cover
Contact Name
Gracia Nababan
Contact Email
gracianababan04@gmail.com
Phone
+628989916124
Journal Mail Official
ners.fura@gmail.com
Editorial Address
Jl Tata Bumi No 3, Banyuraden Gamping
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 19785755     EISSN : 26561557     DOI : https://doi.org/10.29238/caring
Core Subject : Health,
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN PRE GENERAL ANESTESI DI RSUD KOTA YOGYAKARTA , Caring : Jurnal Keperawatan
Articles 121 Documents
The Relationship Between Self efficacy With The Ability Of Daily Living Activity Of Post-Stroke Patients Ni Komang Suwandewi; Ni Luh Putu Thrisna Dewi; I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma; Ni Made Nopita Wati
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v10i2.628

Abstract

Patient feel weak after stroke in the motor that causes patients to experience physical limitations, disability, stress, depression, decreased ability to perform self-care and decreasing ability to basic daily needs. Strong self-confidence can increase motivation and ability to do daily activities.This research attempts to figure out the relationship between self efficacy and the ability of daily living activity of patients after stroke in the Neurology Polyclinic at Sanglah Central General Hospital Denpasar.This research is a correlation analytic study with cross sectional approach. The sampling method used purposive sampling technique with the number of respondents 75 outpatients in the Neurology Polyclinic at Sanglah Central General Hospital Denpasar in November - December 2019. Data were collected by The Stroke Self efficacy Questionnaire, Barthel Index and analyzed by Spearmans Rank statistic test.The result of this research is obtained from 75 respondents, most of the self efficacy in post-stroke patients was moderate (57.3%) and the level of independence of daily living activity required minimal assistance (42.6%). Statistical tested indicate that there was a significant relationship between self efficacy and the ability of daily living activity of patients after stroke in the Neurology Polyclinic at Sanglah Central General Hospital Denpasar with the strength of a strong relationship between variables and the direction of a positive relationship (p value 0.002 <? 0.05, r = 0.713).
Hubungan Dukungan Orang Tua terhadap Kesiapan Toilet Training pada Anak Usia Toddler Resti Ananda Putri; Ganis Indriati; Herlina Herlina
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.24 KB) | DOI: 10.29238/caring.v10i1.631

Abstract

Toilet Training is one of the tasks of toddler’s psychosexual development, especially the anal phase. The readiness of toddler’s toilet training consists of physical, mental, and psychological readiness. Toddler need parent’s support in achieving it. This research aims to determine the correlation of parent’s support with toddler’s readiness to toilet training. This research used descriptive correlational design with cross sectional approach. This research was conducted in Kelurahan Labuh Baru Timur with 51 parents who have toddler as respondent. The sampling method used purposive sampling technique. The measuring instrument of this study was questionnaire. The analysis used chi square test. The results of this study found 26 parents who have good role (72,2 %) and had toddler whose ready to do toilet training (p value 0.007; alpha 0.05). The results of this research showed that there is a significant correlation of parent’s support with toddler’s readiness to toilet training. This research concluded that the support for toddler’s readiness of toilet training can given by parent like giving attention, instrumental assistance, providing time to train children and showing love and affection when train children's toilet training. This research recommends parents to seek more information and knowledge about toddler’s readiness to toilet training, so they can help and support their child’s toilet training. Keywords: parent’s support, readiness, toddler, toilet training Toilet training merupakan salah satu tugas perkembangan psikoseksual khususnya fase anal pada toddler. Kesiapan toilet training pada toddler yaitu fisik, mental, dan psikologis. Anak toddler juga butuh dukungan dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua terhadap kesiapan toilet training pada anak usia toddler. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Labuh Baru Timur dengan jumlah sampel 51 orang tua yang memiliki anak usia toddler. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menemukan 26 orang tua yang berperan baik (72,2 %) dan memiliki anak yang siap melakukan toilet training (p value 0,007 ; alpha 0,05). Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dengan kesiapan toilet training pada anak usia toddler. Penelitian menyimpulkan bahwa dukungan yang diberikan orang tua untuk menunjang kesiapan toilet training anak dapat berupa memberikan perhatian, bantuan instrumental, meluangkan waktu untuk melatih anak serta menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang saat mengajarkan toilet training pada anak. Peneliti merekomendasikan kepada orang tua untuk lebih banyak mencari informasi dan pengetahuan tentang kesiapan anak untuk toilet training, sehingga dapat membantu dan mendukung toilet training anaknya. Kata kunci: dukungan orang tua, kesiapan, toddler, toilet training
Gambaran Perkembangan pada Anak Stunting Dini Sisware Yulia; Ganis Indriati; Wan Nishfa Dewi
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.171 KB) | DOI: 10.29238/caring.v10i1.632

Abstract

Stunting is one of the problems in growth. Growth disorders can affect the development of the children. The purpose of this research is to identify the description of development in stunting children. This research used descriptive design. There were 35 respondents chosen by using purposive technique sampling. This research used DDST II as the questionnaire. The result of this research found that the majority of respondent were 21 children (60%) who are in the aged of 12-36 month, the female respondents were 22 children (62.9%), the category of stunting were 29 children (82.9%), the suspect development were 24 children (68.6%). This research is expected help the community, especially for parents, to get information to be able to pay attention and fulfill the child growth needs and measure the growth and development the children everymonth so as to optimize children development. Stunting (pendek) merupakan salah satu masalah dalam pertumbuhan. Gangguan pertumbuhan dapat mempengaruhi perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran perkembangan pada anak stunting. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah responden 35 reponden yang diambil dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini mengunakan kuesioner DDST II. Hasil penelitian menemukan mayoritas responden berusia 12-36 bulan sebanyak 21 anak (60%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 22 anak (62.9%), kategori status gizi stunting sebanyak 29 anak (82.9%), dan sebanyak 24 anak memiliki perkembangan suspect (68.6%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi masyarakat khususnya orang tua agar dapat memperhatikan dan memenuhi kebutuhan nutrisi anak serta mengukur pertumbuhan dan perkembangan anak setiap bulannya sehingga dapat mengoptimalkan perkembangan anak.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri tentang Makanan yang Kaya Zat Besi (Fe) untuk Pencegahan Anemia Fathul Husni Syofyan; Ganis Indriati; Widia Lestari
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v10i2.651

Abstract

Background: Teenager especially girls are vulnerable for its disease because the need increasing of zinc level at puberty age, having blood loss at their period time and low zinc consumption. Anemia is a condition in which erythrocytes number (red blood cells) in the body is less than normal. Purpose: The purpose of this research was to describe the knowledge of female students in Agriculture Vocational High School Pekanbaru about high zinc foods consumption for anemia prevention. Method: The study conducted as a simple observational. There were of 64 respondent as sample taken by stratified random sampling and questionnaire data collecting that had registered validity and reliability. Result: The result showed that the students mostly were in the age of seventeen. The number of students were thirty students (48.4%) and the number of First Grade Student were thirty eight (59.4%). Respondent’s had good knowledge about iron food for the prevention of anemia is 67.2% and respondent’s had sufficient knowledge is 32.8%. Conclusion: The knowledge of teenager girls about high zinc foods for anemia prevention generally is good. This research is expected to give benefits to teenagers about the importance of consuming zinc food containing for the prevention of anemia.
PERAN MAHASISWA DALAM BERETIKA TERHADAP DOSEN PADA SAAT PROSES BELAJAR MENGAJAR DI PROGRAM STUDI DIPLOMA.III KEPERAWATAN CURUPPERAN MAHASISWA DALAM BERETIKA TERHADAP DOSEN PADA SAAT PROSES BELAJAR MENGAJAR DI PROGRAM STUDI DIPLOMA.III KEPERAWATAN CURUP Rustam Aji Rustam Aji
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.426 KB) | DOI: 10.29238/caring.v10i1.921

Abstract

PERAN MAHASISWA DALAM BERETIKA TERHADAP DOSEN PADA SAAT PROSES BELAJAR MENGAJAR DI PROGRAM STUDI DIPLOMA.III KEPERAWATAN CURUP Peneliti : Rustam Aji. Program Studi Keperawatan Curup Politeknik Kesehatan Bengkulu Alamat Email : adjieroestamadjie@gmail.com. ABSTRAK Kehidupan kampus, merupakan salah satu sasaran strategis terjadinya degradasi moral dan etika perilaku. Etika Perilaku mahasiswa kepada dosennya mengalami penurunan dari masa ke masa. Sebagai warga kampus mahasiswa akan berkomunikasi dengan dosen. Dalam hubungannya ini, etika dalam berperilaku akan berperan penting dan menuntut tingkah laku untuk bersikap baik. Penelitian bertujuan mengetahui pentingnya mahasiswa beretika saat proses belajar mengajar berlangsung didalam kelas dan lingkungan kampus. Lokasi penelitian di Program Studi D.III Keperawatan Curup penelitian jenis kualitatif. Hasil diketahui bahwa informan seluruh (100%) pernah melanggar peraturan kampus. Sebagian dari (66,67 %) pernah satu kali melanggar peraturan kampus.Sebagian (66,67%) pernah membaca buku peraturan mahasiswa. Sebagian (66,67%) pernah satu kali di tegur dosen. Hampir seluruh (83,33%) pernah langsung di nasehati, dibimbing dan diarahkan.Setengah (50%) pernah membaca buku peraturan mahasiswa.Sebagian (66,67%) mengerti dan jelas arti etika.Sebagian (66,67%) Pernah satu kali didalam kelas saat belajar.Hampir seluruh (83,33%) pernah satu kali di tegur dosen. Sebaiknya peraturan akademik etika perilaku mahasiswa tertulis, di tempel di kelas serta dibaca saat apel pagi. Kata Kunci : Peran, etika dan Proses Belajar Mengajar.
Hubungan Perubahan Psikologis Dan Dukungan Sosial Dengan Penyesuaian Diri Lansia Pada Masa Pensiun Rika Ika
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v10i2.952

Abstract

Pensiun merupakan masa dimana individu diberhentikan dari suatu pekerjaan yang sudah dilakukan selama ini sesuai dengan batas usia pensiun yang telah ditetapkan. Penyesuaian diri masa pensiun dipengaruhi oleh perubahan psikologis dan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahan psikologis dan dukungan sosial dengan penyesuaian diri lansia pada masa pensiun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia pensiunan yang berada diwilayah legok Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2018 sebanyak 370 orang menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 79 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan hasil penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa terdapat 42 (53,2%) responden memiliki perubahan psikologis yang baik, terdapat 50 (63,3%) responden memiliki dukungan sosial yang baik dan terdapat 47 (59,5%) responden dapat menyesuaikan diri dengan baik. Hasil uji bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara perubahan psikologis dan dukungan sosial dengan penyesuaian diri lansia pada masa pensiun dengan nilai p-value 0,013 (P-Value< 0,05).
Reduce hyperactive behavior on children with Attention Deficit Hyperteactivity Disorder through kinetic sand play therapy Indah Prawesti
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v10i2.962

Abstract

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) is a disorder characterized by an inability to maintain attention, regulate activity levels and control impulsive behavior. According to the Centers for Disease Control and Prevention in 2017, people with ADHD are increasing by 5% each year. One of the therapies method that can be given to ADHD children is play therapy. Play therapy is used as a way to help ADHD children communicate their ideas and feelings. One of play therapy that is easy to do is to use kinetic sand. The aims of this study is to determine the reduction of hyperactive behavior in children with ADHD using kinetic sand play therapy. The methode of this study is descriptive quantitative research with the case study method apllied in this study. The population were children with ADHD who shown hyperactive behavior and received a sample of six children. The measuring instrument used is the Indonesian Hyperactivity Child Behavior Assessment Scale and univariate analysis was carried out. The characteristics of the respondents were mostly aged 9 – 12 years (50%) and based on gender the most were boy (83,3%). The mean score of hyperactivity before kinetic sand play therapy was 38,8 and after intervention was 31,7, so the difference mean score of hyperactivity was 7,1. There is a decrease in hyperactive behavior in children with ADHD after kinetic sand play therapy
Karakteristik Pasien terhadap Keberhasilan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis Resisten Obat sri arini winarti
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v10i2.992

Abstract

Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) merupakan penyakit TB yang lebih kompleks, perlu pengobatan lebih panjang. Karakteristik pasien menjadi salah satu faktor yang memberi kontribusi pada output keberhasilan pengobatan TB RO. tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis karakteristik yang mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan pengobatan TB RO . Metode yang digunakan adalah Studi dokumentasi menggunakan datas sekunder dengan model retrospektif. Sampel yang digunakan sebanyak 246 data pasien berobat di RS pada tahun 2016-2019. Terdapat hubungan signifikan antara usia dengan keberhasilan pengobatan TB RO, dan pasien dengan usia produktif lebih berpeluang sembuh daripada pasien usia lanjut. Tidak ada hubungan signifikan antara IMT dan jenis kelamin terhadap hasil pengobatan, namum mempunyai kecenderungan pada IMT yang normal lebih banyak berhasil dam mempunyai efek samping yang minimal. Keberhasilan pengobatan TB RO dipengaruhi oleh usia pasien, di tunjang dengan IMT yang baik (>18,4) mengurangi kajdian efek samping.
PERBANDINGAN BERAT BADAN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI DAN SWASTA DI JAKARTA SELATAN Fitri Annisa
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v10i2.1037

Abstract

Perhatian pemerintah terkait dualisme masalah gizi pada anak seharusnya mendapatkan perhatian yang sama rata. Akan tetapi, strategi penanganan gizi lebih dan obesitas pada anak usia sekolah belum mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah. Diperlukan data dasar untuk menentukan strategi yang tepat dalam menangani obesitas pada anak usia sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan proporsi status gizi lebih dan obesitas pada siswa SD negeri dengan siswa SD swasta di Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang, dengan menggunakan total 805 sampel. Sampel diambil dengan cara multistage sampling dengan beberapa langkah pengelompokan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SD Swasta, angka gizi lebih (17,0%) dan obesitas (30,75%) jauh lebih tinggi dibandingkan angka gizi lebih dan obesitas di SD Negeri. Berdasarkan hasil penelitian in diperlukan strategi yang berbeda dalam menangani obesitas di SD Swasta. Perbedaan hasil ini dapat dipengaruhi oleh perbedaaan karakteristik antar dua kelompok. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi data dasar untuk penelitian selanjutnya, khususnya terkait penelitian masalah gizi lebih pada anak usia sekolah
Relationship of Nurse Support to Quality of Life of Cancer Patients Breasts undergoing chemotherapy in the gull ward RSPAU Dr. S Hardjolukito Yogyakarta Ulfa Jumrotin Abutalib; Dian Nur Adkhana Sari; Niken Setyaningrum; Endar Timiyatun
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v10i2.1062

Abstract

Breast Cancer is a type of malignant tumor that develops in breast cells. This cancer can grow if there is abnormal growth of cells in the breast. These cells divide faster than normal cells and accumulate, which then forms a lump or mas,The incidence of breast cancer. 161.682 people. Beast cancer has a great impact on sufferers both physically, psychologically and socially which will affect their quality of life. To support the quality of life of breast cancer patients, they need nurse support.Nurse care to motivate patient so that patient do not experience stress and the depression for the illness.To find out whether there is a relationship between nurse support and the quality of life of breast cancer patients undergoing chemotherapy at RSPAU Dr. Hardjolukito Yogyakarta.This research is a quantitative non-experimental research. population in this study were all breast cancer patients who underwent chemotherapy in the Gull ward totaling 109. Samples in were 52 respondents with non-probability sampling using purposive sampling technique. ResultsBased moderate category were 29 respondents 55.8%), and the quality of life of breast cancer patients in the good category was 46 respondents (88.5%). From the Kendalls Tau test results obtained P value = 0,000 with an alpha value of P = 0.05, then the P value <P value alpha (0,000 <0.05) so that nurse support has a relationship to the quality of life of breast cancer patients.Conclusion There is a relationship between nurses' support and the quality of life of breast cancer patients at RSPAU Dr. S.Hardjolokito Yogyakarta.

Page 7 of 13 | Total Record : 121