Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGGUNAAN BAMBU PETUNG SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL KONSTRUKSI DINDING PENAHAN GALIAN PADA KONDISI TANAH NON KOHESIF Wahyudianto, Kurniadi; Purwana, Yusep Muslih; Surjandari, Niken Silmi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.428

Abstract

Pembangunan konstruksi di lokasi yang sempit dan lahan kerja yang terbatas seringkali menyebabkan galian struktur harus dilaksanakan secara tegak lurus, sehingga dibutuhkan dinding penahan untuk mengamankan galian agar tidak terjadi longsor. Bambu dipilih sebagai salah satu material kombinasi dinding penahan galian sementara karena memiliki sifat-sifat mekanika yang baik dan relatif murah.  Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi keamanan dan kelayakan bambu petung sebagai material konstruksi dinding penahan galian pada kondisi tanah non kohesif, pada konstruksi dinding penahan galian tanah dengan menggunakan kombinasi baja IWF dan bambu petung, sebagai alternatif  desain dinding penahan tanah bagi pelaksana pekerjaan. Data yang diambil adalah data sekunder tanah non kohesif.  Analisis data yang dilakukan  meliputi analisis pembebanan, analisis tekanan tanah pada dinding penahan, dan analisis dimensi bambu (check kekuatan bahan). Hasil analisis menunjukkan  bahwa material bambu petung layak dan aman digunakan  sebagai alternatif material konstruksi dinding penahan galian pada kondisi tanah non kohesif. Diharapkan hasil penelitian ini dapat  menjadi referensi bagi proyek-proyek yang memerlukan pelindung galian tegak.Kata kunci: galian tegak,  konstruksi dinding penahan tanah, kombinasi baja IWF dengan bambu
ANALISIS LENDUTAN PERKERASAN KAKU PADA PEMBEBANAN TENGAH DAN TEPI DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Utomo, Vian Prasetya; Surjandari, Niken Silmi; Yulianto, Budi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.425

Abstract

Perkerasan kaku banyak digunakan pada kondisi tanah dasar yang mempunyai daya dukung rendah. Perkerasan kaku merupakan solusi tepat dalam menangani tanah dasar yang bermasalah. Namun jika tebal dan mutu beton tidak diperhitungkan dengan tepat, akan menghasilkan lendutan yang sangat besar, sehingga menyebabkan cracking, serta pumping dan faulting pada perkerasan. Metode Elemen Hingga  adalah salah satu alternatif dalam menganalisis besarnya lendutan  akibat pembebanan  pusat, dan tepi pelat. Penelitian ini menggunakan pelat  berukuran 6x3 m dengan ketebalan 15,20, 25, 30 dan 35 cm dengan pembebanan 8 ton serta dengan mutu beton K250,K300 dan K350 pada pembebanan tengah dan tepi pelat.. Pada CBR 5% dengan tebal 15 cm Nilai lendutan maximum pada pelat tengah adalah  -0,7630 mm sedangkan pada beban tepi sebesar -1,5646 mm dengan prosentase penurunan 51,23%. Prosentase penurunan pada beban tepi dan tengah sebesar 38%-52%.Sebaran tahanan tanah dasar pada beban tepi lebih sedikit dari pada beban tengah sehingga lendutan menjadi lebih besar. Besarnya nilai lendutan berbanding terbalik dengan  mutu beton, CBR dan tebal pelat.
ANALISIS KONDISI KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN LENTUR (STUDI KASUS RUAS JALAN MANGU-NOGOSARI, KABUPATEN BOYOLALI) Pramitasari, Agnes; Yulianto, Budi; Surjandari, Niken Silmi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.418

Abstract

Kinerja perkerasan merupakan kondisi perkerasan yang dapat memberikan pelayanan kepada pemakai jalan selama kurun waktu perencanaan tertentu. Ruas Jalan Mangu-Nogosari, Boyolali merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Boyolali dengan Kabupaten Sragen. Jalan ini mengalami kerusakan dari waktu ke waktu. Kerusakan yang terjadi pada ruas tersebut antara lain retak (longitudinal, edge, block cracking), pengangkatan (heave), amblas (depression), bergelombang dan berlubang (potholes). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kerusakan dan nilai kondisi perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur panjang, lebar serta luasan dari tiap kerusakan yang terjadi . Berdasarkan hasil penelitian, Ruas Jalan Mangu-Nogosari, Boyolali memiliki nilai PCI rata-rata pada Ruas Jalan Mangu-Nogosari, Boyolali sebesar 38,69. Ruas jalan yang termasuk dalam kategori sedang terdapat pada tiga segmen, yaitu segmen I (Sta.0+000 s.d 1+000) dengan nilai PCI 50, segmen II (Sta.1+000 s.d 2+000) dengan nilai PCI 44,67 dan segmen III (Sta.2+000 s.d 3+000) dengan nilai PCI 44,33. Segmen yang mengalami kondisi sangat buruk yaitu segmen IV (Sta.3+000 s.d 4+000) dengan nilai PCI 11 dan segmen VI (Sta. 5+000 s.d 6+000) dengan nilai PCI 17,33. Segmen yang mengalami kondisi baik yaitu segmen V (Sta. 4+000 s.d 5+000) dengan nilai PCI 64,83. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi Ruas Jalan Mangu-Nogosari, Boyolali dikategorikan dalam kondisi fair (buruk). 
ANALISIS LENDUTAN PERKERASAN KAKU PADA PEMBEBANAN SUDUT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Yasir, Farid; Surjandari, Niken Silmi; Purwana, Yusep Muslih
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.426

Abstract

Perkerasan kaku adalah salah satu jenis perkerasan untuk menangani permasalahan akibat daya dukung tanah yang rendah. Tebal perkerasan merupakan salah satu yang diperhitungkan agar tidak terjadi lendutan yang melebihi lendutan yang diijinkan pada tanah dasarnya. Penggunaan koperan pada ujung pelat perkerasan kaku adalah alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan lendutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lendutan pada perkerasan kaku akibat beban pada posisi sudut dengan variasi ketebalan dan penambahan koperan. Besarnya lendutan akibat pembebanan sudut dianalisis dengan Metode Elemen Hingga. Model pelat berukuran 6x3 m dengan variasi tebal 15 cm, 20 cm, 25 cm, 30 cm dan 35 cm, nilai CBR 10%, mutu beton yang digunakan adalah K350, posisi pembebanan sudut dengan beban 8 ton dan koperan lebar 25 cm tinggi 50 cm. Penggunaan koperan dapat mereduksi lendutan hingga 42,36%  pada tebal 15 cm dan semakin turun dengan bertambahnya tebal pelat hingga sebesar 13,13% pada tebal 35 cm, sehingga dapat diperoleh tebal perkerasan yang lebih kecil, sebagaimana dalam hasil analisis pelat tebal 35 cm tanpa koperan diperoleh lendutan maksimum sebesar 10,659 mm atau lebih besar lendutannya dari pelat tebal 25 cm menggunakan koperan dengan lendutan maksimum sebesar 10,413 mm.Kata kunci: perkerasan kaku, koperan, lendutan, metode elemen hingga.
Tahanan Lateral Pondasi Tiang Berdasar Cone Penetration Test Gunawan, Sumiyati; Surjandari, Niken Silmi; Setiawan, Bambang
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.569 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i4.3798

Abstract

Kapasitas beban lateral pondasi tiang (Pu) merupakan hal utama untuk perencanaan konstuksi dengan beban lateral yang cukup dominan. Kapasitas Pu didasarkan pada kondisi keseimbangan resultan gaya pada tiang dan ketahanan tanah lateral serta distribusi tekanan tanah PL sepanjang kedalaman tiang berdasarkan metode konvensional, tetapi sulit diterapkan pada tanah nonhomogen, karena kondisi tanah nonlinier terhadap kedalaman. Insitu test yang paling sering digunakan karena mudah, cepat dan hemat biaya adalah cone penetration test (CPT), yang memberikan profil tanah secara kontinu, dan lebih mendefinisikan jenis lapisan, ketebalan, dan kepadatan dari masing masing lapisan. Meskipun jarang disebut dalam literatur tentang penggunaan data CPT untuk menganalisa perilaku defleksi pondasi tiang, beberapa peneliti menyatakan hubungan antara resistensi kerucut qc dan tahanan lateral tanah Pu di sepanjang kedalaman tiang. Salah satu metode yang menyajikan pengembangan metode kurva p-y untuk pondasi tiang dengan dasar resistensi penetrasi kerucut qc adalah Bouafia, A. (2014). Berdasarkan pengembangan oleh Bouafia, penulis menganalisa hubungan antara resistensi kerucut qc dan ketahanan lateral tiang Pu untuk menentukan beban lateral pondasi tiang pada tanah lunak di Wates, Kulon Progo DIY dan dibandingkan dengan teori Broms 1964; metode Kurva p-y, dan pengembangan rumus Bouafia, dengan kekakuan tiang, jenis tanah dan defleksi maksimum yang sama maka diperoleh sebagai berikut, teori Broms, LBroms=14,16m ; PuBroms=32,4ton ; MBroms=19,88tonm. Metode Kurva p-y, Lp-ycurve =14,4m ; Pup-ycurve s=28,0ton ; Mp-ycurve =7,50tonm dan Metode Bouafia, LBouafia =17,9m ; PuS2bouafia=34ton; PuS4bouafia=14,8ton; MS2bouafia =11,3tonm ; MS4bouafia =4,9tonm.
Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS dan Penyalahgunaan Narkoba Niken Silmi Surjandari; Mohammad Shofiyyulloh; Suryo Pangeran Wenang; Wafda Salsabila; Weninggar Galih Prastiti; Wennya Ajeng Mardi Gracia Rah Sheen; Widia Nur Arini; Widya Okta Hidayani; Windy Dwi Noviyanti; Winner Wibisono; Witya Marta Qomariyah
KREASI : Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.852 KB) | DOI: 10.58218/kreasi.v2i2.144

Abstract

HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Infeksi HIV menyerang sel CD4 atau sel yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. HIV/AIDS dapat ditularkan melalui produk darah seperti jarum yang tidak steril atau darah yang tidak disaring, dari ibu ke bayi dan dari hubungan seks vaginal, anal, atau oral tanpa alat pengaman. Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kebumen pada tahun 2022 sebesar 47 kasus. Sasaran dari kegiatan ini yaitu seluruh kalangan masyarakat dari berbagai usia yang ada di Desa Winong. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang ada di Desa Winong mengenai cara mencegah HIV/AIDS. Manfaat dari kegiatan ini adalah masyarakat mendapatkan informasi mengenai HIV/AIDS dan bagaimana cara pencegahannya.
METODE PERKUATAN LERENG DI INDONESIA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Mahfuzh, Andika Syahal; Surjandari, Niken Silmi
KURVATEK Vol 9 No 2 (2024): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v9i2.5366

Abstract

Lereng adalah permukaan tanah yang membentuk sudut tertentu terhadap bidang horisontal dan tidak terlindungi. Lereng membutuhkan perkuatan untuk mencegah kegagalan atau kelongsoran yang disebabkan oleh faktor manusia atau faktor kondisi alam. Perkuatan lereng berfungsi menjaga stabilitas dan meningkatkan faktor aman (safety factor) pada suatu lereng. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkuatan lereng yang paling banyak digunakan di Indonesia. Metode yang digunakan yaitu Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan 100 jurnal melalui Sinta, Scopus, dan Garuda, lalu dipilih berdasarkan tahapan yang sudah ditentukan yaitu Research Question, Search Proses, Inclusion and Exclusion Criteria, dan Quality Assesment. Hasil Penelitian menunjukan pada RQ1 perkuatan lereng yang paling banyak digunakan di Indonesia yaitu Dinding Penahan Tanah dengan persentase 29,87%, Soil Nailing 20,78%, Geosintetik 19,48%, Pile 16,88%, Tumbuhan/Vegetasi 5,19%, Counterweight 3,9%, Subdrain 2,6%, dan Model Scale Test With X-Block 1,3%. Lalu, pada RQ2 menunjukan alasan penggunaan Dinding Penahan Tanah karena topografi Indonesia yang berbukit dan berlereng dengan derajat yang cukup besar atau curam, sehingga membuat lereng rentan terhadap erosi dan longsor. Pada RQ3 disampaikan implementasi perkuatan Dinding Penahan Tanah untuk solusi permasalahan lereng di Indonesia. Berdasarkan hasil systematic literatur review, dinding penahan tanah cocok dipakai di Indonesia dikarenakan dalam pembuatannya menggunakan material-material yang mudah didapat. Jadi, dalam perkuatan lereng di Indonesia direkomendasikan perkuatan menggunakan Dinding Penahan Tanah.
Studi Perbandingan Penurunan dan Tegangan Tanah di Bawah Fondasi Lentur Menggunakan Metode Empiris dan Elemen Hingga Hosiana, Nikita; Chrismaningwang, Galuh; Surjandari, Niken Silmi; Dananjaya, Raden Harya
Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil (MoDuluS) Vol 6 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v6i2.5534

Abstract

Safe infrastructure development requires a strong foundation to distribute the building load to the ground below. The study of soil behavior under load is very important in geotechnical engineering. This research aims to compare soil stress calculations using the Boussinesq and UNStrain theories and compare the settlement values at foundation corners in the immediate settlement calculations using the Steinbrenner and UNStrain methods. UNStrain is an application that uses the finite element method to calculate soil deformation and stress. However, it still requires validation because this program is still in the development stage and requires testing for accuracy. The accuracy of UNStrain application calculations was validated using empirical methods by comparing soil stress values with the Boussinesq theory. The research was carried out in the case of a flexible foundation with an evenly distributed load in longitudinal strips of 90 kN/m on sandy soil. RMSE shows a value of 2.90 kN/m² for vertical stress and 2.64 kN/m² for horizontal stress, while MAPE for vertical stress is 2.94% and horizontal stress is 5.79%, which shows that it is accurate in comparison to UNStrain soil stress calculations towards Boussinesq's theory. Calculation of the settlement at the corner of the foundation with the immediate Steinbrenner settlement produces a value of 0.40 cm and UNStrain produces a value of 0.79 cm.
Penggunaan Metode Machine Learning Random Forest untuk Prediksi Longsor pada Kabupaten Karanganyar Kusumawati, Rahayu; Dananjaya, Raden Harya; Surjandari, Niken Silmi
Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil (MoDuluS) Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v5i2.4489

Abstract

Tanah longsor adalah salah satu bencana alam yang banyak terjadi di Indonesia terutama Provinsi Jawa Tengah, dengan salah satu daerah yang memiliki kerawanan longsor yang cukup tinggi adalah Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini dilakukan untuk menyediakan informasi mengenai kerawanan longsor wilayah Kabupaten Karanganyar dalam suatu bentuk peta yang nantinya dapat dijadikan sebagai sumber tinjauan informasi yang detail dalam upaya mitigasi bencana. Penelitian ini akan memertimbangkan sembilan faktor pengondisi longsor, yaitu jarak terhadap jalan sekunder dan tersier, elevasi, slope, Topographic Wetness Index (TWI), tataguna lahan, litologi, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), dan hujan. Penyusunan peta kerawanan longsor dilakukan menggunakan machine learning dengan metode Random Forest pada pengaturan parameter default dengan bantuan modul Scikit Learn. Validasi model dilakukan menggunakan metode ten-folds cross validation. Hasil prediksi longsor selanjutnya diklasifikasikan men-jadi lima kelas kerawanan longsor menggunakan metode Natural Breaks (Jenk’s) yang performanya akan dievaluasi dengan nilai landslide density.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode machine learn-ing Random Forest dapat digunakan untuk memetakan wilayah kerawanan longsor pada Kabupaten Ka-ranganyar. Model yang dihasilkan mampu mengklasifikasikan seluruh wilayah kerawanan longsor dengan nilai AUC mencapai 0,9678, serta menunjukkan hasil klasifikasi yang baik ditandai dengan semakin meningkatnya nilai landslide density pada kelas kerawanan yang semakin tinggi.
Aplikasi Machine Learning Method pada Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor di Kabupaten Karanganyar Putri, Nada Hanifah; Dananjaya, Raden Harya; Surjandari, Niken Silmi
Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil (MoDuluS) Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v6i1.4490

Abstract

Indonesia berada dalam zona iklim tropis yang rawan untuk mengalami bencana hidrometeorologi. Pemetaan kerawanan longsor merupakan salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak dari bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta kerawanan longsor wilayah Kabupaten Karanganyar menggunakan machine learning yang diklasifikasikan menjadi lima kelas yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Metode yang digunakan untuk pembuatan model adalah Voting Classifier Ensemble Technique. Sembilan faktor pengondisi yang digunakan yaitu jarak terhadap jalan sekunder dan tersier, slope, TWI, elevasi, land use, litologi, NDVI, serta curah hujan. Algoritma machine learning didapatkan dari modul Scikit Learn. Kombinasi parameter yang digunakan yaitu pada metode Random Forest menggunakan parameter random_state = 0, n_estimators = 750, criterion = 'entropy', metode Support Vector Machine menggunakan parameter random_state = 0, Probability = True, gamma = 0.005, C = 1, metode K-Nearest Neighbors menggunakan parameter n_neighbors = 11, weights = 'distance', leaf_size = 20, dan metode Voting Classifier menggunakan parameter voting = 'soft', weights = [1,1,1] untuk parameter lain yang digunakan diatur sesuai dengan default modul. Model yang didapatkan memiliki AUC sebesar 0,9563 yang mendekati 1 sehingga dapat dikatakan bahwa model yang dimiliki performa yang baik untuk melakukan prediksi probabilitas longsor.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Majid Ade Kurnia Adib Syarifudin Adriyati, Meilani Afandi, Heri Agus P. Saido Agus P. Saido Alif Muzakki Amirotul Musthofiah Mahmudah Amirotul Musthofiah Mufidah Andi Tri Utomo Ardli Surakhmad Ari Purnomo Arrasyidi, Addina Salam Arrozi, Muh. Fachrudin Ary Setyawan As'ad, Sholihin Asri Pangesthi Nugrahanti Putri Atmaja, Yusup Resha Bahtiar, Muhammad Agus Bambang Setiawan Bella, Tita Maya Budhi Sulistyanto Budi Yulianto Chris Andre Immanuel Berutu Chrismaningwang, Galuh Deki Tecnikal Diliaristianto, Kurniawan Diyah Naili Fauziyah Djarwanti, Noegroho Djarwanti, Noegroho Djarwati, Noegroho Djarwati, Noegroho Duta Cahaya Marga Utama Elok Fajar Sagita Emha, Fieza Abraham Etika Cahyaning Utami Faisal, Riksa Fauziyah, Diyah Naili Febrian Rizal Trisatya Fieza Abraham Emha Firman Nugraha Fitri, Siti Nurlita Freddy, Zefania Iqnes Habib Abduljabar Waskito Hakim, Naufal Herfin Ardita Prastiwi Heri Afandi Hermawan, Reza Bagus Hernowo, Lugut Tri Heru Pujianto Hesti Indrabaskara, Raden Harya Dananjaya Hilyanto, Rizal Raissa Hosiana, Nikita Immanuel Berutu, Chris Andre Insan Prasasti, Insan Kalimanto, Demarda Kalimanto, Demarda Kristianto, Angga Kristianto, Angga Kurniawan Diliaristianto Kusriyanto, Nur Sahid Lailaningrum, Shita Rosita Lugut Tri Hernowo M Zikry Tawakkal Mahfuzh, Andika Syahal Mahmudah Mahmudah Mahmudah, Amirotul Musthofiah Majid, Rensia Erlyana Mamok Suprapto Manurung, Ridho Manurung, Ridho Marga Utama, Duta Cahaya Masanggun Velentina Meilani Adriyati Mochamad Syarifudin Mohammad Shofiyyulloh Mufidah, Amirotul Musthofiah Muh. Fachrudin Arrozi Muhammad Agus Bahtiar Muhammad Bithriq Yusyfa Mustofa Agung Santoso Muzakki, Alif Nafisah Umri Ukroi Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Nasrulloh Naufal Hakim Neura Citra Utami Noegroho Djarwanti Noegroho Djarwati nugraha, firman Nugrahanti Putri, Asri Pangesthi Nugrahanto, Terta Nur Sahid Kusriyanto Nurrohman, Irvan Nurrosied, Imam Nyco Maulana Wicaksono Prabawa, Desta Prabawa, Desta Pramitasari, Agnes Prastiwi, Herfin Ardita Priambodo, Danang Pujianto, Heru Purnomo, Ari Purnomo, M Toni Agus Putra, Try Darma Putri, Nada Hanifah R. Harya Dananjaya Hesti I Raden Harya Dananjaya Raden Harya Dananjaya, Raden Harya Rahayu Kusumawati, Rahayu Ramdhani, Martha Rensia Erlyana Majid Rifai, Rahman Riksa Faisal Rizal Raissa Hilyanto Rizki, Dwi Rostikasari, Astri Rostikasari, Astri Sagita, Elok Fajar Salwa, Atilla Santoso, Mustofa Agung Sawato Gea, Jermy Iwada Setiono Setiono Setiono Setiono Shita Rosita Lailaningrum Sholihin As'ad Sholihin As’ad Sugesti, Titin Ferryana Suhaemi, Muhammad Sulistyanto, Budhi Sumiyati Gunawan Surakhmad, Ardli Suryo Pangeran Wenang Syarifudin, Adib Syarifudin, Mochamad Tawakkal, M Zikry Tecnikal, Deki Terta Nugrahanto Tita Maya Bella Titin Ferryana Sugesti Trisatya, Febrian Rizal Try Darma Putra Ukroi, Nafisah Umri Utami, Etika Cahyaning Utami, Neura Citra Utomo, Andi Tri Utomo, Vian Prasetya Velentina, Masanggun Wafda Salsabila Wahyudianto, Kurniadi Waskito, Habib Abduljabar Weninggar Galih Prastiti Wennya Ajeng Mardi Gracia Rah Sheen Wicaksono, Nyco Maulana Widia Nur Arini Widya Okta Hidayani Windy Dwi Noviyanti Winner Wibisono Witya Marta Qomariyah Yasir, Farid Yusep Purwana Muslih Yusup Resha Atmaja Yusyfa, Muhammad Bithriq Zefania Iqnes Freddy