cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2014): September 2014" : 38 Documents clear
POLA ALIRAN BANJIR BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAS LENGAYANG PROVINSI SUMATERA BARAT Susanti, Tri; Suprapto, Mamok; Muttaqien, Adi Yusuf
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37425

Abstract

Galodo merupakan peristiwa banjir dengan pergerakan massa material debris secara gravitasi. Aliran debris (debris flow) adalah aliran campuran antara air dengan sedimen konsentrasi tinggi, mengalir dengan membawa batu-batu besar dan batang-batang pohon. Banjir dapat disebabkan oleh alih fungsi lahan. Berkurangnya lahan hijau sebagai daerah tangkapan air hujan, menyebabkan infiltrasi air hujan yang berfungsi sebagai bentuk konservasi air tanah berkurang. Akibatnya, aliran limpasan permukaan meningkat dan puncak debit sungai juga meningkat. Peningkatan puncak debit sungai mengakibatkan limpasan ke beberapa ruas sungai yang relatif rendah. Limpasan tersebut dapat merusak lahan produktif dan pemukiman, bahkan seringkali timbul korban jiwa. Mengingat terdapat banyak karakter sungai dan pola banjir, diperkirakan ada suatu hubungan yang erat antara karakter DAS dan Pola Aliran. Hubungan ini sangat penting untuk diketahui khususnya untuk sungai-sungai yang berada di wilayah Sumatera Barat. Sehingga, bencana yang mungkin timbul dari tiap sungai yang memiliki karakter tertentu dapat diantisipasi. Kajian dilakukan di DAS Lengayang Provinsi Sumatera Barat, untuk mengetahui karakteristik DAS dan pola aliran banjir. Karakteristik DAS yang ditinjau meliputi: jenis tanah, tata guna lahan, luas, kemiringan, ketinggian, keliling, panjang, bentuk, ordo sungai, pola aliran, kerapatan pengaliran, bifurcation ratio, serta rasio frekuensi orde sungai. Pola aliran banjir didekati menggunakan rumus empiris yaitu hidrograf satuan. Untuk kalibrasi digunakan grafik Creager. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola aliran sungai termasuk pola aliran parallel dengan kerapatan pengaliran sebesar 0,09/km. Kondisi tersebut mengindikasikan DAS sering mengalami genangan. Untuk nilai bifurcation rationya kurang dari 3. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan muka air sungai DAS akan cepat sedangkan penurunannya berjalan lambat.
KAJIAN KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU WULUNG TAKIKAN TIPE V SEJAJAR DAN TIDAK SEJAJAR DENGAN JARAK TAKIKAN 40 MM DAN 50 MM PADA BETON NORMAL Andri Mulyono; Agus Setiya Budi; Purnawan Gunawan
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37409

Abstract

Penggunaan baja tulangan sebagai bahan yang dipadukan dengan beton sudah dilakukan sejak lama, hal ini disebabkan karena masing-masing material dapat saling melengkapi yaitu beton sebagai bahan yang lemah terhadap gaya tarik dapat diatasi dengan adanya baja tulangan yang kuat terhadap gaya tarik begitu pula sebaliknya, sehingga beton bertulang banyak digunakan sebagai bahan bangunan sampai saat ini. Akan tetapi permasalahannya adalah baja tulangan merupakan bahan hasil tambang yang tidak dapat diperbaharui sehingga semakin lama akan semakin habis. Sebagai alternatif dicoba menggunakan tulangan yang murah, mudah didapat dan dapat diperbaharui serta bermutu tinggi yaitu tulangan dari bahan bambu.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Penelitian ini menggunakan 4 macam variasi untuk penulangan bambu, Tulangan bambu wulung takikan sejajar dengan jarak 40 mm dan 50 mm, dan tulangan bambu wulung takikan tidak sejajar dengan jarak takikan 40 mm dan 50 mm. Masing-masing benda uji 3 buah dengan takikan tipe V, lebar takikan 8 mm dan kedalaman takikan 5 mm. Dimensi tulangan bambu panjang 700 mm, lebar 20 mm dan tebal 5,2 cm. Sebagai pembanding menggunakan tulangan baja diameter 8 mm dengan panjang 700 mm dan benda uji 3 buah. Mutu beton direncanakan dengan f'c = 17,5 MPa. Uji lekat dilakukan pada umur beton 28 hari dengan menggunakan alat Universal Testing Machine ( UTM ).
KUAT TEKAN BATAKO DENGAN VARIASI BAHAN TAMBAH SERAT IJUK Hermanto, Dony; Supardi, Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37420

Abstract

Sampai saat ini batako semakin dikenal sebagai pengganti batu bata.Berbagai bahan tambah digunakan untuk meningkatkan mutu batako.Salah satu perkembangan teknologi bahan tambah adalah serat ijuk.Pemanfaatan serat ijuk karena serat ijuk dapat mengurangi retak pada batako.Serat ijuk yang digunakan dipotong sepanjang 2cm untuk memudahkan pengerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serat ijuk terhadap kuat tekan, daya serap, ukuran pada batako, dan kondisi visual permukaan batako. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan total benda uji 40 buah. Tiap variasi terdiri dari 5 sampel uji kuat tekan dengan alat CTM (Compressing Testing Machine) pada umur 28 hari dan 5 sampel uji daya serap dengan variasi penambahan serat ijuk sebesar 0%, 2%, 4% dan 6% dari berat semen. Benda uji berupa bentuk batako pada umumnya dengan dimensi panjang 40 cm, tinggi 20 cm, dan lebar 10 cm. Hasil penelitian ini adalah nilai kuat tekan batako dengan variasi penambahan serat ijuk 0%,2%,4% dan 6% sebesar 25,47 kg/cm2 ;28,55 kg/cm2 ; 30,33 kg/cm2; dan 33,36 kg/cm2 yang memenuhi kriteria persyaratan bata beton pejal IV, berarti semakin besar penambahan serat ijuk semakin besar kuat tekan. Nilai daya serap batako dengan variasi penambahan serat ijuk 0%,2%,4% dan 6% sebesar 15,22%; 8,25%; 8%; dan 12,43%, secara teoritis diperoleh grafik parabola dengan persamaan y=0,713x2-4,709x+15,121 di mana kadar penambahan serat ijuk yang optimum adalah sebesar 3,302% dengan daya serap air yang dihasilkan adalah 7,35%. Hasil pengujian terhadap ukuran batako untuk semua komposisi campuran batako diperoleh selisih penyimpangan ukuran yang kecil yang masih memenuhi persyaratan PUBI 1982 dan SNI 03-0349-1989.Pengujian visual menunjukkan bahwa batako dengan campuran serat ijuk untuk seluruh komposisi masih memenuhi persyaratan pandangan luar SNI 03-0349-1989.
POLA ALIRAN BANJIR BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAS BULUH DI SUMATERA BARAT Imam Nugroho Hadi Saputro; Mamok Suprapto; Siti Qomariyah
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37423

Abstract

Penelusuran banjir di DAS Buluh dapat ditafsirkan sebagai suatu prosedur untuk menentukan atau memperkirakan besaran banjir di titik outlet berdasarkan data yang diketahui dengan menggunakan software Watershed Modeling System (WMS). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besaran debit banjir dengan menggunakan WMS serta mengetahui karakteristik DAS Buluh dan mendapatkan gambaran pola aliran banjir. Perhitungan debit banjir dilakukan pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50,100, 500 dan 1000 tahun dengan model TR-55, TR-20, HEC-1 dan HEC-HMS. Kemudian hasil debit banjir kala ulang 1000 tahun dibandingkan dengan grafik creager Indonesia. Dari hasil penelitian karakteristik DAS Buluh diperoleh luas DAS 17.36 km2, panjang sungai utama 5.198 km, keliling 20.07 km, DAS berbentuk radial, kemiringan lereng 0.1798 m/m, pola aliran sungai dendritik, kerapatan pengaliran 1,74 km/km2 termasuk kategori sedang, bifurcation ratio 2.0, rasio frekuensi orde sungai 2.24, jenis tanah DAS adalah 90.15% andosol dan 9.85% aluvial, tata guna lahan adalah 88.42% hutan, 1.27% pemukiman dan 10.31% tegalan dan Curve Number 82. Debit banjir rancangan yang mendekati grafik creager adalah model HEC-HMS. Dengan debit banjir kala ulang berturut-turut 2, 5, 10, 25, 50, 100, 500 dan 1000 tahun adalah 111.1 m3/s, 159.6 m3/s, 195.7 m3/s, 245.7 m3/s, 285.9 m3/s, 328.8 m3/s, 374.7 m3/s, dan 500.1 m3/s. Pola Aliran yang digunakan adalah kala ulang 5 tahun diperoleh Tp sebesar 630 menit dengan Qp=159.6 m3/s, pada waktu T0.3 sebesar 79.22 menit dengan 0.3Qp=47.88 m3/s, pada waktu 1.5T0.3 sebesar 118.83 menit dengan 0.32Qp=14.36 m3/s. Pada saat debit mencapai 50% diperoleh Q50=79.8 m3/s dengan W50=88.3 menit, pada debit mencapai 75% diperoleh Q75=119.7 m3/s dengan W75=47.5 menit.
KAJIAN KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU PETUNG BERTAKIKAN SEJAJAR DAN ZIGZAG TIPE "V"DENGAN JARAK TAKIKAN 60 MM DAN 70 MMPADA BETON NORMAL Fery Fauzi; Agus Setiya Budi; Purnawan Gunawan
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37391

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mengetahui nilai kuat lekat tulangan bamboo bertakik sejajar dan zig-zag berbentuk "V" dengan jarak takikan masing-masing 60 mm dan 70 mm. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini beton silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Tulangan bamboo takikan dengan dimensi panjang 700 mm, lebar 20 mm dantebal 5,2 mm di taman pada pusat beton silinder sedalam 150 mm. Sebagai pembanding tulangan Besi polos ditaman pada pusat beton silinder sedalam 150 mm. Mutu beton direncanakan dengan f'c = 17,5 MPa. Uji lekat ini dilakukan pada umur 28 hari dengan menggunakan alat Universal Testing Machine ( UTM ). Dari hasil penelitian uji lekat tulangan pada sesar 0,25 mm kua tlekat tulangan Besi sebesar 0,1331 MPa dan kuat lekat rata-rata dari 4 jenis benda uji tulangan bamboo Petung sebesar 0,0449 MPa. Hasil penghitungan besar kuat lekat tulangan bamboo Petung hanya mampu mencapai 1/3 dari nilai kuat lekat tulangan Besi.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SENG PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI FOAM TERHADAP KUAT LENTUR,TOUGHNESS, DAN STIFFNESS Rezha Renata; Purnawan Gunawan; Wibowo Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37390

Abstract

Berat jenis beton yang tinggi yaitu berkisar antara 2400 kg/m³, akan berpengaruh terhadap pembebanan struktur. Salah satu cara untuk mengatasinya dibuat beton ringan, dengan menambahkan foam agent (cairanbusa) kedalam campuran beton. Untuk meningkatkan kuat lentur, toughness dan stiffness, salah satunya dengan menambahkan serat seng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan benda uji berbentuk balok, yang berjumlah 3 buah tiap sampelnya dengan kadar seratmasing - masing 0%; 0,25%; 0,5%; dan 1% yang kemudian dianalisisuntuk mengkaji seberapa besar pengaruh beton ringan foam berseratterhadap kuat lentur, toughness, dan stiffness. Dari hasil penelitian didapat kuat lentur dengan persentase penambahan serat seng sebesar 0%; 0,25%; 0,5%; 1% yang diuji pada umur 28 hari berturut-turut adalah 1,04 MPa ;1,61MPa ; 1,64 MPa ; 1,05 MPa,dengan nilai maksimum 1,67MPa dengan kadar serat sebesar 0,39%. Nilai toughness dengan persentase penambahan serat seng sebesar 0%; 0,25%; 0,5%; 1% yang diuji pada umur 28 hari berturut-berturut adalah yang diuji pada umur 28 hari berturut-berturut adalah 0,65kNmm; 1,53kNmm; 1,55 kNmm; 0,72kNmm dengan nilai maksimum 1,62kNmm dengan kadar serat sebesar 0,37%. Nilai stifness dengan angka presentase penambahan kadar serat rerata secara berurutan 0%; 0,25%; 0,5%; 1% adalah 4692,93 N/mm; 5049,02 N/mm; 5069,44 N/mm; 4761,64 N/mm, dengan nilai maksimum 5090,25 N/mm dengan kadar serat sebesar 0,38%.
PENGARUH TUNDAAN DAN ANTRIAN PANJANG KENDARAAN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR MINYAK AKIBAT PENUTUPAN PINTU PERLINTASAN KERETA API (STUDI KASUS PADA PERLINTASAN KERETA API PURWOSARI) M. Zaenal Muttaqin; Agus Sumarsono; Dewi Handayani
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37401

Abstract

Tundaan dan Panjang Antrian kendaraan terlihat jelas pada saat penutupan pintu perlintasan kereta api di Kota Surakata, seperti perlintasan Kereta api Purwosari di jalan Slamet Riyadi Surakarta menyebabkan waktu yang diperlukan untuk melintasi ruas jalan tersebut semakin lama. BBM merupakan salah satu sumber daya alam yang jumlahnya sangat terbatas, sehingga ketersediaan BBM akan semakin langka seiring meningkatnya kebutuhan energi terutama di bidang transportasi. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor menyebabkan semakin meningkatnya konsumsi BBM untuk energi kendaraan bermotor. Konsumsi BBM yang terbuang di perlintasan sebidang kereta api pada saat kendaraan diam (idle) sangat dipengaruhi oleh lama tundaan. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh tundaan, kecepatan deselerasi ndan panjang antrian terhadap konsumsi bahan bakar akibat penutupan pintu perlintasan kereta api di Kota Surakarta. Analisis tundaan dan panjang antrian didasarkan pada hasil survei pada masing-masing perlintasan. Analisis konsumsi BBM berdasarkan lama tundaan dengan menggunakan persamaan dari LAPI-ITB yang telah dikonversikan ke dalam satuan mobil penumpang. Hubungan penutupan perlintasan berupa tundaan dan panjang antrian dengan konsumsi BBM menggunakan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan analisis dan pembahasan, model regresi linier dengan variabel bebas berupa tundaan (X2), kecepatan deselerasi (X3) dan panjang antrian (X1) cukup baik dalam memprediksi nilai variabel tidak bebas konsumsi bahan bakar (Y) dengan hasil Y = -12.417+0.479 X1-0.062 X2 + 1.758 X3. Hasil analisis menunjukkan tundaan memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar pada penutupan perlintasan kereta api, artinya semakin tinggi nilai tundaan semakin besar pula konsumsi bahan bakar yang terbuang. Hasil ini sesuai dengan hipotesa awal bahwa konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor pada saat idle (diam) di penutupan perlintasan kereta api dipengaruhi oleh lama tundaan.
STUDI PERBANDINGAN BEBERAPA RUMUS EMPIRIS INDEKS KOMPRESI (Cc) Terta Nugrahanto; Niken Silmi Surjandari; Amirotul Musthofiah Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37424

Abstract

Pada saat parameter tanah untuk keperluan desain tidak diperoleh secara langsung, maka digunakan korelasi antar parameter tanah. Salah satu korelasi parameter tanah adalah mencari indeks kompresi. Terdapat rumus-rumus empiris yang dapat digunakan untuk memudahkan dalam mencari nilai indeks kompresi (Cc) yang telah dibuat oleh para peneliti dahulu antara lain Terzaghi dan Peck (1967) Cc = 0,009 (LL -10), Naccl et al. (1975) Cc = 0,02 IP + 0,014 dan Bowles (1989) Cc = 0,54(e0-0,35). Dalam penelitian yang mereka lakukan menggunakan tanah dari daerah eropa yang mungkin mempunyai sifat, jenis dan perilaku yang berbeda dari tanah di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mencari persamaan indeks kompresi (Cc) dengan batas cair (LL), angka pori (e0), dan indeks plastisitas (IP) dengan menggunakan tanah dari pulau Jawa dan Kalimantan dan dibandingkan dengan rumus yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan metode statistika, yaitu dengan mencari persamaan regresi linier indeks kompresi (Cc) dan pengujian statistik meliputi uji R2 , uji variansi (uji F), uji signifikansi (uji t), dan uji validalitas. Sampel tanah dibatasi untuk nilai indeks plastisitas lebih dari 17 dengan kata lain tanah yang mempunyai sifat plastisitas yang tinggi, berjenis tanah lempung dan juga kohesif. Hasil analisis regresi linier sederhana menghasilkan persamaan Cc = 0,2706(LL) + 0,1311, Cc = 0,02564(IP) - 0,200 and Cc = 0,1899( (e0) + 0,1191. Pengujian validitas menunjukan R2 yang sama antara persamaan model dengan persamaan milik Terzaghi dan Peck, Naccl et al. dan Bowles dengan nilai R2 berturut-turut 0,9158, 0,9348 dan 0,9154. Komparasi menunjukan perpotongan pada model dan rumus empiris terletak pada nilai 47 untuk LL, 38 untuk IP dan 0,9 untuk e0. Nilai Cc pada model lebih besar dibandingkan dengan rumus empiris pada LL kurang dari 47, IP lebih dari 38 dan e0 kurang dari 0,9 sebaliknya nilai Cc pada model lebih kecil dibandingkan dengan rumus pada LL lebih dari 47, IP kurang dari 38 dan e0 lebih 0,9.

Page 4 of 4 | Total Record : 38