resiko Menular Di Huta III Tanjung Pasir Kec Tanah Jawa Kab. Simalungun Perangin-Angin, Norong; Perangin-Angin, Riska Wani Putri; Lismawati, Lismawati; Sembiring, Armeysa
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.729

Abstract

Penyakit Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik negara maju maupun negara berkembang (Depkes, 2007). Penyakit TB paru adalah termasuk penyakit kronis karena rentang penyembuhan yang memerlukan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 6-8 bulan selain pengobatannya yang berlangsung lama obat-obatan yang diberikan juga terbilang cukup banyak sehingga penderita merasa bosan untuk mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Penyakit TB Paru ini pada dasarnya bisa di sembuhkan dengan cara patuh minum obat secara teratur, salah satunya dengan cara minum obat selama enam sampai delapan bulan secara teratur. Namun kebanyakan dari masyarakat khususnya penderita TB Paru tidak patuh minum obat, berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 10 september 2019 ditemukan 4 dari 6 orang penderita di huta III tanjung pasir Tulangan, mereka mengatakan merasa bosan minum obat, dan dari pihak keluarga mengatakan adanya keterbatasan keluarga dalam mengingatkan penderita TB paru untuk patuh minum obat secara teratur dikarenakan masing-masing anggota mempunyai aktivitas tersendiri, misalnya istri yang ikut serta mencari nafkah (bekerja). Indonesia merupakan urutan ketiga penderita TBC paru terbanyak di dunia setelah India dan Cina dengan jumlah penderita sekitar 10% dari total jumlah penderita di dunia (DepKes RI 2007). Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan penderita TBC yang cukup besar dari tahun ke tahun. Tahun 2010 tercatat total kasus TBC sebanyak 36.352 kasus. Tahun 2011 tercatat total kasus TBC sebanyak 37.236 kasus. Sementara untuk hasil pengobatan dan kasus yang diobati pada tahun 2010 yang hasilnya diketahui pada tahun 2011, pasien yang disembuhkan sebanyak 19.568 (88 %), yang gagal disembuhkan 146 dan yang putus berobat sebanyak

Page 3 of 3 | Total Record : 24